Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PTAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN

AKTIVITAS ENZIM AMILASE TOGE

OLEH:

NAMA
STAMBUK
KELOMPOK
KELAS

: WIWIED WIDYASTUTI UTAMI


: D1C1 14 026
: IV (EMPAT)
: TPG-A

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016

A. Judul : Aktivitas Enzim -Amilase Tauge


B. Tujuan : Untuk mempelajari aktivitas amilolitik enzim -Amilase yang
dihasilkan dari Tauge.
C. Prinsip :
Enzim amilase bisa didapatkan pada kecambah biji-bijian karena enzim
amilase diperlukan biji pada proses metabolisme senyawa pati yang berfungsi
untuk mengkatalisis pemecahan atau hidolisis senyawa pati menjadi gula
sederhana yang larut dalam air yang diperlukan untuk perkecambahan biji.
Munculnya tunas pada kecambah biji-bijian dapat mengaktifkan enzim
amilase, enzim tersebut menyediakan nutrisi yang paling baik untuk
membantu pertumbuhan tunas
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerja enzim adalah konsentrasi
enzim, konsentrasi substrat, suhu, pH, kofaktor dan inhibitor.
D. Prosedur :
1 mL Enzim
+ 1 mL buffer (3, 4, 5, 6)
+ 1 mL ion logam (MnSO4, BaCl2, MgCl2, MgSO4, AgNO3)

Diamkan 5 menit
+ 1 mL amilum (0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8%, 1%)

Inkubasi selama 30 menit pada suhu (30C, 40C, 50C, 60C, 70C)

+ 1 mL Reagen Nelson
Panaskandengan air mendidih (100C) selama 10 menit

Dinginkan
+ mL Reagen Arsenomolibdak
Fortex
Spektrofotometer

1. Penentuan pH optimum
2. Penentuan suhu optimum
3. Pengaruh ion logam
Aktivitas Enzim (AE) = mg glukosa x 1000/Mr glukosa x lama inkubasi
Aktivitas Enzim (AE) = [mg glukosa]/180 x t

Keterangan :
mg glukosa diperoleh dari perhitungan kurva standar glukosa sebagai hasil
hidrolisis amilase
4. Penentuan Km dan Vmaks
E. Hasil dan Pembahasan:
Grafik 1. Kurva standar glukosa

Kurva Standar Glukosa


1
ABSORBANSI
f(x) =
0.01x - 0.03
R = 0.99

0.5

Linear (ABSORBANSI)

0
0

20

40

60

80

100

120

Suhu Optimum
Suhu

Aktivitas Enzim (U/ml)

30

0.024

40

0.023

50

0.016

60
70

0.024
0.022

140

160

Grafik 2. Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Enzim Amilase


0.03
0.02
Aktivitas Enzim

0.01
0
25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75
Suhu

Suhu dan pH adalah faktor yang paling penting, yang nyata mempengaruhi
aktivitas enzim (Oyeleke S.B, 2010). Dalam reaksi enzimatis, suhu berperan
dalam meningkatkan interaksi antara substrat dengan enzim. Aktivitas enzim
meningkat pada suhu 30C (suhu optimum) dengan aktivitas enzim sebesar 0.024
U/ml dan menurun pada suhu 40C dan 50C kemudian meningkat pada suhu
60C dan kembali menurun pada suhu 70C. Tapan Kr dkk (2006) menyatakan
suhu optimum enzim amilase pada Heliodiaptomus viduus yaitu 30C dengan
aktivitas sebesar 0,0114U/ml sedangkan Khaerunisa dkk (2013) menyatakan suhu
optimum enzim amilase pada Aspergillus niger yaitu 36C dengan aktivitas
sebesar 20.18U/ml. Aktivitas enzim tidak tinggi, disebabkan tidak semua substrat
berikatan dengan sisi aktif enzim. Saat bertambah sampai suhu optimum
kecepatan reaksi enzim naik karena energy kinetik bertambah. Hal ini
memperbesar peluang enzim dan substrat bereaksi untuk menghasilkan produk
yang maksimal. Adanya perubahan suhu juga akan mempengaruhi ikatan hidrogen
atau interaksi hidrofobik yang berperan dalam menjaga konformasi molekul
enzim. Perubahan konformasi akan mempengaruhi sisi aktif dari enzim, kondisi
panas tertentu menyebabkan ikatan hidrogen tersebut akan putus. Putusnya satu
ikatan hidrogen akan menyebabkan mudahnya pemutusan ikatan hidrogen
selanjutnya dalam rantai polipeptida tersebut, sehingga protein enzim mengalami
denaturasi (Khairunisa dkk, 2013).
pH Optimum
pH

