Anda di halaman 1dari 81

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.1. Kebijakan Makro Pembangunan Kabupaten Bone Bolango


2.1.1. Visi Misi RPJM Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango adalah sebuah daerah pemekaran yang memiliki
modal sangat besar, baik sumber daya alam, letak geografis, struktur demografis
penduduk dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta variabilitas
daya kreasi yang tidak terbatas. Dengan karakteristik tersebut, terdapat 2 (dua)
keunggulan wilayah Kabupaten Bone Bolango dibandingkan dengan beberapa
daerah lainnya di Provinsi Gorontalo. Keunggulan tersebut yakni (1) keunggulan
lokasi (locational advantage) dengan aksesibilitas yang sangat tinggi antara
pusat pelayanan pemerintahan dan sosial ekonomi, dan (2) keunggulan sumber
daya alam (natural resources advantage) yang merupakan potensi besar bagi
penguatan kapabilitas wilayah yang kompetitif (competitive regional capability).
Pertimbangan-pertimbangan yang dikemukakan telah mewujudkan sebuah
inspirasi realistis, terukur, terjangkau dan berwawasan masa depan tentang
Kabupaten Bone Bolango dengan pijakan visi pembangunan Kabupaten Bone
Bolango tahun 2010 2015 adalah sebagai berikut:

Terwujudnya Pemerintahan yang AMANAH,


Demi Terciptanya Masyarakat MADANI
Untuk mencapai Visi Pembangunan tersebut, maka ditetapkan Misi
Pembangunan Kabupaten Bone Bolango 2010 2015 adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan pemerintah yang bersih, taat hukum dan demokratis.
2. Menciptakan masyarakat yang sejahtera, mandiri dan berkeadilan.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

2.1.2. Strategi Pembangunan Daerah


Strategi

daerah

merupakan

fokus

prioritas

pembangunan

yang

memungkinkan untuk dilaksanakan dan mengarah pada rencana tindak dan


pemecahan permasalahan strategis pembangunan yang dihadapi daerah. Strategi
pembangunan ini disusun sebagai upaya mengimplementasikan program Kepala
Daerah, yang merupakan prinsip dasar rencana aksi yang dituangkan melalui
program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan sampai dengan
tahun 2015 dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan pembangunan daerah.
Berdasarkan beberapa permasalahan dan pertimbangan di atas, maka
ditetapkan strategi pembangunan Kabupaten Bone Bolango Tahun 2010-2015
yang diharapkan mampu menjembatani upaya pencapaian visi, misi dan tujuan
pembangunan, yaitu: (1) Mewujudkan perbaikan tata kelola pemerintahan;
(2) Mewujudkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat; (3) Mewujudkan
pengembangan potensi ekonomi lokal dan sumber daya alam; serta
(4) Mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana serta penataan ruang
wilayah.
A. Mewujudkan Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Reformasi birokrasi belum berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat. Hal


tersebut terkait dengan tingginya kompleksitas permasalahan dalam mencari
solusi perbaikan. Demikian pula, masih tingginya tingkat penyalahgunaan
wewenang, banyaknya praktek KKN, dan masih lemahnya pengawasan
terhadap kinerja aparatur daerah, merupakan cerminan dari kondisi kinerja
birokrasi yang masih jauh dari harapan. Banyaknya permasalahan birokrasi
tersebut diatas, belum sepenuhnya teratasi baik dari sisi internal maupun
eksternal.

Dari

sisi

internal,

berbagai

faktor

seperti

demokrasi,

desentralisasi, internal birokrasi itu sendiri, masih berdampak pada tingkat


kompleksitas permasalahan dan dalam upaya mencari solusi lima tahun
kedepan. Sedangkan dari sisi eksternal, faktor globalisasi dan revolusi
teknologi infomasi juga akan kuat berpengaruh terhadap pencarian alternatif
kebijakan dalam bidang aparatur negara.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Dari sisi internal, faktor demokrasi dan desentralisasi telah membawa


dampak pada proses pengambilan keputusan kebijakan publik. Dampak
tersebut terkait dengan semakin meningkatnya tuntutan akan partisipasi
masyarakat dalam kebijakan publik; meningkatnya tuntutan penerapan
prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik antara lain tranparansi,
akuntabilitas dan kualitas kerja publik serta taat pada hukum; meningkatnya
tuntutan dalam pelimpahan tanggung jawab, kewenangan dan pengambilan
keputusan.
Demikian pula, secara khusus dari sisi internal birokrasi itu sendiri, berbagai
permasalahan masih banyak yang dihadapi. Permasalahan tersebut antara
lain adalah: pelanggaran disiplin, penyalahgunaan kewenangan dan masih
banyaknya praktek KKN; rendahnya kinerja sumber daya manusia dan
kelembagaan aparatur; sistem kelembagaan (organisasi) dan ketatalaksanaan
(manajemen) pemerintahan yang belum memadai; rendahnya efisiensi dan
efektifitas kerja; rendahnya pelayanan umum; rendahnya kesejahteraan
PNS; dan banyaknya peraturan perundang-undangan yang sudah tidak sesuai
dengan perkembangan keadaan dan tuntutan pembangunan.
Dari sisi eksternal, faktor globalisasi dan revolusi informasi (e-Goverment)
merupakan

tantangan

tersendiri

dalam

upaya

menciptakan

Good

Governance, yakni pemeritahan yang bersih, baik dan berwibawa. Hal


tersebut

terkait

dengan

makin

meningkatnya

ketidakpastian

akibat

perubahan faktor lingkungan politik, ekonomi, dan sosial yang terjadi dengan
cepat; makin derasnya arus informasi dari luar negeri yang dapat
menimbulkan infiltrasi budaya dan terjadinya kesenjangan informasi dalam
masyarakat

(digital

divide).

Perubahan-perubahan

ini,

membutuhkan

aparatur daerah yang memiliki kemampuan pengetahuan dan keterampilan


yang handal untuk melakukan antisipasi, menggali potensi dan cara baru
dalam menghadapi tuntutan perubahan. Disamping itu, aparatur daerah
harus mampu meningkatkan daya saing dan menjaga keutuhan wilayah.
Untuk itu, dibutuhkan suatu upaya yang lebih komprehensif dan terintegrasi
dalam mendorong peningkatan kinerja birokrasi aparatur daerah dalam

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

menciptakan pemerintahan yang bersih dan akuntabel yang merupakan


amanah reformasi dan tuntutan seluruh masyarakat Bone Bolango.
Berdasarkan kondisi penyelenggaraan pemerintahan tersebut di atas, maka
strategi ini ditujukan untuk reformasi birokrasi yang dilaksanakan melalui
penataan kelembagaan pemerintah agar menjadi lebih proporsional, efektif
dan efisien dengan tugas pokok dan fungsi yang jelas, tidak tumpang tindih,
peningkatan profesionalisme, netralitas dan kesejahteraan aparatur serta
penataan sistem ketatalaksanaan untuk mendukung kinerja pemerintah.
Pada intinya, pemerintah daerah dalam melaksanakan reformasi birokrasi,
terfokus pada penataan organisasi, penataan proses bisnis dan penataan
sumberdaya manusia.
Strategi ini juga diarahkan untuk mendorong pelaksanaan penegakan
supremasi

hukum

yang

lebih

baik,

peningkatan

penyelenggaraan

pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta peningkatan kualitas


pelayanan

publik.

Penegakkan

hukum

yang konsisten

dengan

tetap

memperhatikan hak-hak asasi manusia dan menghindari adanya diskriminasi


merupakan salah satu syarat untuk dapat menyelenggarakan tata kelola
pemerintahan yang baik. Tujuan akhir dari pembenahan hukum adalah
menciptakan kondisi sosial politik masyarakat yang kondusif, terkristalisasi
dalam tersedianya produk hukum, penyuluhan dan bantuan hukum,
berkembangnya kehidupan politik yang demokratis, serta mengupayakan
keamanan dan ketertiban umum.
Upaya pemberantasan korupsi telah banyak dilakukan dan hasilnya pun telah
mulai dirasakan, namun masih banyak hal yang harus diselesaikan lebih
lanjut.

Sebagai

contoh,

akuntabilitas

pengelolaan

keuangan

daerah,

meskipun semakin menunjukkan kemajuan, namun kualitasnya masih perlu


pembenahan, termasuk penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan
Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Disamping itu, budaya kerja produktif
belum berkembang secara maksimal di lingkungan birokrasi. Pelaksanaan
kode etik bagi aparat birokrasi publik (code of conduct) masih kabur
sehingga belum mampu menciptakan adanya budaya birokrasi yang sehat,

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

seperti

kerja

keras,

keinginan

untuk

berprestasi,

kejujuran,

rasa

tanggungjawab, serta bersih dan bebas dari KKN.


Berdasarkan permasalahan tersebut, maka kebijakan pelayanan publik
diarahkan untuk penerapan standar pelayanan minimal (SPM) dalam
penyelenggaraan pelayanan publik, penerapan pelayanan terpadu satu pintu,
pembentukan badan layanan umum, pembinaan pelaksanaan kebijakan
pelayanan publik serta peningkatan kompetensi SDM dan inovasi dalam
manajemen pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan.
B. Mewujudkan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat merupakan elemen penting dalam


membangun manusia yang berharkat, bermartabat, bermoral dan memiliki
jati diri serta karakter tangguh baik dalam sikap mental, daya pikir dan daya
ciptanya.

Pemenuhan

kebutuhan

dasar

masyarakat

juga

merupakan

instrument strategis dalam mendukung pencapaian target

Millenium

Development Goals (MDGs). Selain itu, pembangunan manusia sebagai insan,


menekankan pada pendidikan yang tinggi, sehat jasmani dan rohani, serta
bergizi. Adapun pembangunan manusia sebagai sumberdaya pembangunan
yaitu sebagai pelaku pembangunan menekankan pada masyarakat yang
mempunyai etos kerja produktif, keterampilan, kreatif dan inovatif, disiplin
dan profesional, berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi serta
berwawasan lingkungan dan kemampuan manajemen.
Dalam konteks pembangunan manusia, pembangunan daerah tidak dapat
melakukannya

secara

singkat

dan

sekaligus

karena

kompleksitas

permasalahan yang dihadapi masyarakat dan keterbatasan sumberdaya untuk


mewujudkan pemenuhan hak-hak dasar. Masalah pemenuhan kebutuhan
dasar masyarakat tidaklah terlepas dari masalah kemiskinan karena tidak
terpenuhinya sebagian atau keselurahan kebutuhan dasar masyarakat.
Kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, hal ini dipengaruhi
oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain: tingkat pendapatan,
kesehatan, pendidikan, akses terhadap sumber daya atau faktor-faktor

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

produksi, kondisi geografis, gender, dan kondisi lingkungan termasuk aspek


kebijakan pemerintah. Mengacu pada strategi nasional penanggulangan
kemiskinan, defenisi kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau
sekolompok orang, laki laki dan perempuan, tidak terpenuhi hakhak
dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang
dinamik, bahwa masyarakat miskin mempunyai hak hak dasar yang sama
dengan anggota masyarakat yang lainnya.
Masalah kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango perlu dikendalikan dan
diupayakan supaya kemiskinan bisa diatasi dengan programprogram yang
bisa mengangkat harkat hidup masyarakat Bone Bolango. Pemenuhan
kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap dipenuhi yaitu hak sosial,
budaya, ekonomi dan politik. Tantangan yang dihadapi antara lain yaitu
kurangnya pemahamam terhadap hak dasar masyarakat, dan masih
kurangberpihaknya pemerintah (kearifan lokal), rendahnya partisipasi,
keterbatasan akses masyarakat miskin terhadap sumberdaya, terutama
masyarakat pedesaan dan daerah terpencil.
Oleh sebab itu, strategi daerah difokuskan pada prioritas pemenuhan
kebutuhan dasar masyarakat, kebutuhan tersebut meliputi:
a. Kebutuhan pelayanan kesehatan dan gizi yang baik
b. Kebutuhan pelayanan pendidikan yang berkualitas;
c. Kebutuhan kesempatan berusaha dan memperoleh pekerjaan;
d. Kebutuhan perlindungan hukum dan HAM;
e. Kebutuhan memperoleh rasa keadilan;
f.

Kebutuhan untuk hidup beragama dan berbudaya

g. Kebutuhan untuk berpartisipasi dalam politik;


h. Kebutuhan pelayanan kesejahteraan sosial, pemberdayaan perempuan
dan perlindungan anak yang berkeadilan;
i.

Kebutuhan berkreasi dan berinovasi.

C. Mewujudkan Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal dan Sumber Daya

Alam

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Format

pembangunan

yang

dilakukan

sejak

awal

BAB
II

memang

telah

diskenariokan untuk meletakkan bidang ekonomi sebagai prioritas yang harus


tercapai sehingga bidang-bidang lain (politik dan sosial budaya) harus
diposisikan sebagai pendukung bagi upaya tersebut. Konsekuensinya,
paradigma stabilitas politik menjadi sumber utama dari pencapaian
keberhasilan pembangunan ekonomi. Ini berarti seluruh potensi konflik
dibidang politik yang mungkin akan muncul harus dimandulkan sejak dini,
karena jika konflik tersebut mencuat maka target pembangunan ekonomi
bisa meleset. Dengan jaminan stabilitas politik seperti itulah, kerangka
umum pembangunan ekonomi daerah, secara teratur dan terorganisasi bisa
direncanakan dan direalisasikan. Dalam hal ini, investasi sebagai sumber
pokok pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan ruang dan
jaminan yang lebih pasti.
Demi mengantisipasi berbagai macam permasalahan dan tantangan tersebut,
menuntut pemerintah daerah untuk membuat suatu rancangan strategis dan
kebijakan yang tepat, terarah dan mudah diintegrasikan. Oleh karena itu
strategi pembangunan ekonomi lokal Kabupaten Bone Bolango untuk lima
tahun kedepan, diarahkan untuk peningkatan produktivitas sektor pertanian,
peternakan,

perikanan,

kehutanan,

perdagangan,

industri

kecil

dan

menengah, koperasi, ketenagakerjaan dan pariwisata.


