Anda di halaman 1dari 52
PENINGKATAN MUTU MELALUI PENILAIAN KINERJA STAF KLINIS DAN PENILAIAN KINERJA UNIT PELAYANAN Dr.dr.Sutoto.,M.Kes KARS

PENINGKATAN MUTU MELALUI PENILAIAN KINERJA

STAF KLINIS DAN PENILAIAN

KINERJA UNIT PELAYANAN

Dr.dr.Sutoto.,M.Kes

KARS

MUNGKINKAH HAL SEPERTI DIATAS

TERJADI DI RUMAH SAKIT ?

MUNGKINKAH HAL SEPERTI DIATAS TERJADI DI RUMAH SAKIT ? Dr Phillip Telly seorang dr bedah syaraf

Dr Phillip Telly seorang dr bedah syaraf dari Manatee Memorial

Hospital telah dua kali

melakukan operasi pada sisi yang salah Kali ini menimpa Carlo Valente seorang wanita dengan trigeminal neuralgia

MENGAPA BISA TERJADI ??

• KINERJA STAF KLINIS TAK PERNAH DIEVALUASI dan diukur sebagai bagian dari peningkatan kinerja klinis.
• KINERJA STAF KLINIS TAK PERNAH DIEVALUASI
dan diukur sebagai bagian dari peningkatan
kinerja klinis.
dan diukur sebagai bagian dari peningkatan kinerja klinis. Ada evaluasi terus menerus terhadap kualitas dan keamanan
Ada evaluasi terus menerus terhadap kualitas dan keamanan asuhan klinis yang diberikan oleh setiap staf
Ada evaluasi terus menerus terhadap
kualitas dan keamanan asuhan klinis yang
diberikan oleh setiap staf medis
KPI INDIVIDU KARYAWAN/STAF URAIAN TUGAS/ URAIAN PEKERJAAN/ SPK DAN RKK HASIL PENILAIAN KINERJA INDIVIDU DOKTER,
KPI
INDIVIDU
KARYAWAN/STAF
URAIAN TUGAS/
URAIAN PEKERJAAN/
SPK DAN RKK
HASIL PENILAIAN
KINERJA INDIVIDU
DOKTER, PERAWAT,
TENAGA KES
PROFESIONAL
PELAPORAN
KREDENSIAL
PENILAIAN KINERJA INDIVIDU Karyawan/staf Sesuai dengan uraian tugas & hasil kerja yg telah ditetapkan
PENILAIAN KINERJA
INDIVIDU
Karyawan/staf
Sesuai dengan
uraian tugas &
hasil kerja yg
telah ditetapkan
dengan uraian tugas & hasil kerja yg telah ditetapkan Tenaga profesi Tenaga Medis (KPS 11) Ten.
Tenaga profesi
Tenaga profesi
Tenaga Medis (KPS 11) Ten. Perawat (KPS 14)
Tenaga Medis
(KPS 11)
Ten. Perawat
(KPS 14)

Praktisi

kesehatan

Lainnya (KPS 17)

13

Standar TKP.3.4. • Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah mendapat pendidikan dalam konsep peningkatan

Standar TKP.3.4.

Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah mendapat pendidikan dalam konsep peningkatan mutu

Elemen Penilaian TKP.3.4.

1.

Pimpinan

medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah

mendapat pendidikan atau sudah terbiasa dengan konsep dan

metode peningkatan mutu

2.

Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya

berpartisipasi dalam proses yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien (lihat juga PMKP.1.1, EP 1 dan PMKP.4, EP 4) program mutu unit

3.

Kinerja para profesional diukur sebagai bagian dari peningkatan

kinerja klinis. (lihat juga KPS.11, KPS.14, dan KPS.17) penilaian

kinerja profesi

luwi-tkp-14 jan

Elemen Penilaian KPS 11

1.

