Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang
Sesuai dengan visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas adalah tercapainya
kecamatan sehat 2020, merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang
ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan yang ditandai dengan penduduknya
hidup dalam lingkungan sehat dan dengan prilaku hidup sehat, memiliki kemampuan
untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta
memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Upaya pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang diselenggarakan oleh puskesmas terpadu dan berkesinambungan
yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat serta mempunyai nilai
strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Penyelenggaraan puskesmas di era desentralisasi hanya dapat digolongkan menjadi
program kesehatan dasar dan program kesehatan pengembangan. Program kesehatan
dasar puskesmas yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan sebagian besar masyarakat
Indonesia serta mempunyai daya ungkit tinggi dalam mengatasi permasalahan
kesehatan nasional dan internasional yang berkaitan dengan kesakitan, kecacatan dan
kematian. Program kesehatan dasar tersebut meliputi: promosi kesehatan, kesehatan
lingkungan, P2M, KIA/KB, perbaikan gizi, dan pelayanan pengobatan. Sedangkan
program kesehatan pengembangan hendaknya disesuaikan dengan permasalahan
kesehatan masyarakat setempat terutama yang bersifat KLB atau sesuai dengan
tuntutan masyarakat sebagai program inovatif dengan mempertimbangkan ketersediaan
dan kemampuan sumber daya setempat serta dukungan dari masyarakat.

B.

Rumusan Masalah
1.

Apa saja masalah yang terjadi di puskemas dan masalah apa yang
menjadi prioritas?

2.

Apa apa saja yang menjadi peyebab dari masalah prioritas ?

3.

Apa

saja

yang

menjadi

perencanaan

puskesmas

dalam

penyelesaian masalah komunitas ?


C.

Tujuan Masalah
1.

Tujuan umum
Mahasiswa dapat membuat perencanaan puskesmas (menyusun plan of
action) dari topik yang diberikan berdasarkan hasil investigasi dan analisis

2.

masalah kesehatan yang ditemukan di puskesmas


Tujuan khusus
1) Melakukan identifikasi masalah dgn melihat indikator SPM di puskesmas.
2) Melakukan analisis penyebab masalah
3) Membuat PLAN OF ACTION

D.

Manfaat Penulisan
Manfaat penulisan ini diantaranya :
a.
Manfaat bagi Mahasiswa
Memperluas wawasan dan pengalaman penyusunan perencanaan puskesmas
bagi penulis dan sebagai referensi bagi mahasiswa lainnya.
b. Manfaaat bagi Puskesmas
Menjadi bahan kajian di Puskesmas khususnya bagi Puskesmas Mata.
c. Manfaat bagi Masyarakat
Sebagai rekomendasi pemecahan masalah - masalah kesehatan yang ada di

komunitas.
E. Visi, Misi, Program Pokok dan Fungsi Puskesmas
i. Visi Puskesmas
Menjadikan Puskesmas Mata sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan Dasar
yang Bermutu, Merata, Mandiri dan Terjangkau dan Menjadikan pusat
Pengembangan serta Pembangunan yang berwawasan kesehatan masyarakat dalam
upaya mewujudkan Kecamatan Kendari sehat Tahun 2020.
ii. Misi Puskesmas
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan bermutu, manusiawi, serta terjangkau
oleh seluruh lapisan masyarakat
b. Meningkatkan Profesionalisme sumber daya manusia dalam pelaksanaan
pelayanan kesehatan

c. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan, sehingga


mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat
d. Menjalin kemitraan dengan semua pihak yang terkait dalam pelayanan
kesehatan dan pembangunan kesehatan masyarakat.
e. Memelihara dan meningkatkan pelayanan yang bermutu dan terjangkau demi
kesejahteraan semua pihak.
iii. Program Pokok
Kegiatan pokok Puskesmas dilaksanakan sesuai kemampuan tenaga maupun
fasilitasnya karena kegiatan pokok di setiap Puskesmas dapat berbeda-beda. Namun
kegiatan pokok Puskesmas yang lazim dan seharusnya dilaksanakan adalah sebagai
berikut :
1. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat (PROMKES)
2. Kesehatan Lingkungan
3. Pemberantasan Penyakit Menular
4. Kesejahteraan ibu dan anak (KIA)
5. Usaha Peningkatan Gizi
6. Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan
iv. Program Lain
1. Upaya Pengobatan termasuk pelayanan darurat kecelakaan
2. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Kesehatan Olah Raga
3. Perawatan Kesehatan Masyarakat
4. Usaha Kesehatan Gigi dan Mulut
5. Usaha Kesehatan Jiwa
6.

Kesehatan Mata

7. Pencatatan dan Pelaporan Sistem Informasi Kesehatan


8. Kesehatan Usia Lanjut
9. Pembinaan Pengobatan Tradisional
F. Fungsi Puskesmas
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

Berupaya menggerakkan lintas sektor dan dunia usaha di wilayah kerjanya


sehingga penggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan, serta aktif
memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap
program pembangunan di wilayah kerjanya.
2. Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan
masyarakat:
1)

Memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri


dan masyarakat untuk hidup sehat.

2)

Berperan aktif dalam memperjuangkan

kepentingan kesehatan

termasuk pembiayaan
3)

Ikut menetapkan dan memantau pelaksanaan program kesehatan

4)

Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka


meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat.

5)

Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan


kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri

6)

Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali


dan menggunakan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.

3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama


Menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh,
terpadu dan berkesinambungan:
1)
Pelayanan kesehatan perorangan
2)
Pelayanan kesehatan masyarakat
KEPALA PUSKESMAS
G. Struktur Organisasi

drg. MAREYKE MUSKITTA, M. Kes

Puskesmas Mata merupakan UPTD Kota Kendari (dibawah naungan Dinas


Kesehatan Kota Kendari). Dalam pelaksanaan program, Puskesmas bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari.

TATA USAHA
HARNEMI, SKM

Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Mata


PROMKES
L.M. ARSYAN, SKM

KIA/KB
WIWIN.H,SST

GIZI
ST. MASNA AMG

UKS
RUKAEDA.L,S.KEP

PERKESMAS
NURBAYA,S.KEP

IMUNISASI
IRMAWATI, AMK

KES. LANSIA
HARNEMI. SKM

APOTIK
ELIS TATI. S.KEP

UKGS
Drg. MAREYKE M. M.Kes

P2M
ASTIA, AMK

KESLING
RISNAWATI, AMKL

PENGOBATAN
Dr. SRI RAHAYU H.

BAB II
KEADAAN DAN MASALAH

A. Keadaan Wilayah
Puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat
pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat di
wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Dengan kata lain puskesmas
mempunyai wewenang dan tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan di wilayah
kerjanya.
Puskesmas Mata merupakan salah satu dari 15 Puskesmas yang ada di Kota
Kendari, yang terletak di Kelurahan Kessilampe Kecamatan Kendari. Jarak dari Kantor
Walikota 12 km ke arah barat.
1. Keadaan Geografis
Puskesmas Mata terletak di Kelurahan Kessilampe Kecamatan Kendari yang
tediri atas 5 (lima) kelurahan. Luas wilayah kerja Puskesmas Mata lebih kurang
42.502 hektar, dengan batasnya adalah sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Soropia.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Kendari.

Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Banda.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Kampung Salo.


Keadaan alam di wilayah kerja Puskesmas Mata terdiri dari dataran (53%),

pegunungan/bukit (47%). Iklim di wilayah kerja Puskesmas Mata adalah iklim


tropis dengan musim hujan umumnya bulan Desember - Mei dan musim kemarau
terjadi bulan Juni - November. Suhu udara rata-rata berkisar antara 27 C - 37 C.
2.

Keadaan Demografis (Kependudukan)


Berdasarkan hasil pendataan terakhir, jumlah penduduk di wilayah kerja
Puskesmas Mata adalah 13.914 jiwa yang tersebar dalam 5 (lima) wilayah
kelurahan.
Adapun untuk lebih jelasnya distribusi penduduk perkelurahan, disajikan
dalam tabel berikut ini:

Tabel 1. Distribusi Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Mata


Tahun 2015
No
.
1.
2.
3.
4.
5.

Nama Kelurahan

Jumlah Penduduk ( Jiwa )

Purirano
Mata
Kessilampe
Manggadua
Kendari Caddi
J U M LAH

1156
1717
4093
2111
4837
13.914

Gambar 2. Grafik Distribusi jumlah penduduk di wilayah puskesmas mata

16000
14000
12000
10000
8000
6000
4000
2000
0

13914

4093
1156

1717

4837
2111

3. Sosial, Ekonomi dan Budaya

Berdasarkan data terakhir, kehidupan sosial, ekonomi dan budaya


masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Mata dapat kita lihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2. Sarana Pendidikan dan Sarana Ibadah di Wilayah Kerja Puskesmas


Mata Tahun 2015

No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kelurahan

Sarana Pendidikan
SD MTSn SMP SMA

K
Mata
Purirano
1
1
Kessilampe
1
2
1
Manggadua
2
Kendari Caddi
1
3
Jumlah
2
8
2
Mata pencaharian terbesar penduduk

Sarana Ibadah
Masjid Musholah Gereja

1
1
adalah

1
1
1
2
1
1
1
2
7
3
swasta (41,7%). Selebihnya

adalah nelayan (19,2%), PNS/ABRI (17,2%), petani (7,4%) dan pertukangan


(5,7%).
Masyarakat terdiri dari berbagai macam suku. Mayoritas adalah suku Bugis,
Muna dan Tolaki, selebihnya adalah Buton, Jawa, dan Makassar. Sebagian besar
memeluk agama Islam. Agama lain yang dianut adalah Kristen, Katolik, Hindu dan
Budha.
B. Sarana Kesehatan
1. Sarana Fisik
Puskesmas Mata terletak di Kelurahan Kessilampe dimana wilayah kerja
Puskesmas Mata terdapat 2 jenis sarana kesehatan yaitu sarana kesehatan
pemerintah dan sarana kesehatan bersumber daya masyarakat, dengan rincian
sebagai berikut:

Tabel 3. Jenis dan Jumlah Sarana Kesehatan Puskesmas Mata Tahun 2015
No

Jenis Sarana Kesehatan

.
1.

Jumlah

Sarana kesehatan pemerintah:

2.

Puskesmas non perawatan

Puskesmas pembantu

Sarana kesehatan bersumber daya masyarakat:

Posyandu Balita

Posyandu Lansia

a. Puskesmas Induk
Puskesmas induk Mata terletak di Kelurahan Kessilampe Kecamatan
Kendari dengan luas tanah 1.040 m dan luas bangunan 160,5 m dan mempunyai
ruangan berjumlah 11 ruangan. Dari seluruh ruangan tersebut difungsikan sebagai
Ruangan Kepala Puskesmas, Ruangan Tata Usaha, Ruangan Poli Umum, Ruangan
Poli Gigi, Ruangan Kartu, Ruangan Kesling/Promkes, Ruangan Gizi, Ruangan
P2M, Ruangan Apotik, Ruangan KIA/KB, dan Ruangan Gudang Obat.
Jumlah dan keadaan ruangan Puskesmas dapat dilihat pada tabel di bawah
ini:
Tabel 4. Jumlah dan Keadaan Ruangan Puskesmas Tahun 2015
No.

Fungsi Ruangan

Jumlah

Keadaan Fisik

1.

Ruangan Ka. Puskesmas

Baik

2.
3.

Ruangan TU
Ruangan Poli Umum

1
1

Baik
Baik

4.
5.

Ruangan Poli Gigi


Ruangan Kartu

1
1

Baik
Baik

6.
7.

Ruangan Kesling/Promkes
Ruangan Gizi

1
1

Baik
Baik

8.
9.
10.
11.

Ruangan P2M
Ruangan Apotik
Ruangan KIA/KB
Ruangan Gudang obat

1
1
1
1

Baik
Baik
Baik
Baik

12.
13.

Ruang UGD
Ruang Instalasi Gizi

1
1

Baik
Baik

14.
15.

Ruangan pojok ASI


Kamar Bersalin

1
1

Baik
Baik

17
18

Ruang PONED
Ruang Laboratorium

1
1

Baik
Baik

b. Puskesmas Pembantu
Di Puskesmas Mata terdapat 2 (Dua) buah Pustu yaitu Puskesmas Pembantu
Mata yang terletak di Kelurahan Mata dengan luas tanah 1.479 m dan luas
bangunan 90 m. Puskesmas Pembantu Manggadua terletak di Kelurahan
Manggadua dengan luas tanah 245 m dan luas bangunan 75 m.
Selain bangunan Puskesmas Induk dan Puskesmas Pembantu di Puskesmas
Mata juga terdapat perumahan dinas sebanyak 6 (Enam) buah, dengan perincian
sebagai berikut:

Rumah Dokter

1 buah

Rumah Paramedis

2 buah

c. Posyandu
Posyandu yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Mata secara
keseluruhan termasuk dalam kategori Posyandu Purnama dan Posyandu Mandiri.
Terdapat 8 (Delapan) buah posyandu yang tersebar di 5 (Lima) Kelurahan. Setiap
Posyandu dibina oleh satu orang petugas dari Puskesmas. Pembina Posyandu
diwajibkan hadir setiap ada Posyandu di kelurahan binaannya. Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat pada tabel berikut:

10

Tabel 5. Hasil Telaah Kemandirian Pos Pelayanan Terpadu di Wilayah Kerja


Puskesmas Mata Tahun 2015
No

Nama

Kelurahan

1.
2.
3.

Purirano
Mata
Kessilampe

4.

Mangga Dua

5.

