Anda di halaman 1dari 24

TUGAS MID AKIDAH AHLAK

SOAL:
1. JELASKAN SECARA SINGKAT PEMBINAANAKIDAH ISLAM PADA MASA
PRIODE MAKKAH DAN MADINAH
2. JELASKAN PENANAMAN AKIDAH ISLAM PADA ULAFA ARISYIDIN
A. ABU BAKAR
B. UMAR
C. ASMAN
D. ALI BIN ABI TALIB
3 JELASKAN PENANAMAN AKIDAH ISLAM PADA PRIODE SAHABAT

Dosen pengampuh
MM. M, SI, MH.

: DR. H. HUSEN SARUJIN, SH.

Mata kuliah

: AKIDAH AHLAK

Semester

:4

TUGAS MID

OLEH
MUHAMMAD IQBAL (60100114039)
JURUSAN TEKNIKARSITEKTUR
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI ALAUDDIN
MAKASSAR
2015/2016

A. AQIDAH PADA ZAMAN ROSULULLAH SAW

Nabi Muhammad dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul awal, tahun gajah,
kira-kira 571 masehi. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu kelahiran beliau, ada
seorang gubernur dari keraan Nasrani Abisinia yang memerintah di Yaman bermaksud
menghancurkan Kabah dengan bala tentaranya yang mengendarai Gajah. Belum tercapai
tujuannya tentara tersebut, Allah telah menghancurkan mereka dengan mengirimkan
burung Ababil. Karena pasukan itu menggunakan Gajah, maka tahun tersebut dinamakan
tahun Gajah.
Disamping tidak pernah berbuat dosa (mashum), nabi Muhammad SAW juga selalu
beribadah dan berkhalwat di gua Hira. Sehingga pada tanggal 17 Ramadhan, beliau
menerima wahyu pertama kali yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Pada saat itu pula Nabi
dinobatkan sebagai Rasulullah atau utusan Allah SWT kepada seluruh umat manusia
untuk menyampaikan risalah-Nya. Ini terjadi menjelang usia Rasulullah yang ke 40
tahun. Setelah sekian lama wahyu kedua tidak muncul, timbul rasa rindu dalam dada
Rasulullah SAW. Akan tetapi tak lama kemudian turunlah wahyu yang kedua yaitu surat
al-Mudatsir ayat 1-7. Dengan turunnya surat tersebut mulailah Rasulullah berdakwah.
Dakwah pertama beliau adalah pada keluarga dan teman-temannya. Dengan turunnya
wahyu ini, maka jelaslah apa yang harus Rasulullah kerjakan dalam menyampaikan
risalah-Nya yaitu mengajak umat manusia menyembah Allah SWT yang maha Esa, yang
tiada beranak dan tidak pula diberanakkan serta tiada sekutu bagi Nya.
1.Penyiaran Islam secara Sembunyi-Sembunyi
Ketika wahyu pertama turun, Nabi belum diperintah untuk menyeru umat manusia
menyembah dan mengesakan Allah SWT. Jibril tidak lagi datang untuk beberapa waktu
lamanya. Pada saat sedang menunggu itulah kemudian turun wahyu yang kedua (Qs. AlMudatstsir:1-7) yang menjelaskan akan tugas Rasulullah SAW yaitu menyeru ummat
manusia untuk menyembah dan mengesakan Allah SWT. Dengan perintah tersebut
Rasulullah SAW mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi.
2.Menyiarkan Islam secara Terang-Terangan
Penyiaran secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama 3 tahun, sampai kurun
waktu berikutnya yang memerintahkan dakwah secara terbuka dan terang-terangan.
Ketika wahyu tersebut beliau mengundang keluarga dekatnya untuk berkumpul dibukit
Safa, menyerukan agar berhati-hati terhadap azap yang keras di kemudian hari (Hari
Kiamat) bagi orang-orang yang tidak mengakui Allah sebagai tuhan Yang Maha Esa dan
Muhammad sebagai utusan-Nya.
B. ROSULULLAH SAW MEMBANGUN MASYARAKAT ISLAM DI MADINAH
Setiap musim haji tiba, banyak kabilah yang datang ke Mekah. Begitu juga nabi
Muhammad SAW. Dengan giat menyampaikan dakwah islam. Diantara Kabilah yang
menerima Islam adalah Khajraj dari Yatrib (Madinah). Setelah kembali ke negerinya,
mereka mengabarkan adanya Nabi terakhir.[1]
Pada tahun ke 12 kenabiannya, datanglah orang-orang Yastrid di musim haji ke Mekah

dan menemui nabi di Baiatul Akabah. Di tempat ini mereka mengadakan baiat
(perjanjian) yang isinya bahwa mereka setia pada nabi, tidak menyekutukan Allah, tidak
mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kecil, tidak memfitnah, dan ikut
menyebarkan islam. Perjanjian ini dikenal dengan Baiatul Akabah Ula (Perjanjian
Akabah Pertama) karena dilaksanakan di bukit akabah atau disebut Baiatun Nisa
(perjanjian wanita) karena didalamnya terdapat seorang wanita Afra binti Abid bin
Tsalabah.[2]
Ketika beliau sampai di Madinah, disambut dengan syair-syair dan penuh
kegembiraan oleh penduduk Madinah. Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan hanya
sekedar berpindah dan menghindarkan diri dari ancaman dan tekanan orang kafir Quraisy
dan penduduk Makkah yang tidak menghendaki pembaharuan terhadap ajaran nenek
moyang mereka, tetapi juga mengandung maksud untuk mengatur potensi dan menyusun
srategi dalam menghadapi tantangan lebih lanjut, sehingga nanti terbentuk masyarakat
baru yang didalamnya bersinar kembali mutiara tauhid warisan Ibrahim yang akan
disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW melalui wahyu Allah SWT.
Islam mendapat lingkungan baru di kota Madinah. Lingkungan yang memungkinkan bagi
Nabi Muhammad SAW untuk meneruskan dakwahnya, menyampaikan ajaran Islam dan
menjabarkan dalam kehidupan sehari-hari (Syalaby,1997:117-119). Setelah tiba dan
diterima penduduk Yastrib, Nabi diangkat menjadi pemimpin penduduk Madinah.
Sehingga disamping sebagai kepala/ pemimpin agama, Nabi SAW juga menjabat sebagai
kepala pemerintahan / Negara Islam. Kemudian, tidak beberapa lama orang-orang
Madinah non Muslim berbondongbondong masuk agama Islam. Untuk memperkokoh
masyarakat baru tersebut mulailah Nabi meletakkan dasar-dasar untuk suatu masyarakat
yang besar, mengingat penduduk yang tinggal di Madinah bukan hanya kaum muslimin,
tapi juga golongan masyarakat Yahudi dan orang Arab yang masih menganut agama
nenek moyang, maka agar stabilitas masyarakat dapat terwujudkan Nabi mengadakan
perjanjian dengan mereka, yaitu suatu piagam yang menjamin kebebasan beragama bagi
kaum Yahudi. Setiap golongan masyarakat memiliki hak tertentu dalam bidang politik
dan keagamaan.
A.Rasullah Hikrah ke Madinah
o Selama perjalanan hijrah ke Madinah Rasulullah membangun 4 masjid yang
bersejarah.Beliau melakukan perjalanan menunggu tertidurnya pasukan Quraisj
yang mengepung rumah beliau, namun dengan beraninya Ali Bin Abu Tholib
menggantikan posisi tidurnya Rasulullah SAW.Akhirnya beliau bisa
melaksanakan perjalanan hijrah atas perintah Allah SWT.Tahu Muhammad tidak
ada ditempat pasukan Quraisj mengejar Rosulullah SAW.saat itu beliu berlindung
bersama sahabatnya Abubakar Assidiq r.a. di Jabal Tsur disebelah selatan dari
Majidil haram sejauh kurang lebih 6 km. Kaum kafir dalam mengejar Rosulullah
Saw. tidak menemukan, maka mereka terus mencari dimana-mana, tetapi tidak
dapat menemukannya pula.
Pembesar-pembesar kaum kafir Quraisj telah membuat maklumat dalam keadaan
hidup ataupun mati, akan diberi hadiah 100 ekor unta, dengan demikian nafsu
mengejar Muhammad semakin besar. Sebenarnya kaum kafir Quraisj sudah
sampai di gua Jabal Tsur, mereka mendapatkan gua tersebut tertutup dengan

sarang laba-laba, dan nampak disitu burung merpati yang sedang menelor
disarangnya. Dengan melihat kadaaan tersebut Nabi Muhammad saw. tidak
mungkin bersembunyi di gua tersebut. Hati sahabat Abubakar Assidiq r.a. cemas
dan gelisah kemudian turunlah Wahyu Allah surat Attaubah ayat 40.
Setelah orang kafir Quraisj pergi beberapa hari kemudian Nabi Muhammad saw.
dan sahabatnya meneruskan perjalanan ke Madinah
o Ketika beliau sampai di Madinah, disambut dengan syair-syair dan penuh
kegembiraan oleh penduduk Madinah. Hijrah dari Makkah ke Madinah bukan
hanya sekedar berpindah dan menghindarkan diri dari ancaman dan tekanan orang
kafir Quraisy dan penduduk Makkah yang tidak menghendaki pembaharuan
terhadap ajaran nenek moyang mereka, tetapi juga mengandung maksud untuk
mengatur potensi dan menyusun srategi dalam menghadapi tantangan lebih lanjut,
sehingga nanti terbentuk masyarakat baru yang didalamnya bersinar kembali
mutiara tauhid warisan Ibrahim yang akan disempurnakan oleh Nabi Muhammad
SAW melalui wahyu Allah SWT[1]

B. Perkembangan Islam masa Rasulullah di Madinah


o Sejak hijrah ke Madinah,Nabi Muhammad saw dan Para sahabat selalu
berdakwah kepada penduduk. tanpa mengenal lelah dan putus asa. Mereka terus
berusaha menyebarkan ajaran Islam kepada seluruh penduduk termasuk orangorang Yahudi,Nasrani dan Kaum Pagan. Mayoritas penduduk Madinah , terutama
suku Aus dan suku Khazraj , menyambut baik ajakan Nabi Muhammad saw,
menyatakan kesetiannya kepada Nabi Muhammad saw dan bersedia membantu
beliau menyebarkan ajaran Islam. Padahal sebelum menerima ajaran Islam,kedua
suku ini selalu berperang. Hal ini menambah semangat Nabi Muhammad saw
dalam berdakwah.
o Sementara , orang-orang Yahudi merasa tidak senang kepada Nabi Muhammad
saw dan para sahabat mereka. Mereka merasa tersingkir sejak kehadiran suku
Aus dan Khazraj untuk kembali ke Agama lama mereka.Bahkan mereka mulai
menyusun kekuatan untuk melemahkan umat Islam.

