Anda di halaman 1dari 13

Diagnosa Keperawatan

1. Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan


sekunder (penurunan hemoglobin leukopenia atau penurunan granulosit (respon inflamasi
tertekan).
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk
mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan / absorpsi nutrisi yang diperlukan
untuk pembentukan sel darah merah.
3. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang
diperlukan untuk pengiriman oksigen /nutrisi ke sel.

J. Intervensi dan rasional


1. Risiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya pertahanan
sekunder (penurunan hemoglobin leukopenia atau penurunan granulosit (respon inflamasi
tertekan).
a. Tujuan

Infeksi tidak terjadi.


b. Kriteria Hasil

Mengidentifikasi perilaku untuk mencegah / menurunkan risiko infeksi dan meningkatkan


penyembuhan luka.
c. Intervensi

1) Anjurkan pasien untuk mencuci tangan.


2) Berikan perawatan kulit, perianal dan oral.
d. Rasional

1) Mencegah kontaminasi mikroorganisme.


2) Menurunkan risiko kerusakan kulit, jaringan atau infeksi.
2. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang
diperlukan untuk pengiriman oksigen /nutrisi ke sel.
a. Tujuan

Peningkatan perfusi jaringan.

b. Kriteria Hasil

Penunjukkan perfusi adekuat, misalnya tanda vital stabil.


c. Intervensi

1) Awasi tanda vital kaji pengisian kapiler, warna kulit /membran mukosa, dasar kuku.
2) Tinggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi.
d. Rasional

1) Memberikan informasi tentang derajat/keadekuatan perfusi jaringan dan membantu


menetukan kebutuhan intervensi.
2) Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan seluler.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk
mencerna atau ketidak mampuan mencerna makanan / absorpsi nutrisi yang diperlukan
untuk pembentukan sel darah merah.
a. Tujuan

Kebutuhan nutrisi terpenuhi.


b. Kriteria Hasil

1) Menunujukkan peningkatan / mempertahankan berat badan dengan nilai laboratorium


normal.
2) Tidak mengalami tanda mal nutrisi.
3) Menununjukkan perilaku, perubahan pola hidup untuk meningkatkan atau mempertahankan
berat badan yang sesuai.
c. Intervensi

1) Kaji riwayat nutrisi, termasuk makan yang disukai.


2) Observasi dan catat masukan makanan pasien.
3) Timbang berat badan setiap hari.
4) Berikan makan sedikit dengan frekuensi sering atau makan diantara waktu makan.
d. Rasional

1)
Mengidentifikasi defisiensi, mengawasi masukkan kalori atau kualitas kekurangan
konsumsi makanan.
2)

Memudahkan intervensi.

3)

Mengawasi penurunan berat badan.

4)

Menurunkan kelemahan, meningkatkan pemasukan nutrisi.

K. Evaluasi
Evaluasi adalah perbandingan yang sistemik atau terencana tentang kesehatan pasien dengan
tujuan yang telah ditetapkan dengan melibatkan pasien, keluarga dan tenaga kesehatan lainnya
(Lynda Juall Capenito, 1999:28).
Evaluasi pada pasien dengan diagnose medis anemia adalah :
1. Infeksi tidak terjadi.
2. Kebutuhan nutrisi terpenuhi.
3. Peningkatan perfusi jaringan.
BAB III
TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian
1. Biodata Pasien
a. Identitas Pasien

Nama : Tn. H
Umur : 80 tahun
Jenis kelamin : Laki laki
Status perkawinan : Kawin
Agama : Islam
Suku : Sunda
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
No. Registrasi : 0182
Diagnosa medis : Anemia
Tanggal masuk Rumah Sakit: 12 Februari 2014, Rabu
Tanggal Pengkajian : 13 Februari 2014, Kamis
Alamat : Kp. Cipanengah RT 01 / RW 06, Kecamatan Gunung Tandala Kawalu

b. Identitas Penanggungjawab

Nama : Tn. A
Umur : 35 tahun
Jenis kelamin : Laki laki
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Buruh
Hubungan dengan pasien : Anak
Alamat : Kp. Cipanengah RT 01 / RW 06, Kecamatan Gunung Tandala Kawalu.
2. Keluhan Utama
Pasien mengatakan sakit kepala (pusing).
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada tanggal 13 Februari 2014, Kamis, pukul 08.30 WIB, pasien mengeluh mual, muntah
muntah, lemah, lemas, pusing pada pagi hari Pusing dirasakan setelah beraktivitas mencangkul
padi, pusing yang dirasakan pada bagian depan atas. Skala nyeri: 3 (nyeri sedang).
4. Riwayat Jesehatan Dahulu
Keluarga pasien mengatakan pasien pernah mengalami penyakit yang dialami sekarang sebelum
masuk ke Rumah Sakit.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga pasien mengatakan tidak memiliki penyakit keturunan seperti diabetes militus, penyakit
jantung, struk, hipertensi.

B. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan Umum
Pasien tampak bersih
2. Tingkat Kesadaran
Apatis
3. Tandatanda Vital
a. Tekanan darah : 120 / 60 mmHg
b. Nadi : 85 x / menit
c. Pernafasan : 28 x / menit
d. Suhu : 36,2 0 C

4. Berat Badan dan Tinggi Badan


Berat badan dan tinggi badan telah dikaji namun keluarga pasien tidak tahu dan pasien tidak
bersedia untuk dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan.
5. Pemeriksaan Head to Toe
a. Kepala/rambut
Simetris, warna rambut hitam dan beruban, terlihat rapi, penyebaran rambut merata, tidak ada
nyeri tekan, tidak ada benjolan, rambut tampak bersih.
b. Mata
Simetris, penglihatan tidak tajam, konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik, tampak bersih.
c. Telinga
Simetris, tampak bersih, pendengaran kurang tajam, tidak ada perdarahan, tidak ada serumen.
d. Hidung
Simetris, tampak bersih, tidak ada benjolan, penciuman normal, tidak ada sekret, tidak ada
kotoran, tidak ada luka, ada bulu hidung, tidak ada perdarahan.
e. Mulut
Simetris, gigi tidak lengkap, tidak bau mulut, tidak kotor, warna bibir sedikit merah.
f. Leher
Simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tampak bersih, tidak ada jaringan parut, tidak ada
lesi.
g. Dada (paru paru dan jantung)
Bentuk dada simetris, bunyi jantung regular, nafas cepat, tidak ada penumpukan cairan pada
pleura.
h. Ketiak
Simetris, bersih, tidak ada benjolan, tidak ada kemerahan, tidak ada pigmentasi.
i. Perut
Simetris, tidak ada busung, tidak obesitas, bentuk perut datar, tidak ada penumpukan cairan.
j. Genetalia
Tidak ada keluhan maupun kelainan.
k. Kulit dan kuku
Kulit keriput, kering, warna kulit kuning langsit, kuku dan kulit tampak bersih.

l. Ekstermitas atas
Simetris, ada nyeri tekan pada tangan kiri karena terpasang infus, tidak ada kelainan, agak lemah.
Kekuatan otot : 4 3
m. Ekstermitas bawah
Simetris, tidak ada nyeri tekan, tampak bersih.
Kekuatan otot : 4 4

C. Aktiftas Sehari-hari
No.

1.

Aktivitas

Sebelum sakit

Sesudah saki

1) Jenis

Nasi

D5

2) Frekuensi

2x / 3x sehari

Belum makan

3) Porsi

1 porsi habis

Tidak ada

4) Keluhan

Tidak ada

Ada

1) Jenis

Air putih / kopi

Air putih

2) Frekuensi

4x / hari

1 gelas

3) Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

Nutrisi
a. Makan

b.

2.

Minum

Eliminasi
a. BAK

1) Frekuensi

4x / hari

2x

2) Warna

Kuning / putih

Kuning

3) Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

1) Frekuensi

1x / hari

Belum

2) Warna

Kuning khas

Tidak ada

3) Konsistensi

Lembek

Tidak ada

4) Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

b. BAB

3.

Personal higiene

a.

Mandi

2x / hari

1x

b.

Gosok gigi

2x / hari

Belum

c.

Keramas

3x / minggu

Belum

1) Frekuensi

8 jam

4 jam

2) Keluhan

Tidak ada

Ada

4.

Istirahat dan tidur


a. Malam

b. Siang

5.

1) Frekuensi

2 jam

Belum

2) Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

Tani / mencangkul

Istirahat

Tidak ada

Ada

Mobilisasi dan aktivitas

a.

Jenis aktivitas

b.

Keluhan

D. Data penunjang
1. Pemeriksaan laboratorium
Gula darah sewaktu: 144,0
Faal ginjal(kreatinin): 1,38 *
Faal hati: SGOT 52,5 *
SGPT: 74,6 *
2. Terapi
Infus D5
Obat injeksi :
Levofioksan 11
Pantoprazol 11
Kalneks 31

E. Analisa Data
No.

1.

