Anda di halaman 1dari 16

I.

Tujuan
A.

Kognitif

B.

cara memelihara kesehatan dan kebersihan diri.


Afektif
: Agar para siswa dapat menyadari

: Agar para siswa dapat mengetahui

pentingnya memelihara kesehatan dan kebersihan


diri.
Psikomotor

C.

: Agar para siswa dapat memelihara

kesehatan dan kebersihan diri dengan baik.


II.

Pokok Bahasan
A. Definisi Personal Hygiene
B. Manfaat Memelihara Kesehatan dan Kebersihan Diri
C. Cara Memelihara Kesehatan dan Kebersihan Diri

III.

Materi
A.

Definisi Personal Hygiene


Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan
manusia, sehat secara jasmani dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak,
setiap orang tua menginginkan anaknya bisa tumbuh dan berkembang
secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka sehat. 1
Personal hygiene adalah kebersihan dan kesehatan perorangan
yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri
maupun orang lain (Tarwoto dan Wartonah, 2006). Personal hygiene
menjadi

penting

karena

personal

hygiene

yang

baik

akan

meminimalkan pintu masuk (portal of entry) mikroorganisme yang


ada dimana-mana dan pada akhirnya mencegah seseorang terkena
penyakit (Saryono, 2010). Personal hygiene yang tidak baik akan
mempermudah tubuh terserang berbagai penyakit, seperti penyakit
kulit yaitu skabies, penyakit infeksi, penyakit mulut dan gigi, dan
penyakit saluran cerna atau bahkan dapat menghilangkan fungsi
bagian tubuh tertentu, seperti halnya kulit (Sudarto, 1996). 2
Personal hygiene yang dimaksud mencakup perawatan kebersihan
kulit kepala dan rambut, mata, hidung, telinga, kuku kaki dan tangan,
kulit, dan perawatan tubuh secara keseluruhan (Tarwoto dan

Wartonah, 2006: 58). Pentingnya menjaga personal hygiene ini sesuai


dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 3 tentang
kesehatan yang menyatakan bahwa: Setiap orang wajib ikut serta
dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan perorangan,
keluarga, dan lingkungannya. 2
B. Manfaat Memelihara Kesehatan dan Kebersihan Diri
Perilaku sehat yang diajarkan sejak dini akan membentuk pola
hidup sehat di kemudian hari. Anak akan terbiasa dengan perilaku
sehat yang tidak mudah hilang pada tahapan perkembangan
selanjutnya. Apabila anak telah memiliki pola hidup sehat, maka
mereka akan:3
Terbebas dari serangan berbagai macam penyakit yang sering
terjadi pada anak, seperti diare, demam, batuk/pilek, campak. TBC,
infeksi telinga, dan penyakit kulit.
Terlindungi dari potensi kecelakaan yang selalu ada di
lingkungan sekitar mereka, seperti terjatuh, tenggelam, keracunan,
tertusuk benda tajam atau duri.
Berbagai kemampuan yang dimiliki anak akan tergali dan dapat
dikembangkan dengan baik, sehingga anak dapat tumbuh dan
berkembang optimal.
C. Cara memelihara Kesehatan dan Kebersihan Diri
Sekolah merupakan salah satu lembaga yang berperan dalam
pembentukan perilaku siswa.
Pembentukan perilaku siswa selain dibentuk di sekolah, yang paling
utama menentukan adalah lingkungan keluarga, sebelum nantinya siswa
akan berinteraksi dengan masyarakat. Pembentukan perilaku pada
dasarnya dapat dibentuk dari lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat di mana siswa itu berada. Pendidikan yang diperoleh di
sekolah diharapkan mampu mengubah perilaku siswa. Perilaku siswa
terkait pendidikan kesehatan bertujuan mengubah perilaku yang tadinya

tidak sehat menjadi sehat dan bertanggung jawab pada kesehatan diri
siswa itu sendiri. pendidikan yang diajarkan dimulai dari hal-hal kecil,
karena dari sesuatu hal yang kecil akan menjadi besar. Perilaku yang
terkait kebersihan pribadi yang siswa sering mengabaikan, seperti tidak
cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menggosok
gigi kurang teratur, membersihkan dan memotong kuku menunggu
panjang dan kotor, kurang menjaga kerapihan rambut dan cara
berpakaian.4