Ada evaluasi praktek profesional terus-menerus dari kualitas dan keamanan pelayanan pasien yang diberikan oleh setiap

anggota staf medis

yang direview dan dikomunikasikan

kepada setiap anggota staf medis setiap tahun. (Lihat juga PMKP 1.1 EP 1)

2.

Evaluasi praktek profesional terus-menerus dan review tahunan dari setiap anggota staf medis dilaksanakan

dengan proses yang seragam yang ditentukan oleh

kebijakan RS

3.

Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan data komparatif secara proaktif, seperti membandingkan dengan

literatur kedokteran.

4.

Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan kesimpulan dari analisa mendalam terhadap komplikasi yang dikenal dan berlaku. (Lihat juga PMKP 5, PMKP 6 & TKP 3.5 EP 3)

5.

Informasi dari proses evaluasi praktik profesional tersebut

didokumentasikan dalam file krendensial anggota staf medis dan file lainnya yang relevan.

Maksud dan Tujuan KPS 11

• Ada proses terstandar untuk, minimal setiap tahun, mengumpulkan data yang relevan tentang setiap praktisi
• Ada proses terstandar untuk, minimal setiap tahun,
mengumpulkan data yang relevan tentang setiap
praktisi untuk direview oleh kepala unit kerja/panitia
yang terkait.
• Review memungkinkan rumah sakit untuk
mengidentifikasi kecenderungan praktik professional
yang memberi dampak pada kualitas asuhan dan
keselamatan pasien.

Monitoring dan Evaluasi Anggota Staf Medis

• Standar KPS 11 Rumah Sakit menggunakan proses berkelanjutan terstandardisir untuk mengevaluasi sesuai kualitas dan
• Standar KPS 11
Rumah Sakit menggunakan proses
berkelanjutan terstandardisir untuk
mengevaluasi sesuai kualitas dan
keamanan pelayanan pasien yang diberikan
oleh setiap staf medis.

Maksud dan Tujuan KPS 11

• Ada proses terstandar untuk, minimal setiap tahun, mengumpulkan data yang relevan tentang setiap praktisi
• Ada proses terstandar untuk, minimal setiap
tahun, mengumpulkan data yang relevan
tentang setiap praktisi untuk direview oleh
kepala unit kerja/panitia yang terkait.
• Review memungkinkan RS untuk
mengidentifikasi kecenderungan praktik
professional yang berdampak pada kualitas
asuhan dan keselamatan pasien. Triger

Elemen Penilaian KPS 11

1. Ada evaluasi praktik profesional terus-menerus terhadap kualitas dan keamanan pelayanan pasien yang diberikan oleh

1. Ada evaluasi praktik profesional terus-menerus terhadap kualitas dan

keamanan pelayanan pasien yang diberikan oleh setiap anggota staf medis yang direview dan dikomunikasikan kepada setiap anggota staf medis sekurang- kurangnya setahun sekali.

2. Evaluasi praktik profesional yang terus-menerus dan review tahunan dari setiap anggota staf medis dilaksanakan dengan proses yang seragam yang ditentukan oleh kebijakan rumah sakit.

3. Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan data komparatif secara

proaktif, seperti membandingkan dengan ilmu literatur kedokteran berbasis

literatur.

4. Evaluasi mempertimbangkan dan menggunakan kesimpulan dari analisis yang mendalam terhadap komplikasi yang dikenal dan berlaku.

5. Informasi dari proses evaluasi praktik profesional tersebut didokumentasikan dalam file krendensial anggota staf medis dan file lainnya yang relevan.

Mengapa Praktik Profesional Perlu

Dievaluasi

UURS pasal 29 KEWAJIBAN RS

b. memberi pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, antidiskriminasi, dan efektif dengan mengutamakan

kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan Rumah Sakit;

g. membuat, melaksanakan, dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sebagai acuan dalam melayani pasien;

UU RS

Rumah Sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit.

