Anda di halaman 1dari 2

PATOFISIOLOGI ARITMIA

A. Aritmia Nodus Sinus


1. Stimulasi vagal, intoksikasi digitalis, peningkatan TIK, MI, olahragawan
berat,

orang

kesakitan,

orang

yang

mendapatkan

pengobatan

(propanolol, reserpin, metildopa), pada keadaan hipoendokrin, anoreksia


nervosa, hipotermia, setelah kerusakan bedah SA stimulasi saraf
parasimpatis perlambatan denyut jantung (40-60x/menit) sinus
bradikardi
2. Demam, kehilangan darah akut, anemia, syok, latihan, CHF, nyeri,
keadaan

hipermetabolisme,

kecemasan,

simpatomimetika

atau

pengobatan parasimpatolitik stimulasi saraf simpatis percepatan


denyut jantung (100-180x/menit) sinus takikardi
B. Aritmia Atrium
1. Iritabilitas otot atrium karena kafein, alkohol, nikotin, miokardium atrium
yang teregang, stres/kecemasan, hipokalemia, cedera, infark, keadaan

hipermetabolik

peningkatan

otomatisasi

melepaskan

impuls

sebelum nodus SA melepaskan impuls kontraksi prematur atrium


(Premature Atrium Contraction) berkurangnya denyut nadi (perbedaan
antara

frekuensi

denyut

nadi

dan

apeks)

bisa

terjadi

pasien

mengatakan berdebar-debar
2. Emosi, tembakau, kafein, kelelahan, pengobatan simpatomimetik, alkohol

peningkatan

frekuensi

jantung

(150-250x/menit)

penurunan

pengisisan arteri koroner angina pektoris penurunan curah jantung


gagal jantung
3. Titik fokus di atrium yang menghasilkan impuls dan terdapat penyekat
terapi pada AV menvegah penghantaran peningkatan frekuensi
atrium (250-400x/menit) fibrilasi ventrikel flutter atrium
4. Berhubungan dengan penyakit jantung aterosklerotik, penyakit katup
jantung, CHF, tirotoksikosis, cor pulmonale, penyakit jantung kongenital
kontraksi otot atrium yang tidakterorganisasi dan tidak terorganisasi (350600x/menit) dan peningkatan respon ventrikular mengurangi waktu
pengisisan volume sekuncup denyut defisit (perbedaan jumlah antara
denyut nadi dan apeks)
C. Airtmia Ventrikel
1. Toksisitas digitalis, hipoksia, hipokalemia, demam, asidosis, latihan,
peningkatan sirkulasi katekolamin peningkatan otomatisasi sel otot
ventrikel

Contraction)

kontraksi

prematur

ventrikel

(Prmature

Ventricular

2.

Berhubungan dengan penyakit arteri koroner peningkatan iritabilitas


miokard irama ventrikular dipercepat dan takikardi ventrikel (150-

200x/menit)
3. Vibrilasi ventrikel adalah denyutan ventrikel yang cepat dan tidak efektif.
Pada disritmia ini denyut jantung tidak terdengar dan tidak teraba, dan
tidak ada respirasi. Polanya sangat iregular. Karena tidak ada koordinasi
aktivitas jantung, maka dapat terjadi henti jantung dan kematian.
D. Abnormalitas Hantaran
1. Penyakit AV derajat satu
Biasanya berhubungan dengan penyakit jantung organik atau mungkin
obat digitalis. Hal ini biasanya terlihat pada pasien infark miokard donding
inferior jantung.
2. Penyekat AV derajat dua
Disebabkan oleh penyakit jantung organik, IMA atau intoksikasi digitalis.
Hal ini menyebabkan penurunan curah jantung.
3. Penyekat AV derajat tiga (penyekat jantung lengkap)
Juga berhubungan dengan penyakit jantung organik, intoksikasi digitalis
dan IMA. Frekuensi jantung berkurang drastis, mengakibatkan penurunan
perfusi ke organ vital, seperti otak, jantung, ginjal, paru dan kulit.
4. Asistole Ventrikel
Tidak ada denyut jantung, denyut nadi dan pernapasan.