Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

SOSIOLOGI INTEGRASI SOSIAL

Disusun Oleh :
Nama

: Munjiatus Sangadah

Kelas

: XI IPS 1

No.

: 16

MADRASAH ALIYAH NEGERI


PURBALINGGA
TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami
berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada
waktunya

yang

REINTEGRASI

berjudul

SOSIAL

PENGERTIAN

SEBAGAI

UPAYA

INTEGRASI

PEMECAHAN

DAN

MASALAH

KONFLIK DAN KEKERASAN .


Makalah ini berisikan tentang informasi Pengertian dan Syarat
INTEGRASI SOSIAL. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan
informasi kepada kita semua tentang integrasi sosial.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih

jauh

dari

sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan
Makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal
sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha
kita. Amin.

Penulis,

DAFTAR ISI
Halaman Judul ..........................................................................
Kata Pengantar .........................................................................
Daftar Isi ...................................................................................
BAB I

i
ii
iii

PENDAHULUAN
1. 1...........................................................................Latar
Belakang ............................................................ 1
1. 2...........................................................................Tujua
n .........................................................................

BAB II

PEMBAHASAN
2. 1...........................................................................Peng
ertian Integrasi Sosial ......................................... 2
2. 2...........................................................................Syara
t - syarat Integrasi Sosial .................................... 3
2. 3...........................................................................Bentu
k - bentuk Integrasi Sosial .................................. 4
2. 4...........................................................................Fakto
r Integrasi Sosial ................................................. 4
2. 5...........................................................................Syara
t berhasilnya Integrasi Sosial ............................

BAB III

PENUTUP
3.1............................................................................Kesi
mpulan ............................................................... 6
3.2............................................................................Saran
............................................................................

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
1. 1Latar Belakang
Menurut

Devid

Lockwood,

consensus

dan

konflik

merupakan dua sisi dari suatu kenyataan yang sama dan dua
gejala

yang

melekat

secar

bersama-sama

di

dalam

masyarakat. Seperti halnya dengan konflik yang dapat terjadi


antar individu, individu dengan kelompok, dan antarkelompok.
Demikian pula halnya dengan consensus, consensus dapat
pula terjadi antar individu, individu dengan kelompok, dan
antarkelompok.
Menurut R. William Liddle, consensus nasional yang
mengintegrasikan masyarakat yang pluralistic pada hakikatnya
adalah mempunyai dua tingkatan sebagai prasyarat bagi
tumbuhnya suatu integrasi nasional yang tangguh. Pertama,
sebagian besar anggota suku bangsa bersepakat tentang
batas-batas territorial dari negara sebagai suatu kehidupan
politik di mana mereka sebagai warganya. Kedua, apabila
sebagian besar anggota masyarakatnya bersepakat mengenai
struktur pemerintah dan aturan-aturan dari proses politik yang
berlaku bagi seluruh masyarakat di atas wilayah negara yang
bersangkutan.

Nasikun

menambahkan

bahwa

integrasi

nasional yang kuat dan tangguh hanya akan berkembang di


atas

consensus

nasional

mengenai

batas-batas

suatu

masyarakat poitik dan system politik yang berlaku bagi seluruh


masyarakat tersebut. Kemudian, suatu consensus nasional
mengenai system nilai yang akan mendasari hubunganhubungan sosial di antara anggota suatu masyarakat negara.
1. 2Tujuan
Untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Sosiologi.
Menambah wawasan mengenai pengertian dan syarat

Integrasi dan ReintegrasiSosial.


Melatih membuat laporan dalam bentuk Makalah.

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1Pengertian Integrasi Sosial
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang
berarti

kesempurnaan

atau

keseluruhan.

