Anda di halaman 1dari 92

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

PENGATURAN
KEAMANAN BENDUNGAN

Mataram, 10 September 2015

10-Sep-15

II. GARIS BESAR PENGATURAN KB


2.1 PERTIMBANGAN PERLUNYA PENGATURAN
BENDUNGAN DISAMPING MEMILIKI MANFAAT YANG
BESAR, JUGA MENYIMPAN POTENSI BAHAYA YANG
BESAR PULA. BENDUNGAN YANG RUNTUH AKAN
MENIMBULKAN BENCANA BANJIR DAHSYAT YANG
AKAN
MENGAKIBATKAN
TIMBULNYA
BANYAK
KORBAN JIWA, HARTA BENDA, FASILITAS UMUM DAN
KERUSAKAN LINGKUNGAN YANG SANGAT PARAH DI
DAERAH HILIR.
BENCANA YANG DITIMBULKAN OLEH KERUNTUHAN
BANGUNAN BENDUNGAN TIDAK HANYA TERJADI DI
LOKASI BANGUNAN SEPERTI BANGUNAN GEDUNG,
JEMBATAN DLL., TETAPI MENYEBAR SAMPAI JAUH KE
HILIR MENCAKUP AREAL YANG LUAS.
.
10-Sep-15

BALAI BENDUNGAN

BENDUNGAN : MEMILIKI MANFAAT YANG BESAR +


POTENSI BAHAYA

31/8/2015

ZAIN

31/8/2015

ZAIN

Bendungan Teton (Amerika Serikat) runtuh 5 Juni 1976

Pada jam 10:30 - 11 AM. Debit bocoran melarutkan material timbunan, tindakan darurat
untuk menutup bocoran dilakukan dengan bulldozer D-9 namun tidak berhasil (Foto oleh
Mrs. Eunice Olson, 5 Juni 1976).

Bendungan Teton (Amerika Serikat) runtuh 5 Juni 1976

Lubang akibat bocoran semakin besar (Foto oleh Mrs. Eunice Olson, 5 Juni 1976).

Bendungan Teton (Amerika Serikat) runtuh 5 Juni 1976

Lubang akibat bocoran semakin membesar dan mulai memotong tubuh bendungan, debit bocoran menggenangi
bangunan di kaki hilir bendungan (Foto oleh Mrs. Eunice Olson, 5 Juni 1976).

Bendungan Teton (Amerika Serikat) runtuh 5 Juni 1976

Lembah hilir dan beberapa bangunan fasilitas di hilir bendungan tergenang banjir akibat runtuhnya bendungan. (Foto oleh
Mrs. Eunice Olson, 5 Juni 1976).

Bendungan Teton (Amerika Serikat) 1976


Tipe Bendungan Urugan, H=93 m,

14 orang meninggal
lebih dari 25.000 orang
kehilangan tempat
tinggal

Keruntuhan akibat rembesan Bendungan Teton, 5 Juni 1976

Bendungan Teton (Amerika Serikat) 1976

Bendungan Teton setelah runtuh

BENDUNGAN TETON AS -1976


14 orang meninggal
> 25.000 orang kehilangan tempat
tinggal

Skip 27

10-Sep-15

ZAIN

11

31/8/2015

ZAIN

12

10-Sep-15

ZAIN

13

SESUNGGUHNYA BENDUNGAN MODERN TELAH DIDESAIN


DENGAN AMAN :
- AMAN TERHADAP BANJIR MAKSIMUM BOLEH JADI (PMF)
- AMAN TERHADAP BEBAN GEMPA 1000~10.000 TAUNAN
- AMAN TERHADAP REMBESAN
KERUNTUHAN BENDUNGAN BIASANYA TERJADI KARENA
KITA: TERLALU YAKIN TERHADAP KEAMANAN BENDUNGAN
KITA/ KUARANG MEMAHAMI KELEMAHAN-KELEMAHAN
BENDUNGAN; KURANG PEDULI/LALAI TERHADAP KEAMANAN
BENDUNGAN

KITA PERLU MEMAHAMI KONSEPSI KEAMANAN


BENDUNGAN
PEDULI TERHADAP KEAMANAN BENDUNGAN
SELALU MEMANTAU, MEMELIHARA DAN MENGOPERASIKAN
BENDUNGAN KITA DENGAN BAIK
31/8/2015

ZAIN

14

KEGAGALAN BENDUNGAN :
DAPAT TERJADI KAPAN SAJA;
DIMANA SAJA,
BENDUNGAN TIPE APA SAJA,
TERMASUK BENDUNGAN KITA.

31/8/2015

ZAIN

15

DALAM RANGKA MELINDUNGI MASYARAKAT DARI POTENSI


KEGAGALAN BENDUNGAN, PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN
BENDUNGAN PERLU DIATUR SECARA KHUSUS.
UNTUK ITU MENTERI PEKERJAAN UMUM PADA TAHUN 1997
TELAH MENGELUARKAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN
UMUM NOMOR 72/PRT/1997 TENTANG KEAMANAN BENDUNGAN,
KEMUDIAN PADA TAHUN 2010 PEMERINTAH MENGELUARKAN :
PP NO. 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN YANG
MENGATUR MENGENAI A.L.:
- PEMBANGUNAN BENDUNGAN,
- PENGELOLAAN BENDUNGAN,
- KEAMANAN BENDUNGAN,
- DOKUMENTASI DAN INFORMASI,
- PERAN MASYARAKAT, SANKSI, DLL.
. TH 2015, MENTERI PUPR MENGELUARAKAN PERMEN
NO 27/PRT/M/2015 TENTANG BENDUNGAN
31/8/2015

ZAIN

16

2.1. PERATURAN PER-UNDANG2 AN LAIN YANG TERKAIT


1. UU NO.7 TH. 2004 Tentang SDA (dibatalkan MK)
Tahapan perencanaan, keharusan mematuhi NSPM, sanksi pelanggaran, dll

2.

UU NO.18 TH 1999 Tentang JASA KONSTRUKSI:


Keharusan Perenc dan Pengawas konstr memiliki sertifikat keahlian. Isi minimal
kontrak. Kegagalan konstruks dan bangunan, Sanksi.dll

3.

3.