PASAL 46

UU RS Pasal 13

(3) Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan : Standar profesi , Standar pelayanan rumah sakit ,Standar prosedur operasional yang berlaku, Etika profesi , Menghormati hak pasien dan , Mengutamakan keselamatan pasien

UU PK Psl 44

Dokter atau dokter gigi dalam menyelenggarakan praktik kedokteran wajib mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi.

mengikuti standar pelayanan kedokteran atau kedokteran gigi. Direktur RS harus tahu kemampuan dokter yang bekerja di

Direktur RS harus tahu kemampuan dokter yang bekerja di RS: mengeluarkan clinical appointment dan delineation of clinical priviledge (SPK dan RKK)

FILOSOFI PENILAIAN KINERJA

BAD APPLE THEORY BERWICK

• APEL BUSUK AKAN MENULARI LAINNYA. • PECAT STAF YG BERKINERJA BURUK
• APEL BUSUK AKAN
MENULARI LAINNYA.
• PECAT STAF YG
BERKINERJA BURUK
AKAN MENULARI LAINNYA. • PECAT STAF YG BERKINERJA BURUK • Dalam sistem yg buruk, orang cenderung
AKAN MENULARI LAINNYA. • PECAT STAF YG BERKINERJA BURUK • Dalam sistem yg buruk, orang cenderung

Dalam sistem yg buruk, orang cenderung berperilaku

buruk

Dalam sistem yang baik orang cenderung berperilaku baik

85 % KESALAHAN TERGANTUNG SISTEM, 15 % KESALAHAN KARENA FACTOR MANUSIA (Cosby, Deming)

MENYUSUN INDIKATOR KINERJA DENGAN PENDEKATAN SISTEM
MENYUSUN INDIKATOR KINERJA DENGAN PENDEKATAN
SISTEM

TEORI DONABEDIAN

STRUKTUR

KINERJA DENGAN PENDEKATAN SISTEM TEORI DONABEDIAN STRUKTUR SDM SARANA PRASARANA PROSEDURE PEMBIAYAAN dll PROSES OUTPUT

SDM SARANA PRASARANA PROSEDURE PEMBIAYAAN dll

PROSES

SDM SARANA PRASARANA PROSEDURE PEMBIAYAAN dll PROSES OUTPUT OUTCOME KEPATUHAN THD LOS CITRA RS SPO

OUTPUT

SDM SARANA PRASARANA PROSEDURE PEMBIAYAAN dll PROSES OUTPUT OUTCOME KEPATUHAN THD LOS CITRA RS SPO ILO

OUTCOME

KEPATUHAN THD

LOS

CITRA RS

SPO

ILO

dll

dll

MORTALITY RATE READMISI Angka HAIs KEPUASAN PASIEN

dll

IMPROVING PHYSICIAN PERFORMANCE:

approaches:PERFORMANCE PYRAMID MODEL

PHYSICIAN PERFORMANCE: approaches: PERFORMANCE PYRAMID MODEL • performance improvement approach • create a

performance

improvement

approach

create a

physician

performance

improvement

CULTURE

through

PERFORMANCE

PYRAMID

MODEL

Performance Pyramid Model

Performance Pyramid Model 1. Tunjuk Staf Medis Yg Berkinerja Terbaik 2. Tetapkan Dan Komunikasikan Harapan2 Kinerjanya
1. Tunjuk Staf Medis Yg Berkinerja Terbaik 2. Tetapkan Dan Komunikasikan Harapan2 Kinerjanya Indicator Kinerja
1.
Tunjuk Staf Medis Yg Berkinerja Terbaik
2.
Tetapkan Dan Komunikasikan Harapan2
Kinerjanya Indicator Kinerja
3.
Ukur Kinerjanya
4.
Berikan Hasil Pengukuran Kinerjanya
Secara Periodik
5.
Buat Tata Laksana Upaya Perbaikan
Terhadap Kinerja Yang Kurang Baik.
6.
Lakukan Langkah-langkah Perbaikan