Data

Etiologi

Masalah

Ds : Pasien mengatakan pusing pada Kekurangan jumlah sel darah merah


bagian depan atas kepala.
didalam tubuh
Gangguan rasa nyaman ny
Pengangkutan sel darah merah ke
seluruh tubuh tidak

Do : Pasien tampak meringis


kesakitan, mengeluh, tampak tidak
nyaman pada sakit pada kepalanya,
skala nyeri : 3 (nyeri sedang).

Ds : Pasien mengatakan belum


makan, lemas, mengeluh mual.
2.

optimalSedangkan sel darah merah


diperlukan untuk mengangkut
oksigen ke dalam otak
Sehingga suplai oksigen ke dalam
otak pun berkurang
Sakit kepala (pusing)
Gangguan rasa nyaman nyeri
Mual
Mual dapat merangsang output dari
dalam tubuh
Muntah muntah

Do : Pasien tampak mual dan muntah


muntah, lemas, muka pucat.

Gangguan pemenuhan
kebutuhan nutrisi

Tubuh kekurangan nutrisi


Intek tidak terpenuhi
Gangguan pemenuhan kebutuhan
nutrisi
Tangan kiri dipasang infus

Ds : Pasien mengatakan lemah, lemas.


3.

Do : pasien tidak bisa beraktivitas


dengan leluasa karena badanya lemah,
tangan kiri tidak bisa digerakan
dengan bebas karena terpasang infus.

Tangan kiri tidak dapat bergerak


bebas dengan leluasa
Gangguan aktivitas

Keterbatasan dalam melakukan


aktivitas
Gangguan aktivitas

F. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul menurut prioritas masalah


1.

Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan berkurangnya pengangkutan sel darah
merah ke seluruh tubuh.

2.

Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan dengan mual dan muntah.

3.

Gangguan aktivitas berhubungan dengan terpasang infus pada tangan kiri.

G. INTERVENSI, IMPLEMENTASI, EVALUASI


Diagnosa keperawatan
No.

Tujuan

Intervensi
Perencanaan

Implem
Rasional

13 Februa
Kamis, pu
WI

Mengo
tanda ta
dengan

Gangguan rasa nyaman


nyeriberhubungan dengan
berkurangnya
pengangkutan sel darah
merah ke seluruh tubuh.

1.

Setelah dilakukan
Ds : Pasien mengatakan tindakan keperawatan
pusing pada bagian depan
selama 30 menit
atas kepala.
diharapkan tanda tanda
vital normal kembali,
nyeri pada kepala dapat
Do : Pasien tampak
berkurang dan hilang.
meringis kesakitan,
mengeluh, tampak tidak
nyaman pada sakit pada
kepalanya, skala nyeri : 3
(nyeri sedang).

Mengobservasi
tanda tanda vital tekanan da
80 mm
dapat membantu
dalam menentukan
diagnosa keperawatan nadi : 85x
dan dapat
memberikan tindakan pernafasa
keperawatan dengan
me
Observasi tanda
tepat.
tanda vital
suhu : 3
Relaksasi dapat
Relaksasi
mengurangi rasa nyeri Mempo
pada kepala, tidak
pasien den
Distraksi
memperparah nyeri.
dan ny
membe
Distraksi dapat
lingkung
memberikan
tenang, m
ketenangan pada
pengun
pasien, sehingga
menganjurk
pasien tidak fokus
beristiraha
pada nyeri.
tena

Menga
pasien untu
nafas secara
memotiva
untuk s
kemb

2.

Gangguan pemenuhan
Pasien mampu
Beri nutrisi
Membantu rencana
Berkol
kebutuhan nutrisi
menghabiskan 1 porsi
diet untuk memenuhi
dengan a
berhubungan dengan mual
makan, kebutuhan
dalam mem
Beri minum air kebutuhan nutrisi
dan muntah.
nutrisi terpenuhi,
pasien.
makanan y
hangat (cairan)
mempertahankan
dengan ke
keseimbangan berat
pasi
Ds : Pasien mengatakan
Air hangat dapat
Beri makan
belum makan, lemas, badan yang sesuai, tidak sedikit tapi sering
merangsang

lemah, mengeluh mual.


Do : Pasien tampak mual mual dan tidak muntah
muntah.
dan muntah muntah,
lemas, lemah, muka pucat,
konjungtiva anemis.

Gangguan aktivitas
berhubungan dengan
terpasang infus pada
tangan sebelah kiri.

3.

kenyamanan perut
agar tidak merasa
mual dan muntah
muntah.
Memberik
air ha
Meningkatkan
energi dan
Memberik
mengurangi
sedikit tap
pengeluaran
energiyang
berlebihan.

