Anda di halaman 1dari 6

PAPER SCL TEKNIK PENGAWETAN TANAH DAN AIR

SOIL CONDITIONER SEBAGAI PENCEGAH EROSI

Oleh:
Kelompok
Andi Setiawan (240110060002)
Revi Chairunnisa (240110060052)
Sukma Aji Nugroho (24011006005)
Tri Indra (240110060065)
Dewi Unaeni (240110060065)
Luthfan Jatnika (240110060077)

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2009

Cara Kimia Dalam Pencegahan Erosi


Degradasi lahan (Land Degradation) merupakan suatu proses kemunduran
produktivitas lahan menjadi lebih rendah, baik sementara maupun tetap sehingga pada
akhirnya lahan tersebut dapat menuju ke tingkat kekritisan tertentu (Dent, 1993). Proses
tersebut meliputi berbagai tingkat kerusakan tanah (Soil Degradation), kerusakan sumber
daya air, penggundulan hutan dan penurunan produktivitas tanah pengembalaan. Penyebab
utama kemunduran produktivitas tanah adalah erosi, karena kurang tepatnya pengelolaan
lahan dan curah hujan yang tinggi, sehingga lahan tersebut mengalami kerusakan fisik,
kimia, dan biolagi yang pada akhirnya akan menurunkan hasil pertanaman yang drastis.
Salah satu upaya dengan cara kimia dalam pencegahan erosi, yaitu dengan
memanfaatkan soil conditioner atau bahan-bahan pemantap tanah. Soil Conditioner
merupakan bahan pembenah atau pemantap tanah yang dibuat dari bahan alami atau sintetis
untuk merperbaiki sifat-sifat tanah seperti struktur tanah sehingga tanah akan tetap resisten
terhadap erosi dan tanah dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
Menurut M. De Boodt, dalam Use on Soil Conditioners Around The World,
(1975). Pemantapan tanah dengan bahan pemantap ialah pembentukan struktur tanah
dengan pori-pori atau ruang udara di dalam tanah di antara agregat-agregatnya yang
sekaligus mencapai kestabilan, dimana penggunaan bahan pemantap tersebut dapat berupa
bahan alami ataupun buatan.
Soil Conditioner terdiri dari beberapa jenis tergantung pada komposisi tanah, iklim,
dan jenis tanaman. Some soils lack necessary for proper plant growth and others hold too
much or too little water.Misalnya, yang berbentuk cairan seperti emulsi bitumen,
Polyacrylamide (PAM),Polyurethane, Polyacrylamide, Polyacrylacid, dan lain-lain.
Sedangkan yang berbentuk serbuk misalnya Polysachharide, Polyvinylalcohol dan lain-lain.
Untuk bahan pemantap tanah alami misalnya lateks. Pemanfaatan Soil Conditioner dapat
mengurangi erosi tanah, menciptakan sistem usaha tani yang berkelanjutan karena mampu
menghasilkan produksi terus menerus dengan kuantitas dan kualitas yang prima.
Penggunaan bahan pembenah tanah ini sebaiknya yang berasal dari bahan organik, serta
tidak mengandung logam berat untuk menghindari adanya residu logam berat di tanah yang
dapat membahayakan manusia melalui rantai makanan. Teknologi Soil Conditioner

merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk mencegah lahan terdegradasi,
mempertahankan kelestarian lingkungan dan membentuk agroekosistem yang mantap.
Kerusakan tanah yang disebabkan oleh merosotnya unsur hara tanah, mudah
diperbaiki dengan menambah unsur hara tersebut melalui pemupukan. Penggunaan pupuk
pestisida yang berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan lahan pertanian. Walaupun
produk yang dihasilkan bisa lebih banyak dan menguntungkan, namun zat-zat kimia yang
terkandung dalam pestisida tidak baik untuk kesuburan tanah. Sejumlah besar zat kimia
yang beracun merembes ke dalam tanah, mencemari permukaan air di bawah tanah dan
muncul kembali di dalam makanan.
Zat kimia yang dapat merusak tanah berarti sudah melebihi daya dukung tanah
tersebut. Daya dukung suatu lahan dapat berubah dengan asupan managemen dan
teknologi, tetapi sebaiknya batasan-batasannya hendaklah dijadikan suatu arahan. Pupuk
pestisida bisa diberikan lebih lama dengan asupan tersebut, namun sifat pemberiannya juga
terbatas. Untuk itu perlu adanya soil conditioner yang terbuat dari bahan alami, tidak
diperkenankan untuk menggunakan bahan yang mengandung logam berat melebihi ambang
batas karena dapat membahayakan kesehatan manusia melalui rantai makanan. Pupuk
alami tersebut dapat memperbaiki serta menjamin kelestarian lingkungan karena terjaganya
kesuburan

