Anda di halaman 1dari 6

DIFUSI

1. DEFINISI DIFUSI
Molekul memiliki tipe energi yang disebut gerak termal (panas atau kalor). Salah satu
hasil gerak termal adalah difusi (diffusion), pergerakan molekul zat sehingga tersebar merata
didalam ruang yang tersedia. Setiap molekul bergerak secara acak, namun difusi populasi suatu
molekul dapat memiliki arah tertentu.
Difusi ini adalah perembesan zat dari ruang yang berkonsentrasi tingggi ke ruang yang
berkonsentrasi lebih rendah. Perembesan ini mungkin tanpa lewat sekat, mungkin pula lewat
sekat. Perembesan tanpa lewat sekat berlangsung baik dalam protoplasma sendiri, seperti dari
ujung retikulum endoplasma ke ujung lain. Perembesan lewat sekat, berlangsung baik antara
intra dan ekstra-sel, antara sitoplasma dan nukleoplsama., ataupun antara sitoplasma dan organel.
Perembesan itu lewat unit membran. Difusi berlangsung menurut gradient (kemiringan)
konsentrasi. Yakni dari ruang yang konsentrasi zat A tinggi ke ruang zat yang konsentrasi zat A
itu rendah.
Difusi merupakan suatu proses lewatnya bahan-bahan tertentu lewat suatu membran
sebagai akibat konsentrasi yang berbeda. Apabila membran plasma ini bersifat permeabel maka
hanya bahan-bahan tertentu saja yang dapat melewatinya dengan cara difusi. Difusi melewati
membran plasma ini pada umunya bersifat khas karena membutuhkan enzim tertentu sehingga
membran sel bersifat enzyme controlled permeable. Mekanisme dapat dilihat pada pemasukan
gerakan molekul ion cenderung mengisi seluruh ruangan yang tersedia.
Cara difusi umum terdapat pada sel dan tanpa butuh energi. Proses difusi dapat terjadi
bagi oksigen, CO2, air, elektrolit dan bahan organis molekul sederhana. Difusi lewat sekat jauh
lebih pelan dan sulit dari pada tanpa lewat sekat. Karena molekul zat itu harus melewati molekulmolekul membran yang bersusun rapat. Air mudah berdifusi lewat pori yang banyak tersebar
pada membran sel.
Pada umumnya, air dan bahan yang larut didalamnya, masuk dan keluar sel bukan
sebagai aliran massa, melainkan satu per suatu molekul setiap kali. Pergerakan neto dari satu
tempat ke tempat lain, akibat aktivitas kinetik acak atau gerak dari molekul ion, disebut difusi.
Karena difusi zat cair yang menempuh jarak makroskopis itu berlangsung lambat, dan aliran
massa gas dan zat cair sangatlah lazim, maka difusi bukanlah suatu kejadian yang mudah terlihat.
Walaupun demikian, sebenarnya difusi mudah.

2. MACAM-MACAM DIFUSI
Proses difusi yang kita ketahui terbagi ke dalam 3 jenis yaitu difusi pada material cair,
difusi pada material padat, dan difusi pada material gas.
1. Difusi cair
Dikatakan difusi cair jika terjadi perpindahan molekul cairan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita merendam kedelai dalam air saat pembuatan
tempe. Selama perendaman akan terjadi difusi air dari lingkungan luar (yang kadar airnya
tinggi) ke dalam kedelai (yang kadar airnya rendah).
2. Difusi padat
Dikatakan difusi padat jika terjadi perpindahan molekul padatan dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita melakukan perendaman buah dengan
larutan gula dalam pembuatan manisan buah. Selama perendaman selain terjadi difusi air dari
lingkungan luar ke dalam buah juga terjadi difusi molekul gula (molekul padatan) ke dalam
buah dan ini berarti difusi padatan juga terjadi dalam pembuatan manisan buah ini. Selama ini
batasan antara kapan terjadinya difusi air dengan difusi padatan masih belum jelas karena
prosesnya sering terjadi bersamaan dan susah untuk dibedakan.
3. Difusi gas
Dikatakan difusi gas jika terjadi perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu difusi O2 pada pengemas plastik. Ketika kita
menggunakan pengemas plastik untuk membungkus suatu bahan, maka selama penyimpanan
akan terjadi difusi oksigen dan uap air dari lingkungan luar ke dalam plastik pengemas.
Jumlah oksigen dan uap air yang

