Anda di halaman 1dari 16

Contoh Makalah Seni Pertunjukan

KAMIS, 04 DESEMBER 2014

MAKALAH
SENI PERTUNJUKAN
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Senibudaya

Disusun Oleh :
Nama: Ngaeni Arista
Kelas: XII RPL 1

Kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak


SMK NEGERI 3 BANJAR
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Alloh Swt atas rahmat, serta rahmatnya ,akhirnya saya dapat
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dari guru mata pelajaran senibudaya serta sebagai acuan
untuk saya belajar.Dengan adanya makalah ini semoga dapat membantu menjelaskan beberapa materi

tantang seni pertunjukan yang akan dibahas pada makalah yang saya buat.Sistem pada pola penyajian materi
di dalam makalah ini di upayakan mampu menunjang pendekatan proses belajar mengajar.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.saya akan sangat berlapang dada dan berbesar
hati,apabila ada yang berkenan memberikan kritik serta saran untuk perbaikan menyempurnakan makalah
ini.
Selanjutnya ucapan terimaksaih yang sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya saya haturkan kepada seluruh
pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua,khususnya bagi saya selaku penyusun.

Banjar, 17 November2014

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..
BAB I PENDAHULUAN.
a. Latar Belakang masalah
b. Rumusan masalah.
c.Tujuan dan manfaat
1.

Tujuan

2.

Manfaat

BAB II KAJIAN PUSTAKA


1.Pengertian Seni Pertunjukan
2.Pengelolaan Seni Pertunjukan.
3.Pengelolaan Pentas
4.Pelaku Usaha Seni Pertunjukan..
5.Organisasi Pergelaran

6.Hal-hal yang dikelola dalam seni pertunjukan.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN


A.

Kesimpulan.

B.

Saran.

BAB IV DAFTAR PUSTAKA.


BAB I PENDAHULUAN

A.Latar belakang masalah


Penyusunan makalah ini adalah sebagai syarat pemenuhan tugas Senibudaya.Materi yang dibahas dalam
makalah ini meliputi Seni Pertunjukan.
Dalam pembahasan makalah ini saya akan menjelaskan materi yang akan di bahas secara jelas.

B.Rumusan masalah
Rumusan masalah yang diketahui oleh penyusun berguna untuk mengetahui tentang tema yang akan dibahas
dalam makalah ini.Dalam makalah ini penyusun membahas beberapa yang termasuk dalam seni pertunjukan
antaranya adalah :
1. Apa yang dimaksud Seni Pertunjukan ?
2. Apa yang dimaksud Pengelolaan Seni Pertunjukan dan siapa saja yang berperan dalam pengelolaan seni
pertunjukan ?
3. Apa yang dimaksud Pengelolaan Pentas ?
4. Siapa saja Pelaku Usaha Seni Pertunjukan ?
5. Organisasi Pergelaran
6. Hal-hal yang dikelola dalam seni pertunjukan

C.Tujuan dan manfaat

1.Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain:
a.Dibuat untuk memenuhi tugas harian guru mata pelajaran Senibudaya.
b.Siswa dapat mngetahui pengertian seni pertunjukan.
c.Siswa dapat mnegetahui pengelolaan pentas.
d.Siswa dapat mnegetahui siapa saja pelaku seni pertunjukan.
e.Siswa dapat mengetahui hal-hal apa saja yang dikelola dalam seni pertunjukan.

