Anda di halaman 1dari 5

RESUME PTCA STENT

1.

Pengkajian Data
Ruangan

: Kateterisasi Jantung/Cardiac Center

Tanggal Pengkajian

: 7 Desember 2015

Identitas Pasien

2.

Nama Pasien

: Tn. M

Umur

: 11-12-1961

Alamat

: Makassar

TB

: 152 cm

BB

: 42 Kg

RM

: 730270

Jenis Tindakan

: Percutaneus Coronary Intervension

Tanggal Pengkajian

: 7 Desember 2015

Informasi Pasien
Tn. M datang ke RS dengan keluhan nyeri dada kiri hilang timbul. Klien
mempunyai riwayat DM dan hipertensi . Klien mengkonsumsi obat miniaspi
1x80mg, nitrokaf 2x2.5mg, bisoprolol 1x2.5mg, simvastatin 1x40mg, catopril
2x12,5mg, an furosemide 1x40mg. Hasil pemeriksaan Angiografi Coronary
adalah Coronary artery one vessel disease dan dianjurkan untuk PTCA di LAD

3.

Persiapan Pasien Pra-Tindakan


a.

Fisik :
1) Klien dipuasakan 4-6 jam sebelum tindakan
2) Hasil pemeriksaan diagnostik diperiksa
3) TTV klien sebelumnya : TD : 150/80 mmHg
N : 84 x/mnt

P : 20x/mnt

4) Test Allen untuk persiapan arteri radialis


5) Mengecek sirkulasi ke perifer untuk persiapan arteri femoralis.
b.

Administrasi
Informed Consent klien yang telah ditandatangani oleh keluarganya

c.

Mental
Melakukan pendidikan kesehatan tentang prosedur tindakan agar klien tidak
cemas.

4.

Laporan Pemasangan Stent Klien


Pasien masuk keruangan lab kateter jantung pada pukul 11.15 WITA.
Sebelum memasuki ruang tindakan, pasien dipersiapkan diruang recovery untuk
di pasangi infus RL 16 tpm.Selanjutnya Klien dibawa ke ruang cath Lab;
kemudian klien dibaringkan di meja. Setelah itu, klien dipasangkan elektroda di
bagian dada dan kaki. Dilakukan preparasi di regio arteri radalis dekstra dengan
larutan betadin. Anestesi lokal di berikan di daerah radialis kanan dengan lidocain
2 %, punksi arteri femoralis kanan berjalan lancar , lalu sheath dimasukkan,
kanulasi left coronary artery dengan hearttrail Jl 4.0/SF dan 3.5/6F di, didapatkan
hasil: LAD: mid total oklusi. Wiring distal LCA dengan proteksi diagonal 1
dengan menggunakan Runthrough NS Floopy. Dilakukan predilatasi dengan
baloon Tazuna 25x10mm. Mid LCA kemudian kemudian dipasang stent
ultimaster di mid. Evaluasi angigrafi hasil baik, timi flow, tanpa residual stenosis.
Setelah tindakan tidak di dapatkan komplikasi, tindakan selesai dan selama
tindakan tidak di temukan penyulit. Kesimpulan: telah dilakukan percutaneus
coronary intervension dengan implantasi satu drug eluting stent di mid left
anterior desending artery. Anjuran yang diberikan kepada pasien adalah berobat
teratur.
Prosedur diakhiri tanpa komplikasi dan pasien diobservasi di ruang
pemulihan. Pasien dalam keadaan hemoninamik stabil dan tanpa keluhan..
Prosedur diakhiri dan pasien dipindahkan ke ruang recovery.

5.

Perawatan Klien Pasca Kateterisasi


a. Tindakan selesai dilakukan pada pukul 12:45 WITA
b. Kateter dikeluarkan, pasien dirapihkan dan dipindahkan ke ruang pemulihan
c. Sheat dilepas setelah tindakan dan dilakukan penekanan pada arteri radialis
dengan menggunakan ichiban.
d. Anjurkan pasien untuk tidak menekuk daerah tangan kanan dan tidak
dijadikan sebagai tumpuan dulu setelah 2-4 jam dan tidak mengangkat beban
> 5 kg selama seminggu ke depan.

