Anda di halaman 1dari 4

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VI, Nomor: 3, April 2014

ISSN : 2301-9425

PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN SEPATU BERBASIS WEB


DENGAN METODE MODEL VIEW CONTROLLER (MVC)
Dewi Lidya Lumbangaol (0911727)
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan
Jl. Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
www.stmik-budidarma.ac.id //Email : dewi.lidya@ymail,com
ABSTRAK
Penjualan sepatu yang dilakukan secara konvensional tidak terlalu banyak membantu penjualan itu
sendiri, ini dikarenakan sulitnya untuk mempromosikan sepatu tersebut. Tidak jarang juga pengusaha
mempromosikan secara langsung dengan cara mendatangi calon pembelinya, seperti datang keberbagai
tempat. Yang sudah pasti akan memakan biaya yang cukup besar, sedangkan penjualannya belum tentu
berhasil. Itulah kenapa cara konvensional penjualan sepatu ini mulai ditinggalkan para pengusaha.
Sekarang ini pengusaha banyak beralih berbisnis menggunakan internet, seperti halnya penjualan
sepatu, ini dikarenakan penjualan sepatu secara konvensional banyak mengalami kendala. Perancangan
aplikasi dengan menggunakan CMS joomla ini akan menggunakan Metode Model View Controller sebagai
pengatur tampilan dari perancangan tersebut.
Kata Kunci: Metode Model View Controller ( MVC ).
1. Pendahuluan
Kemajuan teknologi komputer membantu
semua aspek kehidupan manusia, dari hal yang kecil
sampai berbagai hal yang sangat rumit sekalipun bisa
di kerjakan oleh teknologi komputer dan digunakan
oleh semua orang adalah kecepatan dalam
menyampaikan pesan dari tempat yang jauh, sama
halnya dengan sistem yang ada di komputer bisa
digunakan secara cepat dan akurat.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya di bidang komputer dan semakin
pesatnya yang bergerak di bidang komputer sehingga
menyebabkan semakin luasnya wawasan untuk
mendapatkan berita dan informasi bagi kalangan
masyarakat dan perusahaan. Internet merupakan
sebagai sarana untuk meningkatkan keunggulan
bersaing baik dalam bidang pemasaran ataupun
promosi.Hal ini menyebabkan persaingan antara
perusahaan yang satu dengan yang lainnya
dikarenakan internet digunakan dalam berbagai bidang
salah satunya yaitu mencakup bidang bisnis. Agar
internet dapat dipakai untuk keunggulan bersaing
dalam dunia usaha maka pengusaha harus mampu
mancari informasi yang lebih pada dunia usaha
melalui internet. Akan tetapi diharapkan pengusaha
dapat bersaing secara sehat serta tidak adanya tindak
kriminal seperti halnya penipuan yang dilakukan pada
dunia maya yang marak terjadi belakangan ini.
Penjualan sepatu yang dilakukan secara
konvensional tidak terlalu banyak membantu
penjualan itu sendiri, ini dikarenakan sulitnya dalam
berpromosi. Tidak jarang juga pengusaha akan
berpromosi secara langsung mendatangi calon
pembelinya, seperti datang kesekolah-sekolah atau
pun kerumah-rumah. Yang sudah pasti akan memakan
biaya yang cukup besar sedangkan penjualannya

belum tentu berhasil. Itulah mengapa cara


konvensional dalam penjualan sepatu ini mulai
ditinggalkan para pengusaha. Selain itu pengusaha
juga tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk
membangun sebuah toko yang berbentuk fisik seperti
halnya toko konvensional atau tidak perlu menyewa
tempat untuk berjualan. Ini dikarenakan hanya butuh
merancang aplikasi sebagai tempat untuk menjalankan
usahanya di internet. Dengan begitu siapa saja bisa
jadi pengusaha tanpa harus mengeluarkan modal yang
besar pula.
2. Landasan Teori
2.1 Website
Secara terminologi, website adalah kumpulan
dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum
dalam sebuah domain atau subdomain, yang
tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW)
di Internet. Sebuah halaman web adalah dokumen
yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup
Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui
HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi
dari server website untuk ditampilkan kepada para
pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari
website-website tersebut dapat membentuk sebuah
jaringan informasi yang sangat besar.
Secara terminologi, website adalah kumpulan
dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum
dalam sebuah domain atau subdomain, yang
tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW)
di Internet. Sebuah halaman web adalah dokumen
yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup
Language), yang hampir selalu bisa diakses melalui
HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi
dari server website untuk ditampilkan kepada para
pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari

Perancangan Aplikasi Penjualan Sepatu Berbasis Web Dengan Metode Model View Controller
(MVC). Oleh : Dewi Lidya Lumbangaol

40

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VI, Nomor: 3, April 2014

website-website tersebut dapat membentuk sebuah


jaringan informasi yang sangat besar.
2.2 Tahap Perancangan
Tahap- tahap dalam perancangan aplikasi ini
adalah sebagai berikut;
1. Survey
Berfungsi untuk mengetahui kebutuhan pemakai,
kesalahan-kesalahan
dalam
sistem
lama,
menetapkan tujuan perancangan, mengajukan
usulan otomasi sistem yang layak dan dapat
diterima serta menyiapkan laporan survey yang
berisi segala sesuatu pada point diatas.
2. Analisa Sistem
Menggabungkan laporan survey dan kebijakan
pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur
dengan menggunakan pemodelan.
3. Desain
Mengimplementasikan model yang diinginkan
pemakai.
4. Implementasi
Mempresentasikan hasil desain ke dalam
pemograman .
5. Uji coba desain
Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur.
6. Testing terakhir
Menguji coba sistem secara keseluruhan.
7. Deskripsi Prosedur
Pembuatan laporan teknis tertulis seperti petunjuk
pemakaian dan pengoperasian aplikasi.
8. Instalasi
Aspek terakhir yang mesti dilakukan mencakup
serah terima aplikasi dan pelatihan pemakaian.
9. Perawatan
Pemeliharaan
perangkat
lunak
secara
berkesinambungan.
2.3 Metode MVC (Model View Controler)
Model View Controller ( MVC ) pertama sekali
dipergunakan oleh peneliti XEROX PARAC yang
bekerja dalam pembuatan bahasa pemrograman
SmallTalk sekitar tahun 1970-1980. Dan pertama kali
diperkenalkan Trygve Reenskaug, pengembang
Software SmallTalk pada Xerox Palo Alto Reseacrh
Center, tahun 1979. Konsep ini membantu
memisahkan akses data dengan logika bisnis.
Pada dasarnya MVC adalah sebuah arsitektur
untuk membuat sebuah aplikasi dengan memisahkan
data (Model) dari tampilan (View) dan cara bagaimana
prosesnya (Controller). Dalam implementasinya
kebanyakan framework dalam aplikasi website adalah
berbasis arsitektur MVCModel View Controller (
MVC ) adalah suatu pola yang membagi aplikasi
menjadi 3 bagian, yaitu Model, View dan Controller
serta memisahkan antara bagian dan membuat tata
interaksi diantaranya. Design Pattern bisa diartikan
bahwa tiap pola yang menggambarkan permasalahan
yang terjadi secara berulang, serta menjelaskan cara
utama penyelesaian permasalahan dengan langkah
tertentu yang dapat digunakan secara berulang. (

ISSN : 2301-9425

Wiwit Siswoutomo, 2008, 243-246) Model View


Controller dibagi 3 komponen, yaitu :
1. Model
Model mewakili data dan aturan yang berkaitan
dengan akses dan perubahan terhadap data.
2. View
View mengandung keseluruhan detail dari
implementasi user interface. View
juga
menerjemahkan
isi
dari
Model.
View
mendefenisikan bagaimana data dari Model akan
ditampilkan. Jika data dari Model berubah, View
harus meng-Update tampilan yang dibutuhkan.
Yang dilakukan adalah Push Model ( View
mendaftarkan diri ke Model untuk mendapat
Notifikasi perubahan data), atau Pull Model (
View bertanggung jawab memanggil Model
ketika butuh mengambil data terbaru).
3. Controller
Controller menerjemahkan interaksi pengguna
dengan View ke dalam aksi terhadap Model.
3. Pembahasan
3.1 Analisa Metode yang digunakan
Perancangan
sistem
informasi
ini
menggunakan metode Model View Controller (MVC).
MVC adalah suatu pola yang membagi aplikasi
menjadi 3 bagian, yaitu Model, View dan Controller
serta memisahkan antar bagian dan membuat tata
interaksi di antaranya.
MVC pertama kali dikenalkan Trygve
Reenskaug, pengembang software Smalltalk pada
Xerox Palo Alto Research Center, tahun 1979. Konsep
ini membantu memisahkan antara akses data (data
access) dengan logika bisnis (Bussiness logic). MVC
dibagi atas 3 komponen, yaitu :
1. Model
Model mewakili data dan aturan yang berkaitan
dengan akses dan perubahan terhadap data. Pola
MVC memiliki Layer yang disebuut dengan
Model yang mempresentasikan dat yang
digunakan oleh aplikasi sebagai proses bisnis
yang
diasosiasikan
terhadapnya.
Dengan
memilahnya sebagai bagian yang terpisah, seperti
penampungan data, persistence, serta proses
manipulasi, terpisah dari bagian lain aplikasi.
Terdapat beberapa kelebihan dalam pendekatan
ini. Pertama, membuat detail dari data dan
operasinya dapat ditempatkan pada area yang
ditentukan (Model) dibanding tersebar dalam
keseluruhan lingkup aplikasi. Hal ini akan
menguntungkan dalam proses maintenance
aplikasi. Kedua, dengan pemisahan total antara
data dengan implementasi Interface, komponen
Model dapat digunakan kembali oleh aplikasi lain
yang memiliki kegunaan yang hampir sama.
Berikut ini merupakan contoh dari penerapan
metode MVC pada bagian Model pada
perancangan aplikasi sebuah website.