Kendari Caddi

Nama Posyandu

Strata

Jumlah
Kader

Nyiur Melambai
Mata Indah
Cahaya Kessilampe

Purnama
Purnama
Mandiri

Aktif
5
5
5

I
Cahaya Kessilampe

Mandiri

II
Poka dulu
Soli Wunto
Lestari I
Lestari II

Purnama
Mandiri
Purnama
Purnama

5
5
5
5

2. Transportasi Dan Komunikasi


Puskesmas Mata terletak di jalan poros Kecamatan Kendari yang dilalui
kendaraan umum, dimana saat ini, seluruh jalan dalam kota termasuk di kecamatan
kendari telah dilakukan pengaspalan dan dapat dikatakan kondisi jalan dalam
keadaan baik.
Untuk menjangkau seluruh kelurahan pada wilayah kerja Puskesmas Mata
dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Hanya
pada saat musim penghujan, beberapa daerah hanya dapat dijangkau dengan jalan
kaki. Sarana transportasi yang dimiliki Puskesmas Mata saat ini terdiri dari 9
(Sembilan) buah kendaraan roda dua dan 1 (satu) buah kendaraan roda empat.
Tetapi 2 unit kendaraan roda dua kondisinya sudah rusak berat.

C. Tenaga Kesehatan

11

Dalam menjalankan fungsinya sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas


Mata memiliki beberapa staf sebagai pelaksana tugasnya, yang masing-masing bekerja
sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.
Jumlah Ketenagaan di Puskesmas Mata Tahun 2015 adalah sebagai berikut:
a. PNS
o Dokter Umum

: 1 orang

o Dokter Gigi

: 1 orang

o Tata Usaha (Pekarya)

: 1 orang

o S1 Keperawatan

: 4 orang

o S1 Kesmas

: 2 orang

o Bidan (DIV)

: 1 orang

o Bidan (D3)

: 2 orang

o Bidan (D1)

: 2 orang

o Sanitasi (AKL)

: 1 orang

o Perawat (SPK)

: 1 orang

o Perawat ( D3 )

: 2 orang

o Perawat Gigi

: 1 orang

o Tenaga Gizi (SPK)

: 1 orang

o Tenaga Gizi (DIII): 2 orang


b. Tenaga Sukarela
o S1 Keperawatan

: 1 orang

o D III Farmasi

: 1 orang

o D III Keperawatan

: 5 orang

o D III Kebidanan

: 6 orang

o D III Analis Kesehatan

: 1 orang

o D III Perawat Gigi

: 1 orang

o DIII Kesling

: 1 orang

12

Tabel 6. Daftar Nama Staf Puskesmas Mata Tahun 2015

NO

NAMA PEGAWAI

NIP/NRPT

PENDIDIKA

JABATAN

N
1

1.

drg. Mareyke Muskitta, M.

19650522 200012 2

S2-FKM

Kepala Puskesmas

S1-FK

Dokter muda

19671231 199108 2

D3

Perawat penyelia

008

Keperawatan

19680405 198802 2

D1 Bidan

Perawat penyelia

D3 Gizi

Pelaksana gizi

D3 Gizi

Pelaksana gizi

D1 Gizi

Pelaksana gizi

19760701 199903 2

S1

Perawat pelaksana

006

Keperawatan

19780422 200604 2

D3

009

Keperawatan

19780708 200604 2

D4 Bidan

Bidan pelaksana

D3 Kesling

Sanitarian

D3 Bidan

Bidan pelaksana

S1

Perawat pelaksana

Kes.
2.

dr. Sri Rahayu Hasba

002
19781210 200604 2
014

3.
4.

Astia, AMK
Murni

012
5.

St. Masnah, AMG

19641105 198703 2
012

6.

Sugiati, AMG

19741118 200012 2
003

7.

Suswati

19700224 199303 2
008

8.
9.
10

Rukaeda Laasi, S.Kep


Irmawati, AMK
Wiwin Hamdil, SST

Perawat pelaksana

008
11

Risnawati, AMKL

19820131 201001 2
008

12

St. Himayah, AM. Keb.

19791206 201001 2
007

13

Nurbaya, S.Kep

19760212 200502 2

13

14
15
16

Elistati, S.Kep
Hasmiah, S.Kep
Harnemi, SKM

003

Keperawatan

19810819 200604

S1

2017

Keperawatan

19801020 200604 2

S1

028

Keperawatan

19750811 200604 2

S1 Kesmas

Staf puskesmas

D1 Bidan

Staf puskesmas

S1 Kesmas

Staf puskesmas

19880328 201401 2

D3 Perawat

Perawat Gigi

017

Gigi

19770513 201407 2

SPK

Perawat pelaksana
Perawat pelaksana

008
17

Hasrati Hayar

19791217 200604 2
017

18

La Ode Muhamad Arsyan,


SKM

19
20

19840504 201401 1
014

Linda, AMKG
Martuti

001
D. Masalah
1. Sumber Daya Manusia
Berdasarkan data ketenagaan dari masing-masing profesi, tenaga di
Puskesmas Mata masih kurang, yaitu sanitarian hanya 1 orang. Selain itu tenaga
medis lainnya seperti bidan dan perawat juga masih kurang. Dan yang belum ada
hingga saat ini adalah tenaga Apoteker dan Tenaga Analis Kesehatan.
Berikut tabel kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Mata Kota Kendari :
Tabel 7. Kebutuhan tenaga kesehatan Puskesmas Mata Tahun 2015
No
1

Ketenagaan
Dokter Umum

Jumlah

Kebutuhan

Ket

(Orang)
1

Dibutuhkan

Apoteker

2 orang
Dibutuhkan

Analis Kesehatan

1 orang
Dibutuhkan
1 orang
14

Bidan

14

Dibutuhkan

Perawat

11

8 orang
Dibutuhkan

Sanitarian

5 orang
Dibutuhkan

1 orang
Dibutuhkan

1 orang
Dibutuhkan

S1 Kesmas ( Promkes)

Gizi

1
3

5 orang
Berdasarkan tabel data ketenagaan diatas, Puskesmas Mata Kota Kendari
Apoteker sebayak 1 orang, Analis Kesehatan 1 orang, Bidan 8 orang, Perawat 7
orang, Sanitarian 1 orang, tenaga Promkes 1 orang dan tenaga Gizi 5 orang.
2.

Sarana dan Prasarana


a. Kendaraan roda dua masih kurang, sementara wilayah Puskesmas Mata cukup
luas.
b. Barang meubiler masih kurang.
c. Perlengkapan Laboraturium belum lengkap
d. Komputer 4 buah
e. Laptop 3 buah
f. Peralatan kesehatan sudah tersedia di puskesmas, namun masih perlu dilakukan
mengadaan lagi.

15

BAB III
SITUASI DAN SUMBER DAYA
A. Situasi Derajat Kesehatan Masyarakat
1.

Angka Kelahiran
Angka kelahiran kasar (CBR) merupakan salah satu indicator derajat
kesehatan masyarakat. Angka kelahiran kasar dapat menggambarkan tingkat
kelahiran hidup di suatu wilayah tertentu yang berkaitan dengan keberhasilan upaya
program KB. Adapun angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate) di wilayah kerja
16

Puskesmas Mata adalah 332 per 1000 penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa tiap
1000 penduduk terdapat 332 bayi yang lahir di tahun 2015.
2.

Angka Kematian (AKK, AKB)


Angka kematian di wilayah kerja Puskesmas Mata pada tahun 2015 telah
membuahkan hasil yang memuaskan, dalam arti tingkat kematian pada tahun 2015
ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
data di bawah ini:
a. Angka Kematian Kasar : 3 / 1000 Penduduk
b. Angka Kematian Bayi

3.

