Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN PADA SDR.

A
DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RUANG CEMPAKA 1
RSUD dr LOEKMONO HADI KUDUS
PENGKAJIAN
A. Identitas klien
Nama
Umur
Jenis kelamin
Suka
Agama
Pendidikan
Pekerjaan
Status perkawinan
Alamat
Kudus
No. RM
Diagnosa medis
Tanggal dirawat
Tanggal pengkajian

:.Sdr. AI
: 27 tahun
: Laki-laki
: Jawa
: Islam
: SMA
: Buruh
: Belum menikah
: Ngemplik Gribig RT: 04 RW: 02 Gebog
:
:
:
:

572 500
Schizophrenia Paranoid
24 Maret 2016
28 Maret 2016

B. Identitas penanggung jawab


Nama
: Tn. M
Umur
: 50 tahun
Jenis kelamin
: Laki - laki
Suku
: Jawa
Agama
: Islam
Alamat
: Ngemplik Gribig RT: 04 RW: 02 Gebog
Kudus
Hub dengan klien
: Paman

C. Alasan Masuk
Klien dibawa ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus pada tanggal
24 Maret 2016 oleh Petugas Polres Kudus karena tiba-tiba
mengamuk di Polres Kudus tanpa sebab jelas .
D. Faktor predisposisi
1. Sebelumnya klien tidak pernah mengalami gangguan
jiwa, klien anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga

24

2.

3.
4.
5.

single parent dengan ibu yang appeaser cenderung


overproteksi
Sampai sekarang ( umur 27 tahun ) klien belum bekerja
untuk menghasilkan nafkah, tapi sebagai ustadz di
Madrasah. Ingin bekerja, tidak ada yang sesuai, karena
dirinya adalah seorang Ustadz yang Tahfidz
Penganiayaan : klien mengatakan tidak pernah mengalami
aniaya fisik maupun psikis
Tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami
gangguan jiwa.
Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : klien
mengatakan tidak mempunyai masa lalu yang buruk dan
tidak menyenangkan yang dialami klien.

E. Faktor presipitasi
Masjid tempat ia berjamaah sering kehilangan uang dan
barang, pernah juga sepeda motor tetapi petugas keamanan
( polisi ) tidak ada yang menangani.
F. Pengkajian fisik
1. Keadaan umum : Baik, kesadaran composmentis
2. Tanda vital : TD : 120 / 80 mmHg, N : 80 x / menit, S :
36oC,
RR : 20 x / mnt
3. Ukur
: TB : 158 cm, BB : 55kg
4. Pemeriksaan fisik
Kepala
: Mesocepal,
Rambut
: Rambut bersih, warna hitam, tidak
mudah rontok
Mata
:Simetris kanan dan kiri,konjungtiva tidak
anemis,sclera
tidak ikterik, pupil ishokor
Hidung
: Bersih, tidak ada secret tidak ada epitaksis
Telinga
:Simetris,tidak ada serumen maupun gangguan
pendengaran
Mulut
: Bersih,tidak ada stomatitis
Tenggorokan :Tidak ada gangguan menelan,tidak ada
pembesaran
kelenjartiroid
Dada
:
Paru :
I: simetris dada kanan dan kiri
P: vocal vremitus kanan dan kiri sama kuat

25

P : sonor disemua lapang paru


A: vesikuler disemua lapang paru
Jantung :
I : ictus cordis tidak tampak
P : ictus cordis teraba di intercosta 4 dan 5
midclavikulasinistra
P : pekak
A : bunyi jantung S1 dan S2,
tidak ada bunyi
tambahan
Abdomen :
I : datar,tidak ada asites
A: peristaltic usus 13x/ menit
P : tidak ada nyeri tekan
P : timpani
Ektremitas: Jari kaki dan tangan lengkap,tidak tremor,kuku
kurang bersih
Kekuatan otot :
55555 55555
55555 55555
G. Pengkajian psikososial
1. Genogram

Keterangan :
: Klien
: Tinggal Serumah
: Wanita
: Laki-laki
: Garis keturunan
: Garis pernikahan
: meninggal

26

Klien adalah anak pertama dari dua bersaudara, klien


tinggal satu rumah dengan ibunya yang single parent,
dengan pola asuh appeaser ( selalu mengkhawatirkan
anak ). Ayah klien sudah meninggal saat masih kecil.
Keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat gangguan
jiwa. Adik klien sudah menikah dan sekarang tinggal dengan
suaminya.
2. Konsep diri
a.
Gambaran diri
Klien mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan
anggota tubuhnya dan mensyukuri atas pemberian Allah
SWT. Klien adalah seorang Ustadz tahfidz, sebagai orang
yang mempunyai posisi lebih dibanding masyarakat
sekitar
Masalah keperawatan :
b.

