Anda di halaman 1dari 13

GIZI PADA IBU HAMIL

Disusun Oleh:
1. Inas Jamilatus
2. Ira Puspita C. D
3. Isdalifa
4. Iwa Sulistyowati
5. Jumari
6. Lasmiyati
7. Lia Fadliaturrohmah
8. Lusiana D. Anggraeni
9. Maulida Nur Qoniah
10. Martin Nikmah
11. Mega Purnama S

AKADEMI KEBIDANAN WIRA HUSADA NUSANTARA BLORA


TAHUN AKADEMI 2025/2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Gizi Pada
Ibu Hamil ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini
dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan kami, semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Blora, September 2015

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
1.4 Manfaat
BAB II TINJAUAN TEORI
2.1 Pengertian
2.2 Jenis AKDR
2.3 Cara kerja AKDR
2.4 Mekanisme kerja AKDR
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan
energi dan zat gizi lainya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi
tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya
organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga
kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh
tidak sempurna (Kristiyanasari, 2010).
Masalah gizi seimbang di Indonesia masih merupakan masalah yang cukup berat.
Kekurangan atau kelebihan makanan pada masa hamil dapat berakibat kurang baik bagi
ibu dan janin (Ariga, 2012).
Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin
yang sedang dikandung. Bila status gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil
kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat, cukup bulan dengan berat badan
normal. Dengan kata lain bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu
sebelum dan selama hamil (Zhulaida, 2008).
Jika ibu hamil tidak mendapat gizi yang cukup selama hamil, maka bayi yang
dikandungnya akan kekurangan gizi. Meski sudah cukup bulan, bayi tersebut lahirnya
BBLR (berat bayi lahir rendah). Saat menyusui juga akan kekurangan ASI. Ibu hamil
dianjurkan mengkonsumsi protein sekitar 2-2,5 gram/kg. Untuk pertumbuhan maupun
aktivitas janin memerlukan makanan yang disalurkan melalui plasenta, untuk ibu hamil
harus mendapat gizi yang cukup untuk diri dan janinnya.
Seorang wanita yang saat mulai hamil berat badannya tergolong normal, memasuki
trimester kedua ia akan membutuhkan tambahan kalori 350 kkal per hari. Jumlah energi
yang dibutuhkan memasuki trimester ketiga akan semakin meningkat, yaitu sekitar 450
kkal per hari (National Academy of Sciences, 2004).
Menurut Pudjiadi (2005) selama kehamilan, ibu akan mengalami penambahan berat
badan sekitar 10-12 kg, dimana pada trimester I kurang dari 1 kg, trimester II sekitar 3 kg,
dan trimester III sekitar 6 kg. Ibu hamil yang memiliki berat badan normal kemungkinan
tidak memiliki masalah dalam konsumsi makan setiap hari, namun penambahan berat
badannya harus tetap dipantau agar selama hamil tidak memiliki komplikasi.
Selain melihat penambahan berat badan selama hamil, status gizi ibu hamil dapat juga
dilihat dari ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) dan kadar Hemaglobin (Hb) dalam
darah. Ukuran LILA yang normal adalah 23,5 cm, ibu hamil dengan ukuran LILA
dibawah ini menunjukan adanya kekurangan energi yang kronis (Miyata dan Proverawati,
2010).

Janin yang terganggu pertumbuhannya tidak saja dapat menyebabkan kerusakan


permanen pada pertumbuhan setelah bayi lahir, tetapi juga hingga ia dewasa. Selain itu
juga berpengaruh pada kemampuan anak untuk belajar. Lebih jauh lagi studi ini
menemukan bahwa janin yang terganggu pertumbuhannya bisa membawa pengaruh pada
kualitas keturunan selanjutnya, terutama risiko berat badan lahir rendah (Victoria, 2008).
Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan yang
baru, sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan,
selain itu juga akan meningkatkan risiko kesakitan dan kematian bayi karena rentan
terhadap infeksi saluran pernapasan bagian bawah, pertumbuhan yang terhambat, cacat
bawaan, bayi lahir mati, anemia pada bayi, asfiksian intra partum, dan kematian neonatal
(Kristiyanasari, 2010).
Dengan kondisi kesehatan yang baik, sistem reproduksi normal, tidak menderita sakit,
dan tidak ada gangguan gizi pada masa pra hamil maupun saat hamil, ibu akan
melahirkan bayi besar yang sehat dari pada dengan kondisi kehamilan yang sebaliknya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi gizi dewasa ini walaupun berkembang
sanagat pesat masalah gizi yang timbul sangat kompleks, sehingga masalah ini sangat
memprihatikan dimana tingkat kematian ibu maternal masih sangat tinggi. Pada
umumnya ibu hamil di lingkungan masyarakat kita masih banyak yang hidup dibawah
garis kemiskinan sehingga tidak dapat memenuhi nutrisi yang baik ditunjang lagi oleh
pendidikan yang rendah, umur, pekerjaan, pengalaman, paritas, budaya, status sosial
ekonomi yang berdampak pada ibu hamil terhadap kebutuhan gizi masa kehamilan masih
sangat rendah (Syaifudin, 2008).
1.2 Rumusan Masalah
A. Apa yang dimaksud dengan ibu hamil?
B. Apa yang dimaksud dengan gizi?
C. Apa manfaat gizi?
D. Apa saja jenis jenis gizi?
E. Gizi apa saja yang diperlukan oleh ibu hamil?
F. Bagaimana pedoman makan bagi ibu hamil?
G. Akibatnya apa saja bila ibu hamil kekurangan gizi?
1.3 Tujuan
A. Untuk mengetahui pengertian ibu hamil
B. Untuk mengetahui pengertian gizi
C. Untuk mengetahui manfaat gizi
D. Untuk mengetahui jenis jenis gizi
E. Untuk mengetahui gizi yang diperlukan oleh ibu hamil
F. Untuk mengetahui pedoman makan pada ibu hamil
G. Untuk mengetahui akibat ibu hamil yang kekurangan gizi
1.4 Manfaat
A. Mengetahui pengertian ibu hamil