2.Manfaat
1.Belajar memahami masalah dan mencari solusinya.
2.Menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajarai untuk diimpletasikan di kehidupan sehari-hari.
3.Memahami cara-cara penulisan makalah dengan benar.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
1.PENGERTIAN SENI PERTUNJUKAN
Dalam bahasa Inggris, seni pertunjukan dikenal dengan istilah perfomance art. Seni pertunjukan merupakan
bentuk seni yang cukup kompleks karena merupakan gabungan antara berbagai bidang seni. Jika kamu
perhatikan, sebuah pertunjukan kesenian seperti teater atau sendratari biasanya terdiri atas seni musik,
dialog, kostum, panggung, pencahayaan, dan seni rias. Seni pertunjukan sangat menonjolkan manusia
sebagai aktor atau aktrisnya.
Seni pertunjukan dibagi dua yaitu seni pertunjukan tradisional dan seni pertunjukan modern atau yang
muncul belakangan ini.
Apabila dilihat dari perkembangannya akan terlihat bahwa seni pertunjukan tradisional kalah berkembang
dengan seni pertunjukan modern. Apabila tidak diantisipasi dengan baik, bukan tidak mungkin seni
pertunjukan tradisional tersebut akan hilang.
a.Seni Pertunjukan Tradisional
Di dalam setiap pementasannya, beberapa bentuk kesenian tradisional selalu membawa misi yang ingin
disampaikan kepada penonton. Misi atau pesan itu dapat bersifat sosial, politik, moral dan sebagainya.
Sebenarnya dalam setiap pertunjukan seni tradisional ada beberapa nilai tertentu yang dikandungnya. Seni
pertunjukan tradisional secara umum mempunyai empat fungsi, yaitu fungsi ritual, fungsi pendidikan sebagai
media tuntunan, fungsi atau media penerangan atau kritik sosial dan fungsi hiburan atau tontonan.
Untuk memenuhi fungsi ritual, seni pertunjukan yang ditampilkan biasanya masih berpijak pada aturanaturan tradisi. Misalnya sesaji sebelum pementasan wayang, ritual-ritual bersih desa dengan seni
pertunjukan dan sesaji tertentu, pantanganpantangan yang tidak boleh dilanggar selama pertunjukan dan
lainlain. Sebagai media pendidikan, pertunjukan tradisional mentransformasikan nilai-nilai budaya yang ada
dalam seni pertunjukan tradisional tersebut. Oleh karena itu, seorang seniman betul-betul dituntut untuk
dapat berperan semaksimal mungkin atas peran yang dibawakannya. Seni pertunjukan tradisional (wayang
kulit, wayang orang, ketoprak) sebenarnya sudah mengandung media pendidikan pada hakikat seni
pertunjukan itu sendiri, dalam perwatakan tokoh-tokohnya dan juga dalam ceritanya. Misalnya pertentangan
yang baik dan yang buruk akan dimenangkan yang baik, kerukunan Pandawa, nilai-nilai kesetiaan dan lainlain.
Pada masa sekarang ini seni pertunjukan tradisional cukup efektif pula sebagai media penerangan ataupun
kritik sosial, baik dari pemerintah atau dari rakyat. Misalnya pesan-pesan pembangunan, penyampaian
informasi dan lain-lain. Sebaliknya rakyat dapat mengkritik pimpinan atau pemerintah secara tidak langsung

misalnya lewat adegan goro-goro pada wayang atau dagelan pada ketoprak. Hal ini disebabkan adanya
anggapan mengkritik (lebih-lebih) pimpinan atau atasan adalah tabu. Melalui sindiran atau guyonan dapat
diungkap tentang berbagai ketidakberesan yang ada, tanpa menyakiti orang lain. Sebagai media tontonan
seni pertunjukan tradisional harus dapat menghibur penonton, menghilangkan stres dan menyenangkan hati.
Sebagai tontonan atau hiburan seni pertunjukan tradisional ini biasanya tidak ada kaitannya dengan upacara
ritual. Pertunjukan ini diselenggarakan benar-benar hanya untuk hiburan misalnya tampil pada peringatan
kelahiran, resepsi pernikahan dan lain-lain.
b.Seni Pertunjukan Modern
Contoh pertunjukan modern antara lain drama, opera, fragmen, teater, dan film. Seni pertunjukan modern
banyak ditampilkan di media elektronik seperti televisi.
2.PENGELOLAAN SENI PERTUNJUKAN
a.Pengertian Manajemen/Pengelolaan

Secara etimologi, Hasibuan (2007:1) menndefinisikan bahwa manajemen berasal dari kata to manage yang
berarti mengatur (merencanakan). Pada dasarnya, ada dua tujuan utama dalam memelajari manajemen.
Pertama, agar orang atau kelompok dapat bekerja secara efisien. Maksudnya, mereka dapat bekerja dengan
suatu cara atau metode sistematis sehingga segala sumber yang ada (tenaga, dana, dan peralatan) dapat
digunakan lebih baik. Dengan begitu, akan tercapai hasil yang diharapkan. Dalam arti lain, efisiensi itu
terjadi jika pengeluaran lebih kecil dari penghasilan, atau hasil yang diperoleh lebih besar dari penggunaan
sumber yang ada. Kedua, tujuan memelajari manajemen agar dalam bekerja atau melakukan usaha dapat
dicapai ketenangan, kelancaran, dan kelangsungan usaha itu sendiri.
Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan, mengorganisasikan,
memimpin, dan mengendalikan sumber daya manusia, keuangan, fisik, dan informasi yang berhubungan
dengan pertunjukan agar pertunjukan dapat terlaksana dengan lancar dan terorganisir.
Fungsi dari manajemen pertunjukan:
Perencanaan
Dalam perencanaan ini yang pertama dilakukan adalah menetapkan sasaran lalu memilih tindakan yang akan
diambil dari berbagai alternatif yang ada.
Pengorganisasian
Dalam proses ini dilakukan pengalokasian sumber daya, penyusunan jadwal kerja dan koordinasi antar unitunit dalam suatu kepanitiaan.
Pengendalian
Pengendalian di sini berarti membandingkan perencanaan dengan realisasi. Lalu mengambil tindakan koreksi
atas realisasi yang tidak sesuai dengan perencanaan.

