Anda di halaman 1dari 20

Size Reduction dan Karakteristik Zat Padat

#Catatan Minggu 1 , 04 Maret 2013

Pengertian

Size Reduction adalah suatu metode cara pemecahan material (partikel) solid dengan jalan
menghubungkan secara langsung antara material (partikel) yang satu dengan yang lain. Atau bisa
didefinisikan antara partikel dengan suatu bagian alat yang digerakkan oleh mesin.

Tujuan

1. Untuk menghasilkan partikel padat dengan ukuran tertentu / menghasilkan permukaan


partikel padat yang lebih spesifik.
2. Untuk memecahkan bagian - bagian mineral atau kristal dari senyawa kimia yang
kompleks dalam ukuran tertentu

Cara yang biasa digunakan dalam Size Reduction (memecahkan partikel padat) :

1. Compression (penekanan) digunakan untuk partikel yang sangat keras, kasar, dan agak
besar
2. Impact (pemukulan) digunakan untuk partikel yang kurang besar (medium)
3. Attriction (benturan) digunakan untuk partikel yang halus dengan tujuan menghasilkan
partikel yang berbentuk powder
4. Cutting (pemotongan) digunakan untuk menghasilkan produk yang besar dan bentuk
tertentu

Ukuran Size Reduction yang komersial (material) adalah :

1. Coarse Size Reduction adalah Size Reduction untuk material yang kasar dengan ukuran
feed masuk 2 - 96 inch / lebih
2. Intermediate Size Reduction adalah Size Reduction untuk material yang sedang dengan
ukuran feed masuk 1 - 3 inch
3. Fine Size Reduction adalah Size Reduction untuk material yang halus dengan ukuran
feed 0,25 - 0,5 inch
http://mychemicaldream.blogspot.com/2013/03/size-reduction-dan-karakteristikzat.html

Size Reduction
Posted by Yakup Label: Grinding And Sizing, Size Reduction

Size Reduction

( Pengecilan Ukuran )

Artinya membagi-bagi suatu bahan padat menjadi bagian-bagian yang lebih


kecil dengan menggunakan gaya mekanis ( menekan ) diantara dua benda padat,
tumbukan pada sebuah benda padat, dan gaya geser ( menggerus ).

Contoh Industri :

Bongkahan bijih tambang dipecah sehingga menjadi ukuran yang di inginkan.

Pada industri material bahan bangunan.

Industri Plastik --> Lembaran plastik dihancurkan menjadi kubus-kubus kecil.

Industri Semen.

Industri Pupuk.

Tujuan Size Reduction adalah :


1. Meningkatkan daya larut.
2. Meningkatkan daya guna ( mempermudah dalam penggunaan bahan ).
3. Mempermudah dalam proses pencampuran bahan.
4. Mempermudah penyimpanan dan penanganan bahan padat.

Mekanisme Size Reduction

Perlakuan Dan Penaganan Partikel Padatan


Semua bentuk dan ukuran dapat ditentukan dalam padatan, sedangkan yang
terpenting dalam pandangan teknik kimia adalah pertikel-partikel kecil. Pemahaman
sifat-sifat dari massa partikel padat diperlukan dalam perencanaan proses dari
peralatan agar sesuai dengan aliran / arus yang mengandung padatan.

Sebuah partikel padatan mempunyai karakteristik dalam bentuk jika dilihat


dari ukurannya, bentuknya, density ( kerapatannya ). Partikel yang homogen
mempunyai density yang sama sebagai material curah. Partikel ini diperoleh dari
pemecahan padatan, misalnya : biji logam mempunyai density yang berbeda
dengan
bahan
curah.
Karakteristik bahan terdiri dari :
1. Tingkat kekerasan bahan.
2. Tingkat fragile ( mudah pecah ) suatu bahan.
3. Tingkat kandungan serat-serat dalam bahan.
4. Kadar cairan bahan.
http://kimia-industry.blogspot.com/2011/03/size-reduction.html
)
Laporan

Hari/tanggal

Peralatan Industri Pertanian

: Senin/ 3 Mei 2010

Asisten Praktikum :

