Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Audit terhadap sektor publik sangat penting dilakukan, hal ini merupakan
bentuk tanggungjawab sektor publik (Pemerintah Pusat dan Daerah) untuk
mempertanggungjawabkan dana yang telah digunakan oleh instansi sehingga
dapat diketahui pemanfaatan dana tersebut dilaksanakan sesuai prosedur dan
standar yang berlaku umum atau tidak.
Audit sektor publik merupakan salah satu bidang akuntansi sektor publik.
Sebagai salah satu bidang, audit sektor publik lebih merupakan pilar. Apabila pilar
itu runtuh, maka keberadaan akuntansi sektor publik pun akan dipertanyakan.
Oleh sebab itu, keseriusan pengembangan akuntansi sektor publik baik ditingkat
sistem maupun standar seharusnya diikuti dengan pengembangan audit. Selain itu,
berbagai stagnasi politik yang terjadi dalam reformasi manajemen keuangan
sektor publik akan dapat dipecahkan melalui implementasi opini audit, baik untuk
pemeriksaan keuangan maupun pemeriksaan kinerja.
Selaras dengan amandemen UUD 1945 dan UU Keuangan Negara, Badan
Pemeriksa Keuangan telah diperkuat posisinya sebagai salah satu pilar kehidupan
bernegara. Pilar ini adalah auditor eksternal satu-satunya. Ini berarti, pilar audit
sektor publik telah mendapatkan pengakuan yang tegas dan jelas dalam
perundang-undangan negara ini (Bastian, 2003:V).
Audit terhadap sektor publik menjadi fokus perhatian karena dinilai instansi
pemerintah tidak terbuka terhadap masyarakat mengenai kondisi keuangan
sebenarnya dan instansi sektor publik rawan akan penyalahgunaan dana sehingga
dibutuhkan aturan yang ketat dan audit yang independen terhadap pemeriksaan
laporan keuangan instansi pemerintahan.
Audit terhadap sektor publik sangat penting dilakukan hal ini merupakan
bentuk tanggung jawab sektor publik (pemerintah pusat dan daerah) untuk
mempertanggungjawabkan dana yang telah digunakan oleh instansi sehingga
dapat diketahui pemanfaatan dana tersebut dilaksanakan sesuai prosedur dan
standar atau tidak.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 1

Selama ini sektor publik/pemerintah tidak luput dari tudingan sebagai sarang
korupsi, kolusi, nepotisme, inefisiensi dan sumber pemborosan negara, padahal
sektor publik merupakan lembaga yang menjalankan roda pemerintahan yang
sumber legitimasinya berasal dari masyarakat. Oleh karena itu, kepercayaan yang
diberikan oleh masyarakat kepada penyelenggara pemerintahan haruslah
diimbangi dengan adanya pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang bersih
atau good governance ditandai dengan tiga pilar utama yang merupakan elemen
dasar yang saling berkaitan. Ketiga elemen dasar tersebut adalah partisipasi,
transparansi dan akuntabilitas
Adanya tuntutan untuk menilai kewajaran laporan keuangan diperlukan
pengetahuan auditing yang kompeten. Untuk itulah diperlukan pemahaman yang
memadai mengenai tehnik-tehnik dalam melakukan audit sektor publik pada diri
seorang auditor sektor publik sehingga hasil audit dapat dijadikan dasar bagi
masyarakat dalam pengambilan keputusan pengalokasian sumber daya ekonomi
secara efisien dan efektif.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka bisa
diambil beberapa poin sebagai rumusan masalah, antara lain :
1. Apakah pengertian atau definisi audit sektor publik?
2. Apa karakteristik audit sektor publik ?
3. Apa tujuan audit sektor publik, objek audit sektor publik serta jenis-jenis audit
sektor publik?
4. Apakah teknik-teknik yang digunakan oleh auditor dalam melakukan audit
sektor publik?
1.3 Tujuan Pembahasan
Setelah mengetahui pokok-pokok bahasan yang akan dibahas dalam
makalah ini, hal yang diharapkan dari pembahasan makalah ini adalah :
1. Mengetahui dan memahami mengenai pengertian atau definisi dari audit sektor
publik.
2. Mengetahui dan memahami mengenai karakteristik audit sektor publik.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 2

3. Mengetahui dan memahami tujuan audit sektor publik, objek audit sektor
publik serta jenis-jenis audit sektor publik.
4. Mengetahui teknik-teknik yang digunakan dalam melakukan audit sektor
publik dan contoh dari masing-masing teknik audit tersebut.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 3