Kriteria evaluasi praktik professional berkelanjutan

Review terhadap prosedur-prosedur

operatif dan klinis lain serta hasilnya

Pola Penggunaan darah/Obat

Pola Permintaan tes/prosedur/Tindakan

Length of stay

Data Morbiditas dan mortalitas

Jumlah kasus yang dikonsulkan/dirujuk ke spesialis lain

Informasi bisa didapat

dari :

Grafik review berkala

Observasi langsung

Monitoring terhadap teknik diagnostik dan pengobatan

Monitoring kualitas

klinis

Diskusi/survei dg

sejawat/staf lainnya.

teknik diagnostik dan pengobatan  Monitoring kualitas klinis  Diskusi/survei dg sejawat/staf lainnya.

Kriteria evaluasi praktik professional berkelanjutan

Review terhadap prosedur-prosedur operatif dan klinis lain serta hasilnya (kepatuhan SPO/ outcome misal ILO, Reoperasi, Pneumoni pasca operasi (anestesi)

Pola Penggunaan darah/Obat/alkes : keseuaian antara permintaan dgn

kebutuhan jumlah kantung darah yg tidak digunakan. Kepatuhan terhadap formularium. Penggunaan alkes yg tidka sesuai SPO

Pola Permintaan tes/prosedur/Tindakan: Kepatuhan permintaan

penunjang/prosedur/tindakan sesuai SPO

Length of stay: berbasis dokter dan penyakit

Data Morbiditas dan mortalitas: kriteria morbiditas sesuai ndikator yg digunakan

Jumlah kasus yang dikonsulkan/dirujuk ke spesialis lain

Informasi bisa didapat dari :

Grafik review berkala:

Jumlah pasien rawat inap/rawat jalan per dr per dx

Jumlah operasi/prosedur yg dilakukan per dr, per dx

Observasi langsung: kepatuhan terhadap kebijakan/SPO contoh kepatuhan thd SKP 1,2,4,5

Monitoring terhadap teknik diagnostik dan pengobatan: kepatuhan thd CPG/PPK, CP (audit medis)

Monitoring kualitas klinis: output (ILO,Readmisi)

Diskusi/survei dg sejawat/staf lainnya:

MENETAPKAN KERANGKA KINERJA STAF MEDIS
MENETAPKAN KERANGKA KINERJA
STAF MEDIS

Membangun kompetensi dokter melalui data

Membantu menciptakan pendekatan yang konsisten dan adil untuk mengevaluasi dokter

Membantu menciptakan pendekatan yang fair dan

konsisten untuk mengevaluasi staf medis, menetapkan harapan dan pengukuran kinerja

Membantu staf medis terus bertanggung jawab atas

kinerja mereka

indikator kinerja unit dan individu sutoto

29

REVIEW STAF MEDIS

Penilaian aktifitas staf medis senior dan para kepala unit kerja dilakukan

oleh otoritas internal atau eksternal yang layak.

Proses evaluasi yang terus menerus terhadap praktisi profesional dilakukan secara objektif dan berbasis bukti.

Hasil proses review:

tidak adanya perubahan dalam tanggung jawab para staf

medis,

perluasan tanggung jawab,

pembatasan tanggung jawab,

masa konseling dan pengawasan, atau kegiatan yang semestinya.

Setiap waktu sepanjang tahun, bila muncul fakta atas kinerja yang diragukan atau yang buruk, dilakukan review serta mengambil tindakan yang tepat.