Identitas diri
Klien mengatakan seorang laki-laki berusia 27 tahun,
melakukan aktivitas dan tingkah laku sebagai laki-laki,
belum menikah dan beragama islam.
Masalah keperawatan :
c.
Peran
Klien anak laki-laki dewasa satu-satunya dalam keluarga
single parent. Belum bisa berperan sebagai kepala
keluarga, tidak mempunyai pekerjaan tapi sebagai
Ustadz mengajar di Madrasah yang tanpa honor
Masalah keperawatan :
d.
Ideal diri
Klien ingin menjadi Tahfidz yang penuh, sebagai Ustadz
yang mempunyai pekerjaan dihormati di masyarakat.
Menurut klien, dengan pertimbangan sosialekonomi,
pekerjaan yang mungkin dilakukan sebagai guru ngaji,
petani, tukang atau pedagang. Merasa gengsi bila
sebagai petani di sawah, dagang atau kerja bangunan
karena ia adalah seorang ustad yang tahfidz
Masalah keperawatan :
e.
Harga diri
Klien merasa tidak bisa bekerja untuk menafkahi
keluarga, membuatnya agak minder untuk menjalin
hubungan dengan lawan jenis.
Masalah keperawatan :

27

3.

Hubungan sosial
Klien bahwa ibunya sangat sayang kepadanya, hubungan
sosial baik. Setiap ada masalah cenderung diam dan
tertutup, lebih suka menyendiri dikamar .
Akhir-akhir ini klien sering mondar-mandir dan bingung,
lebih banyak menyendiri di kamar untuk memikirkan peran
dirinya.
Masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri
4. Spiritual
a.
Nilai dan keyakinan
Klien beragama Islam, meyakini Allah yang memberikan
sakit dan yang akan menyembuhkan sakitnya.
b.
Kegiatan ibadah
Klien selalu beribadah sholat 5 waktu, saat ini sedang
belajar tahfidz la Quran, sudah khatam 30 jus tapi 5 jus
belum setor dengan gurunya
Masalah keperawatan : H. Status mental
1. Penampilan
Penampilan klien : rambut rapi, bersih, kulit lembab, gigi
bersih, tidak pakai sandal, kontak mata ada, klien ganti
pakaian setelah mandi.
Masalah keperawatan : 2. Pembicaraan
Awal masuk : Nada bicara klien keras, pembicaraan
menyerang, selalu memposisikan sebagai orang
yang
paling benar dan pintar, ada kontak mata saat
pembicaraan, fokus terhadap topik pembicaraan.
Saat ini pembicaraan mulai nada bicara mulai menurun,
cenderung diam, mampu memulai pembicaraan
Masalah keperawatan : 3. Aktifitas motorik
Awal masuk : Klien berjalan tegap, terlihat tegang, gelisah,
agresif , mempertahankan posisi diam di tempat, hipoaktif
Saat ini : Kooperatif, berjalan tegap, tenang, hipoaktif
Masalah keperawatan :
4. Alam perasaan
Kadang merasa sedih, karena ia harus menjalani jerawatan
di RS
Masalah keperawatan :