dapat masuk ke dalam plastik pengemas bervariasi

tergantung permeabilitas dari plastik pengemas tersebut. Semakin banyak jumlah oksigen dan
uap air yang dapat masuk ke dalam plastik pengemas berarti kualitas plastik pengemasnya
semakin buruk. Disini, difusi oksigen merupakan difusi gas dan difusi uap air merupakan
difusi cair.
Makin besar perbedan konsentrasi anatara dua daerah, maka makin tajam pula gradasi
konsentrasinya sehingga makin lambat pula kecepatan difusinya. Apabila partikel suatu zat
dapat bergerak bebas tanpa terhambat oleh gaya tarik, maka dalam jangka waktu tertentu
partikel-partikel itu akan tersebar merata dalam ruang yang ada. Sampai distribusi merata

seperti itu terjadi, akan terdapat lebih banyak partikel yang bergerak dari daerah tempat
partikel itu lebih pekat ke daerah yang partikelnya kurang pekat, lalu terjadi yang sebaliknya,
dan secara menyeluruh gerakan partikel ke arah tertentu disebut difusi. Makin besar
perbedaan konsentrasi antara dua daerah, yaitu makin tajam gradasi konsentrasinya, makin
besar kecepatan difusinya.
3. DIFUSI MELALUI MEMBRAN
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu :
1. Difusi sederhana (simple difusion)
Difusi sederhana yang terjadi melalui membrane berlangsung akibat molekul - molekul
yang berpindah melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat
menembus lipid bilayer pada membran
2. Difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran (simple difusion by
chanel formed)
Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam lemak serta ion-ion tertentu, dapat
menembus membran melalui saluran atau channel. Saluran ini terbentuk dari protein
transmembran, berupa pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan
diameter lebih kecil dari pori tersebut untuk melaluinya
3. Difusi difasilitasi (fasiliated difusion)
Menggunakan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membrane
karena tidak dapat menembus membrane secara langsung
4. MEKANISME DIFUSI
a.

Transport Pasif
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu difusi

sederhana (simple difusion), difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein transmembran
(simple difusion by chanel formed), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Difusi sederhana
melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah atau bergerak melalui
membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada
membran secara langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti hormon

steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu,
memmbran sel juga sangat permeabel terhadap molekul anorganik seperti O, CO 2, HO, dan H2O.
Beberapa molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus
membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran, semacam
pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan diameter lebih kecil dari
diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara itu, molekul molekul berukuran besar
seperti asam amino, glukosa, dan beberapa garam garam mineral, tidak dapat menembus
membrane secara langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat
menembus membrane. Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan
difusi difasilitasi.
b.

Transpor aktif
Pada sel-sel akar tumbuhan terdapat penumpukan mineral. Artinya, konsentrasi mineral

di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel, atau potensial air di luar sel lebih tinggi
dibandingkan dengan potensial air di dalam sel. Oleh karena itu, osmosis dari luar sel ke dalam
sel tetap berlangsung untuk mencegah plasmolisis. Akan tetapi, keadaan ini menghambat
pengambilan mineral dari luar ke dalam sel melalui difusi, terutama karena membran sel
memiliki permeabilitas yang sangat rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan transpor
aktif yang melibatkan energi dari ATP agar ion-ion dapat masuk ke dalam sel. ATP adalah
molekul pembawa energi di dalam sel.
Suatu substansi dengan
konsentrasi di luar sel lebih
tinggi daripada di dalam sel
Ion kalium
Lingkungan luar sel
Lingkungan
hidrofobik

Saluran
protein

Sitoplasma
Ion kalium masuk ke dalam
sel melalui saluran protein

Protein
pembawa
mempunyai
tempat
pengikatan
glukosa

Glukosa berikatan
dengan protein
pembawa

Lingkungan di
luar sel
Perubahan
bentuk protein
pembawa

Protein pembawa
melepaskan
glukosa
Protein pembawa
kembali ke bentuk
semula dan siap
untuk mengikat
glukosa berikutnya

5.

Lingkungan di
dalam sel

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEPATAN DIFUSI


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
1.

Ukuran partikel, Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak,

2.
3.
4.
5.

sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.


Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

6. PERISTIWA DIFUSI PADA TUMBUHAN


Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan.
Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi.
Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui
proses difusi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi
garam mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO 2 di udara
masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam
sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam
tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 1. Erlangga: Jakarta.


Salisbury, dkk. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Penerbit ITB: Bandung
Juwono, dkk. 2000. Biologi Sel. EGC: Jakarta
Kimball, J.W. 1999. Biologi Edisi Pertama. Erlangga: Jakarta.
Mehrer, dkk. 2007. Diffusion In Solids. Munster: Springer
Yatim, Wildan. 1990. Biologi Modern. Tarsito: Bandung
Loveless. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik I. Gramedia Pustaka
Utama: Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai