Anda di halaman 1dari 9

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang komunikasi
dalam manajemen diklat.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang komunikasi dalam manajemen diklat
ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Yogyakarta, Mei 2016

Penyusun

A. KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN DIKLAT


1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi sering dilakukan yang merupakan
kebutuhan yang mendasar bagi setiap manusia. Komunikasi secara verbal (lisan) terjadi
pada saat seseorang dengan orang lain saling menyampaikan pesan/berdekatan, tetapi
apabila berada dalam jarak yang jauh dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara
untuk berkomunikasi. Istilah komunikasi dalam bahasa Inggris yakni communication.
Pada dasarnya, secara etimologis kata komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu
communication yang bersumber pada kata communis berarti milik bersama atau membagi
merupakan suatu proses yang bertujuan untuk membangun pengertian dan kebersamaan
sedangkan secara terminologis, kata komunikasi merujuk pada proses penyampaian suatu
pernyataan oleh pihak satu kepada pihak lain. Pengertian Komunikasi merupakan suatu
proses ketika seseorang dengan orang lain saling menyampaikan informasi dari satu pihak
ke pihak lain/banyak pihak agar dapat terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
Pada dasarnya, komunikasi dilakukan secara verbal oleh kedua belah pihak agar dapat
dimengerti. Komunikasi dapat terjadi apabila ada persamaan antara penyampaian pesan
dengan penerima pesan. Tanpa adanya bahasa verbal antara kedua belah pihak, komunikasi
masih dapat digunakan dengan pergerakan badan dan menunjukkan sikap tertentu, seperti
menggelengkan kepala, mengangkat bahu dan tersenyum. Cara ini biasanya disebut
sebagai komunikasi nonverbal.
Pengertian Komunikasi menurut para ahli:
William J. Seller menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah proses dimana
simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.
Raymond Ross menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah proses
menyortir, memilih dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu
pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang
dimaksudkan oleh komunikator.

Carl I. Hovland menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah suatu proses


yang

memungkinkan

seseorang

menyampaikan

rangsangan

(biasanya

dengan

menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.


Onong Uchjana Effendy menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah proses
penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, berpendapat,
mengubah sikap atau perilaku baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Colin Cherry menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah proses dimana
pihak-pihak saling menggunakan informasi untuk mencapai tujuan bersama dan
komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan
pembangkitan balasannya.
Forsdale menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah suatu proses dimana
suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang
dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan.
Everett M. Rogers menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi adalah proses suatu
ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka.
Ruben dan Steward menyatakan bahwa Pengertian Komunikasi mengenai manusia
merupakan proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok,
organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi
dengan lingkungan satu sama lain.
2. PROSES KOMUNIKASI
Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut:
Pengirim pesan, penerima pesan dan pesan. Semua fungsi manajer melibatkan proses
komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini:
1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang
3

dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang
dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh
pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir
secara baik dan jelas.
Materi pesan dapat berupa:
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya
2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat
dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk katakata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan
penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau
menunjukkan arah tertentu.
3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti; TV, radio surat kabar, papan pengumuman,
telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan,
jumlah penerima pesan, situasi dsb.
4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima
pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti
/dipahaminya.
5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam
bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim
4

6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk
verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak
pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk
mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat
disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang
disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung
pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau
tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku
maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan
sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi,
saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan
serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai
pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang
mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga
penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
3. HAMBATAN KOMUNIKASI
Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis
sebagai berikut:
a. Hambatan Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap
kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan
peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi

komunikasi dan sistem informasi, sehingga saluran komunikasi dalam mediakomunikasi dapat
diandalkan serta lebih efisien.
b. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau ideasecara
efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.Suatu
pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.Untuk
menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-katayang
tepat

dan

sesuai

dengan

karakteristik

komunikannya,

serta

melihat

dan

mempertimbangkankemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.

c. Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orangyang
terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.Menurut Cruden dan Sherman,
hambatan ini mencakup Hambatan yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti
perbedaan persepsi,umur, keadaan emosi, status, keterampilan mendengarkan, pencarian
informasi, penyaringaninformasi.Hambatan yang ditimbulkan oleh iklim psikologis dalam
organisasi atau lingkungansosial dan budaya, seperti suasana dan iklim kerja serta tata nilai yang
dianut .Dalam proses komunikasi semua pesan atau informasi yang dikirim akan diterima dengan
berbagai perbedaan oleh penerima pesan/informasi, baik karena perbedaan latar belakang,
persepsi, budaya maupun hal lainnya.
4. KOMUNIKASI INTERPERSONAL
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk
mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan
definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002). Contoh
kelompok maya, misalnya komunikasi melalui internet (chatting, face book, email, etc.).
Berkembangnya kelompok maya ini karena perkembangan teknologi media komunikasi. Terdapat
definisi lain tentang komunikasi interpersonal, yaitu suatu proses komunikasi yang bersetting pada
6