BAB II
PEMBAHASAN

I. KARAKTERISTIK AUDIT SEKTOR PUBLIK


I.1. Pengertian Audit Sektor Publik
Audit sektor publik adalah pemeriksaan terhadap pemerintah yang
dilakukan untuk mengetahui pertanggung jawaban (akuntabilitas) atas
pengelolaan dana masyarakat (public money)
Pengertian audit sektor publik menurut Indra Bastian (2007:255) adalah
sebagai berikut: Audit sektor publik adalah jasa penyelidikan bagi masyarakat
atas organisasi publik dan politikus yang sudah mereka danai.
Sedangkan pengertian audit sektor publik menurut I Gusti Agung Rai
(2008:29) adalah sebagai berikut: Audit sektor publik adalah kegiatan yang
ditujukan terhadap entitas yang menyediakan pelayanan dan penyediaan barang
yang pembiayaannya berasal dari penerimaan pajak dan penerimaan negara
lainnya dengan tujuan untuk membandingkan antara kondisi yang ditemukan
dengan kriteria yang ditetapkan.
Audit sektor publik dimaksudkan untuk memberikan keyakinan yang
memadai bahwa laporan keuangan yang diperiksa telah mematuhi prinsip
akuntansi berterima umum, peraturan perundang-undangan dan pengendalian
intern serta kegiatan operasi entitas sektor publik dilaksanakan secara efisien,
ekonomis, dan efektif. Dalam kekerbatasan yang ada, audit tetap perlu dilakukan
agar tercipta akuntabilitas publik yang lebih transparan dan akuntabel.
I.2. Karakteristik Audit sektor Publik
Karakteristik manajemen sektor publik yang berkaitan erat dengan
kebijakan dan pertimbangan politik serta ketentuan peraturan perundangundangan, auditor sektor publik harus memberikan perhatian yang memadai pada
hal-hal tersebut.
Karakteristik audit sektor publik dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Relevan pada kebutuhan pemakai. Informasi yang relevan adalah informasi
yang berguna untuk proses pengambilan keputusan dan proses akuntabilitas
Karakteristik & Teknik ASP

Page 4

publik. Akibatnya, proses audit hanya ditujukan untuk memastikan apakah


semua informasi yang relevan dapat diolah dari laporan keuangan yang ada.
2. Dipahami, jelas dan akurat. Pemakai laporan keuangan sektor publik
seharusnya memahami informasi yang disajikan. Kenyataannya latar
belakang pemakai berbeda baik dari sisi pengetahuan maupun tentang
akuntansi itu sendiri. Sehingga penyajian yang sederhana, jelas dan ringkas
membantu pemahaman pemakai laporan keuangan.
3. Disajikan menurut periodisasi. Periodisasi pelaporan keuangan amat
diperlukan untuk membatasi rentang data yang diteliti. Pambatasan ini amat
dibutuhkan untuk memfokuskan audit pelaporan keuangan pada periode satu
tahun. Selain itu, pembatasan akan menyebabkan prosedur audit untuk
mengembangkan prosedur subsequent event. Ini berarti rentang periode perlu
dilakukan untuk menjaga kualitas pelaporan.
4. Konsistensi dan komparabilitas. Informasi yang konsisten akan menjamin
daya banding pelaporan keuangan sektor publik. Perubahan akuntansi dan
pelaporan seharusnya diungkap dan dijelaskan dampaknya dalam catatan
laporan keuangan. Audit akan meneliti konsistensi pelaporan atas dasar
standar penyusunan pelaporan keuangan sebagai patokan komparabilitas.
5. Materialitas dimana proses audit hanya ditujukan pada transaksi secara
materialitas mempengaruhi penilaian terhadap pelaporan keuangan tersebut.
Sehingga penentuan batas materialitas akan mempengaruhi perencanaan
audit, terutama dalam penentuan sampling.
Ditinjau dari Proses (Metodologi) dan teknik audit, tidak ada perbedaan
mendasar antara audit sektor publik dan sektor privat. Namun demikian karena
karakteristik mana karakteristik manajemen sektor publik berkaitan erat dengan
kebijakan dan pertimbangan politik serta ketentuan perundang-undangan audit
sektor publik harus memberikan perhatian yang memadai pada hal-hal tersebut.
Dalam hal proses politik, auditor harus secara jelas dapat membedakan halhal yang berkaitan dengan kebijakan yang ditetapkan dan dapat dikendalikan oleh
audite (Controllablefactor)serta kebijakan yang ditetapkan diluar organisasi
(Uncontrollable Factor) dalam hal ketentuan yang harus ditaati auditor sektor
publik dalam menjalankan pekerjaannya banyak terikat dengan peraturan
perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku, mengingat hampir semua
Karakteristik & Teknik ASP

Page 5

kegiatan pada sektor publik diatur dengan undang-undang dan ketentuan. Oleh
karena itu , aspek kepatuhan terhadap peraturan sangat menonjol pada setiap
pelaksanaan audit sektor publik.
Perbedaan antara audit sektor privat dan audit sektor publik adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.2
Perbedaan Antara Audit Sektor Privat dan Audit Sektor Publik di Indonesia
Uraian
Pelaksanaan audit

Objek Audit

Audit Sektor Privat

Audit Sektor Publik

Kantor Akuntan Publik

Lembaga audit pemerintah dan juga

(KAP)

KAP yang ditunjuk oleh lembaga

Perusahaan/ entitas swasta

audit pemerintah
Entitas, program, kegiatan, dan
fungsi yang berkaitan dengan
pelaksanaan pengelolaan dan
tanggung jawab keuangan negara,
sesuai dengan peraturan perundang-