Hasil review, tindakan yang diambil dan setiap dampak atas kewenangan didokumentasikan dalam kredensial staf medis atau file lainn a

EVALUASI PRAKTIK PROFESIONAL (PROFESSIONAL PRACTICE EVALUATION)

1. Evaluasi Praktik Professional Berkelanjutan (On going Professional Practice Evaluation/OPPE)

2. Evaluasi Praktik Professional Terfokus (Focused Professional Practice Evaluation/FPPE)

FPPE DAN OPPE

HARUS DITETAPKAN DENGAN JELAS:

Alat Ukur Yg Dipakai

Siapa Yang Melakukan Review

Indikators/Triggers/Isu

Proses Penilaiannya

Hasil Digunakan Untuk Kredensialing

Penerapan FPPE/OPPE Untuk Seluruh

Kewenangan Klinis

FPPE and OPPE Membutuhkan kolaborasi dari

Direktur medis

Komite Medis:

Sub komite etik dan disiplin

Sub komite mutu rofesi

Sub komite kredensial

Mitra bestari

Ketua Kelompok staf medis

Staf Medis/staf klinis terait

Staf IT

METODOLOGI EVALUASI

1.

Melakukan Review Grafik

2.

Memonitor Pola Praktik Klinis

3.

Simulasi

4.

Proctoring (prospective, concurrent, retrospective)

5.

External peer review

6.

Diskusi dengan peers group atau individu yan terlibat

dalam pelayanan pasien

7.

Wawancara

8.

Pengisian kuesionair

SIAPA PENANGGUNG JAWAB EVALUASI

Direktur Medik ?

Komite medik/sub komite mutu profesi ?

Mitra bestari ?

Ketua KSM ?

Kepala Instalasi ?

Staf yang ditunjuk ?

Maksud dan tujuan OPPE (On going Professional Practice Evaluation/OPPE) • Sebagai sarana mengevaluasi kinerja
Maksud dan tujuan OPPE
(On going Professional Practice Evaluation/OPPE)
• Sebagai sarana mengevaluasi kinerja
professional secara berkelanjutan untuk
tiga alasan:
– 1) sebagai bagian dari upaya untuk memantau
kompetensi profesional
– 2) untuk mengidentifikasi area guna
kemungkinan peningkatan kinerja
– 3) untuk menggunakan data obyektif dalam
keputusan mengenai kelanjutan
keweanangan klinik

Area Kompetensi (OPPE)

1.

Asuhan pasien---praktisi memberikan asuhan pasien dengan kasih, tepat dan efektif untuk promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan penyakit dan pelayanan sampai akhir hayat.

2.

Pengetahuan medis/klinis---dalam ilmu-ilmu biomedis, klinis dan

sosial serta penerapan pengetahuan ke dalam asuhan pasien dan pendidikan orang-orang lainnya.

3.

Pembelajaran dan peningkatan berbasis praktek ----menggunakan bukti dan metode ilmiah untuk investigasi, evaluasi dan

meningkatkan praktek asuhan pasien

4.

Ketrampilan hubungan antar manusia/interpersonal dan komunikasi----yang akan memampukan dan menjaga hubungan profesional dengan pasien, keluarga dan anggota tim kesehatan lain.

5.

Profesionalisme----terpancar dalam komitmen untuk secara terus

menerus mengembangkan professionalitas, praktek-praktek etika,

pemahaman dan kepekaan terhadap keragaman dan sikap tanggungjawab terhadap pasien, profesinya dan masyarakat.

6.

Praktek berbasis sistem---melalui pemahaman terhadap konteks dan sistem dimana pelayanan kesehatan diberikan.

Types of data for FPPE/OPPE

 Grafik Review Berkala: Data Pasien Yg Dirawat, Data Tindakan/Prosedur  REFERENSI DARI SUPERVISOR 
 Grafik Review Berkala:
Data Pasien Yg Dirawat, Data
Tindakan/Prosedur
 REFERENSI DARI SUPERVISOR
 Komplain pasien dan laporan Insiden keselamatan pasien
 Tuntutan Malpraktik
 Sentinel Events/Root Cause atau FMEA Investigations
 Melacak dari indikator kinerja
 Simulasi
 Monitoring Pola praktik klinis :
1. Monitoring Terhadap Teknik Diagnostik Dan Pengobatan: Audit
Rekam Medis, Kepatuhan Terhadap SPO
2. Monitoring Kualitas Klinis: Data Morbiditas Dan Mortalitas
 Diskusi Dengan Sejawat Seprofesi Dan Staf Lainnya Yang
Terlibat Dalam Pelayanan  Peer Assessment Tool
 External Peer Review