1. Pangeran Alex S. (F34060803)


2. Dini Nur Haqiqi
(F34063370)

PERALATAN PENGECILAN UKURAN


Oleh :
Farid Abdul Qohar F34070003
Yamansyah

F34070135

2010

DEPARTEMEN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

I. PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Alat dan mesin pertanian diproduksi dengan tujuan untuk meningkatkan
kemampuan kerja dan mutu hasil olahannya sehingga dapat meningkatkan nilai
tambah dari komoditas hasil pertanian tersebut. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan hasil pertanian adalah dengan cara meningkatkan
efisiensi penanganan pascapanen. Secara ekonomis penggunaan mesin pengecil
ukuran lebih mudah dilakukan dan lebih murah jika dilakukan secara manual. Selain
itu, operasi pengecilan ukuran merupakan salah satu perlakuan pendahuluan yang
dapat mempermudah proses-proses selanjutnya.
Pengecilan ukuran merupakan salah satu proses dalam industri pengolahan
bahan pertanian. Proses ini bisa merupakan proses utama maupun operasi
pembantu dalam suatu industri. Pengecilan ukuran dapat dilakukan dengan
berbagai peralatan industri. Setiap alat ini mempunyai cara kerja masing-masing
dan menghasilkan produk dengan ukuran tertentu.
Peralatan pengecil ukuran dapat dikelompokkan menjadi mesin penghancur,
mesin penggiling, mesin penggiling sangat halus, dan mesin pemotong. Prinsip
kerja masing-masing alat di atas berbeda-beda. Aksi utama dari mesin penghancur
adalah kompresi. Mesin penggiling menerapkan pukulan dan gilingan serta kadangkadang dikombinasikan dengan kompresi. Mesin penggiling sangat halus bekerja
dengan

menerapkan

prinsip

menggunakan aksi potong.

gesekan.

Mesin

pemotong

bekerja

dengan

B. Tujuan
Tujuan pada praktikum ini adalah untuk mempelajari alat-alat pengecil
ukuran dan aplikasinya pada industri.

II. METODOLOGI
A. Alat dan Bahan
Peralatan yang digunakan selama praktikum adalah hammer mill, disc mill, multi mill,
neraca massa, dan loyang. Sedangkan bahan yang digunakan adalah kacang hijau.
B. Metodologi
Mula-mula timbang kacang hijau untuk mengetahui berat totalnya. Setelah
itu bagi kacang hijau menjadi tiga bagian dengan berat yang sama. Masing-masing
bagian kacang hijau digunakan sebagai bahan yang diolah dalam hammer mill, disk
mill, dan multi mill. Namun, karena hammer mill kehabisan solar pada motornya,
akhirnya tidak dapat digunakan. Selain itu, praktikan juga mengamati bagianbagian dari mesin pengecil ukuran.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil

Bobot awal bahan

Multi Mill

Disc Mill

0.330

0.330

0.315

0.310

(kg)
Bobot akhir bahan
(kg)

B. Pembahasan
Pengecilan

ukuran

adalah

suatu

bentuk

proses

penghancuran

dari

pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik.

Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan ukuran, yaitu
(1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2) impact atau
pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3) attrition,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4) cutting,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu (Mc.
Cabe, et. al.,1976).
Menurut Brennan et. al. (1974), pengecilan ukuran bertujuan untuk:
1. Membantu proses ekstraksi
2. Memperkecil bahan sampai dengan ukuran tertentu untuk maksud tertentu
3. Memperbesar luas permukaan bahan untuk proses lebih lanjut
4. Membantu proses pencampuran
Menurut Henderson dan Perry (1982), pada prinsipnya pengecilan ukuran
diklasifikasikan menurut produk akhir yang dihasilkan. Yang pertama adalah
pengecilan ukuran ekstrim yaitu merubah dimensi ukuran bahan secara signifikan,
misalnya penggilingan dan penggerusan. Kedua adalah pengecilan bahan yang
menghasilkan ukuran produk yang masih berdimensi besar atau nisbah produk
akhir dengan awalnya tidak terlalu signifikan, misalnya pada proses pemotongan
dan pengempaan.
Pada praktikum kali ini, peralatan pengecilan ukuran yang dibahas adalah
hammer mill, disk mill, dan multi mill Sedangkan pada praktikum peralatan yang
digunakan hanya disk mill dan multi mill. Untuk peralatan yang lainnya hanya
dijelaskan bagian-bagiannya dan prinsip kerjanya.

1. Hammer mill
Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya

akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat. Jadi selain gaya pukul
dapat juga terjadi sedikit gaya sobek.