UU NO. 24 TH 2007 Tentang PENANGGULANGAN BENCANA


FS harus dilengkapi analisis bencana, Penanggulangan bencana dalam situasi
terdapat potensi terjadi bencana adalah meliputi: (a). kesiapsiagaan;
(b). peringatan dini; dan (c). mitigasi bencana.
PP NO. 28 TH 2000 Tentang USAHA DAN PERAN MASY JASA KONSTRK:
- Penanggung jawab teknik badan usaha jasa perenc, pelaks, pengawasan harus

memiliki sertifkt keahlian/ketrampilan


- Badan usaha nasional & asing harus teregristasi di Lembaga/LPJK
- Tenaga kerja konstruksi, harus mengikuti Sertifikasi ketrampilan dan Sertifikasi
keahlian, mengikuti registrasi yang dilakukan Lembaga + REVISI

4.

PP NO.29 TH 2000 Tentang PENYELENGGARAAN JASA KONSTR:


Tahapan perencanaan, sanksi pelanggaran desain tanpa studi kelayakan, kegagalan
konstruksi dan bendungan, denda dan gantirugi, kewajiban uji coba bendungan oleh
instansi yg membidangi pengairan (ps 29)

31/8/2015

ZAIN

17

PERATURAN PERUDANG-UNDANGAN LAIN YANG TERKAIT


antara lain

UU RI no 23 tahun 1997 tentang Ketentuanketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan


Hidup; antara lain mengatur bahwa setiap
usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan
dampak besar dan penting terhadap
lingkungan hidup wajib memiliki analisis
mengenai dampak lingkungan hidup

31/8/2015

ZAIN

18

2.3. MAKSUD DAN TUJUAN PENGATURAN


KEAMANAN BENDUNGAN
Maksud : mewujudkan tertib pembangunan dan pemanfaatan
bendungan agar bendungan aman, desain dan konstruksi layak
teknis, aman dalam pengelolaan, sehingga risiko kegagalan
bendungan dapat dicegah/dikurangi. (SESUAI PERMEN PU 72/PRT/1997)
Tujuan Pengaturan:
Pengaturan keamanan bendungan ditujukan untuk melindungi bendungan
dari kemungkinan kegagalan bendungan, serta melindungi jiwa, harta dan
prasarana umum di wilayah yang terpengaruh oleh potensi bahaya akibat
kegagalan bendungan (PP37/2010).

Untuk Kelestarian fungsi, kehandalan


melindungi masyarakat dari ancaman
(SESUAI PERMEN PU 72/PRT/1997)

keamanan
kegagalan

bendungan,
bendungan.

Bendungan harus aman yang bagaimana? Akan dibahas pd bab III)

31/8/2015

ZAIN

19

2.4. LINGKUP PENGATURAN (PS 3 PERMEN BENDUNGAN)


MENCAKUP: KEGIATAN PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN BENDUNGAN
BERLAKU BAGI:
(1). BENDUNGAN DENGAN TINGGI >15 m DIUKUR DARI DASAR PONDASI
TERDALAM;
(2). BENDUNGAN DENGAN TINGGI 10 ~ 15 m DIUKUR DARI DASAR
PONDASI TERDALAM DAN DENGAN:
- PANJANG PUNCAK BENDUNGAN > 500 m, ATAU
- DAYA TAMPUNG WADUK > 500.000 m3, ATAU
- DEBIT BANJIR MAKSIMAL YANG DIPERHITUNGKAN >1000 m3/dt; ATAU

(3). BENDUNGAN LAINNYA YANG MEMPUNYAI: RISIKO TINGGI, KESULITAN


KHUSUS PADA PONDASI, ATAU BENDUNGAN YANG DIDESAIN
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BARU.
BENDUNGAN LAIN (PS 73): BENDUNGAN LAIN DI LUAR PS 3:
- PEMBANGUNANNYA HARUS DILAPORKAN KE MENTERI ,
- TATA CARA PERIZINAN, PERSETUJUAN, DAN PELAPORAN
PEMBANGUNAN DIATUR DENGAN PEDOMAN TEKNIS.
10-Sep-15

BALAI BENDUNGAN

DALAM
20

BENDUNGAN
(BESAR)
1. H>15m, S>100.000

m3

2. H > 10~15m, dengan:


- L >500m, atau
- S >500.000 m3, atau
- Q max >1000 m3/dt

H < 10 m
RISIKO TINGGI,
TEKNOLOGI
BARU; MEMILIKI
KESULITAN
KHUSUS
FONDASI

H =2,5 ~10 m; S<500.000


m3

BANGUNAN
PENAHAN AIR

RISIKO RENDAH?
KRETERIA DESAIN?
(Q=500~1000 th; W>1,0 m)

H= Tinggi bendunan diukur


dar idasar galian pondasi
S= Storage
L= Panjang puncak bendungan

BENDUNGAN
LAIN

EMBUNG KECIL DTA<1


km2 ,off stream Tipe
Urugan H <10 m
Pasangan/beton H<6m

PENERAPAN ATURAN KEAMANAN


BENDUNGAN UNTUK BERBAGAI
UKURAN BENDUNGAN dan TINGKAT
RISIKO
31/8/2015

ZAIN

IKUTI ATURAN
KEAMAMAN
BENDUNGAN

?
PEMBANG
dan REHAB,
LAPORKAN
KE MENTERI
PU
OK

KRETERIA DESAIN: Q=50~100


th;
W>0,5 m + settlemen
0,25m

EMBUNG PERTANIAN
H =2,5 ~3m; S<500m3
21

2.5.

Instansi Teknis Keamanan Bendungan

Dalam
melaksanakan
pengaturan
keamanan
bendungan Menteri PUPR (selanjutnya akan disebut:
Menteri) dibantu oleh : Instansi teknis keamanan
bendungan, yang kemudian dinamakan Komisi
Keamanan Bendungan (KKB).

