Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 2

KELOMPOK TUTORIAL 9:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Rohana Fatmah Zahra


Pratiwi Nova Ariani
Dwi Amelia Nugraheni
Zainab Indriyan Tanjung
Yunita Resty Lestari
Chris Shandi Nugraheni
Muhammad Rifki Ardi W
Zulfa Ratnaningsih
Agil Putra Tri Kartika
Kusuma Deri Pratama
Latansa Fikri
Defia Nur Astuti
Ulfah Safitri

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

20120320013
20120320018
20120320024
20120320038
20120320050
20120320081
20120320094
20120320096
20120320099
20120320129
20120320138
20120320161
20120320184

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kecemasan adalah perasaan tegang yang tidak menyenangkan, ketakutan,
dan kekhawatiran atau gabungan dari perasaan negativ yang tidak dapat
dijelaskan yang diikuti dengan tanda serta gejala psikis, fisiologis dan
behavioral. Kecemasan juga merupakan peringatan awal bagi suatu individu
akan adanya ancaman bagi dirinya, orang yang berarti maupun jalan hidup
individu tersebut dan mendorong individu untuk mengambil tindakan untuk
menghilangkan ancaman tersebut. Sumber kecemasa biasanya tidak spesifik dan
tidak diketahui oleh individu (Gorman, Linda M., & Sultan, Donna F. (2008).
Kecemasan seharusnya adalah respon normal seseorang terhadap tekanan
atau peristiwa yang mengancam individu dan merupakan pengalaman emosional
yang berlangsung secara singkat. Namun kecemasan dapat meningkat saat
seseorang mendapat stresor yang belum diketahui solusinya. Dalam hal ini
seorang mahasiswa yang baru saja masuk kedalam lingkungan yang baru
cenderung mengalami kecemasan karena proses belajar dan lingkungan hidup
yang baru.
Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan pada mahasiswa
FKIK angkatan 2015. Responden menyatakan bahwa selama menjadi mahasiswa

baru banyak hal yang menyebabkan mereka cemas seperti pola belajar yang
sangat berbeda dengan saat mereka di SMA, karena di bangku perkuliahan
mereka diwajibkan untuk belajar secara andragogi atau pembelajaran orang
dewasa, dimana mahasiswa dituntut harus lebih mandiri dalam pembelajaran.
Hasil studi pendahuluan tersebut membuktikan bahwa mahasiswa baru rentan
terhadap kecemasan yang pada mahasiswa baru dapat mengakibatkan masalah
akademik, olahraga dan penampilan dan sosial. Kecemasan juga dapat
menimbulkan gangguan pada proses berpikir, konsentrasi belajar, persepsi
dan dapat menimbulkan bahaya dalam kehidupan mereka yang masih belajar
yang sudah tentu mempengaruhi prestasi belajarnya.
Ada banyak factor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan
mahasiswa. Beberapa diantaranya adalah tingkat spiritualitas dan mekanisme
koping. Spiritualitas merupakan bagian inti dari individu (core of individuals)
yang tidak terlihat (unseen, invisible) yang berkontribusi terhadap keunikan dan
menyatu dengan nilai-nilai transcendental (suatu kekuatan yang maha tinggi/high
power dan Tuhan/God) yang memberikan makna, tujuan dan keterhubungan
(McEwen, 2003) sedangkan koping merupakan respon individu yang muncul dan
dapat di gunakan saat situasi yang mengancam dirinya baik fisik maupun
psikologik (Struart dan Sundeen, 2006). Dalam penelitian sebelumnya yang oleh
Muh Fery Setiawan (2013) disebutkan bahwa ada korelasi negative antara tingkat
spiritualitas dengan tingkat kecemasan yang berarti semakin tinggi tingkat

spiritualitas individu maka semakin rendah pula tingkat kecemasannya dan juga
sebaliknya. Bahkan dalam kitab suci Al-Quran yang berbunyi (yaitu) orangorang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati
menjadi tenteram. (QS. Ar Radu : 28). Begitu juga dengan mekanisme

koping, menurut Hidayat (2008) menyatakan bahwa semakin adaptif mekanisme


koping yang digunakan mahasiswa maka tingkat kecemasan akan semakin
berkurang dan semakin maladaptive mekanisme koping mahasiswa maka tingkat
kecemasan akan semakin tinggi.
Nez-Pea, M.I., (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Effects of
math anxiety on student success in higher education juga menyimpulkan bahwa
kecemasan ringan pada mahasiwa dengan mekanisme koping yang baik memang
akan dapat meningkatkan prestasi belajarnya namun pada mahasiswa dengan
mekanisme koping yang buruk dapat memperburuk prestasi belajarnya.
Berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan, maka peneliti tertarik
untuk mengadakan penelitian yang berjudul Hubungan Tingkat Kecemasan
Dengan Tingkat Spiritualitas Dan Mekanisme Koping Mahasiswa Baru FKIK
UMY 2015/2016 Dalam Menghadapi Perkuliahan.
B. PerumusanMasalah

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan pada latar belakang diatas dapat
disimpulkan rumusan masalah pada penelitan ini adalah Apakah ada hubungan
tingkat kecemasan dengan tingkat spiritualitas dan mekanisme koping mahasiswa
baru.?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat
spiritualitas dan mekanisme koping mahasiswa baru.
2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui tingkat kecemasan mahasiswa baru.
b. Untuk mengetahui tingkat spiritualitas mahasiswa baru.
c. Untuk mengetahui mekanisme koping mahasiswa

beru

terhadap

kecemasan.
d. Untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat
spiritualitas mahasiswa baru.
e. Untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan dan mekanisme
koping mahasiswa baru.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Sebagai salah satu syarat kelulusan dalam menempuh S1 program ilmu studi
keperawatan.

2. Bagi Program Studi


Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan terhadap sistem
pembelajaran dan penilaian terhadap mahasiswa FKIK UMY.

3. Penelitian selanjutnya
Sebagai rujukan dan pegetahuan bagi peneliti selanjutnya yang hendak
melakukan penelitian yang sejenis.

E. Keaslian Penelitian
Penulis menemukan beberapa penelitian yang berhubungan dan telah
dilakukan sebelumnya :
1.

Lusty Septi Muharomi, (2012) dengan judul Hubungan Antara


Tingkat Kecemasan Komunikasi Dan Konsep Diri Dengan Kemampuan
Beradaptasi Mahasiswa Baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
eksplanatori dengan populasi mahasiswa tahun pertama di Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro yang berasal dari luar kota
Semarang.
Perbedaan penelitian dengan yang akan dilakukan adalah perbedaan
variabel yaitu tingkat kecemasan komunikasi dan hubungannya dengan
konsep diri dan kemampuan adaptasi mahasiswa baru. Persamaan penelitian

ini adalah Populasi yang diteliti yaitu mahasiswa baru dengan variabel
kecemasan.
2.

Lis L. Nadhiroh (2014) dengan judul Analisis nilai-nilai spiritual


dalam kepemimpinan mahasiswa: studi kasus kepemimpinan organisasi
kemahasiswaan di tingkat fakultas di Universitas Gajah Mada. Merupakan
sebuah penelitian qualitatif dengan bentuk wawancara dan observasi.
Narasumber dalam penelitian ini adalah 18 mahasiswa Universitas Gajah
Mada yang menjadi pemimpin organisasi kemahasiswaan.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Lis adalah pada metode
penelitian yang digunakan, dan tempat dilakukannya penelitian. Pada
penelitian lis menggunakan metode kualitatif sedangkan penelitian yang akan
dilakukan menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini juga akan dilakukan
di Universitas Nuhammadiyah Yohyakarta.

3.

Daniel Alberth Lallo dkk (2012) dengan judul Hubungan Kecemasan


Dan Hasil UAS-1 Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Universitas Sam
Ratulangi Manado Tahun Ajaran 2012 / 2013. Ini merupakan penelitian
analitik Cross sectional dengan metode survei dan sensus sebagai cara dalam
pengambilan sampel.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukkan
adalah Variabel dependen yaitu hasil UAS, waktu serta tempat dilakukannya

penelitian. Persamaan penelitian ini adalah persamaan variabel independen


yaitu Kecemasan dan populasi yang diteliti yaitu mahasiswa baru.