1. Memelihara Kebersihan Rambut


Rambut merupakan bagian dari tubuh yang berguna untuk
melindungi kepala dan memberi keindahan. Rambut sangat mudah
rontok terutama bagi seseorang yang selalu memakai minyak rambut
atau seseorang yang suka bekerja di tempat yang terbuka dan
berdebu. Rambut harus selalu dipelihara agar rambut tetap sehat dan
indah.5,6 Pemelihataan rambut dapat dilakukan dengan cara mencuci
dan memangkas rambut. Tujuan melakukan pencucian rambut, yaitu
:
o
o
o
o

Membersihkan kuman kuman yang ada pada kulit kepala.


Menambah rasa nyaman.
Membasmi kutu dan ketombe yang melekat pada kulit kepala.
Memperlancar sistem peredaran darah dibawah kulit.
Menurut beberapa sumber mengatakan bahwa kegiatan mencuci
rambut dapat dilakukan minimal dua minggu sekali7, ada pula
yang mengatakan bahwa kegiatan mencuci rambut dapat
dilakukan minimal dua hari sekali.8 Berikut ini merupakan cara

mencuci rambut, diantaranya : 5,6


o Rambut dicuci dengan menggunakan bahan pembersih, seperti
shampo, paling sedikit dua kali seminggu secara teratur atau
tergantung kepada kebutuhan dan keadaan.
o Rambut di siram dengan air bersih, setelah seluruh rambut
basah merata kemudian digosok dengan menggunakan shampo.

o Seluruh bagian rambut sampai permukaan kulit kepala digosok


dengan shampo dan sebaiknya sambil melakukan pemijatan
pada seluruh kulit kepala. Hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk merangsang persyarafan pada kulit kepala sehingga
pertumbuhan rambut menjadi sehat dan normal.
o Bila rambut masih dirasa kurang bersih, gosok lagi dengan
menggunakan shampo, kemudian dibilas berkali kali dengan air
bersih hingga rambut terasa bersih dan kesat ( tanda sudah
bersih ).
o Setelah itu rambut dikeringkan dengan rambut yang kering dan
bersih, baru kemudian di sisir. Pentingnya rambut harus selalu
di sisir agar rambut selalu tetap rapih dan mudah dipelihara, dan
kesehatan rambut tetap optimal.
Dalam kegiatan memangkas rambut tidak ada ketentuan harus
berapa

waktu

sekali,

frekuensi

pemangkasan

rambut

disesuaikan dengan keadaan, tetapi yang terpenting rambut


harus selalu di sisir agar selalu tetap rapih dan mudah dipelihara
dan kesehatan rambut tetap optimal.
Memiliki rambut dan kulit kepala yang bersih dan sehat, untuk
mencapai rasa nyaman dan harga diri, dan dapat berpartisipasi
dalam melakukan perawatan rambut. Rambut dicuci dengan
menggunakan sampo khusus untuk anak secara teratur minimal 2
hari sekali. Mengajarkan mencuci rambut pada anak bukanlah hal
yang mudah. Kadang-kadang anak menolak dengan berbagai alasan,
seperti takut, matanya perih, dan sebagainya. Agar anak tertarik,
lakukan kegiatan tersebut dengan cara menyenangkan. Bila perlu,
ajak anak terlebih dahulu untuk memilih sampo yang dia sukai. Beri
tahu anak untuk memilih sampo khusus buat anak karena tidak
menimbulkan rasa perih di mata. Ajari anak cara keramas yang
benar yaitu dengan membasahi rambut, membalurinya dengan
sampo, dan pijat-pijat kulit kepala, kemudian rambut dibilas sampai
bersih. Setelah itu, rambut dikeringkan dengan menggunakan

handuk yang

bersih dan lembut.

Sisirlah rambut

dengan

menggunakan sisir yang tepat sehingga minyak alami yang terdapat


pada rambut dapat menyebar ke seluruh bagian rambut. Menyisir
rambut juga dapat membersihkan dan merangsang pertumbuhan
rambut serta melancarkan peredaran darah pada rambut dan kulit
kepala.
2. Memelihara Kebersihan Kulit
Kulit merupakan salah satu bagian penting dari tubuh yang
dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman dan trauma, sehingga
diperlukan perawatan yang cukup dalam mempertahankan
fungsinya.1 Memiliki kulit yang utuh, bebas bau badan, dapat
mempertahankan Rentang gerak, merasa nyaman dan sejahtera
dalam keseharian.
Cara membersihkan kulit umumnya dilakukan dengan mandi.1
Mandi dapat menghilangkan mikroorganisme dari kulit serta
sekresi tubuh, menghilangkan bau tidak enak, memperbaiki
sirkulasi darah ke kulit, membuat individu merasa lebih rileks dan
segar serta meningkatkan citra diri individu.
Mandi berguna untuk ;
o Menghilangkan kotoran yang melekat pada kulit
o Menghilangkan bau keringat
o Merangsang peredaran darah dan syaraf
o Melemaskan otot-otot
o Memberikan kesegaran kepada tubuh
Mandi dilakukan minimal 2 kali sehari yaitu diwaktu pagi dan
sore, kemudian dilakukan dengan menggunakan sabun dan air
bersih. 5,6,7,8,9
Tata cara mandi yang baik dan benar untuk menjaga kebersihan
kulit, diantaranya ;
1. Seluruh badan disiram dengan air yang digunakan untuk mandi
2. Kemudian seluruh tubuh disabun dan digosok untuk
menghilangkan semua kotoran yang menempel pada permukaan
kulit terutama sekalipada bagian yang lembab dan berlemak seperti
pada bagian lipatan paha, sela sela jari kaki, ketiak, lipatan
telinga dan muka.

3. Setelah itu, disiram lagi hingga busa dan sabun terbuang dan
bersih
4. Keringkan seluruh permukaan tubuh dengan handuk yang kering
dan bersih.
3. Memelihara Kesehatan Mata
Mata merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi sebagai
indera pengelihatan yang mempunyai tugas untuk melihat.
Disamping tugas mata untuk melihat, tugas tugas mata yang lain,
antara lain ; 5,6
Membantu alat keseimbangan tubuh
Alat keseimbangan tubuh seseorang berada di dalam telinga
bagian dalam. Walaupun alat keseimbangan seseorang berfungsi
dengan baik tanpa dibantu oleh kedua belah mata keseimbangan
seseorang akan terganggu.
Memberi keindahan
Seseorang akan tampak lebih menarik, apabila orang tersebut
memiliki mata yang indah. Mata yang indah adalah mata yang
cerah, bening, lebar dan sehat.
Mendeteksi kesehatan
Beberapa penyakit dapat diketahui dengan melihat keadaan
mata pemiliknya, misalnya kekurangan vitamin A, anemia
( kekurangan sel darah merah ), mata bagian bawah kelihatan
pucat, tekanan mental ( stress ), pandangannya kosong, orang
dalam keadaan pingsan, pupil mengecil dan gerakan mata
sangat lemah.
Berikut ini cara menjaga dan memelihara kesehatan mata agar
fungsi mata selalu optimal : 5,6
o Pergunakan kacamata khusus ( berwarna gelap ) untuk
mengurangi rangsangan dari luar seperti debu atau sinar
matahari yang kuat.
o Mata harus selalu dalam keadaan bersih.
o Mata harus di bersihkan dengan

teratur

dengan

menggunakan boorwater 3% atau dengan rebusan air sirih.


