Anda di halaman 1dari 11

PT Indoferro

PT. Indoferro, merupakan anggota dari Growth Steel Group, Yang berbasis di Jakarta, Indonesia,
Dan telah berhasil menoperasikan Blast Furnace yang berlokasi di Cilegon. PT Indoferro memproduksi
Nickel Pig Iron (NPI) untuk melayani produsen baja stainless dan pengecoran pengecoran nikel di pasar
Asia, Eropa & Amerika. PT Indoferro adalah smelter pertama yang mulai beroperasi di Indonesia sejak
pemerintah menerapkan regulasi pertambangan baru 2012 yang membutuhkan bijih pengolahan mineral
ke dalam produk nilai tambah sebelum ekspor. Growth Steel Group memasok produk baja untuk
konstruksi, pertambangan dan re-rol di seluruh Timur Tengah, Asia Tenggara, Australia, Afrika, Amerika
Selatan. PT. Indoferro adalah proyek skala besar terbaru untuk Growth Steel Group dan menghasilkan pig
iron nikel dari deposit bijih nikel ferro Indonesia.
PT. Indoferro memasok produk pig iron nikel ke pabrik stainless steel, nikel dan pengecoran
pengecoran stainless steel dan produsen pabrik roll baja dengan target pasar kami yaitu Timur Tengah,
Asia Tenggara, India, Australia, Afrika, Amerika Selatan dan Eropa.
PT. Indoferro masih terus berkembang dan kini memproduksi 2,0% - 4,0% nikel pig iron, yang bekerja
pada instalasi peralatan tambahan untuk lebih menyempurnakan produk akhir untuk menghasilkan pig
iron nikel dengan karbon rendah, fosfor rendah dan tingkat sulfur yang rendah. Tahap kedua proyek di
mulai pada 2013 untuk menggandakan kapasitas produksi pig iron nikel.
Produk
1. Basic Pig Iron
2. Foundry Pig Iron
3. Nickel Pig Iron (minimum 4.00% nickel)
4. Alloy Pig Iron (according to requirements)
Dimension
: 230x160x50mm
Weight
: 8.5kg/piece(nominal)

High energy-efficient stamp-coke ovens mennghasilkan blast furnace coke yang digunakan
dalam proses reduksi bijih ferro nikel. Bijih besi nikel yang halus dicampur dan dikalsinasi di pabrik
sinter untuk menghilangkan uap air dan memberikan pelet sebagai bahan baku untuk blast furnace.
Pelet sinter, lump bijih besi nikel, kokas dan fluks kemudian dimasukan ke dalam hot air blast furnace
di mana oksida ferro-nikel dikurangi menjadi nickel pig iron. Untuk lebih menyempurnakan pig iron nikel
untuk menghasilkan pig iron nikel dengan kualitas yang lebih tinggi denganberkurangnya kandungn dari
karbon, sulfur dan fosfor.
Tahap kedua dari proyek ini adalah untuk menginstal sebuah second hot air blast furnace
kedua yang memproduksi 500.000 - 600.000 ton produk nikel pig iron.

Apa itu Nickel Pig Iron ( NPI )


Nikel bijih laterit yang digunakan untuk membuat Nikel Pig Iron (NPI). Sebagian besar
ditemukan di daerah tropis dimana tinggi curah hujan lebih dari jutaan tahun dan ditemukan banyak
magnesium dan silika dari original olivine-rich ultramafic rocks. Nikel laterit biasanya terjadi di daerah
di mana pelapukan berkepanjangan batuan ultramafic (mengandung mineral ferro-magnesian) dengan
kondisi hangat dengan curah hujan yang tunggi. Deposit tersebut umumnya menunjukkan lapisan
bergradasi yang terdiri dari:
Sebuah iron-rich cap;
Lapisan limonite didominasi oleh goethite (FeOOH total 40% Fe atau lebih besar);
Lapisan saprolit, biasanyasering dengan basal batu-gangue. Lapisan saprolit biasanya kaya
magnesium (10-20% Mg), dengan penggantinya besi untuk magnesium dalam serpentine (Mg3Si2O5
(OH) 4), serta sebagai goethite (Total 10-25% Fe);
Lapisan garnieritic; dan
Sebuah batuan dasar lapisan lapuk.
Nikel pig iron saham pakan terdiri dari bijih nikel kadar rendah, batubara kokas, dan
campuran fluks. Campuran pertama dikalsinasi dan disinter menjadi pelet sebelum dimasukkan ke
dalam blast furnace dengan bijih tambahan dan fluks. Kotoran dan terak kemudian dikeluarkan dari the
reduced nickel iron melt sebelum the molten nickel-iron dicetak di pig-moulds untuk membentuk nickel
pig iron.

