Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

TEORI KEPRIBADIAN
Teori Kognitif George A.Kelly

Diajukan Kepada Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas


Pancasakti Tegal
untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori
kepribadian.
Disusun Oleh:
1. Miftaqul Qulub
2. Nani Sumarni
3. Umar Abdul Aziz
Kelas: 2A

(1115500052)
(1115500102)
(1115500085)

Dosen Pengampu: Reni Tri H.,S.Psi.M.pd

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS


KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran
dalam penyusunan tugas mata kuliahTeori Kepribadian. Shalawat dan salam semoga selalu
tersampaikan kepada Nabi agung , Muhammad SAW semoga kita tergolong umatnya dan
mendapatkan syafaatnya amin.
Dalam tugas mata kuliah ini kami akan membahas tentang Teori Kepribadian kognitif
George A. Kelly dengan harapan semoga dapat memberikan sedikit wawasan kepada kita
semua .
Selanjutnya apabila dalam tugas ini terdapat kesalahan dari susunan kalimat maupun
dalam penulisan, kami mohon maaf dan selalu terbuka menerima masukan, kritikan serta
mengharapkan saran dari rekan-rekan semua khususnya kepada dosen pengampu yaitu Reni
Tri H.,S.Psi.M.pd tentunya kritik dan saran yang sifatnya membangun guna perbaikan tugas
selanjutnya. Kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata.
Akhir kata kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah turut
serta melancarkan tersusunnya tugas mata kuliah ini, mudah-mudahan ini semua bisa menjadi
suatu amal shaleh bagi penyusun maupun pembaca.

Tegal, 16 Mei 2016

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR I
DAFTAR ISI ......................................................................................II
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...........................................................................1
B. Rumusan Masalah ......................................................................2
C. Tujuan ........................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Biografi George A. Kelly ...........................................................3
B. Pandangan George A. Kelly ......................................................4
C. Struktur Keperibadian ...............................................................5
D. Proses Dinamika ........................................................................6
E. Perkembangan Keperibadian ....................................................7
F. Keunggulan dan Kelemahan .......................................................7
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ................................................................................8
B. Saran ..........................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Banyak berbagai teori-teori kepribadian yang telah dikemukakan oleh beberapa tokoh.
Tetapi kali ini Saya akan mengupas dari salah satu tokoh dari kepribadian yaitu teori kognitif
yang dikembangkan oleh George A. Kelly Tokoh dari teori ini , dia merupakan seseorang
yang sangat gemar membaca buku, dan berani untuk mengeksplorasikan dunia yang belum
dikenalnya dengan cara berhipotesis.dimana hal ini membahas tiga teori yang pada dasarnya
dikembangakan dengan tidak melakukan kontak dengan klien dalam terapi. Berbeda dengan
teori Freud dan Rogers, George A. Kelly bermaksud memahami individu secara utuh yaitu
dengan menekankan pada cara-cara dalam mengkonstruksi yaitu mempersepsi, menafsirkan,
mengontrol, dan meramalkan peristiwa di sekitar dunia mereka.
George A. Kelly menggunakan kata konstruk untuk merujuk kepada ide atau kategori
yang digunakan orang untuk menginterpretasi dunia mereka. Akan tetapi, Kelly
mengeksplorasi proses kognitif tertentu yang menjadi alat individu untuk mengategorikan
orang atau benda dan mengkosntruk makna dari peristiwa harian setiap individu secara
mendetail. Orang-orang mengaplikasikan konstruk mereka terhadap interpretasi peristiwa
sehari-hari melalui prosedur mental yang umumnya disebut proses kognitif. Kelly
meyakini bahwa tidak ada kebenaran yang objektif dan kebenaran yang mutlak absolut.
Fenomena yang terjadi hanya berarti manakala dihubungkan dengan cara individu
mengkonstruksi fenomena yang ada
George A. Kelly tidak menerima pandangan Skinner bahwa perilaku dibentuk semata
mata oleh lingkungan, yaitu realitas. Namun juga keberatan dengan fenomenologi
ekstrem. Kelly percaya bahwa alam semesta bersifat riil namun, pribadi yang berbeda akan
memahaminya dengan cara yang berbeda. Karena itu konstrak pribadi (personal construck)
manusia, atau cara menginterpretasikan dan menjelaskan peristiwa peristiwa menjadi kunci
untuk memprediksi perilaku mereka.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Jelaskan Biografi George A. Kelly?


Pandangan Teori Kognitif George A. Kelly tentang manusia seperti apa?
Jelaskan Struktur Keperibadian menurut Teori Kognitif George A. Kelly?
Bagaimana Proses Dinamika berdasarkan Teori Kognitif George A. Kelly?
Jelaskan Perkembangan Kepribadian menurut Teori Kognitif George A. Kelly?
Sebutkan Keunggulan dan Kelemahan Teori Kognitif George A. Kelly ?