Standar audit yang

Standar Profesional Akuntan

undangan
Standar Pemeriksaan Keuangan

digunakan

Publik (SPAP) yang

Negara (SPKN) yang dikeluarkan

Kepatuhan terhadap

dikeluarkan oleh IAI


Tidak terlalu dominan dalam

oleh BPK
Merupakan faktor dominan karena

peraturan perundang-

audit

kegiatan di sektor publik sangat

undangan

dipengaruhi oleh peraturan dan


perundang-undangan

(I Gusti Agung Rai, 2008:30)


I.3. Tujuan audit sektor publik, objek audit sektor publik serta jenis-jenis
audit sektor publik
1. Tujuan Audit Sektor Publik
Organisasi sektor publik mendapat amanah dan kepercayaan dari
masyarakat untuk menggunakan sumber daya publik. Oleh karena itu, mereka

Karakteristik & Teknik ASP

Page 6

dituntut untuk mengelola sumber daya tersebut secara akuntabel dan transparan.
Untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan sumber daya
tersebut diperlukan audit pada sektor publik.
Informasi yang diperoleh dari hasil audit sektor publik dapat digunakan
oleh pihak internal (entitas yang diaudit) untuk melaksanakan perbaikan internal.
Disamping itu, hasil audit juga diperlukan oleh pihak eksternal (di luar entitas
yang diaudit) untuk mengevaluasi apakah:
1.

Sektor publik mengelola sumber daya publik dan menggunakan


kewenangannya secara tepat dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan,

2.

Program yang dilaksanakan mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan,


dan

3.

Pelayanan publik diselenggarakan secara efektif, efisien, ekonomis, etis,


dan berkeadilan.
Tujuan audit sektor publik dipertegas dalam UU No. 15 Tahun 2004
tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.
Undang-undang ini menyatakan bahwa pemeriksaan berfungsi untuk mendukung
keberhasilan upaya pengelolaan keuangan negara secara tertib dan taat pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2. Objek Audit Sektor Publik
Agar proses audit menjadi suatu bagian yang dapat dipahami, maka
diperlukan suatu definisi atas objek audit sektor publik. Audit sektor publik sangat
berkepentingan dengan aktivitas entitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal
ini merupakan perhatian utama dari auditor sektor publik selama pelaksanaan
audit.
Objek audit lainnya adalah pengorganisasian entitas. Pengorganisasian di
sini meliputi dua aspek, yaitu hubungan eksternal dan hubungan internal yang ada
dalam organisasi. Dalam aspek hubungan eksternal, auditor harus familiar dengan
klien-klien organisasi. Auditor juga harus mengetahui aspek-aspek yang menjadi
keunikan organisasi. Pemahaman atas aspek hubungan ekternal ini dapat
memberikan kepada auditor data-data yang dapat dipertanggungjawabkan yang
disajikan dalam laporan keuangan.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 7

Aspek hubungan internal suatu organisasi atau disebut sebagai struktur


organisasi juga menjadi perhatian utama auditor. Struktur organisasi adalah divisi
kerja dalam organisasi dan orang-orang yang melakukan pekerjaan dalam divisi
kerja tersebut. Kelemahan dalam struktur organisasi internal dapat menyebabkan
terjadinya perekaman akuntansi yang tidak tepat, menyesatkan, dan berpotensi
menimbulkan kecurangan.
3. Jenis-jenis Audit Sektor Publik
Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004 dan SPKN, terdapat tiga jenis audit
keuangan negara, yaitu:
a. Audit keuangan, merupakan audit atas laporan keuangan yang bertujuan untuk
memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance), apakah laporan
keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material sesuai
dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia atau basis akuntansi
komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
b. Audit kinerja, Adalah audit yang dilakukan secara objektif dan sistematis
terhadap berbagai macam bukti untuk menilai kinerja entitas yang diaudit
dalam hal ekonomi, efisiensi, dan efektivitas, dengan tujuan untuk
memperbaiki kinerja dan entitas yang diaudit dan meningkatkan akuntabilitas
publik. Pada dasarnya merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal
tujuan dan prosedurnya. Audit kinerja memfokuskan pemeriksaan pada
tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi yang menggambarkan
kinerja entitas atau fungsi yang diaudit.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 8

Tabel Perbandingan Audit Keuangan dengan Audit Kinerja


Audit Keuangan

Audit Kinerja

Objek audit: laporan keuangan


Menguji kewajaran laporan keuangan
dari salah saji yang material dan
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi
yang diterima umum
Lebih bersifat kuantitatif keuangan
Tidak terlalu analitis
Tidak menggunakan indikator kinerja,
standar, dan target kinerja
Biasanya tidak mempertimbangkan
analisis biaya manfaat
Waktu pelaksanaan audit tertentu
(biasanya pada akhir periode akuntansi)
Audit dilakukan untuk peristiwa
keuangan masa lalu (post event)
Tidak dimaksudkan untuk membantu
melakukan alokasi sumber daya secara
optimal
Tidak terdapat rekomendasi audit dan
follow-up audit
(Mahmudi, 2007:188)

