Anda di halaman 1dari 30

Bagian Ilmu Saraf

Fakultas Kedokteran
Universitas Pattimura

Laporan Kasus
April 2016

STROKE HEMORAGIK

Disusun Oleh :
Amanda J. Rumalatu (2011-83-010)
Pembimbing:
dr. Laura Bianca Sylvia Huwae, Sp.S, M.Kes
Dibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik
Bagian Ilmu Saraf
Fakultas Kedokteran
Universitas Pattimura Ambon
2016

Identitas Pasien

Nama : Tn. AL
RM
: 09-59-18
Tanggal Lahir Umur: 51 Tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Alamat
: Saparua
Agama
: Kristen Protestan
Pekerjaan
: Supir
Suku/ Bangsa
: Indonesia
Tanggal Masuk RS : 26-03-2016
Jam MRS
: 18.00 WIT WIT
Ruangan
: Neurologi (Bangsal-K1)

Keluhan Utama
: Penurunan Kesadaran
Anamnesis terpimpin :
Pasien laki-laki umur 51 tahun MRS dengan keluhan penurunan
kesadaran sejak 1 hari lalu SMRS. Menurut keluarga, sebelum
tidak sadar pasien mengeluh pusing, nyeri kepala seperti
ditusuk-tusuk, leher tegang serta lemas pada bagian tubuh
sebelah kanan yang terjadi secara terus-menerus. Keluhan ini
tidak membaik sekalipun pasien istirahat. Setelah mengeluhkan
keluhan-keluhan tersebut sesaat kemudian pasien tiba-tiba tidak
sadarkan diri. Pasien juga mengalami mual (+), muntah (+) 2
hari yang lalu sebanyak 1x berwarna kuning dan berisi makanan.
Makan dan minum baik serta BAB dan BAK lancar.

Riwayat penyakit dahulu :


Hipertensi dan DM tidak diketahui karena tidak pernah
kontrol, stroke (-), neurodermatitis 1 bulan yang lalu.
Riwayat Pengobatan :
Citikolin 2 x 500 mg (inj), inj. Furosemid 1 x 1 amp, inj.
Ranitidine 2 x 1 amp, inj. Farbion 1 amp, Dexamethason
1 x 2 mg iv, Amlodipin
Riwayat Kebiasaan : Merokok (+), Mengkonsumsi Alkohol
(+).
Riwayat imunisasi : Tidak diketahui
Riwayat Penyakit keluarga : (-)

Status Generalis
Kesadaran : Somnolen
GCS: E3V2M4
Gizi : Baik
Status Vitalis
Tekanan Darah : 200/110 mmHg
Nadi : 91 x/ menit, reguler
Respirasi : 22x/menit
Suhu
: 37,5 C
Kepala : Normocephal, rambut hitam dengan distribusi merata dan tidak mudah
dicabut.
Mata : CA (-/-), SI (-/-), eksoftalmus (-/-)
Telinga
: Normotia, liang lapang, serumen (-/-), sekret (-/-), otorea (-)
Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (-/-), sekret (-/-), edema
konka (-/-), Rinorea (-)
Tenggorokan : Tidak dapat dievaluasi,
Mulut : Candidiasis (-), Sianosis (-)
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, struma (-)

Thoraks :
Paru - paru
Inspeksi : bentuk dan pengembangan dinding dada simetris
Palpasi : vocal fremitus simetris, nyeri tekan (-)
Perkusi : sonor pada kedua lapangan paru
Auskultasi : vesikuler (+/+), ronki (-/-), wheezing (-/-)
Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Thrill (-), ictus cordis tidak teraba
Perkusi : Pekak, batas-batas jantung kesan normal
Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, reguler, murmur (-),
gallop (-)

- Abdomen
Inspeksi : Datar, jaringan parut (-)
Palpasi : Teraba keras, nyeri tekan (-)
Hepar : Hepatomegali (-)
Limpa : Splenomegali (-)
Ginjal : Ballottement (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi : BU (+) N
- Genitalia eksterna : Tidak diperiksa
- Ekstremitas : akral hangat
, edema,

Pemeriksaan fungsi luhur


Emosi dan afek : Sulit dievaluasi
Proses berpikir: Sulit dievaluasi
Kecerdasan : Sulit dievaluasi
Penyerapan : Sulit dievaluasi
Kemauan : Sulit dievaluasi
Psikomotor : Sulit dievaluasi

Status neurologis
Kesadaran/GCS : E3 V2 M4
Tanda Rangsang Meningeal :
- Kaku kuduk
:- Kernig sign
:- Brudsinzki I : - Brudsinzki II : -

