Anda di halaman 1dari 16

MENENUN KOSONG

PADA ALAT TENUN BUKAN MESIN (ATBM)


I

TUJUAN
1. Mahasiswa dapat mengetahui bagian-bagian pokok dan fungsinya pada ATBM.
2. Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme kerja Alat Tenun Bukan Mesin.
3. Mahasiswa dapat menenun dengan ATBM.tanpa benang lusi (kosong)
4. Mahasiswa dapat menenun dengan melakukan pengetekan dan injakan pada Alat
Tenun tanpa menggunakan benang lusi (kosong).

II TEORI DASAR
ATBM ini sebenarnya merupakan perkembangan dari alat tenun gedogan, yaitu pada
ATBM dibuat rangka mesin yang mempermudah penggunaannya daripada alat tenun
gedogan. ATBM digerakkan oleh tenaga tangan dan kaki. Pada awalnya ATBM dibuat
untuk memenuhi kebutuhan tekstil kain, karena keterbatasan kapasitas produksi kain
dengan alat tenun gedogan
Seperti pada alat atau mesin tenun lainnya maka ATBM mempunyai prinsip kerja yang
sama yaitu yang disebut dengan gerakan pokok pertenunan. Adapun gerakan pokok dari
proses pertenunan sebagai berikut :
1. Gerakan pembukaan mulut lusi, yaitu gerakan yang terjadi karena adanya gerakan
naik kelompok benang-benang lusi tertentu dan gerakan turun kelompok benangbenang lusi tertentu. Akibat dari pembukaan mulut lusi terbentuklah sebuah celah
yang disebut mulut lusi. Pada ATBM pembukaan mulut lusi terjadi karena adanya
peralatan : injakan, tali ikatan, kamran, matagun, tali penghubung, dan rol kerek.
2. Gerakan peluncuran pakan, yaitu gerakan memasukan benang pakan pada mulut
lusi yang telah terbentuk. Pada ATBM peralatan yang berfungsi untuk meluncurkan
benang pakan : batang pemukul, tali penarik picker, picker (pemukul), laci teropong,
teropong, dan palet. Gerakan ini terjadi karena teropong yang membawa benang
pakan dipukul oleh picker bolak-balik dari kanan ke kiri melalui mulut lusi.

3. Gerakan pengetekan, yaitu gerakan merapatkan benang pakan yang telah


diluncurkan dengan kain. Gerakan ini terjadi karena adanya gerakan maju mundur
dari lade yang mempunyai sisir tenun yang digerakkan oleh tangan.
Disamping gerakan pokok tersebut diatas terdapat juga gerakan tambahan (gerakan
sekunder) yaitu :
1. Gerakan penguluran lusi, yaitu gerakan penguluran benang lusi oleh boom tenun
agar benang-benang lusi mempunyai tegangan yang konstan. Peralatan yang
digunakan : boom lusi, balok pembesut, piringan pengerem, tali pengerem, batang
pengerem, dan bandul pengerem.
2. Gerakan penggulungan kain, yaitu gerakan penggulungan kain yang teleh
dihasilkan. Gerakan ini dimaksudkan untuk untuk menjaga ketegangan benang lusi
yang diproses tetep konstan. Peralatan yang digunakan : boom kain, balok dada, gigi
rachet, dan pemutar gigi rachet.
III. ALAT DAN BAHAN
1. Alat tenun bukan mesin tanpa benang lusi (kosong).
2. Teropong kosong.
IV CARA KERJA
Adapun menenun pada ATBM tanpa lusi dan pakan (kosong) sebagai berikut :
1. Mempersiapkan peralatan agar siap digunakan untuk menenun antara lain dengan
jalan menyetel tali picker agar tidak terlalu panjang atau terlalu pendek. Standar
penyetelan tali ini adalah teropong dapat masuk ke laci dengan sempurna pada saat
lade mendekati balok dada. Mengelap besi/aluminium tempat picker bergeser agar
pada saat memukul teropong picker tidak tersendat.
2. Setelah persiapannya selesai kemudian masukkan teropong ke dalam laci. Lade
dalam keadaan mendekati balok dada.
3. Menggerakkan lade maju mundur. Gerakan maju (mendorong) berarti melakukan
peluncuran teropong (picker memukul), sedangkan gerakan mundur (menarik) berarti
merapatkan benang pakan pada saat masuknya teropong kedalam laci. Gerakan ini
harus dilakukan dengan cepat.
4. Memperhatikan jalannya teropong agar tidak sampai keluar dari landasannya.