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk mengetahui Biografi George A. Kelly.


Untuk mengetahui Pandangan Teori Kognitif George A. Kelly tentang manusia.
Untuk mengetahui Struktur Keperibadian menurut Teori Kognitif George A. Kelly.
Untuk mengetahui Proses Dinamika berdasarkan Teori Kognitif George A. Kelly.
Untuk mengetahui Perkembangan Kepribadian menurut Teori Kognitif George A.

Kelly
6. Untuk mengetahui Keunggulan dan Kelemahan Teori Kognitif George A. Kelly.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Biografi George A. kelly


George A.Kelly lahir tahun 1905 di perth,Kansas. Dia adalah anak tunggal dari
keluarga yang taat agama, karena ayahnya adalah seorang pemuka agama. Dia belajar di
bidang sosiologi dan perburuhan pada tahun 1930 di Universitas of Edinburgh,Scotland.
Selain itu dia juga mendalami bidang oratory,public speaking, dramatics, serta
pemerintahan. Awal ketertarikannya pada psikologi setelah membaca artikelnya Freud.
Kemudian mempelajari psikologi selama9 bulan dan berhasil meraih gelardoktoral dari
Universitas of lowa. 12 tahun mendalami bidang pendidikan dan mengembangkan
konseling klinis di Kansas Barat. Setahun mengabdi di universitas of maryland, lalu
pindah dan menggantikan Carl Rogers di Ohio state University sebagai kepala program
pelatihan klinis. Mendapatkan sarjana strata 1 di Friends University,Kansas, dan Park
College di Missouri. Pascasarjananya di University of Kansas, University of minnesota
dan University of Edinburgh, dan mendapatkan Ph.D-nya dari state University of lowa
pada 1931. Kelly membangun klinik keliling di kansus, Kelly pernah menjadai psikolog
lepas pada perang dunia II. Kelly mendapatkan gelar profesor psikologinya di Ohio State
University dan Brandeis University. Tahun 1955 menulis teori dalam 2 volume buku:The
Pshychology

of

personal

Contruct.beliau

meninggal

pada

maret

1967.

http://www.academia.edu/8627077/DATA-GEORGE-KELLY

B. Pandangan George a kelly tentang manusia


Yusuf, syamsu(2008:168) menjelaskan aliran ini memandang manusia sebagai berikut:

1. Manusia adalah scientist yang mencoba untuk memprediksi dan mengontrol


fenomena/tingkah laku. Konsekuensi logis dari pandangan ini sebagai berikut.
a) Manusia itu pada dasarnya berorientasi ke masa depan yaitu mencapai masa depan
yang lebih baik dari masa sekarang.
b) Manusia memiliki kemampuan untuk mempresentasikan atau mengkonsep
lingkungan dari pada hanya meresponnya.
c) Manusia dapat mengembangkan rumusan-rumusan alternatif teoritis tentang
fenomena, menafsirkan, dan mengkontruksi serta merekontruksi lingkungan.
d) Kehidupan merupakan representasi atau kontruksi dari kenyataan, dan kualitas
hidup ditunjukan manusia untuk menciptakan dan kembali menciptakan dirinya
sendiri.
2. Manusia itu bebas (free) tetapi juga terkurung (determined). Sistem konstruk individu
dilengkapi dengan kebebasan untuk mengambil keputusan (freeom of decision dan
keterbatasan bertindak (ilmtasion of action) sebab dia tidak membuat pilihan di luar
alternatif-alternatif yang telah ditetapkan.1

C. Struktur kepribadian
Struktur kepribadian manusia adalah sistem konstruknya. Konstruk merupakan cara
menafsirkan dunia/lingkungan. Konstruk merupakan konsep yang digunakan individu dalam
menafsirkan, mengkategorisasikan, dan
1Yusuf,

mempetakan tingkah laku. Individu mengamati

Syamsu
LN.,(2008),
Bandung:Remaja Rosdakarya.

Teori

kepribadian.

