Anda di halaman 1dari 8

SPESIFIKASI TEKNIS KOMPONEN LEPAS UNTUK

PENERANGAN JALAN UMUM


I.

SYARAT TEKNIS
1. Barang yang ditawarkan harus dari satu merk pabrikan.
2. Merek dagang dari komponen yang ditawarkan harus sama dengan merk
dagang pabrikan pemegang merk.
3. Peserta wajib melampirkan brosur asli untuk komponen yang ditawarkan
dan di stempel basah oleh pabrikan/distributor. Brosur dalam bahasa
asing dilampirkan terjemahan dalam bahasa Indonesia serta distempel
basah oleh distributor resmi/agen tunggal.
4. Peserta wajib memberikan sertifikat kesesuaian berikut lampiran hasil uji
yang dikeluarkan oleh lembaga pengujian resmi (dalam/luar negeri)
sesuai komponen yang ditawarkan. Laporan hasil uji kesesuaian dalam
bahasa asing dilampirkan terjemahan dalam bahasa Indonesia serta
distempel basah oleh distributor resmi/agen tunggal.

II.

ACUAN STANDAR
1.

Standar IEC No. 60662 tentang bola


lampu

2.

Standar

IEC

No.

61048/61049

Standar

IEC

No.

60922/60923

Standar

IEC No. 60926 tentang

tentang kapasitor
3.
tentang ballast
4.
Ignitor
III.

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS BOLA LAMPU


1. Konstruksi

a.

Bentuk lampu bagian luar sbb :


-

Untuk lampu HPS 150 W, HPS 250 W, HPS 400 W, dan HMP 1000
W : Tubular

Untuk lampu HPS 70 W, MH 150 W dan MH 175 W : Ellips (ignitor


include)

Untuk lampu MC 250 W : elips (elliptical) dari bahan hot quartz


dlass

b.

Tabung pelepas terbuat dari bahan sintered polycrystalline


alumina.

c.

Bagian dalam diberi lapisan phosphor (Ca2P2O7) dan tidak boleh


mengelupas karena pengaruh panas lampu (untuk MC 250 W)

2.

Data teknis bola lampu

Jenis Efikasi
Lampu

Min

Color

Kaki

Color

Posisi

Renderi Lamp Temp. Penyalaa

(lm/W)

ng

(K)

Min

Arus

Teg.

Panjan

Umur

Lp. Nominal g Bola

Teknis

Maks. Lp. (V)

Lp.

Min (Jam)

(A)

Maks.
15000

HPS

80

(Ra)
25

E 27

2000 Universal

0.98

90

(mm)
156

70 W
HPS

100

25

E 40

2000 Universal

1,8

100

211

20000

104

25

E 40

2000 Universal

3,0

100

260

24000

117

25

E 40

2000 Universal

4,6

100

285

24000

75

60

E 40

4000 - Universal

1.5

132

228

10.000

1.5

132

228

10.000

8.25

130

390.4

11.000

2.14

135

228

12000

150 W
HPS
250 W
HPS
400 W
MH
150 W

4300

MH

75

60

E 40

175 W

4000 - Universal
4300

HMP

85

65

E40

1000 W
MC

4000 - Universal
4300

50

40

E 40

4100 Universal

250 W
Tambahan :
untuk lampu MC 250 W : diameter = 91 mm, berat 190 gram, dan warna cahaya
putih kebiruan.
IV.

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS KAPASITOR


1. Konstruksi
a.

Kapasitor berfungsi untuk memperbaiki faktor daya (Cos ) Kapasitor


menjadi minimal 0.85.

b.

Kapasitor tidak boleh mengandung elemen beracun seperti poly chloro


biphenyls (PCB).

c.

Terminal listrik dari jenis insert/klem, dengan kabel 2 x (0.5 1.5) mm 2.

d.

Hubungan kapasitor dengan plat dudukan / modul berupa mur baut


aluminium.

e.

Kapasitor dari jenis yang kering, dengan bahan permukaan luar


kapasitor dibungkus dari bahan aluminium.

2. Data teknis :
a.

Kapasitor untuk sambungan parallel

b.

Nilai nominal kapasitor dapat disesuaikan untuk dapat mencapai nilai


min. Cos = 0,85

V.