Saraf cranial
- N.I (Olfaktorius) : SDE
- N.II (Optikus) : OD

OS

Ketajaman

SDE

SDE

SDE

SDE

penglihatan

Lapangan
penglihatan

Funduskopi

TDP

TDP

- N.III (Okulomotorius), IV (Troklearis), VI


(Abduscens)
OD
OS

Celah Kelopak Mata

Ptosis

Exoftalmus/endoftalmus

Ptosis bola mata

Pupil
Ukuran/bentuk
Isokor/anisokor
Refleks cahaya/tak langsung
Refleks akomodasi

menyempit

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

(-)

3mm/bulat

3mm/bulat

isokor

isokor

+/+

+/+

(-)

(-)

(-)

(-)

Gerakan bola mata


Parese ke arah
Nistagmus

N.V (Trigeminal)
Sensibilitas :
N.V1

TDP

N.V2

TDP

N.V3

TDP

Motorik NV3
: Inspeksi/palpasi (istirahat/menggigit)
Refleks dagu/masseter : SDE
Refleks cornea : SDE

: TDP

- N.VII (Facialis)

Motorik

m. frontalis

Istirahat

: Asimetris

Gerakan mimik

: Asimetris

Pengecap 2/3 lidah bagian depan

m.orbik.oculi
Asimetris
Asimetris

m.orbik.oris
Asimetris
Asimetris

: Normal

- N.VIII (Vestibulokoklearis)
Pendengaran
Tes Rinne/Weber/ Swabach
Fungsi Vestibuler : TDP

: SDE

N.IX & X (Glossopharingeus/Vagus)

Posisi

arcus

pharinks

:
SDE

(istirahat/AAH)

Refleks telan/muntah

Pengecap

1/3

lidah

SDE
:
bagian

SDE
:

belakang

Suara
Takikardia/bradikardia

N.XI (Aksesorius)

Memalingkan kepala dengan/tanpa

(+):
(+)/(-)
:
: SDE

tahanan

Angkat bahu

N.XII (Hypoglossus)

: SDE

Deviasi lidah

Ke arah kanan

- Fasculisasi

(-)

- Atrofi
- Tremor
- Ataxia

:
:
:

(-)
(-)
(-)

Tanda-tanda Rangsang Meningeal (TRM)


-

Kaku kuduk : (-)

Kerning sign

: (-)

Brudsinzki I : (-)

Brudzinski II : (-)

Motorik
Superior

Inferior

Kanan

Kiri

Kanan

Kiri

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Eutrofi

Terbatas

Bebas

Terbatas

Bebas

Lat.

Kanan

Eutoni

Eutoni

Trofi otot

Pergerakan

Kekuatan

Tonus otot

Otot yang terganggu : -

Eutoni

Refleks fisiologis

Biceps

: +/++

Triceps : +/++

Brachioradialis : +/++

KPR : +/++

APR : +/++

Eutoni

Klonus
-

Lutut

kaki : -/-

: -/-

Refleks patologis
- Hoffman-trommer : -/- Babinski
: +/- Chaddock : -/- Gordon
: -/- Schaefer
: -/- Oppenheim : -/ Pergerakan abnormal yang spontan : -

Sensorik
- Eksteroseptif
Nyeri : SDE
Suhu : SDE
Raba halus
- Proprioseptif
Rasa sikap
Nyeri dalam
- Fungsi kortikol
Diskriminasi
Strereognosis

: SDE
: SDE
: SDE
: SDE
: SDE

Gangguan Koordinasi
-

Tes jari hidung

SDE
:
;
:

Tes

pronasi-

supinasi

SDE
:
:
:

Tes tumit

SDE
:
:
:

Tes pegang jari

SDE
:
:
:

Tes Romberg

SDE
:
:
:

Gait : Tidak dilakukan


Otonom : BAB (+), BAK (+), keringat (+)
Pemeriksaan laboratorium :
Darah Rutin 29/03/2016 :
Hb 15,8 gr%, LED: 76/76 normal <10mm/jam ,
WBC 24.000/mm3,
Trombosit 335.000,
Darah Kimia 28/03/2016 :
GDP: 114 mg/dl, Ureum/Creatinin: 24/0,6 mg/dl,
Asam Urat: 2,0mg/dl , Kolesterol total: 147 mg/dl,
Trigliserida : 66 mg/dl, HDL: 29 mg/dl, LDL: 84
mg/dl
Pemeriksaan radiologi

: tidak dilakukan

Diagnosis kerja
Diagnosis klinis : Somnolen, Parese N.
VII dan XI dextra
Topis
: Hemisfer cerebri sinistra
Etiologi
: Perdarahan
Kesimpulan
: Stroke Hemoragik