Objek audit: organisasi, program, aktivitas/


kegiatan, atau fungsi
Menguji tingkat ekonomi, efisiensi, dan
efektivitas dalam penggunaan sumber daya untuk
mencapai tujuan
Lebih bersifat kualitatif
Sangat analitis
Membutuhkan indikator, standar, dan target
kinerja untuk mengukur kinerja
Biasanya mempertimbangkan analisis biayamanfaat (cost-benefit analysis)
Audit bisa dilakukan sewaktu-waktu

Mempertimbangkan kinerja masa lalu, sekarang,


dan yang akan datang
Dimaksudkan untuk memperbaiki alokasi sumber
daya secara optimal dan memperbaiki kinerja
Terdapat rekomendasi audit dan follow-up audit

c. Audit dengan tujuan tertentu, merupakan audit khusus di luar audit keuangan
dan audit kinerja yang bertujuan untuk memberikan simpulan atas hal yang
diaudit. Audit dengan tujuan tertentu dapat bersifat eksaminasi (examination),
reviu (review), atau prosedur yang disepakati (agrees-upon procedures). Audit
dengan tujuan tertentu mencakup audit atas hal-hal lain di bidang keuangan,
audit investigatif, dan audit atas sistem pengendalian internal.
II.

TEKNIK TEKNIK AUDIT SEKTOR PUBLIK


Dalam pelaksanaan audit, auditor melakukan kegiatan pengumpulan bukti

audit, yaitu hal yang dapat digunakan sebagai bukti untuk mendukung
kesimpulan-kesimpulan yang akan diambil oleh auditor. Teknik audit adalah cara
yang dipergunakan oleh auditor untuk memperoleh bukti. Untuk mendapatkan

Karakteristik & Teknik ASP

Page 9

bukti tersebut, auditor melakukan tehnik pengumpulan dan penelaahan dengan


dua cara yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
I.

Teknik Pengumpulan Data


I.1 Teknik Audit untuk Bukti Pengujian Fisik
Teknik-teknik audit yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bukti
pengujian fisik adalah:
Observasi/pengamatan
Observasi/pengamatan adalah peninjauan dan pengamatan atas
suatu objek secara hati-hati, ilmiah dan kontinu selama kurun waktu
tertentu untuk membuktikan suatu keadaan atau masalah. Teknik ini
sering dilakukan dari jarak jauh dan tanpa disadari oleh pihak yang
diamati. Observasi banyak mengandalkan panca indera, kecermatan dan
pengetahuan auditor. Observasi umumnya dilaksanakan pada tahap
survei pendahuluan dan evaluasi SPM untuk mendeteksi kondisi yang
tidak memenuhi syarat/kriteria. Kemudian, terhadap hasil pengamatan
akan diikuti dengan pengujian substantif. Hasil observasi harus
dituangkan dalam kertas kerja audit. Pengamatan bertujuan untuk

memperoleh pemahaman atas pengendalian internal


Inventarisasi/opname
Inventarisasi atau opname adalah pemeriksaan fisik dengan
menghitung fisik barang, menilai kondisinya (rusak berat, rusak ringan,
atau baik) dan membandingkannya dengan saldo menurut buku
(administrasi), kemudian mencari sebab-sebab terjadinya perbedaan
apabila ada. Hasil opname biasanya dituangkan dalam suatu berita
acara (BA). Teknik audit inventarisasi dapat diterapkan misalnya untuk:
barang inventaris, perabot kantor, kebun ataupun ternak, kas,

persediaan barang, sejauh ada fisiknya.


Inspeksi
Inspeksi adalah meneliti secara langsung ke tempat kejadian, yang
lazim pula disebut on the spot inspection, yang dilakukan secara rinci
dan teliti. Inspeksi sering dilakukan dengan pendadakan dan biasanya
tidak diikuti dengan pembuatan suatu berita acara (BA).

Karakteristik & Teknik ASP

Page 10

Inspeksi meliputi pemeriksaan yang rinci terhadap dokumen dan


catatan serta pemeriksaan sumber daya berwujud. Prosedur ini
digunakan secara luas dalam auditing. Inspeksi seringkali digunakan
dalam mengumpulkan dan mengevalusai bukti, baik bottomup mapun top-down. Dengan melakukan inspeksi atas dokumen, auditor
dapat menentukan ketepatan persyaratan dalam faktur atau kontrak
yang memerlukan pengujian bottom up atas akuntansi transaksi
tersebut. Pada saat yang sama, auditor seringkali mempertimbangkan
implikasi bukti dalam konteks pemahaman faktor-faktor ekonomi dan
persaingan entitas.
Contoh kegiatan inspeksi adalah pemeriksaan terhdap bukti-bukti
transaksi seperti rekening bank, kwitansi atau tanda terima lainnya
untuk mengevaluasi apakah transaksi yang dilakukan telah sesuai atau
menyimpang dari rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.
I.2 Teknik Audit untuk Bukti Dokumen
Teknik-teknik audit yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bukti
dokumen adalah:
Verifikasi
Verifikasi adalah pengujian secara rinci dan teliti tentang kebenaran,
ketelitian perhitungan, kesahihan, pembukuan, pemilikan dan eksistensi
suatu dokumen. Verifikasi ini mencakup teknik-teknik audit lain untuk
mengumpulkan dan mengevaluasi bukti dokumen.

