Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIK

TEKNIK FREKUENSI TINGGI DAN GELOMBANG MIKRO

PERCOBAAN III
SIFAT GELOMBANG MIKRO DIFRAKSI (LENTUR)

Disusun oleh
Nafiah Khoirul Latifah
TK-3A - 3.33.13.0.16 / 13

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
TAHUN 2016

PERCOBAAN III
SIFAT GELOMBANG MIKRO DIFRAKSI (LENTUR)

I.

ALAT YANG DIGUNAKAN


1. Gunn Osilator
2. PIN-diode Modulator
3. Generator 1 KHz
4. Antena Horn 2 buah
5. Crystal Detektor
6. Osciloscope
7. Multimeter
8. Reflecting Sheet

II.

TEORI SINGKAT
Microwave (gelombang mikro), mempunyai frekuensi 1 GHz sampai 300 GHz.
Propagasi/perambatan gelombang mikro ini adalah propagasi line-of-sight. Salah satu
sifat perambatan gelombang mikro adalah difraksi. Sifat difraksi ini ditunjukkan jika
gelombang mikro melewati suatu celah maka gelombang mikro akan menyebar
setelah melewati celah tersebut.

Gambar. Rangkaian Percobaan

III.
HASIL PERCOBAAN
A. Pergeseran Ke Kanan dan Ke Kiri
No.

Pergeseran Antena Horn

Tegangan (V)

1.

Posisi awal tidak digeser

16.6 m

2.

Digeser 0.25 antena dari posisi


awal ke kanan

9m

3.

Digeser 0.5 antena dari posisi


awal ke kanan

2.32 m

4.

Digeser 0.75 antena dari posisi


awal ke kanan

1.92 m

5.

Digeser 1 antena penuh dari


posisi awal ke kanan

1.76 m

Gambar Sinyal

6.

Digeser 0.25 antena dari posisi


awal ke kiri

13.6 m

7.

Digeser 0.5 antena dari posisi


awal ke kiri

3.68 m

8.

Digeser 0.75 antena dari posisi


awal ke kiri

2.64 m

1.68 m

Digeser 1 antena penuh dari


posisi awal ke kiri

9.

B. Pelebaran Celah
No.

Pelebaran Celah

Tegangan (V)

Gambar Sinyal

1.

Celah 1 cm

7m

2.

Celah 3 cm

132 m

3.

Celah 5 cm

212 m

4.

Celah 7 cm

228 m

5.

Tanpa Penghalang

IV.

ANALISA DATA

248

Dari hasil percobaan di atas dapat diketahi bahwa gelombang mikro memiliki sifat,
salah satunya adalah difraksi atau penyebaran. Difraksi dapat terjadi jika gelombang
mikro melewati celah dan geombang akan menyebar setelah melewati celah tersebut.
Pada percobaan ini dilakukan pengujian difraksi penerimaan gelombang mikro saat
antenna penerima diubah-ubah posisinya dan mengubah-ubah lebarcelah yang akan
dilewati gelombang. Berikut adalah gambar rangkaian pada percobaan ini :

Untuk melakukan pngujian difraksi gelombang mikro digunakan 2 buah antenna horn
yang akan berperan menjadi antenna pengirim dan antenna penerima. Diantara
antenna pengirim dan penerima tersebut ditempatkan sebuah relecting sheet yang
memeiliki celah untuk melewatkan gelombang mikro. Untuk membuktikan pengujian
ini, posisi antenna penerima digeser kea rah kanan dan kiri untuk mengetahui tingkat
penyebaran gelombang mikro jika antenna penerima digeser-geser.
Frekuensi pada Gun Osilator ini diatur 9 GHz, kemudian untuk membangkitkan
gelombang mikro dioda gun dihubungkan pada sumber tegangan 8-10VDC. Namun
pada percobaan ini tegangan diatur 9VDC. Untuk frekuensi generator diatur 1 KHz
dengan tegangan 2 Vp-p.
Percobaan pertama dilakukan dengan melakukan penggeseran antena horn penerima
ke sisi kanan dan kiri. Dari tabel hasil percobaan di atas dapat dilihat bahwa saat
antenna horn penerima tepat berada di depan antenna horn pengirim, tegangan yang
terlihat pada osciloskop adalah 16,6 mV dengan frekuensi sekitar 1 KHz, kemudian
antenna horn penerima digeser 0.25 antena dari posisi awal ke arah kanan, nilai
tegangannya menjadi 9 mV dan frekuensi masih disekitar 1 KHz. Namun saat
antenna horn mulai digeser 0.5 antena dari posisi awal ke arah kanan tegangannya
turun menjadi 2.32 mV dan saat antena horn digeser 1 antena penuh dari posisi awal
ke arah kanan tegangannya turun menjadi 1.76 mV. Begitu juga pada saat antena horn
penerima digeser ke kiri tegangannya akan terus menurun jika antena digeser
menjauhi antena horn pengirim. Hal ini dapat dilihat dari tabel hasil percobaan dapat
dilihat bahwa saat antena horn digeser 0.25 antena dari posisi awal kea rah kiri, nilai

tegangannya 13.6 mV sedangkan saat antena horn digeser 1 antena penuh dari posisi
awal ke arah kiri tegangannya turun menjadi 1.68 mV. Gambar sinyal yang
dihasilkanpun akan semakin menurun kualitasnya apabila teganganya menurun, hal
ini dapat terlihat pada saat antena digeser 1 antena penuh dari posisi awal gelombang
kotak sudah tidak lagi terlihat melainkan garis lurus yang terlihat di osiloskop serta
frekuensi mulai tidak terdeteksi sebesar 1KHz. Pada percobaan berikutnya yaitu
penggeseran celah penghalang, dapat dilihat pada tabel hasil percobaan B saat celah
peghalang digeser sejauh 1 cm tegangan yang dihasilkan yaitu 7mV, saat celah
peghalang digeser sejauh 3 cm tegangan yang dihasilkan yaitu 132mV, saat celah
peghalang digeser sejauh 5 cm tegangan yang dihasilkan yaitu 212mV, saat celah
peghalang digeser sejauh 7 cm tegangan yang dihasilkan yaitu 228mV, sedangakan
saat tidak diberi penghalang yaitu 248mV. Maka sinyal akan lebih optimal di terima
apabila tidak terdapat penghalang atau dalam keadaan LOS (Line-of-Sight), hal ini
dapat dilihat dari gambar yang ditampilkan pada osiloskop. Saat tidak terdapat
penghalang atau celah penghalang lebar akan menghasilkan gambar yang bagus
dibandingkan dengan saat celah diperkecil.
V.

KESIMPULAN
1. Microwave (gelombang mikro), merupakan pengiriman sinyal radio dengan

frekuensi sangat tinggi pada dua buah relay station (stasiun pengulang) yang
terlihat (tidak terhalang) satu sama lain.
2. Posisi pada antena pengirim maupun penerima harus Line Of Sight (LOS) untuk
menghasilkan tegangan yang tinggi dan kualitas sinyal yang optimal.
yang ada diantara antena pengirim dan antena penerima

3. Penghalang

mempengaruhi kualitas sinyal yang diterima dan tegangan.


VI.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Jika letak penerima digeser dari arah celah mengakibatkan berbeda penerimaanya
hal ini dikarenakan sinyal yang dikirim oleh antena pengirim terhalang oleh
penghalang sehingga tidak dapat diterima oleh antena penerima dengan baik
karena antena bergeser dan tidak LOS (Line Of Sight).
2. Jika celah dilebarkan maka sinyal yang diterima akan lebih optimal dari pada saat
celah dipersempi,t hal ini dikarenakan apabila celah diperlebar maka sinyal yang

akan dikirim dan diterima tidak terhalang oleh penghalang lagi sehingga kualitas
sinyal akan lebih baik.