bahwa sebagian orang ada yang tinggi dan ada juga yang pendek, ada pria dan ada juga
wanita, ada benda yang keras ada juga benda yang lunak. Upaya mengkonstruk persamaan
dan perbedaan sesuatu itu membimbing ke arah pembentukan suatu konstruk. Tanpa
konstruk, kehidupan ini akan kacau(chaotic).
Suatu hal penting yang perlu dicatat dari George A. Kelly adalah bahwa dia memandang
semua konstruk itu dikotomus, masing-masing mempunyai persamaan dan perbedaan dalam
mengkontruksi peristiwa dapat digunakan konstruk dari segi kualitas dan kuantitasnya. Kelly
mengukuhkan bahwa konstruk itu tersusun dari 2 kutub atau kombinasi: persamaanperbedaan. Hal ini menunjukan bahwa kita tidak dapat memahami hakikat konstruk
seseorang, apabila dia hanya menggunakan kutub persamaan atau perbedaan saja.
Konstruk-konstruk dapat dikategorikan ke dalam cara yang bervariasi,yaitu sebagai
berikut.
a) Core (inti), konstruk dasar dari fungsi individu.
b) Peripheral (pinggir, luar), konstruk yang dapat diubah tanpa modifikasi mendasar,
serius dari konstruk inti.
c) Permeable (dapat ditembus),konstruk yang terbuka, dapat menerima elemenelemen yang baru.
d) Impermeable (tak tembus/tertutup), konstruk yang menolak elemen-elemen baru.
e) Tight (rapat/erat), konstruk yang tidak mengubah-ubah prediksi.
f) Loose (longgar), konstruk dalam mana individu mengharapkan satu hal dalam satu
waktu, dan hal yang berbeda dalam kondisi yang sama.
g) Verbal,konsruk yang mempunyai simbol kata yang konsisten/ajeg.
h) Preverbal,konstruk dalam mana individu belum mempunyai simbol kata yang
konsisten. Konstruk ini dialami/di pelajari individu sebelum perkembangan bahwa
(masa bayi/kanak-kanak awal).

Kontsruk digunakan oleh individu untuk menafsirkan dan mengantisipasi peristiwaperistiwa yang terorganisasi sebagai bagian dari sistem. Konstruk-kon struk dalam sistem
diorganisasi/diatur

dalam

kelompok-kelompok

untuk

meminimalkan

mengurangi

ketidakcocokan dan ketidakajegan. Teori konstruk menekankan keterkaitan antara bagianbagian fungsi individu, yaitu adanya fungsi penafsiran tingkah laku . seseorang menggunakan
konstruk

untuk

menafsirkan

duniannya

atau

lingkungannya

dan

mengantisipasi

(menghipotesis)

peristiwa-peristiwa

yang

mungkin

dialaminya/terjadi.

Dalam

kata

lain,individu menggunakan konstruk untuk mendefinisikan duniannya.


Sehubungan dengan hal diatas, apabila ingin mengetahui pribadi seseorang, maka perlu
diketahui bagaimana dia mengkonstruk duniannya.2
D. Proses(dinamika) kepribadian
Dalam proses memandang tingkah laku manusia, kelly tidak mendasarkan kepada teori
tradisional tentang motivasi. Kelly tidak menkonstruk tingkah laku (behavior) dalam istilahistilah motivasi, drives, dan needs.istilah-istilah itu menggambarkan bahwa manusia itu kaku
(inert),padahal manusia itu pada dasarnya adalah aktif, organisme yang hidup dan berjuang.
Dalam hal ini kelly merumuskan suatu postulat/asumsi bahwa proses seseorang itu
secara psikologis dijembatani oleh cara dia mengantisipasi peristiwa.
Postulat tersebut mengimplikasikan bahwa:
a) Individu mencari/menyusun prediksi.
b) Individu mengantisipasi peristiwa,
c) Individu menggapai masa depan melalui jendela masa kini.
Oleh karena itu, pada intinya individu membuat prediksi dan mempertimbangkan
perubahan yang lebih jauh dalam sistem konstruk karena mereka mendasarkan perubahan
mengarah pada prediksi yang akurat atau tidak. Pembahasan proses ini akan lebih kompleks
dengan diperkenalkannya konsep:
1. anxiety (cemas) adalah suatu pengenalan/pengakuan bahwa peristiwa-peristiwa yang
dikonfrontasikan kepada individu terletak diluar daerah sistem konstruknya.
Seseorang akan mengalami kecemasan,manakala dia tidak memiliki konstruk atau
kehilangan pengertian akan peristiwa-peristiwa yang dihadapinya.
2. Threat (ancaman) merupakan kesadaran akan ancaman terjadinya perubahan struktur
ini(konstruk) dirinya.Seseorang merasa terancam, manakala dia merasa terjadinya
goncangan dalam sistem konstruknya. Contohnya: seseorang merasa teraancam

2Yusuf,

Syamsu
LN.,(2008),
Bandung:Remaja Rosdakarya.