Dalam melaksanakan tugasnya, KKB didukung oleh


Unit Pelaksana Teknis Bidang (Keamanan)
Bendungan atau Balai Bendungan.
Tugas Komisi Keamanan Bendungan:
- Melakukan kajian keamanan bendungan
- Memberi rekomendasi mengenai pengaturan
keamanan bdgn.
- Menyelenggarakan inspeksi (bersama Balai
Bendungan).
31/8/2015

ZAIN

22

Susunan anggota KKB terdiri dari:


Ketua merangkap anggota: Dirjen SDA
Anggota, tenaga ahli dari :
- instansi pemerintah ,
- wakil pemilik bendungan,
- wakil asosiasi profesi di bidang bendungan
Sekretaris bukan anggota: secara fungsional dijabat
Kepala Balai Bendungan.
Unit pelaksana teknis bidang keamanan bendungan
Dalam melaksanakan tugasnya, KKB mendapat
dukungan teknis (dan administratif) dari Unit pelaksana
teknis bidang keamanan bendungan atau kemudian
disebut Balai Bendungan.
31/8/2015

ZAIN

23

Untuk melaksanakan tugas tersebut Balai Bendungan


memiliki fungsi :
1). pengumpulan dan pengolahan data;
2). pengkajian bendungan dan analisis perilaku
bendungan;
3). penyiapan saran teknis bendungan;
4). penyelenggaraan inspeksi keamanan bendungan;
5). inventarisasi dan registrasi bendungan dan
klasifikasi bahaya bendungan;
6). penyiapan peraturan, pedoman dan petunjuk teknis
keamanan bendungan;
7). penyebarluasan dan pemberian bimbingan
keamanan bendungan; dan
8). pelaksanaan kerjasama dengan instansi terkait dan
pihak pemilik bendungan.
9). Dokumentasi dan pusat informasi bendungan

31/8/2015

ZAIN

24

TAHAP PEMBANGUNAN BENDUNGAN


1. Persiapan pembangunan:
a. Penyusunan Pola Pengelolaan SDA&Rencana pengelolaan SDA (Master plan):
Pengelola wil sungai (BWS/BBWS/Dinas SDA) harus menyiapkan Pola Pengelolaan
SDA dan Rencana pengel SDA pada setiap Wil Sungai yang dia kelola.
Dalam rencanan pengelolaan SDA, sudah tercantum adanya rencana pembangunan
bendungan (untuk penampung air). Pembangunan bendungan disusun berdasarkan
ketersediaan dan kebutuhan air pada wilayah sungai dan rencana tata ruang pada
wilayah sungai yang bersangkutan.
b.Pengurusan perizinan, antara lain: Izin penggunaan SDA , Persetujuan prinsip
pembangunan.
2. Perencanaan pembangunan; meliputi:
a. studi kelayakan (+ studi prakelayakan) dilengkapi Desain Pendahuluan;
b. penyiapan desain rinci; dan
c. studi pengadaan tanah.
Perencanaan pembangunan bendungan disusun dengan memperhatikan: kondisi
sumber daya air; keberadaan masyarakat; benda bersejarah; daya dukung
lingkungan hidup; dan rencana tata ruang wilayah;
Penyusunan perencanaan harus mengacu NSPM dan Harus dilakukan PKM,
3. Pelaksanaan konstruksi; dilaksanakan sesuai desain yg telah disetujui Menteri.
4. Pengisian awal waduk, dilakukan stlh bendungan, daerah genangan& hilir aman
31/8/2015

ZAIN

25

2.6. Izin dan Persetujuan dalam pembangunan dan


pengelolaan bendungan.
2.6.1. Izin dan Persetujuan pada tahap persiapan
pembangunan

Izin dan persetujuan yang wajib dimiliki oleh


pembangun bendungan, pada tahap
persiapan pembangunan yaitu:
1). Izin penggunaan sumber daya air,
2). Persetujuan prinsip pembangunan
bendungan
31/8/2015

ZAIN

26

2.6.2. Izin penggunaan sumber daya air


Izin ini diberikan oleh:
1). Menteri untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah
sungai lintas provinsi, wilayah sungai lintas negara, dan
wilayah sungai strategis nasional;
2). Gubernur untuk penggunaan sumber daya air pada wilayah
sungai lintas kabupaten/kota; dan
3). Bupati/walikota untuk penggunaan sumber daya air pada
wilayah sungai dalam satu kabupaten/kota.
Permohonan, harus memenuhi persyaratan administratif dan teknis.
Persyaratan administratif:
a. permohonan izin penggunaan sumber daya air;
b. identitas Pemohon; dan
c. izin atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

Persyaratan teknis : berupa rekomendasi teknis dari unit pelaksana


teknis yang membidangi sumber daya air pada wilayah sungai yang
bersangkutan (untuk izin Menteri: BWS/BBWS).
31/8/2015

ZAIN

27

2.6.3. Persetujuan prinsip pembangunan


Permohonan Persetujuan prinsip pembangunan
bendungan, diajukan oleh pembangun bendungan kepada :
Menteri, Gubernur , Bupati/Walikota sesuai pembagian
kewenangan wilayah sungai yang bersangkutan.
Persyaratan admisitrasi, antara lain:
a. permohonan persetujuan prinsip pembangunan;
b. identitas Pembangun bendungan; dan
c. izin atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan (SIPA, dll)
Persyaratan teknik, antara lain:
a. Rekomtek dari pengelola wil sungai yang bersangkutan
b. Dokumen studi kelayakan;
b. Dokumen pengelolaan lingkungan hidup.
31/8/2015

ZAIN

28

2.6.2 KAJIAN , PERSETUJUAN & IZIN DLM RANGKA


KEAMANAN BENDUNGAN
NO

JENIS KAJIAN

1.

KAJIAN DESAIN

PERSETUJUAN DESAIN & IZIN


PELAKSANAAN KONSTRUKSI

2.

KAJIAN PELAKSANAAN
KONSTRUKSI (+Kesiapan
pengisian)

IZIN PENGISIAN AWAL WADUK

KAJIAN PELAKSANAAN
PENGISIAN AWAL (+kesiapan
operasi)

IZIN OPERASI

KAJIAN PENGHAPUSAN
FUNGSI BENDUNGAN

IZIN PENGHAPUSAN FUNGSI


BENDUNGAN

3.

4.

PERSETUJUAN & PERIZINAN

(utk bendungan limbah tambang oleh KLH)

(utk bendungan limbah tambang oleh KLH)

UNTUK PEMB BENDUNGAN BARU, SELAIN IZIN DAN PERSETUJUAN DIATAS, JUGA PERLU:
1. IZIN PENGGUNAAN SUMBER DAYA AIR DR MENTERI/GUB/BUPATI/WALI KOTA

2.

PERSETUJUAN PRINSIP DR MENTERI/GUB/BUPATI/WALI KOTA

UTK REHAB/PERUBAHN : PERSETUJUAN dan IZIN, BERLAKU SPT BENDUNGAN BARU


31/8/2015

ZAIN

29
SKIP 44

a. PERSETUJUAN DESAIN
Pengajuan persetujuan desain harus memenuhi persyaratan administratif dan
persyaratan teknis.