b.Fungsi Manajemen/Pengelolaan

Keterlibatan pengelola dalam menjalankan organisasi menentukan pilihannya. Ada organisasi seni
pertunjukan yang pengelolanya terlibat menjalankan manajemennya. Pengelola bertindak sebagai
koreografer, artis, produser, pimpinan produksi, dan secara langsung mencurahkan total waktu untuk
masalah manajemen organisasi yang dipimpinnya.
Banyak organisasi seni pertunjukan yang masih belum memiliki tenaga pengelola secara total. Waktu yang
tidak dimiliki untuk mengurusi penyelenggaraan organisasi seni secara profesional membutuhkan pengelola
dan peleksana produksi dalam jumlah yang terbatas. Ada kecenderungan, organisasi seni pertunjukan yang
berorientasi bisnis maka pengelola terjunlangsung menangani produksi. Organisasi yang berorientasi pada
karya seni pengelola menyediakan waktu paruh untuk penanganan produksi secara langsung.
Secara umum perspektif karakteristik organisasi ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Melalui matrik yang telah dijelaskan pada lembar terdahulu, keterlibatan pengelola ditunjukan melalui
maket gambar Bagan
Berdasarkan pengamatan yang telah dipelajari secara mendalam, orientasi berkarya pada organisasi seni
pertunjukan yang bergerak di bidang bisnis dan paruh waktu berbeda karakteristiknya. Bentik organisasi seni
pertunjukan yang menyediakan pengelola dan pengelolaan ditangani secara mandiri memiliki publik
penonton yang berbeda karakteristiknya.
Manajemen akan membantu organisasi seni pertunjukan di dalam
mewujudkan harapannya untuk memproduksi karya secara maksimal. Regulasi ke arah itu diupayakan dengan
melalui pemberdayaan berbagai komponen yang terkait untuk bersinergis dalam membangun jaringan yang
tanggam seperti proporsi rumah laba-laba. Apabila berbagai komponen pendukung yang dirasakan dapat
digunakan sebagai stimulus dalam mempermulus laju dan perkembangan produksi seni pertunjukan
sebaiknya dilakukan secara komprehensif. Di sini faktor keberuntungan, perencanaan produksi, strategi
penerapan dan penggunaan celah yang mendatangkan peluang bisnis besar perlu diterapkan walaupun pada
kapasitas produksi untuk oenyajian karya seni sebagai hobi saja. Dengan demikian diperlukan kerja keras
berbagai komponen yang terlibat dan sekaligus upaya penanganan hambatan harus diminimalisir secara
tepat, sehingga pelaksanaan produksi karya seni menjadi pilihan dan harapan bersama.
Di sisi lain Masalah manajemen sebagai basis dalam pengelolaan suatu organisasi seni pertunjukan memiliki
kompetensi yang sangat krusial dalam menentukan laju dan arah pengembangan dari suatu seni pertunjukan.
Secara umum dalam pengelolaan terasa sangat gampang, namun dalam peleksanaannya memerlukan
penanganan yang sangat rumit, butuh perhatian khsusus serta lebih diutamakan pada pemngalaman empirik
menjadi sumber dalam melaksanakan dan sekaligus menetapkan keberhasilan produksi karya seni secara
proporsional.

c.Proses Sebelum Pementasan


Pembentukan Kepanitiaan

Agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan berjalan dengan lancar, maka dibentuklah suatu kepanitiaan
kegiatan. Panitia adalah sekelompok orang yang ditunjuk atau dipilih untuk mempertimbangkan dan
mengurus hal-hal yang ditugaskan kepadanya. Tujuan apa yang ingin dicapai dalam kepanitiaan bersifat
sementara dan jangka pendek, dalam artian bahwa kepanitiaan akan berakhir jika kegiatan/tugas selesai.

Penetuan Tema
Dalam suatu kegiatan sangat diperlukan suatu tema untuk memberi batasan dan memberi arah pada kegiatan
yang akan dilakukan. Dan tema dalam suatu kegiatan dapat diambil dari kejadian yang ada di lingkungan
kita. Misalnya tema tentang Alam ( SAVE THE NATURE GUYS).

Pembuatan Time Schedule


Dalam suatu kepanitiaan harus membuat susunan jadwal kerja atau yang biasa disebut time schedule. Time
schedule sendiri berfungsi untuk menertibkan kinerja tiap divisi dalam kepanitiaan. Dengan time schedule
diharapkan kinerja panitia sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Penunjukan Stage Manajer Dan Pembuatan Run Down


Stage Manager bertugas merumuskan atau menetapkan secara lebih detail pelaksanaan acara pada hari-H
terutama pada konsep penampilan dan pengisi acara, tata panggung dan tata lampu serta terjun langsung ke
lapangan pada hari-H dan turun tangan langsung. Run down adalah detail susunan acara dalam suatu
kegiatan pada hari-H. Dalam run down tercantum secara detail person yang terlibat dan peralatan yang
dibutuhkan dalam setiap penampilan serta keterangan-keterangan yang diperlukan.