Perancangan Aplikasi Penjualan Sepatu Berbasis Web Dengan Metode Model View Controller
(MVC). Oleh : Dewi Lidya Lumbangaol

41

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VI, Nomor: 3, April 2014

Tabel 1 : Penerapan Metode MVC pada bagian


Model
Mere
k
Siz Warn Baha Sto Harg
Sepat
e
a
n
k
a
u
Adida
9
9
9
s
9
9
9
9
Puma
9
9
9
9
Nike
New
9
9
9
9
Era
Data-data yang ada di dalam adalah sebuah Model
dari informasi yang dicari, tetapi dalam bentuk
umum dan universal. Data tersebut akan disajikan
sebagai informasi melalui View dan Controller.
2. View
View mengandung keleseluruhan detail dari
implementasi user interface. View juga
menerjemahkan
isi
dari
Model.
View
mendefenisikan bagaimana data dari Model akan
ditampilkan. Jika data dari Model berubah, View
harus meng-update tampilan yang dibutuhkan.
Yang dilakukan dengan Push Model (View
mendaftarkan diri ke Model untuk mendapat
notifikasi perubahan data), atau Pull Model (View
bertanggung jawab memanggil Model ketika
butuh mengambil data terbaru). Disini juga
komponen grafis menyediakan representasi
proses internal aplikasi dan menuntun alur
interaksi user terhadap aplikasi. Hanya View yang
merupakan layer yang berintraksi dengan user.
Penggunaan Layer View memiliki kelebihan di
antaranya adalah, mempermudah penggabungan
divisi desain dalam development team.
Berkonsentrasi pada style, look dan feel. Dan juga
memiliki
Layer
View
yang
terpisah
memungkinkan ketersediaan Multiple Interface
dalam aplikasi. Secara keseluruhan memiliki
tampilan yang berbeda namun mengeksekusi
komponen Model sesuai fungsionalitas yang
diharapkan. Berikut contoh penerapan metode
MVC dibagian View pada perancangan aplikasi.
Tabel 2 : Penerapan Metode MVC pada bagian
Merek
Bagian
Keterangan
Sepatu
Adidas
Size
Diperlukan
Warna
Diperlukan
Bahan
Diperlukan
Stok
Diperlukan
Harga
Diperlukan