C.Rasulullah SAW Membangun Masyarakat Islam di Madinah


o Setiap musim haji tiba, banyak kabilah yang datang ke Mekah.Begitu juga nabi
Muhammad SAW. Dengan giat menyampaikan dakwah islam. Diantara Kabilah
yang menerima Islam adalah Khajraj dari Yatrib (Madinah).Setelah kembali ke
negerinya, mereka mengabarkan adanya Nabi terakhir.
Pada tahun ke 12 kenabiannya, datanglah orang-orang Yastrid di musim haji ke
Mekah dan menemui nabi di Baiatul Akabah. Di tempat ini mereka mengadakan
baiat (perjanjian) yang isinya bahwa mereka setia pada nabi, tidak menyekutukan
Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kecil, tidak memfitnah,
dan ikut menyebarkan islam. Perjanjian ini dikenal dengan Baiatul Akabah Ula
(Perjanjian Akabah Pertama) karena dilaksanakan di bukit akabah atau disebut
Baiatun Nisa (perjanjian wanita) karena didalamnya terdapat seorang wanita
Afra binti Abid bin Tsalabah.
Islam mendapat lingkungan baru di kota Madinah. Lingkungan yang

memungkinkan bagi Nabi Muhammad SAW untuk meneruskan dakwahnya,


menyampaikan ajaran Islam dan menjabarkan dalam kehidupan sehari-hari
(Syalaby,1997:117-119). Setelah tiba dan diterima penduduk Yastrib, Nabi
diangkat menjadi pemimpin penduduk Madinah.Sehingga disamping sebagai
kepala/ pemimpin agama, Nabi SAW juga menjabat sebagai kepala
pemerintahan / Negara Islam.Kemudian, tidak beberapa lama orang-orang
Madinah non Muslim berbondongbondong masuk agama Islam. Untuk
memperkokoh masyarakat baru tersebut mulailah Nabi meletakkan dasar-dasar
untuk suatu masyarakat yang besar, mengingat penduduk yang tinggal di Madinah
bukan hanya kaum muslimin, tapi juga golongan masyarakat Yahudi dan orang
Arab yang masih menganut agama nenek moyang, maka agar stabilitas
masyarakat dapat terwujudkan Nabi mengadakan perjanjian dengan mereka, yaitu
suatu piagam yang menjamin kebebasan beragama bagi kaum Yahudi. Setiap
golongan masyarakat memiliki hak tertentu dalam bidang politik dan
keagamaan.Di samping itu setiap masyarakat berkewajiban mempertahankan
keamanan negeri dari serangan musuh. Adapun dasar-dasar tersebut adalah:
o
1.Mendirikan Masjid
Setelah agama Islam datang Rasulullah SAW mempersatukan seluruh
suku-suku di Madinah dengan jalan mendirikan tempat peribadatan dan
pertemuan yang berupa masjid dan diberi nama masjid Baitullah. Dengan
adanya masjid itu, selain dijadikan sebagai tempat peribadatan juga dijadikan
sebagai tempat pertemuan, peribadatan, mengadiliperkara dan lain sebagainya.
o
2.Mempersaudarakan antara Anshor dan Muhajirin
Orang-orang Muhajirin datang ke Madinah tidak membawa harta akan
tetapi membawa keyakinan yang mereka anut. Dengan itu Nabi mempersatukan
golongan Muhajirin dan Anshor tersebut dalam suatu persaudaraan dibawah satu
keyakinan yaitu bendera Islam.
o
3.Perjanjian bantu membantu antara sesama kaum Muslim dan non Muslim
Setelah Nabi resmi menjadi penduduk Madinah, Nabi langsung mengadakan
perjanjian untuk saling bantu-membantu atau toleransi antara orang Islam dengan
orang non Islam. Selain itu Nabi mengadakan perjanjian yang berbunyi
kebebasan beragama terjamin buat semua orang-orang di Madinah.

4.Melaksanakan dasar politik, ekonomi dan sosial untuk masyarakat baru


Pada tahun 9 H dan 10 H (630632 M) banyak suku dari berbagai pelosok
mengirim delegasi kepada Nabi bahwa mereka ingin tunduk kepada Nabi, serta menganut
agama Islam, maka terwujudlah persatuan orang Arab pada saat itu. Dalam menunaikan
haji yang terakhir atau disebut dengan Haji Wada tahun 10 H (631 M) Nabi
menyampaikan khotbahnya yang sangat bersejarah antara lain larangan untuk riba,
menganiaya, perintah untuk memperlakukan istri dengan baik, persamaan dan
persaudaraan antar manusia harus ditegakkan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Setelah itu Nabi kembali ke Madinah, ia mengatur organisasi masyarakat, petugas

keamanan dan para dai dikirim ke berbagai daerah, mengatur keadilan, memungut zakat
dan lain-lain. [2]

D. Ciri-ciri pokok pada periode ini


o Di dalam periode Makkah ciri pokok pembinaan pendidikan islam adalah
pendidikan tauhid, maka pada periode madinah ini ciri pokok pembinaan
pendidikan islam dapat dikatakan sebagai pendidikan sosial dan politik. Tetapi
sebenarnya antara dua ciri tersebut bukanlah merupakan dua hal yang dipisahkan
satu dengan yang lain. Kalau pembinaan pendidikan di Makkah titik pokoknya
adalah menanamkan nilai-nilai tauhid kedalam jiwa tiap individu muslim, agar
dari jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan
tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pembinaan pendidikan di
Madinah pada hakikatnya ialah merupakan lanjutan dari pendidikan tauhid di
Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan politik agar dijiwai
oleh ajaran tauhid, sehingga akhirnya tingkah laku sosial politiknya merupakan
cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut
o Cara Nabi melakukan pembinaan dan pengajaran pendidikan agama islam di
Madinah adalah sebagai berikut:

Pembentukan dan pembinaan masyarakat baru, menuju satu kesatuan sosial dan politik.
o Masalah pertama yang di hadapi Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin
adalah tempat tinggal. Untuk sementara para kaum Muhajirin bisa menginap
dirumah-rumah kaum Anshor. Tetapi beliau sendiri memerlukan suatu tempat
khusus ditengah-tengah ummatnya sebagai pusat kegiatan, sekaligus sebagai
lambang persatuan dan kesatuan diantara kedua kelompok masyarakat yang
mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda.]Oleh
o karena itu Nabi memerintahkan untuk membangun masjid. Masjid itu telah
menjadi pusat pendidikan dan pengajaran.

E. Strategi dan metode dakwah di madinah


Strategi
o Dengan terbentuknya negara Madinah Islam bertambah kuat sehingga
perkembangan yang pesat itu membuat orang Makkah risau, begitu juga dengan
musuhmusuh Islam.
Untuk menghadapi kemungkinan gangguangangguan dari musuh, Nabi
Muhammad SAW sebagai kepala pemerintahan mengatur siasat dan membentuk
pasukan tentara.
Banyak hal yang dilakukan Nabi dalam rangka mempertahankan dan
memperkuat kedudukan kota Madinah diantaranya adalah mengadakan perjanjian
damai dengan berbagai kabilah di sekitar Madinah, mengadakan ekspedisi keluar
kota sebagai aksi siaga melatih kemampuan calon pasukan yang memang mutlak
diperlukan untuk melindungi dan mempertahankan negara yang baru dibentuk
tersebut. Akan tetapi, ketika pemeluk agama Islam di Madinah semakin
bertambah maka persoalan demi persoalan semakin sering terjadi, diantaranya

adalah rongrongan dari orang Yahudi, Munafik dan Quraisy.Namun berkat


keteguhan dan kesatuan ummat Islam, mereka dapat mengatasinya.[3]

Metode Dakwah
o Sejak tiba di Madinah, Rasulullah memerintahkan para sahabatnya membangun
masjid sebagai tempat sholat, berkumpul, bermusyawarah serta mengatur
berbagai urusan ummat.Sekaligus memutuskan perkara yang ada di antara
mereka.Beliau menunjuk Abu Bakar dan Umar sebagai pembantunya.Beliau
bersabda dua (orang) pembantuku di bumi adalah Abu Bakar dan Umar.Dengan
demikian Beliau berkedudukan sebagai kepala negara, qlodi dan panglima
militer.Beliau menyelesaikan perselisihan yang terjadi di antara penduduk
Madinah dengan hukum Islam, mengangkat komandan ekspedisi dan
mengirimkannya ke luar Madinah.Negara Islam oleh Rasulullah ini dijadikan
pusat pembangunan masyarakat yang berdiri di atas pondasi yang kokoh dan
pusat persiapan kekuatan militer yang mampu melindungi negara dan
menyebarkan dakwah.Setelah seluruh persoalan dalam negeri stabil dan
terkontrol, Baliau mulai menyiapkan pasukan militer untuk memerangi orangorang yang menghalangi penyebaran risalah Islam. Wallahalam.

