Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

Teori dan Perilaku Organisasi

Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian

Disusun Oleh:
Ridwan

1143310006

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH


FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK
2015

Kata Pengantar
Puji dan syukur kita haturkan ke hadirat Allah SWT. yang telah memberikan
izin dan kekuatan kepada penyusun, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini
dengan judul Konsep Dasar Perilaku Keorganisasian. Meskipun banyak
hambatan yang dialami dalam proses pengerjaannya, tapi penyusun berhasil
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun karya tulis ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun guna sempurnanya makalah ini. Penyusun berharap semoga
karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penyusun khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya.

Pontianak, 30 Maret 2016

Penyusun

ii

Daftar Isi
Kata Pengantar ........................................................................................................ ii
Daftar Isi ................................................................................................................ iii
A. Pendahuluan .................................................................................................... 1
B. Pengertian dan Unsur-Unsur Organisasi ......................................................... 1
1.

Unsur-Unsur Organisasi ............................................................................... 2

C. Pengertian Perilaku Keorganisasian ................................................................ 3


D. Tingkat Analisis dalam Perilaku Keorganisasian ............................................ 5
E.

Karakteristik Perilaku Keorganisasian ............................................................ 5

F.

Sejarah Perilaku Keorganisasian ..................................................................... 6

G. Tujuan Mempelajari Prilaku Keorganisasian .................................................. 8


H. Penutup ............................................................................................................ 8
Daftar Pustaka ......................................................................................................... 9

iii

A. Pendahuluan
Akhir-akhir ini perkembangan perilaku organisasi semakin terasa
kemajuannya bahkan telah menjadi sesuatu hal yang ramai dibicarakan orang.
Bukan saja di kalangan akademisi tetapi para politisi dan para birokrasi pun
berbicara tentang perilaku organisasi. Ini disadari karena di samping perilaku
organisasi ini harus dipahami, juga persoalan-persoalan organisasi yang cenderung
semakin ruwet, ditambah pula berbagai persoalan-persoalan manusia dengan
berbagai karakter dan perilaku berlanjut menjadi tantangan utama yang sering
dihadapi oleh setiap pimpinan organisasi, baik orgnaisasi pemerintah maupun
organisasi swasta dewasa ini. Oleh sebab itu seorang pimpinan atau para calon
manajer sangat dituntut peranannya untuk bagaimana memahami perilaku
organisasi agar dapat menyeimbangi perkembangan zaman yang semakin hari
menuntut kita untuk semakin cerdas.

B. Pengertian dan Unsur-Unsur Organisasi


Menurut Ernest Dale, organisasi adalah suatu proses perencanaan yang
meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola
hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok. Sedangkan menurut
Cyril Soffer, organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing
diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian di mana pekerjaan itu
diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa
bentuk hasil (Subki dan Jauhar 2013:3).
Sedangkan menurut para ahli lain tentang definisi organisasi yang tertulis
dalam Dasar-Dasar Perilaku Organisasi yang ditulis oleh Supardi dan Saiful
Anwar (2004:4-5) adalah sebagai berikut:
1. Prof. James Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap kerja sama manusia untuk pencapaian
tujuan bersama.
2. John Pfiffner & S. Owen Lane

Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang dilaksanakan oleh


orang-orang, atau kelompok-kelompok dengan kekuasaan yang diperlukan
untuk pelaksanaan itu, sehingga kewajiban yang dilaksanakan demikian itu
memberikan salauran-saluran yang terbaik bagi penyelenggaraan usaha
yang efisien, teratur, positif dan dikoordinasikan.
3. Chester I Bernard
Organisasi adalah suatu sistem kegiatan kerjasama dari dua orang atau
lebih, sesuatu yang tidak terwujud dan tidak bersifat perseorangan sebagian
besar mengenai hal hubungan-hubungan.
4. G.R. Terry
Organisasi berasal dari perkataaan organisme yaitu suatu struktur dengan
bagian-bagian yang demikian diintegrasi hingga hubungan mereka satu
sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan. Jadi
sebuah organisasi terdiri dari dua bagian pokok yaitu: (1) Bagian-bagian dan
(2) Hubungan-hubungan.
5. John M. Gaus
Organisasi adalah tata hubungan antara orang-orang untuk dapat
memungkinkan terjapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas
dan tanggung jawab.
Jadi secara umum dari sekian banyak definisi tentang organisasi penulis
sendiri dapat menyimpulkan bahwa organisasi adalah kumpulan orang-orang yang
yang berkumpul untuk saling bekerja sama demi mencapai tujuan bersama dengan
pembagian tugas masing-masing dan saling bertanggungjawab dengan tugas yang
dibebankan padanya.
1. Unsur-Unsur Organisasi
Nawawi (dalam Tahir 2014:22) memaparkan bahwa pada dasarnya
organisasi memiliki 4 (empat) unsur pokok sebagai berikut:
a. Manusia
Unsur ini dari segi jumlah terdiri dari dua orang atau lebih.

