Anda di halaman 1dari 39

Rekayasa Pelabuhan

Karakteristik Kapal
Faktor penentu karakteristik kapal yaitu :
1. Bahan material kapal yang dipakai yaitu baja,
kayu, fiberglass, dsb.
2. Fungsi kapal sebagai kapal penumpang, kapal
barang umum, kapal curah, kapal peti kemas,
kapal tangki, kapal tunda, dsb.

Karakteristik Kapal
Faktor penentu karakteristik kapal yaitu :
3. Sistem pengendali dan penggerak yaitu mekanik,
semiotomatis, otomatis, diesel, sebagai kekuatan
penggeraak utama, dsb.
4. Daerah operasi dari kapal, jarak dekat/sedang,
jauh disesuaikan pula dengan keadaan perairan
laut

Daya Angkut Kapal


Kapasitas angkut kapal umumnya diukur dengan
satuan DWT (Dead Weight Tonnage). DWT adalah
berat total muatan dimana kapal dapat mengangkut
dalam

keadaan

pelayaran

optimal

(draft

maksimum). DWT juga merupakan selisih dari


Displacement tonnage dan displacement light. DWT
umunya dihitung dalam unit ton metrik.

Daya Angkut Kapal


Displacement tonnage (DPL) merupakan volume air
yang dipindahkan oleh kapal, dan sama dengan
berat kapal atau dengan kata lain berat air yang
dipindahkan akibat terapungnya kapal. Sedangkan
displacement tonnage light adalah berat kapal tanpa
muatan.

Daya Angkut Kapal


Selain DWT satuan yang digunakan untuk mengukur
besar kapal adalah BRT (Bruto Registered Tonnage)
atau GRT (Gross Registered Tonnage). Satuan ini
merupakan satuan jumlah isi/ volume dari ruang
kapal keseluruhan dalam satuan registered tonnage
(1 RT = 2,83 m3 = 100 ft3).

Daya Angkut Kapal


Jika BRT/GRT merupakan ukuran isi kotor volume
keseluruhan kapal, maka NRT (Netto Registered
Tonnage) merupakan ukuran isi bersih volume kapal
atau jumlah isi ruangan ruangan yang dapat
didayagunakan , dapat di isi dengan muatan yang
membayar dengan uang tambahan.

Daya Angkut Kapal


NRT juga merupakan selisih BRT dengan jumlah isi
ruang yang tidak disewakan misalnya ruang mesin/
ruang ABK.

Dimensi Kapal

Dimensi Kapal
L(oa) : length overall, merupakan ukuran ekstrem
panjang kapal dalam satuan panjang. Dihitung mulai
dari titik ekstrem haluan sampai dengan titik ekstrem
buritan kapal.
L(pp) : length between perpendiculars, merupakan

ukuran jarak dalam satuan panjang. Dihitung mulai


titik titik ekstrem dari design load waterline pada

titik perpotongan haluan dan poros kemudi.

Dimensi Kapal
B (mId): Breadth, merupakan lebar ekstrem badan
kapal melalui titik midship.
Midship (mId) : titik tengah dari L(pp)
Depth (mId) : kedalaman (ketinggian) ekstrem badan

kapal melalui titik midship


Draft : sarat, merupaka ukuran kedalaman ekstrem

antara design load waterline dengan titik terendah


kapal.
Knots : satuan kecepatan dalam NM/H

Jenis Kapal
Tipe kapal berpengaruh pada tipe pelabuhan yang
akan

direncanakan.

Sesuai

fungsinya

dibedakan menjadi beberapa tipe :


1. Kapal penumpang

kapal

Jenis Kapal
2. Kapal barang
Beberapa cara bongkar muat barang :
Lo/Lo (lift on/lift off) : bongkar muat secara
vertikal, umumnya digunakan dengan crane kapal
atau crane tetap yang ada di dermaga.
Ro/Ro (roll on/roll off) : bongkar muat secara
horizontal,

umumnya

menggunakan truk.

barang

diangkut

Jenis Kapal
2. Kapal barang
Kapal barang ini pun terbagi dari beberapa jenis
sesuai dengan jenis muatannya, yaitu :
a) Kapal barang umum
Kapal ini umumnya mengangkut muatan umum
seperti barang yg dibungkus dgn peti, karung, dsb.
Biasanya kapal ini dilengkapi dengan crane kapal

untuk bongkar muat.

Jenis Kapal

Jenis Kapal
b) Kapal peti kemas
Kapal peti kemas dibedakan menjadi beberapa jenis :
Full container ship
Partial container ship
Convertible container ship
Ship with limited container carrying ability
Ship without special container stowing or

handing service

Jenis Kapal

Jenis Kapal

Jenis Kapal
c) Kapal barang curah (bulk cargo ship)
Muatan curah yang umumnya di angkut berupa
beras, gandum, batu bara, bijih besi, dsb. Kapal jenis
ini mempunyai kapasitas 175.000 DWT dengan
panjang 330 m, lebar 48,5 m dan sarat 18,5 m.
Bulk cargo ship ini dapat berupa tongkang yang
ditarik oleh kapal tunda.

Jenis Kapal
c) Kapal barang curah (bulk cargo ship)
Terdapat pula kapal campuran OBO (ore-bulk-oil)
yang dapat memuat barang curah dan barang cair
secara bersama sama. Kapal ini mempunyai
kapasitas hingga 260.000 DWT

Jenis Kapal

Jenis Kapal

Jenis Kapal

Jenis Kapal

Jenis Kapal
d) Kapal Tangker
Kapal ini umumnya mempunyai kapasitas 555.000
DWT yang mempunyai panjang 414 m, 63 m, dan
sarat 28,5 m. Karena muatan yang diangkut adaah
berbentuk cairan maka ruangan kapal dibagi
menjadi beberapa kompartemen yang berupa tangki
tangki agar tidak membahayakan stabilitas dari

kapal.

Jenis Kapal

Jenis Kapal
e) Kapal Khusus (special design ship)
Kapal ini umumnya dibuat untuk mengangkut
barang tertentu seperti LNG, daging yang dalam
keadaan beku, dsb.

Jenis Kapal

Jenis Kapal
f) Kapal Ikan
Ukuran kapal ikan ini tergantung dari jenis ikan yang
tersedia,

potensi

ikan

di

daerah

tangkapan,

karakteristik alat tangkap, jarak daerah tangkap, dsb.

Jenis Kapal
f) Kapal Ikan
Selain

ukuran

kapal

tersebut,

nelayan

juga

menggunakan perahu motor tempel dengan ukuran


panjang 8 m, lebar 1 m, dan draft 0,5 m.

Jenis Kapal

Jenis Kapal

Jenis Kapal