28

5. Afek
Awal : Afek labil, mudah berubah-ubah
Saat ini : appropiate ( sesuai )
Masalah keperawatan : kerusakan komunikasi
6. Interaksi selama wawancara
Selama diwawancarai klien kooperatif dan tidak mudah
tersinggung.
7. Persepsi
Awal masuk : Klien kadang mendengar suarasuara saat
sedang menyendiri dan
melamun. Bisikan berupa
seorang yang tak dikenal yang selalu mengajaknya pergi,
awalnya percaya dengan suara tersebut, lama-lama justru
merasa tergaanggu dan membuat ia marah
Masalah keperawatan : gangguan persepsi sensori :
halusinasi, risiko perilaku kekerasan
8. Isi pikiran
Tidak ditemukan gangguan isi pikir
9. Proses pikir
Tidak ditemukan gangguan isi pikir
10.
Tingkat kesadaran
Klien tampak bingung, kurang dapat berorientasi terhadap
orang-orang terdekat, klien mampu mengenali dan
mengingat hari.
Masalah keperawatan : 11.
Memori
Klien dapat mengingat nama keluarga, nama perawat dan
kejadian yang baru saja terjadi dan masa lalu
Masalah keperawatan : 12.
Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat berkonsentrasi saat diajak komunikasi dan
dapat berhitung.
Masalah keperawatan : 13.
Kemampuan penilaian
Klien kadang-kadang mampu menilai suatu masalah dan
mengambil keputusan.
Masalah keperawatan : 14.
Daya tilik diri
Klien tidak menyadari kalau dirinya sakit, dibawa ke RSU
layanan Jiwa karena marah-marah dan berkelahi dengan
polisi di Polres Kudus
Masalah keperawatan :

29

I. Kebutuhan Persiapan Pulang


1. Makan
Klien mengatakan makan teratur 3 kali sehari makan
sendiri tanpa bantuan.
2. BAB/BAK
Klien mengatakan biasanya BAB 1 kali sehari, BAK4-5 kali
sehari, klien mampu melakukan secara mandiri.
3. Mandi
Klien mengatakan mandi 2 kali sehari setiap pagi dan sore
hari, gosok gigi.
4. Berpakaian
Klien dapat berpakaian secara mandiri dan sesuai dengan
pakaian dari rumah sakit.
5. Istirahat dan tidur
Klien mengatakan tidur siang sekitar 2 jam saja dan tidur
malam sekitar 5 jam.
6. Penggunaan obat
Klien mampu menyiapkan dan minum obat sendiri
7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien mengatakan jika sakit akan berobat, dapat menjaga
kebersihan diri dan lingkungan.
8. Aktivitas di dalam dan di luar rumah
Klien mengatakan dia tidak suka njagong bersama
teman, dia lebih suka sendiri bertafakur atau menghafalkan
Al- Quran. Bila tafakur atau tahfidz selesai, cenderung
melamun memikirkan jalan hidupnya tentang pekerjaan
dan perannya di keluarga dan masyarakat
J. Pengkajian Halusinasi.
1. Jenis
: pendengaran
2. Isi
: Saat di Rumah : Dipanggil dan diajak
gurunya, saat di Polres : disuruh memukul polisi
3. Waktu
: Pagi, siang, sore dan malam
4. Frekuensi
: 4-5 x sehari
5. Lamanya
: 5 10 menit
6. Respons
: Percaya dan memdengar, lamalama ditolak karena tidak percaya dengan ajakan
gurunya yang dirasa mencurigakan, merasa
terganggu;
menuruti dengan memukul dan
berkelahi dengan Polisi di Pos Pengaduan Polres
Kudus
K. Mekanisme Koping

30

Saat ada masalah yang dirasakan klien cenderung menyendiri,


atau sharing dengan ibunya, tapi tidak mendapatkan jawaban
solutif dari ibunya.
Saat ini : Klien melakukan relaksasi nafas dalam bila perasaan
marah muncul
Masalah keperawatan : mekanisme koping ( pribadi dan
keluarga ) tidak efektif
L. Aspek Medis
1. Diagnosa medik : Schizoprenia Paranoid
2. Terapi medik
:
Tanggal 24 Maret 2015:
- Lodomer ( HLP ) injeksi 10 md IM
- Diazepam injeksi 10 mg IV
- Chlorpromazine 1x100 mg
-

ANALISA DATA
Nama: Sdr. A

No. RM : 065199

31

Ruang
: Cempaka 1
Alamat : Gribig
Gebog Kudus
TGL/
MASALAH
DATA FOKUS
JAM
KEPERAWATAN
19/05/15 S: Klien mengatakan pernah marah- Resiko
perilaku
09.00 WIB
marah dan
mengamuk di Polres kekerasan
Kudus
O: - Dari data RM menyebutkan : klien
suka marah-marah, nada bicara
keras, cenderung merendahkan
orang lain, tampak tegang saat
bercerita/wawancara
dengan
petugas
- Nada bicara agak keras
- Cenderung merendahkan orang
lain, menunjukkan bahwa ia lebih
pintar
- Tampak tegang saat bercerita.