B.
C.
D.
E.
F.
G.

Mengetahui pengertian gizi


Mengetahui manfaat gizi
Mengetahui jenis jenis gizi
Mengetahui gizi yang diperlukan oleh ibu hamil
Mengetahui pedoman makan pada ibu hamil
Mengetahui akibat ibu hamil yang kekurangan gizi

BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Ibu Hamil


Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam
tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya dalam kasus kembar, atau
triplet/kembar tiga).
Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara waktu menstruasi terakhir dan
kelahiran (38 minggu dari pembuahan). Istilah medis untuk wanita hamil adalah gravida,
sedangkan manusia di dalamnya disebut embrio (awal kehamilan) dan kemudian janin
(sampai kelahiran). Seorang wanita yang hamil untuk pertama kalinya disebut primigravida
atau gravida 1. Seorang wanita yang belum pernah hamil dikenal sebagai gravida 0
(Wikipedia, 2011).
Kehamilan biasanya terbagi dalam periode, yang dikenal sebagai trimester, yaitu:
Trimester I : berlangsung hingga minggu kehamilan ke-13. Pada masa ini terjadi
perkembangan janin yang cepat. Pada masa ini risiko keguguran juga termasuk tinggi.

Trimester II : berlangsung dari minggu ke-14 hingga minggu kehamilan ke-27


Trimester III : berlangsung dari minggu ke-28 hingga masa kelahiran
2.1.1 Trimester I
Idealnya calon ibu berada dalam kondisi sehat optimal. Kebiasaan seperti merokok,
minum beralkohol dan obat-obatan yang tidak perlu sudah seharusnya dihentikan
pada masa ini. Tanda utama kehamilan adalah tidak menstruasi sekitar 2-3 minggu
setelah konsepsi. Namun ketiadaan menstruasi (amenore) ini bisa juga disebabkan
oleh hal-hal lain. Untuk memastikan perlu dilakukan tes urin sehingga dokter dapat
menaksir perkiraan hari persalinan dihitung semenjak hari pertama siklus menstruasi
terakhir.
Selain tidak menstruasi (amenore) terdapat tanda-tanda awal lainnya yang juga perlu
diperhatikan, misalnya mual muntah atau biasa disebut morning sickness, perubahan
selera makan, perubahan pada payudara, dan kelelahan.
2.1.2 Trimester II
Trimester II (14-27 minggu) pada masa ini energi dibutuhkan untuk penambahan
darah, perkembangan uterus, pertumbuhan massa mamae / payudara (memproduksi
air susu ibu / ASI), dan penimbunan lemak (Ariga, dkk 2011).
2.1.3 Trimester III
Pada masa ini dibutuhkan energi untuk pertumbuhan janin, plasenta serta cairan
amnion. Dan penambahan berat badan ibu juga harus dipantau agar tidak mengalami
obesitas, untuk menghindari penyulit yang mungkin terjadi pada masa persalinan,
dengan mengkonsumsi gizi yang seimbang (Sulistyoningsih, 2011).

2.2 Pengertian Gizi


Gizi adalah suatu proses penggunaan makanan yang dikonsumsi secara normal oleh
suatu organisme melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.

Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses
kehidupan (Sunita, 2006).
Gizi adalah makanan yang dikonsumsi individu dalam satu hari yang beraneka ragam dan
mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur sesuai dengan kebutuha hidupnya
(Path, 2005).