5. Lakukan gerakan ini berulang kali sehingga akan terbentuk suatau anyaman jika
menggunkan benang.
V

Jawaban Pertanyaan
1. Gambarkan ATBM dan sebutkan peralatan serta kegunaannya !
Jawab :

10

11

12

13

14

11

1
2
15

3
4

16

17

18

7
19

20
9

GAMBAR ATBM
1. Lade

11. Batang Pemukul

2. Laci

12. Mata gun

3. Sisir tenun

13. Rol/kerek

4. Teropong

14. Gun/kamran

5. Balok dada

15. Balok pembesut

6. Gigi rachet

16. Benang lusi

7. Pemutar gigi rachet

17. Boom lusi

8. Boom kain

18. Piringan rem

9. Injakan

19. Batang pengerem

10. Rangka ATBM

20. Bandul pengerem

Bagian-bagian ATBM dan fungsinya :


1. Lade, funsinya sebagai tempat landasan teropong dan tempat sisir.
2. Laci, fungsinya sebagai ruangan untuk teropong sebelum dipukul oleh picker.
3. Sisir tenun, fungsinya untuk mengatur lebar kain yang akan dibuat, untuk
merapatkan benang pakan yang telah diluncurkan dan untuk mengatur tetal lusi.
4. Teropong, fungsinya untuk meluncurkan benang pakan dari kanan ke kiri atau
sebaliknyadan tempat palet.
5. Balok dada, fungsinya untuk pengantar jalannya kain yang telah terbentuk dan agar
kain tetap datar.
6. Gigi rachet, fungsinya sebagai alat untuk penggulungan kain secara manual.
7. Pemutar gigi rachet, fungsinya untuk memutarkan roda gigi rachet.
8. Boom kain, fungsinya untuk menggulung kain yang telah terbentuk agar tidak
terjadi penumpukan kain dan juga untuk menjaga ketegangan benang lusi agar
konstan.
9. Injakan, fungsinya untuk menurunkan dan menaikkan kamran pada saat injakan
diinjak, antara injakan dan kamran digunakan tali pengikat.
10. Rangka, fungsingya sebagai penopang bagian-bagian yang lainnya agar dapat
bekerja sesuai dengan kegunaannya.
11. Batang pemukul, fungsinya untuk menarik picker agar teropong terpukul dan
meluncur.
12. Mata gun, fungsinya untuk memasukkan benang lusi agar dapat naik turun sesuai
gerakan kamran.
13. Rol/kerek, fungsinya menghubungkan dua kamran yang bekerjanya saling
berlawanan,sehingga pada saat salah satu kamran naik maka kamran yang lainnya
akan turun.
14. Gun/kamran, fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan kelompok benangbenang lusi yang dicucuk dalam matagun agar terbentuk mulut lusi.
15. Balok pembesut, fungsinya untuk pengantar benang-benang lusi pada saat
penguluran.
16. Palet , fungsinya untuk temapt menggulung benang pakan yang terdapat pada
teropong

17. Boom lusi, fungsinya sebagai tempat digulungnya benang-benang lusi yang akan
ditenun pada proses pertenunan.
18. Piringan rem, fungsinya untuk landasan pengereman putaran boom lusi
19. Batang pengerem, fungsinya untuk mengerem atau melepaskan rem pada saat
penggulungan kain (secara manual).
20. Bandul, fungsinya untuk memberi beban pada batang pengerem sehingga terjadi
pengereman pada piringan pengerem.
21. Tempat sisir, fungsinya untuk tempat sisir agar sisir tetap berada ditempatnya.
2. Bagaimana mekanisme terjadinya peluncuran teropong ?
Jawab :
Gerakan peluncuran teropong terjadi karena adanya gerakan maju dari lade. Gerakan
maju lade akan mendororng batang-batang pemukul,yang menyebabkan tali
pengubung menarik picker untuk memukul teropong yang ada dalam laci menuju laci
yang satunya. Karena perbandingan panjang lengan tuas menyebabkan gerakan lade
yang relatif lambat menjadi gerakan cepat yang mampu mendorong teropong dengan
cepat. Gerakan lade mundur akan menyebabkan pengetekan benang pakan yang telah
diluncurkan. Gerakan maju lade kemabali akan menarik tali yang menyebabkan picker
tertarik dan memukul teropong yang berada pada sisi yang terakhir menuju ke sisi
semula kemudian lade bergerak mundur untuk merapatkan benang pakan, dan
seterusnya
3. Apa bedanya ATBM yang saudara gunakan dalam praktikum dengan alat tenun
gedogan ?
Jawab :
Aspek
Sumber tenaga

