Anda di halaman 1dari 11

Masalah kesehatan masyarakat

Masalah kesehatan masyarakat

13

Masalah Kesehatan Masyarakat


Pengertian
Masalah adalah keadaan / kejadian yang terjadi tidak sesuai
dengan seharusnya dan perlu ditindak-lanjuti agar kejadian
tersebut tidak terulang kembali atau besarnya masalah sekurang
kurangnya dapat diminimalisasikan ( dikurangi ).
Pengertian seharusnya tergantung pada siapa atau bidang apa
yang menetapkan serta indikator yang digunakan. ( sifatnya
bisa relatif / subyektif )
Masalah kesehatan berbeda dengan masalah ekonomi karena
indikatornya berbeda.
Suatu kejadian penyakit bisa menjadi masalah atau tidak
tergantung siapa yang melihat dan indikatornya apa antara
petugas kesehatan ( dokter ) dengan masyarakat ( pasen )
Indikator masalah kesehatan masyarakat
Untuk menetapkan adanya masalah kesehatan masyarakat
adalah dengan menggunakan indikator derajat kesehatan
masyarakat :
Ada tiga indikator utama yang biasa digunakan :
1.

Harapan hidup sejak lahir ( life expectancy at birth atau


disingkat e0 ) yaitu usia rata rata masyarakat yang bisa
dicapai sejak dia lahir. Makin tinggi e 0 makin tinggi derajat
kesehatan msyarakatnya.
Pada saat ini e0 wanita Indonesia sebesar 70 tahun sedangkan
untuk laki laki lebih rendah yaitu 67 tahun.

2.

Angka kematian bayi ( AKB ) atau Infant Mortality Rate


( IMR ) yaitu jumlah kematian bayi usia di bawah satu tahun
11

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

per seribu kelahiran hidup dalam satu tahun kalender.


Misalnya di Indonesia IMR 40 0/00 artinya di antara 1000 bayi
yang lahir hidup ada 40 orang bayi usia kurang dari 1 tahun
yang meninggal.
Makin rendah IMR makin baik derajat kesehatan
masyarakatnya.
3.

Angka kematian ibu ( AKI ) atau Maternal Mortality Rate


( MMR ) yaitu jumlah kematian ibu dalam masa kehamilan +
masa persalinan dan masa habis melahirkan ( masa nifas )
dalam seratus ribu kelahiran hidup dalam satu tahun
kalender. Di Indonesia sekarang MMR adalah 307 / 100.000.
Makin rendah MMR makin baik derajat kesehatan
masyarakatnya.

Faktor faktor yang mempengaruhi derajat


masyarakat

kesehatan

Menurut Blum ( 1974 ) derajat kesehatan msyarakat dipengaruhi


oleh empat variabel yang saling berhubungan dan saling terkait
Keturunan

Lingkungan
Fisik, ddKImiaK

Status
Kesehatan
Masyarakat

Pelayanan
Kesehatan

Perilaku
Gaya Hidup
Masyarakat

22

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

Dari ke empat faktor tersebut yang paling menentukan adalah


faktor lingkungan ( 50% ) dan perilaku dan gaya hidup
masyarakat ( 30% ) sedangkan pelayanan kesehatan 15% dan
sisanya faktor keturunan. ( 5% )
Ke empat faktor tersebut secara dinamis saling
mempengaruhi misalnya faktor lingkungan sangat dipengaruhi
oleh faktor perilaku dan gaya hidup masyarakat. Perilaku
masyarakat akan saling berinteraksi secara timbal balik dengan
pelayanan kesehatan dan seterusnya.
Faktor lingkungan :
Faktor lingkungan fisik meliputi aspek geografi dan
topografi, curah hujan, pencemaran tanah, air dan udara dll
Faktor biologis berupa binatang, tumbuh tumbuhan atau
mikroorganisme hidup yang bertindak sebagai penyebab atau
penyebar penyakit seperti nyamuk, cacing, anjing dll
Faktor sosial budaya berupa tinggi rendahnya pendidikan
masyarakat, norma sosial budaya yang dipercaya oleh
masyarakat akan berpengaruh pada pola perilaku masyarakat
dalam menyikapi kesehatan dan pencarian pengobatan.
Faktor ekonomi dari beberapa negara ternyata tidak banyak
berpengaruh. Sebagai contoh Srilangka yang status ekonominya
lebih rendah daripada Indonesia ternyata derajat kesehatan
masyarakatnya lebih baik daripada Indonesia tidak sesuai
dengan pendapat WHO bahwa kemiskinan berpengaruh pada
derajat kesehatan ( lihat di bawah ). Menurut pnelitian hal ini
disebabkan oleh perilaku masyarakat dan pelayanan kesehatan.
Faktor gaya hidup masyarakat
Komunikasi dan informasi melalui media cetak dan
elektronik serta transportasi antar daerah / negara sangat
mempengaruhi gaya hidup dan perilaku masyarakat yang
disertai dengan rendahnya pendidikan dan norma agama yang
rendah akan menurunkan moral masyarakat sehingga
33