Aktivitas Enzim (U/ml)

0.024

0.019

0.020

0.023

0.016

Grafik 2. Pengaruh Suhu Terhadap Aktivitas Enzim Amilase


0.03
0.02
0.02
Aktivitas Enzim

0.01
0.01
0
2

pH

Enzim mempunyai aktivitas maksimal pada kisaran pH tertentu yang


disebut pH Optimum. Aktivitas enzim amilase tauge terbesar pada pH 6 (pH
optimum) dan menurun pada pH 7. Penelitian Siwati Setiasih dkk (2011)
menunjukkan pH optimum enzim amilase bakteri termofilik SW2 sebesar yaitu
pH 6 sedangkan K.Amutha (2011) menyatakan pH optimum enzim amilase
Bacillus Subtilis yaitu pH 6. Aktivitas enzim berkaitan erat dengan strukturnya,
perubahan struktur akan menyebabkan perubahan aktivitas enzim. Pada pH
optimum konformasi enzim berada pada kondisi yang ideal. Hal ini menyebabkan
interaksi antara enzim dan substrat menjadi maksimal. Pada suasana yang terlalu
asam atau basa, kanformasinya berubah sehingga aktivitas enzim akan terganggu.
Perubahan tingkat keasaman akan meyebabkan terjadinya penurunan aktivitas
(Agustin dalam Syaiful, 2012).
Pengaruh Ion Logam
Ion Logam

Aktivitas Enzim (U/ml)

AgNO3

0.014

MnSO3

0.017

BOCl3

0.017

MgCl3

0.051

Grafik 3. Pengaruh Ion Logam Terhadap Aktivitas Enzim Amilase


0.06
0.05
0.04
Aktivitas Enzim 0.03
0.02
0.01
0
AgNO3

MnSO3

BOCl3

MgCl3

Ion Logam

Sebagian besar enzim memerlukan senyawa lain yang bukan protein dalam
bioaktivitasnya. Salah satu zat yang dapat berfungsi sebagai aktivator atau
inhibitor dalam proses katalisis enzim adalah ion logam. Pada konsentrasi tertentu
ion logam dapat meningkatkan aktivitas enzim (aktivator) dan dapat pula
menurunkan aktivitas enzim (inhibitor). Ion logam tersebut dapat berfungsi
sebagai kofaktor bagi enzim karena dapat berperan dalam pengikatan enzim
dengan substrat untuk menstabilkan konformasi aktif enzim.
Berdasarkan hasil yang didapatkan penambahan ion logam AgNO3
mengasilkan aktivitas enzim yang rendah yaitu sebesar 0.014 U/ml, begitu pula
pada penambahan MnSO3 dan BOCl3 dengan aktivitas enzim 0.017 U/ml.
Sedangkan aktivitas enzim yang dihasilkan dengan penambahan ion logam MgCl 3
sebesar 0.051 U/ml. Dapat disimpulkan ion logam AgNO 3 , MnSO3 dan BOCl3
merupakan inhibitor sedangkan ion logam MgCl3 merupakan aktivator.
Hasil penelitian Yati (2015) menyatakan ion logam Ca2+ sebagai
aktivator, dapat menaikkan aktivitas enzim. Sedangkan ion logam Na +, K+, Zn2+,
Co2+ sebagai inhibitor pada enzim amilase Bacillus licheniformis.
Substrat Optimum
[S]

Aktivitas Enzim (U/ml)

