Anda di halaman 1dari 9

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN

MASYARAKAT TERHADAP
MUTU PELAYANAN
No. Dokumen : 01/Admen/Pusk-LP/I/16
No. Revisi
: 01.a/Admen/PuskLP/I/16

SOP Tgl Terbit

: Tgl berlaku

SOP
( 2 Januari
2016)
Halaman
Puskesmas
Lapai
Pengertian

: 1/5

Ttd Ka. Puskesmas

Dr. Desi Susanty


NIP.

Identifikasi kebutuhan masyarakat adalah : menetapkan jenis-jenis


pelayanan yang disediakan di Puskesmas bagi masyarakat dengan
mendapat masukan dari masyarakat melalui perberdayaan masyarakat
(melakukan pertemuan dengan TOMA, sector terkait, survey mawas
diri/SMD/MMD)
Mutu Pelayanan adalah : Proses pelayanan yang diberikan sesuai dengan
standar secara berkesinambungan sehingga mendapatkan kepuasan bagi
masyarakat terhadap pelayanan

Tujuan

Sebagai pedoman dalam melaksanakan identifikasi kebutuhan masyaraka


terhadap mutu pelayanan

Kebijakan

SK Kepala Puskesmas tentang Indentifikasi kebutuhan masyarakat terhadap


mutu pelayanan ( No/../../bln/th)

Referensi

Dok skternal, buku pedoman, bahan pustaka lainnya, PMK tentang


pelayanan publik

Prosedur/Lang
kah

A. Pengumpulan Informasi (missal : Kotak Saran ).


1. Kepala Puskesmas menetapkan yang mengkoordinir survey beserta
uraian tugas, jadwal
2. Koordinator bersama anggota menyusun intrument survey
3. Melaksanakan sesuai jadwai yang ditetapkan
4. Melakukan pembahasan dan analisa hasil survei
5. Melaporkan hasil pembahasan dan analisa kepada Kepala Puskesmas
6. Kepala Puskesmas menindak lanjuti hasil laporan dengan mengadakan
rapat lintas progran bdan lintas sector serta dengan tokoh masyarakat
7. Membuat dan menetapkan jenis-jenis pelayanan sesuai dengan
kebutuhan dan harapan masyarakat
8. Setelah ditetapkan jenis-jenis pelayanan diinformasikan kepada

masyarakat melalui : papan pengumuman, brosur, flayer, poster


Diagram Alir

Jika dibutuhkan

Unit Terkait

PJ program, TOMA, pasien, lintas sector (sasaran )

DINAS KESEHATAN KOTA PADANG

PUSKESMAS .
Jln.

KEPUTUSAN
KEPALA PUSKESMAS AKREDITASI
No : 001/KAPUS/V/2016
TENTANG
KEWAJIBAN MENGIKUTI PROGRAM ORIENTASI BAGI KEPALA PUSKESMAS,
PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DAN PELAKSANA KEGIATAN YANG BARU DI
UPT PUSKESMAS AKREDITASI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,
KEPALA UPT PUSKESMAS AKREDITASI,

MENIMBANG

a. bahwa untuk memahami tugas dan tanggung jawabnya Kepala


Puskesmas, Penanggung Jawab Program, Pelaksana Kegiatan dan
pegawai baru perlu melaksanakan program orientasi;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan dimaksud huruf a, perlu ditetapkan
keputusan Kepala UPT Puskesmas Akreditasi Dinas Kesehatan
Kabupaten Surveyor tentang kewajiban mengikuti orientasi bagi
Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab Program, Pelaksana Kegiatan
dan Pegawai Baru;

MENGINGAT

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang


Praktek Kedokteran, Lembaran Negara Nomor 1016;
2. Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan ( lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144 );
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2014 tentang
Tenaga Kesehatan;
4. Peraturan Menetri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat;
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktek Mandiri Dokter dan
Praktek Mandiri Dokter Gigi;
6. Keputusan .............

6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 59 Tahun 2015 tentang Komisi


Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;

KERANGKA ACUAN
KEGIATAN ORIENTASI BAGI KEPALA PUSKESMAS, PELAKSANA
PROGRAM DAN PEGAWAI BARU
DI PUSKESMAS AKREDITASI TAHUN 2016
A. PENDAHULUAN
Fungsi operasional merupakan dasar dalam pelaksanaan manajemen
sumber daya manusia (SDM) yang efisien dan efektif untuk pencapaian
tujuan organisasi. Fungsi operasional tersebut terdiri dari orientasi,
pelatihan, dan pengembangan SDM. Sistem orientasi tersebut sangat
dibutuhkan sebagai wahana pembinaan pegawai yang mampu
beroperasi secara efektif dan menghasilkan pegawai yang siap pakai.
Dalam suatu organisasi adanya orientasi dan pelatihan mutlak
diperlukan. Kinerja pegawai menjadi fokus utama pelatihan yang dapat
ditingkatkan melalui progam orientasi kerja bagi pegawai baru,
pelatihan bahkan pengembangan. Untuk mencapai tujuan tersebut
maka salah satu kegiatan yang harus dilakukan yaitu :Kegiatan
Pelatihan Orientasi Bagi Pegawai Baru di wilayah kerja Puskesmas
Akred.
B. LATAR BELAKANG
Puskesmas Akreditasi merupakan Puskesmas Non Rawatan yang berdiri
sejak tahun 2010, dengan jumlah penduduk 35.000 jiwa dengan jumlah
tenaga kesehatan sebanyak 35 orang ( dorter umum 1 org, drg tidak ada,
MT tidak ada, Analisa tidak ada, apoteker tidak ada. Pada tahun 2016
adanya penambahan tenaga kesehatan sebanyak 5 orang dengan latar
belakang pendidikan dokter umum 1 orang, dokter gigi 1 orang, medical
record 1 orang, tenaga analis kesehatan 1 orang dan 1 orang apoteker .
Sesuai dengan Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas pada lampiran I bahwa karyawan baru harus mengikuti
orientasi supaya memahami tugas, pokok dan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya.
C. TUJUAN
1. Tujuan umum

