Anda di halaman 1dari 8

BAB 6

OBLIGASI
A. Definisi Obligasi
Obligasi dapat didefinisikan sebagai utang jangka panjang yang akan dibayar kembali
pada saat jatuh tempo dengan bunga yang tetap jika ada. Nilai utang dari obligasi ini
dinyatakan di dalam surat utangnya. Obligasi memiliki jatuh tempo, berarti mempunyai
lama waktu pelunasannya.
B. Kode Obligasi
Kode obligasi diperlukan ntuk membedakan obligasi dengan jenis yang lain,
kepentingan pencarian, organisasi data di komputer dan menunjukan karakterisitk
obligasinya.
Contoh: AAAABBBCCDEFG
Keterangan:
AAAA : singkatan nama dari perusahaan penerbit obligasi
BBB

: kode untuk nomor obligasi yang diterbitkan

CC

: suku bunga

: tipe obligasi

: tipe dari suku bunga

FG

: kode dari sriptless

C. Obligasi Seri dan Termin


Obligasi seri (bond seri) merupakan suatu kelompok obligasi yang obligasi-obligasinya
akan jatuh tempo berurutan, yaitu satu atau lebih obligasi akan jatuh tempo pada periode
berikutnya setelah satu atau lebih obligasi lainnya jatuh tempo. Obligasi termin merupakan
obligasi-obligasi yang jatuh tempo bersamaan waktunya.

D. Macam-Macam Obligasi
Ditinjau dari penerbit obligasi ada tiga jenis yaitu:
Obligasi Pemerintah
Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Obligasi pemerintah sendiri terdiri
dalam beberapa jenis, yaitu:
- Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program
-

Rekapitalisasi Perbankan.
Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN
Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai

defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel
Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi syariah" atau
"obligasi sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN
namun berdasarkan prinsip syariah.

Municipal Bond merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah seperti
pemerintah provinsi, kota dan kabupaten. Tujuan penerbitan obligasi ini untuk
pembiayaan modal, seperti membangun rumah sakit dan universitas.
Obligasi perusahaan merupakan surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh
perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo
dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan di kontrak
utangnya. Obligasi jenis ini biasanya dilidungi bond indenture.
E. Pasar Obligasi
Obligasi diperdagangkan di pasar modal khususnya pasar obligasi. Di Indonesia obligasi
diperdagangkan di Burse Efek Surabaya (BES).
F. Nilai Obligasi
Ada tiga jenis yaitu:
Nilai Maturiti (maturity value)/nilai jatuh tempo merupakan nilai yang dijanjikan akan
dibayar pada saat obligasi jatuh tempo. Nilai ini juga mewakili nilai nominal/nilai par
(par value)/nilai tampang(face value).
Nilai pasar obligasi merupakan nilai jual obligasi yang terdaftar di pasar modal pada
saat tertentu.

Nilai intrinsik (intrinsic value)/nilai fundamental (fundamental value) merupakan


perkiraan nilai sebenarnya dari suatu obligasi, yang tidak mungkin dihitung dengan
tepat.
Obligasi dapat berupa coupon bond (obligasi kupon) merupakan obligasi yang
membayar kupon (bunga yang dibayar oleh obligasi tiap setengah tahun atau tahunan)
dan pure discount bond (obligasi dengan diskon murni) merupakan obligasi yang tidak
membayar kupon sehingga obligasi dijual dengan harga diskon, maka nilai intrinsiknya
hanya sebesar nilai jatuh tempo obligasi.
G. Likuiditas Obligasi
Marketability menunjukkan seberapa cepat investor dapat menjual obligasinya tanpa harus
mengorbankan harga obligasinya. Salah satu pengukurannya memakai rentang
permintaan-penawaran (bid-ask spread) yang menunjukkan perbedaan antara nilai
permintaan tertinggi investor mau menjual dan penawaran terendah dealer mau membeli.
H. Hasil Obligasi
Beberapa diantaranya:
Hasil sekarang (current yield) diukur dengan nilai kupon setahun dibagi nilai pasar
obligasi saat ini.
Hasil sampai maturity (yield to maturity/YTM) merupakan tingkat return dari obligasi
yang dibeli dengan harga pasar sekarang dan disimpan sampai jatuh tempo. YTM dapat
diperoleh dengan mencari tingkat diskonto yang menyebabkan nilai sekarang dari
semua aliran kas sama dengan nilai pasar sekarang dari obligasi. Hasil sampai ditarik
Hasil sampai ditarik (yield to call) adalah return obligasi dari sekarang sampai dengan
tanggal obligasi ditarik kembali. Perbedaan YTC dengan YTM (yield to maturity)
terletak pada perbedaan waktu dari obligasi, karena kalau YTM waktu obligasinya
adalah dari sekarang sampai jatuh tempo.
I. Hak Tarik
Hak tarik atau provisi tarik (call provision) adalah hak penerbit obligasi untuk membayar
obligasinya pada nilai par sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo. Keuntungan bagi penerbit
obligasi dengan adanya hak ini :
1. Utang perusahaan dapat dikurangi sewaktu-waktu jika aliran kas perusahaan tersisa.
3