Skema Metode Dakwah Rasulullah


PERIODE MADINAH
Tahapan Penerapan Syarat Islam (tathbiq ahkam al Islam)
o Membangun Masjid
Membina Ukhuwah Islamiyah
Mengatur urusan masyarakat dengan syariat Islam
Membuat Perjanjian dengan warga non muslim
Menyusun strategi politik dan militer
Jihad
TAHAPAN DAWAH RASULULLAH SAW
o Dawah Secara Rahasia (Sirriyatud Dawah)
Nabi mulai menyambut perintah Allah dengan mengajak manusia untuk menyembah
Allah semata dan meninggalkan berhala.Tetapi dawah Nabi ini dilakukannya secara
rahasia untuk menghindari tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatik terhadap
kemusyrikan dan paganismenya. Nabi saw tidak menampakan dawah di majelis-majelis
umum orang-orang Quraisy, dan tidak melakukan dawah kecuali kepada orang-orang
yang memiliki hubungan kerabat atau kenal baik sebelumnya.
Orang-orang pertama kali masuk Islam ialah Khadijah binti Khuwailid ra, Ali bin Abi
Thalib, Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah saw dan anak angkatnya, Abu bakar
bin Abi Quhafah, Utsaman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdur-Rahman bin Auf, Saad
bin Abi Waqqash dan lainnya.
Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia. Apabila diantara mereka ingin
melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekah seraya bersembunyi
dari pandangan orang Quraisy.

Ketika orang-orang yang menganut Islam lebih dari tiga puluh lelaki dan wanita,
Rasulullah memilih rumah salah seseorang dari mereka, yaitu rumah al-Arqam bin Abil
Arqam, sebagai tempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Dawah
pada tahap ini menghasilkan sekitar empat puluh lelaki dan wanita telah menganut
Islam.Kebanyakan mereka adalah orang-orang fakir, kaum budak dan orang-orang
Quraisy yang tidak memiliki kedudukan.
Dakwah Islam dimulai di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi. Dan Ibnu Ishaq
menyebutkan, dakwah dengan cara ini berjalan selama tiga tahun. Demikian pula dengan
Abu Naim: ia mengatakan dakwah tertutup ini berjalan selama tiga tahun.
o Dawah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Dawah)
o Ibnu Hisyam berkata: kemudian secara berturut-turut manusia, wanita dan lelaki,
memeluk Islam, sehingga berita Islam telah tersiar di Mekah dan menjadi bahan
pembicaraan orang. Lalu Allah memerintahkan Rasul-Nya menyampaikan Islam
dan mengajak kepadanya secara terang-terangan, setelah selama tiga tahun
Rasulullah saw melakukan dawah secara tersembunyi, kemudian Allah berfirman
kepadanya:
Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepdamu dan janganlah kamu pedulikan orang
musyrik.(al-Hijr : 94)
Dan berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu
terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. (AsySyuara: 214-215)
Dan katakanlah, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan. (alHijr: 89)
Pada waktu itu pula Rasulullah saw segera melaksanakan perintah Allah, kemudian
menyambut perintah Allah, Maka siarkanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan
janganlah kamu pedulikan orang-orang musyrik dengan pergi ke atas bukit Shafa lalu
memanggil, Wahai Bani Fihir, wahai Bani Adi, sehingga mereka berkumpul dan orang
yang tidak bisa hadir mengirimkan orang untuk melihat apa yang terjadi. Maka Nabi saw
berkata, Bagaimanakah pendapatmu jika aku kabarkan bahwa di belakang gunung ini
ada sepasukan kuda musuh yang datang akan menyerangmu, apakah kamu
mempercayaiku?Jawab mereka, Ya, kami belum pernah melihat kamu berdusta. kata
Nabi, Ketahuilah, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan kepada kalian
dari sisksa pedih. Kemudian Abu lahab memprotes, Sungguh celaka kamu sepanjang
hari, hanya untuk inikah kamu mengumpulkan kami. Lalu turunlah firman Allah:
Binasalah kedua belah tangan Abu Lahab, dan sesungguhnya dia akan binasa.
Kemudian Rasulullah saw turun dan melaksanakan firman Allah, Dan berilah peringatan
kepada kerabatmu yang terdekat dengan mengumpulkan semua keluarga dan
kerabatnya, lalu berkata kepada mereka, Wahai Bani Kab bin Luai, selamatkanlah
dirimu dari api neraka! Wahai Bani Murrah bin Kab, selamatkanlah dirimu dari api
neraka! Wahai Bani Abdi Syams, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Bani
Abdul Muthalib, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Wahai Fatimah, selamatkanlah
dirimu dari api neraka! Sesungguhnya aku tidak bisa dapat membela kalian di hadapan

Allah, selain bahwa kalian mempunyai tali kekeluargaan yang akan aku sambung dengan
hubungannya.
Dawah Nabi saw secara terang-terangan ini ditentang dan ditolak oleh bangsa Quarisy,
dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan agama yang telah mereka warisi
dari nenek moyang mereka, dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka.
Pada saat itulah Rasullulah mengingatkan mereka akan perlunya membebaskan pikiran
dan akal mereka dari belenggu taqlid. Selanjutnya di jelaskan oleh Nabi saw bahwa
tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak dapat memberi faidah atau bahaya sama
sekali. Dan, bahwa turun-temurunya nenek moyang mereka dalam menyembah tuhantuhan itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengikuti mereka secara taqlid buta. Firman
Allah menggambarkan mereka:

Dan apabila dikatakan kepada mereka, Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,mereka
menjawab,(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari
(perbuatan) nenek moyang kami. (Apakah mereka akan mengikuti juga,) walaupun
nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu pun, dan tidak mendapat petunjuk? (alBaqarah: 170)

Ketika Nabi saw mencela tuhan mereka, membodohkan mimpi mereka, dan mengecam
tindakan taqlid buta kepada nenek moyang mereka dalam menyembah berhala, mereka
menentang dan sepakat untuk memusuhinya, kecuali pamannya, Abu Thalib, yang
membelanya.[4]

PRINSIP-PRINSIP DAWAH RASULULLAH


Prinsip dakwah Rasulullah saw dapat diturunkan dari fase atau pembabakan kehidupan
Muhammad saw. Banyak ahli yang merumuskan kehidupan Rasulullah dalam beberapa
fase, yakni fase pertamaMuhammad saw sebagai pedagang, fase kedua Muhammad saw
sebagai nabi dan rasul. Kedua fase ini berlangsung dalam periode Mekah. Fase
ketiga Muhammad saw sebagai politisi dan negarawan, danfase keempat Muhammad saw
sebagai pembebas. Fase ketiga dan keempat berlangsung dalam periode Madinah.
Dari keempat fase tersebut, terlihat bahwa perjuangan Rasululllah saw dalam menegakan
amanat risalahnya, mengalami perkembangan dan peningkatan yang cukup penting,
strategis, dan sistimatis, menuju keberhasilan dan kemenangan yang gemilang, terutama
dengan terbentuknya masyarakat muslim di Madinah dan terjadinya futuh Mekah. Juga
sebagai dasar bagi perkembangan dan perjuangan untuk menegakan dan menyebarkan
ajaran Islam ke segala penjuru dunia.
o Dilihat dari langkah-langkah dan sudut pandang pengembangan dan
pembangunan masyarakat, terdapat tiga posisi penting fungsi Rasulullah saw
sebagai figur pemimpin umat, yakni: Pertama, Rasulullah saw sebagai peneliti
masyarakat, kedua, Rasulullah saw sebagai pendidik
masyarakat,ketiga Rasulullah saw sebagai negarawan dan pembangun
masyarakat.
Rasulullah saw sebagai peneliti masyarakat, berlangsung ketika beliau menjadi pedagang.
Ketika itu beliau sering kali melakukan perjalanan ribuan mil ke sebelah utara jazirah
Arab. Dalam perjalannya, Rasulullah saw berhubungan dengan berbagai ragam orang

