Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRATIKUM KONSELING INDIVIDU

(ARAH PEMINATAN)
Tugas mata kuliah Pratikum Konseling Individu
Dosen pembimbing, Achmad Suhud M.Pd

Di Susun Oleh :
NAMA

: Siti Khodijah

JURUSAN

: BK / SEMESTER 4

NPM

: 1114500030

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

BAB I
PENGENALAN

A. IDENTITAS KONSELOR
Nama

: Siti Khodijah

TTL

: Tegal,14 Desember 1995

Alamat

: Ds.Pepedan rt02/05 kec.Dukuhturi Kab.Tegal No:17

Prodi

: BK

Nomer Hp

: 085700091517

B. IDENTITAS KLIEN
1) Nama
TTL

: Abdul Mufid
: Tegal, 28 April 2002

Asal Sekolah : SMP 15 Tegal


Kelas

: IX

Agama

: Islam

No Hp

: 085786222297

Alamat

: RT 02/RW 05 Pepedan No:19

C. NAMA ORANG TUA TERDEKAT DENGAN KLIEN


Nama

: Abdul Mufid

Nama Orang Tua


Ayah

: Maskur Ali

Ibu

: Ifa Lubana

Pekerjaan Orang Tua


Ayah

: Guru

Ibu

: Guru

BAB II
KEGIATAN KONSELING

1.

PENDEKATAN KONSELING INDIVIDU (TRAIT AND FACTOR)


Konsep Dasar Konseling Trait and Factor
1.) Pandangan tentang Manusia.
Manusia merupakan sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan
antara satu dengan lainnya, seperti kecakapan, minat, sikap, dan
temperamen. Perkembangan individu mulai dari masa bayi sampai dewasa
diperkuat oleh interaksi sifat dan faktor. Telah banyak dilakukan usaha
untuk menyusun kategori individu atas dasar dimensi sifat dan faktor. Studi
ilmiah yang telah dilakukan adalah : (a) mengukur dan menilai ciri ciri-ciri
seseorang dengan tes psikologis, (b) mendefinisikan atau menggambarkan
keadaan individu, (c) membantu individu untuk memahami diri dan
lingkungannya, (d) memprediksi keberhasilan yang mungkin dicapai pada
masa mendatang.
Manusia mempunyai potensi untuk berbuat baik atau buruk. Makna
hidup adalah mencari kebenaran dan berbuat baik serta menolak kejahatan.
Menjadi manusia seutuhnya tergantung pada hubungannya dengan orang
lain.
Menurut teori ini, kepribadian merupakan suatu system atau factor
yang saling berkaitan satu dengan lainnya seperti kecakapan, minat, sikap,
dan temperament. Hal yang mendasar bagi konseling sifat dan faktor (triait
and faktor) adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan
pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi
pengembangan potensinya.
Dalam Pendekatan Trait and Factor, memandang bahwa ada delapan
dangan tentang manusia yang bisa disimpulkan dari pendapat Williamson
(Lutfi Fauzan, 2004:79) yaitu sebagai berikut:

Manusia dilahirkan dengan membawa potensi baik dan buruk.


Williamson berbeda dengan Rouseau yang menganggap manusia pada
dasarnya

baik

dan

masyarakat

atau

lingkungan

lah

yang

membentuknya menjadi jahat. Menurut Williamson, kedua potensi itu,


baik dan buruk, ada pada setiap manusia.
Tidak ada individu yang lahir membawa potensi baik semata dan
sebaliknya juga tidak ada individu yang lahir semata-mata penuh
dengan muatan yang buruk.
Kedua sifat itu dimiliki oleh manusia, tetapi sifat mana yang akan
berkembang tergantung pada interaksinya dengan manusia lain atau
lingkungannya.
Manusia bergantung dan hanya akan berkembang secara optimal
ditengah-tengah masyarakat.
Manusia memerlukan orang lain dalam mengembangkan potensi
dirinya. Aktualisasi diri hanya akan dapat dicapai dalam hubungannya
dan atau dengan bantuan orang lain, manusia tidak dapat hidup
sepenuhnya dengan melepaskan diri dari masyarakat.
Manusia ingin mencapai kehidupan yang baik (good live)
Memperoleh kehidupan yang baik dan lebih baik lagi merupakan
kepedulian setiap orang. Salah satu dimensi kebaikan adalah arte.
Manusia berjuang mencapai arte yang menghasilkan kekayaan atau
kebesaran diri. Konsep arte diambil dari bahasa Yunani yang dapat
diartikan kecemerlangan (axcelent)
Manusia banyak berhadapan dengan pengintroduksi konsep hidup
yang baik, yang menghadapkannya pada pilihan-pilihan.
Dalam keluarga, individu berkenalan dengan konsep hidup yang baik
dari orang tuanya. Disekolah dia memperolehnya dari guru, selain itu
dari teman dan anggota masyarakat yang lain.