: 3 / 1000 kelahiran hidup

Angka Kesakitan
Dalam meningkatkan dan lebih meratakan upaya pelayanan kesehatan maka
dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari penyakit-penyakit utama yang didapatkan
dalam kurun waktu 1 tahun pelaksanaan program. Adapun 20 besar penyakit yang
ditemukan pada tahun 2015 pada Puskesmas Mata adalah sebagai berikut:

Tabel 8. Sepuluh besar penyakit yang ditemukan Di Puskesmas Mata


pada Tahun 2015
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Penyakit
Peny. lain pada ISPA
Peny. sistem otot
Peny. Lain-lain
Gastritis
ISPA
Hypertensi
Febris
Penyakit kulit alergi
Penyakit kulit infeksi
Chepalgia

Jumlah
3482
2164
1687
1375
1303
1276
1246
1114
811
706

17

Gambar 3. Grafik Sepuluh penyakit terbesar di puskesmas Mata Tahun 2015

4000 3482
3500
3000
2164
2500
1687
2000
1375 1303 1276 1246
1114
1500
811
1000
500
0

706

Berdasarkan gambar 3. memperlihatkan bahwa jenis penyakit yang paling


banyak di temukan di wilayah kerja Puskesmas Mata pada tahun 2015 adalah
penyakit lainnya pada ISPA (3482 kasus) dan yang terendah adalah Penyakit
Chepalgia (706 kasus).
B. Situasi Upaya Peningkatan Kesehatan
1.

Program Pokok Puskesmas


a. Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Hasil kegiatan pelayanan KIA di Puskesmas Mata Tahun 2015 dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 9. Cakupan Program KIA Tahun 2015
No.
1
2
3
4
5

Jenis kegiatan

Sasaran

Target

Kumulatif

K1
K4
Deteksi resti
Kunj.Neonatal I
Kunj.Neonatal II

(tahun)
349
349
71
316
316

(tahun)
100%
95%
75
90%
90%

360
336
58
314
314

100
95.7
81.69
95.9
95.9

18

6
7
8
9

KN. Lengkap
Persalinan Nakes
Bufas
KB Aktif

316
332
332
2665

90%
90%
90%
80%

313
327
329
2275

99
98.2
99.1
85.3

Gambar 4. Grafik Cakupan Program KIA Tahun 2015


120
100
80

100
100

95.7
95

95.9 95.9 99 98.2 99.1


90
90
90
90
90
85.3
81.69
80
75

60
40
20
0

b. Program Pemberarantasan Penyakit Menular (P2M)


1)

Tuberculosis, Kusta, Diare, Malaria, DBD, Rabies, PMS dan ISPA


Tabel 10. Cakupan Tuberculosis, Kusta, Diare, Malaria, DBD, Rabies,
PMS dan ISPA Tahun 2015

19

No
1.

KEGIATAN

SASARA

TARGE

ABS

HASIL

292

85

314

100%

28

85

22

72%

28

85

22

72%

28

85

10,71

15

60

TB
- Jumlah Suspek yang
diperiksa
- Jumlah penderita
BTA+
Ditemukan
- Jumlah penderita
BTA+
Yang konvesrsi
- Jumlah penderita
BTA+
Yang sembuh
- Jumlah penderita BTA-

2..

PO ditemukan
KUSTA
- Jml Penderita baru yang
Ditemukan
- Jumlah penderita yang
Terdaftar
- Jumlah penderita yang

diobati
DBD
- Jml Penderita demam
Dengue
- Jml Penderita demam
Berdarah Dengue

- Jml pelacakan
MALARIA

20

5.
-

Jumlah suspek diperiksa


DIARE

100

100

46

100%

Jml Penderita yang

270

65

146

54%

270

65

146

54%

1000

100

410

91,50%

52

100

diperiksa
-

Jml Penderita yang


diberi oralit

Jml Oralit yg
diberikan
PMS

6
-

Jml kasus
kandidiaris yang
ditangani
RABIES

7
-

Jml kasus gigitan

100

ditangani
-

Jml gigitan yang


VAR
ISPA dengan Pneumonia

8
-

< 1 Tahun

1-5 Tahun

79

> 5 Tahun
ISPA bukan Pneumonia

< 1 Tahun

83

1-5 Tahun

259

349

> 5 Tahun

12
57

28

56%

Tabel 11. Survailans Terpadu Puskesmas Mata Tahun 2015


NO
1.
2.
3.
4.

JENIS PENYAKIT
Diare
Dysentri
Typoid
TBC (+)

JUMLAH
136
3
83
22
21

5.
6.
7.
8
9
11.
10
11
12
13
14
15
16

Suspek TB
Hepatitis
Malaria
DBD
Pneumonia
Influenza
Hipertensi
DM
Ispa Non Pnemoni
Gigitan/Rabies
Jantung
KLL
PMS

314
2
1
14
44
584
617
175
852
3
110
19
182

Gambar 5. Grafik Surveylans Penyakit Berbasis Puskesmas Tahun 2015


900
800
700
600
500
400
300
200 136
100
3
0

852
584 617
314
83

175
22

14 44

110

182
19

UKS/UKGS
Tabel 12. Cakupan Kegiatan UKS Tahun 2015
No

Jenis Kegiatan

Sasaran

Target

1.

Pembinaan murid SD

8 SD

(%)
100

2.

Pembinaan siswa SMP

2 SMP

3.

Pembinaan siswa SMA

4.

Pembinaan Kesehatan Pra

Cakupan
Absolut
%
8

100

100

100

1 SMA

100

100

6 TK

100

100

22

5.

Sekolah (TK)
Sekolah yang diperiksa

6.

kesling
Jumlah Murid kelas I

11 sekolah

100

11

100

8 SD

100

100

yang diperiksa
kesehatannya
Tabel 13. Cakupan Kegiatan UKGS Tahun 2015
No.

Jenis Kegiatan

Sasaran

Target

1.

Jumlah murid yg dirawat

8 SD

100

2.
3.
4.
5.
6.

Sikat gigi massal


SD UKGS yang dibina
Jumlah kunjungan ke SD
Penderita yang di rujuk
TK yang di periksa

8 SD
8 SD
8 SD
6

100
100
100
100

Cakupan
Absolut
%
8
100
8
8
8
0
6

100
100
100
0
100

d. Gizi
Program gizi merupakan program perbaikan gizi keluarga yang lebih
menitikberatkan pada pertumbuhan anak bayi dan balita, ibu hamil dan ibu
nifas. Program perbaikan gizi dilaksanakan secara bertahap untuk meningkatkan
status gizi masyarakat. Di ruang lingkup Puskesmas Mata telah banyak
dilakukan kegiatan perbaikan gizi antara lain penyuluhan gizi, pemberian PMT,
konseling gizi buruk, dll. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan derajat
kesehatan yang optimal. Program gizi dalam laporannya mengikuti kegiatan
posyandu dan hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 14. Cakupan Program Gizi Tahun 2015
No.
1.
2.