Pementasan Pra Pentas


Dalam tahap ini dilakukan gladi bersih sebagai persiapan terakhir untuk menuju sebuah pementasan. Tujuan
dari tahap ini adalah sebagai simulasi pada hari-H agar seluruh panitia yang terlibat siap untuk menghadapi
kendala-kendala yang mungkin akan terjadi saat melakukan sebuah pementasan.Pada tahap ini seluruh
panitia diharapkan fokus pada pertunjukan sesuai dengan job description masing-masing dan berkoordinasi
dengan stage manager agar pementasan berjalan sesuai dengan run down.
LPJ
Ketika tugas telah selesai dilaksanakan, ketika acara telah berakhir, kerja kepanitiaan belumlah berakhir.
Karena masih harus dilakukan pertanggungjawaban dari kepanitiaan dalam bentuk LPJ. LPJ dimaksudkan
untuk memastikan, apakah planning yang dilakukan pada awal kepanitiaan berjalan sebagaimana mestinya.
Berikut ini merupakan gambaran kepanitiaan dalam sebuah pertunjukan secara garis besar

d. Manajemen/Pengelolaan Pertunjukan
Manajemen Pertunjukan adalah proses merencanakan dan mengambil keputusan sebuh pementasan yang

berhubungan langsung dengan pelaksanaan pertunjukan baik itu berupa materi pementasan sampai padan
artistic di atas panggung.
Berikut ini merupakan beberapa orang yang sangat berperan dalam manajemen pertunjukan dan tugasnya.

1. Konsep master: adalah orang yang membuat konsep dari konser, mengatur alur dari sebuah konser. Konsep
master juga berperan dalam memilih repetoar yangingin dinyanyikan mengatur emosi yang ingin disampaikan
kepada seluruh penyanyi dan juga penonton.
2. Team partisi untuk mencari partitur lagu yang ingin dinyanyikan lalulu dibukukan dan ditulis kembali.
3. Team music
4. Team artistic panggungdan juga lighting
5. Team dokumentasi
6. Team kostum dan make up
7. Team koreografi
8. Publikasi yang mendesain dari produk publikasi

Berikut ini merupakan hal-hal penting dalam manajemen pertunjukan :

Sebelum Pementasan;
- Mengukur kemampuan perorangan dan kelompok,
- Mengendalikan obsesi dan emosi dengan mementingkan logika dan nilai rasa,
- Membuat time schedule dan story board pementasana
- Membuat job description yang mantap,
- Konsultasi/sharing dengan orang yang lebih berpengalaman,
- Memperhitungkan segala kebutuhan secara terperinci,
- Membuat inventaris barang dan pihak yang bersinggungan,
- Menyediakan kas (sebatas kemampuan) untuk pendanaan kegiatan,
Saat Pementasan;
- Berpedoman konsep yang sudah disiapkan,
- Melakukan koordinasi satu sama lain,
- Memastikan perlengkapan dan peralatan dengan baik,
- Mengecek sirkulasi tiket dan undangan,
- Mengecek ulang kondisi gedung dan mobilisasi penonton,
- Mengantisipasi gangguan teknis dan keamanan yang tidak diinginkan,

Setelah Pementasan;
- Evaluasi pementasan

- Mengecek keadaan panggung dan gedung pertunjukan,


- Mengecek dan menempatkan perlengkapan/peralatan pada posisi semula,
- Mengevaluasi kerja setiap elemen pementasan,
- Melaporkan hasil kegiatan dengan pihak yang berkepentingan.

3.PENGELOLAAN PENTAS
Pengelolaan Pentas adalah suatu kegiatan yang di lakukan oleh pemimpin pentas dengan dibantu
oleh sekelompok orang dalam suatu organisasi pergelaran,yang bertujuan untuk menghasilkan bentuk
tontonan yang baik dan enak dinikmati.
Seorang pemimpin pentas harus menguasai materi pertunjukan,mampu mengendalikan dan
mengoordinasikan segenap unsur pentas dengan segala peralatannya,serta dapat mengerti aspirasi penonton.
Selain itu,seorang pemimpin pentas harus dapat membawakan tugasnya dengan baik dan luwes,tegas, serta
tanggap terhadap setiap perkembangan di atas pentas, sehingga tidak terjadi kekakuan dalam pelaksanaan
pementasan.
Pengelola pementasan harus dapat melalui dan mengakhiri prtunjukan tepat pada waktunya. Ketika
di atas pentas sedang berlangsung suatu adegan ,dia harus sudah siap dengan adegan berikutnya. Namun ,dia
juga tidak boleh kehilangan kewaspadaan dalam mengikuti kejadian di atas pentas agar mampu bertindak
cepat dan tepat bila terjadi keadaan darurat.