Untuk memperkenalkan kepada pegawai baru tentang program,


hubungan sosial, budaya, dan lingkungan kerja di sekitar tempat
kerja.
2. Tujuan khusus
a. Untuk pengenalan program yang ada di Puskesmas Akreditasi bagi
pegawai baru.
b. Untuk mengetahui sosial budaya di lingkungan Puskesmas
Akreditasi
c. Untuk meningkatkan prestasi kerja dalam pelaksanaan tugas.
d. Untuk membentuk sikap & tingkah laku yang diharapkan dalam
pelaksanaan tugas.
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Pendataan pegawai baru
2. Melakukan pre test pegawai baru
3. Melakukan

sosialisasi

struktur

organisasi

dan

upaya

kesehatan/program di Puskesmas
4. Melakukan sosialisasi indikator program Puskesmas
5. Menentukan lokasi dan jadwal orientasi
6. Menentukan pendamping orientasi bagi pegawai baru
7. Menjalankan orientasi sesuai lokasi dan jadwal
8. Mengevaluasi/ monitoring pegawai baru (observasi, daftar hadir,
laporan dan post test)
9. Menempatkan pegawai baru sesuai kompetensi dan aturan yang
berlaku

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Melakukan orientasi pegawai baru dengan metode:
1.
2.
3.
4.

Metode tatap muka (Sosialisasi)


Metode tanya jawab (Sosialisasi)
Pretest dan post test
Orientasi Lapangan

F. SASARAN
Sasaran

orientasi

pegawai

adalah

tenaga

medis

dan

paramedis

berjumlah 5 orang sesuai usulan di RUK Tahun 2015 berdasarkan

kebutuhan tenaga medis dan paramedis menurut Permenkes 75 Tahun


2014.
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan selama 1 bulan

JADWAL ORIENTASI PEGAWAI BARU DI PUSKESMAS AKREDITASI


TAHUN 2016
Pegawai
No
MR
Baru
1

Dokter
umum

Dokter
gigi

Apoteker

Medical
Record

Analis

SeninRabu
(Mg I)
KamisSabtu
SeninRabu
(Mg IV)
Kamis
Sabtu
KamisSabtu

Lokasi dan Jadwal


Poli
Umum

Poli Gigi Poli


KIA

Labor

Apotek

UGD

TU

KamisSabtu

SeninRabu
(Mg II)
KamisSabtu

SeninRabu
(Mg III)
KamisSabtu

Kamis
Sabtu

SeninRabu
(Mg IV)
Kamis
Sabtu

KamisSabtu

SeninRabu
(Mg I)
KamisSabtu
SeninRabu
(Mg IV)
SeninRabu
(Mg III)

SeninRabu
(Mg I)
KamisSabtu
Kamis
Sabtu

KamisSabtu
SeninRabu
(Mg II)
KamisSabtu
SeninRabu
(Mg I)
SeninRabu
(Mg IV)

SeninRabu
(Mg II)
KamisSabtu
KamisSabtu

SeninRabu
(Mg III)
KamisSabtu
SeninRabu
(Mg II)
SeninRabu
(Mg I)

SeninRabu
(Mg III)
KamisSabtu
KamisSabtu

SeninRabu
(Mg IV)
Kamis
Sabtu
SeninRabu
(Mg III)
SeninRabu
(Mg II)

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi jadwal Orientasi dilakukan setiap minggu selama orientasi
berjalan (daftar hadir dan laporan) dan dilakukan oleh koordinator poli
masing-masing
I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Daftar pegawai baru

Jadwal sosialisasi, jadwal orientasi, jadwal pretest dan postest, dan


daftar hadir pegawai baru
Hasil monitoring dan evaluasi
Analisis hasil monitoring dan evaluasi orientasi pegawai baru
Rekomendasi penempatan sesuai kompetensi dan peraturan yang
berlaku
J. PENUTUP
Demikian kerangka acuan ini disusun agar dapat dipergunakan seperlunya
untuk dapat dipedomani dalam rangka Orientasi Bagi Pegawai Baru di
lingkungan wilayah kerja Puskesmas Akreditasi.

Surveyor, Januari 2016


Kepala Puskesmas .

Nama
NIP. .