Anda di halaman 1dari 32

MANAJEMEN KUALITAS

ANALISI KEMAMPUAN
PROSES
I Gede Marendra S.T.,M.T

SPC DENGAN ANALISIS


KEMAMPUAN PROSES
BATAS SPESIFIKASI ( SPECIFICATION
LIMITS )
Batas spesifikasi (batas toleransi)
merupakan suatu nilai yang ditetapkan
menjadi batas-batas kesesuaian suatu unit
hasil operasi manufaktur taupun jasa
pelayanan.
Batas spesifikasi digunakan untuk memenuhi
kebutuhan konsumen yang kemudian
ditetapkan oleh perancang produk dan
proses untuk menjamin kecukupan fungsi
suatu produk

Perbedaan dengan batas kendali (control


limit) adalah :
a) CL membantu menunjukkan adanya
variabilitas atau keragaman proses
yang terjadi antar pengukuran suatu
subgroup atau sampel.
b) CL tidak diaplikasikan pada unit
individual (kecuali pada peta kendali
unit individual)
Terdapat kemungkinan bahwa dari peta
kendali diketahui bahwa proses in-control
tetapi tidak dapat memenuhi spesifikasi,
atau sebaliknya : proses out-of-control
tetapi dapat memenuhi spesifikasi.

ANALISA KEMAMPUAN
PROSES
Suatu proses dapat ditentukan kemampuannya
jika proses tersebut sudah berada dalam kondisi
in-control. Jika masih ada yang out-of-control
harus dilakukan tindakan perbaikan lebih dahulu.
Kemampuan proses menggambarkan
performansi/unjuk kerja suatu proses.
Kemampuan proses merupakan suatu ukuran
keseragaman atau unifoformitas proses yang
membuat variansi suatu karakteristik kualitas
produk kecil (small range)
Analisa kemampuan proses menggambarkan
prosedur untuk mengestimasi kemampuan proses

Manfaat dilakukannya analisis


kemampuan proses :
a. Dapat menciptakan uniformitas
output.
b. Dapat digunakan untuk
mempertahankan dan menigkatkan
tingkat pencapaian kualitas.
c. Dapat sebagai sarana atau
memfasilitasi perancangan produk
maupun proses.
d. Sebagai alat pemilihan dan
pengendalian supplier atau vendor.

PROCESS CAPABILITY LIMIT


(=NATUARAL TOLERANCE LIMIT )
Batas kemampuan proses menunjukkan keragaman
bawaan ( inherently variasion) dari karakteristik
kualitas suatu item jika prosesnya dalam kondisi
in-control.
Ada dua jenis batas kemampuan proses, yaitu
batas atas kemampuan proses (UPCL) dan batas
bawah kemampuan proses (LPCL)

UPCL , LPCL 3
Dimana :
rata rata proses
s tan dar deviasi proses

CONTOH SOAL :
Diameter suatu komponen harus sesuai untuk
tujuan perakitan, dengan spesifikasi sebesar
5 0.015 cm. Informasi dari sample yang
diambil dari proses terkendali adalah sbb.:
rata-rata sample 4.99 cm dengan standar
deviasi 0.004 cm. Tentukan batas toleransi
alami (natural tolerance limit) untuk proses
tersebut! Haruskah - Anda menyesuaikan
ukuran pemusatan proses?

HUBUNGAN ANTARA SPESIFIKASI


DAN KEMAMPUAN PROSES
1. KASUS 1. Penyebaran proses <
Perbedaan antara batas spesifikasi.
Pada kasus ini proses dikatakan mampu
(capable) dan semua item yang
dihasilkan berada dalam batas
spesifikasi. Kemungkinan bahwa proses
out-of-control (tetapi masih dalam
batas spesifikasi) dapat disebabkan
oleh pergeseran nilai maupun
sehingga hal ini dapat digunakan
sebagai sinyal (alarm).

HUBUNGAN ANTARA SPESIFIKASI


DAN KEMAMPUAN PROSES
2. KASUS 2. Penyebaran proses = Perbedaan
antara batas spesifikasi.
Pada kasus ini batas kemampuan proses
bertepatan dengan batas spesifikasi. Jika
dianggap data karakteistik kualitas
berdistribusi normal dan proses incontrol, hampir semua (99,74%) item yang
diproduksi berada dalam batas spesifikasi.
Jika nilai bergeser, maka akan timbul
proporsi item nonconforming, begitu juga
nilai meningkat maka akan timbul
proporsi item nonfonforming.

HUBUNGAN ANTARA SPESIFIKASI DAN


KEMAMPUAN PROSES

3. KASUS 3. Penyebaran proses > Perbedaan


antara batas spesifikasi.
Kasus ini tidak diinginkan terjadi.
Walaupun proses in-control tetapi variasi
bawaan melebihi perbedaan antara batas
spesifikasi sehingga prosesdikatakan tidak
mampu. Jika terjedi pergeseran dan
kenaikan nilai , maka akan terjadi
penngkatan proporsi item nonconforming.
Beberapa tindakan perbaikan : menaikan
nilai batas yang baru, mengganti bahan
baku yang lebih baik, atau mengganti
operator dengan yang lebih
berpengalaman.

RASIO/INDEKS KEMAMPUANPROSES (
Cp Indeks)
Suatu ukuran yang menggambarkan potensial proses dalam
memenuhi spesifikasi disebut process capability ratio (PCR)
atau Cp index
PCR atau Cp

USL LSL
6

USL
LSL
, CPL
3
3
Dimana :
rata rata (mean ) populasi , yang didekati dengan rata rata
CPU

X
sampel

X, X

i1

n
s tan dar deviasi populasi , yang didekati dengan s tan dar deviasi
n

X
sample s, s

i X

i 1

n1

Indekc Cp yang diinginkan adalah 1, sehingga


ada 3 kondisi yang dapat terjadi yaitu :
1.