ATBM
Tangan dan kaki

Tangan

Gedogan

penggerak
Peralatan peluncur

Picker dan teropong

Palet dan tangan

pakan
Peralatan pembentuk

Matagun, rol kerek, injakan, dan

Gundengan bantuan tangan

mulutlusi

tali penghubung

Kapasitas dan

Lebih banyak dan lebih cepat

Lebih kecil dan lebih lambat

kecepatan produksi
Variasai anyaman
pengoperasian

daripada gedogan
Lebih banyak daripada gedogan
Lebih mudah daripada gedogan

daripada gedogan
Hanya untuk anyaman polos
Lebih sukar daripada gedogan

VI

DISKUSI DAN KESIMPULAN


A. Diskusi

Pada saat menggerakkan lade kebelakang harus langsung dilenturkan agar pakan
yang telah diluncurkan tidak tertahan oleh picker yang ada di sisi yang satunya yang
disebabkan tali yang tegang, teropong harus langsung masuk ke dalam laci.

Saat menenun harus memperhatikan teropong jangan sampai teropong keluar dari
landasannya.

Pada saat menenun jangan terlalu keras karena dapat menyebabkan teropong loncat
ataupun kerusakan mesin.

Pukulan picker terhadap teropong tidak sempurna (kecepatan teropong tidak ideal).
Hal ini diakibatkan karena masuknya teropong kedalam laci tidak sempurna (kurang
masuk) sehingga tolakkan yang dilakukan oleh picker kurang bisa memberikan
energi yang kuat.

B. Kesimpulan

Alat tenun bukan mesin sumber gerakannya berasal dari tenaga manusia yaitu
tangan dan kaki. Dalam pengoperasiannya membutuhkan keahlian khusus.

ATBM diciptakan karena alat tenun gedogan yang sudah tidak sesuai dengan
perkembangan zaman.

ATBM menggunakan peralatan mekanik walaupun masih menggunakan tenaga


manusia yaitu gerakan pembukaan mulut lusi, gerakan peluncuran pakan, gerakan
pengetekan, gerakan penguluran lusi dan gerakan penggulungan kain.

Peluncuran pakan pada ATBM menggunakan teropong.

MENYETEL MULUT LUSI UNTUK ANYAMAN POLOS


DAN TURUNANNYA
I

Tujuan
1. Menyetel mulut lusi untuk anyaman polos dan turunannya yaitu dengan menyetel
injakan, kamran dan memasang tali pengikat injakan dengan kamran.
2. Membuat rencana tenun untuk anyaman polos dan turunannya sebelum diadakannya
proses pertenunan dengan ATBM.

a.

Teori Dasar
Pada proses pertenunan dengan ATBM gerakan pembukaan mulut lusi yang terjadi
karena adanya gerakan naik turun kelompok benang-benang lusi tertentu yang ada pada
kamran oleh injakan. Gerakan pembukaan mulut ini harus dapat menghasilkan mulut lusi
yang baik. Adapun mulut lusi yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Mulut lusi harus rata, hal ini dimaksudkan agar teropong dapat meluncur dengan
lancar tanpa menyangkut benang-benang lusi sehingga menyebabkan putus benang.
2. Mulut lusi haru bersih sehingga tidak mengganggu laju teropong.
3. Mulut lusi yang terbentuk harus cukup untuk dapat dilalui oleh teropong.
Untuk mendapatkan mulut lusi yang sesuai maka harus dilakukan proses penyetelan
mulut lusi. Pada proses penyetelan mulut lusi yang diatur adalah panjang tali penghubung
dan tali ikatan injakan. Untuk dapat menyetel mulut lusi harus diperhatikan berapa jumlah
kamran dan berapa jumlah rol kereknya. Anyaman polos yang paling sederhana dapat
menggunakan 2 buah gun (minimum), hal ini dikarenakan anyaman polos mempunyai
efek lusi 1 naik dan efek pakan 1 turun dan seterusnya.
Alat dan Bahan

Alat tenun bukan mesin dengan benang-benang lusi.