19/05/15 S :Klien mengatakan dia mengalami Gangguan


09.00 WIB
mendengar suara-suara yang tidak persepsi sensori :
ada obyeknya
Halusinasi
Pengkajian Halusinasi.
Jenis
: pendengaran
Isi
:
Saat di Rumah : Dipanggil dan
diajak gurunya,
saat di Polres : disuruh marah dan
memukul polisi
Waktu
: Pagi, siang, sore dan
malam
Frekuensi
: 4-5 x sehari
Lamanya
: 5 10 menit
Respons
:
Percaya
dan
memdengar,
lama-lama
ditolak
karena tidak percaya dengan ajakan
gurunya yang dirasa mencurigakan,
merasa
terganggu;
menuruti
dengan memukul dan berkelahi
dengan Polisi di Pos Pengaduan

32

Polres Kudus
O:

Pohon Masalah
Resti Mencederai diri,orang lain,lingkungan

Perilaku Kekerasan

Gangguan persepsi sensori:


Halusinasi
Isolasi Sosial :
menarik diri
Diagnosa Keperawatan
1. Risiko Perilaku Kekerasan
2. Gangguan persepsi sensori : Halusinasi
Prioritas Diagnosa Keperawatan
Core problem : Risiko perilaku kekerasan

33

INTERVENSI KEPERAWATAN
Nama : Sdr. AI
Ruang : Cempaka 1
Kudus
DX.
TGL/JAM
KEP.
28-03Risiko
2016
Perilaku
08.30 WIB Kekerasa
n

No. RM : 065199
Alamat : Gribig
TUJUAN
Klien mampu :
Mengidentifik
asi penyebab dan
tanda
perilaku
kekerasan
Menyebutkan
jenis
perilaku
kekerasan yang
pernah dilakukan
Menyebutkan
akibat
dari
perilaku
kekerasan yang
dilakukan
Menyebutkan
cara mengontrol
perilaku
kekerasan

Setelah 2 x pertemuan, klien mampu :


Menyebutkan penyebab, tanda,
gejala dan akibat perilaku kekerasan
Memperagakan cara fisik 1
untuk mengontrol perilaku kekerasan
Setelah 2 x pertemuan, klien mampu :
Menyebutkan kegiatan yang
sudah dilakukan
Memperagakan cara fisik untuk
mengontrol perilaku kekerasan
Setelah 2 x pertemuan klien mampu :
Menyebutkan kegiatan yang
sudah dilakukan
Memperagakan cara sosial /
verbal untuk mengontrol perilaku
kekerasan

34

Gebog

INTERVENSI
SP I
-

Identifikasi penyebab, tanda dan


gejala serta akibat perilaku kekerasan
Latih cara fisik 1 : Tarik nafas dalam
Masukkan dalam jadwal harian klien
SP 2

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1)


Latih cara fisik 2 : Pukul kasur / bantal
/ bahan lunak lainnya
Masukkan dalam jadwal harian klien
SP 3

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1 dan


2)

Latih secara sosial / verbal


Menolak dengan baik
Meminta dengan baik
Mengungkapkan dengan baik

Mengontrol
perilaku
Setelah 2 x pertemuan, klien mampu :
kekerasannya
Menyebutkan kegiatan yang
dengan cara :
sudah dilakukan
- Fisik
Memperagakan cara spiritual
- Sosial / verbal - Spiritual
- Terapi
psikofarmaka
(patah obat)
Setelah 2 x pertemuan klien mampu :
Menyebutkan kegiatan yang
sudah dilakukan
Memperagakan cara patuh obat

Masukkan dalam jadwal harian klien


SP 4

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1,2&3)


Latih secara spiritual:
Istighfar
Berwudlu
Sholat
Masukkan dalam jadwal harian klien

SP 5
- Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1,2,3&4)
- Latih patuh obat :
- Minum obat secara teratur dengan
prinsip 5 B
- Yakinkan bahwa obat sebagai kebutuhan
- Susun jadwal minum obat secara teratur
- Masukkan dalam jadwal harian klien

Keluarga mampu :
Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu SP 1
Merawat klien di menjelaskan penyebab, tanda dan - Identifikasi masalah yang dirasakan
rumah
gejala,
akibat
serta
mampu
keluarga dalam merawat klien
memperagakan cara merawat.
- Jelaskan tentang Perilaku Kekerasan :
- Penyebab
- Akibat

