Anda di halaman 1dari 22

PERBEDAAN AGAMA DAN

PANCASILA
Arti

Pancasila dari bahasa Sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila
berarti prinsip atau asas sedangkan Agama dari bahasa Sansekerta yaitu
agama yang berarti tradisi
Isi
Pancasila semuanya terkandung dalam ajaran agama sedangkan Agama
ada yang tidak terkandung dalam pancasila
Asal
Pancasila hasil jerih payah sejahtera sedangkan Agama dari Tuhan Yang
Maha Esa
Jumlah
Pancasila hanya ada satu terdiri dari lima sila sedangkan Agama ada
banyak tetapi yang benar hanya satu
Dianut atau diakui
Pancasila diakui di Indonesia sedangkan agama bisa dianut lebih dari
satu Negara
Sifat
Pancasila tidak memihak salah satu agama dan nilai moralnya universal
sedangkan Agama, semua agama memihak agama itu sendiri.

Bagaimana pendapat anda jika mata


kuliah pancasila dihapus?
Dihapuskannya
Pendidikan
Pancasila
dan
Kewarganegaraan
menjadi
yahan
Pendidikan
Kewarganegaraan
membawa
konsekuensi
ditinggalkannya
nilai-nilai
pancasila,
seperti
musyawarah, gotong royong, kerukunan, dan toleransi
beragama.
Dengan penghapusan pendidikan pancasila, dalam
kurikulum saat ini pendidikan dan penanaman nilai
baik-buruk atau nilai kebangsaan tidak diberi tempat
utama. Akibatnya, guru Cuma menekankan semua
mata pelajaran sebagai pengetahuan saja, tidak
menekenkan pada aspek pembangunan karakter.


Perbedaan Undang-undang dengan
perpu
1. Pembentukan

Undang-Undang
harus
melalui
kesepakatan bersama antara presiden dengan DPR,
sedangkan Perpu, lembaga pembentukannya yaitu
Presiden (Presiden dalam kapasitasnya sebagai kepal
negara).
2. Undang-Undang tidak memiliki masa batas waktu dan
akan terus berlaku jika undang-undang tersebut belum
dicabut, sedangkan Perpu sifatnya hanya sementara
(paling lama hanya 1 tahun, dan kemudian harus dikaji
ulang oleh DPR, bisa kemudian ditetapkan sebagai
undang-undang ataupun tidak).
3. Undang-undang dibentuk dalam keadaan yang normal
(tidak sedang terjadi apa-apa), sedangkan Perpu
dibentuk karena diasumsikan negara sedang dalam
keadaan kacau atau abnormal.
4. Pengawasan
Undang-undang
melalui
mekanisme

Mengapa Tap MPR dicabut dalam Tata


Urutan Peraturan Perundang-Undangan
?
Karena undang-undang Dasar dan ketetapan MPR merupakan hukum
dasar, sehingga tidak termasuk jenis peraturan perundang-undangan.
Menurut hukum positif (TAP MPRS No. XX/MPRS/1966 yang kemudian
dicabut oleh TAP MPR Nomor III/MPR/2000 dan menjabarkanya dalam
undang-undang Nomor 10 Tahun 2004, undang-undang dasar dan TAP
MPR dikategorikan sebagai (termasuk) jenis peraturan perundangundangan.
Dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004, TAP MPR tidak lagi
dimasukan (dihapus) sebagai jenis peraturan perundang-undangan
karena di Era Reformasi tidak akan ada lagi TAP MPR, kecuali sisa TAP
MPRS dan TAP MPR masa orde lama dan orde baru dan awal reformasi
yang masih dianggap berlaku sampai dibentuknya suatu undangundang atau sudah selesainya suatu masalah yang diatur dalam TAP
MPR tersebut berdasarkan TAP MPR Nomor I/MPR/2003.

Pokok pikiran pancasila sebagai


pemersatu bangsa.
Pancasila

adalah buah pikir para pendiri bangsa yang


merupakan kristalisasi dari kepribadian, cita-cita dan tujuan
bangsa Indonesia. Pancasila sudah mewakili karakter dan
kepribadian bangsa, sehingga dapat dikatakan pancasila adalah
pemersatu bangsa. Pancasila menggabungkan segala aspek
kebhinekaan tanpa mendiskripsikan salah satu dari perbedaan
tersebut.
Bahkan
dalam pancasila itu sendiri, persatuan telah
dideklarasikan sebagai bagian kepribadian dan tujuan bangsa,
dengan adanya sila ke-3 yaitu, Persatuan Indonesia. Yang
memiliki makna mampu menempatkan persatuan, kesatuan,
serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai
kepentingan bersama di atass kepentingan pribadi dan
golongan. Dibuktikan dengan perubahan sila ke-1 pancasila
yang tertulis dala piagam Jakarta, Ketuhanan, dengan
kewajiban
menjalankan
syarikat
Islam
bagi
pemelukpemeluknya, atas permintaan rakyat indonesia bagian timur

Magna Charta
Magna Charta (Latin untuk Piagam Besar) adalah
piagam yang dikeluarkan di Inggris pada tanggal 15
Juni 1215 yang membatasi monarki Inggris, sejak
masa Raja John, dari kekeuasaan absolut. Magna
Carta adalah hasil dari perselisihan antara Paus, Raja
John, dan baronnya atas hak-hak raja : Magna Carta
mengharuskan raja untuk membatalkan beberapa
hak dan menghargai beberapa prosedur legal, dan
untuk menerima bahwa keinginan raja dapat
dibatasi oleh hukum.