Integrasi

sosial

dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur


yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga
menghasilkan

pola

kehidupan

masyarakat

yang

memilki

keserasian fungsi.
Definisi lain mengenai integrasi adalah suatu keadaan di
mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap
komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat,
namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka
masing-masing. Integrasimemiliki 2 pengertian, yaitu :
Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial
dalam suatu sistem sosial tertentu.
Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur
tertentu.
Integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan,
atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial
atau kemasyarakatan.
Dalam KBBI di

sebutkan

bahwa

integrasi

adalah

pembauan sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan


yang utuh dan bulat. Istilah pembauran tersebut mengandung
arti masuk ke dalam, menyesuikan, menyatu, atau melebur
sehingga menjadi satu.
Banton (dalam Sunarto, 2000 : 154) mendefinisikan
integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya
perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan
makna penting pada perbedaan ras tersebut.
Menurut pandangan para penganut

fungsionalisme

structural, system sosial senantiasa terintegrasi di atas dua


landasan berikut:
Suatu masyarakat

senantiasa

terintegrasi

di

atas

tumbuhnya consensus di antara sebagian besar anggota


masyarakat tentang nilai-nilai kemasyarakatan yang bersifat
fundamental.

Masyarakat

terintegrasi

karena

berbagai

anggota

masyarakat sekaligus menjadi anggota dari berbagai kesatuan


sosial (cross-cutting affiliations).
Suatu integrasi sosial di perlukan agar masyarakat tidak
bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan, baik merupa
tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial
budaya.
Penganut
terintegtrasi

konflik

atas

berpendapat

paksaan

dan

bahwa

karena

masyarakat

adanya

saling

ketergantungan di antara berbagai kelompok. Pada suratalAn'am

ayat

153

Allah

lagi-lagi

menegaskan

tentang

pentingnya integrasidalam kehidupan manusia. "Dan bahwa


yang kami perintahkan ini adalah jalan-Ku yanglurus, maka
ikutilah dia: jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain)
karena

itu

menceraiberaikan

kamu

dari

jalanNya".Yang

dimaksud tali Allah dalam ayat ini adalah jalan yang lurus;
perpecahan itu dengandemikian adalah jalan yang tidak boleh
ditempuh. Jalan -jalan yang lain dimaksud adalahagamaagama dan kepercayaan yang selain Islam. Kecaman Allah
bagi mereka yangmengikuti jalan lain itu dapat disimak dalam
surat yang sama ayat 159 yang artina:
"Sesungguhnya orang-orang yang

memecah

belah

agamanya dan mereka menjadi berpecah belah (bergolongan),


tidak ada sedikit pun tanggung jawab kamu terhadap mereka,
sesungguhnya

urusan

mereka

hanyalah

terserah

Allah,

kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa


yang telah mereka perbuat".
Masalahnya adalah, di sisi yang lain, perbedaan adalah
Sunnatullah. Setiap manusia diberikan `kebebasan untuk
menggunakan

akal

dan

nuraninya

untuk

mencari

jalan

yangterbaik menuju Allah. Dalam term ini, Islam (Syariah)


sebagai

sistem

nilai

yang

idiil

hampir

menemukan

kemapanannya. Tentunya kesatuan tauhid akan keesaan Allah


dankerasulan Muhammad SAW adalah mutlak. Kemapanan ini
akan berbeda ketika sudah memasuki wilayah sosiologis
masyarakat beragama.
2. 2Syarat-Syarat Integrasi Sosial
3

Integrasi sosial akan terbentuk di masyarakat apabila


sebagian

besar

anggota

masyarakat

tersebut

memiliki

kesepakatan tentang batas-batas territorial dari suatu wilayah


atau Negara tempat mereka tinggal.
Selain itu, sebagian besar
bersepakat

mengenai

struktur

masyarakat

kemasyarakatan

tersebut
yang

di

bangun, termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan lebih tinggi


lagi adalah pranata-pranata sosisal yang berlaku dalam
masyarakatnya,

guna

mempertahankan

keberadaan

masyarakat tersebut. Selain itu, karakteristik yang di bentuk


sekaligus manandai batas dan corak masyarakatnya.
Menurut William F. Ogburn da Mayer Nimkoff, syarat
berhasilnya suatu integrasi sosial adalah:
a. Anggota-anggota masyarakat merasa

bahwa

mereka

berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan satu dengan


yang lainnya. Hal ini berarti kebutuhan fisik berupa
sandang dan pangan serta kebutuhan sosialnya dapat di
penuhi

oleh

budayanya.