Cek
Cek adalah menguji kebenaran atau keberadaan sesuatu, dengan teliti.

Uji/test
Uji atau test adalah penelitian secara mendalam terhadap hal-hal yang
esensial atau penting.

Footing
Footing adalah menguji kebenaran penjumlahan subtotal dan total dari
atas ke bawah (vertikal). Footing dilakukan terhadap data yang
disediakan oleh auditi. Tujuan teknik audit footing adalah untuk
menentukan apakah data atau laporan yang disediakan auditi dapat

Karakteristik & Teknik ASP

Page 11

diyakini ketepatan perhitungannya. Teknik audit footing tidak


digunakan. untuk menguji kebenaran penjumlahan dari atas ke bawah
(vertikal) atas kertas kerja yang dibuat sendiri oleh auditor.

Cross Footing
Cross Footing adalah menguji kebenaran penjumlahan subtotal dan total
dari kiri ke kanan (horizontal). Sama halnya dengan teknik audit footing,
cross footing dilakukan terhadap perhitungan yang dibuat oleh auditi.

Pemeriksaan bukti pendukung / Vouching


Pemeriksaan bukti pendukung meliputi :
1) Pemilihan ayat jurnal dalam catatan akuntansi
2) Mendapatkan serta memeriksa dokumen yang digunakan sebagai
dasar ayat jurnal tersebut untuk menentukan validitas dan ketelitian
pencatatan akuntansi.
Dalam melakukan vouching, arah pengujian berlawanan dengan
yang digunakan dalam tracing. Prosedur pemeriksaan bukti pendukung
digunakan secara luas untuk mendeteksi salah saji berupa penyajian yang
lebih tinggi dari yang sebenarnya dalam pencatatan akuntansi. Prosedur ini
penting untuk memperoleh bukti sehubungan dengan penegasan terhadap
keberadaan (existence) dan kejadian (occurrence).
Contoh kegiatan pemeriksaan bukti pendukung adalah auditor memilih
ayat jurnal Pembelian ATK dijurnal, kemudian membandingkanya
dengan kwitansi pembelian ATK tersebut atau tanda pembeliannya.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 12

Penelusuran / Tracing
Tracing atau Penelusuran adalah teknik audit dengan menelusuri
suatu bukti transaksi/kejadian (voucher) menuju ke penyajian/informasi
dalam suatu dokumen. Teknik audit trasir merupakan cara perolehan
bukti dengan arah pengujian yang terbalik dari teknik audit vouching.
Dalam penelusuran seringkali disebut penelusuran ulang, auditor :
(1) memilih dokumen yang dibuat pada saat transaksi dilaksanakan, dan
(2) menentukan bahwa informasi yang diberikan oleh dokumen tersebut
telah dicatat dengan benar dalam catatan akuntansi (jurnal dan buku
besar).
Arah pengujian prosedur ini berawal dari dokumen menuju ke
catatan akuntansi, sehingga menelusuri kembali asal-usul aliran data
melalui sistem akuntansi. Contoh kegiatan penelusuran adalah auditor
membandingkan antara angka yang tertera dalam kwitansi transaksi yang
telah dilakukan dan jumlah angka yang tertera dalam jurnal. Hal ini
menunjukan apakah ada kesesuaian penyajian, yaitu penyajian yang lebih
rendah atau yang lebih tinggi.

Scanning
Scanning adalah penelaahan secara umum dan dilakukan dengan cepat
tetapi teliti untuk menemukan hal-hal yang tidak lazim atas suatu
informasi/data.

Rekonsiliasi
Rekonsiliasi adalah mencocokkan dua data yang terpisah, mengenai hal
yang sama yang dikerjakan oleh instansi/unit/bagian yang berbeda.
Tujuan teknik audit rekonsiliasi adalah untuk memperoleh jumlah yang
seharusnya atau jumlah yang benar mengenai suatu hal tertentu.
Misalnya rekonsiliasi dilakukan terhadap catatan bendahara mengenai
jumlah saldo simpanan di bank yang dituangkan dalam Buku Pembantu
Bank dengan saldo simpanan di bank menurut rekening koran yang
diterima dari pihak bank. Kedua data tersebut biasanya akan
menunjukkan saldo yang berbeda karena perbedaan waktu pencatatan.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 13