objek-objek sosial untuk mengetahui pemaknaan suatu stimulus (dalam hal ini: informasi/pesan)
(McDavid & Harari). Fungsi Komunikasi interpersonal sebagai berikut: Untuk mendapatkan
respon/ umpan balik. Hal ini sebagai salah satu tanda efektivitas proses komunikasi. Bayangkan
bagaimana kalau tidak ada umpan balik, saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Bagaimana
kalau Anda sms ke orang lain tetapi tidak dibalas? Untuk melakukan antisipasi setelah
mengevaluasi respon/ umpan balik. Contohnya, setelah apa yang akan kita lakukan setelah
mengetahui lawan bicara kita kurang nyaman diajak berbincang. Untuk melakukan kontrol
terhadap lingkungan sosial, yaitu kita dapat melakukan modifikasi perilaku orang lain dengan cara
persuasi. Misalnya, iklan yang arahnya membujuk orang lain. Maha bijaksana Tuhan yang telah
mengatur proses komunikasi intrapersonal yang melibatkan beberapa unsur atau elemen sebagai
berikut (Burgon & Huffner, 2002): Sensasi, yaitu proses menangkap stimulus (pesan/informasi
verbal maupun non verbal). Pada saat berada pada proses sensasi ini maka panca indera manusia
sangat dibutuhkan, khususnya mata dan telinga. Persepsi, yaitu proses memberikan makna
terhadap informasi yang ditangkap oleh sensasi. Pemberian makna ini melibatkan unsur subyektif.
Contohnya, evaluasi komunikan terhadap proses komunikasi, nyaman tidakkah proses komunikasi
dengan orang tersebut? Memori, yaitu proses penyimpanan informasi dan evaluasinya dalam
kognitif individu. Kemudian informasi dan evaluasi komunikasi tersebut akan dikeluarkan atau
diingat kembali pada suatu saat, baik sadar maupun tidak sadar. Proses pengingatan kembali ini
yang disebut sebagai recalling. Berpikir, yaitu proses mengolah dan memanipulasi informasi untuk
memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah. Proses ini meliputi pengambilan keputusan,
pemecahan masalah dan berfikir kreatif. Setelah mendapatkan evaluasi terhadap proses
komunikasi interpersonal maka ada antisipasi terhadap proses komunikasi yang selanjutnya.
Contohnya, jika kita merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan dosen maka kita mempunyai
cara untuk antisipasi agar komunikasi di kemudian hari menjadi lancar.

KESIMPULAN
Komunikasi secara etimologis kata komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu communication
yang bersumber pada kata communis berarti milik bersama atau membagi merupakan suatu proses
yang bertujuan untuk membangun pengertian dan kebersamaan sedangkan secara terminologis,
kata komunikasi merujuk pada proses penyampaian suatu pernyataan oleh pihak satu kepada pihak
lain. Pengertian Komunikasi merupakan suatu proses ketika seseorang dengan orang lain saling
menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain/banyak pihak agar dapat terhubung dengan
lingkungan sekitarnya.
Proses komunikasi meliputi beberapa aspek, diantaranya:
1. Pengirim pesan (sender)

3. Media/penghubung

6. Balikan (feedback)

dan isi pesan/materi

4.Mengartikan kode/isyarat

7. Gangguan

2. Simbol/ isyarat

5. Penerima pesan

Adapun hambatan dalam komunikasi, yaitu:


a. Hambatan Teknis
b.Hambatan Semantik
c. Hambatan Manusiawi
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan kepada pihak lain untuk
mendapatkan umpan balik, baik secara langsung (face to face) maupun dengan media. Berdasarkan
definisi ini maka terdapat kelompok maya atau faktual (Burgon & Huffner, 2002).

DAFTAR PUSTAKA
http://mengerjakantugas.blogspot.com/2012/06/proses-komunikasi-pengirim-pesan.html
http://isma-ismi.com/pengertian-komunikasi.html
http://allfheim.com/komunikasi-bisnis/hambatan-dalam-komunikasi/
http://www.academia.edu/6890068/Komunikasi_Interpersonal_dan_Intrapersonal
http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/3259/Bab%202.pdf?sequen
ce=4
https://wahabxxxxx.files.wordpress.com/2012/05/psikologi-industri.pdf
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/pelatihan-kerja-definisi-tujuan-teknik.html