Gambar 1. Penggiling palu (hammer mill)


Penggiling palu merupakan penggiling yang serbaguna, dapat digunakan
untuk bahan kristal padat, bahan berserat dan bahan yang agak lengket. Pada skala
industri penggiling ini digunakan untuk lada dan bumbu lain, susu kering, gula dan
lain-lain (Wiratakusumah, 1992).
Menurut Mc Colly (1955), penggunaan hammer mill mempunyai beberapa
keuntungan antara lain adalah :
1. konstruksinya sederhana
2. dapat digunakan untuk menghasilkan hasil gilingan yang bermacam-macam
ukuran
3. tidak mudah rusak dengan adanya benda asing dalam bahan dan beroperasi
tanpa bahan
4. biaya operasi dan pemeliharaan lebih murah dibandingkan dengan burr mill
Sedangkan beberapa kerugian menggunakan hammer mill antara lain adalah :
1. biasanya tidak dapat menghasilkan gilingan yang seragam

2. biaya pemasangan mula-mula lebih tinggi dari pada menggunakan burr mill
3. untuk gilingan permulaan atau gilingan kasar dibutuhkan tenaga yang relatif
besar sampai batas-batas tertentu.
Gambar potongan melintang pada hammer mill adalah sebagai berikut :

Gambar 2. Potongan melintang pada hammer mill


Menurut Smith (1955), hammer mill terdiri dari atas martil/palu yang
berputar pada porosnya dan sebuah saringan yang terbuat dari plat baja. Hasil
pertanian yang akan digiling dimasukkan melalui sebuah corong pemasukan dan
dipukul oleh suatu seri plat baja. Susunan martil/palu pada hammer mill adalah
sebagai berikut :

1...5...9....14...18
..3...7....12...16..
.2...6...10..13...17.
...4...8..11...15...

Gambar 3. Susunan alat pemukul pada hammer mill


Bagian utama dari hammer mill adalah corong pemasukan, pemukul, corong
pengeluaran, motor penggerak, alat transmisi daya, rangka penunjang dan ayakan.
Corong pemasukan
Corong pemasukan terbuat dari plat esher 1.5 mm, bagian atas dari corong
pemasukan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 350 mm x 350 mm dan bagian
bawahnya menyempit sampai 90 mm x 50 mm dengan kemiringan dinding corong
40o.
Pemukul
Pemukul terbuat dari stainless steel. Pada bagian ini terdapat lima pasang
pemukul yang juga terbuat dari bahan stainless steel. Ukuran pemukul adalah
antara 100 mm x 25 mm x 5 mm dan pada kedua sisi pemukul dibuat tajam, hal ini
bertujuan agar sisi pemukul yang satu dapat menggantikan sisi pemukul yang
sudah tumpul dengan cara membalik posisi. Pemukul dipasang dengan posisi
horizontal dengan jumlah lima pasang yang disatukan oleh empat buah poros yang
terbuat dari stainless steel dengan berdiameter 10 mm dipasang vertikal. Gambar
detail pemukul adalah sebagai berikut :
Saringan
Saringan yang digunakan pada hammer mill terbuat dari plat baja. Pada
hammer mill saringan memegang peranan penting dalam menentukan besar
ukuran butir biji-bijian, saringan dapat diganti-ganti tergantung dati besar ukuran
butir hasil gilingan yang dikehendaki.

Gambar 5. Bentuk saringan pada hammer mill


Sumber : www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg
Corong pengeluaran
Corong pengeluaran terbuat dari plat esher 1.5 mm yang berbentuk kerucut
terpancung pada posisi terbalik. Diameter corong adalah 550 mm dan diameter
bawahnya adalah 120 mm.
Ayakan
Alat ini berukuran 600 mm x 600 mm yang mana konstruksinya terbuat dari
kayu dengan bentuk seperti trapezium dan kostruksi penyangga terbuat dari plat
siku 25 mm x 25 mm x 2.5 mm dengan ukurannya sama dengan ukuran ayakan.
Posisi ayakan ini adalah miring dengan kemiringan 10 oC, ini bertujuan untuk
memudahkan gerak dari transmisi yang menggerakkan ayakan dan mempercepat
proses pengayakan.
Motor penggerak
Motor penggerak yang digunakan adalah motor listrik dengan daya dan
kecepatan putaran berturut-turut 1 hp dan 148 rpm. Motor tersebut dipasang pada
dudukan yang terbuat dari baja plat 8 mm yang berukuran 250 mm x 147 mm yang
dipasang dengan sebuah engsel. Fungsi engsel adalah jarak antara poros terhadap