Pembangunan pertanian di Kabupaten Bone Bolango tetap dianggap sektor
terpenting dari keseluruhan pembangunan ekonomi. Beberapa alasan
mendasar

pentingnya

pembangunan

pertanian

adalah

(1)

potensi

sumberdayanya yang besar dan beragam; (2) pangsa terhadap pendapatan


daerah cukup besar; (3) besarnya penduduk yang menggantungkan hidupnya
pada sektor ini; (4) peranannya dalam penyediaan pangan masyarakat; (5)
menjadi basis pertumbuhan di perdesaan.
Fakta menunjukkan bahwa walaupun potensi pertanian di Kabupaten Bone
Bolango sangat besar, namun sampai saat ini, sebagian besar pelaku ekonomi
yang terlibat dalam sektor pertanian yakni petani, merupakan golongan
masyarakat sangat miskin. Sebagian besar petani masih hidup dan kondisi

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

yang subsistem dengan posisi bargaining dan nilai tukar petani yang sangat
lemah.
Berdasarkan permasalahan dan tantangan pembangunan sektor pertanian
lima tahun kedepan, maka sasaran pembangunan pertanian diarahkan untuk:
(1) Penajaman pelaksanaan Panca Usaha Tani yang meliputi, pemakaian
dan perbaikan irigasi, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk,
pemberantasan hama dan penyakit, serta perbaikan cara bercocok tanam
(teknologi); (2) investasi proyek-proyek padat karya di perdesaan;
(3) mengembangkan ciri khas komoditi daerah dengan mengadopsi teknologi
yang ramah lingkungan; (4) peningkatan hak akses petani untuk memperoleh
kredit pertanian; (5) pembangunan sistem agrobisnis dan usaha agrobisnis
yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan, dan desentralistik.
Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor yang mempunyai
nilai strategis dan sangat prospektif disamping sebagai sektor unggulan
Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Oleh karena itu dalam era
otonomi daerah sekarang ini, sektor kelautan dan perikanan diharapkan
mampu memberikan kontribusi utama dalam menggerakkan roda ekonomi
daerah, baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Disamping memiliki potensi yang begitu besar, sektor perikanan memiliki
permasalahan klasik yang sering dihadapi. Permasalahan tersebut antara lain
kegiatan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang ilegal dan
merusak, seperti illegal fishing; belum optimalnya pengembangan perikanan
budidaya, meningkatnya kerusakan dan pencemaran lingkungan dikawasan
pesisir

yang

menyebabkan

terjadinya

degradasi

lingkungan,

masih

produktivitas dan nilai tambah produk perikanan, ketidakseimbangan


pemanfaatan sumberdaya perikanan antar kawasan serta belum lengkapnya
kebijakan dan aturan dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan
perikanan, termasuk penegakan supremasi hukum.
Dalam proses pembangunan kelautan dan perikanan bukan hanya melibatkan
pemerintah saja, namun peran swasta pun sangat diperlukan. Pemerintah
berperan dalam hal pengaturan, pengawasan maupun pembinaan, sedangkan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

yang bersifat pengelolaan usaha diharapkan peran swasta dan masyarakat


perikanan pada umumnya untuk dapat memanfaatkan potensi sumberdaya
yang tersedia secara berkesinambungan serta tetap menjaga kelestariannya.
Sama halnya dengan pertanian dan perikanan, walaupun memiliki potensi
lahan yang cukup besar untuk pengembangan penggemukan sapi dan rumput
unggul untuk pakan ternak namun sektor peternakan pun belum memberikan
hasil yang optimal, antara lain banyak lahan yang belum dimanfaatkan serta
masih banyak peternak yang memelihara ternaknya dengan cara yang
tradisional, rendahnya kualitas SDM peternak, kurangnya sarana dan
prasarana peternakan, penguasaan teknologi budidaya ternak masih rendah
serta keterbatasan modal. Oleh karena itu pembangunan sektor peternakan
diarahkan untuk peningkatan produksi dan produktivitas peternakan,
peningkatan nilai tambah, daya saing dan pemasaran produk peternakan
serta peningkatan kapasitas masyarakat veteriner.
Perkembangan masyarakat yang sangat cepat sebagai akibat dari globalisasi
dan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi membuat tingkat
stress yang ada pada manusia bertambah sehingga mereka membutuhkan
suatu tempat dan suasana yang dapat menyegarkan badan dan pikiran, oleh
karenanya dibutuhkan suatu tempat yang menjadi tujuan perjalanan atau
biasa disebut dengan tujuan wisata. Menyikapi hal tersebut maka Pemerintah
Kabupaten Bone Bolango berupaya menyediakan sarana objek wisata, baik
itu melalui pengembangan objek wisata yang sudah ada maupun pembukaan
objek wisata baru. Kabupaten Bone Bolango yang mempunyai garis pantai
yang panjang yang terpampang di sepanjang pesisir perairan pantai selatan
(teluk tomini) memberikan peluang tersendiri untuk pengembangan wisata
pantai khususnya lagi untuk wisata bawah laut yang terletak di Desa Olele,
dengan panorama dan kekayaan hayati bawah laut yang sangat menjanjikan
sebagai daya tarik yang dapat ditawarkan kepada wisatawan lokal maupun
mancanegara.
Potensi wisata di wilayah Kabupaten Bone Bolango ini cukup prospekif
khsusunya untuk wisata bahari, namun demikian dari banyaknya potensi

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

wisata tersebut belum dimanfaatkan secara optimal baik oleh masyarakat,


pemerintah maupun investor. Pengembangan wisata tidak hanya tergantung
dari faktor sumberdaya alam saja, tetapi perlu memperhitungkan faktor lain
yang tidak kalah pentingnya, seperti penyediaan fasilitas, aksesibilitas,
keamanan dan sifat masyarakat sekitarnya dalam menerima kedatangan
pengunjungnya.
Oleh karena itu strategi pembangunan pariwisata daerah untuk 5 (lima)
tahun kedepan adalah peningkatan kesiapan tujuan pariwisata daerah agar
mampu bersaing di pasar regional dan global, meningkatkan iklim investasi
yang kondusif di bidang pariwisata, meningkatkan kemampuan dalam
pemanfaatan

teknologi

komunikasi

dan

informasi

dalam

pemasaran

pariwisata, meningkatkan kualitas, kuantitas serta profesionalisme SDM


pariwisata berbasis kompotensi dan standar internasional, meningkatkan
kerjasama dan kemitraan yang efektif dan efisien antara pemerintah, swasta
dan masyarakat, serta mampu memenuhi kebutuhan wisatawan dengan tetap
memperhatikan prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi perwujudan konkrit dari
kegiatan

ekonomi

rakyat

yang

bertumpu

pada

kekuatan

sendiri,

terdesentralisasi, beragam dan merupakan kelompok usaha yang mampu


menjadi buffer saat perekonomian dilanda krisis. Keragaman usaha UMKM
seperti petani dan peternak kecil, nelayan tanpa perahu, industri kecil,
industri rumah tangga, usaha kerajinan, pedagang kecil/eceran, tukang
sayur, abang bentor, sopir angkot, tukang kredit, pengecer koran dan
seterusnya adalah pelaku ekonomi yang memberi andil cukup besar dalam
menggerakkan denyut nadi kehidupan masyarakat. Sebagai kelompok kecil,
UMKM selalu terjebak dalam problem keterbatasan modal, teknik produksi,
pemasaran, manajemen dan teknologi. Oleh karena itu, untuk menguatkan
perekonomian daerah, upaya pemberdayaan ekonomi diarahkan kepada
usaha skala mikro dan kecil, yaitu untuk meningkatkan pendapatan
masyarakat yang berpendapatan rendah, khususnya para pelaku ekonomi di
kelompok usaha ini. Sementara itu, dalam penguatan kelembagaan koperasi,
upaya pengembangan diarahkan agar dapat meningkatkan posisi tawar dan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

efisiensi kolektif anggotanya, terutama untuk usaha mikro dan kecil yang
berkoperasi. Disamping itu pula, untuk meningkatkan kemampuan usaha
kecil dalam rangka memperluas peranannya di dalam perekonomian daerah,
diperlukan serangkaian pembinaan secara terpadu dan berkelanjutan untuk
mengatasi berbagai masalah tersebut, terutama bersumber pada masalah
keterbatasan pengetahuan, informasi dan permodalan.
Salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan adalah
investasi. Kegiatan penanaman modal menghasilkan investasi yang akan terus
menambah stok modal (capital stock). Peningkatan stok modal ini akan
meningkatkan produktivitas serta kapasitas dan kualitas produksi.
Peningkatan daya tarik investasi akan dipengaruhi oleh upaya perbaikan iklim
investasi. Belum optimalnya kinerja investasi saat ini disebabkan oleh
adanya permasalahan iklim investasi, dari proses perizinan, stabilitas
keamanan daerah sampai dengan pelaksanaan realisasi investasi. Hal ini
telah menyebabkan menurunnya minat untuk melakukan investasi, baik
untuk perluasan usaha yang sudah ada maupun untuk investasi baru.
Untuk itu dengan adanya penciptaan lingkungan usaha yang kondusif serta
penyederhanaan berbagai perangkat peraturan, diharapkan pengembangan
investasi kedepan bisa lebih meningkat untuk dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi di daerah ini.
Hutan merupakan salah satu sumber daya yang penting, tidak hanya dalam
menunjang perekonomian daerah tetapi juga dalam menjaga daya dukung
lingkungan terhadap keseimbangan ekosistem bumi. Walaupun belum sampai
ketingkat yang rusak parah, namun kerusakan hutan di daerah Bone Bolango
cukup mengkhawatirkan dimana dapat membawa bencana alam bagi daerah
lain. Pada beberapa tahun terakhir ini, Kabupaten Bone Bolango mengalami
banjir akibat kiriman air dari aliran sungai Bone maupun sungai Bolango,
yang diakibatkan degradasi ekosistem hutan di daerah Bone Bolango serta
dipengaruhi pula oleh kondisi topograpi wilayah dan perubahan iklim global.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Salah satu dampak kerusakan hutan lainnya adalah jumlah satwa yang
terancam

punah.

berlangsungnya

Kondisi

pola

hutan

ini

diperparah

perombakan/perambahan

lagi

dengan

masih

hutan

untuk

kawasan

berbagai kepentingan sektor pembangunan lain.


Oleh karena itu, strategi pembangunan sektor kehutanan pada 5 (lima) tahun
kedepan memerlukan adanya kontrol sosial dengan melibatkan masyarakat
setempat, masyarakat adat, maupun pemerintah daerah pada pengambilan
kebijakan, pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan, dimana sistem
pengelolaan hutan harus bersifat lestari dan berkelanjutan (sustainable
forest management) yang memperhatikan aspek ekonomisosiallingkungan
secara bersamaan.
Amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral
dan Batubara serta UU Nomor 12 Tahun 2008 memberikan peran lebih besar
kepada daerah, dan hal tersebut harus diikuti dengan peningkatan
kemampuan teknis/managerial aparat pemerintah daerah. Karakteristik
industri pertambangan yang unik dan khusus memerlukan pemahaman yang
mendalam, baik dari segi teknis penambangan, pembiayaan, maupun
penanganan dampak sosial/lingkungan dari kegiatan penambangan, termasuk
reklamasi dan konservasi. Rendahnya kemampuan aparatur daerah dalam
pengelolaan pertambangan serta kurang harmonisnya peraturan perundangan
lintas sektor, menyebabkan timbulnya permasalahan dalam perizinan,
pengawasan eksploitasi, produksi, serta pengendalian dampak lingkungan
dan konflik lahan.
Pengelolaan pertambangan yang tersebar pada beberapa wilayah kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango khususnya potensi pertambangan emas dan
mineral

ikutannya

serta

galian

C,

dimana

pemanfaatan

maupun

pengelolaannya memerlukan kajian yang lebih mendalam, ditata dan


dikembangkan secara terpadu dengan pembangunan wilayah dalam suatu
kerangka tata ruang yang terintegrasi dengan mengedepankan prinsip-prinsip
pengelolaan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Strategi
pembangunan pertambangan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

teknis dan managerial aparatur daerah terutama dalam pengelolaan


perijinan dan inventarisasi cadangan, menciptakan keamanan usaha dan
berusaha dalam pengusahaan pertambangan, mendorong pemanfaatan panas
bumi untuk pembangkit tenaga listrik, mencegah pencemaran dan kerusakan
lingkungan melalui pembinaan serta melaksanakan rehabilitasi kawasan
bekas tambang.
Sumber daya alam dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidupnya.
Dengan demikian sumber daya alam memiliki peran ganda, yaitu sebagai
modal pertumbuhan ekonomi dan sekaligus sebagai penopang sistem
kehidupan (life support system). Dengan potensi Bone Bolango yang memiliki
kekayaan sumber daya alam yang cukup melimpah dan beragam, salah satu
alternatif yang ditempuh dalam percepatan pembangunan ekonomi daerah
adalah mengoptimalkan pengembangan perekonomian yang berbasis sumber
daya alam. Kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada pertumbuhan
jangka pendek yang memicu pola produksi dan konsumsi yang agresif,
eksploitatif, dan ekspansif sehingga daya dukung dan fungsi lingkungan
hidupnya

semakin

menurun,

bahkan

mengarah

pada

kondisi

yang

mengkhawatirkan harus dihindari dalam pengambilan kebijakan.


Sumber daya alam senantiasa harus dikelola secara seimbang untuk
menjamin

keberlanjutan

pembangunan.

Penerapan

prinsip-prinsip

pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) di seluruh


sektor dan wilayah menjadi prasyarat utama untuk diinternalisasikan ke
dalam kebijakan dan peraturan perundangan, terutama dalam mendorong
investasi

pembangunan

jangka

menengah

(2011-2015).

Prinsip-prinsip

tersebut saling sinergis dan melengkapi dengan pengembangan tata


pemerintahan yang baik (good governance) yang mendasarkan pada asas
partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan
pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.
D. Mewujudkan Pembangunan Sarana dan Prasarana Serta Penataan Ruang

Wilayah
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Sektor sarana dan prasarana memiliki peranan yang sangat penting dalam
mendukung aktivitas ekonomi, sosial budaya serta persatuan dan kesatuan,
terutama sebagai modal dasar dalam memfasilitasi interaksi dan komunikasi
di antara kelompok masyarakat, serta mengikat dan menghubungkan antar
wilayah. Pengembangan sarana dan prasarana sumberdaya air ditujukan
untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan air untuk berbagai
keperluan

masyarakat,

seperti

air

minum,

pembangkit

listrik

dan

pengendalian banjir yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan


kesejahteraan masyarakat. Demikian pula sarana dan prasarana lainnya,
seperti jalan, jembatan dan permukiman yang merupakan modal esensial
masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sosial ekonominya.
Selain itu, diperlukan pula pembangunan sarana dan prasarana komunikasi
dan informatika yang ditujukan untuk menjamin kelancaran arus informasi,
baik untuk mendukung kegiatan pemerintahan, perekonomian maupun sosial.
Strategi

pembangunan sarana dan prasarana jalan diarahkan untuk

meningkatkan daya dukung kapasitas dan kualitas pelayanan prasarana jalan,


meningkatkan aksesibilitas wilayah di perdesaan, kantong-kantong produktif
serta wilayah pelosok dan terpencil, serta meningkatnya partisipasi
pemerintah, swasta dan masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan
prasarana jalan.
Strategi

pembangunan

sarana

dan

prasarana

air

diarahkan

untuk

meningkatkan jumlah cakupan masyarakat yang terlayani air bersih,


meningkatkan upaya menjaga kelestarian sumberdaya air, mengendalikan
bahaya banjir, meningkatkan layanan jaringan irigasi, meningkatkan kinerja
pengelolaan sumberdaya air serta meningkatkan sistem data dan informasi
sumberdaya air.
Strategi pembangunan sarana dan prasarana perumahan dan pemukiman
diarahkan untuk penyediaan akses bagi masyarakat miskin, masyarakat
pesisir dan masyarakat berpenghasilan rendah lainnya termasuk PNS
terhadap perumahan yang layak, pengembangan dan penataan lingkungan

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

perumahan, mengembangkan KASIBA dan LISIBA serta menyiapkan perangkat


peraturannya dan peningkatan peran swasta dalam penyediaan perumahan.
Strategi pembangunan sarana dan prasarana teknologi komunikasi dan
informatika diarahkan untuk meningkatkan upaya ketersediaan sarana
prasarana, dan layanan komunikasi dan informatika diseluruh desa khususnya
desa terpencil, dan meningkatkan upaya penyediaan akses dan layanan
komunikasi dan informatika yang modern.
Dalam melaksanakan penyelenggaraan penataan ruang yang meliputi
kegiatan pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan
ruang, perlu dilakukan penyusunan, sinkronisasi dan sosialisasi peraturan
perundang-undangan

pelaksanaan

serta

berbagai

pedoman

teknisnya.

Strategi pembangunan penataan ruang diarahkan untuk mewujudkan


sinkronisasi program pembangunan sesuai dengan rencana tata ruang
wilayah, melaksanakan sosialisasi RTRW Kabupaten Bone Bolango kepada
stakeholder, mengoptimalkan kapasitas dan kinerja Badan Koordinasi
Penataan Ruang Daerah (BKPRD), meningkatkan pengendalian pemanfaatan
ruang, serta meningkatkan kesesuaian pemanfaatan lahan dengan rencana
tata ruang.
Keberhasilan pelaksanaan keempat strategi pembangunan di atas tadi,
memerlukan dukungan dari partisipasi masyarakat dan keberpihakan
pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan pembangunan yang bermuara
pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mendayagunakan
potensi sumber daya alam daerah berdasarkan prinsip pengelolaan sumber
daya yang lestari dan berkelanjutan (sustainable development).
2.2. Aspek Fisik Dasar Wilayah Kabupaten Bone Bolango
2.2.1. Batas Administrasi Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Bone Bolango sebesar 1,984,58 Km2 atau 16,24
persen dari total luas Provinsi Gorontalo. Adapun wilayah kecamatan terluas adalah
Kecamatan Pinogu dengan luas 385,92 Km2 atau mencapai 19,45 persen dari luas
Kabupaten Bone Bolango. Sementara untuk luas daerah terkecil adalah Kecamatan
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Bulango Selatan dengan 9,87 Km2 atau 0,50 persen dari luas wilayah Bone Bolango.
Secara administrasi, Kabupaten Bone Bolango dibatasi oleh :
Sebelah Utara

: Kab. Gorontalo Utara & Kab. Bolaang Mongondow Utara

Sebelah Selatan

: Teluk Tomini

Sebelah Timur

: Kab. Bolaang Mongondow Selatan

Sebelah Barat

: Kota Gorontalo & Kabupaten Gorontalo

Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2012 dikondisikan dengan jumlah


kecamatan yang definitif yaitu 18 kecamatan dan telah memiliki sebanyak 167
desa/kelurahan/UPT.
1. Kecamatan Tapa, terdiri dari 7 desa, yaitu Desa Talulobutu, Talumopatu,

Dunggala, Langge, Talulobutu Selatan, Kramat dan Meranti.


2. Kecamatan Bulango Utara, terdiri dari 9 desa, yaitu Desa Bandungan, Boidu,

Tupa, Longalo, Tuloa, Lomaya, Kopi, Bunuo dan Suka Damai.


3. Kecamatan Bulango Selatan, terdiri dari 10 desa, yaitu Desa Ayula Selatan,

Huntu Selatan, Huntu Utara, Ayula Utara, Ayula Tilango, Lamahu, Mekar
Jaya, Ayula Timur, Sejahtera dan Tinelo Ayula.
4. Kecamatan Bulango Timur, terdiri dari 5 desa yaitu Desa Bulotalangi,

Bulotalangi Barat, Bulotalangi Timur, Toluwaya dan Popodu.


5. Kecamatan Bulango Ulu, terdiri dari 7 desa yaitu Desa Owata, Mongiilo,

Mongiilo Utara, Pilolaheya, Ilomata, Suka Makmur, UPT Owata.


6. Kecamatan Kabila, terdiri dari 12 desa dan Kelurahan yaitu Desa Dutohe,

Tanggilingo, Toto Selatan, Poowo, Talango, Poowo Barat, Dutohe Barat,


Kelurahan Padengo, Oluhuta, Tumbihe, Pauwo dan Kelurahan Oluhuta Utara.
7. Kecamatan Botupingge, terdiri dari 9 desa yaitu Desa Buata, Luwohu,

Timbuolo, Panggulo, Timbuolo Timur, Tanah Putih, Timbuolo Tengah,


Panggulo Barat dan Sukma.
8. Kecamatan Tilongkabila, terdiri dari 14 desa yaitu Desa Toto Utara, Tamboo,

Bonggoime, Bongopini, Moutong, Tunggulo, Lonuo, Motilango, Iloheluma,


Permata, Butu, Tunggulo Selatan, Berlian dan Bongohulawa.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

9. Kecamatan Suwawa, terdiri dari 10 desa yaitu Desa Tingkohubu, Boludawa,

Bube, Huluduotamo, Bubeya, Bube Baru, Tinelo, Ulantha, Tingkohubu Timur


dan Helumo.
10. Kecamatan Suwawa Selatan, terdiri dari 8 desa yaitu Desa Bulontala, Libungo,
Molintogupo, Bonedaa, Bondawuna, Bulontala Timur, Pancuran dan Bonda Raya.
11. Kecamatan

Suwawa

Timur, terdiri

dari

desa

yaitu

Desa

Tulabolo,

Dumbayabulan, Tulabolo Timur, Tulabolo Barat, Poduwoma, Pangi, Tinemba,


Tilangobula dan Panggulo.
12. Kecamatan Suwawa Tengah, terdiri dari 6 desa yaitu Desa Lompotoo, Lombongo,
Duano, Tolomato, Alale dan Tapadaa.
13. Kecamatan Bone Pantai, terdiri dari 13 desa yaitu Desa Tolotio, Tamboo,
Bilungala, Tongo, Uabanga, Bilungala Utara, Tihu, Lembah Hijau, Tunas Jaya,
Ombulo Hijau, Batu Hijau, Kamiri dan Pelita Hijau.
14. Kecamatan Kabila Bone, terdiri dari 9 desa yaitu Desa Huangobotu, Molotabu,
Oluhuta, Botubarani, Biluango, Modelomo, Botutonuo, Olele dan Bintalahe.
15. Kecamatan Bone Raya, terdiri dari 9 desa yaitu Desa Inomata, Tombulilato,
Mootinelo, Mootayu, Mootawa, Pelita Jaya, Laut Biru, Alo dan Moopiya.
16. Kecamatan Bone, terdiri dari 14 desa yaitu Desa Monano, Sogitia, Taludaa,
Bilolantunga, Moodulio, Inogaluma, Tumbuh Mekar, Molamahu, Ilohuuwa,
Masiaga, Muara Bone, Waluhu, Cendana Putih dan Permata.
17. Kecamatan Bulawa, terdiri dari 9 desa yaitu Desa Kaidundu, Mamungaa,
Kaidundu Barat, Mopuya, Pinomontiga, Dunggilata, Mamungaa Timur, Bukit Hijau
dan Patoa.
18. Kecamatan Pinogu, terdiri dari 5 desa yaitu Desa Pinogu, Bangio, Dataran Hijau,
Pinogu Permai dan Tilonggibila.
Tabel 2.1
Luas Wilayah Kabupaten Bone Bolango
Dirinci per Kecamatan Tahun 2012
No
1
2
3
4
5
6
7

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge

Luas
2

Km
64,42
176,09
9,87
10,82
78,41
193,45
47,11

%
3,25
8,87
0,50
0,55
3,95
9,75
2,37

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
18
Pinogu
Kabupaten Bone Bolango

79,74
33,51
184,09
103,28
64,7
161,82
143,51
64,12
72,71
111,01
385,92
1984,58

BAB
II

4,02
1,69
9,28
5,20
3,26
8,15
7,23
3,23
3,66
5,59
19,45
100,00

Sumber: Diolah dari Kecamatan Dalam Angka Kab.Bone Bolango,Tahun 2012

Grafik 2.1
Persentase Luas Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.1 Peta Administrasi Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.2.2. Topografi
Kondisi topografi dan kemiringan lereng di Kabupaten Bone Bolango cukup
variatif dengan didominasi oleh kelas lereng datar dengan kemiringan lereng
15 - 25 %, disusul oleh kelas kemiringan lereng 25 - 40 % dan kelas-kelas lereng
lainnya seperti ditunjukkan pada Tabel 2.2 dan Peta Kelas Kemiringan Lereng.
Jadi, jika digunakan kriteria yang dikeluarkan di dalam Surat Keputusan Menteri
Pertanian No. 837/Kpts/Um/1980, yang menyaratkan bahwa lahan dengan
kemiringan lereng > 40 % harus menjadi kawasan lindung, maka 17.078,6 Ha
(9.09 %) dari lahan di Kabupaten Bone Bolango tidak boleh dibudidayakan dengan
kendalanya adalah bahaya erosi. Keadaan bentangan alam seperti tersebut di
atas sangat mempengaruhi karakteristik dasar Kabupaten Bone Bolango
khususnya pada kondisi fisik wilayah.
Secara umum kondisi topografi wilayah Kabupaten Bone Bolango
dikelompokkan kedalam tiga kelompok yaitu kondisi lahan dengan permukaan
dataran tinggi (bergunung) atau berada pada kemiringan lereng diatas 40% dan
bertekstur morfologi yang kasar. Persebaran lahan dengan ciri tersebut berada di
Kecamatan Suwawa, Bonepantai, Kabila Bone, Bone, Bone Raya, Botupingge dan
Tilongkabila.
Kondisi lahan dengan relief berbukit (bergelombang) dengan tekstur
morfologi sedang. Persebaran lahan hampir sebagian besar berada di setiap
kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Kondisi dengan relief permukaan rendah.
Persebaran lahan berada di Kecamatan Tapa, Suwawa dan Kabila. Luas wilayah
menurut kemiringan lereng dapat dilihat pada tabel 2.2. dan diagram berikut.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tabel 2.2
Luas Kecamatan Menurut Keadaan Tanah
di Kabupaten Bone Bolango
No

Kecamatan

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
18
Pinogu
Kabupaten Bone Bolango

Keadaan Tanah (Km2)


Dataran
Dataran
Pegunungan
Rendah
Tinggi
12,58
4,5
47,34
49,92
42,36
83,81
9,87
0
0
7,9
2,92
0
17,47
29,57
31,37
193,45
0
0
13,2
17,56
16,35
67,21
9,17
3,36
17,94
9,05
6,52
63,93
33,03
87,13
65,91
15,68
21,69
15,25
10,25
39,2
40,61
0
121,21
40,48
0
103,03
11,66
24,16
28,3
10,91
26,90
34,90
12,05
38,76
60,2
129,77
86,52
169,63
780,11
350,43
854,04

Jumlah
64,42
176,09
9,87
10,82
78,41
193,45
47,11
79,74
33,51
184,09
103,28
64,7
161,82
143,51
64,12
72,71
111,01
385,92
1.984,58

Sumber : Diolah dari Kecamatan Dalam Angka Kab. Bone Bolango, Tahun 2012
*Data Tidak Tersedia

Grafik 2.2
Persentase Luas Wilayah Kabupaten Bone Bolango
Berdasarkan Kondisi Lereng

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

BAB
II

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.2 Peta Topografi Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.3 Peta Kelas Lereng Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.2.3. Hidrologi
Kondisi hidrologi di Kabupaten Bone Bolango meliputi perairan darat dan
perairan laut. Perairan darat antara lain sungai dan danau yang dapat
dimanfaatkan untuk sumber air bersih, irigasi dan perikanan darat. Sedangkan
perairan laut dapat dimanfaatkan untuk sarana transportasi dan penangkapan
ikan laut.
Kabupaten Bone Bolango mempunyai dua Daerah Aliran Sungai (DAS)
besar, yaitu DAS Bone dan DAS Bolango. Kedua DAS ini bermuara pada satu
tempat yaitu Teluk Tomini/Teluk Gorontalo. Di samping itu juga ditemukan
banyak DAS-DAS kecil lainnya yang umumnya terdapat di hampir seluruh wilayah
pegunungan di pinggiran kawasan pantai. Tabel 2.3 memuat tentang DAS di
Kabupaten Bone Bolango.
Tabel 2.3
Nama-Nama Sungai Besar dan Kecil
Di Kabupaten Bone Bolango
Nama Sungai
Bone
Bolango
Tamboo
Inengo
Kiki
Molotabu
Aladi
Bututonuo
Oluhuta
Olele
Tolotio
Butalo
Bilungala
Tongokiki
Tongodaa
Uabanga
Tombulilato
Ombulo
Mamunga Daa
Mopuya Daa
Mopuya Kiki
Tapambudu
Monano
Topidaa
SogitaDaa
Sogita Kiki
Taludaa

Panjang
(Km)
90,00
40,00
3,50
10,25
5,00
5,50
5,00
7,25
3,75
4,00
6,25
11,50
15,00
6,50
2,75
7,75
20,00
3,50
7,00
5,00
3,50
3,25
9,50
3,50
6,50
5,50
18,00

Kecamatan yang Dilalui


Suwawa, Botupingge, Kabila
Tapa, Bulango, Tilongkabila
Kabila Bone
Kabila Bone
Kabila Bone
Kabila Bone
Kabila Bone
Kabila Bone
Kabila Bone
Bone Pantai
Bone Pantai
Bone Pantai
Bone Pantai
Bone Pantai
Bone Pantai
Bone Pantai, Bone Raya
Bone Raya
Bone Raya
Bone Raya
Bone Raya
Bone Raya
Bone Raya, Bone
Bone
Bone
Bone
Bone
Bone

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Sumber : Peta Rupa Bumi Indonesia, Tahun 1993

Gambar 2.4 Peta DAS Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.2.4. Klimatologi
Di daerah ini dikenal dua musim : musim kemarau dan musim penghujan.
Keadaan ini berkaitan erat dengan arus angin yang bertiup di wilayah Kabupaten
Bone Bolango. Pada bulan Oktober sampai April arus angin berasal dari
barat/barat laut yang banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan
musim penghujan. Sementara itu pada bulan Juni sampai September arus angin
berasal dari timur yang tidak mengandung uap air.
Curah hujan pada suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan
iklim dan pertemuan arus angin. Curah hujan di Kabupaten Bone Bolango ratarata 38 mm 378 mm dan keadaan angin pada dikisaran anatara 10 meter/detik
sampai 15 meter/detik. Suhu rata-rata bulanan di Kabupaten Bone Bolango
adalah sekitar 24,4o C sampai 28,0oC.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.5 Peta Curah Hujan Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.2.5. Rawan Gempa


Kawasan rawan bencana di Kabupaten Bone Bolango diantaranya adalah
kawasan rawan gempa. Kawasan rawan bencana gempa bumi di Kabupaten Bone
Bolango meliputi seluruh wilayah administrasi Kabupaten Bone Bolango dengan
skala lebih dari VII MMI.
Kawasan lindung geologi yaitu kawasan rawan gempa bumi terbagi atas 3
(tiga) klasifikasi, yaitu :

Stabil, meliputi Kecamatan Bone (4.018,91 ha) ; Bone Pantai (1.256,52 ha);
Bone Raya (487,24 ha); Botupingge (26,5 ha); Bulango Selatan (0,74 ha);
Bulango Timur (378,8 ha); Bulango Ulu (1.517,88 ha); Bulango Utara (817,78
ha); Bulawa (651,24 ha); Kabila Bone (224,53 ha); Suwawa (287,5 ha);
Suwawa Selatan (1.839,7 ha); Suwawa Tengah (790,53 ha); Suwawa Timur
(18.326,72 ha); Tapa (326,74 ha) dan Kecamatan Tilongkabila (943,27 ha).

