Anda di halaman 1dari 3

RESUME PAPER

Size May Not Be the Issue: An Analysis of the Cost of Local Government and
Municipal Size in New Jersey

Suatu pemerintahan memiliki kekuasaan yang dapat mempengaruhi politik di suatu


negara. Seperti pada kalimat who controls who gets what, pemerintah dapat membuat
keputusan atau kebijakan yang wajib dilaksanakan oleh orang-orang dibawahnya. Bergantung
pada sistem yang dianut, tiap negara memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda dan
studi planning-nya dapat dipengaruhi oleh faktor yang bermacam-macam contohnya yaitu
international agency study dan bank dunia.
Kembali ke masa pemerintahan Orde Baru di Indonesia, sebenarnya pada awalnya di
dalam teori planning tidak ada hierarki. Namun hierarki tersebut terjadi karena pemerintahan
yang sentralistik dan otoriter sehingga kewenangan ditentukan pusat. Pada zaman ini tidak
ada otonomi daerah sehingga arah gerak dan kebijakan pemerintah daerah dicampurtangani
oleh pemerintah pusat. Selain itu diterapkan pula Public Private Partnership dengan bekerja
sama dengan pihak swasta untuk pendanaan program kerja-program kerjanya. Hal tersebut
dapat terjadi karena pemerintah tidak memiliki uang dan juga kuasa yang dipegang oleh
pemerintah pusat. Hal ini mencerminkan keotoriteran yang kembali kepada who controls,
who gets what. Masyarakat juga tidak bebas berpendapat dan setiap keputusan dari
pemerintah wajib ditaati. Contohnya pada Pelita Lima yaitu dilakukannya perpindahan
penduduk (transmigrasi) di daerah Jambal (Jawa Madura Bali) ke pulau-pulau lain seperti
Sumatera, Kalimantan, dan Irian Jaya. Jumlah penduduk yang ditransmigrasi ini mencapai
enam juta kepala keluarga.
Setelah Orde Baru berakhir dan era reformasi dimulai, pemerintahan di Indonesia
beralih sistem menjadi pemerintah yang desentralisasi dan demokratis. Pada masa ini mulai
diterapkan sistem otonomi daerah sehingga setiap daerah memiliki kewenangan untuk dapat
menentukan keputusannya sendiri dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sistem
pemerintahan ini menimbulkan berkurangnya koordinasi dengan pemerintah pusat sehingga
national politic berubah menjadi local politic.

Pada era reformasi ini terdapat perubahan ke arah yang lebih baik di bidang
pengakuan Hak Asasi Manusia (HAM). Bila pada orde baru kebebasan masyarakatnya
dikekang pemerintah, maka pada reformasi mereka dapat memiliki kebebasan yang
bertanggung jawab sesuai dengan asas demokrasi.
Planning pada masa ini mencapai ke sistem yang mengusahakan adanya balance
antara national dan local politic. Seiring berkembangnya zaman terjadi perubahan pula dari
city planning menjadi city development planning dan regional planning menjadi regional
development planning. Terdapat dugaan-dugaan bahwa akan terjadi perubahan national
politic. Hal ini disebabkan adanya perubahan rezim yaitu dari SBY (Presiden terdahulu)
menjadi Jokowi (Presiden baru). Rezim yang berkuasa sekarang berorientasi pada ekonomi
dan investasi-investasi sehingga terdapat kemungkinan yang besar bahwa kasus-kasus seperti
Pulman dapat terwujud. Langkah-langkah yang dilakukan oleh Jokowi yaitu dengan
mempercepat perizinan. Bila ini dilakukan, maka bukan hanya kasus Pulman tapi juga
pembangunan bandar udara baru di Karawang dan jalan tol paralel dapat terwujud.

RESUME PAPER
Size, Efficiency, and Democracy: Consolidation, Fragmentation, and Public
Choice - Michael Keating

Pada materi kali ini size mencerminkan ukuran penduduk, public choice yaitu pilihan
masyarakat, sedangkan efisiensi dan demokrasi membahas misalnya apakah wilayah lebih
baik di konsolidasi atau fragmentasi. Konsolidasi yaitu penggabungan wilayah sedangkan
fragmentasi yaitu pemekaran wilayah. Dengan adanya konsolidasi, dua wilayah dapat
digabung sehingga pemerintahan lebih efisien dan biaya menjadi lebih murah. Sedangkan
dengan fragmentasi biaya menjadi lebih besar akibat dipecah.
Beberapa teori yang terdapat mengenai Urban Politics yaitu Normative Theories dan
Prescriptive Theories. Normative Theories membahas mengenai bagaimana perencanaan
suatu kota yang baik. Terdapat beberapa pendapat ahli mengenai perencanaan yang ideal
seperti vertical building, city beautiful movement, garden city, dan lain-lain. Normative

Theories dibagi menjadi dua jenis yaitu teori induktif yang menggunakan hipotesa atau
dugaan-dugaan tertentu dan deduktif yang membuat premis-premis yang harus dibuktikan.
Dalam Prescriptive Theories kita memberi referensi/konseptual seperti mencari ide
mengenai untuk mencapai yang kita inginkan, apa yang harus dilakukan?. Karena itu dalam
teori ini kita harus menggunakan model-model untuk mencari referensi/konseptual tersebut.