Anda di halaman 1dari 1

UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL BINTANG LAUT BERTANDUK

(Protoreaster nodosus) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans ATCC 10231


Oleh :
Utari Najamuddin
K1A1 11 020
ABSTRAK
Salah satu bahan alternatif sebagai antijamur yang berasal dari hasil perairan yakni
bintang laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat ekstrak etanol bintang laut
bertanduk (Protoreaster nodosus) terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231
dan mengetahui senyawa bioaktif yang dikandung oleh bintang laut bertanduk
(Protoreaster nodosus).
Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan desain one shot case
study dengan variabel berupa perlakuan ekstrak etanol bintang laut bertanduk
(Protoreaster nodosus) terhadap Candida albicans ATCC 10231. Ketokonazol digunakan
sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Pengujian daya hambat
dengan konsentrasi 2000 ppm, 4000 ppm, 8000 ppm, 16000 ppm, dan 32000 ppm,
dilakukan dengan lima kali pengulangan. Dalam penelitian ini digunakan IC 50 untuk
melihat seberapa besar ekstrak etanol bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus)
mampu menginhibisi jamur Candida albicans ATCC 10231.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bintang laut bertanduk (Protoreaster
nodosus) mampu menghambat pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Ekstrak
etanol bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus) menunjukkan hasil positif
mengandung senyawa bioaktif berupa steroid, flavonoid, dan tanin.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya daya hambat ekstrak etanol bintang laut
bertanduk (Protoreaster nodosus) terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231
dan ekstrak etanol bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus) memiliki komponen
senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai antijamur. Hasil IC 50 menunjukkan bahwa
bintang laut bertanduk (Protoreaster nodosus) mampu menginhibisi Candida albicans
ATCC 10231 sebesar 244.763,5 ppm.
Kata Kunci : Protoreaster nodosus, Candida albicans ATCC 10231 , senyawa
bioaktif, IC50.