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

penyebaran penyakit baik penyakit infeksi maupun penyakit non


infeksi %nya akan meningkat.
Faktor pelayanan kesehatan
Sarana pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah
sakit, praktek dokter, pelayanan bidan dan lain sebagainya yang
sangat diperlukan bagi masyarakat yang memerlukan harus
tersedia sesuai dengan kebutuhan kesehatan dan harapan
masyarakat.
Jumlah, mutu dan penyebaran pelayanan kesehatan tidak
merata. Terpusat pada daerah perkotaan / daerah bisnis.
Saran pelayanan kesehatan lebih menitik beratkan pada jenis
pelayanan pengobatan ( medis ) dan p[erawatan rumah sakaiat
yang biayanya besar.
Faktor keturunan ( genetik )
Faktor keturunan meskipun pengaruhnya paling kecil tetapi
akan berpengaruh pada faktor faktor lainnya. Ada ada beberapa
jenis penyakit yang mudah terjadi pada bangsa tertentu mungkin
karena faktor gen ( keturunan ) yang lemah menghadapi
penyakit tersebut.
Faktor demografi yaitu yang berkaitan dengan proporsi
penduduk menurut usia akan berpengaruh pada jenis pelayanan
yang diperlukan. Di Indonesia jumlah balita proporsinya cukup
besar sehingga yang diperluan lebih banyak pelayanan BKIA
sedangkan di negara Barat proporsi orang yang sudah tua
( manula ) jumlahnya sangat besar sehingga pelayananya
menitikberatkan pada pelayanan institusi rumah jompo.
Hubungan antara kesehatan manusia, lingkungan dan dan
penyebab penyakit
Secara epidemiologis menurut Gordon gangguan kesehatan
masyarakat merupakan ketidak seimbangan antara manusia
44

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

( host ), penyebab penyakit ( agent ) dan lingkungan


( environtment ). Biasa disebut Timbangan Gordon
Ketidak seimbangan natara ketiganya akan menimbulkan
gangguan kesehatan masyarakat.
Host berkaitan dengan daya tahan tubuh utk menahana
timbulnya penyakit.
Agent berkaitan patogenitas dan jumlahnya yg ada di
lingkungan
Environment
berkaiatan
dengan
kondisi
yang
memungkinkan agent berkembang atau daya tahan host
menurun
Gangguan kesehatan bersifat obyektif / subyektif
Kesehatan sifatnya subyektif atau obyektif tergantung pada
pengetahuan, sikap dan perilaku yang mengalaminya.
UU RI NO. 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa
kesehatan adalah keadaan sempurna dari badan jiwa dan sosial
yang memungkinkan orang tersebut hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Untuk bisa mentapkannya perlu alat untuk
menentukannya.
Sehat badan dan rohani secara obyektif bisa dilakukan oleh
profesional dokter dan psikolog.
Secara sosial dan ekonomi orang itu bisa bersekolah sehingga
tercapai pendidikan setinggi-tingginya dan bisa bekerja untuk
menghidupi keluarganya.
Menurut WHO faktor utama yg mempengaruhi kesehatan
masyarakat di negara sedang berkembang adalah :
1. Kemiskinan kelaparan
2. Penyakit : infeksi dan non infeksi ( di Indonesia transisi
epidemiologis triple burden )
3. Degradasi lingkungan (kerusakan lingkungan hidup)
4. Ketidak stabilan politik (political instability)

