Anda di halaman 1dari 7

Perawatan Payudara pada Ibu Nifas (Breast Care)

1. PENGERTIAN
Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama
pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran ASI.
Perawatan payudara tidak hanya dilakukan sebelum melahirkan, tetapi juga dilakukan
setelah melahirkan. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk
melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga
memperlancar pengeluaran ASI.
2. TUJUAN
a. Memelihara kebersihan payudara
b. Memperlancar sirkulasi darah di sekitar payudara
c. Melenturkan dan menguatkan puting susu
d. Memperlancar produksi ASI
3. WAKTU PELAKSANAAN
Dilakukan minimal dua kali sehari pada waktu mandi pagi dan sore hari
4. SYARAT-SYARAT UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG DIHARAPKAN
a. Dilakukan secara teratur dan sistematis
b. Makanan dan minuman ibu yang seimbang dan sesuai dengan kesehatan ibu
c. BH (Bra) yang dipakai ibu selalu bersih dan menyokong payudara
Buah dada merupakan sumber air susu ibu (ASI) yang akan menjadi sumber nutrisi utama
bagi bayi, karena itu jauh sebelumnya harus sudah dilakukan perawatan. Bra yang dugunakan
harus sesuai dengan pembesaran buah dada, yang sifatnya adalah menyokong payudara dari
bawah bukan menekan dari depan.
Pada usia kehamilan 2 bulan terakhir dilakukan pemijatan, kolostrum dikeluarkan untuk
mencegah penyumbatan. Untuk mencegah puting susu kering dan mudah pecah, maka puting
susu (nipple) dan areola (bagian lingkaran hitam yang mengelilingi puting) payudara dirawat
baik-baik dengan dibersihkan menggunakan baby oil/biocream/air sabun/sejenisnya. Bila
puting susu masuk ke dalam, hal ini diperbaiki dengan jalan menarik-narik puting ke arah
luar (dilakukan minimal satu bulan sebelum melahirkan dan jika tidak ada indikasi).
Anatomi payudara ibu

Dalam istilah medik, payudara disebut glandulla mammae yang berasal dari bahasa latin
yaitu mammae. Payudara berkembang sejak usia 6 minggu kehamilan dan cepat emmbesar
karena pengaruh kadar hormon yang tinggi, yaitu estrogen dan progesteron. Estrogen
meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus dan saluran penampung. Progesteron merangsang
pertumbuhan tunas-tunas alveoli. Hormon-hormon lain seperti prolaktin, growth hormone,
adenokortikosteroid dan tiroid juga diperlukan dalam kelenjar susu.
Payudara tersusun dari jaringan kelenjar, jaringan ikat dan jaringan lemak. Bila dilihat dari
luar, payudara terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu :

Korpus (badan), yaitu bagian yang besar

Areola, yaitu bagian tengah yang berwarna kehitaman

Papilla atau nipple atau puting susu, yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara

Struktur payudara terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit, sub kutan (jaringan dibawah kulit) dan
corpus mammae. Corpus mammae terdiri dari parenkim dan stroma. Parenkim merupakan
suatu struktur yang terdiri dari : duktus lactiferus (duktus), duktulus (duktuli), lobus dan
alveolus.
Pada 15-25 duktus laktiferus. Tiap-tiap duktus bercabang menjadi 20-40 duktuli. Duktuli
bercabang-cabang menajdi 10-100 alveolus yang berfungsi sebagai satu kesatuan kelenjar.
Dengan demikian, sebenarnya payudara merupakan kumpulan dari sejumlah kelenjar susu
tunggal.
Masing-masing duktus akan membentuk lobus, dan duktulus akan membentuk lobulus.
Struktur lobulus dan duktus berpusat ke arah puting susu. Sebelum bermuara pada puting
susu, mesing-masing duktus melebar membentuk ampullaatau sinus yang akan berfungsi
sebagai gudang air susu ibu. Sinus, duktus dan alveolus dikelilingi oleh mioepitel (otot polos)
yang dapat berkontraksi untuk memompa ASI. Alveolus juga dikelilingi pembuluh darah
yang memberi zat-zat gizi pada sel-sel kelenjar air susu untuk proses pembentukan atau
sintesis ASI.
Bagian stroma dari payudara tersusun dari bagian-bagain berikut : jaringan ikat, jaringan
lemak, pembuluh darah, saraf, dan pembuluh limfa.

Puting susu dan areola adalah gudang susu yang mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan
menyusui. Pada puting susu dan areola terdapat ujung-ujung syaraf peraba yang penting pada
proses refleks saat menyusui. Puting susu mengandung otot polos yang dapat berkontraksi
sewaktu ada rangsangan menyusui. Dengan akupan bibir bayi yang menyeluruh pada daerah
tersebut, ASI akan keluar dengan lancar.
Pada ujung puting susu terdapar 15-25 muara lobus (duktus laktiferus), sedangkan areola
mengandung sejumlah kelenjar minyak yang mengeluarkan cairan agar puting tetap lunak
dan lentur.
Tujuan breast care

Memelihara kebersihan payudara

Melenturkan dan menguatkan puting susu

Mengeluarkan puting susu yang masuk kedalam atau datar

Mempersiapkan produksi ASI

Prinsip

Dikerjakan dengan sistematis dan teratur

Menjaga kebersihan sehari-hari

Nutrisi harus lebih baik dari sebelum hamil

Memakai bra yang bersih dan menopang payudara

Dilakukan setelah usia kehamilan lebih dari 6 bulan

Beberapa keadaan yang berkaitan dengan teknik dan saat perawatan payudara

Pada ibu dengan puting susu yang sudah menonjol dan tanpa riwayat abortus,
perawatnnya dapat dimulai pada usia kehamilan 6 bulan keatas

Ibu dengan puting susu yang sudah menonjo dengan riwayat abortus, perawatannya
dapat dimulai pada usia kehamilan diatas 8 bulan

Pada puting susu yang mendatar atau masuk kedalam, perawatannya harus dialkukan
lebih dini, yaitu usia kehamilan 3 bulan, kecuali bila ada riwayat abortus dilakukan
setelah usia kehamilan setelah 6 bulan.