Kurang Stabil, meliputi Kecamatan Bone (11.317,91 ha); Bone Pantai


(9.265,96 ha); Bone Raya (5.705,79 ha); Botupingge (1.571,2 ha); Bulango
Selatan (567,94 ha); Bulango Timur (804,17 ha); Bulango Ulu (24.228,77 ha);
Bulango Utara (9.956,37 ha); Bulawa (8.474,89 ha); Kabila (1.273,82 ha);
Kabila Bone (5.574,72 ha); Suwawa (5.462,67 ha); Suwawa Selatan (3.752,24
ha); Suwawa Tengah (1.552,3 ha); Suwawa Timur (64.196,25 ha); Tapa
(939,08 ha) dan Tilongkabila (3.805,09 ha).

Tidak Stabil, meliputi Kecamatan Bone Pantai (25,82 ha) dan Kabila Bone
(45,64 ha).

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.6 Peta Rawan Gempa Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.2.6. Rawan Bencana Alam/Banjir


Kawasan rawan banjir di Kabupaten Bone Bolango lebih banyak
dipengaruhi oleh faktor alam seperti kondisi fisik topografis, alur aliran air,
curah hujan yang tinggi, peresapan air yang rendah, pendangkalan dan
penyempitan alur sungai dan pendangkalan muara sungai. Sisi lain, peristiwa
banjir memberikan arahan tafsiran bahwa telah terjadi degradasi ekosistem up
land, sehingga ekosistem tersebut tidak mampu melakukan fungsi secara
maksimal. Daerah-daerah yang rawan banjir tersebar di beberapa kecamatan,
diantaranya adalah :
1. Sebagian Kecamatan Bulango Timur (Desa Bulotalangi, Bulotalangi Barat,

Bulotalangi Timur, Popodu dan Toluwaya);


2. Sebagian Kecamatan Bulango Utara (Desa Bandungan, Boidu, Kopi, Lomaya,

Sukadamai dan Tupa);


3. Sebagian Kecamatan Tapa (Desa Dunggala, Kramat, Langge, Talulobutu,

Talulobutu Selatan dan Talumopatu);


4. Sebagian Kecamatan Bulango Selatan (Desa Ayula Selatan, Ayula Tilango,

Ayula Timur, Ayula Utara, Huntu Selatan, Huntu Utara, Lamahu, Mekar Jaya,
Sejahtera dan Tinelo Ayula);
5. Sebagian Kecamatan suwawa (Desa Boludawa, Bube, Bube Baru, Bubeya,

Tinelo, Tingkohobu, Tingkohobu Timur dan Ulanta);


6. Sebagian Kecamatan Suwawa Selatan (Desa Bondawuna, Bondaraya, Bonedaa,

Bulontala, Bulontala Timur, Libungo, Molintogupo dan Pancuran);


7. Sebagian

Kecamatan

Suwawa

Timur

(Desa

Dumbayabulan,

Panggulo,

Poduwoma, Tilangobula, Tulabolo dan Tulabolo Timur);


8. Sebagian

Kecamatan Suwawa Tengah (Desa Alale, Duano, Lombongo,

Lompotoo, Tapadaa dan Tolomato);


9. Sebagian Kecamatan Kabila Bone (Desa Oluhuta);
10. Sebagian Kecamatan Bulawa (Desa Kaidundu Barat, Mamungaa Timur,

Pinomontiga dan Mamungaa);


11. Sebagian Kecamatan Bone Pantai (Desa Lembah Hijau, Tamboo dan Tolotio);
12. Sebagian Kecamatan Bone Raya (Desa Mootayu);

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

13. Sebagian Kecamatan Bone (Desa Bilolantunga, Cendana Putih, Inogaluma,

Masiaga, Molamahu, Monano, Muara Bone, Sogitia, Taludaa, Tumbuh Mekar


dan Waluhu);
14. Sebagian Kecamatan Botupingge (Desa Buata, Luwohu, Panggulo, Panggulo

Barat, Tanah Putih, Timbuolo, Timbuolo Tengah dan Timbuolo Timur);


15. Sebagian Kecamatan Kabila (Desa Dutohe, Dutohe Barat, Oluhuta, Oluhuta

Utara, Padengo, Pauwo, Poowo, Poowo Barat, Talango, Tanggilingo, Toto


Selatan dan Tumbihe); dan
16. Sebagian Kecamatan Tilongkabila (Desa Bongopini, Mootilango, Permata,

Tamboo dan Tunggulo Selatan).

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.7 Peta Rawan Banjir Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.3. Aspek Kependudukan Kabupaten Bone Bolango


2.3.1. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Secara umum, jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Bone Bolango
meningkat dari 129.025 jiwa di tahun 2007 menjadi 149.247 jiwa pada tahun 2011
dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata sebesar 3,71 % per tahun. Jika dirinci
menurut kecamatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir dari tahun 2007 sampai
tahun 2011, persebaran penduduk Kabupaten Bone Bolango terkonsentrasi di
Kecamatan Kabila dengan jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah 20.690 jiwa
atau sebesar 13,90 % dari total jumlah penduduk Kabupaten Bone Bolango. Salah
satu penyebab dari padatnya jumlah penduduk di Kecamatan Kabila antara lain
karena kecamatan ini merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota
Gorontalo, selain itu lahan di wilayah ini sebagian besar cocok untuk areal
permukiman, kecocokan untuk permukiman dipengaruhi oleh topografi yang cukup
datar.
Adapun jumlah penduduk terendah terdapat di Kecamatan Bulango Ulu yaitu
3.722 jiwa, atau hanya sekitar 2,5% dari total jumlah penduduk Kabupaten Bone
Bolango. Salah satu faktor penyebab rendahnya jumlah penduduk di kecamatan ini
adalah masih kurang bagusnya akses jalan menuju wilayah ini.
Tabel 2.4
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Per Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2007 s/d Tahun 2011

Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

2007
6.723
6.423
8.508
4.702
3.481
17.732
5.209
14.494
9.267
4.349
5.710
5.100
9.655
9.512
5.346
8.164
4.650

Jumlah
2008
6.900
6.263
8.631
5.366
2.955
18.318
5.389
14.726
9.999
4.466
5.582
4.999
8.889
9.400
4.767
8.306
5.069

Kabupaten Bone Bolango

129.025

130.025

No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Penduduk
2009
6.575
6.537
8.775
5.325
3.046
18.795
5.462
15.375
9.881
4.510
5.815
5.201
9.331
9.176
4.979
8.307
4.707

131.797

2010
6.871
6.933
9.711
4.995
3.612
21.004
5.598
16.569
10.688
4.796
6.578
5.716
9.776
9.755
5.876
8.674
4.763

2011
7.477
7.239
10.240
5.309
3.722
20.690
6.209
16.794
11.726
5.068
7.112
5.683
10.903
10.529
6.033
9.424
5.089

141.915

149.247

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

r=%
2,69
3,04
4,74
3,08
1,69
3,93
4,49
3,75
6,06
3,90
5,64
2,74
3,09
2,57
3,07
3,65
2,28
3,71

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Sumber: Data diolah dari Kabupaten Bone Bolango dan Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

Grafik 2.3
Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten Bone Bolango Tahun 2007 s/d Tahun 2011

2.3.2. Tingkat Kepadatan Penduduk dan Rumah Tangga


Kepadatan

penduduk

menggambarkan

tekanan

penduduk

terhadap

luas wilayah. Jumlah penduduk yang terus bertambah, sedangkan lahan yang
ada tetap, mengakibatkan kepadatan semakin bertambah tinggi. Kepadatan
penduduk dapat menjadi alat untuk mengukur kualitas dan daya tampung
lingkungan.
Secara makro kepadatan penduduk di Kabupaten Bone Bolango masih
rendah yakni sebesar 75 jiwa/Km 2. Tingkat kepadatan tertinggi terdapat di
Kecamatan Bulango Selatan sebesar 1.037 jiwa/Km2 hal ini dipengaruhi oleh
besarnya jumlah penduduk sedang luas wilayahnya kecil dan tingkat kepadatan
terendah terdapat di Kecamatan Suwawa Timur dengan tingkat kepadatan
sebesar 15 jiwa/Km2. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tabel 2.5
Tingkat Kepadatan Penduduk Per Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
Kabupaten Bone Bolango

Jumlah
Penduduk
(Jiwa)
7.477
7.239
10.240
5.309
3.722
20.690
6.209
16.794
11.726
5.068
7.112
5.683
10.903
10.529
6.033
9.424
5.089
149.247

Jumlah
KK
1.779
1.979
2.670
1.290
876
5.786
1.627
4.416
3.104
1.351
1.851
1.533
2.146
2.429
1.263
2.488
1.321
37.909

Luas Wilayah
(Km2)
64,42
176,09
9,87
10,82
78,41
193,45
47,11
79,74
33,51
184,09
489,2
64,7
161,82
143,51
64,12
72,71
111,01
1.984,58

Kepadatan
Penduduk
(Jiwa/Km2)
116
41
1.037
491
47
107
132
211
350
28
15
88
67
73
94
130
46
75

Sumber: Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

Grafik 2.4
Tingkat Kepadatan Penduduk di Kabupaten Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

BAB
II

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Jumlah rumah tangga di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2011 adalah
37.909 rumah tangga. Ini berarti bahwa tingkat kepadatan rumah tangga masih
rendah, ini nampak dari jumlah jiwa disetiap rumah banyaknya penduduk yang
menempati satu rumah tangga rata-rata sebanyak 4 orang. Rata- rata anggota
rumah tangga disetiap kecamatan berkisar antara 4 - 5 orang. Berikut tabel yang
menjelaskan rata-rata anggota rumah tangga menurut kecamatan di Kabupaten
Bone Bolango.
Tabel 2.6
Tingkat Kepadatan Penduduk Per Rumah Tangga
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

Jumlah Penduduk
(Jiwa)

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
Kabupaten Bone Bolango

Jumlah Rumah Kepadatan Penduduk


Tangga (KK)
/RT (Jiwa/KK)

7.477
7.239
10.240
5.309
3.722
20.690
6.209
16.794
11.726
5.068
7.112
5.683
10.903
10.529
6.033
9.424
5.089
149.247

1.779
1.979
2.670
1.290
876
5.786
1.627
4.416
3.104
1.351
1.851
1.533
2.146
2.429
1.263
2.488
1.321
37.909

4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
5
4
5
4
4
4

Sumber: Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

2.3.3. Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur


Penggambaran

penduduk

menurut

struktur

umur

berguna

untuk

mengetahui jumlah penduduk produktif dan penduduk non produktif, hal ini akan
berpengaruh pada angkatan kerja disuatu wilayah serta tingkat ketergantungan
penduduk non produktif pada penduduk produktif. Selain itu, penggambaran
penduduk menurut struktur umur juga diperlukan untuk perhitungan penyediaan
fasilitas sosial dan ekonomi.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Dilihat dari struktur umur penduduk, suatu wilayah dapat dikategorikan


kedalam 3 klasifikasi, yaitu :
1. Penduduk tua (old population), jika penduduk yang berumur antara 0-14 tahun <
30% dan penduduk yang berumur +65 tahun > 10%
2. Penduduk muda (young population), jika penduduk yang berumur antara 0-14
tahun > 40% dan penduduk yang berumur +65 < 5 %
3. Penduduk produktif (productive population), jika penduduk yang berumur antara
0-14 tahun berkisar 30% sampai 40% dan penduduk yang berumur +65 tahun
berkisar antara 5% sampai 10%.
Tabel 2.7
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Per Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa
Jumlah

Jumlah Penduduk Berdasarkan


Kelompok Usia (Jiwa)
15< 55
< 5 thn
5 < 15 thn
>55 thn
thn

Jumlah

695
664
*
520
391
2.426
626
1.580
1.391
594
781
377
1.338
956
651
1.013
624
14.627

7.477
7.239
10.240
5.309
3.722
20.690
6.209
16.794
11.726
5.068
7.112
5.683
10.903
10.529
6.033
9.424
5.089
149.247

1.554
1.350
*
977
895
4.415
1.129
3.413
2.583
1.082
1.555
899
2.393
2.005
1.400
2.141
1.161
28.952

4.357
4.390
*
3.210
2.134
12.216
3.817
10.176
6.646
2.992
3.748
4.104
6.149
6.399
3.580
4.882
2.877
81.677

871
835
*
602
302
1.633
637
1.625
1.106
400
1.028
303
1.023
1.169
402
1.388
427
13.751

Sumber : Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012


* data tidak tersedia

Dari data penduduk yang ada, struktur penduduk Kabupaten Bone Bolango
menurut kelompok umur memperlihatkan struktur umur produktif. Pada tahun
2010 jumlah penduduk usia produktif relatif lebih banyak dibanding kelompok
usia lainnya. Dan diperkirakan laju pertumbuhan tingkat angkatan kerja akan
tumbuh pesat dimana sebagai daerah yang berkembang tentu lapangan kerja

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

semakin besar dan akan berdampak langsung terhadap kebutuhan jumlah tenaga
kerja yang besar pula.
2.3.4. Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Rasio Jenis Kelamin (Sex
Ratio)
Dari data menunjukkan bahwa struktur penduduk menurut jenis kelamin,
terlihat bahwa jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Bone Bolango pada tahun
2011 yang berjumlah 74.664 jiwa, sedikit lebih banyak dari pada penduduk
perempuan yang berjumlah 74.583 jiwa.
Rasio jenis kelamin (sex ratio) adalah angka perbandingan antar jenis
kelamin penduduk dimana di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2011 sex ratio
sebesar 100,11. Untuk beberapa kecamatan angka sex rationya mencapai lebih
dari 100 persen yang berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada
jumlah penduduk perempuan.
Lebih jelasnya struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin dan sex ratio
dapat dilihat dalam uraian tabel berikut.
Tabel 2.8
Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Sex Ratio
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
Kabupaten Bone Bolango

Jumlah Penduduk (Jiwa)


Laki-laki
3.708
3.602
5.065
2.638
1.932
10.061
3.141
8.328
5.834
2.592
3.659
2.891
5.572
5.267
2987

Perempuan
3.769
3.637
5.175
2.671
1.790
10.629
3.068
8.466
5.892
2.476
3.453
2.792
5.331
5.262
3046

Rasio Jenis
Kelamin
(Sex Ratio)
98,38
99,04
97,87
98,76
107,93
94,66
102,38
98,37
99,02
104,68
105,97
103,55
104,52
100,10
98,06

4.763

4.661

102,19

2.624
74.664

2.465
74.583

106,45
100,11

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Sumber : Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

2.3.5. Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan


Penduduk Kabupaten Bone Bolango ditinjau dari tingkat pendidikan
menunjukkan persentase yang rendah. Data menunjukkan 32% penduduk
Kabupaten Bone Bolango adalah lulusan Sekolah Dasar, 19% lulusan SMP, SMU 20%
dan sisanya Perguruan Tinggi 4%, sedangkan yang tidak sekolah dan tidak tamat
SD yaitu 11%. Lihat tabel di bawah ini.
Tabel 2.9
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
Kabupaten Bone Bolango

Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan (jiwa)