motor dengan poros utama dapat diatur untuk memperoleh tegangan sabuk yang
diinginkan.
Menurut Smith (1955), tipe hammer mill dibedakan berdasarkan sifat dari gigi
penggiling yaitu gigi penggiling dapat berayun bebas pada porosnya dan gigi
penggiling tidak dapat berayun bebas pada porosnya (statis). Kedua tipe hammer
mill tersebut dalam operasinya tidak mempunyai banyak perbedaan, yang penting
diperhatikan adalah jumlah ketebalan dari gigi-gigi penggiling.
Penentuan mutu hasil giling ditentukan oleh modulus kehalusan yang
menyatakan rata-rata ukuran partikel hasil gilingan dan indeks keseragaman yang
menyatakan fraksi-fraksi kasar, sedang dan halus dari partikel hasil gilingan (Smith,
1955).
Modulus kehalusan beberapa jenis biji-bijian

Jenis biji-bijian

Hasil gilingan
Kasar

Sedang

Halus

Jagung

4.80

3.60

2.40

Kacang kedelai

4.80

3.60

2.40

Gandum

3.70

2.90

2.10

Jawawut / jelai

4.10

3.20

2.30

Angka modulus kehalusan merupakan angka hasil bagi garis tengah bahan
pada keadaan mula-mula dengan garis tengah bahan pada keadaan akhir, yang
berkisar antara 1 sampai 16.

2. Disk mill
Disc mill merupakan jenis alat pengecil bahan yang dapat menghasilkan
produk dalam ukuran sedang maupun halus, seperti kedelai, jagung kentang dan

lainnya. Alat ini digunakan untuk mengupas kulit ari, pembelah dan penghancur biji
kedelai dalm keadaan kering maupun basah.
Disk mill merupakan alat yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang
sama seperti dengan stone mill. Keduanya sama-sama memiliki dua piringan yang
dipasangkan pada sebuah shaft. Terdapat dua macam disk mill yaitu (1) disk mill
yang bergerak pada satu roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana
kedua rodanya bergerak. Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen
(stasioner) pada badan mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar
bersamaan dalam arah putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Bahan yang
akan diproses dimasukkan melalui bagian atas alat (corong pemasukan) yang
mempunyai penampung bahan. Selama proses, bahan akan mengalami gesekan
diantara kedua piringan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil dan halus (AEL,
1976). Bagian-bagian dari disc mill adalah sebagai berikut :
a. Corong pemasukan
Corong ini berfungsi untuk memasukkan biji yang akan dikupas kulit arinya
dan dihancurkan. Bagian ini dilengkapi dengan katup pemasukkan untuk
mengatur jumlah biji yang akan dikupas oleh cakram sehingga pengupasan akan
berjalan lancar.
b. Penyemprot air
Penyemprot air berfungsi untuk membantu kelancaran turun dan keluarnya
biji ke ruang pengupasan. Air akan mendorong biji agar jatuh ke ruang
pengupasan. Pada praktikum ini tidak dilakukan penyemprotan air.
c. Ruang pengupasan dan penghancuran
Ruang pengupasan berfungsi sebagai tempat mengupas dan menghancurkan
sekaligus sebagai rangka dudukan bagi landasan gesek. Ruangan ini diberi
penutup dan dibuat agak rapat agar kedelai tidak lolos keluar sebelum
mengalami pengupasan dan penghancuran.
d. Dinding penutup dan cakram

Dinding penutup dan cakram berfungsi sebagai pengupas dan penghancur biji
karena adanaya gerak putar dari cakram terhadap diniding penutup yang diam.
Biji yang terkupas dan hancur itu merupakan akibat dari efek atrisi dan kompresi
dari cakram.
e. Poros penggerak
Poros

penggerak

berfungsi

untuk

memutar

silinder

pengupas

yang

digerakkan oleh motor listrik dengan menggunakan puli dan belt sebagai
penyalur daya. Pada poros penggerak terdapat pengunci untuk mengatur jarak
antar cakram. Semakin kecil jarak antar cakram maka ukuran hasil pengolahan
akan semakin halus.
f. Corong pengeluaran
Corong pengeluaran berfungsi untuk mengeluarkan biji yang telah dikupas
dan dihancurkan yang terletak di bagian bawah silinder pengupas. Biji yang akan
pecah dan keluar dari corong ini masih bercampur dengan kulit arinya.