dari berbagai bangsa, suku, agama, bahasa, tradisi, dan kebudayaan, dengan bermacam
watak dan sifatnya. Beliau berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai agama dan
kepercayaan yang dianut; yaitu Yahudi, Nasrani, Majusi, dan orang-orang Romawi.
Dalam perjalannya ini, beliau mengadakan fact-finding, (menghimpun data dan fakta)
mengenai berbagai aspek hidup dan kehidupan berbagai bangsa.Hal ini menjadi
pengalaman dan pengetahuan beliau tentang geografis, sosiologis, etnografis, religius,
psikologis, antropologis, karakter dan watak dari berbagai bangsa.Pengeahuan tentang
situasi dan kondisi ini sangat bermanfaat dalam menentukan taktik, strategi, dan metode
perjuangannya.
Dari data dan fakta yang menjadi pengetahuan dan pengalamannya itu, Rasulullah saw
sering mengadakan tafakur (merenung), dan kadang-kadang berkhalwat, bersemedi
(tahannus) di suatu tempat sunyi yang terkenal dengan Gua Hira. Di tempat inilah beliau
mengolah, menganalisis, mengklarifikasi, dan mengambil kesimpulan yang akan menjadi
bahan pertimbangan dalam sikap, langkah, dan pendekatan strategi perjuangan hidup
dan kehidupannya. Objektivitas, akurasi, dan validitas hasil penelitian dan perenungan itu
tidak diragukan lagi karena beliau termasyhur sebagai orang jujur (al-amin). Kesimpulan
utama dari hasil penelitian dan perenungan adalah masyarakat Arab harus diselamatkan
dari jurang kehancuran serta membangun landasan yang baru. Upaya kerja keras
Rasulullah saw dalam mencari solusi dari masalah yang sedang dihadapinya itu,
kemudian dijemput oleh hidayah ilahi dengan turunnya wahyu pertama, lima ayat surat
al-alaq. Dengan ayat Al-Quran yang mulia inilah, dimulai kegiatan dakwah dan risalah
Islamiyah yang ditugaskan kepada Muhammad Ibn Abdillah untuk disampaikan kepada
segenap manusia, melalui pembinaan dan pendidikan yang berdasarkan la ilaha illa alllah (nilai dasar ketahuidan).
o Dengan demikian, dari turunnya wahyu pertama ini, Rasulullah saw mulai
berfungsi sebagai pendidik dan pembimbing masyrakat (social educator), melalui
perombakan dan revolusi mental masyarakat Arab dari kebiasaan menyembah
berhala yang merendahkan derajat kemanusiaan dan tidak menggunakan akal
pikiran yan sehat, tidak memiliki peri kemanusiaan dan menghinakan kaum
wanita dan sebagainya, menuju sikap mental yang mengangkat derajat
kemanusiaan yang penuh percaya diri dan hanya menyembah dan memohon
perlindungan kepada Allah SWT.
o Adapun sistim pembinaan dan pendidikan yang dikembangkan Rasulullah saw
adalah sistim kaderisasi dengan membina beberapa orang sahabat. Kemudian para
sahabat ini mengembangkan Islam ke berbagai penjuru dunia.Dimulai dari
Khulafa Ar-Rasyidin, kemudian generasi berikutnya. Dimulai dari pembinaan dan
kaderisasi di Mekah yang agak terbatas, kemudian dikembangkan di Madinah
dengan membentuk komunitas muslim di tengah-tengah masyrakat Madinah yang
cukup heterogen. Pembinaan dan pendidikan di Mekah lebih dioerientasikan pada
pembinaan ketauhidan sehingga ayat Al-Quran yang turun dalam periode ini
lebih ditekankan pada pembinaan akidah dan ibadah. Ayat-ayat dan surat yang
turun biasanya pendek-pendek dan diawalii ungkapan Ya ayyuha an-nasa.
o Adapun di Madinah, pembinaan yang dilakukan Rasulullah saw lebih banyak
ditekankan pada pembentukan masyarakat muslim di tengah-tengah masyarakat
nonmuslim. Ayat-ayat Al-Quran yang turun di periode ini lebih ditekankan pada
masalah muamalah, sistim kemasyarakatan, kenegaran, hubungan sosial,

hubungan antaragama (toleransi), taawun, ukhuwah, dan sebagainya.Ayat-ayat


yang turun pada periode ini biasanya panjang-panjang dan diawali ungkapan Ya
ayyuha al-ladzina amanu.
o Pada peride Madinah ini, lahirlah suatu peristiwa yang monumental dan sangat
penting sebagai cermin bagi kehidupan beragama dan bermasyarakat di masa
mendatang, yakni terumuskannya suatu naskah perjanjian dan kerja sama antara
kaum muslimin dan masyarakat Madinah (nonmuslim), yang kemudian terkenal
dengan sebutan Piagam Madinah
Di Madinah itulah Rasulullah saw mulai membangun sistim hukum, tatanan masyarakat,
dan kenegaraan. Fungsi Rasulullah saw meningkat dari fungsi pendidik menjadi
negarawan pembangun masyarakat (community builder) atau pembangun Negara (state
builder). Di bawah pembinaan dan kepemimpinan Rasulullah saw, kota Madinah menjadi
sebuah kota masyarakat yang beradab, sadar hukum, penuh toleran, bersikap saling
tolong menolong, dihiasi persaudaraan dan semangat kerja sama antara warga
masyarakat. Gambaran masyarakat seperti itu, kemudian dikenal dengan sebutan
masyarakat madani.
Pada masa awal-awal perkembangan Islam, masyarakat Islam menampilkan diri sebagai
masyarakat alternative, yang memberi warna tertentu pada kehidupan manusia.Karakter
yang paling penting yang ditampilkan oleh masyarakat Islam ketika itu adalah kedamaian
dan kasih sayang.
o Masyarakat model seperti ini tampil di tengah kehadiran Rasulullah saw, baik di
Mekah atau Madinah, yang banyak disebut sejarawan sebagai model masyarakat
ideal dalam level masyarakat Arab yang masih sangat sederhana. Sejumlah
karakteristik penting yang diperlihatkan masyarakat Islam pada masa Rasulullah
saw ini, diantaranya adalah: memiliki akidah yang kuat dan konsisten dalam
beramal (berkarya). Semua itu dipandu oleh kepemimpinan yang penuh wibawa.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan beberapa prinsip dakwah Rasulullah saw, yaitu
sebagai berikut:
1.Mengetahui medan (madu) melalui penelitian dan perenungan.
2.Melalui perncanaan pembinaan, pendidikan, dan pengembangan serta pembangunan
masyarakat.
3.Bertahap, diawali dengan cara diam-diam (marhalah sirriyah), kemudian cara terbuka
(marhalah alaniyyah). Diawali dari keluarga dan teman terdekat, kemudian masyarakat
secara umum.
4.Melalui cara dan strategi hijrah, yakni menghindari siutasi yang negative untuk
menguasai suasana yang lebih positif.
5.Melalui syiar dan pranata Islam, antara lain melalui khotbah, adzan, iqamah, dan shalat
berjamaah, taawun, zakat, dan sebagainya.
6.Melalui musyawarah dan kerja sama, perjanjian dengan masyarakat sekitar, seperti
dengan Bani Nadhir, Bani Quraidzah, dan Bani Qainuqa.
7.Melalui cara dan tindakan yang akomodatif, toleran, dan saling menghargai.
8.Melalui nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan, dan demokratis.
9.Menggunakan bahasa kaumnya, melalui kadar kemampuan pemikiran masyarakat (ala
qadri uqulihim).

10.Melalui surat. Sebagaimana yang telah dikirim ke raja-raja berpengaruh pada waktu
itu, seperti pada Heraklius.
11.Melalui uswah hasanah dan syuhada ala an-nas, dan melalui peringatan, dorongan dan
motivasi (tarhib wa targhib).
12.Melalui Kelembutan dan pengampunan. Seperti pada peristiwa Fathul Mekah
disaksikan para pemimpin kafir Quraisy sambil memendam kemarahan dan
kebencian.Begitu pula isi hati Fadhalah, yang begitu dalam kebenciaanya kepada
Rasulullah sehingga ingin membunuhnya. Tanpa ia duga, Rasulullah mengetahui suara
hatinya tersebut. ketika ditegur dengan lembut, fadhalah menjadi ketakutan dan mencoba
berbohong untuk membela diri. Tetapi Rasulullah tidak marah, bahkan melempar dengan
senyumnya.Seketika Fadhalah terpesona dengan reaksi orang yang hendak
dibunuhnyatersebut.Ia yang berada dalam puncak ketakutan merasakan kelegaan luar
biasa. Tumbuh simpatinya dan kebenciannya mulai surut.Hatinya benar-benar berbalik
ketika Rasulullah meletakan tangan kanan tepat di dadanya.Sentuhan fisik refleksi dari
kasih sayang Rasulullah ini benar-benar mengharubiru perasaan Fadhalah.Kedengkian
dan kebenciaan berubah menjadi kecintaan yang mendalam.
KAIDAH-KAIDAH DAWAH RASULULLAH
Dari prinsip dan langkah-langkah perjuangan Rasulullah saw di atas, dapat diturunkan
kaidah-kaidah dakwah Rasulullah saw sebagai berikut:

Tauhidullah, yakni sikap mengesakan Allah dengan sepenuh hati, tidak


menyekutukan-Nya, hanya mengabdi, memohon, dan meminta
pertolongan kepada Allah SWT. Sebagai pencipta dan pemelihara alam
semesta. Kaidah ini bertujuan untuk membersihkan akidah (tathir alitiqad) masyrakat dari berbagai macam khurajat dan kepercayaan yang
keliru, menuju satu landasan, motivasi, tujuan hidup dan kehidupan dari
Allah dan dalam ajaran Allah menuju mardhatillah (min al-Lah, fi alAllah, dan ila Allah).

Ukhuwah Islamiah, yakni sikap persaudaraan antarsesama muslim karena


adanya kesatuan akidah, pegangan hidup, pandangan hidup, sistim sosial,
dan peradaban sehingga terjalinlah kesatuan hati dan jiwa yang
melahirkan persaudaraan yang erat dan mesra, dan terjalin pula kasih
sayang, perasaan senasib sepenanggungan, serta memperhatikan
kepentingan orang lain, seperti mementingkan kepentingan diri sendiri.
Dengan demikian, terhindar dari sikap individualisme, fanatisme
golongan, firaunisme, materialisme, dan dari segala penyakit jiwa
lainnya.