Tidak
Sekolah

Tidak
Tamat SD

SD

SMP

SMU

Perguruan
Tinggi

Jumlah

1.107
547
188
359
402
160
211
321
23
270
460
15
848
699
274
450
435
6.769

200
1.561
1.556
531
1.124
1.789
490
1.513
1.097
1.072
1.518
853
1.412
1.001
763
1.182
875
18.537

1.390
1.666
2.187
1.230
508
4.340
1.575
3.224
2.602
1.420
1.768
1.221
1.619
3.412
1.045
2.147
1.222
32.576

979
1.099
1.082
598
206
3.328
762
1.109
2.714
891
1.165
1.035
1.895
836
485
1.058
358
19.600

1.263
878
1.639
817
197
3.920
998
1.505
2.211
301
1.199
994
1.785
749
348
654
358
19.816

279
107
415
277
2
317
261
510
588
101
68
289
100
88
10
87
56
3.555

5.218
5.858
7.067
3.812
2.439
13.854
4.297
8.182
9.235
4.055
6.178
4.407
7.659
6.785
2.925
5.757
3.304
101.032

Sumber: Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Grafik 2.5
Persentase Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

2.3.6. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian


Untuk jenis pekerjaan, mata pencaharian penduduk yang paling banyak
menyerap tenaga kerja adalah disektor pertanian, dimana jumlah penduduk
Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2009 yang bekerja pada sektor ini adalah
sebanyak 21.095 jiwa atau sebesar 38,7% dan sektor yang terkecil adalah
penduduk yang bekerja di sektor listrik, gas dan air sebanyak 47 jiwa atau
sebesar 0,09% dari total jumlah penduduk Kabupaten Bone Bolango. Untuk lebih
jelasnya, jumlah penduduk berdasarkan jenis pekerjaan dapat di lihat pada
tabel di bawah ini.
Tabel 2.10
Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone

Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian (Jiwa)


Pertanian

974
1.001
1363
980
685
2.147
370
1.835
1.933
1.030
1.376
525
1.093
2.147
2.737
1.442

Pertambangan/ Listrik/
Konstruksi
Galian
Air

16
20
37
10
27
388
49
67
249
118
278
567
158
388
18
148

5
11
1
3
5
2
147
14
12
2
5
9
4

13
97
461
83
3
415
37
115
2
74
91
3
278
62

Perdagangan

Angkutan

160
176
167
122
85
156
127
157
376
37
155
330
261
156
590
101

149
80
236
110
47
34
176
267
256
7
14
12
83
34
453
62

Keuanga

5
2
5
7
3
28
2
4
6
3
-

TNI/
POLRI

13
33
40
14
9
26
20
50
11
5
43
19
9
34
3

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

PNS

403
132
394
261
117
246
467
649
64
58
194
232
117
926
91

P. Swasta

Jasa
Lainnya

82
54
214
51
9
60
87
210
32
20
82
3
60
234
229

114
91
637
78
14
106
101
162
75
171
106
83
106
217
168

II - 1

Jumlah
1.934
1.697
3.555
1.719
867
3.025
1.411
3.188
4.042
1.374
2.081
1.949
2.031
3.025
5.499
2.310

D RA F T L A P O RA N A K H I R

17

Bulawa
1.047
168
22.685
2.706
Jumlah
Sumber: Kecamatan Dalam Angka, Tahun 2012

37

36

220

1.743

3.193

2.029

65

335

4.387

BAB
II
8
1.435

2.229

Grafik 2.6
Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

2.4. Aspek Sosial dan Budaya Masyarakat


Kondisi sosial dan budaya masyarakat yang berkembang di Kabupaten
Bone Bolango dipengaruhi oleh adat istiadat yang hidup dikalangan masyarakat.
Adat istiadat yang sangat berpengaruh terhadap budaya masyarakat Provinsi
Gorontalo pada umumnya dan Kabupaten Bone Bolango pada khususnya dapat
digambarkan sebagai berikut :
Acara peradatan dalam kegiatan perkawinan
Acara peradatan dalam kegiatan khitanan
Kondisi sosial dan budaya masyarakat Kabupaten Bone Bolango
dipengaruhi oleh kehidupan keagamaan yang berkembang dalam masyakatat
dimana sekitar 99,87 % penduduk Kabupaten Bone Bolango memeluk agama
Islam dan sisanya sebesar 0,12 % beragama Protestan, sedang yang memeluk
agama Katolik sebesar 0,008 % serta 0,003 % beragama Hindu. Berikut
gambaran keadaan keagamaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

1.320
41.027

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tabel 2.11
Persentase Penduduk Menurut Agama Yang Dianut Berdasarkan Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No

Kecamatan

1
Tapa
2
Bulango Utara
3
Bulango Selatan
4
Bulango Timur
5
Bulango Ulu
6
Kabila
7
Batupingge
8
Tilongkabila
9
Suwawa
10
Suwawa Selatan
11
Suwawa Timur
12
Suwawa Tengah
13
Bone Pantai
14
Kabila Bone
15
Bone Raya
16
Bone
17
Bulawa
Kabupaten Bone Bolango

Islam
100
100
99,87
100
100
99,67
100
99,94
99,23
100
100
99,82
100
100
100
100
100
99,87

Persentase Penduduk Menurut Agama (%)


Protestan
Katolik
Hindu
0
0
0
0
0
0
0,13
0
0
0
0
0
0
0
0
0,32
0
0,01
0
0
0
0,04
0
0,02
0,67
0,09
0
0
0
0
0
0
0
0,18
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0,12
0,008
0,003

Budha
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Sumber: Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

2.5. Aspek Perekonomian


2.5.1. PDRB, Sektor Ekonomi Unggulan dan Perekonomian Kabupaten
Pada hakekatnya pembangunan ekonomi adalah serangkaian usaha dan
kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,
memperluas lapangan kerja, memeratakan pembagian pendapatan masyarakat,
meningkatkan hubungan ekonomi regional dan mengusahakan pergeseran kegiatan
ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier. Dengan perkataan lain
arah dari pembangunan ekonomi adalah mengusahakan agar pendapatan masyarakat
naik secara mantap dengan tingkat pemerataan yang sebaik mungkin.
Salah satu instrumen yang umum dipakai untuk mengetahui produktifitas dan
konstribusi sektor ekonomi terhadap perekonomian daerah adalah Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB) yang merupakan jumlah nilai tambah bruto (gross value
added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian disuatu wilayah daerah.
Beberapa manfaat dari data PDRB antara lain sebagai berikut :

1. Untuk mengukur tingkat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi daerah.


2. Untuk mengetahui struktur perekonomian daerah.
3. Sebagai indikator tingkat kemakmuran.
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

4. Produktifitas per sektor.


Laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah/daerah dapat dilihat dari income
riil perkapitan dan laju perkembangan PDRB dari tahun ke tahun. Didalam
perhitungan nilai PDRB dapat dilihat kontribusi atau sumbangan tiap-tiap sektor
ekonomi yang ada di daerah.
Dengan mengetahui tingkat pertumbuhan sektor ekonomi di Kabupaten Bone
Bolango maka hal ini akan membantu dalam upaya mengenali kekayaan dan
potensi yang dimiliki untuk menunjang kemajuan pembangunan secara umum
maupun secara sektoral.
Situasi Perekonomian Kabupaten Bone Bolango tahun 2011 terlihat semakin
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 nilai PDRB Kabupaten
Bone Bolango atas dasar harga berlaku sebesar 1.019 milyar rupiah mengalami
kenaikan dari 916,11 milyar rupiah pada tahun 2010. Atas dasar harga konstan PDRB
Kabupaten Bone Bolango juga menunjukkan peningkatan. PDRB atas dasar harga
konstan tahun 2000 sebesar 299,91 milyar rupiah pada 2011 naik dari 280,07 milyar
rupiah pada 2010.
Tabel 2.12
Perkembangan PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku) Menurut Lapangan Usaha
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2006 2011 (Dalam Juta Rupiah)
No

Sektor

2006

2007

Tahun
2008
2009

2010

2011*

Pertanian, Peternakan,
221.732 253.122 290.984 326.890 356.620
403.420
Kehutanan & Perikanan
2
Pertambangan & Penggalian
3.045
3.300
3.983
4.897
5.941
6.815
3
Industri Pengolahan
77.794
86.176
95.055 106.583 113.618
120.748
4
Listrik, Gas & Air Bersih
2.154
2.751
2.773
2.872
2.922
3.268
5
Bangunan
28.594
30.283
34.404
39.831
43.767
50.635
6
Perdagangan, Hotel &
69.026
72.982
96.460 104.333 107.661
114.223
Restoran
7
Pengangkutan & Komunikasi
20.956
26.847
29.427
32.501
36.221
38.733
8
Keuangan, Persewaan & Jasa
48.632
63.285
76.485
89.223 102.779
113.067
Perusahaan
9
Jasa-Jasa
63.891
72.523
87.817 124.375 146.583
168.603
PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku)
535.822 611.269 717.387 831.504 916.111 1.019.512
Sumber : BPS Kabupaten Bone Bolango,Tahun 2012
Catatan : * Angka Sementara

Dari distribusi persentase menurut harga berlaku terlihat bahwa sektor


pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi perekonomian
Kabupaten Bone Bolango. Pada tahun 2011 sektor pertanian, peternakan, kehutanan
dan perikanan memiliki nilai kontribusi sebesar 39,57%. Sektor lain yang cukup besar

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

pengaruhnya adalah sektor jasa-jasa, memiliki nilai kontribusi sebesar 16,54%.


Sedangkan sektor yang paling kecil kontribusinya adalah sektor listrik, gas, dan air
bersih yang hanya sebesar 0,32%
Tabel 2.13
Distribusi Persentase PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku) Menurut Lapangan Usaha
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2006 2011 (Dalam Persen)
No
1

Sektor

Pertanian, Peternakan, Kehutanan


& Perikanan
2
Pertambangan & Penggalian
3
Industri Pengolahan
4
Listrik, Gas & Air Bersih
5
Bangunan
6
Perdagangan, Hotel & Restoran
7
Pengangkutan & Komunikasi
8
Keuangan, Persewaan & Jasa
Perusahaan
9
Jasa-Jasa
PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku)

Tahun
2006

2007

2008

2009

2010

2011*

41,38

41,41

40,56

39,47

38,93

39,57

0,57
14,52
0,40
5,34
12,88
3,91

0,54
14,10
0,45
4,95
11,94
4,39

0,56
13,25
0,39
4,80
13,45
4,10

0,59
12,87
0,35
4,81
12,19
3,92

0,65
12,40
0,32
4,78
11,75
3,95

0,67
11,84
0,32
4,97
11,20
3,80

9,08

10,35

10,66

10,77

11,22

11,09

11,92
535.822

11,86
611.269

12,24
717.387

15,02
831.504

16,00
916.111

16,54
1.019.512

Sumber : BPS Kabupaten Bone Bolango,Tahun 2012


Catatan : * Angka Sementara

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Selama tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone Bolango


tercatat sebesar 6,89 % lebih cepat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2011
pertumbuhan tercepat terjadi pada sektor konstruksi yaitu sebesar 13,31 persen.
Kemudian sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan yaitu sebesar 8,80
persen. Pertumbuhan terkecil terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian
yaitu sebesar 2,72 persen
Tabel 2.14
Laju Pertumbuhan PDRB (Atas Dasar Harga Konstan) Menurut Lapangan Usaha
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2009 2011 (Dalam Persen)
Tahun
No
Sektor
2009 2010 2011*
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 7,14


Pertambangan & Penggalian
2,03
Industri Pengolahan
3,62
Listrik, Gas & Air Bersih
1,53
Bangunan
4,61
Perdagangan, Hotel & Restoran
2,63
Pengangkutan & Komunikasi
3,56
Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan
13,41
Jasa-Jasa
7,49
PDRB
6,49

8,43
9,21
4,36
0,56
4,84
3,44
3,34
10,90
5,70
6,66

6,85
2,72
4,68
7,03
13,31
5,67
3,42
8,80
6,65
6,89

Sumber : BPS Kabupaten Bone Bolango,Tahun 2012


Catatan : * Angka Sementara

Grafik 2.7
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (Dalam Persen)

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.5.2. Tenaga Kerja Menurut Sektor


Dari jumlah pekerja di Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 44.406
jiwa, paling banyak bekerja disektor pertanian 51,09 % (22.685 jiwa) disusul
sektor Jasa (TNI/POLRI/PNS/P. Swasta) sejumlah 13,87 % sedangkan sektor
keuangan dan listrik dan air yang terendah. Rincian selengkapnya tenaga kerja
per-sektor dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.15
Jumlah Tenaga Kerja Menurut Sektor
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Sektor
Pertanian
Pertambangan
Industri
Listrik, Gas dan Air
Konstruksi
Perdagangan
Transportasi dan Komunikasi
Keuangan
TNI/POLRI/PNS/P. Swasta
Jasa lainnya
Total

Tenaga Kerja
Orang
%
22.685
51,09
2.706
6,09
3.379
7,61
220
0,50
1.743
3,93
3.193
7,19
2.029
4,57
65
0,15
6.157
13,87
2.229
5,02
44.406
100,00

Sumber : BPS Kabupaten Bone Bolango,Tahun 2012

Grafik 2.8
Persentase Tenaga Kerja Menurut Sektor
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.6. Aspek Pelayanan Fasilitas dan Prasarana


2.6.1.Pendidikan
Berdasarkan UU Nomor 2, Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
pendidikan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan salah satu
tujuannya adalah meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan penduduk secara
maksimal. Dengan demikian, penduduk baik sebagai perorangan maupun sebagai
kelompok masyarakat merupakan sasaran kegiatan pembangunan pendidikan.
Oleh karena itu, aspek-aspek kependudukan, dinamika penduduk dan masalah
yang ditemui dalam masyarakat akan sangat mempengaruhi sistem pendidikan.
Dengan

demikian,

aspek

kependudukan

perlu

dipertimbangkan

dalam

pengembangan pendidikan.
Kemajuan pendidikan di Kabupaten Bone Bolango cukup menggembirakan.
Pelaksanaan program pembangunan pendidikan di daerah ini telah menyebabkan
makin berkembangnya suasana belajar mengajar diberbagai jenis dan jenjang
pendidikan. Dengan dilaksanakan program pembangunan, pelayanan pendidikan
telah dapat menjangkau daerah terpencil, daerah dengan penduduk miskin, dan

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

daerah dengan tingkat kepadatan penduduk rendah, program pembangunan ini


dijabarkan dengan dibangunnya sekolah di daerah-daerah tersebut.
A. Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudatul Athfal / Bustanul Athfal (RA/BA)
Berdasarkan data tahun 2011, jumlah TK di Kabupaten Bone Bolango sebanyak
121 unit dan Raudatul Athfal / Bustanul Athfal (RA/BA) sebanyak 4 unit. Jumlah
murid TK sebanyak 3.453 orang sedang RA/BA jumlah muridnya sebanyak 107
orang.
Sedang jumlah tenaga pengajar (guru) di Taman Kanak-kanak sebanyak 351
orang dan di RA/BA sebanyak 10 orang. Guna menunjang proses belajar
mengajar agar berlangsung dengan baik maka rasio murid dan guru harus
seimbang. Besaran rasio murid guru TK di Kabupaten Bone Bolango sebesar 10,
sedang di tingkat RA/BA sebesar 11. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel
dibawah.
Tabel 2.16
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Taman Kanak-Kanak (TK)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