Caranya, bisa dengan merendamkan mata pada gelas kaca

yang telah terisi boorwater atau rebusan air sirih dan mata di
kedip-kedip kan beberapa saat lamanya bergantian kanan dan
kiri.
o Hindari membersihkan mata dengan saputangan bekas
penderita sakit mata.
o Jika terpaksa, pergunakanlah saputangan yang bersih.
o Apabila mata kemasukan benda benda asing, seperti debu
atau sejenisnya, pergunakanlah boorwater pada gelas mata,
renam mata sambil di kedip kedipkan sampai terasa bersih.
o Ketika membaca usahakan pertahankan jarak mata dengan
buku tidak kurang dari 30cm. Jangan membaca sambil
tiduran atau dalam kendaraan yang sedang berjalan.
o Istirahatkan mata secukupnya dengan memejamkan mata,
setelah selesai melakukan pekerjaan yang melelahkan mata.
Jika mata terasa kering, pergunakanlah obat tetes mata, dan
biasakan makan makanan yang banyak mengandung vitamin
A.
4. Memelihara Kebersihan Hidung
Hidung merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi
sebagai

indera

penciuman.

Selain

itu

hidung

juga

mempunyai banyak fungsi, antara lain : 5,6


Sebagai alat pembau
Membantu alat perasa
Sebagai sarana keluar masuknya udara pernafasan
Memberi daya tarik ( keindahan ) bagi pemiliknya
Hidung harus selalu dirawat dengan baik karena hidung
merupakan tempat keluar masuknya udara nafas. Udara
yang masuk ke hidung selain mengandung zat asam juga
mengandung banyak debu dan zat zat lain. Faktor inilah
yang menyebabkan hidung menjadi kotor karena debu dan
zat zat lain yang terbawa tadi disaring oleh buu bulu halus
yag ada di hidung. Apabila hidung terlalu kotor, dapat
mengganggu fungsi penyaringan dan jalannya nafas.

Hidung harus selalu dibersihkan secara teratur untuk


menjaga jangan sampai terjadi gangguan pernafasan. 5,6
5. Memelihara Kebersihan Telinga
Telinga merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi
sebagai indera pendengaran. Selain itu, telinga juga
mempunyai fungsi lain, yaitu: 5,6
a) Sebagai alat keseimbangan
b) Membantu alat penglihatan
c) Memberi keindahan
Bagian luar telinga sebaiknya dilakukan seminggu sekali.
Membersihkan telinga tidak dibenarkan dengan
menggunakan benda-benda runcing. Pergunakan alat
pembersih telinga khusus (cotton buds) yang banyak dijual.
Membersihkan telinga tidak boleh terlalu bersih karena
kotoran telinga yang basah dapat membunuh serangga yang
masuk ke telinga. Apabila ada gangguan pendengaran
segeralah periksa ke dokter agar tidak terjadi gangguan
lebih lanjut. 5,6
6. Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut
Kesehatan yang perlu diperhatikan selain kesehatan
tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut, karena
kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan
tubuh secara menyeluruh. Dengan kata lain bahwa
kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari
kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tidak dapat
dipisahkan dari kesehatan tubuh secara urnum. 1
Menjaga kebersihan gigi dan mulut dapat dilakukan
dengan cara menggosok gigi, diet makanan (terutama
makanan manis), dan kontrol enam bulan sekali ke dokter
gigi. Berikut ini cara menjaga kebersihan gigi dan mulut,
yaitu: 1

a)

Diet makanan
Pencegahan terhadap gigi berlubang dapat dimuli dari
diet makanan yang dikonsumsi, terutama makanan
mengandung gula. Sebaiknya setelah mengonsumsi
makanan yang manis, minimal berkumur-kumur dengan
air putih. Makanan yang bagus untuk kesehatan gigi dan
tubuh adalah makanan yang mengandung banyak serat,
seperti sayuran dan buah-buahan.

b)

Menggosok gigi
Menggosok gigi bertujuan untuk menghilangkan sisasisa makanan yang menempel pada gigi. Sisa makanan
yang

tidak dibersihkan dapat menyebabkan gigi

berlubang sehingga mengganggu kemampuan anak


untuk menguyah makanan. Menggosok gigi sebaiknya
dua kali sehari, pagi 20-30 menit setelah sarapan dan
pada saat menjelang tidur malam.
c)

Kontrol enam bulan sekali


Kontrol setiap enam bulan sekali dilakukan meskipun
tidak ada keluhan. Hal ini dilakukan untuk memeriksa
apakah ada gigi yang berlubang atau melihat adanya
karang gigi.

