Anda di halaman 1dari 2

MINERAL BAUKSIT

Bauksit merupakan biji utama alumunium yang terdiri dari alumunium hidroksida dan
alumunium oksida. Bauksit ini pertama di temukan di tahun 1821 di les baux, oleh
karena itu penamaannya adalah bauxite atau bauksit. Mineral bauksit merupakan
mineral yang tersusun dari mineral anorganik dimana merupakan senyawa kimia yang
terbentuk secara alami.

Gambar

deskripsi sifat fisik


Bagaimana dengan sifat Bauksit? bauksit termasuk sangat lunak dengan angka
kekerasan 1-3 skala mohs. Selain itu juga relative ringan dengan berat jenis 2,3-2,7.
Bauksit mudah patah dan tidak dapat larut dalam air serta tidak akan terbakar.

deskripsi sifat kimia,


Bauksit merupakan bahan yang heterogen, yang mempunyai mineral dengan susunan
terutama dari oksida aluminium, yaitu berupa mineral buhmit (Al2O3H2O) dan mineral
gibsit (Al2O3 .3H2O). Secara umum bauksit mengandung Al2O3 sebanyak 45-65%,
SiO2 1-12%, Fe2O3 2-25%, TiO2 >3%, dan H2O 14-36%. Bauksit merupakan
kelompok mineral aluminium hidroksida yang dalam keadaan murni berwarna putih
atau kekuningan.
keterdapatan,

genesis
Bauksit terbentuk dari batuan yang mengandung unsur Al. Batuan tersebutantara lain
nepheline, syenit, granit, andesit, dolerite, gabro, basalt, hornfels, schist,slate, kaolinitic,
shale, limestone dan phonolite. Apabila batuan- batuan tersebutmengalami pelapukan,
mineral yang mudah larut akan terlarutkan, seperti mineral mineral alkali, sedangkan
mineral-mineral yang tahan akan pelapukan akanterakumulasikan.Bauksit terbentuk dari
batuan yang mempunyai kadar alumunium nisbi tinggi,kadar Fe rendah dan tidak atau
sedikit mengandung kuarsa (SiO2) bebas atau tidakmengandung sama sekali.
Bentuknya menyerupai cellular atau tanah liat dan kadang kadang berstruktur pisolitic.
Secara makroskopis bauksit berbentuk amorf. Kekerasanbauksit berkisar antara 1-3
skala Mohs dan berat jenis berkisar antara 2,52,6. .Bauksit dapat ditemukan dalam
lapisan mendatar tetapi kedudukannya di kedalamantertentu.Di daerah tropis, pada
kondisi tertentu batuan yang terbentuk dari mineralsilikat dan lempung akan terpecahpecah dan silikanya terpisahkan sedangkan oksidaalumunium dan oksida besi
terkonsentrasi sebagai residu. Proses ini berlangsung terusdalam waktu yang cukup dan
produk pelapukan terhindar dari erosi, akanmenghasilkan endapan lateritik. Kandungan
alumunium yang tinggi di batuan asalbukan merupakan syarat utama dalam
pembentukan bauksit, tetapi yang lebih pentingadalah intensitas dan lamanya proses
laterisasi.Kondisi kondisi utama yang memungkinkan terjadinya endapan bauksit secara
optimum adalah
1. Adanya batuan yang mudah larut dan menghasilkan batuan sisa yang
kayaAlumunium2.
2. Adanya vegetasi dan bakteri yang mempercepat proses pelapukan3.
3. Porositas batuan yang tinggi, sehingga sirkulasi air berjalan dengan mudah4.
4. Adanya pergantian musim (cuaca) hujan dan kemarau (kering)5.
5. Adanya bahan yang tepat untuk pelarutan6.
6. Relief (bentuk permukaan) yang relatif rata, yang mana
memungkinkanterjadinya pergerakan air dengan tingkat erosi minimum7.
7. Waktu yang cukup untuk terjadinya proses pelapuka

Anda mungkin juga menyukai