Jika Cp > 1
Proses terpusat antara batas spesifikasi yang akan
menghasilkan proporsi minimal item yang keluar dari
batas ini sehingga proses dikatakan mampu (capable).
Jika data karakteristik kualitas dianggap normal maka
hanya 0,26% item akan keluar dari batas
spesifikasinya.(lihat kasus 1 )
2. Jika Cp = 1
Penyebaran proses sama dengan penyebaran spesifikasi
dan proses dikatakan hampir tidak/sedikit mampu.
(lihat kasus 2 )
3. Jika Cp < 1
Penyebaran proses lebih besar dari penyebaran
spesifikasi. Pada kondisi ini dimungkinkan bahwa proses
in-control tetapi tidak memenuhi spesifikasi. (lihat
kasus 3 )

Nilai yang diharapkan adalah CPU


1 dan CPL 1.
Jika CPU = 1, hanya 0,13% produk
berada diatas USL
Nilai Cp, CPU, dan CPL, berguna
untuk mengevaluasi performansi
proses relativ terhadap batas
spesifikasi. Selain itu juga
digunakan untuk menentukan
setting parameter proses ( dan
)

Tabel : Nilai minimum untuk rasio/indeks


kemampuan proses yang direkomendasikan.

PROSES
Proses lama( yang sudah ada)

Spesifikasi Spesifikasi
Dua Sisi
Satu sisi
1.33
1.25

Proses baru

1.50

1.45

Keamanan, kekuatan,atau
parameter kritis-proses lama
Keamanan, kekuatan,atau
parameter kritis-proses baru

1.50

1.45

1.67

1.60

CONTOH SOAL :
Kelembaban relative di suatu rumah kaca
diharapkan antara 65% sampai 85%.
Sampling secara random yang di(akukan
selama 1 minggu menghasilkan data sbb.:
60, 78, 70, 84, 81, 80, 85, 60, 88, 75. Tentukan
Rasio kemampuan proses dan
interpretasikan hasilnya!

RASIO/INDEKS KEMAMPUAN
PROSES ( Cpk Index)
Indeks Cp tidak melibatkan lokasi proses ketika menghitung
kemampuan proses untuk memenuhi spesifikasi.
Faktor yang mempengaruhi dapat dihasilkannya produk
conforming tidak saja variabilitas proses, tetapi lokasi
rata-rata proses juga mempengaruhi dihasilkannya produk
conforming.
Indeks Cp menggambarkan potensial proses, dimana nilai
tidak berubah walaupun rata-rata proses berubah.
Indeks Cpk menggambarkan kemampuan proses actual
dengan nilai paramater yang ada, dimana menggambungkan
nilai rata-rata dan standar deviasi proses untuk membentuk
indeks dari performansi proses actual

Indeks Cpk selalu lebih kecil atau sama dengan


Cn (CpkCp)
Jika Cpk = Cp maka proses terpusat.
Indeks Cpk yang diinginkan , yang
menunjukkan bahwa proses memiliki
kemungkinan besar untuk memenuhi spesifikasi.
Ketika rata-rata proses berada diluar spesifikasi
maka nilai Cpk negativ
Jika manajemen menyatakan bahwa jarak USL
dan LSL sama, maka setting optimal rata-rata
proses merupakan (USL+LSL)

Deviasi rata-rata proses dari nilai target


(=m) ini adalah

m
k
USL LSL / 2

Sehingga terdapat hubungan sbb :


Cpk=Cp(1-k)
Terdapat 3 kemungkinan nilai k, yaitu :
1. 0 < K < 1, jika LSL USL
2. k = 0, jika = m sehingga Cpk = Cp
3. k = 0, jika = USL atau = LSL sehingga Cpk = 0

CONTOH SOAL
1.

2.

Dalam suatu electrical circuit, kapasitansi suatu


komponen berada antara 25 - 40 unit. Sebanyak 25
sampel menghasilkan rata-rata 30 unit dengan standar
deviasi 3 unit. Hitung indek kemampuan proses Cpk dan
berilah komentar tentang performansi proses tersebut!
Jika proses tidak mampu, berapa proporsi produk yang
non-conforming jika karakteristik data diasumsikan
berdistribusi normal?
Pertimbangkan data diameter dalam batangan logam
pada Tabel 8-2. Histogram yang dihasi!kan dari nilai
diameter dalam ditunjukkan pada Tabel 8-11, sehingga
dapat dianggap bahwa distribusi diameter dalamnya
normal. Hitung batas kemampuan proses dan jika batas
spesifikasi untuk diameter dalamnya adalah 50 0.5 m,
tentukan rasio kemampuan proses Cp dan indeks Cpk!

3. Pertimbangkan suatu pabrik yang menghasilkan coils


(gulungan kawat) untuk aplikasi rangkaian listrik dan
elektronika. Sampel berukuran 5 diambil secara acak
dari suatu proses dan nilai hambatan atau resistansi
diukur (dalam ohm), seperti dalam Table 6.2.
Misalkan batas spesifikasi ditetapkan sebagai
berikut: 21.0 3.0 ohm.
Hitung Cpk index dan tentukan proporsi output yang
nonconforming jika hambatan coils diasumsikan
berdistribusi normal! Tentukan proporsi output yang
tidak sesuai dengan spesifikasi jika rata-rata proses
aktual digeser sesuai dengan target optimalnya?

Anda mungkin juga menyukai