7. Memelihara Kebersihan Kuku


Perawatan pada kuku dapat dilakukan dengan memotong
kuku jari tangan dan kaki dengan rapi dengan terlebih
dahulu merendamnya dalam sebaskom air hangat, hal ini
sangat berguna untuk melunakkan kuku sehingga mudah
dipotong. Kuku jari tangan dipotong sedemikian rupa
mengikuti alur pada jari tangan sedangkan kuku jari. Untuk
menggunting kuku pergunakan alat pemotong kuku atau

gunting kuku yang tajam. Setelah pemotongan selesai


dilakukan, sebaiknya kuku dicuci lagi lalu dikeringkan
dengan lap atau handuk kering dan bersih.

11

8. Memelihara Kebersihan Tangan dan Kaki


Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di
masyarakat, padahal cuci tangan bisa memberi kontribusi
pada

peningkatan

status

kesehatan

masyarakat.

Berdasarkan fenomena yang ada terlihat bahwa anak-anak


usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan
perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama
ketika di lingkungan sekolah. Mereka biasanya langsung
makan makanan yang mereka beli di sekitar sekolah tanpa
cuci tangan terlebih dahulu, padahal sebelumnya mereka
bermain-main. Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan
dapat memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit
diare. Cuci tangan merupakan tehnik dasar yang paling
penting dalam pencegahan dan pengontrolan penularan
infeksi. 10
Cara

mencuci

tangan

yang

benar

adalah

dengan

menggunakan sabun dan dicuci pada air bersih yang


mengalir. Sabun digosokkan pada kedua telapak tangan,
lalu gosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari
dan kuku hingga pergelangan tangan minimal 1520
detik. Setelah itu dibilas dengan air bersih yang mengalir,
lalu keringkan tangan dengan menggunakan handuk bersih
atau tisu. [Mengembangkan perilaku sehat pada anak]
Kebersihan kaki dapat dipelihara dengan membiasakan
mencuci

kaki

setiap

kali

usai

bepergian,

sehabis

mengenakan sepatu berlama-lama, ketika hendak naik ke


tempat tidur atau saat akan berangkat tidur. Caranya hampir

10

mirip dengan mencuci tangan: dibasuh dengan air mengalir,


digosok secara merata sampai sela-sela jari kaki, dan
gunakan

sabun

sebagai

alat

pembersihnya.

[Mengembangkan perilaku sehat pada anak]


9. Menggunakan Pakaian yang Bersih dan Serasi
Pakaian yang bersih dan serasi adalah pakaian yang dipakai
sehari-hari seperti baju, kaos oblong, rok, celana, kaos kaki,
sepatu, dan sebagainya. Pakaian berguna antara lain untuk:
5,6

a)
b)
c)
d)

Melindungi kulit dari kotoran yang berasal dari luar.


Melindungi kulit dari sengata matahari dan cuaca dingin.
Mencegah masuknya bibit penyakit.
Memberikan keindahan bagi pemakainya.

Berikut ini merupakan cara pemeliharaan dan penggunaan


pakaian yang baik dan benar: 5,6
a)
Pemeliharaan pakaian
Pakaian sebaiknya diganti setelah selesai mandi atau
bila kotor atau bila basah, baik terkena air maupun
karena keringat.
Setelah dicuci, baju diseterika dengan baik dan rapi.
Begitu juga dengan sepatu. Upayakan sepatu selalu
dalam keadaan kering, tidak boleh lembab. Kalau
sepatu karet pencuciannya harus dilakukan secara
teratur, agar tidak kotor dan tidak menimbulkan bau
b)

tidak sedap.
Penggunaan pakaian
Pakaian harus dibedakan

sesuai

tempat

dan

situasinya (Misalnya: pakaian rumah saat di rumah,


pakaian tidur saat akan tidur, pakaian pesta saat
menghadiri acara pesta, dan sebagainya).
Kenakan pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuh.
IV.
Metode
Metode yang digunakan adalah ceramah.