35

- Cara merawat
- Latih 2 cara merawat
- RTL keluarga / jadwal untuk merawat klien
Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu SP 2
menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan dan mampu merawat serta
dapat membuat RTL
-

Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu


melaksanakan Follow Up dan rujukan serta
mampu menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan

28-032016
08.40 WIB

Halusina
si

SP 4
-

Evaluasi SP 1
Latih (simulasi) 2 cara lain untuk
merawat klien
Latih langsung ke klien
RTL keluarga / jadwal keluarga untuk
merawat klien

Evaluasi SP 1,2 &3


Latih langsung ke klien
RTL Keluarga :
- Follow Up
- Rujukan

Klien mampu :
Setelah 2 x
pertemuan, klien dapat SP I
Mengenali
menyebutkan :
- Bantu klien mengenal halusinasi (isi, waktu
halusinasi
yang Isi, waktu, frekuensi, situasi
terjadinya, frekuensi, situasi pencetus, perasaan
dialaminya
pencetus, perasaan
saat terjadi halusinasi)
Mengontrol
Mampu memperagakan cara dalam - Latih mengontrol halusinasi dengan cara
halusinasinya
mengontrol halusinasi
menghardik
Mengikuti
Tahapan tindakannya meliputi :

36

program
pengobatan

Jelaskan cara menghardik halusinasi


Peragakan cara menghardik
Minta klien memperagakan ulang
Pantau penerapan cara ini, beri penguatan
perilaku klien
Masukkan dalam jadwal kegiatan klien

Setelah 2 x pertemuan, klien mampu :


Menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan
Memperagakan cara bercakapcakap dengan orang lain

SP 2
-

Setelah 2 x pertemuan klien mampu :


Menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan dan
Membuat jadwal kegiatan seharihari dan mampu memperagakannya.

SP 3
-

37

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1)


Latih berbicara / bercakap dengan orang
lain saat halusinasi muncul
Masukkan dalam jadwal kegiatan klien

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1 dan 2)


Latih kegiatan agar halusinasi tidak
muncul
Tahapannya :
- Jelaskan pentingnya aktivitas yang
teratur untuk mengatasi halusinasi
- Diskusikan aktivitas yang biasa
dilakukan oleh klien
- Latih klien melakukan aktivitas
- Susun jadwal aktivitas sehari-hari
sesuai dengan aktivitas yang telah
dilatih (dari bangun pagi sampai

tidur malam)
Pantau pelaksanaan jadwal kegiatan,
berikan penguatan terhadap perilaku
klien yang (+)

Setelah 2 x pertemuan, klien mampu :


Menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan
Menyebutkan
manfaat
dari
program pengobatan

SP 4
-

Keluarga mampu :
Merawat klien di rumah
dan menjadi sistem
pendukung yang efektif
untuk klien

Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu


menjelaskan tentang halusinasi

SP 1
-

38

Evaluasi kegiatan yang lalu (SP1,2&3)


Tanyakan program pengobatan
Jelaskan pentingnya penggunaan obat
pada gangguan jiwa
Jelaskan akibat bila tidak digunakan
sesuai program
Jelaskan akibat bila putus obat
Jelaskan cara mendapatkan obat/ berobat
Jelaskan pengobatan (5B)
Latih klien minum obat
Masukkan dalam jadwal harian klien

Identifikasi masalah keluarga dalam


merawat klien
Jelaskan tentang halusinasi :
- Pengertian halusinasi
- Jenis halusinasi yang dialami klien
- Tanda dan gejala halusinasi
- Cara merawat klien halusinasi (cara

Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu :


Menyelesaikan kegiatan
yang
sudah dilakukan
Memperagakan cara merawat klien

SP 2
-

Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu :


Menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan
Memperagakan cara merawat klien
serta mampu membuat RTL

SP 3
-

Setelah 2 x pertemuan keluarga mampu :


Menyebutkan kegiatan yang sudah
dilakukan
Melaksanakan Follow Up rujukan

SP 4
-

39

berkomunikasi, pemberian obat &


pemberian aktivitas kepada klien)
Sumber-sumber pelayanan kesehatan
yang bisa dijangkau
Bermain peran cara merawat
Rencana tindak lanjut keluarga, jadwal
keluarga untuk merawat klien
Evaluasi kemampuan keluarga (SP 1)
Latih keluarga merawat klien
RTL keluarga / jadwal keluarga untuk
merawat klien