tanah.

Secara umum teknik rehabilitasi lahan yang mengalami degradasi adalah dengan
pengelolaan bahan organik dan penerapan teknik pencegahan erosi agar tidak terjadi
degradasi yang berlanjut. Bahan organik yang biasa digunakan selain yang telah dipaparkan
dalam tulisan tersebut diantaranya adalah pupuk organik (bahan hijau tanaman legum),
sisa-sisa tanaman, pupuk kandang, dll. Sumber bahan organik yang berasal dari legum,
misalnya dalam pola alley cropping. Tanaman legum yang baik dan telah teruji dapat
memperbaiki tanah yang terdegradasi serta mempunyai produksi biomass tinggi,
diantaranya adalah Flemingia macrophylla, Mucuna sp, Glirisidia, Leucaena leucocephala.

Pupuk Organik Rabok RB-54

Pupuk organic diperkaya RABOK RB-54 adalah pupuk organic yang


diformulasikan khusus untuk tanaman tanaman hutan, tanaman bungan,
dan tanaman hias.
Keunggulan
1. Diformulasikan dari berbagai bahan organik yang sangat ramah
lingkungan.
2. Tidak berbau busuk/tidak sedap seperti pupuk organik lainnya
3. Mengandung berbagai unsur hara makro dan mikro lengkap yang
siap diserap tanaman sesuai kebutuhan tanaman.
4. Mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang telah
rusak karena pupuk kimia atapun sebab lainnya.
5. Tidak memberikan efek asam pada tanah pada penggunaan
kontinyu
6. Bersahabat dengan biota tanah
7. Mengandung zat pacu tumbuh tanaman, sehingga tanaman
tumbuh lebih cepat.
8. Membantu pembentukan sistem perakaran yang kuat sehingga
tanaman tidak mudah roboh.
9. Ramah lingkungan dan membantu mengembalikan biota tanah.
10.

Memperbaiki struktur tanah dan mencegah erosi tanah.

Kandungan Hara

Nitrogen : 2,85 %

P2O5 : 2,45 %

K2O : 2,15 %

C-Organik : 18,60 %

Unsur mikro : 1 2 %

Kadar Air : 15,20 %

Logam berat : < 50 ppm

Teknis Aplikasi
1. Untuk Tanaman Hutan / Tanaman Perkebunan
Umur 0 1 Tahun : 1 kg/pohon/tahun
Umur 1 3 Tahun : 3 kg/pohon/tahun
Umur > 3 Tahun : 5 kg/pohon/tahun
Cara Aplikasi :

Membuat lobang parit mengelilingi tanaman dengan jarak =


naungan daun terluar
dengan dalam 15 20 cm.

Taburkan RABOK RB -54 dalam lubang parit secara merata.

Tutup kembali parit dengan tanah.

2. Untuk tanaman hias/taman


Pupuk dasar : 100 gram/pohon dicampur dengan tanah secara merata
Umur 1 6 bulan : 150 gram /pohon/2 bulan
Umur > 6 bulan : 300 gram/pohon/3 bulan
Cara Aplikasi :

Membuat lobang parit mengelilingi tanaman dengan jarak =


naungan daun
terluar dengan dalam 15 20 cm.

Taburkan RABOK RB -54 dalam lubang parit secara merata.

Tutup kembali parit dengan tanah.