11

Ceramah adalah suatu cara untuk menerangkan suatu pengertian atau pesan secara lisan,
disertai dengan tanya jawab kepada sasaran pendidikan atau pendengar dengan
menggunakan alat bantu pendidikan.
Langkah-langkah perencanaan ceramah:
1) Persiapan
Tentukan maksud dan tujuan ceramah.
Tentukan siapa yang akan mendengarkan ceramah dengan memperhatikan ciri-ciri
pendengar agar dapat menentukan isi, cara dan alat bantu pendidikan yang akan

dipakai.
Persiapkan materi.
Pokok bahasan yang akan disampaikan jangan terlalu banyak, tetapi disampaikan

secara mendalam.
Persiapan sarana dan prasarana yang diperlukan.
2) Pelaksanaan
Dimulai dengan memperkenalkan diri dan memberi salam, kemudian menjelaskan

maksud dan tujuan ceramah serta harapan-harapan yang hendak dicapai.


Penjelasan isi ceramah secara umum.
Suara harus cukup keras dengan irama yang tidak monoton supaya tidak

membosankan.
Jaga kontak mata dengan jarak fisik sehingga terjalin keakraban antara penceramah

dan pendengar.
Selingi dengan humor segar.
Bahasa yang digunakan harus jelas dan bisa dimengerti.
Pelihara suasana yang menyenangkan dan pancing pendengar untuk bertanya atau

mengemukakan pendapat.
Jawab setiap pertanyaan dengan jujur dan meyakinkan.
Ketika mengakhiri ceramah buat ringkasan isi ceramah dan sajikan serta berikan

kesempatan sekali lagi untuk peserta didik bertanya.


Ucapkan terima kasih atas kehadiran peserta didik.

V.
Alat dan Peraga
Flip Chart.
VI.
Waktu
15-20 menit
VII. Kegiatan Penyuluhan
1) Mahasiswa dan para siswa/i masuk ke dalam ruangan.

12

2) Mahasiswa memberikan salam dan memperkenalkan diri.


3) Mahasiswa menerangkan kepada siswa/i dengan alat peraga berupa flip chart
mengenai cara memelihara kebersihan dan kesehatan diri.
4) Setelah penjelasan selesai diberikan dan siswa/i sudah mengerti kemudian dilakukan
tanya jawab untuk memperoleh timbal balik dari hasil pengarahan serta pemberian
hadiah kepada siswa/i yang aktif.
5) Mahasiswa memohon diri atau berpamitan kepada siswa/i dan guru yang
bersangkutan untuk keluar kelas serta mengucapkan terimakasih atas perhatian dan
partisipasinya.

VIII. Evaluasi
1) Evaluasi sasaran pendidikan
Untuk menilai keberhasilan dalam penyuluhan, evaluasi dilakukan dengan mengadakan
tanya jawab antara penyuluh dengan peserta penyuluhan.
Apakah saja manfaat memelihara kesehatan dan kebersihan diri
Sebutkan dan jelaskan bagian tubuh apa saja yang harus dipelihara
Sebaiknya mandi berapa kali sehari
Bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar
2) Evaluasi proses
Untuk menilai keadaan peserta selama kegiatan penyuluhan ini berlangsung. Jika keadaan
peserta dinilai kurang kondusif dan kurang memperhatikan, maka kegiatan ini dihentikan
sejenak dan memberikan pertanyaan seputar penyuluhan disertai bernyanyi bersama dan
memberikan reward untuk peserta yang berani dan benar dalam menjawab pertanyaan
yang diberikan.
IX.

Kesimpulan

Kesehatan merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia, sehat secara jasmani
dan rohani. Tidak terkecuali anak-anak, setiap orang tua menginginkan anaknya bisa
tumbuh dan berkembang secara optimal, hal ini dapat dicapai jika tubuh mereka sehat. 1
Personal hygiene yang dimaksud mencakup perawatan kebersihan kulit kepala dan
rambut, mata, hidung, telinga, kuku kaki dan tangan, kulit, dan perawatan tubuh secara
keseluruhan (Tarwoto dan Wartonah, 2006: 58). Pentingnya menjaga personal hygiene ini
sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 Pasal 3 tentang kesehatan yang