2.3 Manfaat Gizi


1. Sebagai zat tenaga : Gizi menghasilkan tenaga atau energi, sumber : karbohidrat,
lemak dan protein
2. Sebagai zat pembangun: Untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan organ-organ
serta menggantikan jaringan yang rusak, sumber protein.
3. Sebagai zat pengatur: Untuk mengatur metabolisme tubuh, sumber vitamin, mineral
dan air (Djaeni, 2006).
2.4 Jenis-jenis Gizi
1. Karbohidrat dan Lemak
Sebagai zat pengatur tenaga untuk menghasilkan kalori. Makanan yang kaya
karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak dapat berfungsi
secara optimal. Ini semua bisa didapatkan dari berbagai jenis kacang-kacangan,
kentang, buah-buahan, seperti pisang, serta sayur-sayuran misalnya daun ubi jalar.
2. Protein
Ibu hamil memerlukan konsumsi protein lebih banyak dari biasanya. Berdasarkan
angka kecukupan gizi tahun 2004, selama hamil ibu memerlukan tambahan protein
sebesar 17 gram per hari. Pemenuhan protein bersumber hewani lebih besar dari pada
kebutuhan protein nabati, sehingga ikan, telur, daging, susu perlu lebih banyak
dikonsumsi dibandingkan tahu, tempe dan kacang.
3. Vitamin
Vitamin mempunyai peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein melalui ko-enzim sebagai katalisator. Dengan demikian vitamin mempunyai
peranan penting dalam penyediaan energi untuk pertumbuhan.
4. Asam Folat
Kebutuhan asam folat selama hamil menjadi dua kali lipat. Asam folat dibutuhkan
untuk perkembangan sel-sel muda, pematangan sel darah merah, sintesis DNA, dan
metabolisme energi. Kekurangan asam folat juga berkaitan dengan BBLR.
5. Zat Besi

Kebutuhan akan zat besi pada perempuan hamil meningkat hingga 200-300%. Sekitar
1040 mg ditimbun selama hamil, sebanyak 300 mg ditransfer ke janin, 200 mg hilang
saat melahirkan, 50-75 mg untuk pembentukan plasenta dan 450 mg untuk
pembentukan sel darah merah.
6. Yodium
Kekurangan yodium pada ibu hamil akan mengakibatkan janin mengalami hipotiroid
yang selanjutnya berkembang menjadi kretinisme. Kekurangan yodium juga dapat
mengakibatkan bayi lahir mati, aborsi, serta meningkatkan kematian bayi dan
perinatal. Kebutuhan yodium dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi garam
beryodium serta konsumsi bahan makanan yang bersumber dari laut.
7. Kalsium
Berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2004, konsumsi kalsium yang dianjurkan
bagi ibu hamil adalah sebanyak 950 mg per hari. Sumber utama kalsium adalah susu
dan hasil olahannya. Selain untuk tulang, kalsium juga dibutuhkan untuk mencegah
preeklamsia atau tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat menyebabkan
kejang pada ibu, prematuritas, bahkan kematian.
8. Magnesium
Magnesium terdapat pada berbagai jenis bahan makanan terutama serelia dan sayur
mayur hijau, dan dapat mencegah terjadinya osteoporosis.
9. Seng
Seng merupakan bagian dari banyak metaloenzim dan sebagai ko-enzim pada
berbagai sistem enzim. Sumber utama seng berasal dari hewani, seperti daging, ikan,
kerang, ayam, telur. Hasil studi menunjukan bahwa rendahnya kadar seng pada ibu
hamil dapat menyebabkan persalinan yang abnormal dan BBLR.

2.5 Gizi yang Diperlukan Ibu Hamil


Saat hamil seorang calon ibu membutuhkan gizi untuk dirinya sendiri dan janin dalam
kandungannya. Oleh karena itu tentu perlu makan yang lebih banyak dan makan makanan
yang bergizi. Tidak ada pantangan bagi ibu hamil. Makanlah makanan yang bervariasi agar
terpenuhi segala kebutuhan akan zat gizi dari karbohidrat, lemak, protein, berbagai vitamin
dan mineral.
Oleh sebab itu wanita hamil menunjukkan kenaikan berat badan yang cukup banyak,
baik bagi komponen janin maupun bagi dirinya sendiri, maka sangat dianjurkan untuk dapat
mengkonsumsi makanan tambahan seperti energi, protein, dan berbagai vitamin dan mineral.