9
7
7
0
4
14
4
12
12
6
5
5
11
8
3
9
5

Lakilaki
144
66
107
49
85
205
67
193
126
63
34
54
151
100
29
144
83

Murid
Perem
puan
133
105
146
48
64
231
58
175
119
59
44
43
174
79
46
143
86

121

1.700

1.753

Sekolah

277
171
253
97
149
436
125
368
245
122
78
97
325
179
75
287
169

Lakilaki
5
0
0
1
1
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0

Guru
Perem
puan
38
32
12
16
14
49
11
36
30
8
7
13
31
7
6
21
12

3.453

343

Jumlah

Jumlah

Rasio
Murid Guru

43
32
12
17
15
49
11
36
30
9
7
13
31
7
6
21
12

6
5
21
6
10
9
11
10
8
14
11
7
10
26
13
14
14

351

10

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

Tabel 2.17
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Raudatul Athfal/Bustanul Athfal
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
1
0
1
0

Lakilaki
0
0
0
15
0
14
0
0
0
0
0
0
0
2
0
30
0

Murid
Perem
puan
0
0
0
18
0
10
0
0
0
0
0
0
0
11
0
7
0

61

46

Sekolah

0
0
0
33
0
24
0
0
0
0
0
0
0
13
0
37
0

Lakilaki
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Guru
Perem
puan
0
0
0
4
0
3
0
0
0
0
0
0
0
1
0
2
0

107

10

Jumlah

BAB
II

Jumlah

Rasio
Murid Guru

0
0
0
4
0
3
0
0
0
0
0
0
0
1
0
2
0

0
0
0
8
0
8
0
0
0
0
0
0
0
13
0
19
0

10

11

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

B. Sekolah Dasar (SD) / Sederajat

Berdasarkan data tahun 2011, jumlah SD di Kabupaten Bone Bolango sebanyak


129 unit dan Madrasyah Ibtidaiyah sebanyak 7 unit. Jumlah murid SD
sebanyak 18.579 orang sedang Madrasyah Ibtidaiyah jumlah muridnya
sebanyak 494 orang.
Sedang jumlah tenaga pengajar (guru) di Sekolah Dasar sebanyak 1.233 orang
dan di Madrasyah Ibtidaiyah sebanyak 66 orang. Hal ini menunjukkan bahwa
besaran rasio murid guru SD di Kabupaten Bone Bolango sebesar 15, sedang di
tingkat Madrasyah Ibtidaiyah sebesar 7. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam
tabel dibawah.
Tabel 2.18
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Dasar (SD)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa

Sekolah
8
8
7
4
6
15
4
9
8

Lakilaki
493
537
568
267
313
1.429
321
919
454

Murid
Perem
puan
441
431
489
230
312
1.340
287
839
485

Jumlah
934
968
1.057
497
625
2.769
608
1.758
939

Lakilaki
16
22
7
10
22
29
9
18
11

Guru
Perem
Jumlah
puan
65
81
63
85
60
67
30
40
33
55
157
186
36
45
88
106
65
76

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

Rasio
Murid Guru
12
11
16
12
11
15
14
17
12

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

10
11
12
13
14
15
16
17

Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

5
6
6
13
11
5
9
5
129

369
579
403
851
719
414
675
363
9.674

340
477
340
787
695
402
668
342
8.905

709
1.056
743
1.638
1.414
816
1.343
705
18.57
9

16
15
12
40
14
11
18
10
280

30
43
33
91
32
35
60
32
953

46
58
45
131
46
46
78
42
1.23
3

BAB
II
15
18
17
13
31
18
17
17
15

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Tabel 2.19
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
0
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
0
1
1
0
1
1
7

Lakilaki
0
0
0
48
0
45
0
*)
0
0
0
0
45
*)
0
64
45
247

Murid
Perem
puan
0
0
0
53
0
49
0
*)
0
0
0
0
38
*)
0
57
50
247

Jumlah
0
0
0
101
0
94
0
*)
0
0
0
0
83
*)
0
121
95
494

Guru
Laki- Perem
Jumlah
laki
puan
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3
10
13
0
0
0
1
14
15
0
0
0
1
6
7
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
5
3
8
0
2
2
0
0
0
3
8
11
9
1
10
22
44
66

Rasio
Murid Guru
0
0
0
8
0
6
0
0
0
0
0
0
10
0
0
11
10
7

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012


*) data tidak tersedia

C. Sekolah Menengah Pertama (SMP) / Sederajat


Berdasarkan data tahun 2011, jumlah SMP di Kabupaten Bone Bolango
sebanyak 31 unit dan Madrasyah Tsanawiyah sebanyak 7 unit. Jumlah murid
SMP sebanyak 5.190 orang sedang Madrasyah Tsanawiyah jumlah muridnya
sebanyak 519 orang.
Sedang jumlah tenaga pengajar (guru) di Sekolah Menengah Pertama sebanyak
505 orang dan di Madrasyah Tsanawiyah sebanyak 103 orang. Hal ini
menunjukkan bahwa besaran rasio murid guru SMP di Kabupaten Bone Bolango
sebesar 10, sedang di tingkat Madrasyah Tsanawiyah sebesar 5. Lebih jelasnya
dapat dilihat dalam tabel dibawah.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tabel 2.20
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

D.
No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
0
3
0
2
3
1
1
2
3
2
3
0
3
3
1
3
1
31

Lakilaki
0
150
0
313
58
327
46
214
406
68
151
0
223
127
138
126
94
2.441

Murid
Perem
puan
0
149
0
332
83
429
51
224
455
62
150
0
244
151
158
152
109
2.749

Jumlah
0
299
0
645
141
756
97
438
861
130
301
0
467
278
296
278
203
5.190

Guru
Laki- Perem
Jumlah
laki
puan
0
0
0
11
31
42
0
0
0
12
53
65
5
16
21
10
40
50
6
22
28
8
38
46
25
67
92
10
9
19
19
23
42
0
0
0
11
23
34
8
17
25
3
6
9
8
13
21
2
9
11
138
367
505

Rasio
Murid Guru
0
7
0
10
7
15
3
10
9
7
7
0
14
11
33
13
18
10

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

Tabel 2.21
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah (MTs)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011

E.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
1
0
0
1
0
0
1
2
0
0
0
0
1
0
1
0
0
7

Lakilaki
83
0
0
12
0
0
19
118
0
0
0
0
*)
0
39
0
0
271

Murid
Perem
puan
83
0
0
10
0
0
11
95
0
0
0
0
*)
0
49
0
0
248

Jumlah
166
0
0
22
0
0
30
213
0
0
0
0
*)
0
88
0
0
519

Lakilaki
12
0
0
5
0
0
3
13
0
0
0
0
*)
0
5
0
0
38

Guru
Perem
Jumlah
puan
18
30
0
0
0
0
8
13
0
0
0
0
8
11
24
37
0
0
0
0
0
0
0
0
*)
*)
0
0
7
12
0
0
0
0
65
103

Rasio
Murid Guru
6
0
0
2
0
0
3
6
0
0
0
0
*)
0
7
0
0
5

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012


*) data tidak tersedia

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

BAB
II

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

F. Sekolah Menengah Umum (SMU) / Sederajat


Berdasarkan data tahun 2011, jumlah SMU di Kabupaten Bone Bolango
sebanyak 6 unit dan SMK sebanyak 5 unit sedang Madrasah Aliyah sebanyak 5
unit. Jumlah murid SMU sebanyak 2.083 orang dan SMK sebanyak 1.517 orang
sedang Madrasah Aliyah jumlah muridnya sebanyak 562 orang.
Sedang jumlah tenaga pengajar (guru) di Sekolah Menengah Umum sebanyak
153 orang dan SMK sebanyak 154 orang sedang di Madrasah Aliyah sebanyak
154 orang. Hal ini menunjukkan bahwa besaran rasio murid guru SMU di
Kabupaten Bone Bolango sebesar 14 dan SMK sebesar 10 sedang di tingkat
Madrasyah Aliyah sebesar 5. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel
dibawah.
Tabel 2.22
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Umum (SMU)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
A.

No

Kecamatan

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
0
0
0
1
0
1
0
0
2
0
1
0
0
0
0
1
0
6

Lakilaki
0
0
0
151
0
370
0
0
241
0
61
0
0
0
0
81
0
904

Murid
Perem
puan
0
0
0
227
0
482
0
0
320
0
67
0
0
0
0
83
0
1.179

Jumlah
0
0
0
378
0
852
0
0
561
0
128
0
0
0
0
164
0
2.083

Guru
Laki- Perem
Jumlah
laki
puan
0
0
0
0
0
0
0
0
0
11
28
39
0
0
0
19
36
55
0
0
0
0
0
0
23
23
46
0
0
0
7
6
13
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
*)
*)
*)
0
0
0
60
93
153

Rasio
Murid Guru
0
0
0
10
0
15
0
0
12
0
10
0
0
0
0
*)
0
14

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012


*) data tidak tersedia

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Tabel 2.23
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
B.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
0
1
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
1
0
1
0
0
5

Lakilaki
0
173
0
0
0
0
170
0
269
0
0
0
88
0
48
0
0
748

Murid
Perem
puan
0
224
0
0
0
0
162
0
243
0
0
0
93
0
47
0
0
769

Jumlah
0
397
0
0
0
0
332
0
512
0
0
0
181
0
95
0
0
1.517

Guru
Laki- Perem
Jumlah
laki
puan
0
0
0
14
19
33
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
21
22
43
0
0
0
19
30
49
0
0
0
0
0
0
0
0
0
5
12
17
0
0
0
6
6
12
0
0
0
0
0
0
65
89
154

Rasio
Murid Guru
0
12
0
0
0
0
8
0
10
0
0
0
11
0
8
0
0
10

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

Tabel 2.24
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Aliyah (MA)
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
A.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Sekolah
1
0
0
0
0
1
1
1
0
0
0
0
0
1
0
0
0
5

Lakilaki
23
0
0
0
0
24
14
163
0
0
0
0
0
42
0
0
0
266

Murid
Perem
puan
25
0
0
0
0
43
20
168
0
0
0
0
0
40
0
0
0
296

Jumlah
48
0
0
0
0
67
34
331
0
0
0
0
0
82
0
0
0
562

Guru
Laki- Perem
Jumlah
laki
puan
17
14
31
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
7
11
18
5
8
13
21
17
38
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
2
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
52
52
104

Rasio
Murid Guru
2
0
0
0
0
4
3
9
0
0
0
0
0
21
0
0
0
5

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

2.6.2.Kesehatan
A. Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan yang terdapat di Kabupaten Bone Bolango diantaranya
adalah: Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu, Posyandu, Polindes/Poskesdes dan
apotik. Berdasarkan data tahun 2011 jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Bone
Bolango adalah 2 unit, sedangkan Puskesmas sebanyak 20 unit dan Pustu
berjumlah 33 unit. Untuk fasilitas Rumah Sakit, Rumah Sakit Umum Daerah
Toto dengan berbagai fasilitas pelayanan yang tersedia telah memenuhi
persyaratan minimal sebagai Rumah Sakit Tipe C. Fasilitas yang tersedia
antara lain : fasilitas rawat jalan, fasilitas rawat inap, pelayanan spesialistik,
fasilitas pelayanan penunjang,

pelayanan

non

medik

dan

penunjang

lainnya. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut :


Tabel 2.25
Banyaknya Fasilitas Kesehatan Menurut Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
A.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Rumah
Sakit
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
1
0
0
2

Puskesmas

Pustu

Posyandu

1
1
1
1
1
1
1
2
2
1
2
1
1
1
1
1
1
20

1
3
3
0
2
1
2
4
0
2
3
1
1
3
1
3
3
33

7
11
10
5
7
32
12
16
11
9
16
6
24
12
12
18
10
218

Polindes/
Poskesdes
3
2
3
0
1
0
2
5
0
1
2
0
3
3
2
0
0
27

Apotik
0
0
0
0
0
1
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

B. Tenaga Kesehatan
Demi terlaksananya pelayanan kesehatan yang baik terhadap masyarakat
maka perlu ditunjang dengan keberadaan tenaga kesehatan yang memadai.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tenaga kesehatan di Kabupaten Bone Bolango terdiri dari : Dokter, perawat,


bidan dan dukun beranak. Guna melayani kebutuhan masyarakat untuk
peningkatan kualitas kesehatan maka pemerintah Kabupaten Bone Bolango
terus meningkatkan pelayanannya dengan berusaha untuk memberikan
pelayanan sampai ke desa-desa yang terpencil. Lebih jelasnya jumlah tenaga
kesehatan yang ada dapat dilihat dalam tabel berikut :
Tabel 2.26
Banyaknya Tenaga Kesehatan Menurut Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
A.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Dokter

Perawat

Bidan

1
1
0
1
2
0
1
2
1
2
1
1
2
2
4
2
4
27

4
4
6
2
4
4
6
9
5
2
4
4
4
5
2
2
4
71

2
5
8
4
1
5
3
12
6
8
8
3
9
9
7
8
6
104

Dukun
Beranak
8
0
6
4
0
11
7
0
0
13
2
0
13
18
14
0
15
111

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

2.6.3.Peribadatan
Jenis dan jumlah fasilitas peribadatan yang ada dalam suatu wilayah
ditentukan oleh banyaknya penduduk yang menganut suatu agama. Jika melihat
penduduk di Kabupaten Bone Bolango yang mayoritas beragama Islam, maka
sangat wajar bila fasilitas peribadatan yang ada juga mayoritas fasilitas
peribadatan untuk Agama Islam, yakni Masjid 260 unit dan Mushollah/Langgar
yang berjumlah 26 unit.
Jenis fasilitas peribadatan lainnya yang ada di Kabupaten Bone Bolango
berupa Gereja sebanyak 1 unit yang dimanfaatkan oleh umat Nasrani untuk

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

beribadah. Lebih lengkapnya jenis dan jumlah fasilitas peribadatan dapat dilihat
dalam tabel berikut :

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Tabel 2.27
Banyaknya Fasilitas Peribadatan Menurut Kecamatan
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011
A.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Kecamatan
Tapa
Bulango Utara
Bulango Selatan
Bulango Timur
Bulango Ulu
Kabila
Batupingge
Tilongkabila
Suwawa
Suwawa Selatan
Suwawa Timur
Suwawa Tengah
Bone Pantai
Kabila Bone
Bone Raya
Bone
Bulawa

Kabupaten Bone Bolango

Masjid
9
13
10
9
10
37
12
39
17
9
13
11
20
14
10
18
9
260

Mushollah
2
2
4
1
0
7
1
3
2
2
0
1
0
0
0
0
1
26

Gereja
0
0
0
0
0
0
0
0
1
0
0
0
0
0
0
0
0
1

Klenteng
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Vihara
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Sumber : Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka, Tahun 2012

2.6.4.Sistem Transportasi
Sarana transportasi darat memegang peranan yang penting dalam
pertumbuhan ekonomi, transportasi yang aman dan lancar yang dapat
menunjang kegiatan ekonomi, sosial dan politik. Jaringan jalan sangat berperan
dalam

meningkatkan

aksesibilitas,

dimana

jalan

merupakan

prasarana

pengangkutan yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian.