Menganj
Anjurkan dan
mengajark
ajarkan pasien
Menghindari
pasien
untuk melakukan terjadinya kekakuan
melakukan
gerakan ringan
otot otot pada
ringan pad
Ds : Pasien mengatakan
pada tangan yang tangan yang terpasang
yang terpas
lemah.
infus.
Pasien dapat melakukan terpasang infus.
gerakan ringan dengan
Menga
Do : pasien tidak bisa
baik.
Anjurkan pasien
menghindari
pasien
beraktivitas dengan
untuk melakukan terjadinya kekakuan
melakukan
leluasa karena badanya
gerakan ringan pada ekstermitas atas
ringan
lemah, tangan kiri tidak
pada ekstermitas
dan bawah.
ekstermita
bisa digerakan dengan
atas dan bawah.
baw
bebas karena terpasang
infus.

BAB IV
PEMBAHASAN

Dalam pembahasan asuhan keperawatan pada Tn. H dengan diagnosamedis anemia di ruang
perawatan umum Rumah Sakit Islam Hj. Siti Muniroh Tasikmalaya, pada tanggal 13 Februari
2014 melalui pendekatan kesengajaan secara teori dan kenyataan di lapangan, pembahasan
dibahas melalui langkah langkah keperawatan sebagai berikut:
A. Pengkajian
Penulis dapat melakukan pengkajian pada pasien dengan diagnosa medis anemia yang dapat
meliputi identitas pasien,identitas penanggung jawab.
B. Diagnosa Keperawatan
Menurut tinjauan analisa data pada diagnosa keperawatan terdapat beberapa masalah di
antaranya:
1. Gangguan rasa nyaman nyeri
2. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi
3. Gangguan aktivitas
4. Intervensi
Penulis dapat menyusun rencana tindakan keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
yang muncul, situasi dan kondisi didukung oleh sikap keluarga dan pasien yang kooperator.
Perencanaan berdasarkan teori yang diperoleh dari beberapa literatur yang mendukung.
C. Intervensi
Penulis dapat menyusun rencana tindakan keperawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan
yang muncul, situasi dan kondisi didukung oleh sikap keluarga dan pasien yang kooperator.
Perencanaan berdasarkan teori yang diperoleh dari beberapa literatur yang mendukung.
E. Implementasi
Pada tahap ini penulis melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan perencanaan yang telah
disusun sebelumnya. Banyak faktor yang mendukung terlaksananya implementasi keperawatan
diantaranya peran keluarga yang mendukung, tersedianya alat alatserta adanya bimbingan dari
perawat ruangan, pembimbing akademik, serta adanya peran dokter yang menentukan diagnosa
medis.
F. Pelaksanaan
Tindakan keperawatan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan dan melibatkan
kerjasama pasien, keluarga dan tim kesehatan yang lain dengan menggunakan sarana dan

prasarana yang disediakan oleh institusi pendidikan SMK Bhakti Kencana Ciawi dan Rumah
Sakit Islam Hj. Siti Muniroh Tasikmalaya.
E. Evaluasi
Penulis dapat mengevaluasi keadaan pasien dan tindakan keperawatan selanjutnya setelah
dilakukan implementasi. Evaluasi terdiri dari subjektif, berdasarkan apa yang dikatakan oleh
pasien, objektif, berdasarkan pengamatan terhadap keadaan pasien.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya hitungan sel darah merah dan kadar
hemoglobin dan hematokrit dibawah normal (Smeltzer, 2002 : 935). Anemia adalah
berkurangnya hingga dibawah nilai normal sel darah merah, kualitas hemoglobin dan volume
packed red bloods cells (hematokrit) per 100 ml darah (Price, 2006 : 256).

B. Saran
Kesehatan adalah harta yang paling penting dalam kehidupan kita, maka dari itu selayaknya kita
menjaga kesehatan dari kerusakan dan penyakit.Dengan cara pola hidup yang sehat dapat
mencegah penyakit anemia, hidup terasa lebih nyaman dan indah dengan melakukan pencegahan
terhadap penyakit anemia dari pada kita sudah terkena dampaknya.
DAFTAR PUSTAKA
1. Doenges, Marilynn E, dkk, 2000, rencana asuhan keperawatan, edisi 3, EGC. Jakarta.
2. Wikjnjo Sastro Hanifa, 2002, ilmu kebidanan, yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo,
Jakarta.
3. Mansjoer, dkk, 2001, kapita selekta kedokteran jilid I, media aesculapius fakultas universitas
indonesia, Jakarta.
4. Tucker susan martin, dkk, 1999, standar perawatan pasien, proses keperawatan, diagnosis dan
evaluasi, edisi V, Vol IV, EGC Jakarta.