Muswah, yakni sikap persamaan antar sesama manusia, tidak arogan, tidak
saling merendahkan dan meremehkan orang lain, tidak saling mengaku
paling tinggi. Ini karena perbedaan dan penghargaan di sisi Allah adalah
dilihat prestasi pengabdian dan ketakwaannya.

Musyawarah, yakni sikap kompromis dan menghargai pendapat orang


lain, tidak menonjolkan kepentingan kelompok, memperhatikan
kepentingan bersama untuk meraih kemaslahatan dan kebaikan bersama.
Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw, antara lain di Madinh, yaitu dengan
munculnya Piagam Madinah. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam
kaitannya dengan kaidah ini, antara lain: Q.S. Ali-Imran: 159, Q.S.
Asuara: 38.

Taawun, yakni sikap gotong-royong, saling membantu, kebersamaan


dalam menghadapi persoalan dan tolong-menolong dalam hal-hal
kebaikan. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah
ini, antara lain: Q.S. Al-Maidah: 2, Q.S. At-Taubah: 71, q.s. Al-Anfal: 46.

Takaful al-ijtima, yakni sikap pertanggungjawaban bersama senasib


sepenanggungan, kebersamaan dan sikap solidaritas sosial. Ayat-ayat yang
dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini, antara lain: Q.S. AtTahrim: 6, Q.S. Al-Baqarah:195.

Jihad dan Ijtihad, yakni sikap dan semangat kesungguh-sungguhan, serius


menunjukan etos kerja yang tinggi, kreatif, inovatif dalam penyelesaian
yang dihadapi. Ayat-ayat yang dapat dirujuk dalam kaitannya dengan
kaidah ini, antara lain: Q.S. Ash-Shaff: 4, 10-13.

Fastahiq al-khayrat, yakni sikap dan semangat berlomba-lomba dalam


kebaikan, pada berbagai lapangan hidup dan kehidupan. Ayat-ayat yang
dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini, antara lain: Q.S. AliImran: 114, Q.S. Al-Muminun: 57,61, Q.S. Al-Hadid: 21.

Tasamuh, yakni silap toleransi, tenggang rasa, tidak memaksakan


kehendak, mengikuti dan melaksanakan sesuatu dengan landasan ilmu,
saling menghargai perbedaan pandangan. Ayat-ayat yang dapat dirujuk
dalam kaitannya dengan kaidah ini, antara lain: Q.S. Az-Zumar: 18, Q.S.
Al-Baqarah: 256, Q.S. Al-Ankabut: 46, Q.S. An-Nahl: 125, 109, 1-6.

Istiqamah, yakni sikap dan semangat berdisiplin, tidak goyah, berjalan


terus di atas ajaran yang benar dengan penuh kesabaran. Ayat-ayat yang
dapat dirujuk dalam kaitannya dengan kaidah ini, antara lain Q.S.
Fushshilat: 6, 30, 32, Q.S. Al-Ahqaff: 13-14, Q.S. Asy-Syuara: 13-15.[5]

KEBERHASILAN DAN PENGARUH DAWAH ISLAM

Sebelum kita melangkah untuk melihat masa-masa terakhir kehidupan Rasulullah saw,
sepatutnya kita memberikan perhatian sekilas terhadap aktivitas agung yang menjadi inti

kehidupan beliau dan yang membedakan beliau dari seluruh Nabi dan Rasul, sehingga
Allah mengangkat beliau sebagai pemimpin orang-orang terdahulu maupun orang-orang
di kemudian hari.
Dikatakan kepada Rasulullah saw: Wahai orang yang berselimut, bangunlah (untuk
shalat), di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya). (al-Muzzamil: 1-2)

Wahai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! (al-Muddatstsir: 1-2)

Maka, beliau pun bangkit dan terus bangkit lebih dari dua puluh tahun, memikul beban
amanat ````` besar di bumi ini, seluruh beban aqidah, beban perjuangan dan jihad di
berbagai medan.
Beliau memikul beban perjuangan dan jihad di medan perasaan manusia yang tenggelam
dalam angan-angan dan konsepsi jahiliyah serta terbelenggu oleh kehidupan dunia dan
syahwat. Ketika perasaan manusia berhasil dibersihkan dari noda-noda jahiliyah dan
kehidupan dunia, mulailah peperangan lain di medan yang lain pula, bahkan peperangan
ini tiada putus-putusnya. Yaitu, peperangan melawan musuh-musuh dawah Islam yang
bersekongkol untuk menghancurkan dawah ini sampai ke akarnya sebelum berkembang
dan kokoh akarnya.Peperangan di jazirah Arab hampir saja berakhir, Romawi sudah
mempersiapkan diri untuk menghadapi umat yang baru ini serta menghadangnya di
perbatasan bagian utara.
Ketika semua ini berlangsung, peperangan pertama yaitu peperangan perasaan tidaklah
berhenti, karena peperangan ini bersifat abadi, peperangan melawan syaithan. Sesaat pun
syaithan tidak akan pernah meninggalkan aktivitasnya di dalam hati manusia. Di sanalah,
Muhammad saw bangkit menyerukan dawah Allah, dan melakukan peperangan yang
tiada henti-hentinya di berbagai medan. Beliau berjuang menghadapi kesulitan hidup,
padahal dunia berada di hadapannya.Beliau berjuang keras tidak kenal lelah, ketika
orang-orang mumin beristirahat menikmati ketenangan dan ketentraman.Semua itu
beliau lakukan dengan semangat yang tak pernah kendor dan kesabaran tinggi.Beliau
berjuang dalam melakukan qiyamul lail dan beribadah kepada Rab-Nya, membaca AlQuran, dan bermunajat kepada-Nya sebagaimana yang diperintah-Nya.
Demikianlah, beliau hidup dalam perjuangan dan peperangan yang tiada henti-hentinya
lebih dari dua puluh tahun. Selama itu, tidak pernah melalaikan suatu urusan karena sibuk
dengan urusan yang lain. Sehingga, dawah meraih suatu keberhasilan yang gemilang,
sulit dicerna oleh akal manusia.Jazirah Arab tunduk kepada dawah Islam, debu-debu
jahiliyah tidak berhamburan lagi di kawasan jazirah Arab, dan akal yang menyimpang
telah lurus kembali.Sehingga, berhala-berhala ditinggalkan, bahkan
dihancurkan.Udarapun dipenuhi oleh gema suara tauhid. Suara adzan terdengar
membelah angkasa di celah-celah padang pasir yang telah dihidupkan oleh iman yang
baru. Para dai bertolak ke arah utara dan selatan membacakan ayat-ayat Al-Quran dan
menegakkan hukum-hukum Allah.
Berbagai bangsa dan kabilah bertebaran di mana-mana bersatu padu.Manusia pun keluar
dari penyembahan terhadap hamba menuju peribadatan kepada Allah. Di sana, tidak ada
pihak yang memaksa dan dipaksa, tidak ada tuan dan hamba, penguasa dan rakyat, orang
yang zhalim dan terzhalimi. Semuanya adalah hamba Allah, bersaudara dan saling
mmencintai, dan melaksanakan hukum-hukum Allah.Allah telah menyingkirkan penyakipenyakit jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang dari diri mereka. Di sana,

tidaka ada kelebihan yang dimiliki oleh orang yang berkulit merah atas orang berkulit
hitam, kecuali ketaqwaannya. Seluruh manusia adalah anak keturunan Adam, dan adam
tercipta dari tanah.
Berkat dawah Islam, terwujudlah kesatuan Arab, keadilan sosial, kebahagiaan manusia
dalam segala urusan dunia dan akhirat.Perjalanan hari dan wajah bumi pun berubah,
demikian garis sejarah dan pola pikir.
Sebelum ada dawah Islam, dunia di kuasai oleh semangat kejahiliyahan, sehingga
perasaannya memburuk, jiwanya membusuk, nilai-niali moral dan norma-norma
sosialnya jadi kacau, dipenuhi kezhaliman dan perbudakan, dirongrong oleh gelombang
kemewahan dan kemiskinan, diliputi oleh kekufuran, kesesatan dan kegelapan, meskipun
pada saat itu sudah terdapat agama-agama langit. Namun, agama itu telah jauh
diselewengkan oleh manusia, sehingga menjadi lumpuh, tidak berdaya menguasai
manusia dan berubah menjadi beku, tidak hidup dan tidak memiliki ruh.
Setelah dawah Islam tampil dan memainkan perannya dalam kehidupan manusia, jiwa
manusia menjadi bersih dari khayalan dan khurafat, perbudakan, kerusakan dan
kebusukan, kekotoran dan kemerosotan.Masyarakat pun menjadi bersih dari kezhaliman
dan kesewenang-wenangan, perpecahan dan kehancuran, perbedaan kelas, kediktatoran
penguasa, dan pelecehan para dukun. Dawah ini tampil membangun dunia di atas
kesucian dan kebersihan, hal-hal yang bersifat positip dan membangun, kebebasan dan
pembaruan, pengetahuan dan keyakinan, kepercayaan, keadilan, kehormatan, serta
kinerja yang berkesinambungan untuk meningkatkan taraf kehidupan dan menjamin
setiap orang untuk memperoleh hak-hak dalam kehidupan.
Berkat perkembangan-perkembangan ini, jazirah Arab mengalami suatu kebangkitan
yang penuh berkah, yang belum pernah dialaminya sejak adanya bangunan di atas jazirah
tersebut.
F.Peperangan yang terjadi pada periode madinah
o Dalam perjalanan dakwahnya , Nabi Muhammad saw banyak menemui rintangan.
Rintangan itu muncul sebagai akibat adanya masyarakat Madinah yang tidak
dapat menerima kepemimpinan Nabi Muhammad saw.
Dibawah pimpinan Abdullah bin Ubay bin Salul, mereka menjalin hubungan rahasia
dengan kaum kafir Qurasiy di Mekkah. Mereka selalu melaporkan perkembangan umat
Islam di Madinah dengan Maksud menekankan kekuasaan Nabi Muhammad saw. Hal ini
merupakan awal terjadinya peperangan dengan kaum kafir quraisy.Peperangan yang
kemudian terjadi adalahPerang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandak.
1.perang badar
o Terjadinya Perang Badar dipicu oleh rasa iri orang-orang kafir Quraisy terhadap
keberhasilan Nabi Muhammad saw, menguasai dan mempersatukan masyarakat
Madinah.Peperangan ini terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke -2 H atau 8 Januari
623 M disalah satu sumber mata air yaitu Badar.
o Dalam Perang Badar kaum muslimin hanya berjumlah 313 orang yang dipimpin
langsung oleh Nabi Muhammadsaw, sedangkan pasukan kafir Quraisy
berjumlah 1.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Sebelum perang dimulai ,
terjadi perang tanding antara kedua belah pihak. Pihak umat Islam diwakili

