Anda di halaman 1dari 3

CARA MENCEGAH BAHAYA KECELAKAAN DI

LABORATORIUM

Jl. Tuparev No. 117


Cirebon 45153

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

078/SPO/LAB/RSPC/IX/
2015

00

1 dari 3

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL

Pengertian

Tanggal

Ditetapkan,

Terbit

Direktur

1 September
2015
(dr. Asad, Sp. THT-KL)
Yang dimaksud dengan keselamatan dan keamanan
kerja laboratorium adalah keamanan kerja tata ruang
dan fasilitas peralatan kerja dan prosedur yang
digunakan

untuk

keamanan

bagi

tenaga

kerja

laboratorium mengacu pada keamanan laboratorium


Tujuan

mikrobiologi, biomedis dan pedoman yang berlaku.


Sebagai acuan penerapan langkah - langkah untuk
petugas laboratorium dapat terlindung dari bahaya
insfeksi yang dapat ditularkan melalui darah, serta
mengetahui langkah - langkah yang harus diambil

Kebijakan

bila terpapar bahan infeksius.


- Sesuai surat keputusan direktur Rumah sakit
permata Cirebon Nomor : 062 / PER / DIR / RSPC /
VIII / 2015 tentang kebijakan laboratorium.
-

Sesuai surat keputusan direktur Rumah sakit


permata Cirebon Nomor : 063 / PER / DIR / RSPC /

Prosedur

VIII / 2015 tentang pedoman pelayanan.


1. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan fisik
seperti tertusuk jarum maka dilakukan beberapa
cara :
a. Jarum dimasukan ke Sharp Container.
b.

Sebaiknya menutup jarum dilakukan dengan

satu tangan.
2. Untuk mencegah bahaya terkena bahan kimia
atau biologis bagi petugas laboratorium perlu
dilakukan :
a. Dekontaminasi

permukaan

meja

kerja

dengan desinfektan setiap kali habis bekerja.


Desinfektan

yang

dipakai

Na-hipochlorit

dengan kandungan Cl 0,1 - 0,5% (bila larutan


awal mengandung 10 Cl) maka larutan kerja
yang dipakai adalah 2 10% selama 30
menit.

CARA MENCEGAH BAHAYA KECELAKAAN DI


LABORATORIUM

Jl. Tuparev No. 117


Cirebon 45153

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

078/SPO/LAB/RSPC/IX/
2015

00

2 dari 3

b. Menggunakan baju khusus untuk bekerja


(Lab jas) dan sarung tangan latex sekali
pakai.
c. Menggunakan

perlindungan

mata/

muka

sesuai kebutuhan.
d. Dilarang makan, minum dan merokok di
ruang laboratorium saat bekerja.
e. Dilarang menyimpan makanan dan minuman
diruang laboratorium.
f.

Dilarang menyentuh mulut dan mata pada


waktu kerja.

g. Menggunakan wadah penampang sample/


spesimen yang tahan bocor, tertutup rapat
dan

hindari

pencemaran

pada

bagian

luarnya.
3. Penatalaksanaan terjadinya kecelakaan :
a.

Tindakan

pertama

pada

setiap

terjadinya

kecelakaan adalah: cuci dengan air mengalir


dan sabun antiseptik :

Bila darah mengenai mulut, ludahkan dan


kumur -kumur dengan air beberapa kali.

Bila darah mengenai mata, cucilah mata


dengan air mengalir (irigasi), atau cuci
dengan larutan garam fisiologis.

Bila darah mengenai hidung atau terhirup,


hembuskan keluar hidung melalui udara
nafas beberapa kali, lalu bersihkan dengan
air.
b.

Perlukaan seperti tertusuk

jarum suntik

bekas pasien atau terpercik bahan infeksius,


segeralah mencuci daerah perlukaan tersebut
dengan

sabun

antiseptik,

diusahakan

agar

meminimalkan kuman yang masuk aliran darah


dengan

cara

menekan

luka

hingga

darah

keluar, darah yang tertusuk tidak boleh dihisap


dengan mulut.

CARA MENCEGAH BAHAYA KECELAKAAN DI


LABORATORIUM

Jl. Tuparev No. 117


Cirebon 45153

No. Dokumen

No. Revisi

Halaman

078/SPO/LAB/RSPC/IX/
2015

00

3 dari 3

c. Setiap kejadian kecelakaan dicatat dan


dilaporkan

dalam

langsung.

Unit Terkait

- SPV rumah tangga.


- SPV Logistik.
- IGD

Dokumen terkait

24

jam

kepada

atasan