1. Energi
Umumnya seorang ibu hamil akan bertambah berat badannya sampai 12,5 kg,
tergantung dari berat badan sebelum hamil. Rata-rata ibu hamil memerlukan
tambahan 300 kkal/hari.
2. Protein
Protein diperlukan sebagai zat pembangun alias yang membangun jaringan tubuh
janin ibu hamil memerlukan asupan protein 60 gr per hari, yang berasal dari
daging, ikan, susu, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
3. Vitamin dan mineral
Berfungsi sebagai membantu pertumbuhan kulit, tulang, gigi, dan pembentukan
jaringan tubuh janin, sumbernya berasal dari sayuran, buah-buahan dan susu.
4. Asam folat
Asam folat termasuk kelompok vitamin B yang bermanfaat untuk mengurangi
NTD (Nueral Tubes Defects) atau kelainan susunan saraf pusat. Sangat disarankan
untuk dikonsumsi ibu hamil karena pembentukan susunan saraf pusat akan
dimulai di awal kehamilan. Sumbernya antara lain brokoli, gandum, kacangkacangan, jeruk, strowberi, dan bayam.
5. Zat besi
Kekurangan zat besi pada ibu hamil dapat mengganggu metabolisme energi
sehingga dapat menurunkan kemampuan kerja organ tubuh. Yang pada akhirnya
akan mempengaruhi perkembangan janin. Sumber makanan yang mengandung zat
besi antara lain daging, hati, telur, kacang-kacangan dan sayuran hijau.
6. Kalsium
Kalsium semakin dibutuhkan ibu hamil saat memasuki trimester kedua dan ketiga
kehamilan. Pada masa ini lah proses pembentukan tulang dan giginya.
Kebutuhannya sekitar 1.200 mg per hari. Ada banyak sumber kalsium diantaranya
telur, susu, ikan teri, ikan salmon, sarden, sayuran bewarna hijau, kacangkacangan, dan wijen.

2.6 Pedoman Makan Bagi Ibu Hamil


Agar ibu hamil dan janin tetap mendapat asupan gizi, berikut beberapa saran yang biasa
dilakukan :
1. Jangan biarkan perut kosong, usahakan makan dalam porsi kecil tapi sering.
2. Pilih makanan yang hangat-hangat karena bisa membuat lambung yang terasa
pedih seperti terelaksasi.

3. Saat bangun pagi, jika belum nafsu makan, makanlah biscuit dengan teh hangat,
tapi tetap coba untuk sarapan.
4. Bila ibu merasa sering kembung, hindari makanan yang dapat memicu kembung.
5. Batasi mengkonsumsi masakan bersantan, ketan, nangka, sayur asem, buahbuahan yang asam atau yang dapat mengiritasi lambung.
6. Perbanyak minum, sedikitnya 10-12 gelas per hari.
7. Hindari kafein, alkohol, dan ikan mentah.
8. Umumnya ibu hamil butuh darah lebih banyak, untuk itu makanlah makanan yang
mengandung zat besi, seperti sayuran hijau, tahu, tempe, kacang-kacangan, telur,
ikan dan daging.
9. Penting pula bagi ibu hamil untuk makan buah-buahan segar, bagus untuk
menyuplai vitamin (Syaifudin, 2009).

2.7 Akibat Ibu Hamil yang Kekurangan Gizi


Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah, baik
pada ibu maupun janin, seperti diuraikan berikut ini.
1. Terhadap ibu
Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu
antara lain: anemia, pendarahan, berat badan ibu tidak bertambah secara normal,
dan terkena penyakit infeksi.
Terhadap persalinan
Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan
sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (premature), pendarahan setelah
persalinan, serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat.
2. Terhadap janin
Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin
dan dapat menimbulkan keguguran, abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal,
cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum (mati dalam kandungan),
lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kehamilan adalah masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di dalam
tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya dalam kasus
kembar, atau triplet/kembar tiga).
Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu
menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur prosesproses kehidupan (Sunita, 2006).
Manfaat Gizi: Sebagai zat tenaga, Sebagai zat pembangun dan Sebagai zat pengatur.
Macam macam gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil : Karbohirat, protein, lemak,
vitamin, yodium, Asam folat, zat besi, kalsium.
Akibat ibu hamil kekurangan gizi yaitu dapat mempengaruhi ibu dan janin.
3.2 Saran
1. Bagi pembaca
Makalah ini jauh dari sempurna, maka dari itu diharapkan pembaca jangan
mengacu pada makalah ini saja, lebih banyak membaca buku buku literatur
lainnya.
2. Bagi penyusun
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna dan untuk kedepannya
Kami akan lebih baik lagi dalam memilih materi materi untuk pembuatan
makalah

DAFTAR PUSTAKA

Agria dkk. 2011. Gizi Reproduksi. Jogjakarta: Fitramaya


Ali, Syaifudin, 2009. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan Dan Perawatan Bayi.
Jogjakarta: Diglossia Media.
Varney dan Carolyn. 2002. Buku Saku Bidan. Jakarta : EGC
Alfitramadya. 2008. Gizi Kehamilan, http//blogspot.com [diakses pada hari selasa 23 April
2012].