Anda di halaman 1dari 27

CASE BASED

DISCUSSION

Wendhy Pramana

ASYMPTOMATIC
BACTERIURIA
When to Treat ?
Why Not To Treat ?

Identitas Pasien

Nama
: Ny. Dalilah
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tidak Bekerja
Umur
: 70 tahun
Alamat
: Yogyakarta
Pembiayaan : JKN non PBI
Indikasi : Diagnosis dan terapi

RESUME

Wanita, 70 tahun dengan keluhan utama mual dan muntah


Sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit OS mengeluh
mual (+), muntah (+), nyeri ulu hati (-), badan lemas (+),
demam (-), sesak nafas (-), batuk (-), buang air kecil volume
700 cc/hari, BAK panas (-), BAK anyang- anyangen (-),
sering BAK (-),Nyeri bagian perut bawah (-), Nyeri pinggang
(-), riwayat kaki bengkak (-), BAB hitam (-), muncul bercak
kebiruan di paha kiri OS periksa ke UGD RSUP Dr.
Sardjito.
Riwayat hipertensi (-), Diabetes mellitus (-),riwayat batu
ginjal (-), minum obat-obatan (-)
Dari pemeriksaan fisik didapatkan: TD 140/80 mmHg, Nadi
90 x/ mnt, respirasi 20 x/mnt, suhu 36,5. Konjungtiva pucat
(+), ictus cordis teraba di SIC IV LMCS, ekimosis paha kiri
(+), purpura (-), RT : tidak teraba massa, feses (+), lendir
(-), darah (-),

PENUNJANG
Darah rutin
Hb
5,2
AL
6,61
AT
66
AE
1,56
Hmt
14,9
S
L
M
E
B

72,6
16,3
7,9
3,0
0,2

MCV 95,5
MCH 33,3
Retik 0,9
Indeks retik 0,29%

Ginjal (pre post HD)


BUN 115 46
Crea 13,96 5,71
Elektrolit (pre post HD)
Na 135 138
K 6,22 3,28
Cl 106 99
Perdarahan
PPT
17,4
K
13,5
APTT 34,0
K
29,5
INR
1,32

Hati
HbsAg
GOT
GPT

Non reaktif
20
19

Urine
pH 5,0
BJ 1,010
Prot +1
Glu. Bil. Uro. N
Ket . Nit. Erit. +2
LE +3
Sedimen :
Erit 21
Leuko 2558
Sel epitel 8,1
Bakteria 715,2
Kristal 6,1
Yeast 0,0

Sinus Rythm, heart rate 75 kali/menit, normoaxis

Ro. Thoraks

Expertise (21/03/2016):

Pulmo tak tampak kelainan


Besar cor normal

RUMUSAN
MASALAH
Chronic Kidney Disease stage V ec susp
glomerulonefritis kronis dengan sindrom
uremikum dan hiperkalemia post HD cito
Severe anemia normositik normokromik ec
suspek anemia renal dd myelodisplasia
syndrome
Trombositopenia et causa suspek
myelodisplasia syndrome
Suspek Infeksi Saluran Kemih asimtomatik

MASALAH

Suspek
Infeksi
Saluran
Kemih
asimtomatik

PENGKAJIAN

PLAN OF
CARE

RENCANA
DIAGNOSTIK &
TERAPI

Infeksi saluran kemih (ISK)

Mengetahui

Pemeriksaan kultur

adalah keadaan adanya infeksi


(ada perkembangbiakan
bakteri) dalam saluran kemih,
meliputi infeksi di parenkim
ginjal sampai infeksi di
kandung kemih dengan jumlah
bakteriuria yang bermakna.
Bakteriuria bermakna adalah
bila ditemukan pada biakan
urin pertumbuhan bakteri
sejumlah > 100.000 per ml urin
segar.

kuman
penyebab
infeksi

sensitivitas urin

Faktor risiko: kerusakan atau


kelainan anatomi saluran kemih
berupa obstruksi internal oleh
jaringan parut, pemasangan
kateter yang lama, endapan
obat intratubular, refluks,
hipertensi, kehamilan.

Memberikan
antibiotik
empirik

Inj. Ceftriaxon 1 gr/


12 jam
Penyesuaian sesuai
hasil kultur

Monitoring

Cek urinalisa pasca


pemberian
antibiotik

Edukasi

Edukasi pencegahan
ISK berulang.

WHEN TO TREAT ?