Bela Negara
Bela Negara : sikap dan prilaku warga negara yang
dijiwai oleh kecintaaannya kepada negara kesatuan
Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan
UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara.
Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara
dapat diselenggarakan melalui :
Pendidikan Kewarganegaraan
Pelatihan dasar kemiliteran wajib
Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela
atau secara wajib
Pengabdian sesuai profesi
Melalui pendidikan pendahuluan bela negara

Ideologi Terbuka
Ideologi
yang
dapat
berinteraksi
dengan
perkembangan zaman dan adanya dinamika
secara internal.
Sebagai ideologi terbuka, perlu mengembangkan
pemikiran
baru
yang
segar
dan
kreatif
pengalaman
pancasila
untuk
menjawab
perubahan dan tantangan zaman yang terus
bergerak dinamis. Nilai-nilai pancasila tidak boleh
berubah sedang pelaksanaanya disesuaikan
dengan kebutuhan dan tantangan nyata yang kita
hadapi dalam tiap kurun waktu secara konsisten.

Konsep ideologi negara


a. Religiositas : Mengandung gagasan dan
b.

c.

d.

e.

nilai dasar

mengenai hub.manusia dgn realitas mutlak


Humanitas : konsep yang mendudukan manusia dalam
tata hubungan dengan manusia lain dan menjelaskan
manusia sebagai makhluk sosial
Nasionalitas : konsep yang menyatakan bahwa manusia
yang ada di nusantara adalah suatu bangsa. Hubungan
warga negara dengan bangsa adalah loyalitas
Soverenitas : konsep yang menyatakan bahwa yang
berdaulat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
adalah rakyat
Sosialitas : konsep yang menggambarkan cita-cita yang
ingin diwujudkan dgn berdirinya NKRI, yaitu keadilan yg
merupakan syarat ideologi.

Rule of law
Kekuasaan
UU
yang
terorganisir,
merupakan suatu legalisme sehingga
mengandung gagasan bahwa keadilan
dapat dilayani melalui pembuatan sistem
aturan yang obyektif, tidak memihak, tidak
personal, dan otonom.

3 aspek filsafat
1. Ontologi

:
menyelidiki
makna
atau
kebenaran
(eksistensi), sumber, jenis, dan hakekat dari suatu yang
ada seperti alam, manusia, kesemestaan, bahkan alam
dibalik dunia seperti Tuhan dan kehidupan setelah
manusia.

2. Epistemologi : menyelidiki makna dan nilai, sumber,

syarat, proses terjadi, susunan, metode, dan validitas,


atau hakekat ilmu pengetahuan seperti matematika,
logika, gramatika, san semantika
3. Aksiologi : menyelidiki makna, sumber, jenis tingkatan

dan hakekat nilai, termasuk tingkah laku moral, ekspresi


etika dan sosio politik

Teori terbentuknya Negara


1. Teori Perjanjian Rakyat
Plato
Hugo De Groot atau Grotius
Karl Max
Thomas Hobbes
John Locke
J.J Rosseau
Max Weber
Roger F. Soltau
Mac Iver
Immanuel Khant

2.
3.
4.
5.
6.

Teori
Teori
Teori
Teori
Teori

Teokrasi (Ketuhanan)
hukum alam
evolusi
perjanjian (kontrak Sosial)
terbentuknya negara di Zaman Modern

Pokok-Pokok Pikiran dalam


Pembukaan UUD45
Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi

seluruh rakyat Indonesia


Negara melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan
berdasarkan atas persatuan dengan mewujudkan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasar atas
kerakyatan dan pemusyawaratan perwakilan
Negara berdasr atas Ketuhanan Yang Maha Esa
menurut dasar kemanusian yang adil dan
beradab.

Alinea-Alinea Dalam
Pembukaan UUD45
Ada empat pokok isi Pembukaan UUD45
a) Alinea I : pernyataan hak akan kemerdekaan
b) Alinea II : mengandung pernyataan tentang
berhasilnya perjuangan kemerdekaan RI
c) Alinea III : pernyataan kemerdekaan RI
d) Alinea
IV
:
mengikrarkan
pernyataan
pembentukan pemerintah negara dengan
daras kerohanian negara yang lazimnya
disebut Pancasila

Nilai-nilai Dasar Lahirnya Pancasila


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.