Hubungan manusia berkait dengan konsep alam semesta (The


Universe), Williamson menyatakan bahwa konsep alam semesta dan
hubungan manusia terhadapnya sering terjadi salah satu dari:
1. Manusia menyendiri, ketidakramahan alam semesta.
2. Alam semesta bersahabat dan menyenangkan atau menguntungkan
bagi manusia dan perkembangannya.
Selain konsepsi pokok tentang manusia sebaimana dikemukakan
Williamson, terdapat cakupan penting untuk dikemukakan karakteristik atau
hakiki yang lain tentang manusia, yaitu:
1. Manusia merupakan individu yang unik.
2. Manusia memiliki sifat-sifat yang umum.
3. Manusia bukan penerima pasif bawaan dan lingkungannya.
2.) Asumsi Pokok Pendekatan Konseling Trait and Factor.
Asumsi perilaku bermasalah / malasuai adalah individu yang tidak
mampu memahami kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya
sehingga individu tersebut tidak dapat mengaktualisasikan dirinya secara
optimal.
Mampu berfikir rasional untuk memecahkan masalah secara
bijaksana
Memahami kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri
Mampu mengembangkan segala potensi secara penuh
Memiliki motivasi untuk meningkatkan/ menyempurnakan diri
Dapat menyesuaikan diri di masyarakat
Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan
kemampuan yang terorganisir secara unik, dan karena kemampuan
kausalitasnya relatif stabil setelah remaja, maka tes obyektif dapat
digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik-karateristik individu. Polapola kepribadian dan minat berkorelasi dengan tingkah laku kerja tertentu.
Kurikulum sekolah yang berbeda akan menuntut kapasitas dan minat yang

berbeda dan hal ini dapat ditentukan. Individu akan belajar dengan lebih
mudah dan efektif apabila potensi dan bakatnya sesuai dengan tuntutan
kurikulum. Baik klien maupun konselor hendaknya mendiagnosis potensi
klien untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan.
Setiap

individu

mempunyai kecakapan dan keinginan untuk

mengidentifikasi secara kognitif kemampuannya sendiri.


3.) Pandangan tentang Kepribadian.
Kepribadian merupakan

suatu sistem yang saling tergantung

dengan sifat dan faktor, seperti kecakapan, minat, sikap, dan temperamen.
Perkembangan kepribadian manusia ditentutan oleh faktor pembawaan
dan lingkungan. Setiap individu ada sifat-sifat yang umum dan ada sifatsifat yang khusus, yang merupakan sifat yang unik. Unsur dasar dari
struktur kepribadian disebut sifat dan merupakan kecenderungan luas
untuk memberi reaksi dan membentuk tingkah laku yang relatif tetap. Sifat
(trait) adalah struktur mental yang dapat diamati untuk menunjukkan
keajegan dan ketepatan dalam tingkah laku.
4.) Pengertian Pendekatan Trait and Factor
Yang dimaksud dengan trait adalah suatu ciri yang khas bagi
seseorang dalam berpikir, berperasaan, dan berprilaku, seperti intelegensi
(berpikir), iba hati (berperasaan), dan agresif (berprilaku). Ciri itu
dianggap sebagai suatu dimensi kepribadian, yang masing-masing
membentuk suatu kontinum atau skala yang terentang dari sangat tinggi
sampai sangat rendah.
Teori Trait-Factor adalah pandangan yang mengatakan bahwa
kepribadian seseorang dapat dilukiskan dengan mengidentifikasikan
jumlah ciri, sejauh tampak dari hasil testing psikologis yang mengukur
masing-masing dimensi kepribadian itu. Konseling Trait-Factor berpegang
pada pandangan yang sama dan menggunakan tes-tes psikologis untuk
menanalisis atau mendiagnosis seseorang mengenai ciri-ciri dimensi/aspek
kepribadian tertentu, yang diketahui mempunyai relevansi terhadap

keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam jabatan dan mengikuti suatu


program studi.
Dan juga Istilah konseling trait-factor dapat dideskripsikan adalah
corak konseling yang menekankan pemahaman diri melalui testing
psikologis dan penerapan pemahaman itu dalam memecahkan beraneka
problem yang dihadapi, terutama yang menyangkut pilihan program
studi/bidang pekerjaan.
5.) Tujuan Konseling Trait and Factor
Konseling trait and factor bertujuan: (1) membantu individu
mencapai perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia;
(2) membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan
mengelola diri dengan cara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan
diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan
karir;

