Anda di halaman 1dari 3

Urbanisasi

Urbanisasi diartikan bukan saja secara demografis, yakni proporsi penduduk


perkotaan terhadap jumlah penduduk keseluruhan, namun juga perkembangan kegiatan
sosial ekonomi yang terkait dengan pengertian urbanisasi secara demografis (Firman,
1997). Urbanisasi dapat diartikan juga sebagai proses yang menyertai transformasi
struktural ekonomi pada suatu wilayah sehingga terjadi perubahan pola hidup akan
kebutuhan saran, prasarana dan jasa pelayanan serta perubahan orientasi manusia, yang
merupakan tradisi perdesaan ke arah kehidupan yang moderen.
Urbanisasi dapat dipandang sebagai suatu proses dalam artian :
1. Meningkatkan jumlah dan kepadatan penduduk kota, kota menjadi lebih
padat, sehingga akibat dari penambahan penduduk baik oleh hasil kenaikan
fertilitas penghuni kota berkembang di kota
2. Bertambahnya jumlah kota dalam suatu negara atau wilayah sebagai akibat
dari perkembangan ekonomi, budaya dan teknologi baru
3. Berubahnya kehidupan desa atau nuansa desa menjadi suasana kehidupan
kota (Bintarto, 1983)
Faktor-faktor Urbanisasi
Berdasarkan berbagai penelitian oleh berbagai ahli, mengenai factor-faktor yang
mendorong arus penduduk dari prdesaan ke perkotaan, PBB menekankan tiga factor
dibawah ini (Hauser,1985):
a. Tingkat pendapatan perorangan meningkat.
b. Pertambahan pendapatan cenderung dibelanjakan terutama untuk barang
barang bukan pertanian.
c. Produksi dan konsumsi lebih berdaya guna di perkotaan.
d. Penelitian PBB itu juga mengambil kesimpulan mengenai factor-faktor yang
menpengaruhi laju urbanisai. Faktor-faktor ini adalah (Hauser,1985):
1. Perubahan teknologi yang lebih cepat dibidang pertanian daripada bukan
pertanian, mempercepat arus penduduk dari perdesaan.
2. Kegiatan produksi untuk ekspor terputus di kawasan kota.
3. Susunan kelembagaan yang membatasi daya serap perdesaan, seperti:
system pemilikan tanah; kebijaksanaan harga dan pajak yang bersifat
mengenakemaskan penduduk perkotaan.
4. Pelayanan pemerintahan yang lebih berat pada perkotaan.
5. Kelembaman (intertia) factor negatif yang menahan penduduk tetap
tinggal di perdesaan.

6. Kebijaksanaan perpindahan penduduk oleh pemerintah dengan tujuan


mengurangi arus penduduk dari perdesaan ke perkotaan.
Dalam perspektif lain, factor-faktor pendorong urbanisasi menurut Charles
Whynne-Hammond (1979 dalam Daldjoeni, 1987) adalah:
a. Kemajuan di bidang pertanian.
b. Industrialisasi
c. Potensi pasar
d. Peningkatan kegiatan pelayanan
e. Kemajuan transportasi
f. Tarikan social dan kultural
g. Kemajuan pendidikan
h. Pertumbukan penduduk alami
Ditinjau dari aspek demografis, urbanisasi yang diartikan sebagai mengalirnya
penduduk dari perdesaan ke perkotaan disebabkan oleh adanya tingkat kehidupan
antara perdesaan ke perkotaan. Dlam konteks inilah para pakar mengidentifikasikan
factor pendorong (push factors) dan paktor penarik (pull factors) sebagai berikut
(Khairuddin, 1992).
Faktor Pendorong
Semakin terbatasnya lapangan kerja di perdesaan.
Kemiskinan di perdesaan akibat bertambah banyaknya jumlah penduduk.
Transportasi desa-kota yang semakin lancar.
Tingginya tingkat upah buruh di kota daripada di desa.
Bertambahnya kemampuan membacadan menulis atau tingkat pendidikan

masyarakat desa.
Tata cara dan adat istiadatyang kadang-kadang di anggap sebagai beban oleh

masyarakat desa.
Faktor Penarik
Kesempatan kerja yang lebih luas da bervariasi di kota.
Tingkat upah yang lebih tinggi.
Lebih banyak kesempatan untuk maju (diferensiasi pekerjaan dan pendidikan

dalam segala bidang).


Tersedianya barang-barang kebutuhan yang lebih lengkap.
Terdapatnya berbagai kesempatan untuk rekreasi dan pemanfaatan waktu

luang, seperti bioskop, taman-taman hiburan dsb.


Bagi orang-orang atau kelompok tertentu di kota memberi kesempatan untuk
menghindarhan diri dari kontrol sosial yang ketat.

Analisa Faktor Penarik Urbanisasi Ke Kota Banda Aceh


Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah dari desa ke kota ataupun dari suatu kota
ke kota lainnya, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk

ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain
sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong atau
yang menarik perhatian orang tersebut. Adapun faktor penarik dari Kota Banda Aceh, yaitu :
1. Kota Banda Aceh merupakan ibukota dari Provinsi Aceh.
2. Kota Banda Aceh memiliki budaya islam yang sangat kuat.
3. Kota Banda Aceh merupakan pusat kegiatan ekonomi, karena ditunjang oleh
sarana dan prasarana yang lengkap, seperti adanya pelabuhan Malahayati yang
dapat mengimpor produk-produk dari kabupaten/kota di sekitar kota Banda
Aceh ke negara-negara/pulau-pulau tetangga.
4. Kota Banda Aceh memiliki fasilitas pendidikan yang lebih lengkap,
dibandingkan dengan kabupaten/kota disekitar Kota Banda Aceh, seperti
adanya perguruan tinggi contohnya universitas Syah Kuala, Kampus IAIN
Jamiah Arraniri, dan universitas lainnya.
5. Ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana pelayanan, baik untuk
skala kota maupun skala regional.
6. Kota Banda Aceh memiliki pusat bisnis yang terkenal yang dikenal dengan
sebutan Simpang Lima.
7. Terdapatnya berbagai kesempatan untuk rekreasi dan pemanfaatan waktu
luang, seperti Masjid Raya Baiturrahman, Pantai Lampuuk, Air Terjun Blang
Kolam, Danau Laut Tawar, Museum Tsunami Aceh dan tempat rekreasi
lainnya.