Persyaratan administratif, meliputi dokumen:


a.
permohonan persetujuan desain;
b.
identitas Pembangun bendungan; dan
c.
izin atau persyaratan lain sesuai dg ketentuan peraturan perundang-undangan.

Persyaratan teknis meliputi antara lain dokumen:


a.
gambar teknis rencana bendungan beserta bangunan pelengkapnya dan
fasilitas yang berkaitan dengan pembangunan bendungan serta peta genangan;
b.
nota desain yang meliputi kriteria yang dipergunakan dalam menyusun desain
dan perhitungan, gambar teknis sebagaimana dimaksud pada huruf a;
c.
spesifikasi teknis yang meliputi ukuran yang harus dipenuhi untuk mencapai
kualitas pekerjaan yang disyaratkan dan peralatan yang dipergunakan dalam
pelaksanaan konstruksi;
d.
metode pelaksanaan yang paling sedikit meliputi cara pengelakan aliran sungai,
penimbunan tubuh bendungan, dan pemasangan peralatan hidromekanikal; dan
e.
rencana anggaran biaya pelaksanaan konstruksi bendungan yang meliputi
perhitungan volume pekerjaan dan biaya.

Dalam surat permohonan, harus dijelaskan maksud dan tujuan pembangunan


bendungan.
31/8/2015

ZAIN

30

b. IZIN PELAKSANAAN KONSTRUKSI


Permohonan harus memenuhi persyaratan administratif
dan persyaratan teknis.
1) Persyaratan administratif, meliputi dokumen:
a. permohonan izin pelaksanaan konstruksi;
b. identitas Pembangun bendungan; dan
c. izin atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
2) Persyaratan teknis, meliputi dokumen:
a. desain bendungan yang telah mendapat
persetujuan dari Menteri;
b. studi pengadaan tanah; dan
c. pengelolaan lingkungan hidup;
d. Pernyataan/bukti bahwa lahan kerja (lokasi bendungan,
sumber material) telah bebas
31/8/2015

ZAIN

31

Selama pelaksanaan konstruksi, Pembangun bendungan


1). Harus melakukan kegiatan :
a. pembersihan lahan genangan;
b. pemindahan penduduk dan/atau pemukiman kembali penduduk;
c. penyelamatan benda bersejarah; dan/atau
d. pemindahan satwa liar yang dilindungi dari daerah genangan.
Pada akhir konstruksi, wajib membuat laporn pelaksanaan kegaiatan a, b,
c dan d yang dirangkum dalam: Laporan Penyiapan Daerah Genangan
Waduk.
2). Harus menyiapkan dokumen
a. rencana pengisian awal waduk;
b. rencana pengelolaan bendungan;
c. rencana pembentukan unit pengelola bendungan; dan
d. rencana tindak darurat.
3). Harus menyiapkan laporan akhir pelaksanaan konstruksi beserta
evaluasinya ( eval pelaks konstruksi dan eval keamanan bendungan).
Laporan 1), 2) dan 3) harus dilampirkan dalam pengajuan izin pengisian
awal waduk.
31/8/2015

ZAIN

32

Rencana pengisian awal memuat:


a. rencana pelaksanaan pengisian awal;
b. rencana pemantauan selama pengisian awal;
c. rencana pengawasan dan pengendalian
Rencana pengelolaan bendungan
Untuk bendungan penampung air, rencana ini meliputi:
a. Rencana pengelolaan bendungan untuk konservasi
sumber daya air
b. Rencana pengelolaan bendungan untuk
pendayagunaan waduk
c. Rencana pengelolaan bendungan untuk pengendalian
daya rusak air,
d. Pedoman operasi dan pemeliharaan termasuk
pemantauan dan pola operasi.
31/8/2015

ZAIN

33

Rencana pengelolaan bendungan untuk konservasi sumber daya


air, meliputi:
Perlindungan dan pelestarian waduk
Pengawetan air pada waduk
Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air pada waduk.

Rencana pengelolaan bendungan untuk pendayagunaan


waduk, meliputi:

Penatagunaan waduk
Penyediaan air dan atau daya air
Penggunaan atau pengusahaan air dan atau daya air
Pengusahaan kawasan bendungan beserta waduknya.

Rencana pengelolaan bendungan untuk pengendalian daya


rusak air, meliputi :
pengurangan besaran banjir agar daya rusak air terkendali yang
diselaraskan dengan system peringatan dini diwilayah sungai yang
bersangkutan.
31/8/2015

ZAIN

34

Panduan OP bendungan, isinya paling tidak


mencakup:
- Ketentuan/Petunjuk umum
- Organisasi OP
- Petunjuk operasi
- Petunjuk pemeliharaan
- Petunjuk pemantauan atau pengamatan
bendungan
- Sistem pelaporan
- Perkiraan biaya
- Lampiran
31/8/2015

ZAIN

35

Laporan akhir pelaksanaan konstruksi (completion


report), paling tidak memuat:
1. Uraian pembangunan bendungan terkait tujuan
pembangunan bendungan
2. Kaji ulang desain dan perubahan desain (bila ada)
termasuk alasan perubahan, kreteria desain, perhitungan
dan gambar desain perubahan.
3. Laporan investigasi tambahan, serta hasil pemetaan
geologi berdasar observasi permukaan galian fondasi.
4. Metode pelaksanaan yang dipergunakan dalam
pelaksanaan konstruksi.
6. Laporan pelaks perbaikan fondasi + evaluasi,
7. Pelaksanaan pemasangan dan uji peralatan hidro-elektro
mekanikal.
8. Pelaksanaan pemasangan dan kalibrasi instrumentasi
bendungan termasuk evaluasi datanya yang dikumpulkan
selama pelaksanaan konstruksi
31/8/2015

ZAIN

36

Laporan akhir (lanjutan)


9.
Manual operasi peralatan hidro-elektro mekanikal dan
instrumentasi bendungan .
10.
Peralatan yang digunakan selama pelaksanaan konstruksi
11.
Laporan uji mutu konstruksi, pengendalian mutu dan
evaluasinya untuk mengetahui kesesuaian mutu konstruksi
yang dihasilkan terhadap spesifikasi teknis yang disyaratkan.
12.
Permasalahan yang timbul selama pelaksanaan dan upaya
penanganannya
13.
Gambar terbangun (as built drawing) serta foto2 pelaksanaan.
14.
Laporan tindak lanjut atas saran/rekomendasi dari kajian dan
sidang KKB sebelumnya.
15.
Evaluasi pelaksanaan konstruksi untuk menilai kesesuaian
hasil pelaksanaan konstruksi dengan desain, khususnya
keamanan struktur tubuh bendungan sesuai kondisi terpasang,
meliputi antara laian geometri tubuh bendungan, hasil uji mutu
material dan pelaksanaan timbunan, data instrumentasi.
16.
Lain-lain seperti: peristiwa dan musibah, kelola dan
pemantauan lingkungan, dll..
31/8/2015

