Anda di halaman 1dari 6

Nama :

1. Daniel Parulian
( 135020301111019 )
2. Bayu Setyoko
( 135020301111028 )
3. Adam Akmal Raiz ( 135020307111020 )
Audit Manajemen Kelas CC
A. Pemahaman Entitas yang di Audit
Tahapan-tahapan dalam audit kinerja disusun untuk membantu auditor dalam mencapai
tujuan audit kinerja. Review hasil-hasil program akan membantu auditor untuk mengetahui
apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar. Review ekonomi dan efisiensi akan
mengarahkan auditor untuk mengetahui apakah entitas telah melakukan sesuatu yang benar tadi
secara ekonomis dan efisien. Review kepatuhan akan membnatu auditor untuk menentukan
apakah entitas telah melakukan segala sesuatu dengan cara-cara yang benar, sesuai aturan dan
hukum yang berlaku. Dalam menjalankan elemen-elemen tersebut, auditor juga harus
memepertimbangkan biaya. Atas dasar tersebut, setiap elemen harus dijalankan secara terpisah.
Secara lebih rinci, komponen audit terdiri dari :
1. Identifikasi Lingkungan Manajemen
Auditor harus familiar dengan lingkungan manajemen klien untuk memahami
keterbatasan yang dihadapi organisasi. Oleh sebab itu, auditor harus mengetahui secara akurat
gambaran menyeluruh organisasi dari perspektif hukum, organisasi, dan karyawan. Auditor
mengumpulkan informasi sehubungan dengan (a). Persyaratan hukum dan kinerja (b).
Gambaran organisasi (c). Sistem informasi dan pengendalian (d). Pemahaman karyawan
atas kebutuhan dan harapan.
2. Perencanaan dan Tujuan
Ini berkaitan dengan review atas proses penetapan rencana dan tujuan organisasi. Auditor
menguji keberadaan tujuan yang ditetapkan secara jelas dan rencana-rencana untuk mencapai
tujuan tersebut, serta keterkaitan antara aktivitas yang dilakukan dengan kebutuhan dan tujuan
organisasi.

3. Struktur Organisasi
Komponen ini berkaitan dengan bagaimana sebuah unit diatur dan sumber daya dialokasikan
untuk mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi menunjuk pada otoritas formal maupun
informal dan tanggung jawab yang terkait organisasi.
4. Kebijakan dan Praktik
Ini mengacu pada kebijakan yang berlaku umum yang merupakan kesepakatan
masyarakat yang diwakili lembaga legislatif, dan diformalkan dalam peraturan administratif
yang mengacu pada sejumlah aktivitas yang harus dilaksanakan.
5. Sistem dan Prosedur
Ini merupakan rangkaian kegiatan atau aktivitas untuk menelaah struktur pengendalian,
efektivitas, ketepatan, logika, dan kebutuhan organisasi.
6. Pengendalian dan Metode
Berhubungan

dengan

pengendalian

internal

terutama

accounting

control

dan

administrative control. Pengendalian akuntansi diperlukan untuk menyusun rencana, metode,


dan prosedur organisasi untuk menjaga kekayaan perusahaan dan reabilitas data keuangan.
Pengendalian administrasi terdiri dari rencana, metoda, dan prosedur organisasi yang berfokus
pada efisiensi operasional, efektivitas organisasi, dan kepatuhan terhadap kebijakan manajemen
serta ketentuan yang berlaku.
7. Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Fisik
Ini berkaitan dengan sikap karyawan, dokumentasi tentang berbagai aktivitas, dan kondisi
fisik pekerjaan .
8. Praktik Pengelolaan Staf
Komponen ini mengacu pada metode prosedur yang digunakan untuk melindungi sumber
daya manusia yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi, metode dan prosedur yang
mengatur administrasi penggajian, metode dan prosedur untuk menilai kinerja karyawan,
kebijakan dan prosedur pelatihan karyawan, dan affirmative actions plans, yaitu berbagai