Evaluasi kemampuan keluarga (SP 2)


Latih keluarga merawat klien
RTL keluarga / jadwal keluarga untuk
merawat klien

Evaluasi kemampuan keluarga


Evaluasi kemampuan klien
RTL Keluarga :
- Follow Up
- Rujukan

CATATAN KEPERAWATAN
Nama : Sdr. A
No. RM : 065199
Ruang : Cempaka 1
Alamat : Klumpit Gebog
Kudus
DIAGN
TT
TGL/JAM
IMPLEMENTASI
EVALUASI
OSA
D
28-03RPK
SP I
Tanggal 29-04-2016 :
- Membina
hubungan
saling S : Nama saya A panggil saya A
2016
percaya
10.00
- Klien mengatakan perasaannya saat ini
- Memberi salam
WIB
mulai agak tenang
- Perkenalan
- Klien mengatakan saat ini sudah tidak
- Menanyakan
nama
dan
mendengar
bisikan-bisikan
yang
alamat
menyuruh memukul
- Menjelaskan tujuan
- Klien mengatakan mampu melakukan
- Mengindentifikasi penyebab, tanda dan
relaksasi nafas dalam
gejala serta akibat perilaku kekerasan O :
- Melatih cara mengontrol marah dengan
- Klien menjawab salam
latihan fisik 1 : Tarik nafas dalam
- Kontak mata normal
- Melatih pasien memasukkan dalam
- Klien kooperatif
jadwal harian klien
- Klien
sudah
mengenal
perilaku
marahnya
- Klien
tampak
mampu
melakukan
relaksasi dengan benar
A : RPK berkurang

40

Halusina si
28-032016
17.00
WIB

SP1P tercapai
P:Optimalkan SP1P
- Lanjutkan SP2P RPK : latihan fisik II
saling
- Berikan terapi aktivitas kelompok
( TAK )

SP1P :
Membina
hubungan
percaya
- Memberi salam
- Validasi perkenalan
Tanggal 29-04-2016 :
S : Nama saya A panggil saya A
- Menjelaskan tujuan
- Klien mengatakan perasaannya saat ini
- Memberi kesempatan pada
mulai agak tenang
klien
mengungkapkan
perasaan
- Klien mengatakan saat ini sudah tidak
mendengar bisikan-bisikan yang ada
Mengobservasi tingkah laku
ditelinganya
klian, terkait dengan PK
- Klien mengatakan mampu menghardik
Jika
klien
sedang
ada
halusinasi yang datang
halusinasinya
menanyakan:
apa ada yang didengar dan O :
ada yang dikatakan
- Klien menjawab salam
- Kontak mata normal
Mengatakan bahwa perawat
percaya
pada
klien
- Klien kooperatif
mendengar suara itu tapi
- Klien sudah mengenal halusinasinya
perawat tidak mendengar
- Klien tampak mampu menghardik
Mengatakan bahwa perawat
halusinansinya
akan
membantu
klien
- Pengkajian Halusinasi.
a) Jenis : pendengaran
mendiskusikan dengan klien

41

29-032016
09 00

RPK

situasi yang menimbulkan


halusinasi
Mendiskusikan dengan klien
waktu
dan
frekuensi
terjadinya halusinasi
Mendiskusikan dengan waktu
dan
frekuensi
terjadinya
halusinasi
Mendiskusikan dengan bersama
klien cara tindakan yang
dilakukan
jika
terjadi
halusinasi
Melatih klien cara memutus
atau mengontrol halusinasi
dengan cara pertama yaitu :
Menghardik, dengan berkata
dalam hati pergi pergi ....
saya
tidak
mau
dengar
suaramu.... kamu suara palsu