Gambar 2. Disc Mill


Biji kacang hijau dimasukkan ke dalam disc mill dan mengalami proses
pengecilan ukuran. Pengecilan ukuran ini terjadi pada saat bahan masuk diantara
dinding dan cakram yang jaraknya diatur terlebih dahulu sesuai dengan ukuran
yang diinginkan dan bahan juga mengalami penggerusan pada dinding granding
plate yang permukaanya kasar sehingga dihasilkan biji kacang hijau yang halus.

Setelah mengalami dua kali penggerusan maka dimensi dari biji kacang hijau pun
berubah menjadi lebih kecil dari dimensi awalnya.
Pada praktikum ini bahan berupa biji kacang hijau dimasukkan sebanyak 330
gram dihancurkan dengan menggunakan Disc Mill sehingga diperoleh biji kacang
hijau yang ukurannya lebih kecil sebanyak 310 gram. Pada saat pengecilan ukuran
dan penggerusan terjadi loss (kehilangan bahan). pada praktikum ini rendemen
yang diohasilkan adalah 90,61% dan loss kacang hijau sebesar 20 gram (9,39%).
Loss umumnya terjadi pada saat pengeluaran bahan, proses pengayakan, dan
adanya kacang hijau yang masih melekat pada alat penghancur. Adanya loss ini
menyebabkan berat akhir menjadi sedikit.

3. Multi mill
Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi
yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang digunakan
mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi berujung tumpul.
Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi yang mana yang
akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan untuk berbagai jenis
bahan sehingga disebut multi mill.

Gambar multi mill

Pada pengamatan didapatkan bahwa pada alat tersebut terdapat suatu rotor
yang terdapat potongan besi yang memiliki dua ujung, lancip dan tumpul. Besi yang
digunakan berbeda dengan hammer mill dimana hammer mill arah putaran vertikal
sedangkan pada multi mill arah putaran horizontal sehingga bahan dihancurkan
beberapa kali karena rotor sendiri terdiri dari beberapa lapis batangan besi.
Berikutnya dengan gaya sentrifugal hasil putaran rotor maka bahan didorong
menuju dinding yang telah dilengkapi saringan agar hasil yang keluar seragam.
Multi mill dapat digunakan untuk berbagai macam bahan. Pada industri multi
mill ini digunakan dalam aplikasi penepungan basah dan kering, serta pembubukan.
Industri yang sering menggunakan alat ini adalah industri farmasi, kimia, kosmetik,
keramik, indsutri serta industri pangan. Multi mill juga ditemukan pada pembuatan
pestisida, pupuk, detergen, insektisida, plastik, dan industri resin.
Spesifikasi alat yang didapat dari penyedia alat adalah sebagai berikut

Technical Specifications :

Output

Motor

Perforated Screen Hole


Dia

Ukuran mesh

50 - 200 kg / hr depending on product &


reduction
3hp / tefc / 1440 rpm / 440v / 50 hz / 3 ph /
AC

0.25 ,0.5,1,1.5,2,3,4,5,6,7,8,10,15,20,25 mm

4,6,8,10,12,14,16,20,24,30,40,50,60,80,100
mm

Diameter rotor

250 mm

Kecepatan Putar

750 / 1500 /2000 / 3000 rpm

12 nos with knife, impact edges & 2 scrapper

Pemukul

blades

Dimension saringan

260 mm dia x 135 height

tinggi Charging

1445 mm

Discharging Height

730 mm

Dimensi total

870 x 965 x 1630 ( h ) mm

Pada

pengamatan

saat

praktikum

multi

mill

dipraktikkan

untuk

menghancurkan kacang hijau sebanyak 330 gram. Begitu dimasukkan multi mill
bersuara keras yang menunjukkan bahan tersebut sedang diproses. Hampir
seketika itu juga keluar bubuk kacang hijau dari multi mill. Sebagian besar bubuk
mampu tertampung di wadah, namun ada beberapa bubuk yang bertebangan yang
mengakibatkan loss pada hasil akhir.
Berat tepung yang dihasillkan adalah 315 gram, sehingga terdapat loss
sebanyak 15 gram. Rendemen yang dihasilkan adalah 95,45%, sedangkan lossnya
sebesar 4,55%.