ZAIN

37

c. IZIN PENGISIAN AWAL WADUK


Permohonan harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis.
1). Persyaratan administratif , meliputi dokumen:
a. permohonan izin pengisian awal waduk;
b. identitas Pengelola bendungan;
c. Rencana pembentukan unit pengelola bendungan
d. izin atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuan peraturan
undangan.

perundang-

2) Persyaratan teknis, antara lain:


a. data teknis bendungan;
b. laporan akhir pelaksanaan konstruksi (beserta evaluasinya);
c. laporan pelaks penyiapan daerah genangan waduk;
d. Rencana pengisian awal waduk
e. Rencana pengelolaan bendungan (minimal panduan OP dan pola operasi waduk
f. Rencana Tindak Darurat
e. laporan kejadian khusus selama pengisian awal waduk (bila ada).
Izin Operasi diterbitkan apabila bendungan telah aman untuk dioperasikan dan sistem
yang menangani telah siap.

31/8/2015

ZAIN

38

d. Izin Operasi
Permohonan harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan
teknis.
1). Persyaratan administratif , meliputi dokumen:
a. permohonan izin operasi bendungan;
b. identitas Pengelola bendungan;
c. keputusan pembentukan unit pengelola bendungan; dan
d. izin atau persyaratan lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
2) Persyaratan teknis, berupa:
a. data teknis bendungan;
b. laporan pengisian awal waduk;
c. laporan analisis perilaku bendungan;
d. laporan kejadian khusus selama pengisian awal waduk.

Izin Operasi diterbitkan apabila bendungan telah aman untuk dioperasikan


31/8/2015

ZAIN

39

2.7

Kewajiban pemilik bendungan terkait dengan


keamanan bendungan, antara lain:

a. Mengumpulkan serta mengarsipkan data dan dokumen bendungan sesuai dengan


ketentuan yang berlaku.
b. Melakukan pemantauan kondisi bendungan, yang kegiatannya meliputi:
1). Mengadakan, memasang dan memelihara instrumen yang berkaitan dengan
keamanan bendungan ( alat pantau tekanan pori, tekanan angkat, deformasi,
rembesan),
2). Melakukan pengukuran/pembacaan instrumen, mencatat, menyimpan dan
mengevaluasi datanya secara berkala.
3). Mengatur agar setiap bendungannya selalu berada di dalam pemantauan
satuan yang bertugas melakukan pemantauan perilaku bendungan.
4). Melakukan:
- pemeriksaan rutin (harian, mingguan, bulanan)
- pemeriksaan berkala biasa (tengah tahunan, tahunan)
- pemeriksaan besar dan evaluasi keamanan bendungan sekurang-kurangnya
satu kali dalam 5 tahun
- pemeriksaan luar biasa dan pemeriksaan khusus
5). Melakukan uji operasi secara berkala, sekurang-kurangnya satu kali per tahun
terhadap peralatan yang terkait dengan keamanan bendungan.
6). Melaporkan hasil pemantauan tengah tahunan dan tahunan, serta hasil
pemeriksaan luar biasa, pemeriksaan khusus, pemeriksaan besar beserta
evaluasi keamanan bendungan ke Balai Bendungan.
31/8/2015

ZAIN

40

c.

Melakukan pemeliharaan bendungan, yang mencakup


pemeliharaan rutin dan berkala; dan pada kondisi bendungan
mengalami kerusakan wajib melakukan perbaikan atau
rehabilitasi sehingga bendungan selalu dalam kondisi aman untuk
dioperasikan.

d. Memiliki kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Untuk


mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat, pemilik
bendungan harus menyiapkan system penanganan kondisi
darurat, yang selalu siap menangani kondisi terburuk.
System dimaksud mencakup antara lain: system gawar darurat,
organisasi dan staf yang terlatih, peralatan dan bahan untuk
penanganan pada kondisi darurat serta panduan Rencana Tindak
Darurat (RTD).

e.

Dalam melakukan operasi bendungan, harus


mempertimbangkan keamanan bendungan serta keamanan
daerah hulu dan daerah hilir bendungan.

f.

Dan lain-lain

31/8/2015

ZAIN

41

III. KONSEPSI KEAMANAN


BENDUNGAN
BENDUNGAN DIANGGAP AMAN:
APABILA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
DAN PENGELOLAAN (O&P) BENDUNGAN
TELAH DILAKSANAKAN SESUAI DENGAN:
KONSEPSI KEAMANAN BENDUNGAN DAN
KAIDAH-KAIDAH KEAMANAN BENDUNGAN
YANG TERTUANG DALAM BERBAGAI NSPM
(Norma/peraturan
perundang-undangan,
Standar (SNI), Pedoman dan Manual.
APA
YANG
DIMAKSUD
DENGAN
KONSEPSI KEAMANAN BENDUNGAN?
31/8/2015

ZAIN

42

Pasal 2 Permen PUPR no 27/M/PRT/2015 tentang Bendungan


(1) Peraturan Menteri ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi Pemerintah Pusat dan
pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pembangunan bendungan dan
pengelolaan bendungan beserta waduknya.
(2) Peraturan Menteri ini bertujuan agar pembangunan bendungan dan pengelolaan
bendungan beserta waduknya dilaksanakan secara tertib dengan memperhatikan daya
dukung lingkungan hidup, kelayakan teknis, kelayakan ekonomis, kelayakan
lingkungan, dan keamanan bendungan.
(3)

Pembangunan bendungan dan pengelolaan bendungan beserta waduknya


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), harus dilaksanakan berdasarkan
pada konsepsi keamanan bendungan dan kaidah-kaidah keamanan bendungan yang
tertuang dalam berbagai norma, standar, pedoman dan manual untuk meningkatkan
kemanfaatan fungsi sumber daya air, pengawetan air, pengendalian daya rusak air,
dan fungsi pengamanan tampungan limbah tambang atau tampungan lumpur.