SP 2 P
Memvalidasi
kemampuan
dan
pelaksanaan relaksasi untuk mengontrol
marah (SP1)

b) Isi : Dipanggil gurunya ( - ) ,


disuruh memukul polisi ( - )
c) Waktu : d) Frekuensi : e) Lamanya : f) Respons : A : Halusinasi berkurang :
- Sudah terbina hubungan saling percaya
- Klien sudah mengetahui halusinasinya
- Klien
mampu
mengontrol
halusinansinya dengan menghardik
P:
- Optimalkan
SP1P
Halusinasi
:
Memotivasi klien untuk
menghardik
halusinasinya
- Lanjutkan ke- SP2P Halusinasi : Latih
klien untuk bercakap-cakap dengan
orang lain
- Berikan obat sesuai order Psikiatri
30-03-2016
S:
Mengatakan tenang,
Mampu dan mau melakukan relaksasi

42

29-032016
16.00
WIB

Melatih cara fisik 2 : Pukul kasur /


bantal / bahan lunak lainnya
Membimbing pasien memasukkan
dalam jadwal harian klien

Mau mencoba memprkatekkan memukul


bantal saat marah
O:
Pasien tampak tenang dan kooperatif
Mempraktekkan memukul bantal saat marah
A: RPK berkurang
P: - Optimalkan SP1 dan SP2 P RPK

Halusina SP2P :
si
- Mengidentifikasi halusinasi klien
- Memvalidasi
kemampuan
menghardik
- Melatih bercakap-cakap dengan
teman atau petugas untuk
mengontrol halusinasinya
- Membimbing
klien
memasukkan dalam kegiatan
harian

30 03-2016
S:
- Klien mengatakan sudah tidak mendengar
suara tanpa obyek lagi
- Klien mengatakan sudah bisa cara
menghardik halusinasinya
- Klien mengatakan senang bercakap-cakap
dengan orang lain
O : - Klien tampak mempraktikkan cara
menghardik untuk mencegah halusinasi
- Klien tampak mempraktikkan cara
mencegah halusinasi dengan selalu
bercakap-cakap dengan orang lain
- Klien kooperatif
A : Halusinasi hilang

43

31/03/16
16.30
WIB

Halusina SP2P
si
1. Memvalidasi masalah dan
latihan sebelumnya
2. Melatih klien cara kontrol
halusinasi dengan cara 2
(bercakap-cakap
dengan
orang lain)
3. Membimbing
klien
memasukkan
dalam
kegiatan harian

SP2P tercapai
P: Optimalkan SP1P dan SP2P Halusinasi
Berikan obat sesuai order Psikiatri
01-04-2016 :
S:
- Klien
mengatakan
sudah
bisa
melakukan cara kontrol halusinasi
dengan cara ke dua yaitu dengan cara
bercakap-cakap dengan orang lain dan
tidak ada masalah
- Klien mengatakan suara itu kemarin
tidak muncul
- Klien mengatakan mau diajari cara
mengontrol halusinasinya dengan cara
berikutnya
O:
- Klien kooperatif
- Kontak mata jika diajak berinteraksi
sudah tidak menunduk lagi
- Klien mau bersosialisasi dengan oran
lain (bercakap-cakap dengan temanya)
- Jadwal latihan terbuat
A : Halusinasi hilang, Masalah teratasi, SP2P
tercapai,
dengan
bercakap-cakap

44

dengan orang lain


P:
Lanjutkan SP3P : mengontrol halusinasi
dengan cara berikutnya, melakukan
kegiatan terjadwal
- Berikan obat sesuai order Psikiatri
- Berikan terapi perilaku
02-04-2016 :
S:
Klien
mengatakan
sudah
bisa
melakukan cara mengontrol halusinasi
dengan cara yang ke dua yaitu
berbincang-bincang dengan orang lain
yang ada di sekitar
- Klien mengatakan
jika berbincangbincang dengan orang lain sudah tidak
mendengar lagi.
- Klien
mengatakan
mau
diajari
mengontrol halusinasi dengan kegiatan
yang sudah terjadwal
O : Klien kooperatif, klien sudah membuat
jadwal bertahap
A : Masalah teratasi dengan kegiatan yang
sudah dijadwalkan
-

1/04/16
08.30
WIB

Halusina SP3P
si
1. Menvalidasi masalah dan
latihan sebelumnya
2. Melatih klien dengan cara
mengontrol
halusinasi
dengan
kegiatan
yang
sudah di jadwalkan (yang
biasa dilakukan klien)
3. Membimbing
klien
memasukkan dalam jadwal
harian