Teori

kepribadian.

dengan kematian, jika kematian itu dipersepsi sebagai ancaman. Kematian,atau jika
kematian itu dikonstruksi sebagai sesuatu yang memiliki makna bagi kehidupannya.
Rasa cemas dan ancaman merupakan keadaan yang kritis bagi organisme. Oleh karena
itu individu senantiasa berusaha melindungi dirinya dari kecemasan dengan berbagai
cara.anxiety bukan akibat dari konstruk yang tidak sah(invaledated), tetapi merupakan akibat
dari tidak dimilikinya konstruk yang cocok dengan situasi yang dihadapi. Seseorang akan
mengalami ancaman,manakala dia menyadari bahwa sistem konstruknya secara drastis
dipengaruhi oleh apa (peristiwa/fenomena) yang dihadapinya. Respon terhadap ancaman ini,
mungkin bersifat refgresif, yaitu mundur ke konstruk yang lama agar dapat menghindar dari
kepanikan/kebingungan. Terdapat dua kemungkinan respon individu terhadap anxiety, yaitu
(1) submerge (meredamkan) satu ujung dari dimensi konstruk agar dapat mempersepsi
peristiwa secara familiar/akrab,dan nyaman atau (2) suspend, menghentikan atau menunda
elemen-elemen yang tidak baik bagi konstruk.
Sebagai kesimpulan dari pandangankelly tentang proses perilaku individu adalah sebagai
berikut.
a. Perilaku/aktivitas individu tidak ditarbelakangi oleh kekuatan motivasi.
b. Manusia berperilaku seperti scientist dalam mengkonstruk peristiwaperistiwa,dalam membuat prediksi, dan dalam mencari perluasan sistem
konstruknya.3

E. Perkembangan Kepribadian

Berdasarkan hasil penelitian sehubungan dengan pandangan Kelly


diatas,telah

menunjukan

temuan-temuannya,diantarannya

Signell

(1996)

mengemukakan bahwa diantara usia 9 dan 16 tahun, anak-anak menjadi lebih


kompleks ramah kognisinya, yaitu perkembangan mereka cenderung menjadi
lebih abstrak dalam cara berfikirnya. Mereka memiliki cara lebih luas dalam
3 Yusuf,

Syamsu
LN.,(2008),
Bandung:Remaja Rosdakarya.

Teori

kepribadian.

cara berfikirnya. Mereka memiliki sejumlah cara yang lebih luas dalam
menafsirkan lingkungannya, dan mereka juga lebih fleksibel dalam menafsirkan
peristiwa-peristiwa.
F. Keunggulan dan Kelemahan
Dari segi positif:
1. Teori tersebut memberikan konstribusi besar dengan memunculkan nilai penting
sistem kognisi dan konstruk kepribadian .
2. Merupakan pendekatan kepribadian yang berupa menangkap keunikan individu
dan lawfullness orang secara umum.
3. Teori tersebut mengembangkan teknik penilaian baru, menarik, dan elevan secara
teori, yaitu tes Rep.
Dari segi negatif:
1. Teori tersebut mengabaikan beberpa bidang penting seperti emosi dan motivasi.
2. Terlepas dari pandangan Kelly bahwa teori hadir untuk direvormulasikan dan ditolak,
tidak seorang pun yang telah menformulasikan perkembangan teoritis baru dalam
teori konstruk personal sejak 1955.
3. Teori tersebut masih berada di luar riset utama berkaitan dengan psikologi kognitif
kepribadian. Banyak pendekatan yang mengakui konstribusi Kelly tetapi yang
melakukan penelitian melalui jalur independen.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Teori personal konstruk Kelly menekankan cara orang menerjemahkan peristiwa
tentang dunia/lingkungan yang berkaitan dengan sistem konstruk. Kelly juga mendasarkan
teori kepribadiannya pada pandangan tentang ilmu pengetahuan dan karakteristik

penyelidikan ilmiah yang emplisit. Kemudian yang mendasar bagi pandangan psikopatologi
Kelly adalah upaya orang untuk menghindari kecemasan (pengalaman di mana sistem
konstruk seseorang tidak dapat diterapkan kepada peristiwa) dan untuk menghindari ancaman
(kesadaran akan perubahan komprehensif segara dalam sistem konstruk).
Kelly mengembangkan Role Construc Rep Ertory Test unttuk menilai konten dan
struktur sistem konstruk seseorang. Riset terhadap teori konstruk personal pada dasarnya
difokuskan kepada tes Rep. Sedang psikoterapi merupakan proses mengkonstruksi ulang dari
sitem konstruk. Selain tes Rep, Kelly juga mengembangkan teknik untuk mengembangkan
sistem konstruk yang disebut fixe role therapy atau terapi peran tetap berasumsi bahwa secara
psikologis individu adalah apa yang mereka representasikan dari diri mereka dan individu
adalah apa-apa yang mereka lakukan.
B. Saran
Demikian makalah yang dapat saya susun. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan
makalah yang telah saya buat ini masih banyak kesalahan dan kekurangan. Untuk itu saya
selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk mencapai
kesempurnaan dalam pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat dan pelajaran kepada kita semua. Amin..

DAFTAR PUSTAKA