Sejarah perjuangan bangsa Indonesia


Struktur kehidupan sosial
Struktur kehidupan kerohanian
Kekeluargaan
Musyawarah dan Mufakat
Peradaban Bangsa Indonesia
Kebudayaan Bangsa Indonesia
Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Gotong royong
Nilai adat istiadat
Nilai kebudayaan
Cinta kasih/ kasih sayang
Hasrat maju

Nilai-nilai pancasila dalam kerajaan


Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan di Sumatera
yang mempunyai kekuasaan di wilayah Sunda,
Semenanjung Malaya dan kepulauan sekitar hingga Sri
Langka. Sehingga kerajaan tersebut dikenal sebagai
kerajaan maritim yang kuat. Kerjaan itu memiliki
administrasi
pusat
yang
terdiri
hakim
raja
(Dandanayaka). Nilai nasionalisme telah terbentuk
pada zaman itu yang berhubungan dengan kerajaan
yang berciri kedaulatan. Tidak hanya itu, terdapat
sistem pembagian kekuasaan (Parddatun) yang
diperintah oleh datu (bukan bagian keluarga raja). Hal
ini menggambarkan otonomi daerah yang telah ada
pada masa itu. Kerajaan Sriwijaya telah mempunyai
cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu
Negara, tertuan dalam bunyi slogan Marvuati venua
Criwijaya siddhyatra subhiksa (suatu cita-cita Negara
yang adil dan makmur )

Konvensi
Konvensi yaitu hukum dasar yang tidak tertulis yang
merupakan aturan-aturan dasar yang timbul dan
terpelihara dalam praktek penyelenggaraan negara.
Ciri Konvensi :
Tidak

bertentangan dengan ketentuan-ketentuan


dalam UUD 1945
Sebagai perlengkap atau pengisi kekosongan, karena
tidak diatur dalam UUD 1945
Dilaksanakan berulang-ulang
Hanya digunakan dalam praktek ketatanegaraan.
Kalau dalam bidang hukum konvensi/ pengadilan
disebut dengan Yuridis

Hubungan warga negara


dan negara
Negara merupakan organisasi sekelompok orang yang bersamasama mendiami dan tinggal disatu wilayah dan mengakui suatu
pemerintahan. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 26 ayat 1, warga
negara Indonesia adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan
orang-orang bangsa lain yang bertempat tinggal di Indonesia,
dan mengakui Indonesia sebagai tanah airnya dan bersikap
setiap kepada NKRI yang disahkan dengan UU. Tidak akan ada
negara tanpa warga negara. Warga negara merupakan unsur
terpenting dalam hal terbentuknya negara. Warga negara
memiliki
hak
untuk
mendapatkan
kesejahteraan
dan
penghidupan yang layak dari negara, sedangkan negara memiliki
hak untuk mendapatkan pembelaan dan penjagaan nama baik
dari warga negaranya.

Presiden Diberhentikan
ditengah jalan

DPR mengusulkan pemberhentian Presiden dan Wapres

DPR
mengajukan
permintaan
kpd
MK
untuk
memeriksa, mengadili dan memutus pendapat DPR
bahwa Presiden dan atau Wapres telah melakukan
pelanggaran hukum dan atau tidak memenuhi
syaratnpengajuan hanya dapat dilakukan dengan
dukungan sekurang-kurangnya 2/3 anggota yang hadir
dalam sidang paripurna yang dihadiri 2/3 anggota DPR
MK wajib memeriksa, mengadili dan memutus paling
lama 90 hari setelah permintaan diterima => bila
terbukti melakukan pelanggaran hukum dan atau tidak
lagi memenuhi syarat, DPR akan menyelenggarakan
sidang paling lambat 30 hari sejak usul diterima =>
keputusan diambil dalam rapat yang dihadiri sekurangkurangnya dari jumlah anggota dan disetujui oleh
sekurang-kurangnya 2/3 dari yang hadir, setelah
presiden dan atau WaPres diberi kesempatan

Elemen-elemen kekuatan
negara

SDM
SDA
Teritorial negara
Kekuatan negara
Kekuatan militer
Mobilitas
Kapasitas pertanian dan industri
Kekuatan yang tidak terwujud

Tiga dimensi Ideologi


Dimensi Realitas
Nilai2 dasar yg terkandung dalam ideologi tersebut
secara riil berakar dan hidup dalam masyarakat
Dimensi Idealisme
Ideologi yang memberikan harapan tentang masa
depan yang lebih naik
Dimensi Fleksibilitas/ Dimensi Pengembangan
Ideologi
yang
memiliki
keluwesan
yang
memungkinkan pengembangan pemikiran.

Kesepakatan mengenai
perubahan UUD 45
Tidak mengubah pembukaan UUD 45
Tidak mempertahankan NKRI
Mempertegas sistem pemerintahan Presidensial
Penjelasan UUD ditiadakan serta hal-hal bersifat
substansif dalam penjelasan dijadikan dalam
pasal2
e. Perubahan dilakukan dengan cara addendum
a.
b.
c.
d.