b. Filsafat
Manusia yang menghimpun diri dalam organisasi, dengan hakekat
kemanusiaannya, menjalani kehidupan bersama berdasarkan filsafat yang sama,
sehingga memungkinkan terwujudnya kerjasama.
c. Proses
Organisasi sebagai perwujudan interaksi antar manusia yang menghasilkan
kerjasama, tidak pernah berhenti selama manusia berhimpun didalamnya. Oleh
sebab itu kerjasama tersebut sebagai kegiatan yang berlangsung sebagai proses.
d. Tujuan
Organisasi didirikan manusia adalah karena kesamaan kepentingan, baik
dalam rangka mewujudkan hakekat kemanusiannya maupun secara berkelanjutan
untuk memenuhi kebutuhannya.
Ini berarti bahwa dalam setiap organisasi selalu ada atau beberapa orang
yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan sejumlah orang yang
bekerjasama tadi dengan segala aktivitasnya. Dalam banyak hal orang yang
bertanggung jawab tadi juga harus mengkoordinasikan aneka ragam kegiatan
sekumpulan orang yang lazimnya mempunyai kepentingan yang berbeda.
Ketentuan yang seharusnya disetujui bersama, sering tidak diketahui oleh
semuanya dan malah mungkin terpaksa disetujui.

C. Pengertian Perilaku Keorganisasian


Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang
perilaku tingkat individu dan tingkat kelompok dalam suatu organisasi serta
dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun
organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai studi tentang organisasi. Studi
ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi,
dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik,

antropologi dan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah
studi tentang sumber daya manusia dan psikologi industri.1
Menurut Thoha (dalam Tahir 2014:28) Perilaku Organisasi adalah suatu
studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi
atau suatu kelompok tertentu. Ia meliputi aspek yang ditimbulkan dari pengaruh
organisasi terhadap manusia demikian pula aspek yang ditimbulkan dari pengaruh
manusia terhadap organisasi. Tujuan praktis dari penelaahan studi ini adalah untuk
mendeterminasi bagaimanakah perilaku manusia itu mempengaruhi usaha
pencapaian tujuan-tujuan organisasi.
Dalam perspektif sistem pengendalian manajemen, Sokarno (dalam Tahir
2014:28) mengemukakan bahwa perilaku organisasi merupakan crucial untuk
dapat memahami, menjelaskan, memperkirakan dan mempengaruhi/mengubah
perilaku manusia yang terjadi di organisasi tempat kerja. Pengertian ini
mengandung tiga unsur pengertian yaitu 1) perilaku organisasi mencermati tingkah
laku yang kasat mata, seperti diskusi dengan teman kerja, mengoperasikan
komputer, menyusun laporan; 2) perilaku organisasi mempelajari tingkah laku
manusia sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok organisasi; 3)
perilaku kelompok juga menganalisis perilaku kelompok dan organisasi sendiri.
Gito Sudarmo (dalam Tahir 2014:30) juga memberikan defenisi bahwa
perilaku keorganisasian adalah merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang
interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara sistematis tentang
perilaku, struktur dan proses di dalam organisasi.
Berbagai definisi yang disampaikan oleh para ahli di atas sudah cukup
menjelaskan dengan gamblang tentang pengertian perilaku organisasi.

https://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_organisasi (Diakses 30 Maret 2015)