Ubaidah bin Harits,Hamzah bin Abdul Muttalib dan Ali bin Abi Thalib. Pasukan
Quraisy diwakili Syaibah bin Rabi'ah dan Utbah bin Rabi'ah danWalid bin Utbah.
Dalam perang ini pasukan kaum muslimin mengalami kemenangan dengan
gemilang.Abu Jahal terbunuh dan 14 muslimin gugur sebagai syahid.

2.Perang uhud

Setelah mengalami kekalahan dalam perang Badar , Abu Sufyan menyiapkan pasukan
dengan persenjataan lengkap. Bahkan mengundang pasukan Badui untuk bergabung.
Terbentuklah pasukan kafir Quraisy dengan rincian 3.000 pasukan tempur yang
didalamnya terdapat 700 pasukan bertameng dan 200pasukan berkuda. Pada tahun 3 H,
dibawah komando Abu Sufyan,pasukan itu bergerak menuju Madinah. Pada hari Kamis
21 Maret 625 M,mereka berada dihilir Lembah Uhud. Pasukan Islam berjumlah 1.000
orang,akan tetapi ditengah perjalanan, 300 orang membelot dibawah pimpinan
Abdullahbin Ubay bin Salul. Kedua pasukan bertemu di BukitUhud , pada awal
peperangan, tentara muslim memperoleh kemenangan . Akan tetapi , ketika perang
hampir selesai pasukan Pemanah umat islam meninggalkan posisinya untuk mengambil
harta rampasan. Akibatnya pasukan Islam mendapat serangan dari pasukan kafir yang
dipimpin oleh Khalid bin Walid dari belakang. Akhirnya , pasukan Islam tidak mampu
bertahan dan mengundurkan diri dari medan perang. Akibat perang ini ,70 orang pasukan
Islam gugur, sedangkan 23 pasukan kafir tewas. Seusai perang ,Hindun istri Abu
Sufyan mengoyak-koyak isi perut Hamzah , paman Nabi Muhammad saw, yang gugur
dalam pertempuran itu. Ia melampiaskan dendam atas terbunuhnya ayahnya, Utbah bin
rabi'ah, oleh Hamzah bin Abdul Muttalib dalam perang Badar.
3..perang khandak
o Perang yang terjadi berikutnya adalah Perang Khandak. Setelah mengalami
kekalahan dalam perang Uhud , pasukan Islam sekarang lebih kuat . Pada tahun
327 M, orang-orang kafir Quraisy, Yahudi dan Suku Badui mampu membentuk
pasukan yang berkekuatan 10.000 personil.Diantaranya 600 pasukan
berkuda yang dipimpin Abu Sufyan. Untuk menghadapi musuh, Nabi Muhammad
saw mengerahkan 3.000 pasukan tempur. Berdasarkan saran dariSalmanAl
Farisi, kaum muslimin membuat sistim pertahanan berupa parit yang mengitari
perbatasan Kota Madinah.Penggalian dilakukan oleh pasukan Islam sendiri .Abu
Sofyansebagai pemimpin pasukan Quraisy memutuskan mundur karena tidak
sanggup lagi menghadapi perang.Peperangan dimenangkan oleh Kaum muslimin.
Kemenangan ini membuat nama umat Islam dan Kota Madinah makin harum.
Hali in menyebabkan para pembesar negara tetangga tertarik untuk bekerja sama
dengan pemerintah Kota Madinah.
Setelah 6 tahun menetap di Kota Madinah, timbul keinginan kaum Muhajirin
untuk menunaikan ibadah haji sekaligus mengunjungi tanah kelahiran mereka.
Nabi Muhammad saw mengunjungi Mekkah bersama para sahabat pada
bulan Zulkaidah tahun ke-6 H atau 628 Muntuk menunaikan ibadah haji. Para
pemuka kafir quraisy berusha menghadang rombongan umat Islam ,ketika
mengetahui keberangkatan tersebut.Dalam tradisi Arab, bulan Zulkaidah
diharamkan untuk mengadakan peperangan,kebencian telah membuat mereka
mengabaikan tradisi itu.[6]

Ketika rombongan umat Islam sampai di sebuah tempat


bernama Hudaibiyah yang berjarak sekitar 6 mil dari kota Mekkah ,mereka
berhenti . Nabi Muhammad saw mengutusUsman bin Affan untuk mengabarkan
kepada kaum kafir Quraisy maksud dan tujuan mereka. Kaum kafir quraisy
bersikeras tidak mengizinkan rombongan umat Islam memasuki
Mekkah,Perundingan sangat alot . Walaupuun demikian ,mereka berhasil
membuat kesepakatan yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah .
Diantaranya isinya sebagai berikut :
Kedua belah pihak mengadakan gencatan senjata selama 10 tahun.
Setiap orang diberi kebebasan untuk memilih menjadi pengikut Nabi Muhammad saw
atau kaum kafir quraisy.
Kaum muslimin wajib mengembalikan orang Mekkah yang menjadi pengikut Nabi
Muhammad saw. di Madinah tanpa alasan yang benar kepada walinya,sedangkan kaum
kafir qurasiy tidak wajib mengembalikan orang Madinah yang menjadi pengikut mereka.
Kunjungan rombongan umat Islam untuk menunaikan ibadah haji ditangguhkan pada
tahun berikutnya. Lama kunjungan paling lama adalah 3 hari dan tidak boleh membawa
senjata.
o Setelah perjanjian Hudaibiyah situasi menjadi aman dan tidak ada peperangan.
Pengikut Nabi Muhammad saw yang semula hanya berjumlah sekitar 1.400
orang bertambah menjadi hampir 10.000 orang. Hal ini disebabkan orang-orang
Qurasisy banyak bersimpati terhadap Nabi Muhammad saw. Sebelumnya,para
sahabat tidak menyetujui isi perjanjian Hudaibiyah. Mereka menganggap
perjanjian itu hanya merugikan umat Islam. Akan tetapi , Nabi Muhammad saw,
menyikapi Perjanjian Hudaibiyah secara arif . Nabi Muhammad saw
memanfaatkan situasi aman dan damai setelah Perjanjian
Hudaibiyah.Beliau mengirimkan duta-dutanya ke negara tetangga untuk
mengajak mereka memeluk agama Islam. Ajakan itu diterima oleh beberapa
penguasa negeri tetangga dan ditolak oleh beberapa negeri tetangga lainnya,
Sebagian menolak ajaran itu adalah raja Persia. Penolakan itu menyebabkan
munculnya permusuhan dan peperangan yang besar antar kedua belah pihak di
kemudian hari.

G.AHIR HAYAT NABI MUHAMMAD SAW


Sesudah melaksanakan hajji wada (hajji perpisahan) Rosululloh kembali ke Madinah.
Beliau mengatur kabilah-kabilah yang telah masuk islam sampai habis sisa masa
hidupnya. Beliau mengirim pada Dai ke berbagai daerah untuk mengajarkan agama
Islam.Ia juga mengatur peradilan islam serta mengatur cara-cara pemungutan zakat.
o Salah satu mubaligh yang dikirim adalah Muaz bin Jabal ke negeri Yaman,
beliau terkenal sebagai ulama yang pertama kali menggunakan ijtihad jika tidak
ada dasar hukum di dalam al-Quran maupun al-Hadis.
o Nabi Muhammad Saw menyiapkan pasukan untuk memerangi orang Romawi di
Balqa (Yordania), yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid bin Harisah yang baru
berusia 18 tahun. Akan tetapi tidak jadi berangkat karena Rosul mendadak sakit.

o Rosululloh Saw, pada waktu itu juga menerima wahyu yang terakhir, yaitu: surat
al-Maidah ayat 3.