(3)

membantu

individu

untuk

memperbaiki

kekurangan,

tidakmampuan, dan keterbatasan diri serta membantu pertumbuhan dan


integrasi kepribadian; dan (4) mengubah sifat-sifat subyektif dan kesalahan
dalam penilaian diri dengan mengggunakan metode ilmiah.
6.) Deskripsi Proses Konseling Trait and Factor.
Hubungan konselor dengan klien merupakan hubungan yang sangat
akrab, sangat bersifat pribadi dalam hubungan tatap muka. Konselor bukan
hanya membantu individu atas apa saja yang sesuai dengan potensinya,
tetapi konselor juga mempengaruhi klien berkembang ke satu arah yang
terbaik baginya. Konselor memang tidak menetapkan tetapi memberikan
pengaruh untuk mendapatkan cara yang baik dalam membuat keputusan.

2. LANGKAH-LANGKAH PROSES KONSELING


Pada praktek konseling ini saya menggunakan pendekatan Trait and
Factor yang meliputi penjelasan kegiatan dalam proses konseling,
diantaranya adalah : analisis, sintesis, diagnosis/prognosis, konseling,
tindak lanjut.

1. Tahapan dalam Konseling


a. Analisis.
Merupakan tahapan kegiatan: pengumpulan informasi dan data
mengenai klien. Konselor dan klien memiliki informasi yang dpat
dipercaya, tepat, dan relevan untuk mendiagnosis pembawaan, minat,
motif, keseimbangan emosional dan sifat-sifat lain yang memudahkan
penyesuaian diri. Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alatalat.
b. Sintesis.
Merangkum dan mengatur data hasil analisis yang sedemikian rupa
sehingga menunjukkan bakat klien, kelamahan dan kekuatan, serta
kemampuan penyesuaian diri.
c. Diagnosis.
Merupakan tahapan untuk menemukan ketetapan dan pola yang
dapat mengarahkan kepada permasalahan, sebab-sebabnya, serta sifatsifat klien yang relevan dan berpengaruh terhadap proses penyesuaian
diri.
Langkah diagnosis mencakup:
(a) identifikasi masalah;
(b) menentukan sebab-sebab;
(c) prognosis
d. Prognosis.
Menurut Williamson prognosis ini bersangkutan dengan upaya
memprediksikan

kemungkinan-kemungkinan

yang

akan

terjadi

berdasarkan data yang ada sekarang.


Misalnya: bila seorang klien berdasarkan data sekarang dia malas, maka
kemungkinan nilainya akan rendah, jika intelegensinya rendah,
kemungkinan nanti tidak dapat diterima dalam sipenmaru.
e. Treatmen (Konseling)

Merupakan hubungan membantu klien untuk menemukan sumber


diri sendiri maupun sumber di luar dirinya dalam upaya mencapai
perkembangan dan penyesuaian optimal sesuai dengan kemampuannya.

3. ANALISIS
Berdasarkan kasus dari konseli tersebut data yang kami peroleh yaitu:
I. Boidata konseli :
Nama

: Abdul Mufid

TTL

: Tegal, 28 April 2002

Asal Sekolah : SMP 15 Tegal


Kelas

: IX

Agama

: Islam

No Hp

: 085786222297

Alamat

: RT 02/RW 05 Pepedan No:19

Hobi

: Bermain bola

Tinggi Badan : 160 Cm


Berat Badan

: 53 Kg

II. Biodata Orang tua Mufid


Nama bapak : Maskur Ali
Pekejaan

: Guru

Alamat

: RT 02/RW 05 Pepedan No:19

Nama ibu

: Ifa Lubana

Pekerjaan

: Guru

Alamat

: RT 02/RW 05 Pepedan No:19

III. Biodata Saudara Aziz


Nama

: Aula Riska Novianti

Jenis Kelamin : Perempuan


Tanggal Lahir : 27 juni 1995

Anak ke

: 1 dari 2 bersaudara

Alamat

: RT 02/RW 05 Pepedan No:19

Pekerjaan

: Mahasiswa

IV. Pribadi Abdul Mufid


Mufid adalah seorang pelajar yang bersekolah di SMP N 15 Tegal,

Mufid memiliki tinggi badan 160 dan memiliki berat badan 55 kg, Mufid
adalah seorang anak yang sangat rajin dan pandai dia selalu membersihkan
tempat tidur ketika bangun tidur dia juga rajin dalam beribadah seperti
sholat lima waktu dan saling membantu kesesama temannya.