Nilai
Nomin
al
Kapasi
tor
( F )
12

Tegangan
Catu daya
( Volt )

Jenis
Lampu

Tolerans
i
Maks.

Temp
( C)
Maks

Diamete
r Maks.
(mm)

Panjang
Maks.
(mm)

220 Volt
10%

HPS 70 W

10%

105

40

148

18

220 Volt
10%

HPS 150 W

10%

105

40

120

32

220 Volt
10%

HPS 250 W

10%

105

50

148

50

220 Volt
10%

HPS 400 W

10%

105

50

148

13

220 Volt
10%

MH 150 W

10%

105

350

94

13

220 Volt
10%

MH 175 W

10%

105

350

94

21

220 Volt
10%

HMP 1000
W

10%

105

50

148

20

220 Volt
10%

MC 250 W

10 %

85

40

80

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS BALLAST


1. Konstruksi
a. Ballast yang digunakan adalah dari jenis ballast induktif, yang berfungsi
sebagai induktor atau choke, bekerja secara semi paralel.

b. Pada tiap ballast harus dilengkapi dengan keterangan teknis

yang

dilengkapi dengan petunjuk sirkuit dan terminal, disablon langsung pada


ballast.
c. Pada konstruksi ballast harus tersedia lubang untuk penyatu

ballast dengan modul yang ada pada ruang komponen (gear)


dari luminer .

Gambar Rangkaian Ballast

2. Data Teknis Ballast


Jenis

Teganga

Arus

Temperatur Max

Rugi-rugi

Faktor

Lampu

n Catu

Kerja

(C)

Ballast

Daya

daya

(Amp)

Max.

Min.

( Volt)
HPS 70 W

Belita

220 Volt

Keliling

(watt)

1.0

130

85

14

0.38

1.8

130

70

20

0.40

3.0

130

70

25

0.40

4.6

130

80

34

0.42

1.50

130

70

17

0.55

1.50

130

70

17

0.55

9.3

130

80

60

0.50

2.14

130

70

19

0.55

10%
HPS 150

220 Volt

10%

HPS 250

220 Volt

10%

HPS 400

220 Volt

10%

MH 150 W

220 Volt
10%

MH 175 W

220 Volt
10%

VI.

MH 1000

220 Volt

10%

MC 250

220 Volt

10%

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS IGNITOR


1. Konstruksi
a.

Bahan permukaan luar dari ignitor terbuat bahan yang kuat.

b. Hubungan ignitor dengan plat dudukan / modul berupa mur baut


aluminium.
c.

Kontak listrik dari jenis insert atau jenis skrup, dengan kabel 2.5 mm
max.

d. Ignitor menggunakan ballast untuk membangkitkan pulsa, dan tidak


memerlukan tambahan transformer/kumparan didalam ignitor itu sendiri.
2.

Data Teknis
Penggun

Tegangan

Tegangan

Housing

Rugi Daya

aan

Catu daya

Pulsa Awal

Temp.max

Listrik

Ignitor
HPS

Volt / Hz

( kV )

(C)

(W)

150/250/4

220 / 50

2-5

105

<1

00 W

VII.

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS TIME SWITCH


1. Konstruksi
a. Time switch adalah suatu peralatan listrik yang dapat digunakan untuk
memutus atau menghubungkan energi listrik dalam periode waktu
tertentu.
b. Periode waktu yang dapat diatur pada peralatan time switch ini adalah
selama 24 jam dan periode waktu ini diseting sesuai kebutuhan.
c. Time switch dibuat dari bahan thermoplastic yang elastis dalam ukuran
kecil, tidak mudah berubah bentuk dan tidak mudah pecah atau retak
bila terkena getaran maupun panas.
d. Piringan waktu dibuat dari bahan teflon harus licin,ringan, tidak cepat
aus dalam pemakaian dan tanpa diberikan pelumas.
e. Tutup selungkup petunjuk waktu terbuat dari bahan tembus pandang
(transparan) sehingga memudahkan untuk melihat waktu tanpa
membuka selungkupnya.
f.

Time switch dipasang pada sel penjepit standar 45 mm atau pada plat
yang dilengkapi sekrup

2. Data Teknis
N

Data Teknis

o
1

Tegangan dan frekuensi

220 V 10 %, 50 Hz

Motor penggerak

Tipe kerja program harian

Quartz controller sleeping motor


Dengan menunjukan waktu secara

Akurasi
Waktu pendek yang dapat

5
6
7
8
9
10
11
12
VIII.