DEFINISI
Bakteriuria asimtomatik

Isolasi sejumlah tertentu bakteri


Dari spesimen urin yang diambil dengan
cara yang benar
Pada orang tanpa gejala dan tanda ISK
Pyuria

Didapatkan > 10 WBC/lapang pandang


Tanda adanya inflamasi saluran kencing
Dapat disebabkan infeksi maupun non
infeksi (ex: interstitial nefritis)

Kriteria menurut IDSA

Sensitifitas & Spesifisitas 95

DIAGNOS
IS

Untuk wanita asimptomatik, didefinisikan


dengan didapatkannya isolasi bakteri yang
sama dengan jumlah 105 cfu/mL pada 2
sampel urin midstream berturut-turut

Untuk Laki-laki, didapatkannya isolasi


bakteri dengan jumlah 105 cfu/mL pada
satu spesimen urin midstream

Didapatkannya isolasi bakteri dari satu


sampel urin kateter baik pria mau pun
wanita dengan jumlah bakteri 105 cfu/mL

PREVALENSI
Prevalensi bakteriuria asimptomatikpada berbagai
populasi

Prevalensi Pyuria pada berbagai kelompok populas


PREVALE
NSI

Populasi

Prevalens
i (%)

Wanita pre-menopause

32 %

Wanita Hamil

30-70 %

Wanita dengan Diabetes

70 %

Pasien usia lanjut yang


mondok janghka
panjang

90 %

Pasien Hemodialisis

90 %

Pasien dengan
penggunaan kateter
jangka pendek

30-75 %

Pasien dengan
penggunaan kateter
jangka panjang

50-100 %

INDIKASI
Pemberian antibiotik HANYA direkomendasikan pada :
1

Wanita hamil

Wanita hamil dengan bakteriuria asimtomatis 20-35%


akan menderita pyeloneftiris bayi prematur dan BBLR
Perlu dilakukan skrining urin setidaknya satu kali dalam
masa kehamilan (Optimal pada minggu ke-16 menurut Studi
di Swiss)
Jika positif terapi antibiotik 3-7 hari

Pasien dengan Kateter urin

Pada pemasangan jangka pendek, pemberian antibiotik


selama 14 hari pada pasien yang mengalami bakteriuria
persisten pada 48 jam setelah pelepasan kateter, terbukti
efektif mencegah ISK simtomatis (DIREKOMENDASIKAN)
Pada pemasangan jangka panjang > TIDAK
DIREKOMENDASIKAN (tidak ada perubahan signifikan dalam
mencegah ISK simtomatis atau pun reinfeksi)

Pemberian antibiotik HANYA direkomendasikan pada :


INDIKASI

Intervensi Urologis
Bakteriemia terjadi pada 60% pasien post prosedur
yang mengalami bakteriuria 6-10 % menjadi
Sepsis
Inisiasi terapi direkomendasikan pada malam
sebelum tindakan
Antibiotik sebaiknya tidak dilanjutkan setelah selesai
prosedur, kecuali masih menggunakan kateter

INDIKASI
Pemberian antibiotik TIDAK direkomendasikan pada :
1 Wanita premenopause,tidak hamil
2 Wanita dengan Diabetes
3 Usia lanjut yang tinggal di komunitas
4 Usia lanjut yang tinggal di tempat perawatan
5 Orang dengan cidera tulang belakang
6 Pasien dengan kateter seterusnya
Tidak menurunkan kejadian ISK simtomatis,
mortalitas, atau pun perbaikan Survival

WHY NOT TO TREAT ?

RESISTENSI
Kejadian resistensi bakteri terus meningkat tidak sejalan dengan
penemuan antibiotik baru Pengobatan semakin sulit dilakukan

R
E
SI
S
T
E
N
SI

RESISTENSI
Resistensi antibitiotik ~ Peningkatan mortalitas

R
E
SI
S
T
E
N
SI

C. DEFFICILE
Resistensi antibitiotik ~ Peningkatan mortalitas

C.
D
E
FF
IC
IL
E

C. DEFFICILE
Presentase kejadian infeksi C.defficile pada pasien di
Rumah Sakit usia

65 tahun

C.
D
E
FF
IC
IL
E

FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI


CLOSTRIDUM DEFFICILE

Eksposur antibiotik Faktor Risiko Utama


Dapatan C.defficile
Usia lanjut
Immunodefisiensi
Naso-Gastric Tube
Penggunaan obat supresi asam lambung
(PPI)

TERIMA KASIH
MOHON ASUPAN