Dengan melakukan teknik rekonsiliasi maka dapat diketahui berapa


sesungguhnya saldo simpanan di bank yang seharusnya.
I.3. Teknik Audit untuk Bukti Analisis
Teknik-teknik audit yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bukti
analisis adalah:
Analisis
Analisis adalah memecah/mengurai data/informasi ke dalam
unsur-unsur yang lebih kecil atau bagian-bagian sehingga dapat diketahui
pola hubungan antar unsur atau unsur penting yang tersembunyi. Auditor
juga dapat melakukan pengujian dengan mencari pola hubungan dan
kecenderungan, baik berdasarkan data internal auditi maupun
berdasarkan data dari luar.
Prosedur analisis (Analitycal Procedures)
Prosedur analisis terdiri dari penelitian dan perbandingan
hubungan diantara data. Prosedur ini meliputi perhitungan dan
penggunaan rasio-rasio sederhana, analisis vertikal, atau laporan
persentase, perbandingan jumlah yang sederhana dengan data historis
atau anggaran, serta penggunaan model matematis dan statistik, seperti
analisis regresi.
Contoh prosedur analisis adalah membandingkan item belanja
menurut anggaran dan item realisasi belanja. Hasil perbandingan itu akan
menunjukan ada tidaknya penyimpangan jumlah realisasi belanja dari
jumlah yang dianggarkan sebelumnya.
Dari hasil analisis ini diketahui adanya kekurangan, kecenderungan
dan kelemahan yang perlu diperhatikan. Analisis tersebut antara lain
dalam bentuk:
1. Analisis Rasio
Teknik analisis ini biasanya digunakan dalam audit atas laporan
keuangan namun dapat dikembangkan untuk kepentingan selain
audit atas laporan keuangan. Bentuk-bentuk rasio tersebut misalnya

Karakteristik & Teknik ASP

Page 14

rasio perputaran persediaan (inventory turnover) dan ratio


keuntungan (rentability ratio).
2. Analisis Statistik
Teknik analisis ini menggunakan teknik-teknik penghitungan
statistik untuk melihat rata-rata, korelasi, kecenderungan maupun
kesimpulan-kesimpulan lain yang dapat disimpulkan dari satu atau
beberapa kelompok data.
3. Perbandingan dengan Instansi/Unit Kerja Lain yang Diketahui
oleh Auditor
Teknik analisis ini dalam ilmu manajemen sering disebut sebagai
benchmarking yaitu membandingkan kinerja suatu instansi dengan
instansi lain yang sejenis, misalnya rata-rata nilai kelulusan SD A
dengan SD-SD lain di kabupaten yang sama.
Evaluasi
Evaluasi adalah cara untuk memperoleh suatu simpulan atau
pandangan/penilaian dengan mencari pola hubungan atau dengan
menghubungkan atau merakit berbagai informasi yang telah diperoleh,
baik informasi/bukti intern maupun bukti ekstern. Evaluasi dapat
dilaksanakan dengan menyusun bagan arus (flowchart) dan
melaksanakan walkthrough test.
Walkthrough test yaitu melakukan pengujian dengan mengikuti
proses suatu transaksi yang disampel untuk mengevaluasi sesuai atau
tidaknya proses yang dilaksanakan dengan sistem dan prosedur yang
ditentukan, hingga akhir prosesnya. Sampel yang diambil dapat berupa
transaksi semu yaitu transaksi penguji yang dibuat oleh auditor, ataupun
dengan transaksi yang sebenarnya.
Investigasi
Investigasi adalah suatu upaya untuk mengupas secara intensif
suatu permasalahan melalui penjabaran, penguraian, atau penelitian
secara mendalam. Investigasi merupakan suatu proses pendalaman dari

Karakteristik & Teknik ASP

Page 15

verifikasi setelah adanya indikasi. Tujuan teknik audit investigasi adalah


memastikan apakah indikasi yang diperoleh dari teknik audit lainnya
memang benar terjadi dan merupakan penyimpangan atau tidak. Oleh
karenanya, teknik investigasi mencakup juga teknik-teknik audit yang
lain.
Pembandingan
Pembandingan adalah membandingkan data dari satu unit kerja
dengan data dari unit kerja yang lain, atas hal yang sama dan periode
yang sama atau hal yang sama dari periode yang berbeda, kemudian
ditarik kesimpulannya. Teknik pembandingan ini umumnya digunakan
sebelum teknik analisis.
e. Teknik audit berbantuan computer (computer-assisted audit
techniques)
Apabila catatan akuntansi organisasi sektor publik dilaksanakan melalui
media elektronik, maka auditor dapat menggunakan teknik ini untuk
membantu melaksanakan beberapa prosedur yang telah diuraikan
sebelumnya.
Contoh kegiatan audit berbantukan komputer adalah auditor dengan
bantuan komputer memeriksa angka-angka dalam file jurnal bendahara
dan membandingkanya dengan kwitansi pendapatan, dan bukti bukti
transaksi lainya.
Pengujian Pengendalian
Terdapat dua jenis pengujian pengendalian, yaitu:
1) Pengujian pengendalian yang berkaitan langsung dengan keefektifan
desain kebijakan atau posedur dan apakah benarbenar digunakan
dalam kegiatan organisasi. .
2)

Pengujian pengendalian yang berkaitan dengan keefektifan


kebijakan dan prosedur serta bagaiman pengaplikasiannya,
konsistensinya dengan aplikasi terdahulu dan oleh siapa aplikasi itu
dilaksanakan selama satu periode.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 16

