Anda di halaman 1dari 2

Daftar Tilik Penilaian

Ulang Materi Edukasi

1.

Diagnosis

Medical
Information

Sudah mengerti
Belum mengerti

2.

Gejala & Tanda

Sudah mengerti
Belum mengerti

3.

Tolak Ukur Pengobatan

Sudah mengerti
Belum mengerti

4.

Medikasi

Sudah mengerti
Belum mengerti

5.

Diet

Sudah mengerti
Belum mengerti

6.

Perawatan di rumah

Sudah mengerti
Belum mengerti

7.

Jadwal kontrol

Sudah mengerti
Belum mengerti
Sudah mengerti
Belum mengerti

8.

Hal-hal yang
harus diperhatikan

9.

Lain-lain ................. ..................................

Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit


(PKRS)

DISPEPSIA

Nama Pasien

Tanggal Lahir

DPJP

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HASANUDDIN


Jl. Perintis Kemerdekaan (Pintu II UNHAS) Km. 11
Makassar 904245, Sulawesi Selatan
Telp. 0411-591331 (Ext:210/ PKRS) / Fax. 0411-591332
www.rs.unhas.ac.id / Info@rs.unhas.ac.id

Pengertian

Penyebab Dispepsia

Dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti


pencernaan yang tidak baik. Dispepsia merupakan
suatu kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari
rasa tidak nyaman/sakit di perut bagian atas yang
menetap atau mengalami kekambuhan, yang sering
dirasakan seperti perasaan penuh setelah makan atau
rasa cepat kenyang atau rasa terbakar di perut.
Sindroma dispepsia ini biasanya diderita sudah
beberapa minggu atau bulan, yang sifatnya hilang
timbul atau terus-menerus.

1.

Proses Terjadinya Dispepsia Asam lambung adalah zat


yang dihasilkan untuk mencerna, jika perut kosong atau
jika produksi asam lambung berlebih karena terangsang
sehingga jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah zat yang
dicerna akan menyebabkan luka pada permukaan
lambung.

2.

3.

Tanda & Gejala


Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau
dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara
usus yang keras (borborigmi).
Pada beberapa penderita, makan dapat
memperburuk nyeri; pada penderita yang lain,
makan bisa mengurangi nyerinya.
Nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare
dan flatulensi (perut kembung).
Perlukaan yang terjadi dapat berlanjut sampai ke
bagian dalam lambung sehingga menyebabkan
lambung menjadi bolong dan akhirnya terjadi
perdarahan dan kanker lambung.

Medikasi

4.

5.

6.

Intoleransi makanan atau obat


Pada kondisi akut, dispepsia mungkin disebabkan
oleh makan berlebihan, makan yang terlalu cepat,
makan makanan berlemak, makan saat keadaan
stress, atau minum alcohol atau kopi terlalu banyak.
Obat-obatan yang menyebabkan dyspepsia,
seperti aspirin, NSAID antibiotic obat diabetes, obat
antihipertensi, obat penurun kolesterol.
Dyspepsia Fungsional
Dispepsia fungsional Ini adalah penyebab utama
dyspepsia kronik. Gejala mungkin timbul dari
interaksi yang kompleks dari peningkatan
sensitivitas visceral aferen, pengosongan lambung
yang terlambat atau sistem akomodasi makanan
yang terganggu, atau stress psikososial. Walaupun
jinak, gejala ini bisa menjadi kronik dan susah untuk
disembuhkan apabila tidak ditangani dengan tepat
Disfungsi lumen dari traktus gastrointestinal
Dispepsia juga dapat terjadi akibat disfungsi lumen
saluran cerna. keadaan keadaan berikut ini dapat
menyebabkan disfungsi lumen saluran cerna:
Penyebab lainnya termasuk gastroparesis (terutama
pada DM), intoleransi laktosa atau kondisi
malabsorpsi dan infeksi parasit (Giardia,
Strongyloides, Anisakis).
Infeksi Helicobacter pylori
Prevalensi dari H. pylori berhubungan dengan
gastritis kronik pada pasien dengan dyspepsia
tanpa penyakit ulkus peptic sekitar 20-50%
Penyakit pancreas
Karsinoma pancreas dan pancreatitis kronik sering
bergejela dyspepsia
Kondisi lainnya
DM, penyakit tiroid , peyakit ginjal kronik, iskemik
miokard, keganasan intraabdomen, volvulus gaster
atau hernia paraesofageal, dan kehamilan kadangkadang disertai dyspepsia.

Diet
Diet lunak dan hindari makan makanan yang dapat
merangsang lambung contoh : cabe, cuka, sambal, ketan
dan lain-lain. Perbanyak mengkonsumsi buah-buahan
dan sayur-sayuran.

Panduan Pasien Pulang


Obat
Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk
perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi.
Aktivitas
Istirahat yang cukup dan hindari kegiatan fisik yang
berlebihan/ aktivitas berat.
Olahraga secara rutin & teratur
Mengatur pola makan yang sehat

Kontrol
Kontrol ke dokter spesialis penyakit dalam 1 minggu
atau sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
setelah pasien pulang dari rumah sakit.

Hal-hal yang harus diperhatikan


Hubungi dokter anda/segera ke RS:
Jika muncul tanda gejala dispepsia yang lebih
berat
Segera konsultasikan dengan dokter untuk
penanganan selanjutnya

Pencegahan Dispepsia

Makan dengan porsi kecil tapi sering contoh: biscuit,


roti
Menghindari alkohol dan kopi
Menghindari makanan yang merangsang lambung
contoh : cabe, cuka, sambal, ketan danlain-lain.
Hindari Rokok
Makan teratur sesuai dan tepat waktu
Istirahat cukup
Menghindari stress
Minum obat bila maag kambuh, bila harus minum
obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit
kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak
mengganggu fungsi lambung.