TIPE DATA UNTUK FPPE/OPPE

• KEPATUHAN TERHADAP SPOPPK (Panduan Praktik Klinis)/CPG (Clinical Practice Guideline) • Pola penggunaan
• KEPATUHAN TERHADAP SPOPPK (Panduan
Praktik Klinis)/CPG (Clinical Practice Guideline)
• Pola penggunaan darah/obat
• Pola Permintaan test/prosedur/tindakan
• LOS: Data Morbiditas dan Mortalitas
• Jumlah kasus ditangani dan dirujuk

METODA EVALUASI KINERJA INDIVIDU

1. Kualitatif 2. Kuantitatif
1.
Kualitatif
2.
Kuantitatif
1. OBJEKTIF: DATA 2. SUBJEKTIF: PERSEPSI
1.
OBJEKTIF: DATA
2.
SUBJEKTIF: PERSEPSI

Contoh Peer Assesment Tools

no

PARAMETER

SK

K

B

SB

 

ASUHAN PASIEN

       

1

Memberikan asuhan pasien dengan kasih, tepat dan efektif

       

2

Memberikan edukasi kepada pasien

       

3

Memahami kebutuhan unik pasien end of life

       

4

Memahami dan menghargai Hak Pasien dan keluarga

       

5

Memahami dan menghargai privasi pasien

       

6

Mendorong dan memberikan kesempatan pasien

       

untuk second opinion

7

Kesadaran akan keterbatasan diri

       

SK

:SANGAT KURANG

K

: KURANG

B

: BAIK

SB

: SANGAT BAIK

no

PARAMETER

SK

K

B

SB

 

PENGETAHUAN MEDIS/KLINIS DAN PENERAPAN EBM

       

1

Kemampuan menegakkan diagnosis

       

2

Kemampuan formulasi tatalaksana pasien

       

3

Pemilihan/penggunaan alat penunjang diagnosis

       

4

Penerapan EBM dalam asuhan pasien

       

5

Kemampuan terhadap aspek psikososial dan penyakit

       

SK

:SANGAT KURANG

K

: KURANG

B

: BAIK

SB

: SANGAT BAIK

no

PARAMETER

SK

K

B

SB

 

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

     

1

Komunikasi dengan pasien

     

2

Komuniksi dengan keluarga pasien

     

3

Komunikasi verbal dengan sejawat

     

4

Komunikasi tertulis dengan sejawat

     

5

Kemampuan memahami dan menilai kontribusi

     

sejawat serta tenaga kesehatan lainnya

6

Kemudahan diakses

     

SK :SANGAT KURANG

K

: KURANG

B

: BAIK

SB

: SANGAT BAIK

No

PARAMETER

SK

K

B

SB

 

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME

       

1

Komitmen untuk secara terus menerus mengembangkan professionalitas

       

2

Komitmen untuk secara terus menerus

       

mengembangkan praktik-praktik etika

3

Kkomitmen untuk mengembangkan pemahaman dan kepekaan terhadap keragaman dan sikap tanggungjawab terhadap pasien, profesinya dan masyarakat.