Benang pakan dalam bentuk palet.

Teropong.

Tali penghubung

Cara Kerja

2. Mempersiapkan mesin agar dapat digunakan untuk menenun.


3. Menyetel mulut lusi dengan cara sebagai berikut :

Mempersiapkan kamran dengan gun-gunnya.

Kamran diikat dengan tali agar antara kamran satu dengan lainnya letaknya
sama (sejajar).

Bagian atas kamran diikat dengan tali pengikat dan dililitkan pada batang
kerekan.

Bagian bawah kamran diikat dengan tali pengikat satu persatu dengan cara
yang benar, kemudian diikatkan dengan injakan.

Atur posisi kamran sehingga benag lusi dengan sisir tenun naik 1/3 dari
tinggi sisir tenun.

Setelah kamran diikat dengan injakan, salah satu injakan diinjak sehingga
membentuk mulut lusi.

Atur agar kedudukan injakan sama tinggi sehingga pada saat injakan diinjak
secara bergantian akan menghasilkan tinggi mulut lusi yang sama dengan
cara mengatur tali pengikat injakan dan injakan

4. Memasang palet ke dalam teropong, ujung benang dimasukkan kedalam lubang


pada kepala teropong. Hal ini dimaksudkan agar benang pakan yang diluncurkan
mempunyai tegangan.
5. Masukkan teopong ke dalam laci sebelah kanan atau kiri dan ujung benangnya
ditahan agar tidak tebawa saat teropong diluncurkan.
6. Apabila teropong berada disebelah kiri, cara menjalankan mesinnya yaitu dengan
menginjak injakan sebelah kanan kemudian lade diayunkan ke belakang lalu
dilenturkan ke belakang.dan sebaliknya
7. Lakukan hal yang sama sampai beberapa cm.
8. Penggulungan kain dilakukan secara manual yaitu dengan melepaskan rem
kemudian memutar roda gigi rachet dengan pemutarnya sampai benang-benang
kembali tegang.

II.

Jawaban Pertanyaan
1. Jelaskan langkah penyetelan mulut lusi dari awal hingga dapat ditenun !
Jawab :
Menyetel mulut lusi dengan cara sebagai berikut :

Mempersiapkan kamran dengan gun-gunnya.

Kamran diikat dengan tali agar antara kamran satu dengan lainnya letaknya sama
(sejajar).

Bagian atas kamran diikat dengan tali pengikat dan dililitkan pada batang
kerekan.

Bagian bawah kamran diikat dengan tali pengikat satu persatu dengan cara yang
benar, kemudian diikatkan dengan injakan.

Atur posisi kamran sehingga benag lusi dengan sisir tenun naik 1/3 dari tinggi
sisir tenun.

Setelah kamran diikat dengan injakan, salah satu injakan diinjak sehingga
membentuk mulut lusi.

Atur agar kedudukan injakan sama tinggi sehingga pada saat injakan diinjak
secara bergantian akan menghasilkan tinggi mulut lusi yang sama dengan cara
mengatur tali pengikat injakan dan injakan

Setelah mulut lusi distel sedemikian rupa maka ATBM siap dijalankan.

2. Buatlah gambar rencana tenun untuk anyaman polos dan turunannya dengan cucukan
yang terdapat pada ATBM yang saudara pakai sebanyak tiga buah rencana cucukan !
Jawab :

Anyaman 1

Anyaman 4
Anyaman 2

Anyaman 3

Anyaman 1

Anyaman 2

Anyaman 3

1
2
3
4

Anyaman 4

a.

Diskusi dan Kesimpulan


A. Diskusi
3. Penyetelan mulut lusi dilakukan agar didapatkan mulut lusi yang sesuai, yaitu
mulut lusi yang rata dan bersih agar dapat dilalui oleh teropong dengan lancar.
Mulut lusi yang tidak rata dapat menyebabkan teropong akan menyangkut
benang-benang lusi sehingga dapat terjadi putus benang.
4. Benang pakan (palet) dalam teropong yang kendor akan mengakibatkan pinggir
kain yang tidak sempurna (benang pakan kurang tertarik). Maka pemasangan
benang pada teropong harus dapat menahan benang pakan saat diluncurkan.