Tatalaksana :
IVFD RL 16 tpm
Inj Citikolin 2 x 500 mg/ iv/ hr
Inj Ketorolak 3 x 30 mg/iv.hr
Drip Farbion 1 amp/hr
Captopril 3 x 25 mg
Amlodipine 1 x 10 mg
Micarditis 80 mg
Clobazam 10 mg
Drip Pct 3 x 1 gr/ hr
Dulcolax tab

Follow Up

DISKUSI
KASUS

Pasien laki-laki berusia 51 tahun


Pasien menderita HT, merokok dan
mengkonsumsi alkohol
Penurunan kesadaran sejak 1 hari lalu
SMRS.
Pusing, nyeri kepala seperti ditusuktusuk, leher tegang serta lemas pada
bagian tubuh sebelah kanan yang
terjadi secara terus-menerus, mual (+),
muntah (+) 2 hari yang lalu sebanyak
1x berwarna kuning dan berisi
makanan. Makan dan minum baik
serta BAB dan BAK lancar. B
Paralisi N. VII dan XII dextra

TEORI
Stroke lebih banyak pada pria(<20%).
Setelah mencapai 50 tahun, setiap
penambahan usia 3 tahun meningkatkan
risiko stroke sebesar 11-20%,
Faktor resiko SH : HT, DM, Penyakit
jantung, merokok, mengkonsumsi alcohol,
Stroke
hemoragik
menyebabkan
penurunan kesadaran
Penurunan kesadaran, nyeri kepala,
muntah,kejang-kejang,
hemiparese,
gangguan berbicara, perdarahan di retina,
papil edema, kaku kuduk, kernig, babinsky
atau brudzinski positif,
Paralisis palatum molle dan takikardia
(saraf vagus [X]). Paralisis otot lidah (saraf
hipoglosus [XII]), mulut yang jatuh
(saraf
fasial
[VII]), strabismus (saraf
okulomotorik [III], saraf abdusens [V]).

DISKUSI
KASUS
Darah Rutin :
Hb 15,8 gr%, LED: 76/76
normal <10mm/jam,
WBC
24.000/mm3,
Trombosit 335.000
Darah Kimia :
GDP: 114 mg/dl, Ureum/Creatinin:
24/0,6 mg/dl, Asam Urat:
2,0mg/dl , Kolesterol total: 147
mg/dl, Trigliserida : 66 mg/dl, HDL:
29 mg/dl, LDL: 84 mg/dl

TEORI
Pemeriksaan
penunjang
lainnya untuk diagnosis stroke
hemoragik adalah :
Pemeriksaan darah Lengkap,
GDP, GDS, Fungsi Ginjal
(Ureum, Kreatinin dan Asam
Urat), Fungsi Hati (SGOT dan
SGPT), Protein darah (Albumin,
Globulin), Hemostasis, Profil Lipid
(Kolesterol, Trigliserida, HDL,
LDL), Homosistein, Analisa Gas
Darah dan Elektrolit.

KASUS
IVFD RL 16 tpm
Inj Citikolin 2 x 500 mg/ iv/
hr
Inj Ketorolak 3 x 30
mg/iv.hr
Drip Farbion 1 amp/hr
Captopril 3 x 25 mg
Amlodipine 1 x 10 mg
Micarditis 80 mg
Clobazam 10 mg
Drip Pct 3 x 1 gr/ hr
Dulcolax tab

TEORI
Pemberian nutrisi dengan cairan
isotonik, kristaloid atau koloid
1500-2000 mL dan elektrolit sesuai
kebutuhan, hindari cairan mengandung glukosa atau salin isotonic
Dapat
juga
diberi
agen
neuroproteksi, yaitu citikolin atau
piracetam.
Tekanan darah harus diturunkan
sampai tekanan darah premorbid
atau 15-20% bila tekanan sistolik
>180 mmHg, diastolik >120
mmHg, MAP >130 mmHg, dan
volume hematoma bertambah.
Dapat menggunakan golongan
penghambat kanal Ca dan ACE
inhibitor

PROGNOSIS
Sekitar 50% penderita yang mengalami kesembuhan dan
kembali menjalankan fungsi normalnya.
Penderita lainnya mengalami kelumpuhan fisik dan
mental dan tidak mampu bergerak, berbicara atau makan
secara normal.
Sekitar 20% penderita meninggal di rumah sakit.
Yang berbahaya adalah stroke yang disertai dengan
penurunan kesadaran dan gangguan pernafasan atau
gangguan fungsi jantung.
Kelainan neurologis yang menetap setelah 6 bulan
cenderung akan terus menetap, meskipun beberapa
mengalami perbaikan.

TERIMA KASIH