       

SK :SANGAT KURANG

K

: KURANG

B

: BAIK

SB

: SANGAT BAIK

No

PARAMETER

 

SK

K

B

SB

 

PRAKTEK BERBASIS SISTEM

         

1

Pemahaman terhadap peraturan perundang

       

undangan tentang pelayanan kesehatan

2

Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedure pelayanan di rumah sakit

       

SK :SANGAT KURANG

K

: KURANG

B

: BAIK

SB

: SANGAT BAIK

REKAPITULASI PEER ASSESSMENT

no

PARAMETER

SK

K

B

SB

TOT

 

AL

1

Asuhan pasien

     

2

Pengetahuan medis/klinis

     

3

Pembelajaran dan peningkatan berbasis praktek (EBM)

     

4

Ketrampilan hubungan antar manusia

     

5

Profesionalisme

     

6

Praktek berbasis sistem

     
 

TOTAL

     
Fokus Evaluasi Praktek Profesional (FPPE) • Melibatkan pemantauan lebih spesifik dan waktu terbatas • Evaluasi
Fokus Evaluasi Praktek Profesional
(FPPE)
• Melibatkan pemantauan lebih spesifik dan
waktu terbatas
• Evaluasi praktek profesional dilakukan dalam
tiga situasi:
1) Saat awal dokter diberikan RKK
2) Ketika ada tambahan kompetensi baru
diminta
3) adanya terdentifikasi adanya ketidak
sesuaian kinerja dokter (triger)

JANGKA WAKTU FPPE

• Jangka waktu FPPE tdak ditentukan. RS dapat memilih periode waktu untuk setiap episode FPPE.
• Jangka waktu FPPE tdak ditentukan. RS dapat memilih periode
waktu untuk setiap episode FPPE. Sebaiknya menawarkan
pilihan untuk data
• Data setiap bulan, setiap tiga bulan, atau setiap enam bulan
Proses FPPE harus:
• 1) secara jelas didefinisikan dan didokumentasikan dengan
kriteria tertentu dan rencana pemantauan,
• 2) Jangka waktu yang tetap
• 3) Memiliki langkah-langkah yang telah ditentukan atau kondisi
untuk kinerja yang dapat diterima.
RS dapat mengatur FPPE untuk sesi pemantauan untuk periode
tiga sampai enam bulan. Untuk layanan jarang dilakukan, waktu
pemantauan dapat lebih lama

PENENTUAN TRIGER: PENENTUAN LEVEL KINERJA YANG TIDAK DAPAT DITERIMA DIBANDINGKAN DENGAN LEVEL KINERJA YANG TELAH MAPAN/DITETAPKAN

Contoh • Meningkatnya infection rates • Terjadi Sentinel events • Meningkatanya LOS dibanding yg lain
Contoh
• Meningkatnya infection rates
• Terjadi Sentinel events
• Meningkatanya LOS dibanding yg lain
• Meningkatnya Operasi ulang
• Pola Tes/Terapi yg tidak dibutuhkan
• Gagal/tidak patuh terhadap PPK/CP
• dll.

Fokus Evaluasi Praktik Profesional (FEPP)

KSM BEDAH

No

INDIKATOR

SPM

TRIGER

KETERANGAN

1

Waktu tunggu operasi elektif

<= 2 hr

1

 

2

Tak melakukan time out sebelum incisi kulit

 

1

 

3.

Tak melakukan penandaan daerah operasi

 

2

 

4

Operasi salah prosedur

0

1

 

5

Benda asing tertinggal dalam tubuh pasien

0

1

 

6

Komplikasi anestesi karena

6 %

>7%

 

overdosisi, reaksi anestesi,

salah penempatan ET

7

Table death

0

1

 

Fokus Evaluasi Praktik Profesional (FEPP)

KSM OBGSTETRI GINEKOLOGI

No

Indikator

SPM

Triger

Keterangan

1

Sectio caesaria non rujukan

<20 %

>20 %

 

2

Kematian Ibu karena Persalinan

a.

Perdarahan < = 1%

1

 

b.

B.Pre eklampsi ,=30

%

c.

Sepsis <=0.2 %

3

Operasi salah prosedur

0

1

 

4

Benda asing tertinggal dalam

0

1

 

tubuh pasien

5

Pelayanan kontap dilakukan dr Sp.OG, SpB,SpU,Dr Umu Terlatih

100

1

 

6

Table death

0

1

 

TERIMA KASIH