Contoh kegiatan pengujian pengendalian adalah auditor membandingkan


dokumen SOP atau petunjuk teknis pegawai, dan mengamati
pelaksaannya dilapangan. Pengendalian akan dianggap baik jika SOP
atau petunjuk teknis mampu memberikan pedoman bagi pelaksanaan
tugas-tugas pegawai, pegawai mudah memahaminya dan
mengaplikasikannya pada setiap pekerjaanya secara konsisten.
Pengujian substansif
Dua kategori umum pengujian substansif adalah:
1) Prosedur analitis, yang merupakan prosedur dalam penyediaan
bukti bukti tentang validitas perlakuan akuntansi atas transaksi
dan neraca, atau sebaliknya tentang kesalahan atau ketidak beresan
yang terjadi;
2) Pengujian terinci atas transaksi atau neraca merupakan pengujian
untuk menyediakan bukti-bukti tentang validitas perlakuan
akuntansi atas transaksi dan neraca atau sebaliknya atas kesalah
dan ketidak beresan yang terjadi.
Contoh kegiatan pengujian substantif adalah auditor memeriksa secara
rinci angka dan
jumlah transaksi yang telah terjadi, dimulai dari memeriksa seluruh bukti
transaksi, catatan dalam jurnal, posting dalam buku besar, hingga laporan
yang telah jadi dengan demikian dapat ditemukan apakah ada kesalah
atau ketidak beresan.
I.4 Teknik Audit untuk Bukti Keterangan
Teknik-teknik audit yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bukti
keterangan adalah:

Karakteristik & Teknik ASP

Page 17

1. Konfirmasi
Konfirmasi adalah memperoleh bukti sebagai peyakin bagi auditor,
dengan cara mendapatkan/meminta informasi yang sah dari pihak yang
relevan, umumnya pihak diluar auditi. Dalam konfirmasi, auditor telah
memiliki informasi/data yang akan dikonfirmasikan.
Konfirmasi dapat dilakukan dengan lisan yaitu dengan wawancara
langsung kepada pihak yang bersangkutan, atau dapat dilakukan secara
tertulis dengan mengirimkan surat konfirmasi. Dalam konfirmasi, jawaban
harus diterima langsung oleh auditor. Jika konfirmasi dilakukan secara
tertulis, maka harus ditegaskan bahwa jawaban agar dialamatkan kepada
auditor. Surat permintaan konfirmasi kepada responden sebaiknya
ditandatangani oleh auditi.
Pada konfirmasi tertulis, terdapat dua teknik konfirmasi, yakni:

Konfirmasi positif yaitu konfirmasi yang harus dijawab secara tertulis

oleh pihak luar tersebut mengenai data yang diminta.


Konfirmasi negatif yaitu konfirmasi yang meminta jawaban tertulis
bila data yang dikonfirmasikan berbeda/salah dan tidak perlu dijawab
apabila data yang dikonfirmasikan telah sama/benar dengan data yang
bersangkutan.
Contoh kegiatan konfirmasi adalah meminta keterangan kepada

bendahara pengeluaran terkait bukti-bukti transaksi pembelian atau


pengalokasian anggaran yang telah dilakukannya. Kegiatan ini akan
mengajukan apakah bukti transaksi tersebut fiktif atau benar adanya.
Selain keteranagn-keterangan lainya terkait bukti tersebut.
2. Permintaan Keterangan
Permintaan keterangan (inquiry) dapat dilakukan untuk menggali
informasi tertentu dari berbagai pihak yang berkompeten. Pihak yang
kompeten bisa berarti pegawai atau pejabat auditi yang berkaitan dengan
permasalahan atau pihak ketiga termasuk para spesialis atau profesional
suatu bidang ilmu. Teknik ini dapat dilakukan dengan mengajukannya
secara tertulis maupun secara lisan. Permintaan informasi secara tertulis
dapat dilakukan dengan kuesioner (questioner), menulis surat permintaan

Karakteristik & Teknik ASP

Page 18

informasi, atau nota permintaan informasi. Sedangkan wawancara adalah


upaya memperoleh informasi/data melalui lisan yang lebih bersifat
menggali informasi/data dari pihak yang relevan.
Permintaan keterangan tersebut biasanya ditunjukan kepada manajemen
atau karyawan organisasi sektor publik, yang umumnya berupa
pernyataan-pernyataan yang timbul setelah dilaksanakannya prosedur
analitis. Auditor juga dapat secara langsung meminta keterangan kepada
pihak external.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara adalah:

Tentukan sumber informasi/objek wawancara


Jadwalkan wawancara lebih dahulu
Buat persiapan materi dan cara bertanya
Mulai dengan suasana yang bersahabat/hangat
Perhatikan dan dengarkan
Hindarkan pertanyaan yang cenderung jawabannya mengiyakan
Tutuplah wawancara dengan catatan positif
Dokumentasikan hasil wawancara
Mintakan penegasan/persetujuan hasil wawancara dari pihak yang
diwawancarai
Contoh kegiatan permintaan keterangan adalah :
1) Auditor meminta keterangan bendahara pengeluaran atas ketidaksesuaian
jumlah pengeluaran (berdasarkan bukti transaksi yang ada) dengan
jumlah anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya
2) Auditor mengajukan pertanyaan kepada manajemen atau pegawai tentang
persediaan using
3) Auditor menanyakan kepada pengacara yang berkaitan dengan
kemungkinan hasil perkara.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 19