Home

Bisnis

Ekonomi

Yuk Tengok, Proses Pengolahan Nikel di


Smelter Milik Indoferro
By Fiki Ariyanti
on 19 Okt 2013 at 15:26 WIB

17Shares

Facebook

Twitter

Google+

Email

Copy Link

Bertolak dari wilayah Karawaci, Tangerang, rombongan Indonesia Eximbank termasuk


timLiputan6.com menuju pabrik besi dan nikel PT Indoferro di Cilegon, Jawa Barat. Ini
merupakan satu-satunya perusahaan swasta pertama yang mendirikan pemurnian nikel di
Indonesia.
Rombongan menempuh perjalanan selama dua jam melewati kawasan industri pabrik baja
pelat merah, PT Krakatau Steel Tbk hingga akhirnya sampai di kawasan Indoferro.
Menginjakkan kaki di pabrik tersebut, hawa panas sudah mulai terasa, tumpukan batu bara
yang menjadi bahan bakar smelter, serta bahan baku berupa batu besi, nikel dan kapur terlihat
menjulang tinggi berdampingan dengan pabrik.
Direktur Utama Indoferro Radius Suhendra mengaku, pihaknya mendapat suntikan pinjaman
dana dari Indonesia Eximbank untuk membangun smelter di Cilegon.

"Pada tahun 2011, Eximbank memberikan pinjaman dana US$ 50 juta sebagai investasi kami
dalam merealisasikan proyek smelter. Sehingga kami bisa menjalani larangan ekspor bahan
baku mineral dari pemerintah pada tahun lalu," papar dia saat ditemui di pabrik besi dan mineral
Indoferro, Cilegon, Sabtu (19/10/2013).
Tim Indoferro mengajak rombongan menyaksikan proses produksi besi dan nikel, mulai dari
pengolahan bahan baku sampai proses pencetakan besi serta pengiriman lempengan besi dan
nikel menuju ke Taiwan.
Managing Director Indonesia Eximbank, Dwi Wahyudhi mengungkapkan, Indoferro merupakan
debitur yang telah melaksanakan amanah pemerintah membangun smelter.
"Indoferro baru produksi Agustus 2012 dengan menghasilkan produk yang bernilai tambah.
Sehingga ini menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang mendirikan smelter dan
berkontribusi kepada pemerintah," papar dia.
Saat ini, Direktur Pengembangan Indoferro Jonathan Handojo menambahkan, pihaknya dapat
memproduksi besi kasar atau besi asalan (pig iron) setiap tahun mencapai 1 juta ton sedangkan
250 ribu ton untuk nikel pig iron.

Berikut proses pengolahan nikel di smelter milik Indoferro:


1. Pembakaran

Proses pembakaran bahan baku batu besi yang berasal dari Kalimantan Selatan menjadi sinter
ore. Tahapan ini dilakukan setelah melalui proses pencampuran bahan baku yang terletak di
kedalaman 15 meter bawah tanah.

2. Peleburan

Proses selanjutnya adalah peleburan sinter ore di Blast Furnance dengan tingkat suhu 1.300
derajat celcius. Hasil dari peleburan itu akan keluar cairan besi yang berbarengan dengan
semen dalam satu kali proses produksi
Blast Furnance satu-satunya teknologi terbaik di dunia untuk memproduksi besi kasar (pig iron)
untuk dijadikan baja dan turunannya seperti stainless steel.

3. Penampungan

Cairan besi keluar dari mulut Blast Furnance yang telah disaring menuju ke tangki dengan
kapasitas mencapai 40 ton. Sebanyak 6-8 truk tangki dikerahkan setiap harinya bolak balik
menampung cairan besi dan di bawa ke tempat pencetakan atau pig caster.
4. Percetakan

Truk tangki dibawa ke tempat pencetakan, lalu cairan besi dialirkan ke wadah cetak besi dan
nikel berukuran sedang. Kemudian ditarik ke atas menggunakan jalur rel kereta dan
disemprotkan air sehingga menjadi lempengen besi dan nikel pig iron bentuk utuh.
Di dalam proses pencetakan, tangki dilarang terkena air karena akan menimbulkan suara
ledakan. Untuk itu, seluruh pekerja diwajibkan menggunakan baju anti terbakar supaya lebih
aman.
5. Pengiriman

https://liathespaniard.wordpress.com/2011/12/20/nikel-matte/
Terakhir, proses pengiriman nikel pig iron dan besi ke daerah di Indonesia serta luar negeri,
termasuk Taiwan. (Fik/Ndw)