V. Keluarga Mufid
Ayah Mufid bernama bapak Maskur Ali bekerja sebagai Guru MTS
al-IMAN Adiwerna dan Ibu Ifa Lubana bekerja sebagai Guru SD Pepedan
02. Mufid mempunyai satu kakak perempuan bernama Aula Riska Novianti
yang sekarang melanjutkan studinya disebuah Universitas terdekat.
Keluarga Mufid mendidik anak-anaknya dengan baik dan sabar, sehingga
Mufid tumbuh dengan pribadi yang sopan dan bertanggung jawab.

4. SINTESIS
Berdasakan analasis diatas, dapat disimpulkan bahwa :
Pribadi Mufid
Mufid adalah anak laki-laki dari bapak Maskur Ali dan ibu Ifa Lubana
yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP,Mufid mempunyai kepribaian
yang baik, sopan, religius dan sangat menyayangi kedua orang tuanya serta
kakak perempuannya.

5. DIAGNOSIS
Berdasarkan sintesis, bahwa klien mempunyai keinginan untuk selalu
berusaha untuk menjadi seseorang yang dapat diandalkan atau berguna bagi

10

lingkungannya disekitarnya, serta klien ingin menjadi seorang anak yang sopan
kepada orang yang lebih tua ataupun kepada teman sebayanya.

6. KONSELING (TREATMENT)
Tahap-tahap Konseling
1) Attending
Konselor

: Assalamualaikum Wr Wb.
Mufidnya ada bu ?.
Saya datang kesini mau mengadakan proses konseling
kepada anak ibu yang bernama Mufid.

Ibu klien

: Waalaikumsalam WR Wb.
Iya ada mba, silahkan masuk dulu ibu panggilin si
Mufidnya

Konselor

: ohh... iya bu terimaksih.

Ibu klien

: Ini mba Mufid, silahkan diminum dulu minumanya mba


sebelum melakukan proses konselingnya.

Konselor

: iya ibu matur suwun.. hehe

2) Responding
Klien

:Mba saya sedang mengalami sedikit masalah yang


membuat saya bingung, saya mau minta saran dari mba
Dijah bagaimana solusinya ?

Konselor

: Iya silahkan cerita barangkali saya bisa membantu


masalah tersebut.

3) Personalizing
Klien

: Saya kan anak bungsu, saya merasa sedikit tertekan karna


perlakuan orang tua saya, nanti kalau sudah lulus SMP saya
ingin melanjutkan sekolah pondok yang ada di Jawa Timur
tetapi tidak diijinkan sama orang tua saya. Lalu menurut
mba Dijah saya harus bagaimana ?

11

Konselor

: kalau menurut saya pribadi mungkin orang tua Mufid


tidak mau tinggal jauh sama Mufid jadi tidak diijinkan,
tetapi kalau Mufid benar-benar ingin melanjutkan sekolah
di pondokan coba kamu bilang dan bujuk ibu dan bapak.

Klien

: Saya sudah pernah bujuk tetapi responnya sama mba.

Konselor

: Yasudah Mufid coba turuti kemauan ibu sama


bapak,Mufid jangan sampai marah atau diemin ibu dan
bapak karna tidak diperbolehkan sekolah di pondokan.

Klien

: Iya mba.

4) Initiating
Konselor

: Ya nanti coba saya bantu ngomong sama ibu dan bapak


biar Mufid diperbolehkan sekolah dipondokan.

Klien

: Iya mba terimaksih

Konselor

: Saya pamit mau pulang dulu ya de, maaf kalau


kedatangan saya mengganggu waktu istirhat Mufid.

Klien

: Iya mba sama-sam

Konselor

: Wassalamualaikum wr wb

Klien

: Waalaikumsalam wr wb

7. TINDAK LANJUT
Rencana tindak lanjut yang telah disepakati oleh konseli dan konselor
adalah :
Akan berbicara kepada orang tua agar klien dapat sekolah dipondokan
karna agar klien tidak merasa tertekan secara trus menerus dan apa bila
klien tidak masuk kesekolahan yang tidak diinginkan biasanya juga akan
menghambat proses belajarnya.

12