13

menyatakan bahwa: Setiap orang wajib ikut serta dalam memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan lingkungannya. 2
Sekolah merupakan salah satu lembaga yang berperan dalam pembentukan perilaku
siswa. Pembentukan perilaku siswa selain dibentuk di sekolah, yang paling utama
menentukan adalah lingkungan keluarga, sebelum nantinya siswa akan berinteraksi
dengan masyarakat. Pembentukan perilaku pada dasarnya dapat dibentuk dari lingkungan
keluarga, sekolah, dan masyarakat di mana siswa itu berada. Pendidikan yang diperoleh di
sekolah diharapkan mampu mengubah perilaku siswa. Perilaku siswa terkait pendidikan
kesehatan bertujuan mengubah perilaku yang tadinya tidak sehat menjadi sehat dan
bertanggung jawab pada kesehatan diri siswa itu sendiri. Pendidikan yang diajarkan
dimulai dari hal-hal kecil, karena dari sesuatu hal yang kecil akan menjadi besar.
Perilaku yang terkait kebersihan pribadi yang siswa sering mengabaikan, seperti tidak
cuci tangan sebelum dan sesudah makan, menggosok gigi kurang teratur, membersihkan
dan memotong kuku menunggu panjang dan kotor, kurang menjaga kerapihan rambut dan
cara berpakaian. [pendidikan kesehatan sekolah sebagai proses perubahan perilaku siswa]

14

X.

Daftar Pustaka
1.

2.

Makalah Kesehatan Gigi dan Mulut. Ceramah di Badan Pengembangan Sistem


Informasi dan Telematika Daerah (Bapesitelda) Provinsi Jawa Barat. Isnaniah
Malik, drg., Sp. Ort. Bagian Orthodonti. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas
Padjajaran. 2008
Nurjannah, Anna, Windy Rakhmawati, Lita Nurlita. Personal Hygiene Siswa
Sekolah

Dasar

Negri

Jatinangor.

[Journal

Online].

Available

at:

http://jurnai.unpad.ac.id/ejournal/article/download/725/771. Diakses pada 30 Mei


3.

2016
Mengembangkan Perilaku Sehat Pada Anak Usia 2-4 Tahun. Pendidikan Anak
Usia Dini. Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan

4.

Informal. Kementerian Pendidikan Nasional. Tahun 2011.


Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Volume 9, Nomor 2, November 2013.
Jurusan Pendidikan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri
Yogyakarta. Pendidikan Kesehatan Sekolah Sebagian Proses Perubahan Perilaku

Siswa. Indah Prasetyawati Tri Purnama Sari.


5. Kriswanto, ES. 2012. Konsep Proses, dan Aplikasi Dalam Pendidikan
Kesehatan. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negri
Yogyakarta.
6. Dr. Waryono, M. OR. 2013. Mengenalkan Pendidikan Kesehatan di Sekolah
7.

Dasar. [Jurnal Online]. Diakses pada 30 Mei 2016


Mulyani, Yani, Juliska Gracinia. 2007. Kemampuan Fisik, Seni, danManajemen
Diri. Jakarta: Gramedia, Elex Media Komputindo

15

8.

Syahreni, Elif. 2011.Perilaku Sehat Anak Usia Dini. [ journal Online ]. Available
at:http://littleacademy.com/file/N/FUll/2238Perilaku%20Sehat%20Pada%20Anak

9.

%20Usia%202.pdf. Diakses pada : 30 Mei 2016


Maulani, Chaerita. 2005. Kiat Merawat Gigi Anak Panduan Orang Tua Dalam
Merawat dan menjaga Kesehatan Gigi bagi Anak-Anaknya. Jakarta : PT Elex

Media Komputindo.
10. Retno Purwandari1, Anisah Ardiana2, Wantiyah3 Jurnal Keperawatan ISSN:
2086-3071 Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare
Pada Anak Usia Sekolah Di Kbupaten Jember.Juli 2013.
11. Perbedaan Personal Hygiene Pada Lansia di Panti Thresda Weda Ilomata dan
Beringin Provinsi Gorontalo. Sri Yulan Moko, Rany Hiola, Ekawaty Prasetya.
Jurusan Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan
Universitas negri Gorontalo. 2014

16