Artinya:....... pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. ......
o Dua bulan setelah hajji wada kesehatan Rosululloh berangsur-angsur memburuk,
badannya panas. Walaupun demikian, ia tetap mengimami sholat. Dalam
khotbahnya yang terakhir beliau bersabda:Akuu berwasiat kepada kalian untuk
berbuat baik terhadap orang Anshor. Sesungguhnya orang-orang Ansor adalah
orang dekatku dimana aku berlindung kepada mereka. Mereka telah melalui apa
yang menjadi beban mereka dan masih tersisa apa yang menjadi hak mereka.
Oleh karena itu, berbuat baiklah kepada siapa saja diantara mereka yang
berbuat baik dan maafkan siapa saja diantara mereka yang berbuat kesalahan.
o Tiga hari menjelang wafat, beliau tidak dapat mengimami sholat, dan
menunjuk Abu Bakar As-Shidiq sebagai pengganti imam sholat.Sehari sebelum
wafat beliau memerdekakan para budak lelakinya; beliau juga menyedekahkan
uang sisa sebanyak 7 Dinar.Beliau memberikan senjata-senjatanya kepada kaum
muslimin.
o Pada waktu dluha beliau memanggil putrinya (Fatimah); dan membisikan
kepadanya bahwa beliau akan segera dipanggil menghadap Alloh Swt.
Menndengar hal itu Fatimah menangis. Kemudian, beliau berbisik lagi bahwa
anggota keluarga yang pertama akan menyusulnya adalah Fatimah; kemudian
Fatimah tersenyum.
o Setelah itu Nabi memanggil cucunya (Hasan dan Husain); beliau juga memanggil
istri-istrinya dan anggota keluarga yang lain. Beliau memberikan wasiat yang
terakhir:Ingatlah sholat dan Taubatlah.Tidak berapa lama kemudian beliau
menghembuskan nafasnya yang terakhir.Beliau wafat pada hari Senin tanggal 12
Rabiul awwal 11 H. Atau 8 Juni 632 M.
o Rosululloh berdakwah mensyiarkan agama Islam selama 23 tahun.Ketika
meninggal beliau hanya mewariskan 2 harta pusaka yang besar yaitu al-Quran
dan al-Hadis.Beliau berjuang tak kenal lelah sehingga berhasil mendirikan
negara Islam yang pertama di Madinah; serta mampu menyatukan suku-suku Arab
di bawah naungan syariat Islam.[7]
o Berita wafatnya Nabi Muhammad tersebar luas ke seluruh penjuru Madinah.
Suasana sedih, haru menyelimuti kota itu. Ketika Umar bin Khotob mendengar
berita kematian Rosul, beliau berdiri dan termenung seakan tidak bisa menerima
atas kematian Sang Rosul. Ia berkata:Sesungguhnya beberapa orang munafiq
menganggap bahwa Nabi Muhammad Saw telah wafat. Sesungguhnya beliau
tidak wafat, tetapi pergi ke hadapan Tuhannya, seperti yang dilakukan Musa bin
Imron yang pergi dari kaumnya. Demi Alloh dia benar-benar akan kembali.
Barang siapa yang beranggapan bahwa beliau wafat, kaki dan tangannya akan
kupotong.[8]
o Setelah mendengar berita wafatnya Nabi, Abu Bakar As-Shidiq segera menemui
Aisyah. Ia membuka kain kafan dan berkta:Kalau kematian sudah menjadi

ketetapan Engkau, berarti engkau benar-benar telah meninggal dunia. Abu


Bakar menerima atas kematian Sang Rosul; kemudian ia menemui Umar bin
Khotob dan berkata:Barang siapa menyembah Muhammad, sesungguhnya
Muhammad sudah mati. Barang siapa menyembah Alloh, sesungguhnya Alloh
Maha Hidup dan tidak mati.

C.PENGERTIAN KHULAFAUR RASYIDIN


Khulafaur Rasyidin atau Khulafa ar-Rasyidun adalah wakil-wakil atau khalifah-khalifah
yang benar atau lurus. Mereka adalah waris kepemimpinan Rasulullah selepas kewafatan
junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Para tokoh ini merupakan orang-orang yang arif
bijaksana, jujur dan adil dalam memberikan keputusan dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul dalam masyarakat. Pada saat perlantikan mereka dibuat secara syura
yaitu perbincangan para sahabat atau pilihan khalifah sebelum. Selepas pemerintahan ini,
kerajaan Islam diganti adalah pemimpin yang diangkat sesudah nabi Muhammad SAW
wafat untuk menggantikan beliau melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan
kepala pemerintahan oleh kerajaan Ummaiyyah.
Khalifah.[3]

Adapun Khulafaur Rasyidin dalam sejarah islam yang dimaksud terdiri daripada empat
orang sahabat sebagai berikut:
1. Saidina Abu Bakar ( 632-634 M )
2. Saidina Umar bin Khatab ( 634-644 M )
3. Saidina Utsman bin Affan ( 644-656 M )
4. Saidina Ali bin Abi Thalib ( 656-661 M )
Keempat khalifah diatas bukan saja berhasil dalam melanjutkan risalah islam dan
menegakkan tauhid, tetapi juga menyebarluaskan ke seluruh penjuru alam ini.[4]
1.KHALIFAH ABU BAKAR AS-SIDDIQ (632-634 M )
Setelah nabi wafat, sebagai pemimpin umat islam adalah Abu Bakar As-Siddik sebagai
kholifah. Kholifah adalah pemimpin yang diangkat setelah nabi wafat untuk
menggantikan nabi dan melanjutkan tugas-tugas sebagai pemimpin agama dan
pemerintah.[5]
a.Menjadi Khalifah Pertama
Semasa Rasulullah SAW sedang sakit tenat, baginda mengarahkan supaya Saidina Abu
Bakar mengimamkan solat orang Islam. Selepas kewafatan Nabi Muhammad SAW.,
sebuah majlis yang dihadiri oleh golongan Ansar dan Muhajirin ditubuhkan untuk
melantik seorang khalifah bagi memimpin umat Islam. Hasil dari perjumpaan itu, Saidina
Abu Bakar dilantik dan menjadi khalifah pertama umat Islam.
Perlantikan Saidina Abu Bakar mendapat tentangan daripada beberapa orang yang ingin
melantik Saidina Ali Abi Talib sebagai khalifah kerana Saidina Ali merupakan menantu

dan anak saudara Rasulullah SAW. Golongan Syiah yang merupakan golongan daripada
keluarga Bani Hashim menentang perlantikan Saidina Abu Bakar. Tentangan itu tamat
selepas Saidina Ali Abi Talib membaihkan Saidina Abu Bakar. Ada pendapat mengatakan
bahawa Saidina Ali bin Abi Thalib hanya membaihkan Saidina Abu Bakar selepas enam
bulan.

b. Ekspedisi ke Utara
Selepas berjaya mengurangkan golongan riddah, Syaidina Abu Bakar mula menghantar
panglima-panglima perang Islam ke utara untuk memerangi Byzantine (Rom Timur) dan
Empayar Parsi. Khalid Al-Walid berjaya menawan Iraq dalam hanya satu kempen
ketenteraan. Beliau juga menempuh kejayaan dalam beberapa ekspedisi ke Syria.
Menurut seorang orientalis Barat, kempen Saidina Abu Bakar hanyalah sebuah lanjutan
daripada Perang Riddah. Hal ini jelas salah memandangkan kebanyakan golongan riddah
terletak di selatan Semenanjung Arab dan bukannya di utara.
c. Pengumpulan Al-Quran
Menurut ahli sejarah Islam, selepas Perang Riddah ramai orang yang mahir menghafaz Al
Quran terbunuh. Saidina Umar Al-Khatab (khalifah yang berikutnya) meminta Saidina
Abu Bakar untuk mula menjalankan aktviti pengumpulan semula ayat-ayat Al Quran.
d. Kewafatan Saidina Abu Bakar As-Siddiq
Saidina Abu Bakar wafat pada 23 Ogos 634 di Madinah iaitu dua tahun selepas menjadi
khalifah. Ada dua pendapat mengenai sebab kematian Saidina Abu Bakar. Ada yang
mengatakan disebabkan keracunan dan ada pula yang mengatakan Saidina Abu Bakar
meninggal dunia secara biasa.
e. Sumbangan Saidina Abu Bakar
Saidina Abu Bakar walaupun hanya memerintah selama dua tahun (632-634), tetapi
beliau banyak menyumbang terhadap perkembangan Islam. Beliau berjaya menumpaskan
golongan Riddah yang ada diantaranya murtad dan ada diantaranya mengaku sebagai
nabi. Beliau juga mula mengumpulkan ayat-ayat Al Quran dan beliau juga berjaya
meluaskan pengaruh Islam.
Kekuasaan yang dijalankan pada massa khalifah Abu Bakar, sebagaimana pada masa
Rasululllah, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif terpusat
ditangan Khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, khalifah juga melaksanakan
hukum,. Meskipun demikian, seperti juga Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar selalu
mengajak sahabat-sahabatnya bermusyawarah.
2.KHALIFAH UMAR BIN-KHATAB ( 634-644 M )
Setelah abu Bakar menunjuk penggantinya yaitu Umar Bin Khattab, yang tujuannya
adalah untuk mencegah supaya tidak terjadi perselisihan dan perpecahan dikalangan umat
islam.[6]Pada masa umar bin Khattab, kondisi politik dalam keadaan stabil, usaha
perluasan wilayah islam pemperoleh hasil yang gemilang. Wilayah islam pada masa umar
bin Khattab meliputi Semenanjung Arabiah, Palestina, Siria, Irak, Persia dan Mesir.[7]
Pada masa Kholifah Umar Bin Khattab, sahabat-sahabat yang sangat berpengaruh tidak
diperbolehkan untuk keluar daerah kecuali atas izin dari Kholifah dan dalam waktu yang

terbatas. Jadi, kalau ada diantara umat Islam yang ingin belajar hadist harus pergi ke
madinah, ini berarti bahwa penyebaran ilmu dan pengetahuan para sahabat dan tempat
pendidikan adalah berpusat di Madinah.[8]
3.KHALIFAH USMAN BIN AFFAN ( 644-656 M )
Usman Bin Affan adalah termasuk saudagar besar dan kaya dan sangat pemurah
menafkahkan kekayaannya untuk kepentingan umat islam. Usman dianggap menjadi
Kholifah hasil dari pemilihan panitia enam yang ditunjuk oleh Kholifah Umar bin Khattab
menjelang beliau akan meninggal.[9]
Pada masa Kholifah Usman bin Affan, pelaksanaan pendidikan islam tidak jauh berbeda
dengan masa sebelumnya. Pendidikan di masa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada,
namun hanya sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan islam. Para sahabat yang
berpengaruh dan dekat dengan Rasullullah yang tidak diperbolehkan meninggalkan madinah
dimasa Umar, diberikan kelonggaran untuk keluar dan menetap di daerah-daerah yang
mereka sukai. Kebijakan ini sangat besar pengaruhnya bagi pelaksanaan pendidikan di
daerah-daerah.