Tersedianya jalan yang berkualitas akan meningkatkan usaha pembangunan
khususnya dalam upaya memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu
lintas barang dari satu daerah ke daerah lain
Sarana transportasi merupakan sistem yang terdiri dari prasarana/sarana
dan sistem pelayanan yang menyangkut adanya pergerakan ke seluruh wilayah
sehingga memperlancar mobilitas penduduk. Sistem transportasi yang baik akan
mempermudah interaksi spasial antar wilayah.
Sistem transportasi yang tersedia di Kabupaten Bone Bolango sangat
terkait dengan sistem tranportasi Provinsi Gorontalo dimana wilayah dalam

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

aksesibilitas wilayah dapat ditempuh dengan sistem transportasi darat, laut dan
udara.
2.7. Kebijakan Penataan Ruang Kabupaten Bone Bolango
2.7.1. Rencana Struktur Ruang Wilayah
Rencana Struktur Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bone Bolango disusun
untuk kurun waktu 20 tahun mendatang (2011-2031) meliputi :
1. Pengembangan Pusat-Pusat Kegiatan, yang meliputi Pusat Kegiatan Wilayah
Promosi (PKWp), Pusat Kegiatan Lokal (PKL), Pusat Pelayanan Kawasan (PPK)
dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL)
2. Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Utama, yang meliputi Sistem
Jaringan Transportasi darat, Sistem Jaringan Transportasi Perkeretaapian dan
Sistem Jaringan Transportasi Laut
3. Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Lainnya, yang meliputi Sistem
Jaringan Energi, Sistem Jaringan Telekomunikasi, Sistem Jaringan Sumber
Daya Air dan Sistem Prasarana Pengelolaan lingkungan
A. Rencana Sistem Perkotaan
Pengembangan

sistem

perkotaan

(sistem

kota-kota)

bertujuan

untuk

mewujudkan keseimbangan dan keselarasan pembangunan antar wilayah


sesuai fungsi yang diembannya, daya dukung dan daya tampung lingkungan
hidup guna mendukung struktur tata ruang yang telah direncanakan.
Pusat kegiatan perkotaan dalam hierarki dan skup pelayanannya berupa Pusat
Kegiatan Wilayah Promosi (PKWp), Pusat Kegiatan Lokal (PKL), Pusat
Pelayanan Kawasan (PPK) dan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL).
Rencana pengembangan sistem kota-kota di Kabupaten Bone Bolango adalah :
1. Menata dan mengarahkan perkembangan pusat-pusat kegiatan di bagian
Timur (Suwawa), Barat (Kabila), dan Utara (Tapa)
2. Mengembangkan secara terbatas pusat-pusat kegiatan di bagian Selatan
(Bone Pesisir).

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

3. Menata distribusi Pusat Kegiatan Lokal (PKL) dan Sub Pusat Kegiatan Lokal
(PPK) yang mendukung keserasian perkembangan kegiatan pembangunan
antar wilayah
4. Menata Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) sehingga dapat meningkatkan
pelayanan kegiatan skala antar desa.
Sasaran dari rencana pengembangan tersebut adalah:
Mengusulkan pengembangan (menaikan) status Pusat Kegiatan Lokal (PKL)
Kecamatan Suwawa dari Pusat Kegiatan Lokal (PKL) menjadi Pusat
Kegiatan Wilayah (PKW), dimana Kecamatan Suwawa sebagai ibukota
Kabupaten dan merupakan pusat pemerintahan dan diarahkan pada
perencanaan pusat jasa pelayanan keuangan/bank, simpul transportasi,
dan pusat pelayanan jasa lainnya.
Berkembangnya 2 (dua) Pusat Kegiatan Lokal (PKL), meliputi: Kecamatan
Tilongkabila dan Bone Raya.
Berkembangnya 4 (empat) Pusat Pelayanan Kawasan (PPK), meliputi:
Kecamatan Tapa (Talumopatu), Kecamatan Kabila (Oluhuta), Kecamatan
Kabila Bone (Botubarani) dan Kecamatan Bone Pantai (Bilungala).
1. PKWp Suwawa
Pusat Kegiatan Wilayah Promosi Kabupaten Bone Bolango adalah Suwawa,
dimana Suwawa merupakan ibukota kabupaten dan sebagai pusat
pemerintahan.
2. PKL Tilongkabila dan Bone Raya
Pusat Kegiatan Lokal Kabupaten Bone Bolango adalah Tilongkabila dan
Bone Raya berfungsi sebagai pusat pengolahan atau pengumpulan barang
yang melayani beberapa kecamatan kota/kabupaten tetangga, sebagai
simpul transportasi yang melayani beberapa kecamatan kota/kabupaten
tetangga.
3. PPK Tapa, Kabila, Kabila Bone dan Bone Pantai
Kecamatan Tapa (Talumopatu), Kabila (Oluhuta), Kabila Bone (Botubarani)
dan Bone Pantai (Bilungala), ditetapkan sebagai PKL Bone Bolango karena
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

BAB
II

D RA F T L A P O RA N A K H I R

kecenderungan perkembangan perkotaan yang terjadi di kecamatan


tersebut cukup intensif. Hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan pada
berbagai sektor pembangunan yang cukup tinggi sebagai bagian dari
wilayah PKL Bone Bolango. Kegiatan PKL saat ini pun menunjukkan kinerja
perkembangan yang pesat yang diindikasikan dengan kinerja fungsi
pelayanan disektor perdagangan/jasa, pendidikan, kesehatan dan sosial.
4. PPL Bulawa, Bulango Selatan, Bulango Timur, Bulango Ulu, Suwawa
Tengah, Suwawa Timur dan Suwawa Selatan
Kawasan Desa Kaidundu Kec. Bulawa ; Desa Ayula Kec. Bulango Selatan ;
Desa Bulotalangi Kec Bulango Timur ; Desa Duano Kec. Suwawa Tengah,
Desa Dumbayabulan Kec. Suwawa Timur ; Desa Mongiilo Kec. Bulango Ulu;
Desa Molintogupo Kec. Suwawa Selatan, berfungsi sebagai pusat
pelayanan lingkungan (PPL)
B. Rencana Sistem Jaringan Transportasi
Rencana pengembangan sistem jaringan transportasi Kabupaten Bone Bolango
dititikberatkan pada pengembangan infrakstruktur transportasi darat maupun
laut, sehingga dapat menunjang sistem pusat pengembangan wilayah dan
lokal Kabupaten Bone Bolango, dan menghasilkan pola jaringan transportasi
yang

terpadu,

baik

transportasi

darat

maupun

transportasi

laut.

Pengembangan sistem prasarana transportasi diarahkan untuk meningkatkan


aksesibilitas wilayah dan mobilitas penduduk terutama pelaku pembangunan
dan ekonomi terhadap pusat-pusat kegiatan produksi dan pemasaran, baik
yang berada di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Dengan demikian rencana pengembangan infrastruktur transportasi darat dan
laut adalah :
1. Mengembangkan sistem jaringan arteri primer sebagai penghubung antar
PKN dan antara PKN dan PKW.
2. Mengembangkan jalan kolektor primer sebagai penghubung antar PKW dan
antara PKW dengan PKL.
3. Mengembangkan jaringan jalan by pass sebagai penghubung PKN.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

4. Mengembangkan

transportasi

terpadu

dalam

rangka

BAB
II

mendukung

pengembangan PKN.
5. Mengembangkan pelabuhan untuk mendukung PKN dan PKW.

C. Rencana Sistem Jaringan Energi


Rencana pengembangan sistem jaringan diarahkan pada pengembangan
prasarana energi adalah :
1. Mengembangkan instalasi listrik untuk meningkatkan pasokan daya.
2. Mengembangkan energi alternatif.
Sesuai dengan prediksi, kebutuhan listrik rumah tangga pada akhir tahun
perencanaan (2031) minimum 24.597.170 KWH. Sedangkan kebutuhan listrik
untuk fasilitas sosial, ekonomi, penerangan umum dan kehilangan energi
listrik dalam transmisi diasumsikan sebesar 25 % dari kebutuhan rumah
tangga.
Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, sistem jaringan listrik
yang ada akan dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya, dan perlu ada
penambahan jaringan dan pembangkit baru.
Adapun rencana pembangunan pembangkit tenaga listrik di Kab.Bone Bolango
yaitu :
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Suwawa Timur
(Desa Pinogu, Desa Tulabolo Timur, Desa Tulabolo Barat, Desa
Poduwoma). ; Kecamatan Suwawa Tengah (Desa Tapadaa) ; Kecamatan
Suwawa Selatan (Desa Molintogupo, Desa Pancuran, Desa Bulantala
Timur) ; Kecamatan Tilongkabila (Desa Tunggulo) ; Kecamatan Kabila
Bone (Desa Biluango) ; Kecamatan Bone Pantai (Desa Olele); dan
Kecamatan Botupingge.
Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro Kecamatan Suwawa Timur (Desa
Tulabolo), Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro dan Tenaga Hidro di
Kecamatan Suwawa Timur (Desa Poduwoma), Pembangkit Listrik Tenaga
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Mikro Hidro di Kecamatan Bone (Desa Ilohuua), Pembangkit Listrik


Tenaga Piko Hidro di Kecamatan Bulango Utara (Desa Kopi), Pembangkit
Listrik Tenaga Hidro di Kecamatan Bulango Ulu, Pembangkit Listrik
Tenaga Mini Hidro (PLTMH) di Desa Ilohua, PLTM Bulango Utara di Desa
Tuloa dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamatan
Pinogu (Desa Pinogu).
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Kabila Bone.
Pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (Goethermal) di
Kecamatan Suwawa Selatan Desa Libungo dan Kecamatan Suwawa Tengah
Desa Duano; dan
Pemanfaatan energi baru terbarukan hidro power di Kecamatan Suwawa
Timur.
D. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi
Rencana pengembangan sistem jaringan diarahkan pada pengembangan
prasarana telekomunikasi adalah mengembangkan fasilitas telekomunikasi
perdesaan.
Sesuai dengan prediksi, kebutuhan telepon rumah tangga pada akhir tahun
perencanaan (2031) minimum 13.515 SST. Sedangkan kebutuhan telepon
untuk fasilitas sosial, ekonomi, dan umum diasumsikan sebesar 1 ; 250 dari
jumlah penduduk din wilayah perencanaan.
Untuk memenuhi kebutuhan telepon tersebut, sistem jaringan telepon yang
ada akan dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya, dan perlu ada penambahan
jaringan dan stasion transmisi. Pengembangan jaringan telekomunikasi
dilakukan secara bertahap, dengan:
o Memprioritaskan penambahan sarana pos dan jaringan telepon;
o Melanjutkan penambahan jaringan yang sudah ada secara meluas;
o Menyediakan fasilitas telepon (wartel, jastel, dan lain-lain) pada daerahdaerah yang strategis.
Adapun rencana sistem jaringan telekomunikasi di Kabupaten Bone Bolango
yaitu :
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Rencana pembangunan stasiun telepon otomat di setiap Kecamatan di


Kabupaten Bone yang menggunakan sistem jaringan kabel ; dan
Rencana pembangunan base transceiver station yang menggunakan sistem
jaringan nirkabel di Kec. Tilongkabila, Kec. Suwawa, Kec. Tapa, Desa Batu
Barani, Desa Tambulilato, Desa Taludaa, Desa Tulabolo, Kecamatan pinogu
serta setiap Ibukota kecamatan yang tidak termasuk dalam pusat - pusat
kegiatan.
E. Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air
1. Rencana Sistem Jaringan Sumber Daya Air dan Jaringan Irigasi
Rencana pengembangan prasarana sumber daya air dan irigasi adalah :
Mengembangkan waduk/bendungan, situ, dan embung dalam rangka
penyediaan air baku serta konservasi sumber air.
Mengembangkan daerah irigasi yang diprioritaskan adalah daerah irigasi
Lomaya, Alale dan Pilohayanga.
Mengembangkan waduk serbaguna yang dapat dimanfaatkan untuk
penaggulangan banjir, pembangkit tenaga listrik, irigasi, dll.
Rencana sistem jaringan sumber daya air terdiri atas :
Wilayah sungai lintas provinsi yaitu wilayah sungai Limboto Bolango
Bone.
Wilayah sungai lintas kabupaten/kota yaitu wilayah sungai Bone dan
Bolango
yaitu DAS Bolango, DAS Bone, DAS Bilungala, DAS Mamungaa Daa, DAS
Monano 1, DAS Segitia Daa, DAS Tengkorak, DAS Tolotio, DAS Bangahu,
DAS Iya, DAS Limboto, DAS Wulahu.

2. Rencana Sistem Sumber Air dan Jaringan Air Bersih


Rencana sistem sumber air dan jaringan air bersih diarahkan pada
pengembangan sumber air dan jaringan (instalasi) pengolahan air bersih.
Rencana ini bertujuan dalam mendukung pengembangan prasarana
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

perumahan dan permukiman yaitu dengan menyediakan prasarana yang


memiliki skala pelayanan lintas wilayah kecamatan dan desa.
Upaya pemenuhan air bersih di Kabupaten Bone Bolango sampai akhir
tahun perencanaan diupayakan melalui: peningkatan kapasitas produksi
air bersih, pemberdayaan dan pemanfaatan sumber air baku lainnya dan
serta

pengoptimalisasian sistem dan distribusi/pengaliran air bersih

khususnya pada kawasan perkotaan.


Pemenuhan kebutuhan air bersih melalui usaha tersebut direncanakan
untuk melayani kawasan perkotaan dan perdesaan yang dialokasikan pada
satuan wilayah pengembangan guna menunjang operasionalisasi kegiatankegiatan perkotaan dan perdesaan. Rencana pengembangan prasarana air
bersih lebih difokuskan pada penambahan jaringan untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat yang sampai saat ini belum dapat terlayani
jaringan air bersih di Kabupaten Bone Bolango. Sedangkan untuk
penentuan sumber air bersih (sumur dalam) berhubungan dengan
penempatan sistem sanitasi lingkungan (air limbah/kotor) dalam hal ini
penempatan septictank dan bak rembesan, sebaiknya diletakkan 10
meter atau tidak menggunakan air tanah dalam sebagai sumber air bersih
melainkan dari pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Adapun rencana sistem pengelolaan air minum (SPAM) akan dikembangkan
pada pusat-pusat permukiman dan ibukota kecamatan dengan cara
memanfaatkan air permukaan. Adapun lokasi eksisting SPAM saat ini
terletak di 10 titik yaitu : mata air di sekitar SPAM Lombongo di desa
Lombongo;
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

mata air di sekitar SPAM Ulantha di desa Ulantha;


mata air di sekitar SPAM Tunggulo di desa Tunggulo;
mata air di sekitar SPAM Meranti di desa Langge;
mata air di sekitar SPAM Uabanga di desa Uabanga;
mata air di sekitar SPAM Taludaa di desa Taludaa;
mata air di sekitar SPAM Bulango Ulu di desa Mongiilo;
mata air di sekitar SPAM Tinemba di desa Tinemba;
mata air di sekitar SPAM Pangi di desa Pangi;
mata air di sekitar SPAM Tulabolo di desa Tulabolo; dan
mata air di sekitar SPAM Buata di desa Buata

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

BAB
II

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

F. Rencana Sistem Jaringan Drainase dan Pengelolaan Air Limbah


Sistem prasarana drainase yang direncanakan menggunakan sistem terbuka
(riol terbuka) yang berfungsi sebagai wadah pengaliran air hujan dan limbah
rumah tangga. Pemilihan sistem ini dilakukan untuk memudahkan sistem
pengawasan dan penyesuaian anggaran biaya. Perencanaan prasarana
drainase dilaksanakan guna menghindari/ mengurangi genangan ataupun
luapan air hujan dengan perbaikan dan pembangunan saluran drainase yang
didasarkan atas kondisi topografi dan kemiringan lereng wilayah untuk
memudahkan pengaliran.
Perbaikan/pembangunan drainase diprioritaskan pada kawasan genangan air
hujan. Sungai, kanal saluran irigasi, waduk dan bendungan sebagai badan air
terbuka selain sebagai penerima air hujan juga berfungsi penerima buangan
air drainase, maka diperlukan pematangan pada bibir sungai untuk menjaga
kapasitas tampung air.
Sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) akan dikembangkan

pada

instalasi rumah tangga terpadu, instalasi rumah sakit, instalasi farmasi,


laboratorium, perumahan, rumah makan/restoran, tempat wisata dan
instalasi sejenis lainnya. Sedangkan untuk instalasi tinja akan dikembangkan
pada wilayah dekat Tempat Pembuangan Akhir Sampah.