55

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

Masalah Kesehatan Masyarakat di Indonesia


A. Masalah Penyakit
Triple burden diseases ( Tiga kelompok beban penyakit )
Beban yang ditanggung masyarakat Indonesia adalah tiga
kelompok penyakit menular:
1. Penyakit infeksi yang diderita masyarakat kejadiannya dan
jumlahnya masih tetap tinggi
2. Penyakit infeksi yang sudah dinyatakan hilang timbul kembali
3. Timbulnya penyakit infeksi baru ( HIV-AIDS, SARS, Flu
Burung.
Berbagai penyakit infeksi sbg faktor yg menjadi beban :
1. Penyakit Endemis Menular Potensial Mewabah : biasanya
endemis yg pd wkt ttt menjadi wabah.
Diare
Demam Berdarah Dengue
Malaria
Filaria
2. Penyakit dengan endemisitas tinggi, yg perlu pengawasan
khusus :

Tbc Paru

Lepra

Patek ( Framboesia )

Anjing gila ( Rabies )

Antraks
3. Penyakit yg kurang endemis tetapi krn sifat penyebarannya
dpt membahayakan masyarakat
a. Penyakit Menular Seksual :
Sifilis
Gonohoe
HIV / AIDS
66

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

b. Penyakit Menyular Lain :


Hepatitis B
Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA )
Berbagai penyakit degeneratif ( non infeksi ) :
Penyakit jantung dan hipertensi sebagai penyebab kematian
utama % meningkat
Penyakit diabetes melitus : meningkat krn gizi tidak seimbang
dan kurang gerak
B. Masalah kesehatan ibu dan balita
Tingginya AKI dan AKB terutama :
Faktor faktor penyebab kematian ibu terutama oleh
perdarahan waktu melahirkan, infeksi, anemia gizi dll.
Salah satu faktor terjadinya perdarahan waktu melahirkan
adalah anemia ( kekurangan darah ) karena kekurangan
besi.
Infeksi disebabkan karena persalinan yg kurang steril,
karena lebih dari 50% persalinan di pedesaan ditolong oleh
paraji tidak terlatih.
Kematian balita kebanyakan disebabkan oleh diare dan
infeksi saluran pernapasan akut ( pnemonia ) dan infeksi
lainnya dan biasanya ada hubungannya dengan penyakit yg
dpt dicegah dgn imunisasi ( spt tetanus, difteria dll )
Diare
kebanyakan disebabkan oleh karena higiene
perorangan yg kurang baik dan sanitasi dasar ( penyediaan
air bersih , jamban dll ) yg tak memenuhi syarat

C. Masalah gizi masyarakat


Faktor2 penyebab kurang gizi
1. Kemiskinan : faktor ekonomi krn kekurangan daya beli
2. Faktor ekologi : kesuburan tanah, struktur tanah, iklim dll
77

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

3.
4.
5.
6.

Sosial budaya : adat / tabu ( culture ) spt makanan lebih


diutamakan pd bapak
Pengetahuan dan pengertian : cara memasak, nilai gizi
( 4 sehat 5 sempurna )
Pengadaan dan distribusi pangan : spt pada saat paceklik
( food supply )
Bencana alam

Masalah malnutrition utama di Indonesia :


1.

2.
3.
4.

Kekurangan energi dan protein (KEP)


Balita
Wanita hamil gol ekonomi menengah bawah
Kekurangan vitamin A

Anak balita : 0.7%


Gondok endemik ( endemic goitre ) krn kekurangan iodium

Masyarakat umum : 23.2%


Anemia gizi krn kekurangan zat besi

Wanita hamil : 50 70%

Wanita hamil : 30 40%

Laki laki dewasa : 20 30%

Anak balita : 30 40%

Anak sekolah : 25 35%

D. Masalah Perilaku dan Gaya Hidup Masyarakat Modern


Faktor faktor yang mempengaruhi :
Peningkatan teknologi komunikasi antar negara yang sangat
pesat, sehingga budaya asing mudah mempengaruhi budaya
lokal :
Penjajahan sosial ekonomi budaya dari negara Barat ke
negara yang sedang berkembang
Perilaku sex bebas : HIV AIDS
Makanan junck foods ( fast foods ) yang kurang sehat
Stress dalam pekerjaan : banyak merokok.
Makanan instans
88

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

Peningkatan penyakit : non infeksi, penyakit pergaulan


bebas.