Jenis Kegiatan
K/S
D/S

Sasaran

Target

Pencapaian

1586
1586

(%)
90
80

(%)
98
81

23

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

N/D
D/K
N/S
Bayi yang dapat Vit A
Balita yang dapat Vit A
Vit A Bufas
FE I
FE II

.
11.
12.

FE III
% Kel. Rawan Gizi

1586
1586
1586
143
1270
334
349
349

80
80
70
90
90
90
90
90

83
88
68
100
98.5
99
100
100

349
5

90
0

81.9
20

Tabel 15. Balok SKDN Tahun 2015

Kel.

N (Biru)

o
1
2
3

Mata
Purirano
Kessilamp

(Merah)
196
132
466

(Kuning)
198
132
469

(Hijau)
159
110
375

133
91
312

e
Mangga

241

247

200

166

Dua
Kendari

551

534

446

380

1586

1580

1290

1082

Caddi
Jml

Gambar 6. Balok SKDN Puskesmas Mata Tahun 2015

24

600
500
400
300
200
100

Tabel 16 . Kegiatan Posyandu Lansia Tahun 2015


No
.
1
2

Kelurahan

Tanggal Pelaksanaan

Jumlah Lansia

10
8

30
35

Mata
Kessilampe

e. Imunisasi
Tabel 17. Cakupan Imunisasi Rutin Tahun 2015
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

JENIS

SASARA

TARGET

KEGIATAN

(%)

BCG
DPT 1
DPT 2
DPT 3
POLIO 1
POLIO 2
POLIO 3
POLIO 4
CAMPAK
HB 0
TT 1
TT 2

316
316
316
316
316
316
316
316
316
316
349
349

100
100
100
100
100
100
100
100
100
90
100
100

CAKUPAN
%
398
398
425
431
398
398
425
431
385
333
360
391

100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100
100

25

Gambar 7. Grafik Cakupan Program Imunisasi Puskesmas Mata Tahun


2015

100

100
100 100
100 100
100 100
100 100
100 100
100 100
100 100
100 100
100

100 100
100 100
100
90

50

f. Kesehatan Lingkungan
Tabel 18. Cakupan Program Kesling Tahun 2015
No.
1.

2.

Jenis Kegiatan

Sasaran

Target

Cakupan

(%)

(%)

MS

Pemeriksaan
a.

JAGA

2326

100

91.3

2124

b.

S PAL

2326

100

88.4

2056

2326
2326

100
100

90.7
92.1

2110
2143

108

90

89.8

97

IMM

100

50

b. T P M

29

80

67

20

c. T T U

37

80

94.5

35

c. T P S
Kesehatan
Lingkungan

3.

Perumahan
Pemeriksaan

4.

Sarana Air Bersih


Pengawasan
a.

26

Tabel 19. Kunjungan Klinik Sanitasi Tahun 2015

Kunjungan
No

Kelurahan

Klinik

Ditindaklanjuti

Melaksanakan

Kusades

Saran

Sanitasi
1

Purirano

60

12

60

Mata

80

14

80

Kessilampe

278

26

278

Kendari Caddi

225

26

225

Mangga Dua

82

17

82

Jumlah

725

95

725

Tabel 20. Hasil Survey Jentik Tahun 2015

No

Kelurahan

Jumlah
diperiksa

Jumlah

Jumlah

rumah ada

rumah tidak

jentik

ABJ

HI

ada jentik

(%)

(%)

Purirano

270

30

240

88.9

11.1

Mata

297

25

272

91.5

8.5

Kessilampe

651

40

611

93.8

6.2

Mangga Dua

389

46

343

88.2

11.2

Kendari Caddi

719

34

685

95.3

4.7

2326

175

2151

92.5

7.5

Jumlah
g. Promosi Kesehatan

Tabel 21. Cakupan Kegiatan Promosi Kesehatan Tahun 2015

27

Jenis Kegiatan

Sasaran

Target

Pencapaian

5 kelurahan

(%)
100

(%)
100

11 sekolah

100

100

2.

sekolah
Rumah tangga sehat

201

75

29

3.

Bayi yang mendapat ASI

125

70

78

4.

Eksklusif
Kelurahan dengan garam

5 kelurahan

90

98

beryodium baik
Posyandu mandiri

8 posyandu

20

38

o
1. a. Penyuluhan Kelompok
b. Penyuluhan anak

Tabel 22. Kelurahan dengan PHBS yang dibina Tahun 2015


No
1

Nama Kelurahan
Purirano

Jml RT
201

Jml RT PHBS
58 (29%)

h. Perkesmas
Tabel 23. Cakupan Kegiatan Perkesmas Tahun 2015
No.
I

II

Kegiatan
Pembinaan Kes. Kel. Rawan
+ Maternal
+ Bayi
+ Balita
+ Usila
+ Penyakit Kronis
Pel. Keperawatan Kes. Risti
+ Maternal
+ Bayi
+ Anak Balita

Sasaran

Target

Pencapaian

(%)

(%)

67
44
155
48
7

80
80
80
80
80

93
68
86
100
100

89
44
170

50
50
50

69
68
79

28

III

Pel. Keperawatan Tindak


Lanjut di Rumah
1. Kasus tertentu pasca

36

100

100

36

100

100

perawatan di RS atau
Puskesmas
2. Post Op katarak, MOW,
MOP, dll.
i. Kesehatan Jiwa
Tabel 24. Cakupan Kegiatan Kesehatan Jiwa Tahun 2015
Jumlah Kunjungan Kasus/Golongan
No

Jenis Penyakit

Umur

Jumla
h

1.

G.psikotik yg

<1

1-4

5-

15-

45-

55-

>65

Th

Th

14

44

54

64

Th

Th

Th

Th

Th

21

24

dirujuk
2.

G.psikotik yg
ditangani

3.

G.Neurotik yg
dirujuk

4.

G.neurotic yg
ditangani

5.

G.kesehatan jiwa
anak dan remaja

6.

G.kepribadian

7.

G.penggunaan zat

psikoaktif
8.

Retardasi mental

29

9.

G.jiwa lainnya:
- Psikosomatik

88

59

52

29

232

dirujuk
- psikosomatik yg
ditangani
- G.mental organic
e.c Epilepsi dirujuk
- G.mental organic
e.c Epilepsi
ditangani
2. Program Lain
a. Poli Umum
Tabel. 25. 10 Penyakit Terbesar Tahun 2015
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Penyakit
Peny. lain pada ISPA
Peny. sistem otot
Peny. Lain-lain
Gastritis
ISPA
Hypertensi
Febris
Penyakit kulit alergi
Penyakit kulit infeksi
Chepalgia

Jumlah
3482
2164
1687
1375
1303
1276
1246
1114
811
706

b. Poli Gigi
Tabel 26. Cakupan Kunjungan Poli Gigi Puskesmas Mata Tahun 2015

No.
1.

Jenis tindakan
Pencabutan gigi tetap

Jumlah
128

30

2.

Pencabutan gigi susu

168

3.

Penambalan sementara

35

4.

Penambalan tetap

25

T O TAL

356

Tabel 27. 5 (Lima) Penyakit Poli Gigi Puskesmas Mata Tahun 2015

No

Jenis Penyakit

Jumlah

.
1.

Karies gigi

2414

2.