(4) Konsepsi keamanan bendungan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), terdiri dari 3
(tiga) pilar yaitu:
a. keamanan struktur berupa aman terhadap kegagalan struktural, aman terhadap
kegagalan hidraulis, dan aman terhadap kegagalan rembesan;
b. operasi, pemeliharaan dan pemantauan; dan
c. kesiapsiagaan tindak darurat.
6-Sep-15

ZAIN

43

KONSEPSI KEAMANAN BENDUNGAN


Bendungan dianggap aman apabila pembangunan dan pengelolaan
bendungan dilaksanakan sesuai dengan konsepsi dan kaidah-kaidah/NSPM
keamanan bendungan. Konsepsi Keamanan Bendungan memiliki 3 pilar
sebagai berikut:

1). Pilar I : Keamanan struktur


Bendungan harus didesain dan dikonstruksi sesuai perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga aman untuk segala kondisi dan
kombinasi beban kerja serta aman dioperasikan pada segala kondisi operasi
(normal , luar biasa, darurat) harus memenuhi kriteria desain
2). Pilar II: Pemantauan dan pemeliharaan
Bendungan harus selalu dipantau shg dpt diketahui sedini mungkin setiap
problem yg sedang berkembang sebelum menjadi ancaman yg nyata dan
selalu dipelihara shg selalu siap dioperasikan pada segala kondisi operasi.
Pada kondisi darurat operasi bdgn harus diutamakan utk pengamanan bdgn.
3). Pilar III :Kesiapsiagaan tindak darurat Pemilik/Pengelola bendungan harus
selalu siap menghadapi kondisi terburuk dari bendungan yang dimiliki
/dikelolanya. Penanganan pada kondisi darurat tidak dibenarkan
dilakukan dengan cara improvisasi / coba-coba tetapi harus berdasar-kan
RENCANA TANGGAP/TINDAK DARURAT yang telah disiapkan secara matang.

10-Sep-15

ZAIN

44

KONSEPSI KEAMANAN BENDUNGAN

KESIAPSIAGAAN
TINDAK DARURAT

KEAMANAN
STRUKTUR

DESAIN DAN
KONSTRUKSI LAYAK
TEKNIS

10-Sep-15

SIAP MENGHADAPI
KONDISI TERBURUK

ZAIN

45

KRITERIA POKOK DESAIN BENDUNGAN :


1). Aman thd. kegagalan stuktural (structural failure)
bendungan harus aman pada segala kondisi dan
kombinasi beban kerja dalam segala kondisi operasi

2). Aman thd. kegagalan hidrolis (hydraulic failure)


aman thd: peluapan, erosi eksternal, scouring, dll.

3). Aman thd. kegagalan rembesan (seepage failure)


aman terhadap: piping, boiling, uplift, erosi internal,
rekah hidrolik, arching, pelarutan soluble material,
dll.

10-Sep-15

ZAIN

46

10-Sep-15

ZAIN

47

Aman thd kegagalan/keruntuhan Struktural


1). Bendungan harus selalu aman pada segala kondisi dan
kombinasi beban kerja dalam segala kondisi operasi.
- Didesain dengan berdasar perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
- Bendungan secara keseluruhan, termasuk tubuh bendungan,
pondasi, abutmen (bukit tumpuan) dan lereng sekeliling waduk,
harus selalu stabil dalam kondisi apapun termasuk kondisi
gempa bumi dan segala kondisi operasi (rembesan langgeng,
surut cepat dan luar biasa) selama umur bendungan
- Faktor keamanan minimal, memenuhi persyaratan SNI
2). Harus tersedia prasarana dan sarana operasi yang dapat
dioperasikan pada kondisi normal maupun darurat, dan sarana
untuk keperluan pemantauan, perbaikan dan rehabilitasi.

10-Sep-15

ZAIN

48

Persyaratan faktor keamanan minimum stabilitas bendungan tipe urugan


FK tnp
gempa

FK dg
Gempa

Peningkatan tek. pori pada timbunan dan


pondasi dihitung menggunakan data lab.
& pengawasan instrumen

1,30

1,20

Lereng U/S dan D/S

Idem hanya tanpa pengawasan instrumen

1,40

1,20

Dengan gempa tanpa kerusakan, digunakan 50%


koef. gempa desain

Hanya pada timbunan tanpa data lab. &


dengan/tanpa pengawasan instrumen
(parameter desain diambil konservatif)

1,30

1,20

2. Total

Tanpa pengawasan instrumen

1,30

1,20

Kondisi

No
1.

Selesai pembangunan tergantung :


1. Jadual pembangunan
2. Hubungan antara tek. pori
dengan waktu

Kuat
geser

Tekanan Pori

1. Efektif

2.

Rembesan tetap tergantung :


1. Elevasi muka air normal sebelah
udik
2. Elevasi muka air sebelah hilir
Lereng U/S dan D/S. Dengan gempa tanpa
kerusakan digunakan 100% koef. gempa desain

1. Efektif

Dari analisis rembesan

1,50

1,20

3.

Pengoperasian waduk tergantung :


1. Elevasi muka air maks. di udik
2. Elevasi muka air min. di udik
(dead storage)

1. Efektif

Surut cepat dan dari elevasi muka air


normal sampai muka air minimum.
Lereng U/S dan D/S

1,30

1,10

Surut cepat dari muka air maks. sampai


muka air min. Pengaruh gempa diambil
0% dari koef. Gempa desain

1,30

Surut cepat dari elevasi muka air


maksimum sampai muka air terendah
bangunan pengeluaran.
Pengaruh gempa diabaikan

1,20

Lereng U/S harus dianalisis untuk kondisi surut


cepat

4.

Luar biasa tergantung :


1. Pembuntuan pada sistim
drainase
2. Surut cepat karena penggunaan
10-Sep-15
air melebihi kebutuhan
3. Surut cepat keperluan gawat
darurat

1. Efektif

ZAIN

49

10-Sep-15

ZAIN

50

10-Sep-15

ZAIN

51

10/09/2015

ZAIN

52

BENDUNGAN PLTA TIPE BETON GAYA BERAT


SIPANSIHAPORAS SUMATRA UTARA
10/09/2015

ZAIN

53

AMAN THD KEGAGALAN HIDROLIK


Bangunan pelimpah bendungan harus mampu mengalirkan banjir desain
dengan aman kapasitasnya cukup, aliran di dan dari pelimpah tidak
boleh mengancam (erosi, scouring) stabilitas pelimpah dan bendungan.

