Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kalimantan

Timur

merupakan

salah

satu

wilayah

kawasan

industri

pertambangan yang terbesar di Indonesia, terutama kegiatan pertambangan batubara


yang berdasarkan penelitian Indonesian Mining Association (IMA) tahun 2002
menduduki peringkat pertama cadangan batubara dengan mencapai 35% dari seluruh
total cadangan batubara di Indonesia. Dari 35 % tersebut hampir sekitar 60% nya
terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tentu saja hal ini merupakan kebahagian
tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya masyarakat
sekitar lokasi keterdapatan cadangan batubara tersebut. Hal ini juga sekaligus
menimbulkan suatu gejolak kekhawatiran tersendiri di masyarakat apabila sumber
daya alam tersebut tidak dapat dikelola secara bijak, baik dan benar maka akan
menyebabkan kerusakan terhadap lingkungan secara global dan hanya menimbulkan
kesengsaraan bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan pertambangan dengan segala
dampak-dampak negatif akibat aktifitas industri tersebut.
Berdasarkan kondisi tersebut perlu adanya upaya-upaya Pemerintah dalam
konservasi dan pengembangan sumber daya alam, ini tentu harus didukung oleh
seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Daerah yang di era otonomi daerah memiliki
peranan yang lebih besar dalam upaya-upaya konservasi kekayaan sumber daya alam
ini harus lebih banyak lagi melibatkan partisipasi masyarakat daerahnya. Hal ini
karena perencanaan pembangunan daerah perlu dilakukan secara terintegrasi pada
semua sektor, sehingga diperoleh manfaat yang lebih besar dari berbagai potensi
ekonomi daerah. Selain itu, perencanaan yang terintegrasi juga akan mengurangi
dampak-dampak yang tidak diharapkan baik pada saat ini maupun yang akan datang.

Identifikasi dan perencanaan penutupan tambang perlu dilakukan secara lebih


rinci dan matang. Pemanfaatan potensi sumber daya alam sering kali tidak dilakukan
secara optimal dan cenderung eksploitatif. Kecenderungan ini perlu segera dibenahi
salah satunya melalui pengembangan industri pariwisata dengan menata kembali
berbagai potensi dan kekayaan alam hayati berbasis pada pengembangan kawasan
secara terpadu.
Situasi ini dapat menciptakan masalah besar bagi perusahaan tambang,
masyarakat, serta lembaga yang berwenang. Ada banyak alasan mengapa tambang
dapat ditutup secara premature.
Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah penghasil tambang
di Indonesia khususnya tambang batubara. Berdasarkan data dari Dinas
Pertambangan dan Energi menunjukkan terdapat 95 perusahaan tambang yang telah
mendapatkan Ijin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) baik Perseroan
Terbatas (PT), Commanditier Vitae (CV) atau pun Koperasi Unit Desa/ Koperasi
Serba Usaha (KUD/KSU) dengan total luasan konsesi sebesar 84.511,59 Ha. Pada
periode 2009-2010.
Berdasarkan data diatas maka perlu dilakukan pengkajian mengenai
perencanaan atau pelaksanaan tentang

Penutupan tambang agar tercapai tujuan

pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia khusunya di Kabupaten Kutai


Kartenegara.
1.2. Tujuan Penelitian :
Penelitian ini Bertujuan Untuk :

1. Memberikan suatu model perencanaan secara teknis tentang kegiatan


penutupan tambang menuju pembangunan yang berkelanjutan.
2. Mengoptimalkan Potensi pada lahan bekas Tambang sebagai Obyek
Geowisata.