E. Masalah lingkungan Fisik dan Biologi


1.Iklim tropis :
Kelemababan tinggi memudahkan berkembangnya penyebab
penyakit seperti virus, bakteri dan parasit.
2. Sarana air bersih tidak memadai :
Perilaku masyarakat : b.a.b. dan membuang sampah di air
mengalir
Pencemaran air permukaan dan air dalam tanah oleh bahan
beracun & berbahaya ( B3 ), insektisida, limbah industri
3. Penncemaran udara :
Hasil pembakaran di Industri
Sisa pembakaran kendaraan bermotor.
4. Penggunaan zat pewarna beracun dalam makanan
5. Rumah tidak sehat
Kepadatan hunian rumah yang terlalu padat
Ventilasi perumahan tidak memadai
F. Masalah Pelayanan Kesehatan
1. Orientasi pelayanan kesehatan
Titik berat pada pelayanan pengobatan dan perawatan di rumah
sakit yang berbiaya tinggi krn mudah cepat dirasakan hasilnya.
Pelayanan promotif dan preventif yg lebih efektif kurang
diperhatikan krn dampaknya lama ( 3-5 tahun )
Pelayanana promotif dan preventif baru dilakukan oleh
keluarga yang betul betul sadar ingin memelihara kesehatannya
terutama mereka yang telah memperoleh pengetahuan yang
memadai baik dari mass media ataupun dari penyuluhan yang
efektif dari puskesmas / pelayanan kesehatan lainnya.

99

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

2. Ciri ciri pelayanan kuratif ( lihat Sistem Pelayanan


Medis )

Mahal
Perlu tenaga yang banyak ( padat karya, labour intensive )
Penggunaan teknologi yang semangkin meningkat
Jenis pelayanan semakin meluas
Sifat pelayanan kesehatan lebih banyak bersifat pribadi.,
sehingga harga pelayanan kesehatan sukar diukur dengan
harga barang
Pelayanan swasta bersifat komersial shg berada di wilayah
perkotaan

3. Ketidak meratakan pelayanan kuratif


Kecepatan tindakan dalam melayani konsumen ( pasien ) tidak
merata antar satu daerah dengan daerah lain, antar pulau, antar
kota dan antar desa.
Pelayanan dengan teknologi yang semakin canggih akan
terkonsesntrasi di daerah kota metroplitan, kota besar, kota kecil
baru ke pedesaan. Pulau Jawa, lalu Sumatera, Sulawesi dst.
pemberi pelayanan di daerah pedesaan lebih didominasi oleh
juru rawat, pembantu bidan dlsb. atau pengobatan tradisional.
4. Jenis pelayanan non medik yang makin diminati

Pengobatan alternatif seperti tusuk jarum, pengobatan


herbal dan jenis pengobatan lain makin banyak
Dilindungi oleh peraturan perundang2an.
Secara ilmiah belum bisa dipertanggung jawabkan
Peminatnya termasuk kelompok nmenengah atas.

Kesimpulan :

1010

Masalah kesehatan masyarakat


Masalah kesehatan masyarakat

Dibandingkan dengan negara tetangga derajat


kesehatan
masyarakat Indonesia masih kurang baik yang disebabkan oleh
banyak faktor :
Lingkungan : fisik, kimiawi, sosial budaya
Perilaku dan gaya hidup masyarakat, karena pengaruh
komunikasi global
Ketimpangan dalam pemerataan pelayanan antar daerah
Perhatian Pemerintah dalam pembiayaan kesehatan masih
kurang
Masyarakat masih menitik beratkan pada aspek pengobatan
yang berbiaya tinggi.

1111