II. Teknik Analisis Data


a. Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah sistematis terhadap
bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian
kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis,
teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam dan mempunyai
kejelasan unsur.
Pada penelitian kuantitatif, pengukuran data kuantitatif dan statistik
objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel. Ukuran sampel untuk
survey dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar
ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan
tingkat akurasi yang dapat diterima.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian kuantitatif adalah langkah
penelitian, hipotesis, desain, pengumpulan data dan analisis data. Sedangkan
prosedur dalam melakukan penelitian (Arikunto : 2006) adalah memilih masalah,
studi pendahuluan, merumuskan masalah, merumuskan anggapan dasar memilih
pendekatan, menentukan sumber data dan variabel, menentukan dan menyusun
instrument, mengumpulkan data, analisis data, menarik kesimpulan dan menulis
laporan.
b. Kualitatif
Pendekatan kualitatif menurut Creswell (1998) adalah suatu proses
penelitian dan pemahaman yang didasarkan pada metodologi yang menyelidiki
suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, auditor
membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari
pandangan responden, melakukan studi pada situasi yang dialami. Penelitian
kualitatir bersifat alamiah dan penemuan. Penelitian ini digunakan jika masalah
belum jelas dan untuk mengetahui makna yang tersembunyi.

Karakteristik & Teknik ASP

Page 20

BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, maka kami mengambil kesimpulan bahwa audit
terhadap sektor publik sangat dibutuhkan karena instansi pemerintah rentan akan
permasalahan korupsi, kolusi, serta rendahnya tingkat efisiensi dan efektivitas
yang mampu ditunjukkan oleh pemerintah. Audit terhadap sektor publik harus
memiliki standar yang jelas dan tegas agar dipatuhi oleh instansi pemerintah.
Terdapat 3 (tiga) jenis audit sektor publik berdasarkan UU No. 15 Tahun
2004 dan SPKN, yaitu:
1. Audit keuangan
2. Audit kinerja
3. Audit dengan tujuan tertentu
Dalam pelaksanaan audit, auditor melakukan kegiatan pengumpulan bukti
audit. Pengumpulan bukti oleh auditor dilakukan untuk mengambil suatu
kesimpulan terhadap komponen laporan keuangan klien, dan keseluruhan laporan
sehingga dapat dikategorikan disajikan dengan wajar atau tidak. Pada
pemeriksaan (audit) pada sektor publik, ada dua tehnik yang dilakukan oleh
auditor yaitu :
I.

Tehnik pengumpulan data, yang terdiri dari :


1. Tehnik audit untuk bukti fisik, meliputi : observasi, inventarisasi, inspeksi
2. Tehnik audit untuk bukti dokumen, meliputi : verifikasi, cek, uji/test,
footing, cross footing, couching, tracing, scanning, rekonsiliasi.
3. Tehnik audit untuk bukti analisis, meliputi : analisis, evaluasi, investigasi,
perbandingan, tehnik audit berbantu komputer, pengujian pengendalian.
4. Tehnik audit untuk bukti keterangan, meliputi konfirmasi dan permintaan
keterangan.
II. Tehnik analisis data, yang terdiri dari :
1. Pendekatan Kuantitatif
2. Pendekatan Kualitatif

DAFTAR PUSTAKA

Karakteristik & Teknik ASP

Page 21

Bastian, Indra. 2007. Audit Sektor Publik. Jakarta: Visi Global Media
Mardiasmo. 2004. Audit Sektor Pemerintahan. Jakarta: Salemba Empat.
Mahmudi. 2007. Audit Sektor Publik. Jakarta: Erlangga
I Gusti Agung Rai, 2008, Audit Kinerja Pada Sektor Publik : Konsep, Praktik,
Studi Kasus. Jakarta : Salemba Empat.
Agoes, Sukrisno. Hoesada, jan. 2009. Bunga Rampai auditing. Jakarta: salemba
Empat
Olin. 2012. Contoh Makalah Audit Sektor Publik.
http://merahkuning.wordpress.com/2012/05/20/contoh-makalah-auditsektor-publik/.
Mayangsari S, Wandanarum P. 2013. Auditing: Pendekatan Sektor Publik dan
Privat. Jakarta : Media Bangsa.
Bastian, Indra. 2014. Audit Sektor Publik : Pemeriksaan Pertanggungjawaban
Pemerintahan. Jakarta : Salemba Empat.
UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab
Keuangan Negara.
http://www.spkn.bpk.go.id
http://www.kompasiana.com/ema_surya/audit-internal-audit-operasional-auditsektor-publik

Karakteristik & Teknik ASP

Page 22