D. Tingkat Analisis dalam Perilaku Keorganisasian


Kejadian-kejadian atau permasalahan yang terjadi dalam perilaku
organisasi dapat dianalisis dari tiga tingkatan analisis, yaitu: tingkat individu,
kelompok dan organisasi.
1. Pada tingkat individu, kejadian yang terjadi dalam organisasi dianalisis
dalam hubungannya dengan perilaku seseorang dan interaksi kepribadian
dalam suatu situasi. Masing-masing orang dalam organisasi memiliki sikap,
kepribadian, nilai dan pengalaman yang berbeda-beda yang mempengaruhinya dalam berperilaku.
2. Pada tingkat kelompok, perilaku anggota kelompok dipengaruhi oleh
dinamika anggota kelompok, aturan kelompok, dan nilai-nilai yang dianut
oleh kelompok.
3. Pada tingkat organisasi, kejadian-kejadian yang terjadi dalam konteks
struktur organisasi, struktur dan posisi seseorang dalam organisasi
membawa pengaruh pada setiap interaksi sosial dalam organisasi.
Selain itu faktor lingkungan eksternal juga memiliki pengaruh yang kuat
pada masing-masing tingkatan analisis. Misalnya rendahnya produktivitas,
karyawan yang malas/tidak masuk kerja. Kelambanan dalam penyelesaian konflik,
dan dipihak lain banyaknya desakan faktor lingkungan yang mempengaruhi
efektivitas organisasi, seperti: tuntutan konsumen akan produk yang berkualitas
tinggi, persaingan yang bersifat global, fluktuasi ekonomi, tuntutan gaya hidup dll.

E. Karakteristik Perilaku Keorganisasian


Menurut David A. Nadler (1970) sebagaimana dikemukakan oleh Anoraga
(dalam Tahir 2014:31-32) bahwa perilaku manusia adalah sebagai suatu fungsi dari
integrasi antara person atau individu dengan lingkungannya. Sebagai gambaran dari
pemahaman ungkapan ini, misalnya seorang tukang parkir yang melayani
memparkir mobil, seorang tukang pos yang menyampaikan surat-surat ke alamat,
dan juga seorang manajer di kantor yang membuat keputusan. Berbagai karakter
yang diperlihatkan oleh individu sesuai dengan jabatanya tentunya akan berbeda-

beda. Dan perilakunya adalah ditentukan oleh masing-masing lingkungannya yang


memang berbeda.
Karakter yang dibawa individu ke dalam tatanan organisasi kemampuan,
kepercayaan pribadi, pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya. Ini
semuanya adalah karakteristik yang dipunyai individu, dan karakteristik ini akan
dibawa olehnya manakala ia akan memasuki sesuatu lingkungan baru, yakni
organisasi atau lainnya. Organisasi yang juga merupakan suatu lingkungan bagi
individu mempunyai karakteristik pula. Adapun karakteristik yang dipunyai
organisasi antaranya keteraturan yang diwujudkan dalam susunan hirarki,
pekerjaan-pekerjaan, tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab, sistem
penggajian (reward system), sistem pengendalian dan lain sebagainya. Jikalau
karakteristik individu terintegrasi dengan karakteristik organisasi maka akan
terwujudlah perilaku individu dalam organisasi. Ungkapan pengertian di atas dapat
dirumuskan dengan formula sebagai berikut:
P = F(I,L)
Keterangan :
P : Perilaku

I : Individu

F : Fungsi

L : Lingkungan.

Ungkapan tersebut dapat dibaca sebagai berikut: Perilaku adalah suatu


fungsi dari integrasi antara seorang individu dengan lingkungannya Dengan kata
lain bahwa ketika seseorang individu berinteraksi dengan lingkungannya, maka
disitulah awal terbentuknya perilaku secara langsung. Demikian pula individu
dengan organisasi tidak jauh berbeda dengan pengertian ungkapan tersebut.
Keduanya baik individu maupun organisasi dengan karakternya masing-masing
terintegrasi maka akan menimbulkan perilaku individu dalam organisasi.