Peny pulpa dan jaringan perrapikal

563

3.

Gingivitis dan penyakit periodontal

121

4.

Gangguan gigi dan jaringan penyangga lainnya

11

5.

Penyakit rongga mulut, kelenjar ludah, rahang dll

18

T O TAL

3127

c. Apotek
Tabel 28. 20 Pemakaian Obat Terbesar Tahun 2015
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nama Obat
Klorofeniramin Makat (CTM) tablet 4 mg
Deksametason Tablet 0,5 mg
Tiamin HCL Mononitrak Tablet 50 mg
Amoxilin tablet 500 mg
Gliseril Guaiakolat Tablet 100 mg
Prednison Tablet 5 mg
Asam Askorbat (Vit. C) Tablet 50 mg
Parasetamol Tablet 500 mg
Tablet Tambah Darah
Asam Mefenamat 500 mg
Ibuprofen Tablet 400 mg

Jumlah Pemakaian
45.290
93.500
37.200
36.900
29.750
27.800
27.400
25.650
24.400
23.920
21.480
31

12
13
14
15
16
17
18
19
20

Antasida Doen Tablet


Piridoksin HCL Tablet 10 mg
Kalsium Laktat Tablet 500 mg
Piroxicom 20 mg
Catopril 25 mg
Ranitidine
Novaheksin
Vitamin B Kompleks Tablet
Simvastatin

16.130
13.700
11.100
9.900
8.300
5.500
2.200
1.280
1.100

BAB IV
ANALISIS MASALAH
A.

Analisis Penyebab Masalah


Hasil kegiatan Puskesmas Mata pada bulan Januari hingga Desember 2015
berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terlampir, dari hasil cakupan
kegiatan Puskesmas pada bulan Januari hingga Desember 2015, yang masih menjadi
masalah dan perlu diupayakan pemecahannya dengan menggunakan kerangka
pemikiran pendekatan sistem, sebagai berikut:
INPUT
Man
Money
Method
Material
Machine

PROSES
P1
P2
P3

OUTPUT
Cakupan
Program

LINGKUNGAN
Fisik:Jarak
Non-Fisik:Kesadaran, pengetahuan Pengetahuan

32

Bagan 1. Kerangka Teori Pendekatan Sistem

B.

Kerangka Pikir Pemecahan Masalah


Masalah adalah kesenjangan antara keadaan spesifik yang diharapkan dengan
kenyataan,

yang

menimbulkan

rasa

tidak

puas,

dan

keinginan

untuk

memecahkannya.
Dengan demikian didapatkan ciri-ciri masalah :
1. Menyatakan hubungan dua atau lebih variabel
2. Dapat diukur
3. Dapat diatasi
Urutan dalam siklus pemecahan masalah antara lain :
a. Identifikasi/ inventarisasi masalah
Menetapkan keadaan spesifik yang diharapkan, yang ingin dicapai,
menetapkan indikator tertentu sebagai dasar pengukuran kinerja, misalnya SPM.
Kemudian mempelajari keadaan yang terjadi dengan menghitung atau mengukur
hasil pencapaian. Kemudian membandingkan antara keadaan nyata yang terjadi,
dengan keadaan tertentu yang diinginkan atatu indikator tertentu yang sudah
ditetapkan.
b. Penentuan prioritas masalah
Metode yang digunakan adalah Hanlon Kuantitatif
c. Penentuan penyebab masalah
Penentuan penyebab masalah dilihat berdasarkan data atau kepustakaaan
dengan curah pendapat. Penentuan penyebab masalah hendaknya jangan
menyimpang dari masalah tersebut.
d. Memilih penyebab yang paling mungkin
Penyebab masalah yang paling mungkin harus dipilih berdasarkan sebabsebab yang didukung oleh data atau konfirmasi. Penyusunan rencana penerapan
33

Rencana penerapan pemecahan masalah dibuat dalam bentuk POA (Plan of


Action atau rencana kegiatan).
C.

Prioritas Masalah
Setelah masalah ditemukan, kemudian ditentukan prioritas dan diurutkan

sesuai

persentase

tinggi-rendahnya

masalah.

Penentuan

prioritas

masalah

menggunakan metode Hanlon-Kuantitatif, dengan menggunakan kriteria :

Metode Hanlon Kuantitatif


Merupakan metode yang mudah dipakai untuk menentukan prioritas masalah,
dengan rumus :
(A + B) x C x D
Keterangan :
-

Kriteria A

: Besar Masalah

Kriteria B

: Kegawatan Masalah

Kriteria C

: Kemudahan Penanggulangan

Kriteria D

: PEARL Faktor

Tujuan menggunakan metode Hanlon Kuantitatif dalam menentukan prioritas


masalah :
a. Identifikasi faktor-faktor luar yang dapat diikutsertakan dalam proses
penentuan masalah.
b. Mengelompokkan faktor-faktor yang ada dan memberikan bobot terhadap
kelompok faktor tersebut.

34

c. Memungkinkan

anggota

untuk

mengubah

faktor

dan

nilai

sesuai

kebutuhannya.
ANALISIS PRIORITAS MASALAH

No.

INDIKATOR

SASARAN

TARGET

PENCAPAIAN

(%)

(%)

(%)

70
90

68
81.9

2
8.1

28

85

72

13

28

85

72

13

28

85

10,71

74,29

270

65

54

11

270

65

54

11

1000

100

91,50

8,5

91.3
88.4
90.7

8,7
11,6
9,3

SELISIH

GIZI
1.
2.

N/S
FE III

1586
349
P2M

3.
4.
5.

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

a. TBC
Jumlah penderita
BTA+ Ditemukan
Jumlah penderita
BTA+ Yang konvesrsi
Jumlah penderita
BTA+ Yang sembuh
b. Diare
Jumlah Penderita yang
Diperiksa
Jumlah Penderita yang
diberi Oralit
Jumlah Oralit yg
diberikan
Pemeriksaan JAGA
Pemeriksaan SPAL
Pemeriksaan TPS
Kesehatan Lingkungan
Perumahan
Pemeriksaan Sarana

14.
15.

Air Bersih
Pengawasan I M M
Pengawasan TPM

16.

Rumah tangga sehat

KESEHATAN LINGKUNGAN
2326
100
2326
100
2326
100
2326

100

92.1

7,9

108

90

89.8

0,2

50
67

50
13

29

46

2
100
29
80
PROMOSI KESEHATAN
201
75

35

PERKESMAS
17.

Pembinaan Kes. Kel.

44

Rawan + Bayi

80

68

12

1. Kriteria A (Besar Masalah)


Kelas N = 1 + 3,3 log n
Kelas 32 = 1 + 3,3 log 17
= 1 + 3,3 (1,23)
= 1 + 4,059
= 5,059 5

Interval

Nilai tertingginilai terenda h


Jumla h kelas

64,49(33,9)
6

74,29( 0,2)
5

= 14,818

No.

INDIKATOR

SELISIH

0
14,818

1.
2.

N/S
FE III

2
8.1

INTERVAL
14,819 29,638 44,456

29,637
GIZI

44,455

59,273

NILAI
59,274
74,10

X
X

2
2
P2M

a. TBC
Jumlah
3.