0,2%

0.014

0,4%

0.013

0,6%

0.016

0,8%
1%

0.015
0.018

Grafik 3. Pengaruh Substrat Terhadap Aktivitas Enzim Amilase


0.02
0.02
Aktivitas Enzim 0.01
0.01
0
0,2% 0,4% 0,6% 0,8% 1%
Substrat

Konsentrasi substrat adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi


aktivitas enzim amilase. Substrat optimum enzim amilase tauge yaitu pada
konsentrasi 1% dengan aktivitas enzim sebesar 0.018 U/ml. Hasil yang didapatkan
oleh Yati (2010) konsentrasi substrat optimum Aktinomisetes yaitu 2% dengan
aktivvitas enzim sebesar 8,2353 U/ml. Pada umumnya terdapat hubungan
optimum antara konsentrasi enzim dan substrat bagi aktivitas maksimum.
Konsentrasi substrat yang amat rendah, kecepatan reaksipun amat rendah, tetapi
kecepatan ini akan meningkat dengan meningkatnya konsentrasi substrat. Laju
aktivitas enzim akan meningkat dengan meningkatnya kadar substrat sampai suatu
titik. Sekali enzim jenuh dengan substrat, penambahan kadar substrat tidak akan
berpengaruh pada kecepatan reaksi ( Yati, 2010).
Penentuan Km dan Vmaks
Michaelis-Menten mendefinisikan suatu tetapan yang sekarang dinyatakan
sebagai Km, yang bermanfaat dalam menyatakan hubungan yang tepat antara
konsentrasi substrat dan kecepatan reaksi enzimatik. Merupakan dasar bagi semua
aspek kinetika kerja enzim. Jika diketahui Km dan Vmaks maka dapat dihitung
kecepatan reaksi suatu enzim pada setiap konsentrasi substrat. Unsur kunci di
dalam persamaan Michaelis- Menten adalah Km yang bersifat khas bagi enzim
tertentu, dengan substrat spesifik pada kondisi suhu dan pH tertentu (Yati, 2015).
Persamaan kurva plot y = 0.005x 0.025 dengan menggunakan persamaan
Lineweaver-Burk maka didapat Km dan Vmaks sebagai berikut:
1
Vmax =
= 40 b/v
0.025
Kmax = 0.005 x 40 = 0.2 U/ml/menit

Hasil yang didapatkan Yati (2015) nilai Km dan Vmaks a-Amilase dari isolat
Aktinomisetes masing-masing 71.10"2%(b/ v) dan 7,62 U/ml/menit

DAFTAR PUSTAKA
K.Amutha.2012. Effect Of Ph, Temperature And Metal Ions On Amylase Activity
From Bacillus Subtilis Kcx 006. International Journal Of Pharma And
Bhio Science Vol.2.
Khairun Nisa.2013. Isolasi, Karakterisasi Dan Amobilisasi _-Amilase Dari
Aspergillus Niger Fncc 6018. Vol 1, No 1, Hal 141 149.
S. B. Oyeleke Dkk. 2010. Production And Characterization Of Amylase Produced
By Bacillus Megaterium Isolated From A Local Yam Peel Dumpsite In
Minna, Niger State. Journal Of Microbiology And Antimicrobials Vol.
2(7).
Siswati Setiasih Dkk. 2011. Karakterisasi Enzim -Amilase Ekstrasel Dari
Isolat Bakteri Termofil Sw2. Jurnal Kimia Indonesia Vol. 1(1).
Syaiful Bahri.2012. Karakterisasi Enzim Amilase Dari Kecambah Biji Jagung
Ketan (Zea Mays Ceratina L.). Jurnal Natural Science Desember 2012
Vol. 1.(1) 132-143.
Tapan Kr,Dkk.2006. The Effect Of Temperature, Ph, And Salt On Amylase In
Heliodiaptomus Viduus (Gurney) . Turk J Zool Vol (187-195).
Yati Sudaryati Soeka.2010. Optimasi Dan Karakterisasi A-Amilase Dariisolat
Aktinomisetes Yang Berasal Dari Kalimantan Timur. Pusat Penelitian
Biologi Vol 10(3).
Yati Sudaryati Soeka.2015. Kemampuan Bacillus Licheniformis Dalam
Menghasilkan Enzim- Amilase. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon1 (5):
1162-1164 1166.