Batasan

diatur
Catu daya cadangan
Daya penggerak
Temperatur kerja
Kemampuan kontak
Tingkat perlindungan (IP)
Waktu pengisian awal
Kontak switch

analog
1-2,5 detik/hari
15 menit
72 jam
1-2,5 VA
50-70 derajat celcius
4-5 A/250 V cos phi = 0,6 -1
IP 20
70 jam
1 bh

KONSTRUKSI DAN DATA TEKNIS MAGNETIK KONTAKTOR


1. Konstruksi
a. Magnetik kontaktor yang diadakan adalah peralatan yang bekerja guna
memutus atau menghubungkan arus listrik yang bekerja secara
elektromagnetik.

b. Magnetik kontaktor tersebut akan digunakan untuk pengoperasian


pada pada Panel Hubung Bagi (PHB) pada instalasi PJU yang disuplai
dari jaringan PLN.
c. Pada

magnetik

kontaktor

harus

tersedia

dudukan

untuk

menempatkannya pada Panel Hubung Bagi (PHB) dengan diberi mur


baut yang terbuat dari aluminium.
d. Magnetik kontaktor harus memiliki terminal sambungan dengan jepit
model skrup.
e. Pada terminal utama magnetik kontaktor harus dapat menampung
penampang kabel dengan luas penampang 25-50 mm2.
2. Data Teknis
No

Batasan

Tegangan pada koil

220 V 10 %, 50 Hz

2
3
4

Kemampuan arus minimal (Ie)


Kemampuan beban minimal
Tegangan isolasi pengenal (Ui)
Tegangan impuls pengenal minimal

80 A, 3
37 kW, 3
1000 V

5
6
IX.

Data Teknis

(Uimp)
Sistem terminasi

6 KV
3 pole

GARANSI/JAMINAN DAN DUKUNGAN


Garansi/Jaminan dan dukungan yang diberikan oleh Pabrikan/Distributor
terhadap

produk

yang

akan

disuplai

dalam

bentuk

surat

pernyataan

bermeterai berupa:
1. Jaminan Keberfungsian Produk selama umur pakai
2. Jaminan Keaslian dan Kualitas Barang.
3. Jaminan Konsultasi Teknis.
X.

PENGUJIAN
1. Barang yang akan diuji teknis diambil secara random oleh Panitia Penerima
Hasil Pekerjaan dan diuji teknis oleh penyedia barang serta disaksikan oleh
pengguna barang.
2. Pembiayaan tenaga ahli, peralatan dan tempat uji teknis yang telah
ditentukan oleh Pengguna Barang menjadi tanggung jawab penyedia
barang.
3. Hasil uji teknis dituangkan dalam berita acara.

XI.

PENANDAAN
Kepada penyedia barang diharuskan melakukan penandaan pada komponen
dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Penandaan harus meliputi jenis barang, merk niaga/dagang, negara
pembuat, tegangan kerja, dan frekuensi.

2. Semua penandaan harus ditulis dengan jelas, dapat dibaca dan tidak
mudah terhapus.
3. Penandaan pada setiap dus komponen harus meliputi hal sebagai berikut :
jenis barang, merk niaga/dagang, negara pembuat, tegangan kerja, dll
dan diberi barcode sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dengan
posisi peletakan mudah dibaca dan tahan terhadap cuaca.
XII.

PENGEMASAN
Kepada penyedia barang diharuskan melakukan pengemasan pada komponen
dengan ketentuan sebagai berikut:
A. Setiap barang dikemas tersendiri dengan jumlah yang sesuai sehingga
tetap aman selama proses pengiriman (handling/delivery).
B. Pada kemasan bagian luar harus diberi penandaan sebagai berikut :
1.

Nama jenis barang.

2.

Ukuran / Dimensi / Kapasitas.

3.

Merk/ negara pembuat.

C. Pada masing-masing kemasan dilengkapi dengan petunjuk pemakaian


(manual instruction) dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar serta
mencantumkan dengan jelas :
1. Nama jenis barang.
2. Tegangan kerja.
3. Merk niaga / dagang atau nama pabrik pembuat.
4. Nomor seri barang atau seri kelompok produksi.
D. Teknik pengemasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.