Anda di halaman 1dari 5

1

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Sebagai salah satu kota satelit dari kawasan metropolitan Jakarta, kota

Depok turut terlibat dalam aktifitas ekonomi kota Jakarta yang terus
berkembang. Hal tersebut tentu juga memicu mobilitas dari warga yang tinggal
di kawasan metropolitan itu baik mobilitas orang maupun barang. Mobilitas
yang terjadi ini menciptakan permintaan akan infrastruktur transportasi yang
semakin tinggi, salah satunya adalah jalan. Tak dapat dipungkiri, moda
transportasi berbasis jalan merupakan moda transportasi yang diminati karena
memiliki akses yang mudah, ada dimana saja, dan memungkinkan transportasi
yang door to door.
Oleh sebab itu, sebagai salah satu jalan utama di kota Depok, Jalan
Juanda, Jalan Margonda Raya, dan Jalan Raya Bogor juga menghadapi
fenomena ini. Peningkatan permintaan akan jalan berarti pula peningkatan
volume kendaraan sehingga jalan semakin mendekati kapasitas nya dan
kemacetan adalah salah satu gejala dari fenomena tersebut (Khisty,2005). Selain
pada ruas jalan, hal ini juga terjadi terutama pada persimpangan antara ketiga
jalan tersebut yaitu simpang Jl. Raya Bogor Jl. Juanda dan simpang Jl.
Margonda Raya Jl. Juanda. Persimpangan sendiri merupakan jalinan jalan
yang memiliki posisi penting dalam pengaturan arus lalulintas dan merupakan
area yang memiliki potensi konflik lalu lintas yang cukup tinggi (Underwood,
1991). Dalam suatu simpang bersinyal, masing masing pendekat dari
persimpangan juga memiliki kapasitas nya, seperti hal nya ruas jalan. dan ketika
arus kendaraan yang memasuki persimpangan semakin mendekati kapasitas nya,
maka akan terjadi peningkatan antrian, terutama pada peak hour atau jam-jam
sibuk, hal inilah yang terjadi pada kedua persimpangan.
Sementara itu, pada 2012, pemerintah baru saja menyelesaikan
pembangunan tol Cijago seksi 1 dengan ruas

Cisalak-Jagorawi 1 yang

1 Poskota News, Peresmian Tol Cijago, diakses dari


http://poskotanews.com/2012/01/28 /peresmian-tol-cijago/ pada
tanggal 17 September 2015 pukul 21.30

memiliki exit Cisalak tepat pada daerah sebelum persimpangan Jl. Raya
Bogor Jl. Juanda. Pembangunan Jalan tol ini adalah sebagai kelanjutan dari
pengembangan jaringan jalan tol yang menghubungkan lingkar luar Jakarta
atau JORR 2. Di satu sisi, Pembukaan ruas ini memberikan kemudahan akses
bagi warga kota Depok dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah di
kawasan metropolitan Jakarta, namun di sisi lain juga menimbulkan masalah
baru. Masalah tersebut adalah meningkatnya beban lalu lintas pada
persimpangan yang membuat simpang Jl. Raya Bogor Jl. Juanda semakin
jenuh. Hal ini disebabkan karena timbul lalulintas tambahan menuju jalan tol
dan juga yang keluar pada exit jalan tol pada simpang. Menurut laporan
realisasi lintas harian Rata-rata (LHR) dari pengelola tol cijago yaitu PT
Translingkar Kitajaya sampai dengan desember 2015, LHR yang terjadi untuk
periode tahun 20115 adalah sekitar 37882 kendaraan/hari yang berarti sekitar
1578 kendaraan/jam tambahan yang melewati simpang tersebut. Selain itu,
keberadaan jalan tol membuat bentuk geometrik simpang yang tergeser dan
membuat jenis simpang menjadi simpang stagger sehingga mengurangi
kapasitas simpang bersinyal.
Hal ini diperkirakan semakin parah dengan pengembangan tol cijago
seksi 2A yang terbentang dari Jl. Raya Bogor sampai ke Jl. Margonda yang
memiliki exit di Jalan Juanda dan entrance di Jalan Margonda Raya. Hal ini
tentu akan berdampak pada kondisi lalu lintas tidak hanya pada simpang Jl.
Raya Bogor Jl. Juanda saja, tapi juga pada simpang Jl. Margonda Raya Jl.
Juanda, Kota Depok. Pembukaan gerbang tol tersebut memang bisa saja
membagi beban lalu lintas yang ingin masuk ataupun keluar pada gerbang tol
di cisalak sehingga mengurangi beban pada persimpangan Jl. Juanda Jl.
Raya Bogor, namun bisa juga berdampak buruk bagi simpang Jl. Margonda
Raya Jl. Juanda karena timbul pembebanan lalulintas dari gerbang tersebut.
Dampak dari pembangunan ini tidak bisa dipungkiri merupakan sesuatu yang
besar bagi kondisi lalu lintas di kota Depok sendiri karena baik ketiga jalan
tersebut, maupun persimpangan antara ketiganya merupakan jalan utama dan
sibuk di kota Depok. Oleh karena itulah penulis merasa perlu untuk
mengamati fenomena ini dan dampak sebenarnya yang akan terjadi pada

kedua persimpangan, yang akan dibahas lebih lanjut di dalam skripsi ini.
1.2 Perumusan Masalah
Dari kondisi yang dijelaskan pada bagian latar belakang, dapat
disimpulkan permasalahan yang terjadi dan akan dibahas pada skripsi ini
adalah:
-