IV. PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengecilan

ukuran

adalah

suatu

bentuk

proses

penghancuran

dari

pemotongan bentuk padatan menjadi bentuk yang lebih kecil oleh gaya mekanik.
Terdapat empat cara yang diterapkan pada mesin-mesin pengecilan ukuran, yaitu
(1) kompresi, pengecilan ukuran dengan tekstur yang keras; (2) impact atau
pukulan, digunakan untuk bahan padatan dengan tekstur kasar; (3) attrition,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan tekstur halus dan; (4) cutting,
digunakan untuk menghasilkan produk dengan ukuran dan bentuk tertentu

Hammer mill merupakan aplikasi dari gaya pukul (impact force). Prinsip kerja
hammer mill adalah rotor dengan kecepatan tinggi akan memutar palu-palu
pemukul di sepanjang lintasannya. Bahan masuk akan terpukul oleh palu yang
berputar dan bertumbukan dengan dinding, palu atau sesama bahan. Akibatnya
akan terjadi pemecahan bahan. Proses ini berlangsung terus hingga didapatkan
bahan yang dapat lolos dari saringan di bagian bawah alat.
Terdapat 2 fungsi kerja disk mill yaitu (1) disk mill yang bergerak pada satu
roda dan roda lainnya stasioner dan (2) disk mill dimana kedua rodanya bergerak.
Pada keadaan pertama, satu piringan terpasang permanen (stasioner) pada badan
mesin. Sedangkan pada keadaan kedua, piringan berputar bersamaan dalam arah
putaran yang berlawanan satu dengan lainnya. Rendemen kacang hijau yang
dihasilkan sebesar 90,61% dan loss bahan sebesar 9,39%.
Multi mill bekerja dengan impact. Sama seperti hammer mill impact dilakukan
cara menghantam bahan dengan padatan, yang biasanya berupa besi, sehingga
momentum yang terdapat pada pergerakan besi tersebut dapat memecah ikatan
antara padatan bahan. Perbedaan hammer mill dengan multi mill terletak pada besi
yang digunakan untuk menghantam bahan. Pada multi mill besi yang digunakan
mempunyai dua sisi, salah satu sisi berujung runcing dan satu sisi berujung tumpul.
Putaran alat pun dapat dirubah-rubah sesuai dengan ujung besi yang mana yang
akan digunakan. Dengan alat seperti ini maka dapat digunakan untuk berbagai
jenis bahan sehingga disebut multi mill. Rendemen yang dihasilkan adalah sebesar
95,45% sedangkan lossnya sebesar 4,55%.

B. Saran
Adanya kekurangan persiapan dari peralatan praktikum seperti habisnya
bahan bakan dari hammer mill, sehingga tidak bisa dinyalakan selama praktikum.
Selain itu telatnya penyampaian bahan praktikum sehingga beberapa praktikan
tidak bisa belajar sebelum praktikum. Mohon saran ini untuk diperhatikan.

DAFTAR PUSTAKA

AEL.

1976.

Schort-und

Mischanlagen

im

Landwirtschaftlichen

Betried.

Arbeitsgemeinschaft fur Electrizitatsanwendung in der Landwirtschaft e. V.,


Heft 7.
Brennan, J.G., J.R. Butlers, N.D. Cowell, dan A.E.V. Lilly. 1974. Food

Engineering

Operations. Applied Science Publisher. Essex.


Henderson, S.M. dan R.L. Perry. 1982. Agricultural Process Engineering. The

AVI

Publishing Company, Inc. Westport.


McCabe, W.L. dan J.C. Smith. 1976. Unit Operations of Chemical Engineering.
McGraw Hill, Inc. Tokyo.
Mc Colly and J.W. Martin. 1955. Processing Agricultural Engineering. Mc Graw- Hill
Book Co., New York.
Smith, H.P. 1955. Farm Machinery and Equipment. Mc Graw-Hill Book Co., Inc.
Fourth Edition, New York
Wiratakusumah, Aman. 1992. Peralatan dan Unit Proses Industri Pangan.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jenderal Perguruan
Tinggi. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

www.ivd.uni-stuttgart.de/bilder/maier/hm_gr.jpg