5. Benang lusi yang putus apabila dibiarkan (tidak disambung) akan menyebabkan
cacat kain ke arah lusi sehingga kain yang dihasilkan kurang baik.
6. Memperhatikan jalannya teropong, apabila teropong kurang masuk ke dalam laci
bila dipukul dapat berhenti di dalam mulut lusi dan apabila dirapatkan dapat
menyebabkan benang ambrol.
B. Kesimpulan
Anyaman polos yang paling sederhana bisa menggunakan 2 buah gun dengan 1
buah rol kerek, karena efek yang terjadi yaitu 1 naik dan 1 turun.
Rencana tenun harus dibuat sebelum proses petenunan, karena akan memudahkan
dalam penyetelan mulut lusi.
Ketepatan dalam penyetelan mulut lusi sangat menentukan dalam proses
pertenunannya.

MENYETEL MULUT LUSI DENGAN EMPAT GUN


DAN EMPAT INJAKAN
1. Maksud dan Tujuan
1. Menyetel mulut lusi menggunakan empat buah gun dan empat buah injakan yaitu
untuk anyaman yang lebih rumit misalnya anyaman keper.
2. Membuat rencana tenun sebelum dilakukannya proses pertenunannya agar didapatkan
anyaman yang diinginkan.
3. Menenun pada ATBM dengan menggunakan empat buah gun dan empat buah injakan
agar didapatkan anyaman yang sesuai dengan rencana tenun.
II. Teori Dasar
Untuk anyaman yang mempunyai rapot anyaman yang lebih dari 4 lusi maka untuk
membuat kain dengan ATBM diperlukan gun dan injakan yang lebih besar daripada anyaman
polos biasa. Karena jumlah gun yang digunakan banyak maka penyetelan mulut lusi harus
diperhatiakan agar didapat mulut yang memenuhi syarat-syarat :
1. Mulut lusi harus rata, hal ini dimaksudkan agar teropong dapat meluncur dengan lancar
tanpa menyangkut benang-benang lusi sehingga menyebabkan putus benang.
2. Mulut lusi tidak menyebabkan bayak lusi putus (karena tegangan terlalu tinggi).
3. Mulut lusi yang terbentuk harus cukup untuk dapat dilalui oleh teropong.
Anyaman pada kain tenun terdiri dari anyaman dasar dan anyaman turunan. Anyaman
dasar terdiri dari anyaman polos, anyaman keper dan anyaman satin. Sedangkan anyaman
turunan itu sendiri terdiri dari turunan anyaman polos, turunan anyaman keper dan turunan
anyaman satin.
Apabila akan dibuat anyaman polos (yang paling sederhana) maka cukup digunakan 2
buah gun dengan 1 rol kerek. Apabila ingin dibuat anyaman yang lebih rumit (misal :
anyaman keper) maka tidak bisa hanya menggunakan 2 buah gun dengan 1 rol kerek saja,
tetapi harus menggunakan minimal empat gun dengan empat buah injakan. Hal ini
dikarenakan pada anyaman keper efek benangnya tidak 1 naik dan 1 turun seperti pada
anyaman polos melainkan lebih rumit.

Pada anyaman yang lebih rumit rencana tenun sangat menentukan keberhasilan dalam
peoses pertenunannya, karena pada anyaman tenun dapat dilihat cucukan gun, ikatan gun dan
injakannya, sehingga akan memudahkan dalam pemasangannya.
III. Alat dan Bahan

Alat tenun bukan mesin dengan benang-benang lusi yang telah terpasang

Benang pakan dalam bentuk palet

Teropong

IV. Cara Kerja


1. Membuat rencana tenun kain yang akan dibuat.
2. Memasang dan menghubungkan antara gun dan injakan dengan tali penghubung
3. Menyetel mulut lusi dengan cara sebagai berikut :

Mempersiapkan kamran dengan gun-gunnya.

Kamran diikat dengan tali agar antara kamran satu dengan lainnya letaknya
sama (sejajar).

Bagian atas kamran diikat dengan tali pengikat dan dililitkan pada batang
kerekan.

Bagian bawah kamran diikat dengan tali pengikat satu persatu dengan cara
yang benar, kemudian diikatkan dengan injakan.