Terpenuhinya

kebutuhan-

kebutuhan ini menyebabkan masyarakat perlu saling


menjaga keterikatan antara satu dengan lainnya.
b. Masyarakat
berhasil
menciptakan
kesepakatan
(consensus) bersama mengenai norma-norma dan nilainilai sosial yang di lestarikan dan di jadikan pedoman
dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya, termasuk
menyepakati

hal-hal

yang

di

larag

menurut

kebudayaannya.
c. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama dan
di jalankan secara

konsisten serta tidak mengalami

perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dalam


melangsungkan proses interaksi sosial.
2. 3Bentuk bentuk Integrasi Sosial
Bentuk

integrasi

sosial

dalam

masyarakat

dapat

dibagi

menjadi dua bentuk yakni:

Asimilasi, yaitu pembaruan kebudayaan yang disertai


dengan

hilangnya

masyarakat

bentuk

cirrikhas
integrasi

kebudayaan
sosial

ini

asli.

Dalam

terlihat

Dari

pembentukan tatanan sosial yang baru yang menggantikan


4

budaya asli. Biasanya bentuk integrasi ini diterapkan pada


kehidupan sosial yang primitive dan rasis. Maka dari itu
budaya

asli yang bertentangan dengan norma yang

mengancam

disintegrasi

masyarakat

akan

digantikan

dengan tatanan sosial barau yang dapat menyatukan

beragam latar belakang sosial.


Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsure- unsure
asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Akulturasi
menjadi alternative tersendiri dalam menyikapi interaksi
sosial, hal ini didasarkan pada nilai- nilai sosial masyarakat
yang beberapa dapat dipertahankan. Sehingga nilai- nilai
baru yang ditanamkan pada masyarakat tersebut akan
menciptakan

keharmonisan

untuk

mencapai

integrasi

soaial.
2. 4Faktor Integrasi Sosial
Faktor integrasi bangsa Indonesia rasa senasib dan
sepenanggungan serta rasa seperjuanagan di masa lalu ketika
mengalami penjajahan. Penjajahan menimbulkan tekanan baik
mental

ataupun

fisik.

Tekanan

yang

berlarut-larut

akan

melahirkan reaksi dari yang ditekan ( di jajah ). Sehingga


muncul kesadaran ingin memperjuangkan kemerdekaan.
Yang bisa menjadi faktor integrasi bangsa adalah
semboyan kita yang terkenal yaitu bhineka tunggal ika,
dimana kita terpisah-pisah oleh laut tetapi kita mempunyai
ideologi yang sama yaitu pancasila. Dengan kata lain yang
dapat menjadi faktor integrasi bangsa Indonesia adalah;
(1)Pancasila, (2)Bhineka Tunggal Ika, (3) Rasa cinta tanah air,
(4) Perasaan senasib sepenanggungan. Dengan menyadari
keadaan bangsa Indonesia yang majemuk itu, setiap warga
negara harus waspada agar jangan sampai melakukan hal-hal
negatif yang dapat memperlemah persatuan dan kesatuan
bangsa.
Adapun factor- factor internal dan eksternal yang dapat
mempengaruhi integrasi sosial dalam masyarakat, antara lain
sebagai berikut:

Factor internal : kesadaran diri sebagai makhluk sosial,

tuntutan kebutuhan, dan semangat gotong royong.


Factor eksternal : tuntutan perkembangan zaman, persaman
kebudayaan, terbukanya kesempatan, berpartisipasi dalam
kehidupan bersama, persamaan visi, dan tujuan, sikap
toleransi, adanya consensus nilai, dan adanya tantangan
Dari luar.