4.

penderita
BTA+
Ditemukan
Jumlah

13

13

penderita
BTA+ Yang

36

konvesrsi
Jumlah
5.

penderita
BTA+ Yang

74,29

10

sembuh
b. Diare
Jumlah
6.

Penderita yang

11

11

8,5

Diperiksa
Jumlah
7.

8.

Penderita yang
diberi Oralit
Jumlah Oralit
yg diberikan

KESEHATAN LINGKUNGAN
9.
10.
11.

12.

Pemeriksaan
JAGA
Pemeriksaan
SPAL
Pemeriksaan
TPS
Kesehatan
Lingkungan

8,7

11,6

9,3

7,9

0,2

Perumahan
Pemeriksaan
13.

14.
15.

Sarana Air
Bersih
Pengawasan I
MM
Pengawasan
TPM

50
13

PROMOSI KESEHATAN
16.

Rumah tangga
sehat

46

PERKESMAS
37

Pembinaan
17.

Kes. Kel.

12

Rawan + Bayi
2. Kriteria B (Kegawatan Masalah)
No.
1.
2.

3.
4.
5.

6.
7.
8.

INDOKATOR
N/S
FE III
a. TBC
Jumlah penderita
BTA+ Ditemukan
Jumlah penderita
BTA+ Yang konvesrsi
Jumlah penderita
BTA+ Yang sembuh
b. Diare
Jumlah Penderita
yang Diperiksa
Jumlah Penderita
yang diberi Oralit
Jumlah Oralit yg
diberikan

9.
10.
11.

Pemeriksaan JAGA
Pemeriksaan SPAL
Pemeriksaan TPS
Kesehatan

12.

Lingkungan

13.
14.
15.

Perumahan
Pemeriksaan Sarana
Air Bersih
Pengawasan I M M
Pengawasan TPM

KEGAWATAN MASALAH
Keganasan
Biaya
Urgensi
GIZI
3,5
2
4,45
4,6
4
4,54
P2M

NILAI
9,95
13,14

4,3

3,6

4,7

12,6

4,3

3,6

4,7

12,6

3,5

9,5

3,7

4,5

12,2

3,8

10,8

3,3
3
4,5

10,3
10,5
10,5

KESEHATAN LINGKUNGAN
3
4
3
4,5
2
4
2,7

4,3

11

2,5

4,7

10,2

4
4

10,5
10,2

3
3,5
3,2
3
PROMOSI KESEHATAN

38

16.
17.

Rumah tangga sehat

3,5
4
PERKESMAS

Pembinaan Kes. Kel.

Rawan + Bayi

3,5

4,5

12

3,5

11

Keterangan:
Keganasan

Biaya

Urgensi

Sangat ganas

:5

Sangat murah : 5

Sangat mendesak

:5

Ganas

:4

Murah

Mendesak

:4

Cukup berpengaruh

:3

Cukup murah : 3

Cukup mendesak

:3

Kurang ganas

:2

Mahal

Kurang mendesak

:2

Tidak ganas

:1

Sangat mahal : 1

Tidak mendesak

:1

:4
:2

3. Kriteria C (Kemudahan Penanggulangan)


No.

KEMUDAHAN

INDIKATOR

PENANGGULANGAN
GIZI

1.
2.

N/S
FE III

4
4
P2M
a. TBC

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Jumlah penderita BTA+ Ditemukan


Jumlah penderita BTA+ Yang konvesrsi
Jumlah penderita BTA+ Yang sembuh
b. Diare
Jumlah Penderita yang Diperiksa
Jumlah Penderita yang diberi Oralit
Jumlah Oralit yg diberikan
KESEHATAN LINGKUNGAN
Pemeriksaan JAGA
Pemeriksaan SPAL
Pemeriksaan TPS
Kesehatan Lingkungan
Perumahan
Pemeriksaan Sarana Air Bersih

3
3
3
4
3
3
2
4
3
3
4

39

14.
15.

Pengawasan I M M
Pengawasan TPM

2
2

16.

Rumah tangga sehat

17.

PERKESMAS
Pembinaan Kes. Kel. Rawan + Bayi

PROMOSI KESEHATAN

Keterangan:
Sangat mudah : 1
Mudah

:2

Cukup mudah : 3
Agak mudah : 4
Tidak mudah : 5

4. Kriteria D (PEARL Faktor)

No.

Propriety

: Kesesuaian dengan program daerah/ nasional/ dunia

Economy

: Memenuhi syarat ekonomi untuk melaksanakannya

Acceptability : Dapat diterima oleh petugas, masyarakat, dan lembaga terkait

Resources

: Tersedianya sumber daya

Legality

: Tidak melanggar hukum dan etika


HASIL

PEARL

INDIKATOR
P

1
1

1
1

KALI

1
1

1
1

1
1

1
1

GIZI
1.
2.

N/S
FE III

3.

a. TBC
Jumlah

P2M
1

penderita
BTA+

40

Ditemukan
Jumlah
4.

penderita
BTA+ Yang

konvesrsi
Jumlah
5.

penderita
BTA+ Yang
sembuh
b. Diare
Jumlah

6.

Penderita yang
Diperiksa
Jumlah

7.

8.

Penderita yang
diberi Oralit
Jumlah Oralit
yg diberikan

KESEHATAN LINGKUNGAN
9.
10.
11.

12.

Pemeriksaan
JAGA
Pemeriksaan
SPAL
Pemeriksaan
TPS
Kesehatan
Lingkungan

Perumahan
Pemeriksaan
13.

14.
15.

Sarana Air
Bersih
Pengawasan I
MM
Pengawasan

41

TPM
PROMOSI KESEHATAN
16.

Rumah tangga
sehat

NPD

NPT

4
4

1
1

46
60,56

46
60,56

PERKESMAS
Pembinaan
17.

Kes. Kel.

Rawan + Bayi
Keterangan:
1 = setuju
0 = tidak setuju
5. Nilai Prioritas Masalah

No.

Nilai Prioritas Dasar (NPD)

= (A+B) x C

Nilai Prioritas Total (NPT)

= (A+B) x C x D

INDIKATOR

B
GIZI

1.
2.

N/S
FE III

2
2

9,95
13,14
P2M

a. TBC
Jumlah
3.

penderita
BTA+

12,6

43,8

43,8

12,6

43,8

43,8

10

9,5

58,5

58,5

Ditemukan
Jumlah
4.

5.

penderita
BTA+ Yang
konvesrsi
Jumlah
penderita
BTA+ Yang

42

sembuh
b. Diare
Jumlah
6.

Penderita yang

12,2

56,8

56,8

10,8

38,4

38,4

24

24

Diperiksa
Jumlah
7.

8.

Penderita yang
diberi Oralit
Jumlah Oralit
yg diberikan

KESEHATAN LINGKUNGAN
9.
10.
11.

12.

Pemeriksaan
JAGA
Pemeriksaan
SPAL
Pemeriksaan
TPS
Kesehatan
Lingkungan

10,3

24,6

24,6

10,5

50

50

10,5

37,5

37,5

11

39

39

10,2

48,8

48,8

10,5

37

37

10,2

24,4

24,4

60

60

39

39

Perumahan
Pemeriksaan
13.