F. Sejarah Perilaku Keorganisasian


Minat untuk mempelajari perilaku manusia sebenarnya bisa ditelusuri sejak
dari awal periode sejarah. Hal ini dapat kita jumpai dari buah karya filosof Yunani

Plato, dimana filosof ini membagi jiwa manusia menjadi 3 bagian, yakni ;
Philosopic (filsafat), keinginan untuk mencapai ilmu pengetahuan, Sprited
(ambisi), aspek jiwa manusia yang berusaha untuk mencari kekuasaan dan ambisi
dan Appetite (nafsu makan), suatu keinginan manusia untuk memenuhi selera
seperti makann, minum, seks dan uang. (the philosophie, the ambitious, and the
lovers of gain. Dari konsep filosifi di atas, Plato menggolongkan manusia atas tiga
tipe yakni, filosofis, ambisius, dan pencinta keberuntungan (dalam Tahir 2014 : 4).
Sejarah perilaku keorganisasian mengalami perkembangan-perkembangan
sesuai dengan perkembangan zamannya. Perkembangan perilaku organisasi harus
menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi pada perkembangan zamannya.
Dydiet Hardjito (2001:17) mengemukakan sejak organisasi mengenal Classical
Theory pada permulaan abad ke-20 sampai dengan sekarang, telah banyak peloporpelopor yang menekuni bidang organisasi memberikan kontribusi-kontribusi yang
yang sangat berharga bagi perkembangan organisasi sesuai dengan zamannya.
Namun studi organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin
akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an,
dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen
ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian
instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan
produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.2
Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis
tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi memengaruhi organisasi.
Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak
Hawthorne3. Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi,
dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi. Para pakar terkemuka
pada tahap awal ini mencakup: Chester Barnard, Henri Fayol, Mary Parker Follett,
Frederick Herzberg, Abraham Maslow, David McClelland, Victor Vroom.

Ibid.
Dampak Hawthorne memberi effek dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran
perlikau manusia dalam organisasi.
3

Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika
penemuan logistik besar-besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya
minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi
organisasi. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh
psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian
kuantitatif. Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi
dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode
kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan
pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi.

G. Tujuan Mempelajari Prilaku Keorganisasian


1. Memahami perilaku yang terjadi dalam organisasi baik itu perilaku individu
maupun perilaku kelompok.
2. Setelah memahami perilaku dalam sebuah organisasi, kita bisa meramalkan
hal-hal apa saja yang bisa terjadi di masa yang akan datang, seperti konflik.
3. Dapat mengendalikan perilaku-perilaku yang terjadi dalam organisasi.
Contohnya, jika terjadi masalah dalam organisasi, kita mampu memberikan
solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

H. Penutup
Pemaparan di atas telah menjelaskan tentang pengertian organisasi yang
disampaikan oleh beberapa pakar/ahli dalam bidang organisasi. Dan dijelaskan pula
apa saja unsur-unsur organisasi yang dapat ditarik dari berbagai definisi organisasi
itu sendiri. Selain itu juga telah dijabarkan tentang definisi perilaku organisasi,
kemudian tingkat analisis dalam perilaku organisasi yang meliputi tingkat individu,
kelompok dan organisasi. Selanjutnya juga dibahas karakteristik beserta sejarah
perilaku organisasi kemudian baru diakhiri dengan tujuan mempelajari perilaku
organisasi. Semua rangkuman dari pembahasan di atas semoga dapat menambah
ilmu pengetahuan berkenaan bidang disiplin ilmu khususnya tentang perilaku
keorganisasian. Dan harapan penulis pembaca dapat menjadikan makalah ini
sebagai salah satu bahan pembelajaran yang bisa diambil manfaatnya.

Daftar Pustaka
Subkhi, Akhmad dan Mohammad Jauhar. 2013. Pengantar Teori dan Perilaku
Organisasi. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Hardjito, Dydiet. 2001. Teori Organisasi dan Teknik Keorganisasian. Jakarta: PT
RajaGrafindo Persada.
Supardi dan Syaiful Anwar. 2004. Dasar-Dasar Perilaku Organisasi. Yogjakarta:
UUI Press.
Tahir, Arifin. 2014. Buku Ajar: Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Deepublish
Publisher.

Website:
https://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_organisasi