ISSN : 2301-9425

disesuaikan dengan kebutuhan informasi user,


informasi yang akan disajikan lebiih spesifik
karena sudah berdasarkan keinginan dari user
yang akan mencari data.
3. Controller
Controller menerjemahkan interaksi user dengan
View ke dalam aksi terhadap Model. Dalam
aplikasi client GUI, intraksi pengguna dapat
berbentuk klik pada button atau pemilihan menu.
Layer ini menyediakan detail alur program dan
transisi layer, bertanggung jawab akan
penampungan events yang dibuat oleh user dari
View dan melakukan update terhadap komponen
Model menggunakan data yang dimasukkan oleh
user. Kelebihan penggunaan Layer Controller
secara terpisah adalah, untuk menampung detail
dari transisi layer, komponen View dapat di
desain tanpa harus memperhatikan bagian lain
secara berlebih. Dan juga, melakukan update
terhadap komponen Model, detail tersebut
dihapus dari layer presentasi. Berikut contoh dari
penerapan metode MVC dibagian Controller
pada perancangan aplikasi.
Tabel 3: Penerapan Metode MVC pada bagian
Controller
Mere
k
Siz Warn Baha Sto Harg
Sepat
e
a
n
k
a
u
Adida
9
9
9
9
s
9
9
9
9
Puma
9
9
9
9
Nike
New
9
9
9
9
Era
4. Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah suatu bentuk
rincian yang dirancang sedemikian rupa, sehingga
memberikan gambaran jelas dan berguna untuk
memecahkan masalah agar dapat dikomputerisasikan.
Selain itu perancangan ini juga memberikan bantuan
untuk menunjang proses pengolahan data yang cepat
dan teliti, sehingga dapat diharapkan akan mendukung
semangat kerja dan mengurangi kesalahan yang tidak
diharapkan. Rancangan sistem ini bertujuan untuk
menggambarkan secara umum kepada user tentang
sistem yang baru.
Sistem yang akan dirancang ini merupakan
perubahan dari sistem yang lama. Dalam
pengoperasiannya, sistem ini akan dilakukan dengan
mengguanakan komputer sebagai alat bantu dan
didukung oleh program aplikasi yang dibuat dari PHP
dan MYSQL dengan script editor menggunakan
DreamWearver.

Metode MVC merupakan sebuah metode yang


digunakan untuk
merancang sebuah website
sehingga menjadi website yang menyajikan
informasi yang sesuai dengan kebutuhan user. 4.1 Diagram Use Case
Pada metode ini, bagian View merupakan bagian
untuk menyajikan informasi dari data yang telah
Perancangan Aplikasi Penjualan Sepatu Berbasis Web Dengan Metode Model View Controller
(MVC). Oleh : Dewi Lidya Lumbangaol

42

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : VI, Nomor: 3, April 2014

Diagram use case ini menggambarkan user


yang menggunakan sistem dan perilaku user (actor)
terhadap sistem, seperi pada gambar berikut ini:

Gambar 1 : Diagram Use Case Aplikasi Penjualan


Sepatu
4.2 Diagram Use Case Login
Diagram use case ini menggambarkan user
yang menggunakan sistem dan perilaku user (actor)
terhadap sistem dan keduanya akan saling
berhubungan seperti pada gambar berikut ini:

ISSN : 2301-9425

1. Sistem informasi penjualan sepatu berbasis web ini


dapat digunakan sebagai media informasi yang
akhirnya akan menambah informasi tentang
sepatu-sepatu yang akan di beli ataupun dikoleksi.
2. Sistem yang dirancang menggunakan metode
Model View Controller adalah sebagai
perbandingan antara metode yang digunakan
dengan metode cara konvensional, dan juga
ditemukannya kelebihan dan kekurangan yang
bisa dijadikan acuan pembanding dalam
melakukan suatu perancangan sistem, dalam hal
ini adalah menggunakan bahasa pemrograman
PHP.
5.2 Saran
Saran yang diberikan untuk mendukung
kinerja sistem informasi berbasis web pada sistem ini
adalah sebagai berikut :
1. Perlu adanya peningkatan dan pengembangan
lebih lanjut terhadap sistem, pengecekan dan terus
melakukan update data-data informasi.
2. Selain dengan media komputer diharapkan juga
sistem ini dapat di akses dengan menggunakan
media lain seperti Handpone, PDA dan lain-lain
3. Sistem ini masih sangat sederhana, sehingga
butuh pengembangan dan masukan dari berbagai
pihakuntuk menyempurnakannya.

Daftar Pustaka
[1]. Pohan,H.I dan Bahri,K.S., Muhammad (1977),
Analisis dan Desain Sistem Informasi ,
Penerbit Andi Yogyakarta.
[2]. Wiwit
Siswoutomo
(2005),
PHP
ENTERPRISE, Penerbit PT Elex Media
Komputindo, Jakarta.
[3]. Wiwit Siswoutomo (2008), Step by Step
Joomla! Programing, Penerbit PT Elex Media
Komputindo, Jakarta.

Gambar 2 : Diagram Use Case Login


5. Penutup
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan sistem informas penjualan
sepatu berbasis web menggunakan metode Model
View Controller, ada beberapa kesimpulan yang dapat
dikemukakan sebagai hasil dari proses penelitian,
yaitu :
Perancangan Aplikasi Penjualan Sepatu Berbasis Web Dengan Metode Model View Controller
(MVC). Oleh : Dewi Lidya Lumbangaol

43