45

P : Optimalkan SP3P dengan kegiatan yang


sudah dijadwalkan
02/05/15
16.30
WIB

03-042016
08.30
WIB

Halusina SP3P
si
1. Menvalidasi masalah dan S :
latihan sebelumnya
Klien
mengatakan
sudah
bisa
2. Melatih klien dengan cara
melakukan cara mengontrol halusinasi
mengontrol
halusinasi
dengan cara yang ke tiga yaitu dengan
dengan
kegiatan
yang
kegiatan yang sudah dijadwal
sudah di jadwalkan (yang
- Klien mengatakan mau melakukan
biasa dilakukan klien)
kegiatan jadwal harian
3. Membimbing
klien O : Klien kooperatif, klien sudah membuat
memasukkan dalam jadwal
jadwal bertahap
harian
A : Masalah teratasi dengan kegiatan yang
sudah dijadwalkan
P
: lanjutkan SP4P dengan cara teratur
minum obat
Halusina SP4P
S:
si
1. Menvalidasi masalah dan
- Klien
mengatakan
sudah
bisa
latihan sebelumnya
melakukan cara kontrol halusinasi
2. Menjelaskan cara kontrol
dengan cara yang ke tiga yaitu
halusinasi dengan teratur
membuat jadwal kegiatan yang mampu
minum obat (prinsip 5
dilakukan
benar minum obat)
- Klien mau minum obat dengan prinsip 5
3. Membimbing
klien
benar minum obat

46

04-042016
16.30
WIB

memasukan dalam jadwal O : Klien kooperatif, klien sudah minum obat


kegiatan harian
A : Masalah teratasi minum obat teratur
dengan prinsip 5 benar
P : Optimalkan intervensi SP4P
Halusina SP4P
S:
si
4. Menvalidasi masalah dan
- Klien
mengatakan
sudah
bisa
latihan sebelumnya
melakukan cara kontrol halusinasi
5. Menjelaskan cara kontrol
dengan cara yang ke empat yaitu rutin
halusinasi dengan teratur
minum obat
minum obat (prinsip 5
- Klien mau minum obat dengan prinsip 5
benar minum obat)
benar minum obat
Membimbing klien memasukan O :
dalam jadwal kegiatan harian
- Klien kooperatif, klien sudah minum
obat
- Obat yang didapat
Pagi :
a. Chlorpromazine 1x100 mg
b. Risperidon 2 x 2 mg
Sore :
a. Risperidon 2 x 2 mg
A : Masalah teratasi minum obat teratur
dengan prinsip 5 benar
P : Pertahankan intervensi SP1P, SP2P, SP3P,
SP4P

47

48

BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dari pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan
beberapa hal berikut;
1. Dari hasil interaksi pada klien dengan halusinasi
pendengaran maka penyusun mendapatkan suatu
pemahaman baru, khususnya tentang penggunaan
strategi pelaksanaan dalam setiap interaksi dengan klien
sangat membantu terfokusnya pembicaraan yang
dilakukan terhadap klien sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. Selain itu dengan interaksi yang singkat dan
sering dilakukan perawat pada klien membantu
meningkatkan harga diri klien karena merasa diperhatikan
dan dengan komunikasi merupakan cara untuk membina
hubungan saling percaya.
2. Klien dengan halusinasi pendengaran mempunyai resiko
perilaku kekerasan sehingga dapat mencederai diri, orang
lain dan lingkungan dan perlu diberikan penanganan yang
memadai dan pemberian asuhan yang optimal selama
perawatan
3. Dalam mempersiapkan klien pulang perlu diperhatikan
faktor lingkungan dan dukungan keluarga karena sangat
mempengaruhi perkembangan dan proses penyembuhan
klien.
B. Saran
1. Dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien
haruslah dikembangkan hubungan terapeutik perawat dan
klien sehingga dapat dicari pemecahan masalah secara
konstruktif
2. Komunikasi terapeutik seharusnya dilakukan oleh perawat
jiwa dalam interaksi dengan semua klien, kadang tidak
dilakukan dengan tepat bahkan cenderung diabaikan. Hal
ini mungkin disebabkan beban kerja yang berat dan
jumlah perawat yang kurang memadai dibandingkan
jumlah
klien
sehingga
perawat
ruangan
lebih
memprioritaskan pada penyelesaian tugasatau pekerjaan.
Untuk itu perlu dilakukan suatu diskusi tentang
pemahaman pentingnya komunikasi terapeutik.

48