2. Obligasi dengan kupon yang tinggi dapat dihentikan dan diganti dengan obligasi
lainnya yang memberikan kupon lebih rendah jika bunga menurun.
3. Menyediakan sinyal baik bagi perusahaan yang menunjukkan bahwa perusahaan
menguntungkan sehingga banyak aliran kas tersedia.
4. Menyediakan opsi tarik (call option) kepada perusahaan dengan gratis.
Obligasi yang memiliki call provision memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan
dengan obligasi sejenis yang tidak mempunyai call provision, karena merugikan investor.
J. Rentang Hasil
Rentang hasil (yield spread) adalah perbedaan antara YTM yang dijanjikan dengan YTM
suatu obligasi bebas gagal ( default free) yang mempunyai nilai kupon dan waktu maturiti
yang sama.
YTM dijanjikan
(Y)
Premium gagal
Rentang

YTM diharapkan

Hasil

(Y)
Premium
Risiko

YTM obligasi bebas gagal dengan kupon


dan maturiti yang sama
0%

K. Risiko Obligasi
Risiko dari obligasi adalah kemungkinan obligasi tidak terbayar (default). Peringkat
obligasi (bond rating) adalah simbol-simbol karakter yang diberikan oleh agen peringkat
untuk menunjukkan risiko dari obligasi. Agen peringkat di Indonesia adalah PT.
PEFINDO dan PT. KASNIC. Berikut adalah peringkat obligasi menurut Standard &
Poors (S&P) :
Peringkat
AAA

Keterangan
Mempunyai kemampuan sangat kuat untuk membayar bunga dan

AA

membayar kembali prinsipal.


Mempunyai kemampuan kuat untuk membayar bunga dan membayar
4

kembali prinsipal.
Mempunyai kemampuan kuat untuk membayar bunga dan membayar

kembali prinsipal tetapi lebih rentan terhadap kondisi-kondisi yang


berubah terbalik dibandingkan dengan kasus dari AA.
Mempunyai kemampuan cukup untuk membayar bunga dan membayar

BBB

kembali prinsipal.Bahkan lebih rentan terhadap kondisi-kondisi yang


BB, B,

berubah terbalik dibandingkan dengan obligasi-obligasi peringkat A.


Dianggap spekulatif terhadap kemampuan untuk membayar bunga-bunga

CCC,CC,C

dan membayar kembali prinsipal. BB menunjukkan tingkat terendah dari

spekulasi dan C menunjukkan tingkat tertinggi dari spekulasi


Gagal (default). Pembayaran bunga-bunga dan pembayaran kembali

+ atau -

prinsipal tertunggak.
Dapat digunakan untuk menunjukkan posisi relatif di dalam suatu kategori

L. Teorema Penilaian Obligasi


Teorema penilaian obligasi akan menjelaskan bagaimana hubungan antara harga obligasi
akibat perubahan-perubahan suku bunga,maturiti dan nilai kupon. Harga obligasi akan
berubah dengan berubahnya suku bunga dan lamanya maturiti. Hasil pasar (market yield)
menunjukkan hubungan antara perubahan suku bunga terhadap harga obligasi. Malkiel
(1962) memperkenalkan lima teorema tentang hubungan antara harga-harga obligasi
dengan hasil-hasilnya (yields). Teorema ini disebut dengan Malkiels bond theorems :
Teorema 1 : Harga dari obligasi akan bergerak berlawanan dengan hasil pasar (market
yield)
Teorema 2 : Dengan maturiti konstan, penurunan suku bunga akan menaikkan harga
obligasi dengan basis persentasi lebih besar dibandingkan dengan peningkatan suku
bunga yang sama besarnya yang akan menurunkan harga obligasi.
Teorema 3 : Untuk suatu perubahan suku bunga yang tertentu, besarnya perubahan
harga obligasi akan berhubungan positif dengan waktu maturity, yaitu semakin lamanya
waktu maturity maka semakin besar perubahan harga obligasinya.
Teorema 4 : Perubahan harga yang terjadi akibat hubungan antara maturiti obligasi dan
volatilitas harganya akan semakin besar dengan tingkat menurun (increases at a
diminishing rate) sejalan dengan meningkatnya maturiti.
Teorema 5 : Persentasi perubahan harga obligasi akibat dari perubahan suku bunga akan
lebih kecil jika tingkat kupon lebih tinggi. Teorema ini tidak berlaku untuk :obligasi
dengan waktu maturiti hanya satu tahun dan yang tidak mempunyai jatuh waktu.
5