14.
15.

Sarana Air
Bersih
Pengawasan I
MM
Pengawasan
TPM

PROMOSI KESEHATAN
16.

Rumah tangga
sehat

12

PERKESMAS
Pembinaan
17.

Kes. Kel.

11

Rawan + Bayi

43

Adapun yang menjadi prioritas masalah puskesmas Mata pada tahun 2015 adalah sebagai
berikut :
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.

INDIKATOR
FE III
Rumah tangga sehat
Jumlah penderita BTA+ Yang sembuh
Jumlah Penderita yang Diperiksa
Pemeriksaan SPAL
Pemeriksaan Sarana Air Bersih
N/S
Jumlah penderita BTA+ Ditemukan
Jumlah penderita BTA+ Yang konvesrsi
Kesehatan Lingkungan

NPT
60,56
60
58,5
56,8
50
48,8
46
43,8
43,8

Perumahan
Pembinaan Kes. Kel. Rawan + Bayi
Jumlah Penderita yang diberi Oralit
Pemeriksaan TPS
Pengawasan I M M
Pemeriksaan JAGA
Pengawasan TPM
Jumlah Oralit yg diberikan

39
39
38,4
37,5
37
24,6
24,4
24

PENYEBAB MASALAH

1. Analisa kemungkinan penyebab Masalah Program Perbaikan Gizi


KOMPONE
N
Input
Man
Money
Matherial
Method
Marketing
Lingkungan

KEMUNGKINAN PENYEBAB
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Tidak ada masalah
Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sosialisasi yang
dilakukan oleh petugas kesehatan
Tidak ada masalah
Kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil

44

pentingnya Fe bagi kehamilan dan bahaya permasalahan gizi


Proses
P1

Kurangnya perencanaan yang matang dari puskesmas terkait

P2

program perbaikan gizi masyarakat


Kurangnya sosialisasi dari petugas puskesmas terhadap masyarakat

P3

terkait bahaya dari permasalahan gizi


Tidak ada masalah

2. Analisa Prioritas Penyebab Masalah


A Kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil pentingnya Fe bagi
kehamilan dan bahaya permasalahan gizi
B Kurangnya perencanaan yang matang dari puskesmas terkait program perbaikan
gizi

masyarakat

C Kurangnya sosialisasi dari petugas puskesmas terhadap masyarakat terkait bahaya


dari permasalahan gizi
D Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh
petugas

kesehatan
Tabel Paired Comparison

A
B
C
D
Total vertical
Total
Horizontal
Total

B
B

C
C
B

D
D
D
D

Total
0
1
0
0

Tabel Kumulatif
D
B
C
A
Jumlah

3
2
0
0
5

3/6 x 100%
2/6 x 100%
1/6 x 100%
0/6 x 100%

50%
33%
17%
0%
100%

50%
83%
100%
100%

45

Masalah yang perlu diselesaikan berdasarkan nilai kumulatif adalah :


1) Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap sosialisasi yang dilakukan oleh
petugas kesehatan
2) Kurangnya perencanaan yang matang dari puskesmas terkait program perbaikan
gizi masyarakat

Pemecahan masalah :
Rencana kegiatan :
a) Penyuluhan dan sosialisasi mengenai pentingnya pemberian suplemen zat besi bagi
ibu hamil
b) Pelatihan tenaga kesehatan mengenai manajemen kesehatan bagi ibu hamil

KEGIATAN

INPUT
Material Method

OUTPUT

Man

Money

KET.

Marketing

Penyuluhan
dan
sosialisasi
mengenai
pentingnya
pemberian

Dapat
dilaksanakan

suplemen zat
besi bagi ibu
hamil
Pelatihan

Dapat

46

tenaga
kesehatan
mengenai
manajemen

dilaksanakan

kesehatan
bagi ibu
hamil

Berdasarkan kriteria mutlak dan kriteria keinginan, maka 2 rencana kegiatan diatas
yang dapat dijadikan rencana kegiatan atau Plan of Action (POA).

PLAN OF ACTION
Program
kegiatan

Tujuan

Kesehatan Ibu dan Anak


- Penyuluhan dan sosialisasi tentang pentingnya tablet besi pada ibu hamil
-

Pelatihan dan upgrading tenaga kesehatan tentang peran tablet besi pada

ibu hamil
Untuk menambah pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu
hamil mengenai pentingnya tablet besi dalam masa kehamilan

Untuk meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk rutin mengkonsumsi


tablet besi selama masa kehamilan

Untuk menambah pengetahuan kepada tenaga kesehatan tentang


pentingnya tablet besi pada ibu hamil

Sasaran
Target
Tempat

Untuk meningkatkan kemampuan sosialisasi dan mutu pelayanan tenaga

kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya zat besi selama kehamilan
Masyarakat khususnya Ibu hamil

210 ibu rumah tangga


- Aula kelurahan matta
-

Puskesmas Matta

47

Waktu
Personil

Biaya

2 kali per tahun


- Kepala dan tenaga kesehatan
-

Pakar Ilmu kesehatan ibu dan anak

Biaya pakar : Rp. 500.000,-

Biaya perlengkapan : Rp. 300.000,-

Biaya pembelian tablet besi untuk Puskesmas : Rp. 300.000,-

Biaya konsumsi : Rp. 2.000.000,-

Biaya tak terduga : Rp. 500.000,-

Total : Rp.3.600.000,-

BAB V
PENUTUP
48

A.

Kesimpulan
1. Di antara beberapa program kesehatan masyarakat di Puskesmas Mata yang masih
berada di bawah rata-rata standar pelayanan minimal adalah kesehatan lingkungan.
2. Sebagian besar program gizi di Puskesmas Mata pada tahun 2015 telah mencapai
target standar pelayanan minimal.
3. Berdasarkan data ketenagaan dari masing-masing profesi, tenaga di Puskesmas
Mata masih kurang, yaitu tenaga dokter dan sanitarian masing-masing hanya 1
orang. Selain itu tenaga medis lainnya juga masih kurang. Dan yang belum ada
hingga saat ini adalah tenaga Apoteker dan Asisten Apoteker serta Tenaga Analis
Kesehatan.
4. Sarana dan prasarana yang ada di Puskesmas Mata masih belum memadai seperti
kendaraan roda dua yang masih kurang dan barang meubiler. Selain itu,
Laboratorium untuk pemeriksaan TB dan penyakit lainnya belum ada.

B.

Saran
1. Diharapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Kendari menambah
jumlah tenaga di Puskesmas Mata khususnya tenaga Dokter, Sanitarian, Asisten
Apoteker, Analis Kesehatan dan tenaga paramedis lainnya.
2. Untuk meningkatkan cakupan Program, maka penyuluhan kepada masyarakat perlu
lebih diintensifkan lagi.
3. Perlunya penambahan fasilitas kendaraan roda dua dan barang meubiler guna
meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan di masyarakat.
4. Perlunya pembangunan/rehabilitasi Puskesmas Mata dalam hal ini pengadaan ruang
laboratorium dan ruang lainnya serta rehabilitasi terhadap gedung yang sudah ada.

49