Anda di halaman 1dari 1

Istilah kraniosinostosis pertama diperkenalkan Virchow dan digunakan untu

k penutupan dini satu atau lebih sutura kranial. Pertumbuhan perpendikuler tula
ng terhadap sutura yang terkena terganggu (teori Virchow). Keadaan ini biasany
a tampak saat lahir dan mungkin bersamaan dengan anomali lain. Kraniosinostosi
s didefinisikan sebagai penutupan premature sutura kranialis sebagai primer atau
sekunder.
Kraniosinostosis primer merujuk pada penutupan satu sutura atau lebih
karena kelainan perkembangan tengkorak. Kraniosinostosis primer akibat dari abn
ormalitas intrinsik sutura kranial dan dapat diklasifikasikan menurut sutura y
ang terkena.
1. Brakhisefali: kepala terkompres dan datar akibat penutupan dini sutura korona
teral (sinostosis koronal).
2. Skafosefali: kepala memanjang dan sempit akibat penutupan dini sutura sagital
sis sagital).
3. Plagiosefali: kepala tak seimbang atau serong akibat penutupan dini sutura kor
teral.
4. Trigonosefali: Kening segitiga atau sempit akibat penutupan dini sutura frontal
atau metopik.
5. Oksisefali, akrosefali, turrisefali: kapala runcing atau menjulang akibat pe
ini semua sutura.