Cara perawatan puting susu datar atau masuk ke dalam

Puting susu diberi minyak

Letakkan kedua ibu jari diatas dan dibawah puting

Pegangkan daerah areola dengan menggerakan kedua ibu jari kearah atas dan
kebawah 20 kali (gerakannya kerah luar)

Letakkan kedua ibu jari disamping kiri dan kanan puting susu

Pegang daerah areola dengan menggerakan kedua ibu jari kearah kiri dan kekanan
20 kali (gerakannya ke arah luar)

Teknik perawatan payudara


Pengurutan payudara

Licinkan telapak tangan dengan sedikit minyak/baby oil

Kedua tangan diletakkan diantara kedua payudara ke arah atas, samping, bawah, dan
melintang sehingga tangan menyangga payudara

Lakukan 30 kali selama 5 menit

Pengurutan kedua

Licinkan telapak tangan dengan minyak/baby oil

Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan kanan saling
dirapatkan

Sisi kelingking tangan kanan memegang payudara kiri dari pangkal payudara kearah
puting, demikian pula payudara kanan

Lakukan 30 kali selama 5 menit

Pengurutan ketiga

Licinkan telapak tangan dengan minyak

Telapak tangan kiri menopang payudara kiri

Jari-jari tangan kanan dikepalkan, kemudian tulang kepalan tangan kanan mengurut
payudara dari pangkal ke arah puting susu

Lakukan 30 kali selama 5 menit

Rangsang payudara dengan menggunakan air hangat dan dingin


Siram/kompres payudara dengan air hangat terlebih dahulu kemudian air dingin
Kompres bergantian selama 5 menit
Membersihkan puting susu dengan minyak/baby oil agar kotoran-kotoran keluar tidak
bertumpuk dan tidak terhisap oleh bayi yang ingin menetek, minyak ini juga dapat
melemaskan puting susu sehingga kulitnya tidak mudah lecet
Perawatan buah dada pada masa nifas
Jika puting susu masuk kedalam dan pada perawatan kehamilan puting susu tidak berhasil
keluar, maka ditolong dengan menggunakan tepel hoed. Alat ini digunakan pada puting susu
yang terlalu besar atau lecet. Pada puting susu yang lecet bisa diberi zalf lanolin, gentian
violet ditutup dengan kain kasa, dimana sebelum meneteki payudara harus dicuci/dibersihkan
dulu.

Menjaga payudara tetap bersih dan kering (terutama puting susu)

Menggunakan BH yang menyokong payudara

Apabila puting susu lecet oleskan colostrum atau ASI yang keluar pada sekitar puting
susu setiap kali selesai menyusui, menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu
yang tidak lecet

Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan
diminumkan dengan menggunakan sendok

Untuk menghilangkan rasa nyeri ibu dapat minum parasetamol 1 tablet setiap 4-6 jam

Apabila payudara bengkak akibat bendungan ASI, lakukan : pengompresan payudara


menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit, urut payudara dari arah pangkal
menuju puting susu, keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga
puting susu menjadi lunak, susukan bayi setiap 2-3 jam, apabila tidak dapat
menghisap ASI sisanya dikeluarkan dengan tangan

Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui

Cara pengurutan payudara


Massage

Pijat sel-sel pembuat ASI dan saluran ASI

Tekan 2-4 jari ke dinding dada, buat gerakan melingkar pada satu titik di area
payudara

Setelah beberapa detik pindah ke area lain dari payudara, dapat mengikuti gerakan
spiral mengelilingi payudara ke arah puting susu atau gerakan lurus dari pangkal
payudara ke arah puting susu

Stroke

Mengurut dari pangkal payudara sampai ke puting susu dengan jari-jari atau telapak
tangan

Lanjutkan mengurut dari dinding dada kearah payudara diseluruh bagian payudara

Ini akan membuat ibu lebih rileks dan merangsang pengaliran ASI (hormon oksitosin)

Shake (goyang)

Dengan posisi condong kedepan, goyangkan payudara dengan lembut, biarkan gaya
tarik bumi meningkatkan stimulasi pengaliran

Masalah yang sering muncul dalam pemberian ASI

Puting susu lecet yang disebabkan oleh kesalahan teknik menyusui, monoliasis,
pemakaian sabun dan sebagainya, saat menghentikan menyusui tidak hati-hati.

Payudara bengkak disebabkan ASI tidak disusukan dengan adekuat

Sumbatan pada duktus disebabkan adanya tekanan internal atau eksternal

Sumber
Bobak, dkk. 2004. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC
Mellyna, H. 2003. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa Swara
Varney, helen et all. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC
Verrals, S. 2003. Anatomi dan Fisiologi Terapan Dalam Kebidanan. Hal 8. Jakarta : EGC
. 2001 Buku Panduan Manajemen Laktasi. Dit. Gizi masyarakat depkes RI.