Kholifah Usman sudah merasa cukup dengan pendidikan yang sudah berjalan, namun
begitu ada satu usaha yang cemerlang yang telah terjadi di masa ini yang berpengaruh
luar biasa bagi pendidikan islam, yaitu untuk mengumpulkan tulisan ayat-ayat Al-Quran.
Berdasarkan hal-hal ini, Kholifah Usman memerintahkan kepada tim untuk menyalin
tersebut, ada pun tim tersebut adalah : Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Zaid bin Ash,
dan Abdurrahman bin Harist. [10]
4.KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB ( 656-661 M )
Ali adalah Kholifah yang keempat setelah Usman bin Affan. Pada pemerintahannya
sudah diguncang peperangan dengan Aisyah beserta Talhah dan Abdullah bin Zubair
karena kesalahpahaman dalam menyikapi pembunuhan terhadap usman, peperangan di
antara mereka disebut perang Jamal (unta) karena Aisyah menggunakan kendaraan unta.
Setelah berhasil mengatasi pemberontakan Aisyah, muncul pemberontakan lain, sehingga
masa kekuasaan Kholifah Ali tidak pernah mendapatkan ketenangan dan kedamaian. [11]
D. NABI MUHAMMAD TELADAN YANG BAIK
Kita harus selalu ingat bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyatakan dirinya
memiliki sifat-sifat supra manusiawi. Muhammad tau berulang kali di ingatkan oleh
wahyu quran,bahwa dia hanyalah seorang manusia yang satu-satunya di beri
pengalaman pewahyuan,dan Muhammad tau apapun yang terjadi padanya tidak lain
adalah karunia allah.
o Muhammad Dan Dakwah Islam
Jazirah pada waktu itu merupakan negeri yang paling buruk dalam peribadatan
berhala,dalam memperturutkan hawa nafsu,adat istiadat yang picik dan membunuh, dan
mengubur anak perempuannya hidup-hidup.Situasi dan kondisi demikian berjalan cukup
lama generasi demi generasin di liputi kegelapan,kebuasan,kesesatan,bermusnahkan dan
tiada mengenal ampun,bahkan dunia pada saat itu dunia di liputi penyembahan berhala
secara terang-terangan.Dalam suasana gelap gulita jahiliyah Allah swt.mengirimkan
Muhammad bin Abdullah saw,dengan risalah dari langit,untuk menyeru umat manusia

kembali pada ajaran Allah yang di bawanya yaitu islam.Beliau ajak bangsa arab untuk
menganut dakwah islam dan mereka diajak terang-terangan menyembah berhala,dakwah
itu berlanjut terus di mekkah selama 13 tahun.pada mulanya dilakukan secara diam-diam
tetapi di tahun ketiga dilakukan secara terang- terangan.Setelah beberapa lama ahkhirnya
suara keimanan yang di kumandangkan Muhammad saw.di makkah mendapat sambutan
dari para kabilah-kabilahmelihat hanya di dalam islam lah mereka menemukan kemuliaan
dan keagungan serta kehidupan yang bahagia.
E PADA ZAMAN PARA SAHABAT
Penyimpangan Aqidah pada zaman para sahabat asal mulanya adalah
perselisihan,hal ini di picu oleh Abdullah bin Saba (seorang yahudi)
pada pemerintahan khalifah Utsman bin Affan dan berlanjut pada
masa khalifah Ali. Dan awal mula adanya gejala timbulnya aliran-aliran
adalah sejak kekhalifahan Utsman bin Affan (khalifah ke-3 setelah
wafatnya Rasulullah). Pada masa itu di latar belakangi oleh
kepentingan kelompok, yang mengarah terjadinya perselisihan sampai
terbunuhnya khalifah Utsman bin Affan. Kemudian digantikan oleh Ali
bin Abi Thalib, pada masa itu perpecahan di tubuh umat islam terus
berlanjut. Umat islam pada masa itu ada yang pro terhadap
kekhalifahan Ali bin Abi Thalib yang menamakan dirinya kelompok
syiah, dan yang kontra yang menamakan dirinya kelompok Khawarij.
Akhirnya perpecahan memuncak kemudian terjadilah perang jamal
yaitu perang antara Ali dengan Aisyah dan perang Siffin yaitu perang
antara Ali dengan muawiyah. Bermula dari itulah akhirnya timbul
berbagai aliran di kalangan umat islam, masing-masing kelompok juga
terpecah belah, akhirnya jumlah aliran di kalangan umat islam menjadi
banyak, seperti aliran syiah, khawarij, murjiah, jabariyah, mutazilah
dll. Para ulama menulis bantahan-bantahan dalam karya mereka.
Terkadang aqidah juga digunakan dengan istilah Tauhid ushuluddin AsSunnah Al-Fiqhul Akbar Ahlus Sunnah wal Jamaah atau terkadang
menggunakan istilah ahlul hadits atau salaf yaitu mereka yg
berpegang atas jalan Rasulullah SAW dari generasi abad pertama
sampai generasi abad ketiga yg mendapat pujian dari Nabi SAW.
Ringkasnya Aqidah Islamiyah yang shahih bisa disebut Tauhid fiqih
akbar dan ushuluddin. Sedangkan manhaj dan contohnya adl ahlul
hadits ahlul sunnah dan salaf. FAKTOR-FAKTOR TIMBULNYA ALIRANALIRAN ILMU QALAM Faktor yang menyebabkan timbulnya aliran kalam
dalam islam dapat di kelompokan menjadi 2 bagian yaitu: 1. Faktor
internal Yaitu faktor yang muncul dari dalam umat islam sendiri yang
dikarenakan: a. Adanya pemahaman dalam islam yang berbeda
Perbedaan ini terdapat dalam hal pemahaman ayat Al-Quran,
sehingga berbeda dalam menafsirkan pula. Mufasir satu menemukan

penafsiranya berdasarkan hadist yang shahih, sementara mufasir yang


lain penafsiranya belum menemukan hadist yang shahih. Bahkan ada
yang mengeluarkan pendapatnya sendiri atau hanya mengandalkan
rasional belaka tanpa merujuk kepada hadist. b. Adanya pemahaman
ayat Al-Quran yang berbeda Para pemimpin aliran pada waktu itu
dalam mengambil dalil Al-Quran beristinbat menurut pemahaman
masing-masing c. Adanya penyerapan tentang hadis yang berbeda
Penyerapan hadist berbeda, ketika para sahabat menerima berita dari
para perawinya dari aspek matan ada yang disebut hadist riwayah
(asli dari Rasul) dan diroyah (redaksinya disusun oleh para sahabat),
ada pula yang di pengaruhi oleh hadist (israiliyah), yaitu: hadist yang
disusun oleh orang-orang yahudi dalam rangka mengacaukan islam. d.
Adanya kepentingan kelompok atau golongan Kepentingan kelompok
pada umumnya mendominasi sebab timbulnya suatu aliran, sangat
jelas, dimana syiah sangat berlebihan dalam mencintai dan memuji Ali
bin Abi Thalib, sedangkan khawarij sebagai kelompok yang sebaliknya.
e. Mengedepankan akal Dalam hal ini, akal di gunakan setiap
keterkaitan dengan kalam sehingga terkesan berlebihan dalam
penggunaan akal, seperti aliran Mutazilah. f. Adanya kepentingan
politik Kepentingan ini bermula ketika ada kekacauan politik pada
zaman Ustman bin Affan yang menyebabkan wafatnya beliau,
kepentingan ini bertujuan sebagai sumber kekuasaan untuk menata
kehidupan. g. Adanya beda dalam kebudayaan Orang islam masih
mewarisi yang di lakukan oleh bangsa quraish di masa jahiliyah.
Seperti menghalalkan kawin kontrak yang hal itu sebenarnya sudah di
larang sejak zaman Rasulullah. Kemudian muncul lagi pada masa
khalifah Ali bin Abi Thalib oleh aliran Syiah. 2. Faktor eksternal Faktor
ini muncul dari luar umat islam, yaitu : a. Akibat adanya pengaruh dari
luar islam. Pengaruh ini terjadi ketika munculnya aliran syiah yang
muncul karena propaganda seseorang yahudi yang mengaku islam,
yaitu Abdullah bin Saba. b. Akibat terjemahan filsafat yunani Bukubuku karya filosofi yunani di samping banyak membawa manfaat juga
ada sisi negatifnya bila di tangan kalangan yang tidak punya pondasi
yang kuat tentang akidah dan syariat islam. Sehingga terdapat
keinginan oleh umat islam untuk membantah alasan-alasan mereka
yang memusuhi islam.