2. 5Syarat Berhasilnya Integrasi Sosial


Untuk mencapai integrasi sosial dalam masyarakat diperlukan
setidaknya

dua

hal

berikut

untuk

menjadi

solusi

atas

perbedaan yang terdapat dalam masyarakat:


1. Pada

setiap

diri

individu

masing-

masing

harus

mengendalikan perbedaan/ konflik yang ada pada suatu


kekuatan bangsa dan bukan sebaliknya.
2. Tiap warga masyarakat meraas saling dapat mengisi
kebutuhan antara satu dengan yang lainnya. Sehingga
dalam

masyarakat

tercipta

keharmonisan

dan

saling

memahami antara stu sama lain, maka konflik pun dapat


dihindarkan.
Maka

dari

itu

ditawarkan

empat

system

berikut

untuk

mengurangi konflik yang terjadi, antara lain:


1. Mengedepankan identitas bersama seperti system budaya
yang berasaskan nilai- nilai Pancasila dan UUD 1945.
2. Menerapkan system sosial yang bersifat kolektiva sosial
dalam masyarakat dalam segala bidang.
3. Membiasakan system kepribadian yang terintegrasi dengan
nilai- nilai sosial kemasyarakatan yang terwujud dalam
pola- pola penglihatan (persepsi), perasaan (cathexis),
sehingga

pola-

pola

penilaian

yang

berbeda

dapat

disamakan sebagai pola- pola keindonesiaan.


4. Mendasarkan pada nasionalisme yang tidak diklasifikasikan
atas persamaan ras, melainkan identitas kenegaraan.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
o Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration"yang berarti
kesempurnaan atau keseluruhan. integrasi sosial dimaknai
sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang
saling

berbeda

dalam

kehidupan

masyarakat

sehingga

menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki


keserasian fungsi.
o Dalam KBBI di sebutkan bahwa integrasi adalah pembauan
sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh
dan bulat. Istilah pembauran tersebut mengandung arti
masuk ke dalam, menyesuikan, menyatu, atau melebur
sehingga menjadi satu.
o Menurut William F. Ogburn

da

Mayer

berhasilnya suatu integrasi sosial adalah:


a. Anggota-anggota masyarakat merasa

Nimkoff,
bahwa

syarat
mereka

berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan satu dengan


yang lainnya. Hal ini berarti kebutuhan fisik berupa
sandang dan pangan serta kebutuhan sosialnya dapat di
penuhi

oleh

budayanya.

Terpenuhinya

kebutuhan-

kebutuhan ini menyebabkan masyarakat perlu saling


menjaga keterikatan antara satu dengan lainnya.
b. Masyarakat
berhasil
menciptakan
kesepakatan
(consensus) bersama mengenai norma-norma dan nilainilai sosial yang di lestarikan dan di jadikan pedoman
dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya, termasuk
menyepakati

hal-hal

yang

di

larag

menurut

kebudayaannya.
c. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama dan
di jalankan secara

konsisten serta tidak mengalami

perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dalam


melangsungkan proses interaksi sosial.
3.2 Saran
Apabila terjadi konflik antar individu atau individu dengan
kelompok, maka yang pertama kali harus di lakukan adalah
7

melakukan integrasi sosial, karena suatu integrasi sosial di


perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi
berbagai tantangan, baik merupa tantangan fisik maupun
konflik yang terjadi secara sosial budaya.

DAFTAR PUSTAKA

M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.


Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan
MAKelas XI. Bandung:PT.Gelora Aksara Pratama
Anonimus.2006.Disintegrasi dan Integrasi Masyarakat.(online).
http://akarsejarah.wordpress.com/2010/09/30/disintegrasi-integrasidan-tipologi-masyarakat/ Diakses Jumat, 3 Juni 2011. Pukul
14.22 wib.
Anonimus.2009.Disintegrasi Sosial Kampus.(online).
http://matanews.com/2008/10/09/disintegrasi-sosial-kehidupankampus/ Diakses Jumat, 3 Juni 2011. Pukul 14.50 wib.
Adhi.2009.Mencegah Disintegrasi.(online).
http://mradhi.com/sosial-politik/mencegah-disintegrasi.html Diakses
Jumat, 3 Juni 2011. Pukul 14.06 wib.
Saeful, Hadi.1980.Integrasi Nasional di Indonesia pada Penataran
MKDU ISD. Bandung: Universitas: Padjajaran Universitas