G. Rencana Sistem Jaringan Persampahan


Estimasi produksi sampah yang dihasilkan di Kabupaten Bone Bolango dengan
menggunakan asumsi produksi sampah tiap orang 2-3 liter/orang/hari,
dimana jumlah produksi sampah yang dihasilkan sampai akhir tahun
perencanaan (2011 2031) sebanyak 378.418 liter/hari atau 378,42 m3/hari.
Dari estimasi tersebut diperlukan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik
mulai dari pengumpulan sampah dari tempat produksi (rumah, perkantoran,
perdagangan dan kegiatan lainnya) ke tempat pembuangan sementara (TPS)
sampai pada tempat pembuangan akhir (TPA). Untuk mengurangi timbunan

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

sampah, maka pengelolaan sampah dilakukan dengan menggunakan prinsip


3R (Recycle, Reduce, Reuse).
Rencana lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yaitu di Desa Kopi
Kecamatan Bulango Utara dengan luas 5 ha dengan menggunakan pola
Sanitary Landfill.
Sistem pengeloaan persampahan yang ada saat ini adalah dengan cara
pengelolaan persampahan secara individu yang dilaksanakan oleh masyarakat
sendiri dengan sistem gali timbun serta pengelolaan persampahan skala kota
yang dilakukan oleh dinas terkait.
Oleh karena itu rencana kedepan pengelolaan sampah di tangani langsung
oleh instansi terkait dimana di setiap wilayah/Kecamatan disiapkan bak
sampah container dengan sistem pengangkutan sampah 2 atau 3 kali
seminggu dan langsung di bawa ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA).
Sampah-sampah yang telah dibawa ke TPA akan di lakukan proses
3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dimulai dengan cara pemilahan sampah,
sebagian di daur ulang dan sisa sampah organik sebagai bahan baku kompos.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ini dilengkapi dengan tempat
pemilahan, tempat/ruang residu, tempat/ruang pengomposan dan tempat
penampungan akhir. Adapun sistem pengolahan sampah TPST adalah sebagai
berikut:
Sampah organik (jenis sampah sisa sayuran, sisa makanan dan dedaunan)
langsung diolah menjadi kompos.
Sampah anorganik (jenis sampah kertas, kaleng, kardus, kaleng, botol)
dikumpulkan di suatu ruangan. Bekas bungkus minuman sachet dan
deterjen dipisahkan untuk di daur ulang menjadi kerajinan.
Sisa sampah yang tidak bisa di daur ulang, dipindahkan ke tempat
penampungan akhir.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.5 Peta Rencana Struktur Tata Ruang Wilayah Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.7.2. Rencana Pola Ruang Wilayah


Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang,
pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi
peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi
budidaya. Oleh karena itu Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Bone Bolango
meliputi rencana kawasan lindung dan kawasan budidaya yang mempunyai nilai
strategis. Tujuan kebijakan pengembangan pola ruang adalah untuk mewujudkan
pola penggunaan ruang yang seimbang antara daya dukung ekologis kawasan dan
kapasitas produksi dan pemanfaatan kawasan budidaya secara produktif dan
berkelanjutan. Kawasan lindung yang baik ialah bersifat:
1. Preservasi berupa hutan lindung baik di daerah ketinggian dan pedalaman
yang merupakan daerah hulu (upstream) Daerah Aliran Sungai (DAS);
2. Konservasi berupa taman nasional dan hutan suaka alam. Disamping itu
untuk kepentingan pelestarian warisan sejarah dan budaya dapat ditetapkan
suatu kawasan konservasi seperti cagar budaya bangunan buatan manusia
yang ditetapkan sebagai benda purbakala. Di dalam kawasan budidaya juga
diusahakan untuk menumbuhkembangkan dan melestarikan kawasan lindung
setempat baik ruang darat, laut maupun udara untuk menjaga keasrian dan
kelestarian ragam hayati, yang juga merupakan mata rantai sistem ekologi
wilayah, seperti ruang terbuka hijau, baik berupa hutan kota, jalur hijau di
sempadan pantai, sempadan sungai, sempadan danau, sempadan jalan luar
kota dan atau sempadan jalan bebas hambatan.
Pengembangan kawasan lindung bertujuan untuk mewujudkan kelestarian
fungsi lingkungan hidup, meningkatkan daya dukung lingkungan dan menjaga
keseimbangan ekosistem antar wilayah, guna mendukung proses pembangunan
berkelanjutan di Kabupaten Bone Bolango. Arahan kawasan lindung ditetapkan
dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Menetapkan kawasan lindung wilayah Kabupaten Bone Bolango melalui analisis
skoring berdasarkan peraturan yang berlaku;
2. Mempertahankan kawasan-kawasan resapan air atau kawasan yang berfungsi
hidrologis untuk menjamin katersediaan sumberdaya air;
3. Mengendalikan pemanfaatan ruang di luar kawasan hutan sehingga tetap
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

berfungsi lindung
Gambar 2.6 Peta Rencana Pola Tata Ruang Wilayah Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2.7.3. Rencana Kawasan Strategis Wilayah


Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional menetapkan kawasan strategis nasional
ialah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai
pengaruh

sangat

pertahanan

dan

penting

secara

keamanan

nasional

negara,

terhadap

ekonomi,

sosial,

kedaulatan
budaya,

negara,
dan/atau

lingkungan, termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia.


Fungsi kawasan strategis antara lain ialah:

Mengembangkan, melestarikan, melindungi dan atau mengkoordinasikan


keterpaduan pembangunan nilai strategis kawasan yang bersangkutan dalam
mendukung penataan ruang wilayah;

Sebagai alokasi ruang yang memiliki nilai pengaruh sangat penting bagi
kegiatan sosial-ekonomi dan lingkungan;

Sebagai pertimbangan dalam penyusunan indikasi program utama Rencana


Tata Ruang Wilayah Kabupaten;

Sebagai dasar penyusunan rinci tata ruang wilayah kabupaten;

Berdasarkan pengertian tersebut maka yang termasuk Kawasan Strategis


Nasional yang terletak di wilayah Kabupaten Bone Bolango adalah :
1. Pengembangan LANTAMAL Angkatan Laut; dan
2. Kepolisian Air di Kecamatan Kabila Bone
Kedua hal diatas merupakan Kawasan Strategis dari Sudut Pandang Kepentingan
Pertahanan dan Keamanan meliputi lahan-lahan yang digunakan dan dikuasai oleh
institusi pertahanan keamanan.

Kawasan Strategis Provinsi yang ada di wilayah Kabupaten Bone Bolango,


terdiri atas :
1. Kawasan wisata terpadu tirta, sejarah dan kerajinan tangan serta seni dan
budaya di Kecamatan Tapa;

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

2. Kawasan blok tambang emas Bone Bolango yang merupakan kawasan strategis
dari sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi
tinggi;
3. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Desa Lombongo Kecamatan
Suwawa, Kabupaten Bone Bolango yang merupakan kawasan strategis dari
sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup; dan
4. Kawasan Pendidikan Kabila dan Suwawa.

Kawasan Strategis Kabupaten ialah wilayah yang penataan ruangnya


diprioritaskan, karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup
kabupaten terhadap ekonomi, sosial, budaya dan atau lingkungan.
Kawasan Strategis Kabupaten, yang ada di wilayah Kabupaten Bone
Bolango antara lain ialah :
1.

Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan


ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, yaitu :
a. Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten di Kecamatan Suwawa;
b. Kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Kabila dan Kecamatan
Tilongkabila;
c. Kawasan Industri, di Kecamatan Tapa dan kawasan industri agropolitan
di Kecamatan Suwawa
d. Kawasan Strategis Sungai Bone sebagai kawasan jasa dan pariwisata;
dan
e. Kawasan Strategis Bone Pesisir sebagai kawasan minapolitan, pariwisata
dan industri pengolahan perikanan.

2.

Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis dari Sudut Kepentingan Fungsi


dan Daya Dukung Lingkungan yaitu ;
a. Kawasan Air Panas Lombongo, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa
Tengah;
b. Kawasan Air Panas Libungo, Desa Libungo, Kecamatan Suwawa Selatan;
c. Air Terjun Ilohuuwa Desa Ilohuuwa, Kecamatan Bone;

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

d. Kawasan Danau Perintis, Kecamatan Suwawa;


e. Kawasan Taman Laut Olele, Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone;
f. Kawasan Pantai Botutonuo Molotabu Huangobotu, Kecamatan Kabila
Bone; dan
g. Kawasan Pantai Bulawa, Kecamatan Bulawa.
3.

Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis Dari Sudut Kepentingan Sosial


Budaya, yaitu ;
a. Cagar Budaya/Seajarah dan Makam Nani Wartabone yang terletak di
Kecamatan Suwawa, Desa Bube Baru;
b. Kawasan Pendidikan, Kecamatan Tilongkabila Suwawa;
c. Kawasan Siap Bangun (KASIBA), di Kecamatan Tilongkabila Desa Moutong,
Desa Iloheluma, Desa Butu dan Kecamatan Suwawa Desa Huluduotamo;
d. Kawasan Desa Adat, di Kecamatan Pinogu; dan
e. Kawasan Strategis Integrated Eduecotourism di Kecamatan Tapa.

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Gambar 2.7 Peta Rencana Kawasan Strategis Kab. Bone Bolango

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Contents
Tabel 2.1
17
Luas Wilayah Kabupaten Bone Bolango...................................................................17
Dirinci per Kecamatan Tahun 2012.........................................................................17
Grafik 2.1........................................................................................................... 19
Persentase Luas Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango...........................................19
Tabel 2.2............................................................................................................ 23
Luas Kecamatan Menurut Keadaan Tanah................................................................23
di Kabupaten Bone Bolango.................................................................................. 23
Grafik 2.2........................................................................................................... 23
Persentase Luas Wilayah Kabupaten Bone Bolango...................................................23
Berdasarkan Kondisi Lereng..................................................................................23
Tabel 2.3............................................................................................................ 26
Nama-Nama Sungai Besar dan Kecil.......................................................................26
Di Kabupaten Bone Bolango..................................................................................26
Tabel 2.4............................................................................................................ 35
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Per Kecamatan.................................................35
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2007 s/d Tahun 2011............................................35
Grafik 2.3........................................................................................................... 36
Tingkat Pertumbuhan Penduduk............................................................................36
Kabupaten Bone Bolango Tahun 2007 s/d Tahun 2011...............................................36
Tabel 2.5............................................................................................................ 37
Tingkat Kepadatan Penduduk Per Kecamatan..........................................................37
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................37
Grafik 2.4........................................................................................................... 37
Tingkat Kepadatan Penduduk di Kabupaten Bone Bolango.........................................37
Tabel 2.6............................................................................................................ 38
Tingkat Kepadatan Penduduk Per Rumah Tangga......................................................38
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................38
Tabel 2.7............................................................................................................ 39
Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia Per Kecamatan.................................................39
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................39
Tabel 2.8............................................................................................................ 40
Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin dan Sex Ratio....................................40
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................40
Tabel 2.9............................................................................................................ 41
Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan........................................................41
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................41
Grafik 2.5........................................................................................................... 41
Persentase Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan..............................................41
Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................................................41
Tabel 2.10.......................................................................................................... 42
Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..........42
Grafik 2.6........................................................................................................... 42
Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian...............................................................42
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................42
Tabel 2.11.......................................................................................................... 43
Persentase Penduduk Menurut Agama Yang Dianut Berdasarkan Kecamatan.................43
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................43
Tabel 2.12.......................................................................................................... 45
Perkembangan PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku) Menurut Lapangan Usaha.................45
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2006 2011 (Dalam Juta Rupiah)...........................45
Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Tabel 2.13.......................................................................................................... 45
Distribusi Persentase PDRB (Atas Dasar Harga Berlaku) Menurut Lapangan Usaha.........45
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2006 2011 (Dalam Persen)...................................45
Tabel 2.14.......................................................................................................... 46
Laju Pertumbuhan PDRB (Atas Dasar Harga Konstan) Menurut Lapangan Usaha...........46
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2009 2011 (Dalam Persen)..................................46
Grafik 2.7........................................................................................................... 46
Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha (Dalam Persen).............................46
Tabel 2.15.......................................................................................................... 47
Jumlah Tenaga Kerja Menurut Sektor.....................................................................47
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................47
Grafik 2.8........................................................................................................... 47
Persentase Tenaga Kerja Menurut Sektor................................................................47
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................47
Tabel 2.16.......................................................................................................... 49
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Taman Kanak-Kanak (TK)........49
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................49
Tabel 2.17.......................................................................................................... 49
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Raudatul Athfal/Bustanul Athfal
......................................................................................................................... 49
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................49
Tabel 2.18.......................................................................................................... 50
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Dasar (SD)................50
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................50
Tabel 2.19.......................................................................................................... 51
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah...............51
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................51
Tabel 2.20.......................................................................................................... 52
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Pertama
(SMP)................................................................................................................. 52
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................52
Tabel 2.21.......................................................................................................... 52
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Ibtidaiyah (MTs).......52
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................52
Tabel 2.22.......................................................................................................... 53
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Umum (SMU)
......................................................................................................................... 53
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................53
Tabel 2.23.......................................................................................................... 54
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
......................................................................................................................... 54
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................54
Tabel 2.24.......................................................................................................... 54
Banyaknya Sekolah, Murid, Guru dan Rasio Murid-Guru Madrasah Aliyah (MA)..............54
Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011.....................................54
Tabel 2.25.......................................................................................................... 55
Banyaknya Fasilitas Kesehatan Menurut Kecamatan.................................................55
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................55
Tabel 2.26.......................................................................................................... 56
Banyaknya Tenaga Kesehatan Menurut Kecamatan...................................................56
di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................56
Tabel 2.27.......................................................................................................... 57

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1

D RA F T L A P O RA N A K H I R

BAB
II

Banyaknya Fasilitas Peribadatan Menurut Kecamatan...............................................57


di Kabupaten Bone Bolango Tahun 2011..................................................................57
Gambar 2.7 Peta Rencana Kawasan Strategis Kab. Bone Bolango...............................73

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Bone Bolango Tahun 2013

II - 1