Ringkasan hasil teorema :


1. Kaitan dengan suku bunga
a. Harga obligasi berhubungan terbalik dengan suku bunga pasar.
b. Penurunan suku bunga lebih sensitif terhadap harga obligasi dibandingkan dengan
kenaikan suku bunga.
2. Kaitan dengan maturiti
a. Besarnya perubahan harga obligasi berhubungan positif dengan waktu maturiti.
b. Perubahan harga obligasi tersebut terjadi dengan tingkat menurun sejalan dengan
meningkatnya maturity.
3. Kaitan dengan tingkat kupon
Besarnya persentasi perubahan harga obligasi akibat dari perubahan suku bunga
berhubungan terbalik dengan tingkat kupon.
Implikasi teorema di atas terhadap investor :
1. Jika suku bunga dapat diprediksi dan diekspektasi, maka investor dapat membeli
obligasi saat suku bunga diekspektasi turun, demikian pula sebaliknya.
2. Untuk dapat memperoleh hasil maksimum pengaruh turunnya suku bunga terhadap
harga obligasi, maka investor seharusnya membeli obligasi yang mempunyai maturiti
yang lama dan tinkat kupon yang rendah (low-coupon bond).
M. Durasi Obligasi
Definisi durasi obligasi: sebagai pengukur dari umur hidup ekonomis dari suatu
obligasi dengan mempertimbangkan semua bentuk dan besarnya aliran kas keseluruhan
dari obligasi sampai jatuh temponya. Durasi dapat diartikan sebagai discounted payback
period dari investasi di suatu obligasi yaitu rata-rata tahun investor obligasi dapat
memperoleh kembali investasinya dari nilai-nilai kupon dan prinsipal yang diperoleh dari
obligasi. Obigasi-obligasi dengan durasi yang sama kemungkinan akan bereaksi dengan
cara yang sama akibat perubahan dari suku bunga dibandingkan dengan obigasi-obligasi
yang mempunyai lama maturiti yang sama tetapi berbeda durasinya. Maturiti hanya
menunjukkan waktu pembayaran aliran kas obligasi terakhir jatuh tempo, tanpa
mempertimbangkan pola dan besarnya aliran kas secara keseluruhan, sedangkan durasi
mempertimbangkan dua hal tersebut.
N. Sensitivitas Harga Obigasi Dari Perubahan Suku Bunga

Nilai obligasi setiap saat dapat dihitung dengan mengestimasi perubahan harga obligasi
dari harga sebelumnya. Dengan mengetahui harga perubahan harga obligasi maka nilai
obligasi sekarang dapat dihitung.
O. Imunisasi
Imunisasi (immunization) merupakan strategi investasi di obligasi yang menyamakan
durasi dari obligasi atau fortofolio obligasi dengan waktu lamanya investasi untuk
menghilangkan risiko perubahan suku bunga. Risiko suku bunga (interest-rate risk) adalah
risiko kerugian penurunan nilai obligasi yang disebabkan suku bunga naik dan harus
menjualnya dengan harga yang lebih rendah. Risiko investasi kembali (reinvestment- rate
risk) adalah risiko kenaikan nilai obligasi disebabkan suku bunga turun, dengan investasi
kembali yang lebih mahal karena harus membeli obligasi yang lebih tinggi nilainya atau
kerugian karena menginvestasikan ke obligasi dengan tingkat bunga yang lebih rendah.
Imunisasi dimaksudkan untuk menghilangkan efek tidak menguntungkan akibat terjadinya
perubahan suku bunga yaitu:
a. Jika suku bunga naik, sehingga harga obligasi turun, efek terhadap harga obligasi
merugikan jika dijual, tetapi efek terhadap investasi kembali menguntungkan.
b. Jika suku bunga turun, sehingga harga obligasi naik, efek terhadap investasi kembali
merugikan karena harus membeli kembeli obligasi, tetapi efek terhadap harga obligasi
menguntungkan jika dijual.
Imunisasi dapat dilakukan dengan dengan menginvestasikan ke suatu obligasi yang
mempunyai durasi sama dengan lama periode investasinya. Permasalahannya adalah sulit
mencari suatu obligasi yang lama durasinya sama persis dengan periode investasinya.
Imunisasi biasanya dilakukan dengan membentuk suatu portofolio obligasi yang durasinya
sama dengan periode investasi.

TEORI PASAR MODAL INDONESIA


OBLIGASI

OLEH:
KELOMPOK IV
PATRICIA LARASSATI

1491662005

PUTU YUDHA ASTERIA PUTRI

1491662006

STEVANI DWI WULANDARI HANDOYO

1491662007

MADE AYU JAYANTI PRITA UTAMI

1491662008

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015