Tidak boleh terjadi peluapanTinggi jagaan (stlh settlement) harus cukup


untuk mencegah terjadinya luapan.
Tidak boleh terjadi erosi permukaan, yang membahyakan bendungan
Lereng dan permukaan puncak bendungan serta tumpuan harus aman thd
erosi permukaan, perlu diproteksi. Fondasi dan tumpuan aman dari
erosi dan gerusan.
Bila ada :Bang pengeluaran darurat kapasitasnya cukup utk
mengeluarkan air dengan cepat saat terjadi kondisi darurat (belum
menjadi keharusan).
Dll.

10-Sep-15

ZAIN

54

10-Sep-15

ZAIN

55

10-Sep-15

ZAIN

56

H1 = Hw + Hs + Hr + He + hu
H2 = Hw + Hs + Hr + hu
hc = tinggi cadangan konsolidasi

Hw = tinggi gelombang karena angin,

He = tinggi gelonbang akibat gempa

Hr = tinggi rayapan gelombang (wave run-up)

Hs = kenaikan mujka air karena angin (wind set up)


.hu =cadangan ketidak pastian, untuk muka air normal: hu > 1,0 m
10-Sep-15
ZAINtak berpintu; hu> 1,0 bagi yang berpintu
untuk Q1000 atau BMB: hu>0,50m bagi pelimpah

57

AMAN THD KEGAGALAN REMBESAN


Rembesan melalui tubuh bendungan, fondasi, tumpuan, dan
tepian/bukit sekeliling waduk harus terkendali, tidak boleh
terjadi: gaya angkat (uplift) yang berlebihan, ketidak
stabilan, longsoran, aliran buluh, terhanyutnya material
karena pelarutan, atau erosi internal /material terbawa
aliran rembesan melalui rekahan, kekar dan rongga.

Tebing/dinding sekeliling waduk harus stabil pada segala


kondisi operasi (severe operation), tidak boleh terjadi
ketidak stabilan pada dinding sekeliling waduk yang tipis,
atau saat waduk terisi kemungkinan terjadinya longsoran
besar yang masuk ke waduk sehingga memicu timbulnya
gelombang besar yang dapat mengakibatkan luapan air
waduk.
Untuk memenuhi fungsi bendungan, total debit rembesan
tidak boleh mengganggu fungsi bendungan.
10-Sep-15
Dll.
ZAIN
58

10-Sep-15

ZAIN

59

10-Sep-15

ZAIN

60

10-Sep-15

ZAIN

61

Contoh Embung yang runtuh pada masa operasi,

31/8/2015

ZAIN

62

10-Sep-15

ZAIN

63

10-Sep-15

ZAIN

64

10-Sep-15

ZAIN

65

10-Sep-15

ZAIN

66

10-Sep-15

ZAIN

67

10-Sep-15

ZAIN

68

10-Sep-15

ZAIN

69

10-Sep-15

ZAIN

70

10-Sep-15

ZAIN

71

10-Sep-15

ZAIN

72

31/8/2015

ZAIN

73

31/8/2015

ZAIN

74

Disamping 3 pilar keamanan diatas,


bendungan juga harus memenuhi
persyaratan lingkungan dan keamanan
publik:
Tidak membahayakan bagi lingkungan dan
masyarakat di sekitarnya,

10-Sep-15

ZAIN

75

PEMANTAUAN
BENDUNGAN

10-Sep-15

BALAI BENDUNGAN

76

Pengukuran dan pembacaan instrumen, terutama ditujukan


untuk mengetahui:
kondisi didalam tubuh bendungan dan pondasi. Pengukuran dan
pembacaan dilakukan terhadap perilaku dan terhadap beban luar,
yang terdiri dari:
Aspek perilaku bendungan, minimal:
- Deformasi
- Rembesan
- Tekanan Pori dan Gaya angkat (up lift)

Beban luar:
- Elevasi muka air waduk,
- Elevasi sedimen
- Data meteorology (hujan, suhu udara), gempa bumi

Hasil pembacaan dicatat oleh petugas lapangan, kemudian secara


berkala dikirim kekantor induk untuk dievaluasi oleh engineer yang
berpengalam-an dan setiap tahun sekali dibuat laporan perilaku
bendungan tahunan,
31/8/2015
ZAIN
77

PEMERIKSAAN

Tujuan pemeriksaan, secara umum adalah untuk mengetahui:


- Gejala perilaku bendungan,
- Perubahan yang terjadi,
- Kerusakan yang terjadi,
- Hal-hal lain yang berpotensi mengancam keamanan bendungan.
Kegiatan pemeriksaan yang harus dilakukan oleh Pemilik atau Pengelola
bendungan adalah :
Pemeriksaan rutin, tujuannya untuk mengetahui tanda-tanda
perilaku bendungan. Dilakukan dalam interval waktu pendek,
yaitu
: Harian, Mingguan, Bulanan.
Pemeriksaan Berkala : Setengah Tahunan (tiap satu tahun
dirangkum dalam laporan tahunan), Pemeriksaan besar minimal 1 x
dalam 5 tahun
Pemeriksaan luar biasa, dilakukan sebelum dan sesudah
hujan badai, setelah gempa bumi, stlh terjadi sabotase
Pemeriksaan khusus: dilakukan setelah terjadinya kondisi
khusus yang dapat mengancam keamanan bendungan,
seperti : adanya perubahan perilaku bendungan yang
mencolok,
longsoran besar, retakan besar, amblesan pada
puncak bendungan,
dll.
31/8/2015

ZAIN

78

Pemeriksaan tengah tahunan.