4.PELAKU USAHA SENI PERTUNJUKAN


a. Produsen/Seniman
Produsen atau Seniman adalah sekelompok orang atau pribadi yang berusaha untuk menciptakan sebuah
karya seni.Seorang seniman harus memiliki misi dalam berkarya.
b. Konsumen/Penikmat
Konsumen atau penikmat adalah sekelompok orang yang memberikan reaksi dan apresiasi terhadap sebuah
pementasan. Sekelompok orang tersebut datang ke sebuah degung untuk menyaksikan pertunjukan yang
sedang berlangsung sehingga mereka disebut penonton.
c. Patron (Donatur)
Sekelompok orang, pribadi, organisasi, yayasan,atau lembaga pemerintah yang memiliki tujuan untuk
mendukung dan menghidupkan kesenian, misalnya untuk pelestarian dan pengembangan kesenian.
d. Sponsor
Adalah perusahaan atau pribadi yang mendukung kegiatan kesenian, terutama dalam hal finansial
(dana keuangan), dengan ikatan kerja sama saling menguntungkan.
e. Pengelola/Manajer
Adalah lembaga, organisasi, badan usaha atau perorangan yang mengomunikasikan karya-karya seni

pada masyarakat. Ia mengelola karya-karya seni agar dapat dinikmati oleh konsumen.
f. Kritikus Seni/Pengamat Seni
Adalah seseorang yang mengamati proses pembuatan hingga penyajian karya seni dan membuat ulasan
tentang bobot karya yang telah disajikan. seorang kritikus diharapkan dapat menjebatani seniman dan
penonton.

5.ORGANISAI PERGELARAN
Adalah system yang digerakkan oleh sekelompok orang yang bertugas mengelola suatu pergelaran. Secara
umum, organisasi pergelaran terbagi menjadi dua, yaitu organisasi pergelaran bidang Produksi dan organisai
pergelaran bidang artistik.
1.Manajemen Pergelaran Bidang produksi
Manajemen Pergelaran Bidang Poduksi Terdiri atas bidang-bidang berikut ini:
a.

Produser

Adalah orang yang paling berkuasa ( bertanggung jawab) atas penyelenggaraan suatu pertunjukan /
pergelaran.
b.

Seksi Transportasi

Memiliki peran yang sangat besar dalam sebuah pergelaran karena berfungsi untuk mengangkut barangbarang kebutuhan pergelaran, termasuk pemain dan semua kru.
c.

Seksi Dokumentasi

Sarana dokumentasi di maksudkan untuk mengabadikan semua aktivitas pergelaran, bahkan bisa digunakan
sebagai bahan evaluasi. Bermacam-macam jenis sarana dokumentasi diantaranya kamera video, kaset tape
recorder, dan kamera digital.
d.

Seksi Publikasi

Keberhasilan suatu pergelaran juga tergantung dari peran bagian humas yang mempublikasikan berbagai
informasi kepada seksi publikasi atau masyarakat tentang sebuah pergelaran teater.
e.

Seksi Konsumsi

Seksi KOnsumsi Juga Merupakan Pendukung yang sangat penting, karena makanan adalah salah satu hal yang
tidak boleh ditinggalkan. Para pemain harus dalam keadaan sehat dan melakukan aktivitasnya, sehingga
harus di tunjang dengan makanan yang bergizi.
f.

Petugas Tiket

Suatu Pergelarang sangat terkait dengan adanya tiket pertunjukan. Petugas penjual tiket harus bersikap
ramah untuk menarik simpati para pembeli.
g.

Tim Medis

Tim Medis bertugas mengawasi kesehatan para pemain dan bersiaga jika ada pemain yang mengalami
gangguan kesehatan. Hal ini sangat penting karena tidak mungkin pemain akan melekukan pementasan
pentas dalm keadaan sakit.

h.

Petugas Khusus

Petugas khusu pada dasarnya sama dengan petugas pelaksana, namun dia memiliki kekhususan dalam
tugasnya yang tidak boleh melakukan pekerjaan lain diluar tugasnya.
2. Manajemen Pergelaran Bidang Artistik
Manajemen Pergelaran Bidang Artistik Terdiri atas bidang-bidang berikut.
a.

Sutradara/Pimpinan Artistik

Adalah orang yang menguasai (tanggung jawab) terhadap materi pertunjukan, serta berhak mengatur dan
mengolah materi sajian agar menarik dan enak dinikmati. Dalam menangani sebuah pementasan sutradara
dibantu oleh penta tari (koreografer), penata musik (composer), dan pimpinan pentas (stage majarer).