rencana yang disetujui pihak-pihak tertentu. Auditor perlu mengevaluasi affirmative action plans
untuk memastikan hal ini tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan pelaksanaan
rencana berjalan secara efektif.
9. Analisis Fiskal
Ini dibutuhkan untuk menganalisis informasi keuangan yang secara langsung atau tidak
langsung dapat digunakan untuk mengindikasikan efisiensi operasi, ekonomi, dan efektivita unit
organisasi yang dievaluasi.
10. Area Khusus Investigasi
Ini bersifat lebih spesifik. Investigasi ini diarahkan pada usaha mengevaluasi soulusi
alternatif yang didesain untuk meningkatkan efektivitas dan sfisiensi atau peningkatan nilai
ekonomis sebuah fungsi organisasi.
B. Sasaran Audit
Akuntabilitas Publik tidak bisa dipisahkan dari prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan
yang baik (Good Governance). Salah satu tata kelola yang baik ialah dengan adanya kinerja yang
baik. Kinerja inilah dapat diidentifikasi dan dievaluasi melalui audit kinerja. Oleh sebab itu, audit
kinerja sangat diperlukan dalam akuntabilitas publik, terutama dalam hal menilai tingkat
keberhasilan kinerja suatu kementerian atau lembaga pemerintah dan memastikan sesuai atau
tidaknya sasaran kegiatan yang menggunakan anggaran dan transparansi dalam pelaksanaannya.
Pada sektor publik, audit kinerja dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas berupa
peningkatan pertanggungjawaban manajemen kepada lembaga perwakilan, pengembangan
bentuk-bentuk laporan akuntabilitas, perbaikan indikator kinerja, perbaikan perbandingan kinerja
antara organisasi sejenis yang diperiksa, serta penyajian informasi yang lebih jelas dan normatif.
C. Kriteria Audit
Kriteria penilaian yang digunakan untuk reliabilitas data dibagi dalam dua area, yaitu:
1. Proses pengumpulan, perhitungan, dan pelaporan data
a. Prosedur yang ada didesain untuk memastikan fairness, dependability, dan reliability
data.

b. Terdapat pengendalian dalam proses pengumpulan dan penghitungan data untuk


memastikan integritas data.
c. Pengendalian yang telah ditetapkan sudah dijalankan.
d. Terdapat dokumentasi yang memadai untuk menentukan integritas data.
2. Kecukupan pelaporan data
a. Data yang dikumpulkan dan dihitung, dibuat dengan dasar yang konsisten dengan
tahun sebelumnya; dan
b. Kewajaran dan reliabilitas data disajikan dengan kriteria tertentu
D. Bukti Audit
Audit kinerja merupakan suatu proses sistematis dalam mendapatkan dan mengevaluasi bukti
yang secara objektif atas suatu kinerja organisasi, program, fungsi, atau kegiatan. Pentingnya
Audit inerja digunakan oleh beberapa pihak, yaitu:
a. Pemerintah
Bagi pemerintah, audit kinerja dapat menjadi ukuran penilaian dan perbaikan atas
3E (ekonomi, efektivitas, dan efisiensi) dari program kegiatan pemerintah dan pelayanan
publik.
b. Legislatif & Masyarakat
Memberikan informasi independen apakah uang negara digunakan secara 3E serta
mendukung pengawasan dan pengambilan keputusan oleh legislatif.
c. BPK
Melakukan peningkatkan kematangan organisasi dan nilai BPK di masyarakat,
meningkatkan motivasi pemeriksa, dan mendorong kreativitas dan pembelajaran.
E. Penyusunan Laporan
PROSES AUDIT
Secara umum, proses audit kinerja memiliki sistematika:
1. Struktur audit kinerja
2. Tahapan audit kinerja
3. Kriteria atau indikator yang menjadi tolok ukur audit kinerja.

1. Struktur Audit Kinerja


Pada dasarya, struktur audit adalah sama, hal yg membedakan adalah spesific
tasks pada tiap tahap audit yg menggambarkan kebutuhan dari masing-masing audit.
Secara umum, struktur audit kinerja terdiri atas:
a. Tahap-tahap audit
b. Elemen masing-masing tahap audit
c. Tujuan umum masing-masing elemen
d. Tugas-tugas yang diperlukan utuk mencapai setiap tujuan
2. Tahapan Audit Kinerja
Audit kinerja merupakan perluasan dari audit keuangan dalam hal tujuan dan
prosedurya. Berdasarkan kerangka umum struktur audit di atas, dapat dikembangkan
struktur audit kinerja yang terdiri atas:
A. Tahap pengenalan dan perencanaan (familiarization and planning phase)
B. Tahap pengauditan (audit phase)
C. Tahap pelaporan (reporting phase)
D. Tahap penindaklanjutan (follow-up phase)
Tahap pengenalan dan perencanaan terdiri dari dua elemen:
a. Survei Pendahuluan (Preliminary Survey)
Survei pendahuluan, bertujuan untuk menghasilkan research plan yang detail yg
dapat membantu auditor dalam mengukur kinerja
Auditor akan berupaya untuk memperoleh gambaran yang akurat tentang lingkungan
organisasi yang diaudit, terutama berkaitan dengan:
1. Struktur dan operasi organisasi
2. Lingkungan manajemen
3. Kebijakan, standar, dan prosedur kerja
Deskripsi yang akurat tentang lingkungan organisasi yang diaudit akan membantu
auditor untuk menentukan tujuan audit dan rencana audit secara detail, memanfaatkan

sumber daya yang ada untuk berbagai hal yang bersifat material, mendesain tugas secara
efisien dan menghindari kesalahan.

Daftar pustaka
I Gusti Agung Rai. 2008. Audit Kinerja pada Sektor Publik: konsep, praktik, Studi Kasus.
Salemba Empat: Jakarta.