6.

Asuhan Keperawatan Klien


a.

Keluhan Kesehatan Saat Ini


1. Pre Operasi
Data Subjektif
a. Klien menanyakan tentang jenis tindakan yang akan dilakukan
b. Klien menanyakan berapa lama prosedur akan berlangsung
Data Objektif
a. Klien terlihat gelisah
b. Akral klien teraba dingin
c. Ekspresi wajah klien tampak tegang
d. Nadi teraba kuat dan cepat 84x/menit
2. Post Operasi
Data Subjektif
a. Klien mengeluh sedikit rasa nyeri pada daerah pemasangan
kateterisasi/ STENT
b. Klien mengatakan takut bergerak
Data Objektif
a. Ekspresi wajah sedikit meringis bila nyeri muncul
b. Scala nyeri 2-3 (Nyeri ringan)

c. Pasien dianjurkan untuk bedrest selama 2-4 jam post pengangkatan


kateterisasi
b. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan prosedur tindakan
2. Nyeri berhubungan dengan post pemasangan STENT
c. Tindakan Keperawatan
1. Ansietas berhubungan dengan prosedur tindakan
a) Kriteria Evaluasi
Kontrol Ansietas: klien dapat mengurangi perasaan khawatir dan
tegang
Ketrampilan Interaksi Sosial: klien dapat berinteraksi dengan
keluarga untuk mengurangi perasaan cemas dan khawatir
b) Intervensi
1) Mengkaji tingkat kecemasan klien
2) Menjelaskan kepada klien tentang prosedur tindakan, manfaat,
dan efek dari tindakan.
3) Beri

kesempatan

kepada

klien

untuk

mengungkapkan

perasaannya
4) Memberikan lingkungan yang nyaman bagi klien
5) Anjurkan keluarga untuk menemani klien
2. Nyeri berhubungan dengan post pemasangan STENT
a) Kriteria Evaluasi
Tingkat kenyamanan: klien mengatakan senang secara fisik dan
psikologi
Tingkat nyeri: klien mengatakan nyeri berkurang ( skala 0-2)
b) Intervensi

1) Mengeluarkan kateter, pasien dirapikan dan dipindahkan ke


ruang observasi.
2) Observasi tanda-tanda vital: TD : 130/90 mmHg , P:22 x/mnt
N : 90 x/mnt
3) Observasi adanya perdarahan dan hematoma
4) Mengidentifikasi

kejadian

yang

menyebabkan,

jika

ada

frekwensi, durasinya, intensitas dan lokasi dari nyeri


5) Menganjurkan pasien untuk tidak menekuk tangan yang telah
selesai diaff sheatnya dan tidak dijadikan sebagai tumpuan.
6) Menganjurkan kepada keluarga untuk dapat memberitahukan
kepada keluarga apabila keluhan tidak teratasi sebaiknya
laporkan kepada petugas
7) Mengajarkan klien untuk teknik napas dalam bila nyeri muncul.
8) Menganjurkan untuk menghindari ketegangan psikis
9) Menganjurkan kepada klien untuk minum obat secara teratur
10) Menganjurkan untuk rajin kontrol di RS.
11) Menjelaskan kepada klien tentang proses penyakit
d.

Evaluasi
1.

Klien mengatakan dapat memahami semua anjuran yang diberikan


dan mau mengikuti anjuran yang disampaikan

2.

Klien mengatakan akan mengurangi kerja berat

3.

Klien mengatakan akan selalu memperhatikan pola hidup dengan


baik dan benar

4.

Klien mengatakan akan selalu rajin untuk kontrol di RS tentang


penyakitnya

5.

Adanya respon positif dengan memberikan beberapa pertanyaan


mengenai proses penyakitnya.