1)

Penata Tari/Koreografer

Adalah orang yang membantu sutradara dalam hal penataan gerak. Dalam menjalankan tugasnya,
koreografer dibantu oleh beberapa pelatih tari.
2)

Penata musik/Komposer

Adalah orang yang bertugas menata music sebagai pendukung sebuah pergelaran, baik berupa music,
ilustrasi ataupun music irinagn. Baik buruk dan berhasil tidaknya sebuah pergelaran juga di tentukan oleh
music pendukung.
3)

Pimpinan Pentas/Stage Manager

Merupakan penguasa tunggal diatas pentas selama pertunjukan berlangsung. Dalam menjalankan tugasnya,
stage manager dibantu oleh kerabat kerja pentas (stage crew) diantaranya :

a.

Penata panggung (Scenographer)

b.

Penata Cahaya (Light designer/Lighting man)

c.

Penata Suara (Soun Enginering/ Soun Man)

d.

Penanggung Jawab Properti

e.

Petugas Pelaksana

b.

Penata Rias Dan Busana

Seorang penata risa dan busana harus benar-benar menguasi berbagai macam bentuk karakter tokoh yang
akan dimainkan actor, serta harus mengetahui berbagai alat jenis riasan dan pepaduan warna make up,
sehingga bisa menampilkan watak yang diinginkan. Demikian pula dalam menata kostum, dia harus paham
akan latar belakang tokoh dalam cerita yang ditampilkan.

6.HAL-HAL YANG DIKELOLA DALAM SENI PERTUNJUKAN


1. Menentukan Ide Pementasan
Ide adalah pokok pikiran pertama yang akan menjadi awal langkah dari semua proses produksi seni
teater. Ide berkaitan erat dengan cerita yang akan ditampilkan dalam sebuah pertunjukan.

Dalam menentukan ide pementasan harus mempertimbangkan nilai-nilai berikut:


a.

Nilai Filosofi, bhawa pementasan yang dipilih harus memberikan suatu perenungan pikiran yang luas

(katarsis).
b.

Nilai Artistik, bahwa pementasan yang dipilih harus memiliki nilai seni (keindahan) yang dalam dan

luhur.
c.

Nilai Etis/Etika, bahwa pementasan itu harus bermanfaat bagi manusia lebih luas dari sekedar

keindahan karya seni tersebut. Nilai etis berarti pula nilai moral (baik dan buruk).
d.

Nilai Komersial, bahwa pementasan itu harus memancing perhatian masyarakat atau penonton sehingga

akan mendatangkan nilai jual.


2. Menentukan Jenis Produksi
Setelah memperoleh ide pementasan, kemudian di lanjtkan dengan menentukan jenis produksi. Jenis
produksi ada dua yaitu, produksi profit dan produksi nonprofit. Produksi profit adalah jenis produksi kesenian
yang berorientasi pada keuntungan material. Produksi nonprofit adalah jenis produksi kesenian yang tidak
berorientasi pada keuntungan material, tetapi dad keuntungan estetis (kepuasan batin).
3. Menentukan Tempat Produksi
Tahap ini untuk menentukan tempat pelaksanaannya semua proses produksi, dan lokasi pertunjukan
teater akan di pentaskan. Tempat produksi haruslah strategis, misalnya ditengah keramaian di pusat kegiatan
seni, mudah di jangkau (ada fasilitas transpotasi),keamanan terjamin, kondisi fisik dan fasilitas sebagai
tempat pertunjukan ada dan memadai (representative).
4. Memperkiraan Keadaan Pasar
Untuk memperkirakan pasar/penonton, terlebih dahulu di tinjau motif-motif penonton yang datang
ke gedung petunjukan. Ada 3 motivasi yang menyebabkan masyarakat cenderung jadi penonton seni
pertunjukan.
a.

Penonton Peminat, yaitu penonton intelektual yang mngapresiasi seni pada umumnya dan seni teater

khususnya. Penonton jenis ini memiliki pengalaman seni teater yang tinggi, misalnya seniman teater,
pengamat teater, kritikus teater, dan mahasiswa teater.
b.

Penonton Iseng, adalah penonton yang tidak memiliki perhatian khusus pada teater, tetapi mungkin

menyukai seni lain, seperti seni music,karawita dan tari.


c.

Penonton penasaran, adalah penonton yang menonton karena rasa penasaran ingin mengetahui apa

sebetulnya seni teater, atau karena pelaku pertunjukannya (sutradara, actor, aktris dll).
Setelah mengetahui golongan golongan penonton, bisa diperkirakan pasar/penonton yang pantas menikmati
pertunjukan sesuai dengan garapan yang akan disajikan.
5. Memperkirakan Kebutuhan SDM,alat,bahan dan biaya
Kebutuhan sumber daya manusia,alat,bahan dan biaya bergantung pada kebutuhan sesuai dengan bentuk
garapan dan jenis produksi yang dijalankan.Kebutuhan untuk pertunjukan tradisional tentu berbeda dengan
pertunjukan teater kontemporer.Namun secara umum,kebutuhan tersebut bisa dibagi menjadi 3

kelompok,yaitu kebutuhan administrasi (Kesekretariatan),kebutuhan penyajian (Proses latihan dan


pementasan) dan kebutuhan panggung.
a)

Kebutuhan administrasi tenaga administrasi dibutuhkan untuk mengelola seni pertunjukan.Mereka harus

memiliki jiwa bisnis,dan kemampuan manajemen administrasi yang baik.Jumlah sumber daya manusia(SDM)
dibagian ini disesuaikan dengan jumlag seksi yang ada.Secara umum,bagian administrasi mengurusi berbagai
kebutuhan peralatan kantor dan transoportasi,mempekirakan biaya administrasi seperti harga kertas,biaya
foto copy,biaya cetak undangan,dan biaya cetak poster.
b)

Kebutuhan penyajian

SDM yang diperlukan dibagian penyajiannya diantaranya adalah seorang sutradara yang handal,pemain (actor
atau aktris) yang baik,peralatan untuk latihan,dan juga seorang yang memperkirakan dan memperhitungkan
biaya latihan.
c)

Kebutuhan pangggung

Untuk menciptakan dan memperoleh desain panggung yang baik,diperlukan teknisi dan operator (Sound
system,lampu set dan dekorasi,dll),sejumlah lampu bebagai jenis,set dekorasi (bentuk dan cara
pembuatannya),alat musik yang akan dipakai,sound system (milik sendiri atau menyewa),dan jenis panggung
(arena atau proscenium).

6.Memperkirakan cara memperoleh biaya dan permodalan


Ada 4 jenis modal yang harus dimiliki dalam kerja produksi seni pertunjukan,yaitu modal manusia (SDM yang
andal) modal keuangan,modal material (sarana dan prasana) dan modal informasi (misalnya jaringan
internet),
Ada 4 cara untuk memperoleh uang sebagai modal pembiayaanproduksi seni pertunjukan,yaitu sebagai
berikut.
a)

Iuran,yaitu mengumpulkan uang dari para anggota dengan jumlah nominal sesuai kesepakatan.

b)

Donatur (Patron) yaitu sumbangan modal keuangan yang sifat nya tidak mengikat dan tanpa pamrih dari

seseorang atau instansi pemerintah yang disebut patron.


c)

Sponsor yaitu sumbangan modal keuangan yang bersifat mengikat dengan adanya hubunngan kerja yang

saling menguntungkan secara bisnis.


d)

Penjualan tiket,yaitu cara memperoleh biaya produksi (Modal keuangan) secara langsung dari penonton.

7.Memperkirakan metode dan strategi pemasaran


Metode dan strategi pemasaran sebuah produk sangat erat kaitannya dengan promosi dan publikasi,yakni
mengenalkan sebuah produk kepada konsumen.Konsumen pertujukan teater adalah penonton atau penikmat
seni itu sendri.Terdapat beberapa cara melakukan promosi,yaitu sebagai berikut.
a)

Pemasangan iklan atau reklame

Secara umum ada 2 jenis iklan yaitu:


1

Iklan luar ruangan (Aout Door)

Iklan dalam ruangan (Indoor)

b)

Presss Release,adalah pemberitahuan mengenai sebuah kegiatan atau produk melakui

pres,Koran,majalah,berita radio atau televesi


c)

Propaganda,adalah pemberitahuan kegiatan kepada masyarakat secara langsun dengan berkeliling kota

menggunakan peralatan sound system.


d)

Penyebaran undangan (Door to door).Dengan menggunakan undangan,penyampaian informasi tentang

adanya suatu kegiatan dapat langsung diterima para pihak yang dituju.Undangan biasanya digunakan untuk
tamu-tamu khusus.8.Menyusun Organisasi atau staf produksi .
8. Menyusun Organisasi/Staf Produksi
Demi berlangsungnya sebuah pengelolaan usaha produksi seni teater,diperlukan orang-orang atau sumber
daya manusia yang duduk dalam sebuah organisasi.Tidak semua produksi teater memiliki struktur yang
sma,hal ini bergantung pada macam,ukuran,tujuan produksi.Berikut adalah salah satu contoh bagan struktur
organisasi produksi.

9. Menyusun Kebutuhan Alat Dan Bahan, serta Menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Daftar alat dan bahan yang dibutuhkan dalam sebuah produksi terater harus disusun dengan
tepat,mulai dari kebutuhan produksi yang bersifat administratifmhingga kebutuhan yang bersifat artistik.
Selain kebutuhan alat dan bahan, harus pula disusun Rencana Anggaran Biyaya (RAB) produksi teater. Hal
yang menjadi patokan dalam menyusun RAB produksi teater adalah adanya pemasukan, pengeluaran, dan
perhitungan saldo (rugi-laba).
10. Menyusun Jadwal Kegiatan (Schedule)
Sebelum menyusun jadwal kegiatan, tentukan terlebih dahuluhari dan tanggal kegiatan pementasan.
Setelah tanggal ditentukan, susun jadwal kegiatan setiap seksi sesuai dengan target kerja masing-masing.
Menyusun jadwal dimulai dari hari pertama saat pertemuan/rapat perencanaan diadakan.
11. Menyusun Proposal
Proposal adalah usulan dari sebuah proyek/kegiatan. Proposal harus disusun secara terprinci dan baik
karena proposal inilah yang akan diusulkan dan diajukan ke pihak donator atau sponsor. Dengan demikian
pihak donator/sponsor akan tertarik dan memahami usulan berikut.
Isi proposal harus jelas dan mudah dipahami. Beberapa hal yang harus tercantum dalam sebuah
proposal adalah sebagai berikut.
a.

Dasar Pemikiran

Dasar pemikiran berisi uraian singkat tentang kegiatan seni pertunjukan, misalnya pengertian seni teater.
Selain iti, dasar pemikiran juga bisa berisi pemikiran nilai-nilai filosofis atau nilai etis dari cerita yang akan
dipentaskan
b.

Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan berisi target yang akan dicapai dari kegiatan tersebut, misalnya mencapai iklim kreatif yang

menunjang penciptaan seni teater dikota anda.


c.

Dasar kegiatan

Dasar kegiatan harus sesuai denagn UUD 1945 dan pancsila, misalnya, pasal 32 UUD 1945tentang kebudayaan
yang berbunyi, pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia.
d.

Nama Dan Bentuk Kegiatan

Penjelasan tentang bentuk-bentuk kegiatan yang akan dilakukan dijelaskan dibagian ini. Nama kegiatan
sebisa mungkin dibuat secara unik dan bisa menarik perhatian, terutama untuk menarik sponsor.
e.

Tempat dan Waktu Kegiatan

Bagian ini menjelaskan waktu pelaksanaan serta lokaso yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan.
f.

Nama penyelenggara

Bagian ini mencantumkan penyelenggara kegiaytan yang akan dilaksanakan. Penyelenggara kegiatan bisa
terdiri lebih dari satu organisasi atau lembaga. Misalnya satu sekolah bekerja sama dengan seklah lain.
g.

Sasaran Kegiatan

Sasaran kegiatan ini terdapat penjelasan tentang tujuan kegiatan. Sealaim itu dijelaskan juga siapa saja
pihak-pihak yang menjadi sasaran kegiatan.
h.

Sumber Dana Kegiatan

Bagian ini terdapat penjelasan sumber-sumber pemasukan yang akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan.
i.

Susunan Pengurus

Bagian ini menampilkan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi sebuah pertunjukan. Susunan
pengurus dapat di tampilkan dalam bentuk bagan , daftar, atau hanya dalam bentuk tulisan biasa.
j.

Rencana anggaran

Bagian ini memaparkan rencana penggunaan anggran yang akan di lakukan , mulai dari perencanaan sampai
pelaksanaan pertunjukan.
k.

Sponsorship

Dalam bagian ini terdapat pedoman bagi sponsor dalam kerjasama. Bagian ini berisi batasan-batasan kontrak
krja antara penyelenggara kegiatan dan sponsor.
BAB III
Kesimpulan Dan Saran
A.Kesimpulan
Dalam menjalankan sebuah seni pertunjukan memerlukan langka-langkah yang tepat seperti
mementukan ide Pementasan, Menentukan Jenis Produksi, Menentukan Tempat Produksi, Memperkiraan
Keadaan Pasar, Memperkirakan Kebutuhan SDM,alat,bahan dan biaya, Memperkirakan cara memperoleh biaya
dan permodalan, Memperkirakan metode dan strategi pemasaran, Menyusun Organisasi/Staf Produksi,
Menyusun Kebutuhan Alat Dan Bahan, serta Menyusun RAB (Rencana Anggaran Biaya), Menyusun Jadwal
Kegiatan (Schedule), dan Menyusun Proposal.

B.Saran
Demikian makalah yang saya buat semoga bisa menjadi pembelajaran bagi orang lain dan khususnya
untuk saya sendiri. Apabila ada yang salah dalam pembuatan makalah ini saya mohon maaf karena seorang
manusia terlahir tidak sempurna.
diposkan oleh Ngaeni Putrisoleha @ 21.25 0 komentar

Mengenai Saya

Nama:Ngaeni Putrisoleha
Lihat profil lengkapku

Link

Google News

Edit-Me

Edit-Me

Posting Sebelumnya

MAKALAHSENI PERTUNJUKANDisusun untuk memenuhi sala...

Arsip

Desember 2014

Berlangganan
Entri [Atom]