Bagaimanakah kinerja Simpang antara Jl. Juanda dan Jl. Raya


Jakarta-Bogor saat ini

Bagaimanakah kinerja Simpang antara Jl. Margonda Raya Jl.


Juanda pada saat ini.

Bagaimanakah kinerja Simpang antara Jl. Juanda dan Jl. Raya


Jakarta-Bogor pada saat pembukaan Exit tol margonda pada Tol
Cijago seksi 2A

Bagaimanakah kinerja Simpang antara Jl. Margonda Raya Jl.


Juanda pada saat pembukaan Exit tol margonda pada Tol Cijago
seksi 2A

Bagaimanakah pengaruh pembukaan Exit tol Margonda pada tol


Cijago seksi 2A terhadap kedua persimpangan

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan perumusan masalah yang telah dijabarkan di atas, maka
tujuan penulisan Proyek Akhir ini:
-

Untuk mengetahui kinerja Simpang antara Jl. Juanda dan Jl.


Raya Jakarta-Bogor yang didasarkan pada volume lalu lintas
saat ini.

Untuk mengetahui kinerja Simpang antara Jl. Margonda Raya


Jl. Juanda pada Kondisi saat ini.

Untuk mengetahui kinerja Simpang antara Jl. Juanda dan Jl.


Raya Jakarta-Bogor pada saat pembukaan Exit tol margonda
pada Tol Cijago seksi 2A

Untuk mengetahui kinerja Simpang antara Jl. Margonda Raya


Jl. Juanda pada saat pembukaan Exit tol margonda pada Tol
Cijago seksi 2A

Untuk mengetahui pengaruh pembukaan Exit tol Margonda pada


tol Cijago seksi 2A terhadap kedua persimpangan

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah dapat memberikan gambaran
mengenai kondisi yang akan terjadi di masa mendatang jika tol cijago seksi
2A telah dioperasikan. Melalui evaluasi kinerja simpang secara objektif,
akan terlihat secara jelas perbedaan kondisi yang terjadi ketika sebelum dan
sesudah dan dari sana dapat ditarik

kesimpulan mengenai keterkaitan

pembukaan exit tol margonda dengn kondisi di kedua simpang tersebut.


1.5 Batasan Masalah
Agar tidak terjadi penyimpangan pembahasan permasalahan dan topik
yang diambil mengingat kompleksnya permasalahan lalu lintas yang ada,
maka masalah yang ditinjau pada penyusunan skripsi ini memakai batasan
masalah yang meliputi :
1) Menganalisa dan mengevaluasi kinerja persimpangan sesuai dengan
syarat teknis simpang bersinyal menurut MKJI 1997
2) Kajian hanya mencakup Performa Persimpangan Jl. Juanda dan Jl.
Raya Jakarta-Bogor dan persimpangan Jl. Ir. H. Juanda Jl.
Margonda Raya tidak termasuk performa ruas jalan.
3) Kondisi arus lalin setelah pembukaan exit tol dimodelkan dengan
Vissim
1.6 Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini disusun dalam bab-bab sehingga pembaca bisa
memahami isi dari laporan tugas akhir ini. Secara garis besar laporan skripsi ini
disusun sebagai berikut :
BAB I: Pendahuluan, bab ini terdiri dari latar belakang penulisan, maksud dan
tujuan studi, ruang lingkup pembahasan atau batasan penelitian dan juga
sistematika penulisan. Secara umum berisi pendahuluan yang mendasari
masalah yang ditinjau pada skripsi ini.

BAB II

: Studi Pustaka, pada bab ini terdiri dari uraian atas definisi atau

pendapat dari para ahli tentang masalah, istilah-istilah, dan juga teori yang
berhubungan dengan judul skripsi yang diperoleh dari beberapa buku referensi,
jurnal, maupun sumber lain yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.
BAB III : Metodologi Penelitian, pada bab ini berisi tentang uraian metode
penelitian ataupun juga metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam
pengolahan data untuk menyelesaikan masalah yang ditinjau dalam skripsi ini.
BAB IV : Analisa Data, pada bab ini akan diuraikan tentang kondisi umum
daerah penelitian, hasil penelitian, beserta pembahasan hasil penelitian.
BAB V

: Penutup, Bab ini berisi tentang uraian beberapa kesimpulan hasil

penelitian dan saran-saran dari peneliti dar kesimpulan yang diambil.