Atur posisi kamran sehingga benang lusi dengan sisir tenun naik 1/3 dari
tinggi sisir tenun.

Setelah kamran diikat dengan injakan, salah satu injakan diinjak sehingga
membentuk mulut lusi.

Atur agar kedudukan injakan sama tinggi sehingga pada saat injakan diinjak
secara bergantian akan menghasilkan tinggi mulut lusi yang sama dengan
cara mengatur tali pengikat injakan dan injakan

4. Cara pengikatan gun :


Untuk memudahkan dalam proses pertenunan, cara menginjak sebaiknya diusahakan
sebagai berikut :

a. injakan sebelah kiri diinjak oleh kaki kiri dan injakan sebelah kanan diinjak oleh
kaki kanan.
b. cara menginjak dilakukan secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan.
c. Gun ke 1 diikatkan pada injakan 2 dan 4.
d. Gun ke 2 diikatkan pada injakan 1 dan 3.
e. Gun ke 3 diikatkan pada injakan 1 dan 4.
f. Gun ke 4 diikatkan pada injakan 2 dan 3.
g. Setelah semua gun terikat pada injakan sesuai dengan rencana tenun, mulut lusi
diatur dengan menyetel tali pengikat injakan dan jarak benang-benang lusi kirakira 1/3 dari tinggi sisir tenun.
h. Memasang palet pada teropong dan menjalankan mesin.
V. Jawaban Pertanyaan
1. Buat rencana tenun sebanyak mungkin dari ATBM yang saudara pakai, sesuai dengan
cucukan yang terdapat pada ATBM tersebut !
Jawab :

1 2

3 4
1

3 4

1
2
3

Anyaman 1

Anyaman 1

Anyaman 2

2
3
4

Anyaman 2

3 4

Anyaman 3

2
3
4

Anyaman 3

2. Bagaimana pendapat saudara mengenai ATBM ?


Jawab :

ATBM (alat tenun bukan mesin) digerakkan oleh tenaga manusia, maka hasilnya
sangat tergantung pada si penenun. Untuk mendapatkan kerapatan benang pakan yang
sama akan mengalami kesulitan karena besar tenaga yang diberikan untuk
merapatkan tidak selalu sama. Hasil kainnya pun tidak lepas dari cacat atau kesalahan
pada waktu menenun, hal ini dapat disebabkan oleh faktor manusia dan faktor mesin
yang digunakan walaupun sudah menggunakan peralatan mekanik. ATBM
merupakan pelopor dari alat tenun mesin yang ada sekarang ini. Untuk sekarang
ATBM hanya digunakan untuk produksi barang yang sifatnya kerajinan bukan untuk
memenuhi kebutuhan kain.
VI. Diskusi dan Kesimpulan
A. Dikusi
1. Pada saat menyetel mulut lusi dengan empat gun dan empat gun harus
memperhatikan rencana tenun yang telah dibuat yaitu cucukan gun, ikatan gun
dan injakan karena anyaman yang akan dihasilkan harus sesuai dengan rencana
tenun.
2. Pada saat penyetelan harus dihasilkan mulut lusi yang memenuhi syarat yaitu :
a. Mulut lusi harus rata, hal ini dimaksudkan agar teropong dapat meluncur
dengan lancar tanpa menyangkut benang-benang lusi sehingga menyebabkan
putus benang.
b. Mulut lusi tidak menyebabkan bayak lusi putus (karena tegangan terlalu
tinggi).
c. Mulut lusi yang terbentuk harus cukup untuk dapat dilalui oleh teropong.
3. Ada kemungkinan pada rencana tenun yang menggunakan rol kerek akan
mengalami kesulitan karena terdapat dua buah gun yang harus turun bersamaan
pada rol kerek yang sama. Selain itu pada ATBM terdapat kelemahan yaitu
tidak dapat melakukan dua injakan sekaligus
4. Pada saat menginjak injakan harus diperhatikan cara menginjaknya, yaitu jarak
injakan minimal berselang satu injakan
B. Kesimpulan
1. ATBM yang menggunakan rol kerek mempunyai keterbatasan variasi anyaman
yang akan dibuat .

2. Pada penyetelan mulut lusi harus sesuai persyaratannya.


3. Injakan diatur sedemikian hingga memudahkan dalam pengopersiannya