Anda di halaman 1dari 7

DISTRIBUSI WEIBULL

Distribusi Weibull ini diperkenalkan oleh ahli fisikawan Swedia Waloddi


Weibull pada tahun 1939. Distribusi Weibull biasanya digunakan untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut lama waktu(umur)
suatu objek yang mampu bertahan hingga akhirnya objek tersebut tidak
berfungsi sebagaimana mestinya ( rusak atau mati).
Distribusi Weibell memiliki parameter dan , dimana >0 dan >0.
Bentuk distibusi peluangnya nya adalah sebagai berikut:

1 ( x / )
x0
x e

f W ( x; )
yang lain

FW ( x; , ) P ( X x)
0

1 ( t / )
( x / )
t
e
dt

Fungsi

distribusi kumulatif Weibull :

Pembuktian
Misal :

:
1

t
=z t=z

()

dz 1 ( 1)
= t
dt
dz

1
t ( 1 ) dt

Maka:
x

( )
t( 1 ) e d t= ez dz
0
0

z
= e |0

( t ) |

( x ) ( 0 )
e

( x )

= e

+1

( x )

= 1e

Jika =1 maka distribusi weibull menjadi distribusi eksponensial


Jika >1 maka kurvanya mirip lonceng dan menyerupai kurva normal
tetapi agak mencong
Grafik distribusi weibull untuk dan berbagai nilai parameter dilukiskan
pada gambar berikut ini:

Ciri khusus dari distribusi ini adalah adanya parameter skala ()


parameter bentuk (). Parameter skala (scale parameter) adalah jenis
khusus dari parameter numerik yang menunjukkan besarnya distribusi
data. Semakin besar nilai parameter skala maka distribusi data akan
semakin menyebar dan sebaliknya. Sedangkan parameter bentuk (shape
parameter) adalah jenis khusus dari parameter numerik yang

menunjukkan bentuk dari kurva (untuk lebih jelas dapat dilihat pada
gambar diatas.

Mean dan Varian Distribusi Weibull adalah:


1

x E ( X ) 1

2
1
1 1



2
x

Pembuktian:
= E(x) =

(1+

E(x) =

x f ( x ) dx

1 ( x / )
x e
x

E(x) =

E(x) =

1 +1

dx

e ( x / )

dx

e ( x / )

E(x) =

E(x) =

( )

Misal :
x

( )

e ( x / )

dx

= t

( t )

dx

t=0

t=

(t )

dx

( t )

dt

E(x) =

t et 1
0

E(x) =

(t )

( t )

1
1+1

dt

1
(1+ )

E(x) =

Var(x) = E(X2) (E(X))2

E(x2) =

x 2 dx

E(x ) =

x 2+ 1 dx

dt
Ingat rumus
gamma!

(n) =

un 1
0

E(x2) =

x +1 dx

E(x ) =

x x dx

E(x2) =

( )
1

dx

t=0

t=

t t

E(x ) =

(t )

1
1

2 et dt

2 et dt

t et dt

E(x ) =

E(x2) =

2
2
(1+ )

dt

et

1 1
1+ + 1

E(x2) =

( t )

Maka:
Var(x)

dx

(t )

E(x ) =

= t

e ( x / )

( )

Misal :

( t )

= E(X2) (E(X))2

dt

Var(x)

Var(x)

( )

2 1+

1
(1+ )

[( )(

2 1+

2
1
(1+ )

)]
2

Contoh Soal dan Pembahasan


1. Sebuah mesin fotokopi mempunyai masa hidup yang berdistribusi
weibull dengan = 0.8 dan = 3. Berapa peluang mesin tersebut
beroperasi lebih dari 1 tahun ?
Dik :
= 0.8
=3
x=1
e = 2.71828
Dit :
x>1?
Jawab :
P(x>1)
= 1- P ( x<1 )
= 1- F(1)
3

= 1- (

( 0,81 )

1e

( 0,81 )

= (2,71828-1,953125)
= 0,141830
Analisis : Jadi, peluang mesin tersebut beroperasi lebih dari 1 tahun
adalah 0,141830 atau 14,1830%.
2. Sebuah mesin fotokopi mempunyai masa hidup yang berdistribusi
weibull dengan = 0.8 dan = 3. Berapa peluang mesin tersebut
beroperasi kurang dari 1 tahun?
Dik :
= 0.8
=3
x=1
e = 2.71828
Dit : x < 1 ?
Jawab :
P ( x<1 )
= F(1)

( 0,81 )

1e

= 1 0,141830
= 0.85816
Analisis : Jadi, peluang mesin tersebut beroperasi kurang dari 1
tahun adalah 0.85816 atau 85.816%
3. Waktu sampai gagal bekerjanya sebuah pelat gesek (dalam jam)
pada sebuah kopling dapat dimodelkan dengan baik sebagai sebuah
variabel acak Weibull dengan = 0,5 dan = 5000. Hitunglah
waktu sampai-gagal rata-rata dari pelat gesek tersebut dan
hitunglah probabilitas pelat gesek tersebut akan mampu bekerja
sekurang-kurangnya 6000 jam.