Pemeriksaan dilakukan secara khusus (diluar pemeriksaan rutin) pada:
saat kemarau saat muka air waduk terendah dengan perhatian
khusus pada lereng hulu bendungan dan saat musim hujan
saat muka air waduk maksimum dengan perhatian khusus pada
lereng hilir.
Hasil pemantauan selama setahun termasuk hasil pemeriksaan tengah
tahunan saat kemarau dan saat musim hujan serta hasil pelaksanaan
operasi dan pemeliharaan kemudian dievaluasi dan dirangkum dalam
laporan tahunan, yang isinya meliputi antara lain:
Hasil pemeriksaan visual termasuk identifikasi komponen/bagianbagian bendungan yang memerlukan perbaikan
Hasil pemantauan perilaku bendungan
Perbandingan hasil pemantauan dengan nilai desain
Kondisi instrumentasi
Kondisi operasi
Peristiwa, musibah, kejadian luar biasa
Kegiatan studi, pekerjaan perbaikan, inspeksi dan pemeriksaan
(besar, khusus, luar biasa) yang dilakukan pada tahun tersebut.
Dan lain sebagainya
31/8/2015

ZAIN

79

Pemeriksaan besar
Pemeriksaan besar adalah pemeriksaan secara
menyeluruh terhadap aspek teknis dan non teknis dalam
rangka evaluasi keamanan bendungan. Pemeriksaan besar
dilakukan oleh Tim tenaga ahli bendungan (expert) yang
paling tidak terdiri dari seorang dam engineer dan seorang
geologist. Tujuan pemeriksaan besar, adalah untuk:
- Mengetahui status/kondisi keamanan bendungan
berkaitan dengan keamanan struktural dan
operasional, hidrolis serta rembesan.
- Meng-identifikasi problem yang sedang berkembang
dan menetapkan usulan tindak lanjut untuk
peningkatan keamanan bendungan yang dapat berupa:
pembatasan operasi, perbaikan, studi lanjutan atau
studi khusus (special study) untuk memecahkan
masalah yang ada.

31/8/2015

ZAIN

80

Langkah-langkah kegiatan pemeriksaan besar:


1). Langkah Pertama :
(1). Kaji semua data yang ada, antara lain:

Kaji /pelajari desain dan data desain bendungan dan


bangunan pelengkap, untuk menilai performance aktual
dengan membandingkannya dengan performance yang
direncanakan dalam desain. Bandingkan desain dengan
NSPM terbaru.

Kaji laporan (data dan rekaman) pelaksanaan konstruksi.


Apakah bangunan dikonstruksi sesuai desain? Adakah revisi
desain yang dibuat untuk mengatasi kondisi yang tidak biasa (
unusual) atau kondisi diluar perkiraan (unanticipated)

Kaji riwayat OP bendungan dan bangunan pelengkapnya,


sehingga Tim Inspeksi/Pemeriksa benar-benar memahami
penuh bendungan dan riwayat operasi serta pemeliharaannya

31/8/2015

ZAIN

81

(2). Pelajari perilaku dan kondisi bendungan


Untuk itu lakukan pemeriksaan bendungan secara menyeluruh
(bendungan dan waduk, diatas air dan bawah air) untuk
mengidentifikasi semua potensi masalah:
yang dampaknya merugikan terhadap keamanan bendungan,
daerah hulu dan hilir bendungan, serta
periksa kecukupan bendungan dan bangunan pelengkapnya
untuk memenuhi fungsinya, dengan didukung:
*
data yang relevan,
*
pertimbangan dan analisis teknis diantaranya dengan
membandingkan perilaku bendungan aktual dengan
perilaku yang direncanakan dalam desain.

Dari evaluasi langkah pertama akan diperoleh indikasi adanya


kelainan/kelemaham/problem /ancaman terhadap bendungan
tersebut.

31/8/2015

ZAIN

82

2).

Langkah kedua

Lakukan analisis teknik untuk menilai status/tingkat keamanan


bendungan berdasar keadaan aktual seperti: adanya perubahan
sifat material, adanya perubahan geometri bendungan, pola banjir
terbaru, kapasitas tampung waduk terbaru, hasil studi gempa
terbaru serta NSPM terbaru, ditinjau dari:
(1). Aspek struktur; periksa stabilitas tubuh bendungan termasuk
stabilitas terhadap gempa pada kondisi normal dan luar biasa,
minimal pada potongan:
bagian yang perilakunya menyimpang
- bagian tertinggi, dan
- bagian yang geometrinya berubah cukup besar dan
- bagian kritis lainnya.
(2). Aspek hidrolik (kecukupan kapasitas pelimpah berdasar hasil
banjir desain dan kapasitas waduk terbaru, tinggi jagaan, dll).
(3). Aspek rembesan (erosi internal, piping, boiling, uplift, pelarutan
materil bendungan dan pondasi, dan lain-lain), berdasar data-data
yang tersedia.
31/8/2015

ZAIN

83

3). Buat kesimpulan status/tingkat keamanan bendungan


dan saran tindak lanjut yang diperlukan.
Tingkat keamanan bendungan:
- Baik : aman pada beban normal, luarbiasa dan beban
ekstrim/gempa dan banjir
- Cukup : aman pada beban normal, indikasi tidak aman pada
beban ekstrim.
- Kurang : keamanan struktur disangsikan, perilaku struktural
mengkhawatirkan,
- Buruk : bendungan tidak aman pada beban normal
Saran tindak lanjut dapat berupa:
pembatasan operasi,
perbaikan,
studi lanjutan atau studi khusus (special study) untuk
memecahkan masalah yang ada
4). Buat/susun laporan pemeriksaan besar
31/8/2015

ZAIN

84

3.4. PILAR 3: KESIAPSIAGAAN TINDAK


DARURAT
SIAP MENGHADAPI KONDISI TERBURUK

SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN


31/8/2015

ZAIN

85

31/8/2015

ZAIN

86

31/8/2015

ZAIN

87

Untuk memenuhi kesiapsiagaan tindak


darurat, pengelola bendungan melakukan :
penyusunan rencana tindak darurat;
penyiapan peralatan dan material untuk tindak
darurat;
pemutakhiran rencana tindak darurat sesuai kondisi
terkini;
penyiapan personil untuk pelaksanaan tindak darurat;
sosialisasi terhadap unsur masyarakat yang
terpengaruh potensi kegagalan bendungan; dan
sosialisasi terhadap pemerintah daerah provinsi dan
pemerintah daerah kabupaten/kota yang wilayahnya
terpengaruh potensi kegagalan bendungan
10-Sep-15

BALAI BENDUNGAN

88

10-Sep-15

BALAI BENDUNGAN

89

10-Sep-15

Way Ela runtuh pada hari Kamis 25 Juli 2013

90

3. BENDUNGAN DAPAT RUNTUH


- KAPAN SAJA,
- TERHADAP BENDUNGAN SIAPA SAJA
- TERMASUK BENDUNGAN KITA.

4. UNTUK MENGHINDARI KERUNNTUHAN BENDUNGAN,


KITA HARUS:

- AWARE/SADAR THD PERINGATAN NO.3,


- CARE/PEDULI,
- SHARE/BERBAGI TANGGUNG JAWAB
SECARA JELAS
31/8/2015

ZAIN

91

TERIMA KASIH
balai_bendungan@yahoo.com

TERIMA KASIH

Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum