Anda di halaman 1dari 8

Nama : Rike Ayu Safitri

Kelas : 1B
Tugas : Biologi
1. Jelaskan fisiologi haid pada wanita?
Pada siklus menstruasi normal, terdapat produksi hormon-hormon
yang paralel dengan pertumbuhan lapisan rahim untuk mempersiapkan
implantasi (perlekatan) dari janin (proses kehamilan). Gangguan dari
siklus menstruasi tersebut dapat berakibat gangguan kesuburan, abortus
berulang, atau keganasan. Gangguan dari sikluas menstruasi merupakan
salah satu alasan seorang wanita berobat ke dokter.
Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, 2-8 hari
adalah waktu keluarnya darah haid yang berkisar 20-60 ml per hari.
Penelitian menunjukkan wanita dengan siklus mentruasi normal hanya
terdapat pada 2/3 wanita dewasa, sedangkan pada usia reproduksi yang
ekstrim (setelah menarche dan menopause) lebih banyak mengalami siklus
yang tidak teratur atau siklus yang tidak mengandung sel telur. Siklus
mentruasi ini melibatkan kompleks hipotalamus-hipofisis-ovarium.
2. Jelaskan mekanisme kerja oxitocin pada ibu bersalin?
Pada otot polos uterus. Mekanisme kerja dari oksitosin belum
diketahui pasti, hormon ini akan menyebabkan kontraksi otot polos uterus
sehingga digunakan dalam dosis farmakologik untuk menginduksi
persalinan. Sebelum bayi lahir pada proses persalinan yang timbul spontan
ternyata rahim sangat peka terhadap oksitosin Dengan dosis beberapa
miliunit permenit intra vena, rahim yang hamil sudah berkontraksi
demikian kuat sehingga seakan-akan dapat membunuh janin yang ada
didalamnya atau merobek rahim itu sendiri atau kedua-duanya.
Kehamilan akan berlangsung dengan jumlah hari yang sudah
ditentukan untuk masing-masing spesies tetapi faktor yang menyebabkan
berakhirnya suatu kehamilan masih belum diketahui. Pengaruh hormonal
memang dicurigai tetapi masih belum terbukti. Estrogen dan progesterone
merupakan

factor

mempengaruhi

yang

dicurigai

kontraktilitas

uterus.

mengingat
Juga

kedua

terdapat

katekolamin turut terlibat dalam proses induksi persalinan

hormon
bukti

ini

bahwa

Karena oksitosin merangsang kontraktilitas uterus maka hormon


ini digunakan untuk memperlancar persalinan, tetapi tidak akan memulai
persalinan kecuali kehamilan sudah aterm. Didalam uterus terdapat
reseptor oksitosin 100 kali lebih banyak pada kehamilan aterm
dibandingkan dengan kehamilan awal. Jumlah estrogen yang meningkat
pada kehamilan aterm dapat memperbesar jumlah reseptor oksitosin.
Begitu proses persalinan dimulai serviks akan berdilatasi sehinga memulai
refleks neural yang menstimulasi pelepasan oksitosin dan kontraksi uterus
selanjutnya. Faktor mekanik seperti jumlah regangan atau gaya yang
terjadi pada otot, mungkin merupakan hal penting.
Pada kelenjar mammae . Fungsi fisiologik lain yang kemungkinan
besar dimiliki oleh oksitosin adalah merangsang kontraksi sel mioepitel
yang mengelilingi mammae, fungsi fisiologik ini meningkatkan gerakan
ASI kedalam duktus alveolaris dan memungkinkan terjadinya ejeksi ASI.
3. Jelaskan alasan mengapa ibu hamil sering mengalami kropos pada
tulang, dan tindakan apa yang akan dilakukan?
Proses penipisan tulang sebelum osteoporosis atau yang disebut
dengan osteopenia, bisa terjadi tanpa menunjukkan gejala yang jelas.
Berikut ini merupakan beberapa hal yang membuat tulang mengalami
penipisan:
Patah tulang lebih dari sekali dalam dua tahun terakhir
Tubuh terlalu kurus
Mengonsumsi kortikosteroid
Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alcohol
Haid tidak teratur
Tindakan:
Alendronat, berfungsi untuk meningkatkan massa tulang, mengurangi
kecepatan penyerapan tulang yang terjadi pada wanita menopause, dan
mengurangi patah tulang.
Bifosfonat, digunakan juga sebagai obat untuk osteoporosis
Kalsitonin, berfungsi untuk meredakan nyeri pada penderita patah
tulang.

Fluorida, berfungsi untuk meningkatkan kepadatan pada tulang.


Penggunaan fluorida sebenarnya tidak dianjurkan karena bisa
menyebabkan kelainan dan kerapuhan.
Hormon Testosteron, berfungsi jika pada pria atau laki laki terdeteksi
bahwa tubuhnya tidak dapat menyerap kalsium dan vitamin D maka
harus diberikan hormon testosteron.
Hormon Estrogen, biasanya pada wanita yang menopause diberikan
estrogen dan progesteron atau alendronat.
Di Gips, pada penderita patah tulang misalnya patah tulang
pergelangan. Maka tindakan yang harus dilakukan adalah digips.
Supportive Back Brace, jika terjadi nyeri punggung hebat dan ini
merupakan disebabkan oleh tulang belakang yang kolaps maka
dipasanglah alat ini untuk melakukan terapi fisik.
4. Jelaskan mengapa ibu hamil sering mengalami anemia dan apa
tindakan kebidanan yang dapat diberikan?
Anemia dalam kehamilan ialah kondisi ibu dengan kadar Hb <
11,00 gr% Pada trimester I dan III atau kadar Hb < 10,50 gr% pada
trimester II. Karena ada perbedaan dengan kondisi wanita tidak hamil
karena hemodilusi terutama terjadi pada trimester II(Sarwono P, 2002).
Anemia pada wanita hamil jika kadar hemoglobin atau darah
merahnya kurang dari 10,00 gr%. Penyakit ini disebut anemia berat. Jika
hemoglobin < 6,00 gr% disebut anemia gravis. Jumlah hemoglobin wanita
hamil adalah 12,00-15,00 gr% dan hematokrit adalah 35,00-45,00%
(Mellyna, 2005).
Anemia hamil disebut potential danger to matter and child
(potensial membahayangkan ibu dan anak) , karena itulah anemia
memerlukan perhatian khusus dari semua pihak yang terkait dalam
pelayanan kesehatan pada lini terdepan.
Tindakan Asuhan Kebidanan
Mengembangkan tindakan komprehensif yang ditentukan pada
tahap sebelumnya, juga mengantisipasi diagnosa dan masalah kebidanan
secara komprehensif yang didasari atas rasional tindakan yang relevan

dan diakui kebenarannya sesuai kondisi dan situasi berdasarkan analisa


dan asumsi yang seharusnya boleh dikerjakan atau tidak oleh bidan.
5. Jelaskan mengapa ibu hamil sering mengalami preeklampsia?
Preeklampsia adalah salah satu kondisi medis dengan Gejala
hipertensi saat kehamilan, beberapa ibu mempunyai resiko Preeklampsia
saat Kehamilan, dengan tanda tingginya tekanan darah yang lebih dari
140/90 mmHg, tungkai bawah bengkok berlebihan dan adanya protein
dalam urin (Proteinuria). Preeklampsia merupakan penyebab kematian
nomer dua terhadap Ibu Hamil setelah pendarahan.
Pada dasarnya istilah preeklampsia, dalam dunia kedokteran sudah
tidak digunakan lagi. Para dokter saat ini menyebutnya gestosis (penyakit
yang hanya terjadi saat kehamilan). Preeklampsia dapat terjadi pada Usia
kehamilan 20 minggu atau mendekati saat kelahiran, dan berefek buruk
pada system kekebalan tubuh termasuk pada plasenta yang menyediakan
zat gizi bagi janin.
6. Jelaskan mengapa pada post partum pada ibu sering mengalami
perineum (jelaskan mekanisme nyeri tersebut)dan apa tindakan
kebidanan yang dilakukan?
Masa nifas merupakan masa kembalinya organ-organ reproduksi
seperti sedia kala sebelum hakil, sehongga pada masa nifas banyak sekali
perubahan-perubahan yang terjadi, diantaranya :
Perubahan dalam system reproduksi
Perubahan dalam uterus/rahim (involusi uterus)b. Involusi tempat
plasentac. Pengeluaran lochead. Perubahan pada perineum, vulva, dan
vagina
Perubahan system Pencernaan
Wanita mungkin menjadi lapar dan siap makan kembali dalam 1 jam
atau 2 jam setelah melahirkan. Konstipasi dapat terjadi pada masa
nifas awal dikarenakan kekurangan bahan makanan selama persalinan
dan pengendalian pada fase defekasi.
Perubahan system perkemihan
Pembentukan air seni oleh ginjal meningkat, namun ibu sering
mengalami kesukaran dalam buang air kecil, karena :
Perubahan Psikologis Postpartum

Banyak

wanita

dalam

minggu

pertama

setelah

melahirkan

menunjukkan gejala-gejala depresi ringan sampai berat.


Tindakan Kebidanan Mengenai Post Partum
Perawatan post partum dimulai sejak kala uri dengan menghindarkan
adanya kemungkinan perdarahan post partum dan infeksi. Bila ada laserasi
jalan lahir atau luka, lakukan penjahitan dan perawatan luka dengan baik.
Penolong harus tetap waspada sekurang-kurangnya 1 jam post partum,
untuk mengatasi kemungkinan terjadinya perdarahan post partum. Delapan
jam post partum harus tidur telentang untuk mencegah perdarahan post
partum. Sesudah 8 jam, pasien boleh miring ke kanan atau ke kiri untuk
mencegah trombhosis. Ibu dan bayi dapat ditempatkan dalam satu kamar.
Pada hari seterusnya dapat duduk dan berjalan. Diet yang diberikan harus
cukup kalori, protein, cairan serta banyak buah-buahan. Miksi atau
berkemih harus secepatnya dapat dilakukan sendiri, bila pasien belum
dapat berkemih sendiri sebaiknya dilakukan kateterisasi. Defekasi harus
ada dalam 3 hari post partum. Bila ada obstipasi dan timbul komprestase
hingga vekal tertimbun di rektum, mungkin akan terjadi febris. Bila hal ini
terjadi dapat dilakukan klisma atau diberi laksan per os. Bila pasien
mengeluh adanya mules, dapat diberi analgetika atau sedatif agar dapat
istirahat. Perawatan mamae harus sudah dirawat selama kehamilan, areola
dicuci secara teratur agar tetap bersih dan lemas, setelah bersih barulah
bayi disusui.
7. Jelaskan mengapa terjadi udema pada ibu hamil?
Kaki bengkak saat hamil dapat disebabkan oleh hal normal
(fisiologis) dan tidak normal (patologis). Pada saat hamil, secara normal
terjadi penumpukan mineral natrium yang bersifat menarik air, sehingga
terjadi penumpukan cairan di jaringan. Hal ini ditambah dengan
penekanan pembuluh darah besar di perut sebelah kanan (vena kava) oleh
rahim yang membesar, sehingga darah yang kembali ke berkurang dan
menumpuk di tungkai bawah. Penekanan ini terjadi saat ibu berbaring
terletang atau miring ke kanan. Oleh karena itu, trimester ketiga
disarankan berbaring ke arah kiri.

8. Sebutkan jenis hormone dan apa fungsinya yang ada pada tubuh
manusia?

Nama hormone

1.

2.

Fungsinya

Anti Diuretik Hormone Meningkatkan absorbsi air dr tubulus ginjal dan


( ADH )

meningkatkan tekanan darah

Oksitosin

Merangsang kontraksi uterus, pengeluaran air susu

Growth Hormone

Merangsang pertumbuhan tulang dan otot, meningkatkan

3.

sintesis
( GH )

4.

5.

6.

Meningkatkan

menurunkan

perkembangan

payudara

selama

kehamilan dan produksi air susu setelah kelahiran

Stimulating

Hormone ( TSH )

Merangsang produksi dan sekresi hormon tiroid

Adenocorticotropic

Merangsang sekresi dan produksi hormon steroid dan

Hormone ( ACTH )

korteks adrenal

Merangsang
7

lemak,

metabolisme karbohidrat

Prolaktin

Tiroid

protein,mobilisasi

Luteinizing
( LH )

hormon

pertumbuhan

korpus

luteum,

ovulasi,

produksi esterogen dan progesteron ( pd wanita )


Merangsang sekresi testosteron, perkembangan jaringan
interstisial ( pd pria )

Folicel

stimulating Merangsang pertumbuhan folikel telur dan ovulasi ( pd.

Wanita )
hormone
Merangsang produksi sperma ( pd pria )

10

11

Melanosit

stimulating

hormone

Tiroksin ( T4 ) dan
Triidotironin ( T3 )

Bersama dg ACTH terlibat dalam pembentukan kulit

Meningkatkan

laju

kardiovaskuler

thd

metabolisme,
aktivasi

sensitivitas

saraf

simpatik,

mempengaruhi kematangan homeostasis otot skelet

Kalsitonin

Menurunkan konsentrasi Ca dan fosfat,

Meningkatkan konsentrasi Ca dlm darah, menurunkan


12

Hormon paratiroid

kadar fosfat darah, bekerja mempengaruhi tulang, usus,


ginjal, dan sel-sel lainnya

Meningkatkan kecepatan denyut jantung, dan tekanan


13

Adrenalin / epinefrin

darah, mengatur diameter arteriol, merangsang kontraksi


otot polos, meningkatkan konsentrasi gula darah

14

Noradrenalin

/ Menyebabkan konstriksi arteriol dan meningkatkan laju

norepinefrin

metabolisme

Mempengaruhi

Glukokortikoid
15

kortison

kortikosteron )

16

Insulin

dan

proses

metabolisme,

mengatur

konsentrasi gula darah, antiinflamasi, mempengaruhi


proses pertumbuhan, menurunkan pengaruh stress dan
sekresi ACTH

Menurunkan

gula

darah,

meningkatkan

simpanan

glikogen, mempengaruhi otot, hati dan jaringan adiposa

17

Glukagon

Meningkatkan kadar gula darah

Mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri-ciri


18

kelamin wanita, merangsang perkembangan folikel telur,

Estrogen

mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang penealan


dinding uterus, dan memeilihara kehamilan

19

20

21

mempengaruhi siklus menstruasi, merangsang penealan

Progesteron

Human

dinding uterus, dan memeilihara kehamilan

chorionic

gonadotrpin ( HCG )

Testosteron

Memelihara kehamilan

Mempengaruhi perkembangan organ seks dan ciri


kelamin pria, serta pembentukan sperma