Anda di halaman 1dari 2

SPO PENYIMPANAN VAKSIN DAN

PELARUT PROGRAM IMUNISASI

SPO
Puskesmas
Manguharjo

No. Kode

Terbitan

No. Revisi

Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas
Manguharjo

Tgl. Mulai Berlaku :


Halaman

Muchaiyan, SKM
NIP. 19680115 199103 1 012

1.Pengertian

Urtikaria adalah reaksi vaskular pada kulit akibat bermacam-macam


sebab. Ditandai oleh edema setempat yang timbul mendadak dan
menghilang perlahan-lahan, berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di
permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo. Dapat disertai dengan
angioedema.
Nama lain: biduran, kaligata, hives, nettle rash.

2.Tujuan

Penatalaksanaa kasus urtikaria sesuai standar terapi

3.Kebijakan
4.Referensi

5.Anamnesis

6.Pemeriksaan

fisik

SK kepala puskesmas
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 5 TAHUN 2014
TENTANG
PANDUAN PRAKTIK KLINIS BAGI DOKTER DI FASILITAS
PELAYANAN KESEHATAN PRIMER
Pasien datang dengan keluhan biasanya gatal, rasa tersengat atau
tertusuk.
Gatal sedang-berat di kulit yang disertai bentol-bentol di daerah wajah,
tangan, kaki, atau hampir di seluruh tubuh. Keluhan dapat juga disertai
rasa panas seperti terbakar atau tertusuk. Kadang-kadang terdapat
keluhan sesak napas, nyeri perut, muntah-muntah, nyeri kepala, dan
berdebar-debar (gejala angioedema).

Pemeriksaan Fisik Patognomonis


Keadaan umum: tampak sehat, dapat sakit ringan sedang.
Pemeriksaaan fisik lengkap termasuk pemeriksaan gigi, THT, dan
genital untuk menemukan adanya fokus infeksi.
Lesi kulit yang didapatkan:
a. Ruam atau patch eritema.
b. Berbatas tegas.
c. Bagian tengah tampak pucat.
d. Bentuk papul dengan ukuran bervariasi, mulai dari papular hingga
plakat.
e. Kadang-kadang disertai demografisme berupa edema linier di kulit

80

yang terkena goresan benda tumpul, timbul dalam waktu < 30menit.
f. Pada lokasi tekanan dapat timbul lesi urtika.
g. Tanda lain dapat berupa lesi bekas garukan.
7. Diagnosis

8. penatalaksa
naan

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.


Klasifikasi
a. Berdasarkan waktu berlangsungnya serangan, urtikaria dibedakan atas
urtikaria akut (< 6 minggu atau selama 4 minggu terus menerus) dan
kronis (> 6 minggu).
b. Berdasarkan morfologi klinis, urtikaria dibedakan menjadi urtikaria
papular (papul), gutata (tetesan air) dan girata (besar-besar).
c. Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan yang terkena, urtikaria
dibedakan menjadi urtikaria lokal (akibat gigitan serangga atau kontak),
generalisata (umumnya disebabkan oleh obat atau makanan) dan
angioedema.
1. Edukasi pasien menghindari penyebab urtikaria
2. Pemberian farmakoterapi dengan:
a. . Antihistamin (AH) oral nonsedatif, misalnya Loratadin 10
mg/hari pemakaian 1 x sehari selama 1 minggu.
b. Apabila terjadi angioedema atau urtikaria generalisata, dapat
diberikan Prednison oral 60-80 mg mg per hari dalam 3 kali
pemberian selama 3 hari dan dosis diturunkan 5-10 mg/hari.

9.

Rekaman Historis

81